Anda di halaman 1dari 23

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN

TERBUKA

Kelompok 3

Manajemen B

Disusun oleh :

Andhika Hafizar A10180048

Dandi Juhendi A10180066

Asti Ayuningtyas A10180071

M. Rizal Arif A10180079

Faradilla Annisa D. A10180089

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITAS BANDUNG

Jalan PH.H. Mustofa,No.31Neglasari, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota


Bandung, Jawa Barat 40124
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang maha esa karena berkat
kehendaknya kami dapat menyelesaika tugas Mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Makro.
Adapun judul yang dibahas makalah adalah mengenai Keseimbangan Perekonomian
Terbuka.

Kami juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen dan pihak yang
telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini juga diharapkan
dapat menambah pengetahuan kita tentang perkembangan kebijakan – kebijakan ekonomi
makro di Negara kita dan masalah ekonomi yang sering terjadi. Untuk kesempurnaan dari
makalah ini, maka kami mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca agar dalam
menyusun makalah berikutnya dapat lebih baik lagi. Akhirnya denga tersusunnya makalah ini
dapat menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih.

Bandung,09 Maret 2019

penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................................................... ii
BAB I ........................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG.......................................................................................................................... 1
1.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................................................... 2
1.3 TUJUAN MAKALAH ........................................................................................................................ 2
BAB II ....................................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 3
2.1 SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN PEREKONOMIAN TERBUKA ..................................................... 3
 EKSPOR, IMPOR DAN PENGELUARAN AGREGAT .................................................................... 3
 SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN ............................................................................................ 4
 KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT .................................................................................. 4
 PENENTU EKSPOR DAN IMPOR ............................................................................................... 5
2.2 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA.......................................................................... 9
 PENAWARAN DAN PENGELUARAN AGREGAT DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA ............... 9
 SUNTIKAN DAN BOCORAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA........................................... 10
 KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA........................................................... 11
 PERUBAHAN – PERUBAHAN KESEIMBANGAN ...................................................................... 13
2.3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA : CONTOH ANGKA.......................................... 15
 GRAFIK KESEIMBANGAN YANG SESUAI DENGAN PERHITUNGAN ........................................ 15
 MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA .................................................................. 16
PENUTUP ............................................................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 20

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dalam Perekonomian Terbuka Yang Menganut Sistem Devisa Bebas, Tingkat Bunga
Yang Diterapkan Oleh Suatu Negara Akan Bisa Memberikan Pengaruh Pada Masuk Atau
Keluarnya Devisa Yang Dimiliki Oleh Negara Tersebut. Hal Tersebut Disebabkan Dalam
Sistem Devisa Bebas, Orang Cenderung Bebas Memperjualbelikan Mata Uang Yang
Dimilikinya Untuk Berbagai Keperluan, Sehingga Selisih Bunga Bank Dapat Mempengaruhi
Keputusan Mata Uang Asing.

Dalam Bidang Perdagangan Internasional Menjadikan Ekspor Dan Impor Dalam


Suatu Negara Memiliki Peranan Sangat Penting Dalam Menentukan Perekonomian Makro.
Ekspor Menunjukkan Penjualan Barang-Barang Yang Berasal Dari Dalam Negeri Untuk
Dapat Dijual Ke Luar Negeri. Sedangkan Impor Merupakan Pembelian Barang-Barang Luar
Negeri Untuk Digunakan Di Dalam Negeri. Ekspor Dan Impor Yang Dilakukan Oleh Suatu
Negara Tidak Hanya Berlaku Untuk Barang Saja, Melainkan Juga Aspek Lain.

Untuk Aspek Lain Itu Ialah Seperti Pengiriman TKI, TKW Ke Luar Negeri Atau
Suatu Negara Melakukan Impor Para Tenaga Ahli Dan Teknologi Dari Negara Lain. Pada
Tahun 2003 Posisi Untuk Negara Indonesia Diantara Negara-Negara Di Dunia Dalam
Melakukan Perdagangan Internasional Khususnya Berkaitan Dengan Barang, Ebrada Pada
Urutan 26 Dengan Jumlah Total Nilai Ekspor Sebanyak 62, 63 Milyar Dolar. Sedangkan
Untuk Negara Tetangga Seperti Singapore Dan Malaysia Berada Pada Urutan 14 Dan 17.

