Anda di halaman 1dari 12

PERSONAL HYGIENE PETUGAS PENGOLAH MAKANAN

No. Kode : / / PKM-PBU /SPO/ /2015


Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman :
PERAWATAN
BARU ULU
Kepala Puskesmas
Ditetapkan oleh :
Oleh
Tgl: Kepala Puskesmas
C. James Kalengkongan
NIP. 19650220 199903 1 002
1. Pengertian Serangkaian kebiasaan yang harus dipatuhi untuk setiap peramu makanan
baik pemasak atau pramusaji yang terkait didalam pengelolaan makanan
pasien

2. Tujuan Agar semua penjamah makanan harus selalu memelihara kebersihn pribadi
( personal hygiene ) dan berpilaku sehat selama bekerja
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Baru Ulu No:………………………………… tentang
Personal Hygiene Petugas Pengolah Makanan
4. Referensi Penyelenggaraan Makanan Rumah Sakit Sesuai Standar JCI dan ISO 22000,
(Sharyati, MKM) Unit Produksi Makanan RSCM Asosiasi Dietisien Indonesia
(ASDI).
5. Prosedur a. Petugas Mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani bahan
makanan baik mentah / kotor atau terkontaminasi setelah dari kamar
kecil atau setelah tangan digunakan untuk menggaruk, batuk, bersin
dan setelah makan atau merokok
b. Petugas Memakai pakaian khusus untuk bekerja yang selalu dalam
keadaan bersih ( pakaian usang tidak diperbolehkan )
c. Petugas Penjamah hendaknya memakai topi atau penutup rambut
untuk mencegah kebiasaan mengusap atau menggaruk kepala
d. Petugas hendaknya memotong pendek Kuku dan tidak di anjurkan
memakai perhiasan pada saat bekerja
e. Petugas Penjamah makanan tidak di perbolehkan merokok selama
bekerja baik saat mengolah maupun mencuci peralatan
f. Petugas Penjamah Makananan tidak di perbolehkan menggaruk-garuk
kepala atau memencet jerawat pada saat mengolah makananan.
6. Unit terkait 1. Instalasi Gizi
2. PPI
7.Rekaman Historis Perubahan

