Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Pengetahuan Bahan Tekstil

Disusun Oleh:

Renny Widuri, S,Pd

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 3 KOTA MALANG
Jl. Surabaya No.1, Kota Malang, Jawa Timur 65115
Telepon: 0341-551734 Fax: 0341-586395
Website: www.smkn3-malang.sch.id Email: smkn3_mlg@yahoo.co.id
2019/2020
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMKN 3 Malang


Mata Pelajaran : Pengetahuan Bahan Tesktil
Kompetensi Keahlian : Tata Busana
Kelas / Semester : X/ Ganjil
Materi Pokok : Konstruksi Bahan Tekstil
Sub Topik Materi : 8 Macam Konstruksi Bahan Tekstil
Waktu : 2JP x 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai denganbidang
dan lingkup kerja Tata Busana pada tingkat teknis,spesifik, detil, dan kompleks,
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

B. Kompetensi Dasar
3.8 Menerapkan konstruksi bahan tekstil

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.8.1 Pengertian konstruksi bahan tekstil
3.8.2 Mendeskrispsikan 8 macam konstruksi bahan tekstil
3.8.3 Menganalisis 8 macam konstruksi bahan tesktil

D. Tujuan Pembelajaran :
Melalui model pembelajaran langusng dan pendekatan scientific, diharapkan :
3.8.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan tentang konstruksi bahan dengan benar
3.8.1.2 Peserta didik mampu mendeskripsikan 8 macam konstruksi bahan tekstil
dengan benar
3.8.1.3 Peserta didik mampu menganalisis 8 macam konstruksi bahan tekstil dengan
benar

E. Materi Pembelajaran :
1. Deskripsi konstruksi bahan tekstil
2. 8 macam konstruksi bahan tekstil

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran :


1. Pendekatan : Scientific
2. Model : Discovery
3. Metode : Ceramah, Tanya jawab, Penugasan Mandiri, Diskusi

G. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Handout, PPT, Benda jadi, LKPD
2. Alat : LCD, Laptop, papan tulis, spidol

H. Sumber Belajar:
 Zyahri, Muh. 2013. Pengantar Ilmu Tekstil 2. Kemdikbud Direktorat Pembinaan
Sekolah Menengan Kejuruan.
 Kemendikbud. 2013. Tekstil 1. Depok. Tim Penyusun
 https://www.kbbi.web.id/konstruksi, diakses tanggal 2 Oktober 2019
 https://www.fesyendesign.com/pengenalan-bahan-tekstil-dan-proses-tekstil/,
diakses tanggal 2 Oktober 2019
 https://www.slideshare.net/nayanay3/konstruksi-bahan-tekstil, diakses tanggal 2
Oktober 2019
I. Kegiatan Pembelajaran :
Alokasi waktu 2 x 45 menit
Waktu
No Tahapan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
(Menit)
KEGIATAN PENDAHULUAN
a. Salam dan Do’a  Guru mengucapkan salam  Peserta didik menjawab
sebagai pembuka salam guru dengan
pelajaran kompak
 Guru meminta ketua kelas  Peserta didik berdo’a
untuk memimpin do’a menurut agama dan
sebelum memulai kepercayaan masing-
pembelajaran agar masing agar kegiatan
kegiatan pembelajaran pembelajaran berjalan
berjalan lancar lancar
b. Orientasi  Guru memeriksa  Peserta didik menjawab
5
kehadiran peserta didik presensi dari guru
menit
dengan mengabsen siswa
c. Motivasi / apersepsi  Guru melakukan  Peserta didik
apersepsi dengan dengan memperhatikan dan
mengaitkan materi menjawab
sebelumnya
 Guru menunjukkan  Peserta didik
contoh-contoh gambar memperhatikan
 Guru bertanya kepada  Peserta didik menjawab
peserta didik pertanyaan guru

d. Pemberian Acuan  Guru menjelaskan


mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar sesuai
dengan langkah-langkah  Peserta didik
pembelajaran memperhatikan
 Guru memberitahukan mekanisme, KI, KD,
kompetensi inti, indikator, dan KKM
kompetensi dasar, tentang materi yang akan
indikator, dan tujuan berlangsung
pembelajaran
KEGIATAN INTI
Fase 1  Guru menunjukkan  Guru menjawab
Stimulasi (pemberian contoh benda jadi pertanyaan dari guru
rangsangan)  Guru memberi
(MENGAMATI) pertanyaan dari benda
jadi tersebut kepada
peserta didik
 Guru menjelaskan materi  Peserta didik
pada handout dan mendengarkan
70
penjelasan guru dan
menggunakan media menit
bertanya jika belum
power point mengerti
 Guru memberikan
kesempatan peserta didik
untuk bertanya