Dengan Terlibatnya Indonesia Dalam Perdangan Internasional Menunjukkan Bahwa


Indonesia Telah Menjalankan Perekonomian Terbuka. Indonesia Melakukan Kegiatan
Perdagangan Dengan Negara Manapun Yang Ada Didunia, Namun Ada Juga Yang
Melakukan Hubungan Dagang Dengan Pihak Ketika, Ketika Indonesia Tidak Memiliki
Hubungan Diplomatic Dengan Negara Tertentu.

Pada Abad Ke – 16 Dan Ke – 17 Ahli Ekonomi Yang Tergolong Dalam Mazhab


Merkantilis Menyampaikan Pendapat Bahwa Perdagangan Luar Negeri Merupakan Sumber

1
Kekayaan Bagi Suatu Negara. Mazhab Berpendapat Bahwa Apabila Suatu Negara Ingin
Mencapai Kemakmuran Hingga Tingkat Yang Lebh Tinggi Maka Negara Tersebut Harus
Mengadakan Perdagangan Internasional. Dalam Bidang Perdagangan Internasional
Merupakan Suatu Perdagangan Yang Dilakukan Antarnegara Yang Memiliki Kesatuan
Hukum Dan Kedaulatan Yang Berbeda Dengan Suatu Kesepakatan Dan Memenuhi Aturan-
Aturan Yang Telah Ditentukan Serta Dapat Diterima Secara Internasional.

Faktor-Faktor Perekonomian Terbuka

Faktor-Faktor Yang Bisa Menyebabakan Perdagangan Internasional Yaitu Sebagai Berikut :

 Perbedaan Dalam Faktor Produksi


 Motif Keuntungan Yang Diperoleh Dalam Perdagangan
 Perbedaan Dalam Tingkat Kelangkaan
 Perbedaan Komparatif Dari Harga Barang
 Perbedaan Dalam Kemapuan Untuk Produksi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Beberapa rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah :

1. Bagaimana sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka?


2. Bagaimana faktor – faktor yang menentukan ekspor dan impor?
3. Bagaimana fungsi ekspor, impor dan perubahannya?
4. Bagaimana keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka?
5. Bagaimana contoh angka mengenai keseimbangan dalam perekonomian terbuka?

1.3 TUJUAN MAKALAH


Tujuan dari makalah ini adalah sebgai berikut :

1. Mengetahui sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka.


2. Mengetahui faktor – faktor yang menentukan ekspor dan impor.
3. Mengetahui fungsi ekspor, impor dan perubahannya.
4. Mengetahui keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.
5. Mengetahui contoh angka mengenai keseimbangan dalam perekonomian terbuka.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN PEREKONOMIAN TERBUKA


Perekonomian terbuka atau perekonomian empat sector adalah suatu sistem ekonomi yang
melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan Negara – Negara lain di dunia ini. Empat golongan
sektor dalam perekonomian terbuka yaitu :

 Rumah tangga
 Perusahaan
 Pemerintah
 Luar negeri

Melakukan perdangangan internasional merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh


berbagai Negara. Semenjak berabad – abad yang lalu, ketika berbagai perekonomian masik
belum begitu berkembang, perdagangan ekspor dan impor telah mereka lakukan. Pada ketika
ini kegiatan ekspor dan impor merupakan bagian yang penting dalam kegiatan setiap
perekonomian. Walau bagaimanapun, secara relative, kepentingannya berbeda dari satu
Negara ke Negara lain.

 EKSPOR, IMPOR DAN PENGELUARAN AGREGAT


Ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang – barang buatan dalam
negeri ke Negara – Negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang
masuk ke sektor perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai
akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan
menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.

Impor merupakan pembelian dan pemasukan barang dari luar negeri ke dalam suatu
perekonomian. Aliran barang ini akan menimbulkan aliran keluar atau bocoran dari aliran
pengeluaran dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan.

Aliran keluar atau bocoran ini pada akhirnya akan menurunkan pendapatan nasional yang
dapat dicapai. Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi
keseimbangan pendapatan nasional tergantung kepada ekspor neto, yaitu ekspor dikurangi
impor. Apabila ekspor neto adalah positif, pengeluaran agregat dalam ekonomi akan
bertambah. Keadaan ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.