Hal yang dirubah Isi Perubahan Tgl Mulai diberlakukan

Kurang Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan


1 Baik Langkah kerja atau kegiatan dilakukan

Beri tanda ceklist (ü) pada kolom penilaian

PENILAIAN
NO LANGKAH KEGIATAN
0 1
A. PERSIAPAN
PERSIAPAN TEMPAT
1. Menyediakan tempat yang nyaman dan aman untuk melakukan
konseling
PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
2. Persiapan Alat
a. Alat tulis, pena dan buku
b. Alat bantu untuk melakukan konseling
PERSIAPAN PASIEN
3. Sambut pasien dan pendamping dengan ramah
4. Perkenalkan diri
5. Persilahkan pasien duduk dan ciptakan suasana yang nyaman
6. Menanyakan maksud dan tujuan kunjungan klien
7. Tanyakan riwayat menyusui sebelumnya
a. Ibu menyusui ASI Ekslusif atau tidak?
b. ASI keluar banyak atau tidak?
c. Ada masalah dalam menyusui atau tidak, jika ada tanyakan apa
masalahnya?
B. PELAKSANAAN KONSELING
8. Menjelaskan Pengertian ASI Eksklusif
ASI adalah makanan/nutrisi yang terbaik untuk bayi yang berasal atau
diproduksi oleh payudara ibu.
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau
minuman lain pada bayi berumur 0-6 bulan.
Dalam 100 mililiter ASI terkandung berbagai nutrisi. Antara lain 1,2
gram protein, 3,8 gram lemak, 7 gram laktosa, 0,15 miligram besi, 0,11
miligram vitamin B1, 4,3 dan miligram vitamin C. Dengan kandungan
ini, ASI adalah makanan yang paling sempurna bagi bayi.
9. Menjelaskan tentang manfaat ASI eksklusif
Manfaat ASI bagi bayi
1. Nutrisi yang sesuai untuk bayi
Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh, mengandung enzim pencernaan
(maka bayi sering merasa lapar), zat gizi yang tedapat dalam ASI
antara lain: lemak, karbihidrat, protein, garam, mineral, serta vitamin
2. Mengandung zat protektif
Dengan adanya zat protektif yang terdapat dalam ASI, maka bayi
jarang mengalami sakit.
3. Mempunyai efek psikologi yang menguntungkan
Meningkatkan hubungan antara ibu dan bayi.
4. Menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi baik,
bayi yang mendapatkan ASI akan memiliki tumbuhan kembang yang
baik.
5. Mengurangi kejadian karies dentis
Insidensi karies dentis pada bayi yang mendapat susu formula jauh
lebih tinggi disbanding dengan bayi yang mendapat ASI.
6. Mengurangi kejadian maloklosi
Penyebab maloklosi rahang adalah kebiasaan lidah yang mendorong
kedepan akibat menyusui dengan botol dan dot.
Manfaat ASI untuk IBU
1. Mencegah perdarahan pasca persalinan
2. Mempercepat involusi uterus
3. Mengurangi anemia
4. Mengurangi resiko kanker ovarium dan payudara
5. Memberikan rasa dibutuhkan
6. Sebagai metode KB sementara
Syarat :
 Bayi berusia belum 6 bulan dan
 Ibu belum haid kembali dan
 Bayi diberi ASI eksklusif
7. Aspek psikologis
Ibu akan merasa bangga dan diperlukan.
Manfaat ASI untuk Keluarga
1. Aspek Ekonomi yaitu Menghemat biaya.
2. Aspek Psikologi yaitu kebahagiaan keluarga bertambah.
3. Aspek Kemudahan yaitu menyusui sangat praktis, dapat dilakukan
dimana saja dan kapan saja.
Manfaat ASI untuk Negara
1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.
2. Mengurangi subsidi untuk rumah sakit atau kesehatan.
3. Mengurangi devisa untuk membeli susu formula.
4. Meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
5. Mengurangi polusi
6. Mengurangi morbiditas & mortalitas anak
7. Menghasilkan SDM yang bermutu
10. Menjelaskan tentang komposisi Gizi dalam ASI
ASI memiliki komposisi gizi untuk bayi yaitu protein, lemak,
karbohidrat, mineral, vitamin (vitamin A, D, E, K, B dan C), Semua zat
ini terdapat secara proposional dan seimbang satu dengan yang
lainnya.
11. Menjelaskan Stadium ASI
ASI terdiri dari 3 stadium, yaitu:
a. ASI kolostrum:
Kolostrum merupakan cairan dengan viskositas kental, lengket, dan
berwarna kekuningan. Kolostrum mengandung tinggi protein, mineral,
garam, vitamin A, nitrogen, sel darahputih, dan antibody yang tinggi
dari pada ASI matur, mengandung rendah lemak laktosa, kolostrum
keluar pertama kali sampai hari ke 4.
b. ASI transisi
ASI transisi atau ASI peralihan merupakan ASI yang keluar setelah
kolostrum sampai sebelum ASI matang, yaitu sejak hari ke-4 sampai
hari ke-10. Selama dua minggu.
c. ASI matur
ASI matur yaitu ASI yang keluar pada hari 10-seterusnya, serta
mempunyai kandungan rendah lemak, tinggi laktosa, gula, protein,
mineral, dan air.
12. Menjelaskan cara menyusui yang benar dan Memberitahu klien
tentang pentingnya kandungan Foremilk dan Hindmilk pada ASI.
Menyusi yang benar yaitu Ketika menyusui ibu dianjurkan Jangan
berpindah - pindah payudara sebelum payudara yang disusukan benar -
benar terasa lunak dan lembut (terasa kosong/ASI habis), setelah satu
payudara sudah terasa kosong, barulah ibu menyusukan bayinya ke
satu payudaranya lagi. karena disitulah bayi akan memperoleh
foremilk dan hindmilk.
a. Foremilk
Foremilk merupakan air susu yang keluar di awal menyusui, warnanya
putih bening dan terlihat encer. Kandungannya yaitu protein, laktosa
dan mineral dengan kadar yang memiliki rendah lemak. Foremilk
berfungsi memuaskan rasa haus bayi tetapi kurang mengenyangkan,
sebagai sumber energy dan perkembangan otak bayi.
b. Hindmilk
Hindmilk merupakan ASI yang diproduksi pada akhir proses menyusui
dan air susunya yang berwarna putih dan kental, Hindmilk banyak
mengandung kandungan lemak dan memberikan banyak energi pada
bayi hingga menimbulkan rasa kenyang yang lebih tahan lama dan
untuk meningkatkan berat badan bayi.
13. Menjelaskan Anjuran Pemberian ASI
0-6 bulan : ASI Eksklusif memenuhi 100% kebutuhan bayi, jadi bayi
tidak membutuhkan makanan pendamping, bayi hanya membutuhkan
ASI saja.
b. 6-12 bulan : ASI memenuhi 60-70%, kebutuhan, jadi bayi perlu
makan pendamping ASI yang adekuat
> 12 bulan : ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan. ASI tetap
diberikan untuk keuntungan lainnya berdampingan dengan makanan
atau minuman pendamping.
14. Menjelaskan tanda-tanda bayi cukup ASI
a. Bayi minum ASI tiap 2-3 jam atau dalam 24 jam minimal
mendapatkan ASI 8 kali pada 2-3 minggu pertama.
b. Kotoran berwarna kuning dengan frekuensi sering dan warna menjadi
muda pada hari kelima setelah lahir.
c. Bayi akan buang air kecil (BAK) paling tidak 6-8x sehari.
d. Saat buang air besar (BAB), apabila BAB bayi berwarna kuning dan
berbiji-biji itu tandanya bayi sudah mendapat cukup ASI.
e. Payudara terasa lebih lembek dan terasa kosong ketika sehabis
menyusui.
f. Pertumbuhan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) bayi sesuai
dengan grafik pertumbuhan.
g. Bayi kelihatan puas, sewaktu-waktu akan bangun dan tidur dengan
cukup dan pulas.
15. Menjelaskan tentang upaya memperbanyak ASI
a. Mengompres payudara sebelum dan sesudah menyusui.
b. Menyusui bayi setiap 2 jam sekali, siang dan malam hari dengan lama
menyusui 10-15 menit di setiap payudara.
c. Konsumsi makanan penambah produksi ASI seperti daun katuk,
pepaya, bayam, dan wortel.
d. Minum air putih 10-12 gelas perhari
e. Posisi menyusui yang benar, nyaman dan aman.
C. EVALUASI
16. Evaluasi hasil konseling yang sudah disampaikan