Fase 2  Guru membentuk  Peserta didik


Problem statemen kelompok, masing- membentuk kelompok
(pertanyaan / identifikasi masing 5-6 anak
masalah)  Guru membagikan LKPD  Peserta didik menerima
MENANYA tugas kelompok LKPD dari guru
 Guru menjelaskan tugas
kelompok pada peserta
didik
 Guru memberikan  Peserta didik bertanya
kesempatan kepada kepada guru jika tidak
peserta didik mengerti

Fase 3  Guru mendorong peserta  Peserta didik aktif


Data collection didik untuk berperan mengerjakan tugas dari
(pengumpulan data) aktif mengerjakan tugas guru dan mencari
MENGUMPULKAN kelompok
informasi dari internet
INFORMASI untuk mengumpulkan
 Guru mengarahkan siswa
data
untuk mencari informasi
baik di handout, internet
ataupun media lainnya

Fase 4  Guru membantu siswa  Peserta didik mulai


Pengolahan Data dalam mengolah data mengembangkan
(Data Processing) dari penyelesain tugas informasi dalam
MENALAR
kelompok yaitu menganalisis konstruksi
melakukan analisis bahan tekstil
konstruksi bahan tekstil

Fase 5  Guru meminta peserta  Peserta didik secara


Pembuktian (verification) didik secara bergiliran bergiliran maju ke depan
MENGASOSIASI untuk maju ke depan untuk presentasi
kelas mempresentasikan
hasil tugas kelompok
 Kelompok lainnya  Peserta didik
menanggapi presentasi menanggapi presentasi
dari kelompok yang
presentasi
 Guru bersama-sama  Peserta didik bersama-
dengan peserta didik sama mengevaluasi hasil
mengevaluasi hasil presentasi
presentansi
Fase 6  Guru menyampaikan  Peserta didik menerima
Menarik kesimpulan materi simpulan, simpulan, penguatan dan
(Generalization) penguatan dan umpan umpan balik dari guru
MENGKOMUNIKASIKAN
balik tentang materi
konstruksi bahan tekstil
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang
meliputi sikap : disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah,
tanggung jawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan

KEGIATAN PENUTUP
a. Refleksi  Guru bertanya kepada  Peserta didik menjawab
peserta didik, apakah ada dan mengajukan
kendala dan materi yang pertanyaan kepada guru
belum dimengerti dengan sopan
 Guru memberikan post  Peserta didik
test/tugas mandiri mengerjakan post test
 Guru meminta siswa  Peserta didik
mengumpulkan hasil post
untuk mengumpulkan
test
post test
 Guru menjelaskan  Peserta didik
mengenai remedial dan mendengarkan arahan 15
pengayaan kepada dari guru tentang
menit
peserta didik remedial dan pengayaan
 Guru menjelaskan  Peserta didik
menyiapkan materi untuk
pelajaran berikutnya
pertemuan berikutnya
yaitu pemeliharaan bahan
tekstil
b. Salam penutup  Guru mengakhiri  Ketua kelas memimpin
pelajaran dengan do’a dan peserta didik
menunjuk ketua kelas berdo’a menurut agama
untuk memimpin do’a dan kepercayaannya
masing-masing
J. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian
a. Penilaian sikap
Teknik Bentuk Butir Waktu Ket.
Instrumen Sikap Pelaksanaan
Observasi Jurnal Saat Penilaian untuk dan pencapaian
pembelajaran pembelajaran
berlangsung
(lampiran 1)

Catatan:
 Jurnal dipergunakan untuk mencatat perilaku luar biasa (positif atau negatif)
siswa.
 Format jurnal (Terlampir)

b. Penilaian pengetahuan (terlampir)


No Teknik Indikator Bentuk Instrumen Butir Waktu
Instrumen Pelaksanaan
1 Tertulis Menerapkan Tes berbentuk tulis Terlampir Setelah
konstruksi dalam bentuk post (Lampiran 2) pembela-
bahan tekstil test jaran usai
Soal TTS

c. Penilaian ketrampilan (diskusi)