3
 SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN

Pengunaan faktor – faktor produksi oleh sektor perusahaan akan mewujudkan aliran
pendapatan ke sektor rumah tangga. Aliran pendapatan tersebut meliputi gaji dan upah,
sewa, bunga dan keuntungan yaitu seperti yang di tunjukkan oleh aliran 1. Aliran
pendapatan ini telah dikurangi oleh pajak keuntungan perusahaan (Aliran 2), tetapi belum
dikurangi oleh pajak pendapatan perseorangan atau individu.
Rumah tangga, yang menawarkan faktor – faktor produksi kepada perusahaan untuk
memperoleh berbagai pendapatan di atas, akan menggunakan dan membelanjakan
pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan yang berikut :
1. Membayar pajak pendapatan individu kepada pemerintah dan pengeluaran ini
ditunjukkan oleh aliran 3. Pendapat yang diterima setelah pajak dinamakan
pendapatan disposebel.
2. Pendapatan disposebel yang diterima rumah tangga terutama akan digunakan
untuk membeli barang dan jasa yang di produksikan di dalam negeri.(aliran 4)
3. Mengimpor barang – barang yang diproduksikan di Negara – Negara lain.
Pengeluaran ini tunjukkan oleh aliran 5.
4. Menabung sisa pendapat yang tidak digunakan ke dalam institusi atau badan
keuangan seperti bank perdagangan, bank tabungan dan institusi penabungan
lainnya. (aliran 6 & 7)

 KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT


Terlihat pada aliran diatas bahwa hanya ada satu aliran yang merupakan aliran
pengeluaran ke atas barang – barang yang di produksikan sekotor perusahaan. Aliran tersebut
adalah aliran 4, yaitu pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri (Cdn).

4
Berdasarkan kepada aliran – aliran pengeluaran ke atas produksi sektor perusahaan
dan keatas barang impor, dapat disimpulkan bahwa ekonomi terbuka pengeluaran agregat
meliputi lima jenis pengeluaran berikut :

1. Pengeluaran konsumsi rumah tangga ke atas barang – barang yang dihasilkan di


dalam negeri (Cdn).
2. Investasi perusahaan ( I ) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan
menghasilkan barang dan jasa.
3. Pengeluaran pemerintah ke atas barang dan jasa yang diperoleh di dalam negeri
(G).
4. Ekspor, yaitu pembelian Negara lain ke atas barang buatan perusahaan –
perusahaan di dalam negeri (X).
5. Barang impor, yaitu barang yang di beli dari luar negeri (M).

Dengan demikian komponen pengeluaran agrefat dalam ekonomi terbuka adalah :


pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri, investasi, pengeluaran
pemerintah, pengeluaran ke atas barang impor dan pengeluaran orang luar negeri ke atas
barang buatan dalam negeri (ekspor). Pengeluaran agregat (AE) dapat dinyatakan dengan
menggunakan formula berikut :

AE = Cdn + I + G + X + M

 PENENTU EKSPOR DAN IMPOR


1. EKSPOR
- Faktor – faktor yang menentukan ekspor
Suatu Negara dapat mengekspor barang produksinya ke Negara lain apabila
barang tersebut diperlukan Negara lain dan mereka tidak dapat memproduksi
barang tersebut atau produksinya tidak dapat memenuhi keperluan dalam negeri.
Faktor lain yang lebih penting adalah kemampuan dari Negara tersebut untuk
mengeluarkan barang – barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri.
Maksudnya, mutu harga barang yang di ekspor tersebut haruslah paling sedikit
sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dalam pasaran luar negeri. Semakin
banyak jenis barang yang mempunyai keistimewaan yang sedemikian yang
dihasilkan oleh sesuatu Negara, semakin banyak ekspor yang dapat dilakukan.

5
Dalam persoalan ini cirri ekspor adalah sama dengan investasi perusahaan dan
pengeluaran pemerintah, yaitu jumlahnya tidak ditentukan oleh pendapatan
nasional. Sesuai dengan cirinya ini fungsi ekspor adalah seperti gambar berikut :

Bagian (a) menunjukkan fungsi ekspor, fungsi ini menunjukkan ekspor adalah
pengeluaran otonomi, yaitu tingkatnya tidak di pengaruhi oleh pendapatan nasional.
Pada berbagai tingkat pendapatan nasional, ekspor tetap sebanyak X0.