17. Menanyakan kepada klien apakah sudah mengerti tentang penjelasan


yang telah disampaikan

18. Motivasi Klien untuk ASI Ekslusif

19. Memberikan kesempatan kepada klien apakah ada pertanyaan yang


ingin ditanyakan.
20. Meminta ibu untuk mengulangi inti dari penjelasan yang telah
disampaikan
21. Anjurkan Klien untuk datang kembali jika ada keluhan mengenai
pemberian ASI Ekslusif.
D. DOKUMENTASI
TOTAL SKOR :

NILAI = TOTAL SKOR X 100 = NILAI AKHIR


21
Diposkan oleh ema fitriani di 01.36
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

ANC (Antenatal Care)/ Pemeriksaan Kehamilam


 ANC (Antenatal Care)/ Pemeriksaan Kehamilam
divine-music.info

Arsip Blog
 ▼ 2015 (8)
o ► Juni (1)

o ► Mei (2)

o ▼ April (5)

 EDMODO
 CEKLIS KONSELING ASI EKSKLUSIF
 Perawatan Payudara pada Ibu Hamil Berdasarkan Usia...
 KESEHATAN MASYARAKAT "Pergerakan Peran Serta Masya...
 MEDIS OPERATIF WANITA (MOW)

 ► 2014 (5)

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI


DENGAN SIKAP DAN PERILAKU PEMBERIAN MP-
ASI
 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MP-ASI DENGAN SIKAP DAN
PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI

*
*
*
*
*
*
*
*
Baris Video
Mengenai Saya
ema fitriani
Lihat profil lengkapku

MONITORING PELAKSANAAN PENYAMPAIAN HASIL


LABORATORIUM YANG KRITIS
No. Kode :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman : 11 dari 2
PERAWATAN
BARU ULU
Kepala Puskesmas
Ditetapkan oleh :
Oleh
Tgl: Kepala Puskesmas
C. James Kalengkongan
NIP. 19650220 199903 1 002
1.Pengertian Evaluasi terhadap pelaksanaan penyampaian hasil laboratorium
yang kritis, dimna pasien memerlukan intervensi tindakan medis
segera, karena dapat membahayakan keselamatan pasien.
2.Tujuan Memastikan bahwa petugas laboratorium telah melakukan
pelaksanaan penyampaian hasil labVBorat yang kritis sesuai SPO.
3.Kebijakan
4.Referensi Pedoman Good Labotarory Pratice th 2008
5.Prosedur 1. Koordinator Yanis mencatat hasil evaluasi pelapor. Petugas
melaporkan kepada penanggungjawab laboratorium tentang
hasil lab yang kritis.
2. Koordinator Yanis mengevaluasi petugas memeriksa
specimen.
3. Koordinator Yanis mengevaluasi petugas memeriksa kondisi
pasien bila memungkinkan.
4. Koordinator Yanis mengevaluasi petugas memeriksa
ulang/duplo hasil laboratorium.
5. Koordinator Yanis mengevaluasi petugas mengcross cek
menggunakan alat lain bila memungkinkan.
6. Koordinator Yanis mengevaluasi petugas mengecek kondisi
alat dan bahan layak digunakan.
7. Koordinator mengevaluasi petugas memastikan alat dan
bahan dalam kondisi baik.
8. Koordinator mengevaluasi petugas bias menuliskan hasil
laborat diber tanda dua bintang.
9. Koordinator mengevaluasi petugas melakukan verifikasi hasil
dan legalisasi hasil laboratorium kepada penanggungjawab
laboratorium.
6.Unit terkait Laboratorium

7.Rekaman Historis Perubahan

No Hal yang dirubah Isi Perubahan Tgl Mulai diberlakukan