No Teknik Indikator Bentuk Instrumen Butir Waktu
Instrumen Pelaksanaan
1 Tertulis Menerapkan Tes berbentuk tulis Terlampir Setelah
konstruksi dalam bentuk (Lampiran 2) pembela-
bahan tekstil LKPD jaran usai
Soal analisis
konstruksi bahan
tekstil
2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD nya belum
tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan dengan mengerjakan tugas yang
sama

Pengayaan
Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran
pengayaan sebagai berikut:
a. Siswa yang mencapai nilai diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Menyetujui, Malang, 2 Oktober 2019


Guru Mata Pelajaran Mahasiswa PPL PPG

Defi Rahmawati, S.Pd Renny Widuri, S.Pd


NIP. 19790919 200112 2 001

Mengetahui,
Guru Pamong

Ardiningsih, S.Pd
NIP. 19641130 1990 03 2 007
LAMPIRAN 1: PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR

a. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta Didik

Mata Pelajaran : Pengetahuan Bahan Tekstil


Kelas/Semester : X/Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019/ 2020
Materi saat diobservasi : Konstruksi Bahan Tekstil
Tanggal Observasi :
 Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-
hari, baik terkait proses pembelajaran maupun secara umum.

Aspek yang dinilai Jumlah Skor Kode


No Nama Siswa
DS BK TJ DS Skor Sikap Nilai
1 Alfi Nur 80 82 82 75 319 79,75 SB
2

Keterangan :

 BS : Bekerja sama
 BK : Berpikir kritis
 TJ : Tanggung Jawab
 DS : Disiplin
Catatan :

1. Kode Nilai :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50, 00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF

No Aspek yang Skor Kriteria


dinilai
1 Berfikir kritis Jika siswa paham dan mampu menjelaskan pertanyaan
5 yang diberikan oleh guru dengan atas dasar logika, benar,
menggunakan bahasa sendiri.
Jika siswa mampu menjelaskan pertanyaan yang diberikan
4 oleh guru dengan atas dasar logikanya, kurang benar,
menggunakan bahasa sendiri.
Jika siswa mampu menjelaskan pertanyaan yang diberikan
3 oleh guru dengan atas dasar logika kurang masuk akal,
benar, menggunakan bahasa sendiri
Jika siswa mampu menjelaskan pertanyaan yang diberikan
2 oleh guru dengan atas dasar logika kurang masuk akal,
kurang benar, menggunakan bahasa sendiri
Jika siswa mampu menjelaskan pertanyaan yang diberikan
1 oleh guru dengan atas dasar logika kurang masuk akal,
benar, tidak menggunakan bahasa sendiri
2 Tanggung jawab Bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan secara
5 penuh

Tidak sepenuh hati bertanggung jawab terhadap tugas


4 yang diberikan

3 Kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan


2 Tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
1 Tidak mengerjakan tugas yang diberikan
3 Disiplin Mentaati semua peraturan dalam pembelajaran secara
5
konsisten tanpa pengawasan guru
Kurang konsisten mentaati semua peraturan dalam
4
pembelajaran tanpa pengawasan guru
Mentaati semua peraturan dalam pembelajaran secara
3
konsisten dengan sedikit pengawasan dari guru
Mentaati beberapa peraturan dalam pembelajaran dengan
2
pengawasan dari guru
Tidak mentaati peraturan dalam pembelajaran meskipun
1
diawasi
4 Kerja sama 5 Jika siswa aktif dan berinteraksi dengan anggota
kelompok dan membahas soal yang diberikan.
4 Jika siswa berinteraksi dengan anggota kelompok tetapi
hanya membahas sedikit saja lembar diskusi siwa
3 Jika siswa tidak berinteraksi dengan anggota kelompok
tetapi mengerjakan sedikit saja lembar diskusi siswa
2 Jika siswa pasif dan kurang berinteraksi dalam kelompok
1 Jika siswa pasif dan tidak berinteraksi dalam kelompok
Lampiran 2 : Materi

A. DESKRIPSI KONSTRUKSI BAHAN TEKSTIL

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konstruksi merupakan susunan (model,


tata letak). Bahan tekstil atau kain adalah bahan yang dipakai untuk membuat busana,
perlengkapan rumah tangga atau lenan rumah tangga (Kemendikbud, 2013). Jadi dapat
disimpulkan bahwa konstruksi bahan tekstil merupakan susunan bahan yang dipakai untuk
membuat busana/produk.