Grafik (b) menunjukkan perubahan ekspor. Pada mulai fungsi ekspor adalah
X0. Kenaikan ekspor memindahkan fungsi ekspor dari X0 menjadi X1. Perubahan ini
berarti pada berbagai tingkat pendapatan nasional, ekspor telah bertambah dari X0
menjadi X1. Keadaan ini menggambarkan bahwa ekspor merupakan pengeluaran
otonomi.

Ada berbagai faktor yang dapat memindahkan fungsi X0 menjadi X1, seperti
perubahan cita rasa menyebabkan Negara lain lebih banyak menimpor dari Negara
tersebut, perkembangan teknologi menaikkan mutu barang dan menambah
permintaannya dan kemajuan di Negara – Negara lai (yaitu pertumbuhan ekonomi
yang lebih pesat), menaikkan permintaan ke atas ekspor Negara tersebut. Ekspor juga
boleh mengalami kemerosotan, yaitu seperti digambarkan oleh perpindahan fungsi X0
menjadi X2. Perubahan cita rasa penduduk luar negeri, merosotnya keupayaan
bersaing dipasaran luar negeri dan kemerosotan ekonomi di luar negeri adalah
beberapa faktor penting yang dapat menyebabkan keadaan tersebut.

6
2. IMPOR
- Faktor – faktor yang menentukan impor
Dalam gambar sirkulasi sebelumnya ditunjukkan bahwa hanya rumah tangga
yang membeli barang – barang dari luar Negara. Tapi tidak demikian. Barang
buatan luar negeri juga diimpor oleh sektor lain. Yaitu oleh perusahaan dan
pemerintah. Perusahaan mengimpor bahan mentah dan barang modal dari luar
negeri. Pemerintah juga melakukan hal yang sama, yaitu pemerintah
menggunakan barang konsumsi dan barang modal yang d impor. Walau
bagaimanapun dalam analisis makroekonomi diasumsikan bahwa impor terutama
dilakukan oleh rumah tangga. Maka fungsi impor sangat berhubungan dengan
pendapatan nasional.
Yang dimaksudkan dengan fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan
hubungan di antara nilai impor yang dilakukan dengan tingkat pendapatan
masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai. Seperti telah dinyatakan impor
adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional
maka semakin tinggi pula impor. Oleh sebab itu fungsi impor (M) menanjak ke
sebelah kanan.

Gambar (a) menunjukkan fungsi impor bagi suatu masa tertentu. Dua pendekatan
dapat digunakan untuk menggambarkan fungsi impor. Pertama, dapat dimisalkan nilai
impor adalah proposional dengan pendapatan nasional, maka persamaan fungsi impor
adalah
M = mY
Dimana m menggambarkan tingkat perubahan impor akibat dari perubahan
pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional. Dapat pula dimisalkan sebagian dari
impor tidak dipengaruhi oleh pendapatan nasional (misalnya pengusaha membeli barang

7
modal dari luar negeri tidak bergantung kepada pendapatan nasional). Apabila hal seperti
ini dipertimbangkn fungsi impor haruslah digambarkan oleh fungsi
M = M0 + mY
Dimana M 0 merupakan nilai impor yang tidak dipengaruhi oleh pendapatan nasional.

Gambar (b) menunjukkan perubahan impor yang akan berlaku dari waktu ke waktu.
Dalam gambar b (i) kecondongan mengimpor, yaitu nilai m, mengalami perubahan.
Pergeseran dari M1 ke M2 menggambarkan kecondongan mengimpor berkurang.
Dalam gambar b (ii) ditunjukkan perubahan fungsi impor yang sejajar. Perubahan
fungsi impor dari M1 menjadi M3 menggambarkan impor menjadi semakin meningkat
pada setiap tingkat pendapatan nasional. Sebagai contoh, pada pendapatan nasional Y0
impor nilainya telah meningkat dari Ma menjadi Mb. Contoh dari perubahan seperti ini
adalah efek inflasi dalam negeri ker atas impor. Inflasi menyebabkan secara keseluruhan
barang buatan dalam negeri menjadi mahal. Ini mendorong masyarakat membeli lebih
banyak barang impor. Fungsi impor mengalami perubahan dari M1 ke M2
menggambarkan pengurangan impor pada setiap tingkat pendapatan nasional misalnya,
pada pendapat nasional Y0 impor berkurang dari Ma menjadi Mc. Kemampuan suatu
Negara menghasilkan barang yang lebih baik mutunya merupakan salah satu faktor yang
boleh menimbulkan perubahan tersebut.