Konstruksi suatu bahan tekstil akan menentukan berat jatuhnya bahan (drape), keawetan
dan tekstur bahan. Metode dasar dari konstruksi bahan antara lain :

1. Tenunan (woven),
2. Rajutan (knitted),
3. Anyaman,
4. Buhul,
5. Kaitan,
6. Renda,
7. Kempa, dan
8. Bahan tidak ditenun (non woven).

B. MACAM-MACAM KONSTRUKSI BAHAN TEKSTIL

1. Tenunan (Woven)
Kalau Anda memperhatikan selembar kain tenun, maka Anda akan mengetahui arah
panjang dan lebar kain, serta pinggir kain atau tepi kain. Jika diperhatikan maka ada
susunan benang-benang yang sejajar searah dengan tepi kain dan benang-benang yang
melintang.
Benang-benang yang sejajar pinggir kain disebut dengan Benang Lusi (warp yarn) atau
lungsin. Sedangkan benang yang melintang disebut dengan Benang Pakan (weft yarn)
atau benang isi. Benang lusi dan benang pakan saling menyilang satu sama lain.
Konstruksi tenunan dibedakan berdasarkan silang tenunan atau biasa disebut pattern
tenun, yaitu silang dasar dan silang dasar yang divariasi.
Ada tiga macam silang dasar, yaitu

a. silang polos/tenun polos (plain weave),


b. silang kepar/tenun keper (rib weave), dan
c. silang satin/tenun satin (sateen weave).
Silang polos Silang kepar

Silang Satin

Dalam perkembangannya ada bermacam silang tenunan tetapi pada dasarnya


merupakan variasi dari ketiga silang dasar tersebut, kecuali untuk tenunan yang
berpola (patterned).

2. Rajutan (Knitted)
Berbeda dengan kain tenun yang dibuat dengan menyilangkan dua macam benang yaitu
benang lusi dan benang pakan, maka kain rajut pada dasarnya dibuat dengan cara
membentuk sengkelit-sengkelit. Dari satu macam benang saja yang searah dengan lebar
kain atau yang searah dengan panjang kain.
Apabila Anda mengamati selembar kain rajut, Anda akan melihat alur-alur pada kain itu
baik ke arah panjang kain maupun ke arah lebar kain. Alur-alur ini terbentuk oleh
rangkaian sengkelit.
Wale (Baris sengekelit) adalah satu deretan sengkelit ke arah panjang kain yang dalam
pembuatannya dibentuk oleh sebuah jarum.
Course (deret sengkelit) adalah satu deretan sengkelit rajut ke arah lebar kain.
Konstruksi kain rajut berbeda dengan kain tenun, maka sifat-sifatnya pun berbeda pula.
Kain rajut pada umumnya mulur dan daya elastisitasnya lebih tinggi daripada kain
tenun, sehingga cocok untuk pakaian olah raga.
konstruksi rajut trikot

Konstruksi kain rajut antara lain :

1. Kain Rajut Rata/Polos (Plain Single Jersey), adalah yang dikenal dengan pola-
pola vertikal berbentuk “V” pada permukaan bahan, dan deretan-deretan horizontal
dari setengah lingkaran pada bagian belakang. Rajutan ini mulur (stretch) pada arah
horizontalnya.
2. Kain Rajut Trikot (Triko), memiliki tekstur rib yang halus serta drape lembut dan
seringkali digunakan untuk bahan pelapis (lining), pakaian sehari-hari (casual) dan
pakaian dalam (lingerie).
3. Kain Rajut Double (Double Knits), dirajut dengan dua jarum dan dua benang secara
bersamaan sehingga permukaan depan dan belakang kain sama. Rajutannya stabil
dan kuat, banyak memberikan keleluasaan dengan tidak mulur maupun kendur.

3. Anyaman
Anyaman bukanlah suatu hasil tenunan, tetapi dibuat dari satu susunan benang yang
disilangkan miring dari kiri ke kanan dan kembali lagi. Anyaman ini bisa dikerjakan
dengan tangan ataupun mesin.
Bahan anyaman bisa dibuat dari beragam bahan. Disarankan bahan itu pipih, tidak
mudah putus dan lentur. Contohnya: kulit, benang, plastik, rafia, bambu, rotan, dan
bahan alami yang lain, seperti rumput-rumputan, mendong, agel, enceng gondok yang
sudah dikeringkan, pelepah pisang, akar wangi dan sebagainya.

contoh hasil anyaman (sumber : wikipedia.com)


Hasil dari anyaman bisa berupa tas dari kulit yang dianyam, anyaman kain, plastik,
sepatu, rompi, atau garnitur busana dan pelengkap busana. Juga untuk lenan rumah
seperti taplak meja, alat rumah tangga misalnya alat dapur, hiasan dinding,
kerajinan tangan dan sebagainya.
Anyaman dapat dibuat dalam bentuk pipih atau bulat, misalnya veterband, tali
sepatu dan ikat pinggang.