8
2.2 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA
Syarat keseimbangan perekonomian terbuka
Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan dimana
1. Penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat
2. Suntikan sama dengan bocoran

 PENAWARAN DAN PENGELUARAN AGREGAT DALAM


PEREKONOMIAN TERBUKA
Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan didalam
negeri terdiri dari 2 golongan barang :

(i) Yang di produksi didalam negeri dan meliputi pendapatan nasional(Y)


(ii) Yang di impor dari luar negeri

Dengan demikian dalam perekonomian terbuka penawaran agregat atau AS


terdiri dari pendapatan nasional (Y) dan impor (M). dalam formula :

AS = Y + M

Sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka telah menunjukkan


bahwa pengeluaran agregat (AE) meliputi lima komponen berikut: Penegeluaran
rumah tangga ke atas barang produksi dalam negeri (Cdn), Investasi swasta (I),
Pengeluaran pemerintah (G), Ekspor (X), Pengeluaran ke atas impor (M) Dalam
persamaan sebagai berikut :

AE = Cdn + I + G + X + M

Penegeluaran rumah tangga terdiri dari pengeluaran ke atas barang dalam


negeri dan pengeluaran ke atas barang impor. Maka dalam perekonomian terbuka
berlaku persamaan berikut :

C = Cdn + M

Berdasarkan persamaan di atas, persamaan AE boleh disederhanakan menjadi:

AE = C + I + G + X

Dimana nilai C meliputi pengeluaran ke atas produksi dalam negeri dan


barang yang diimpor.

9
Dalam setiap perekonomian keseimbanga pendapatan nasional dicapai apabila
penawaran agregat (AS) sama dengan pengeluaran agregat (AE). Dengan demikian,
dalam perekonomian terbuka keseimbangan pendapatan nasional akan tercapai
apabila :

Y+M=C+I+G+X

Atau

Y=C+I+G+(X–M)

 SUNTIKAN DAN BOCORAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA


Dalam pendekatan suntikan – bocoran, keseimbangan pendapatan nasional
dalam perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut :

I+G+X=S+T+M

Uraian berikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk


menentukan keseimbangan pendapatn nasional dalam perekonomian terbuka.

Pada sirkulasi aliran 1 pada dasarnya menggambarkan pendapatan nasional


(Y) yang telah dikurangi oleh pajak pendapatan perusahaan (aliran 2). Seterusnya,
pendapatn nasional yang mengalir ke sektor rumah tangga dikurangi pula oleh pajak
pendapatan individu (aliran 3). Sisa yang diperoleh merupakan pendapatan disposebel
(Yd). maka dalam formula :

Yd = Y – pajak perusahaan – pajak individu

Atau

Yd = Y – T

Seterusnya pendapatan disposebel tersebut digunakan untuk tujuan –tujuan


berikut :

i. Untuk membeli barang buatam dalam negeri dan b=barang impor.


Dalam persamaan C = Cdn + M.
ii. Untuk ditabung, yaitu sebanyak S.

Berdasarkan kepada (i) dan (ii) maka Yd = C + S. oleh karena Yd = Y – T,


maka dalam perekonomian terbuka berlaku persamaan berikut:
10
Y–T=C+S

Atau

Y=C+S+T

Dimana C adalah pengeluaran rumah tangga untuk membeli barang dalam


negeri dan barang impor.

Uraian mengenai keseimbangan mengikut pendekatan penawaran agregat –


pengeluaran agregat menunjukkan bahwa keseimbangan dicapai apabila :

Y=C+I+G+(X–M)

Dengan demikian dalam perekonomian terbuka yang mencapai keseimbangan


pendapat nasional berlaku kesamaan berikut :

C+I+G+(X–M)=C+S+T

Atau

I+G+X=S+T+M

 KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA

Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka ditunjukkan


pada gambar di atas. Bagian (a) apabila dimisalkan perekonomian tersebut terdiri dari
tiga sektor, keseimbnagan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan

11
Y = C + I + G. dengan demikian pendapatan nasional adalah Y3. Apabila
perekonomian ini berubah menjadi ekonomi terbuka, akan timbul dua aliran
pengeluaran baru, yaitu ekspor dan impor. Dan apabila perekonomian berubah dari
ekonomi menjadi ekonomi terbuka, pengeluaran agregat akan bertambah sebanyak
ekspor neto. Yaitu sebanyak ( X – M ). Nilai ekspor neto ini perlu ditambahkan
kepada fungsi pengeluaran agregat untuk perekonomian tertutup ( AE = C + I + G )
dan akan di peroleh fungsi pengeluaran agregat untuk ekonomi empat sektor, yaitu
AE = C + I + G + ( X – M ).