4. Buhul
Salah satu teknik membuat kain adalah membuat buhul atau simpul. Contoh dari buhul
adalah macrame dan filet. Teknik macrame berasal dari Arab. Pada mulanya hanya
berupa simpul-simpul yang sederhana, tetapi kemudian berkembang dengan variasi
antara simpul-simpul tersebut dan menghasilkan motif yang bermacam-macam.

Contoh dekorasi macrame (sumber : wikipedia.com)

Buhul terdiri dari dua kali simpul, yang pertama disebut setengah buhul. Kedua,
setengah buhul lagi yang menguatkan ikatan setengah buhul pertama sehingga
tidak terlepas.

Contoh buhul

Motif buhul bisa merupakan garis-garis horisontal, vertikal dan diagonal. Dari
rangkaian buhul tersebut dapat dihasilkan bermacam-macam barang kerajinan
dan aksesori busana, seperti tas, ikat pinggang, rompi (vest), syal/selendang dan
sebagainya.

5. Kaitan
Teknik membuat kain yang lain adalah mengait dan hasilnya
dinamakan crochet (kaitan). Kaitan dibuat dari benang kait, misalnya benang wol,
benang akrilik, benang katun, benang nilon maupun jerami (raffia) dan lainnya.
Mengait menggunakan jarum kait (haak-pen/Belanda, Crochet needle/Inggris) dari
ukuran kecil sampai besar, disesuaikan dengan benang yang dipergunakan. Jarum kait
yang kecil (jarum bernomor kecil) dipakai benang yang kecil (halus). Benang yang
besar menggunakan jarum kait yang besar (jarum bernomor besar).
Nomor jarum kait ukuran standar internasional adalah dari 0.60 sampai dengan 7.00.
Contoh hasil kaitan ialah blus, vest (rompi), selendang, taplak meja, seprei, tas, topi, dan
lainnya.
Jenis kaitan antara lain:

 Kaitan Biasa
 Kaitan Tunisia
 Kaitan Irish
 Kaitan Amerika
 Kaitan Renda

6. Renda
Yang dimaksud dengan renda di sini adalah kain renda (lace), yang dibuat dengan
tangan ataupun dengan mesin. Dalam rumah tangga dipergunakan untuk taplak meja,
tirai jendela, sebagai pakaian (dress/ gaun), pakaian dalam (lingerie), dan saputangan.
Corak kain renda dapat terdiri atas dua bagian yaitu bagian yang merupakan dasar dan
bagian lainnya merupakan sekelompok motif-motif tertentu, misalnya motif bunga.
Benang linen biasanya dapat dibuat renda yang nyata (dengan benang besar), yang
dikerjakan
dengan tangan atau mesin. Tetapi, benang kapas, rayon, nilon, atau sutra dibuat dengan
mesin. Ada beberapa macam renda, antara lain filet, renda simpul (frivolite), dan tula
(tulle).

7. Kempa
Biasanya dibuat langusng dari serat wol. Bulu-bulu pada permukaan tenunan,
ikatannya kurang kuat, sehingga dapat bebas bergerak pada bulu benang sebelah
dalam. Serat wol akan menggelembung dalam air dan saling mengait/menjerat satu
sama lainnya dan akan tetap dalam keadaan demikian ketika dikempa..
Karena obat kempa dan proses kempa, bulu wol akan menyusut, sehingga tenunan
menjadi padat. Pada eratnya tenunan dipenagruhi oleh obat kempa, juga oleh
kelembaban dan kenaikan suhu (panas) yang dipergunakan dalam proes kempa.
Contoh kain yang dikempa yaitu kain flanel

Contoh kain kempa


8. Bahan Tidak Ditenun (Non Woven)
Ada beberapa konstruksi bahan yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai rajutan
ataupun tenunan. Non-woven dibentuk dari serat-serat yang dilumatkan, direkatkan
atau dicampurkan bersamaan dengan bahan kimia, uap pemanasan (thermal) atau
dengan cara mekanis.

Contoh bahan non woven