Sebagai akibat dari perubahan ini keseimbagan pendapatan nasional pindal


dari E0 menjadi E1 , dan menyebabkan pendapatan nasional meningkat dari Y3
(penadapatan nasional dalam perekonomian tertutup) menjadi Y4 (pendapatan
nasional untuk perekonomian terbuka). Patut disadari bahwa fungsi AE = C + I + G +
( X – M) tidak sejaja dengan AE = C + I + G dan dengan fungsi konsumsi (C).
keadaan demikian berlaku karena impor (M) nilainya sebanding (Propotional) dengan
pendapat nasional, maka fungsi AE = C + I + G + (X – M) lebih landai.

Bagian (b) menunjukkan keseimbangan pendapatan nasional menurut


pendekatan suntikan – bocoran. Pada awalnya, yaitu apabila dimisalkan ekonomi
terdiri dari tiga sektor, keseimbangan dicapai pada E0 yaitu apabila S + T = I + G dan
pendapatn nasional adalah Y3 . Perubahan dari perekonomian tertutup menjadi
perekonomian terbuka menyebabkan :

i. Suntikan bertambah sebanyak X, dari I + G menjadi I + G + X.


perubahannya sejajar karena ekspor adalah pengeluaran otonomi.
ii. Boocoran bertambah sebanyak M, dari S + T menjadi S + T + M.
fungsi S + T + M bermula dari garis asal S + T dan semakin manjauhi
S + T karena M adalah pengeluaran terpengaruh (sebanding dengan
pendapatan nasional).

Dengan demikian, efek dari perubahan dalam (i) dan (ii) dalam perekonomian
terbuka keseimbangan akan mencapai di E1 , yaitu pada persilangan di antara
I + G + X dan S + T + M. maka pendapatn nasional dari ekonomi empat sektor
adalah Y 4

12
Dalam grafik (a) ditunjukkan suatu garis putus - putus Cdn. Garis ini
menggambarkan penegeluaran rumah tangga ke atas barang produksi dalam
negeri pada berbagai tingkat pendapatan nasional. Perbedaan di antara garis C
dan Cdn menggambarkan nilai impor. Pada ketika garis Cdn memotong garis 45
derajat Y = AE, fungsi bocoran S + T + M harus memotong sumber datar.
Keadaan tersebut menggambarkan bahwa nilai S + T + M = 0 dan nilai
Cdn = Y mengapa keadaan itu perlu berlaku diterangkan dibawah ini.

Dalam perekonomian terbuka pendapatan nasional ada;ah sama dengan


penegeluaran – pengeluaran berikut : pengeluaran rumah tangga terhadap
prosuksi dalam negeri, tabungan rumah tangga, pajak perusahaan dan individu
yang dibayar dan pengeluaran ke atas barang impor. Dalam persamaan :

Y = Cdn + S + T + M

Oleh karena kesamaan di atas maka apabila Y = C dn dengan sendirinya


S + T _+ M = 0.

 PERUBAHAN – PERUBAHAN KESEIMBANGAN


Perubahan pengeluaran rumah tangga, perubahan komponen – komponen
suntikan ( I, G dan X ) dan perubahan komponen – komponen bocoran ( S, T atau M ) akan
menimbulkan perubahan ke atas keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam
pengeluaran rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan
pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan proses
multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah
lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku. Dalam ekonomi empat
sektor nilai multiplier adalah lebih kecil dari dalam ekonomi tiga sektor. Sebabnya adlah
karena dalam perekonomian terbuka dimisalkan impor adalah sebanding dengan pendapatan
nasional, yaitu persamaan impor adalah M = mY. Nilai m menyebabkan tingkat “bocoran”
(persentasi dari pertambahan pendapatan nasional yang tidak dibelanjakan kembali untuk
menimbulkan proses nmultiplier selanjutnya) menjadi bertambah besar.

Perubahan komponen yang meliputi bocoran ( S, T atau M ) akan


menimbulkan akibat yang sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran
agregat. Kenaikan tabungan, atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional.

13
Proses multiplier akan menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari
kenaikan bocoran.

Dalam gambar ditunjukkan dua contoh yang menggambarkan efek perubahan


salah satu komponen pengeluaran agregat dan bocoran ke atas keseimbangan dank e atas
pendapatan nasional. Dalam bagian (a) ditunjukkan akibat pertambahan ekspor (∆𝑋) dan
bagian (b) ditunjukkan efek pertambhan impor (∆𝑀).

` gambar a(i) menggunakan pendekatan penawaran agregat – pengeluaran


agregat untuk menunjukkan perubahan keseimbangan yang berlaku. Ppada awalnya
keseimbangan dicapai di E0 dan pendapat nasional adalah Y0. Kenaikan ekspor sebanyak
(∆𝑋) menyebabkan pengeluaran agregat meningkat dari AE0 menjadiAE1 dan memindahkan
keseimbangan dari E0 ke E1. Maka akibat dari perubahan ini pendapatan nasional meningkat
dari Y0 ke Y1. Gambar a(ii) menunjukkan perubahan keseimbangan dengan menggunakan
pendekatan suntikan- bocoran. Keseimbangan asal adalah di E0, yaitu pada perpotongan
fungsi suntikan J = I + G + X dan fungsi bocoran W = S + T + M. kenaikan ekspor
memindahkan fungsi suntikan J menjadi J1 dan memindahkan keseimbangan E1. Perubahan
ini menyebabkan pendapatan nasional meningkatk dari Y0 menjadi Y1.
Gambar b(i) menunjukkan akibat kenaikan impor (∆𝑀)ke atas keseimbangan

14
Y = AE pertambahan impor akan memindahkan AE menjadi AE1 dan pendapatan nasional
merosot dari Y0 menjadi Y1. Dalam gambar b(ii) ditunjukkan akibat kenaikan impor dengan
menggunakan pendekatan suntikan – bocoran. Keseimbangan asal adalah di E0 dan
pertambahan impor memindahkan keseimbangan ke E1 dan menyebabkan pendapatan
nasional merosot dari Y0 menajdi Y1.

2.3 KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA : CONTOH ANGKA

 GRAFIK KESEIMBANGAN YANG SESUAI DENGAN PERHITUNGAN


Dari perhitungan dalam menentukan pendapatan nasional pada keseimbangan telah
diperoleh data berikut :

i. Sebagai fungsi Y, fungsi konsumsi adalah C = 500 + 0,6 Y


ii. Investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah dan ekspor masing – masing
adalah 500, 1000 dan 800. Maka pada sumbu tegak (pada Y = 0) nilai C + I +
G + X adalah 500 + 500 + 1000 + 800 = 2800
iii. Keseimbangan pendapatan nasional adalah pada Y = 5600

- Berdasarkan gambar di atas ini menunjukkan keseimbangan menurut pendekatan


penawaran agregat – pengeluaran agregat.
- Berdasarkan pada gambar diatas ditunjukkan keseimbangan menurut pendekatan
suntikan bocoran. Grafik yang di buat didasarkan kepada data berikut :

i. Nilai I + G + X adalah = 500 + 1000 + 800 = 2300

15
ii. Nilai S + T + M pada pendapatan nasional Y = ) adalah -500 nilai
di dapat dari perhitungan berikut : Y = 0 nilai C adalah 500 oleh
karena fungsi C adalah : C = 500 + 0,6Y. sedangkan dalam
perekonomian terbuka berlaku persamaan Y = Cdn + S + T + M.
apabila Y = ), maka ) = 500 + S + T + M, atau S + T + M = -500.
iii. Keseimbangan pendapatan nasional adalah pada Y = 5600

 MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA


1. MEMBANDINGKAN MULTIPLIER PEREKONOMIAN TERTUTUP DAN
TERBUKA
Contoh angka yang dianalisis dan diterangkan dalam bagian yang sebelumnya
telah menunjukkan bahwa dalam perekonomian terbuka multiplier adalah 2.
Perekonomian tertutup tiada ekspor dan impor dan dengan demikian cirri pengeluaran
dalam ekonomi adalah seperti yang diasumsikan dalam (i) dan (ii) dari angka contoh.
Dengan demikian dalam perekonomian tersebut berlaku keadaan berikut (a) C = 500
+ 0.8Yd , (b) T = 0,25 Y, (c) G = 1000 dan I = 500 dalam perekonomian seperti yang
diasumsikan ini multiplier (Mtp) adalah :
1
Mtp =
1−𝑏 ( 1−𝑡)
1
Mtp =
1−0,8 ( 1−0,25 )
1
Mtp =
0,4

Mtp = 2,5
Perhitungan ini menujukkan apabila perekonomian itu adalah perekonomian
tertutup multiplier adalah 2,5. dalam perhitungan sebelum ini telah ditunjukkan
(dihitung) multiplier dalam ekonomi terbuka adalah 2.
2. PERSAMAAN MULTIPLIER PEREKONOMIAN TERBUKA

Untuk menetukan formula multiplier dari perekonomian terbuka perlu dibuat


beberapa pemisalan mengenai fungsi konsumsi, investasi perusahaan, pengeluaran
pemerintah, ekspor, impor dan pajak. Untuk menerangkan multiplier dalam
perekonomian terbuka asumsi – asumsi berikut digunakan:

16
a. C = a + bYd
b. I = I0
c. G = G0
d. T = tY
e. X = X0
f. M = mY

Berdasarkan asumsi – asumsi diatas pendapatan nasional pada keseimbangan


adalah :

Y =C+I+G+(X–M)

Y = a +bYd + I0 + G0 + X0 – mY

Y = a + b (Y – tY) + I0 + G0 + X0 – mY

Y- b(1 – t) Y + mY = a + I0 + G0 + X0

Y [ 1 – b(1 – t) + m ] = a + I0 + G0 + X0

1
Y= (a + I0 + G0 + X0)
1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

Seterusnya misalnya ekspor meningkat sebanyak ∆𝑋. Maka pendapatan nasional


yang baru adalah :

1
Y1 = (a + I0 + G0 + ∆X0)
1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

Dari perhitungan tersebut dapat ditentukan efek pertambahan ekspor kepapa


pendapatan nasional, yaitu :

1
Y1 - Y = (∆X)
1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

1
∆Y = Y1 - Y = (∆X)
1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

Multiplier adalah nisbah pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan


pengeluaran agregat. Dengan demikian multiplier dalam perekonomian terbuka bagi
sisitem pajak proposional adalah :

17
Δ𝑦 1
Mtp = =
Δ𝑥 1−𝑏(1−𝑡)+𝑚

Apabila sistem pajak tetap dalam persamaan multiplier diatas nilai


t = 0, maka multiplier dalam ekonomi terbuka yang bersistem pajak tetap
adalah :

1
Mtp =
1−𝑏+𝑚

18
PENUTUP

Setelah kita membahas tentang perekonomian 4 sektor dan membandingakan dengan


sistem perekonomian lainnya. Kita telah mengetahui bahwa untuk dapat meningkatkan
pendapatan nasional yang besar dalam sebuah Negara haruslah menggunakan sistem
perekonomian 4 sektor. Peran pentingnya adalah ekspor dan impor, yakni asumsikan jika
suatu ekspor barang maupun jasa harus diperbesar atau diperbanyak dalam kapasitas atau
nilainya sesuai dengan stabilitas seumberdaya yang dimiliki Negara serta komoditas yang
dapat bersaing kuat pada pasar luar negeri. Jika dilihat pada kondisi Negara Indonesia sendiri,
Indonesia masih belum memiliki banyak komoditas ekspornya bahkan masih sering
mengimpor barang. Pada intinya, untuk dapat meningkatkan daya ekspor dari sebuah Negara,
Negara harus produktif dengan komoditas yang berkualitas dan dapat bersaing dengan pasar
luar negeri maka dapat mempengaruhi dalam pertambahan pendapatan nasional dari sebuah
Negara.

19
DAFTAR PUSTAKA

https://slideplayer.info/slide/3266624/

https://dokumen.tips/documents/keseimbangan-perekonomian-terbuka-empat-sektor.html

https://dokumen.tips/documents/keseimbangan-perekonomian-terbuka-empat-sektor.html

https://ngurahobelixs.blogspot.com/2016/04/perekonomian-terbuku-dan-tertutup-2.html

20