Anda di halaman 1dari 3

LAPIS KONVERSI DAN OKSIDA


Proses ini biasanya digunakan untuk meningkatkan
kekerasan permukaan komponen mesin perkakas
seperti roda gigi,
crankshaft
, dan
pons
. Pada proses
ini hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Zona yang dipanaskan harus bersih dan bebas
dari kerak.

2. Keseimbangan campuran gas oksigen dengan
asetilen untuk mendapatkan nyala netral dan stabil.

3. Laju atau kecepatan pemanasan diusahakan
tetap atau stabil

4. Sebaiknya dilanjutkan dengan proses temper,
untuk mengurangi kegetasan
Polishing bertujuan untuk mendapatkan permukaan
logam yang halus dan mengkilat seperti kaca tanpa
gores, memperoleh permukaan logam yang halus
bebas goresan dan mengkilap seperti cermin.
Polishing bisa berarti dipoles. Pemolesan dibagi dua
yaitu pemolesan kasar dan halus.

Pemolesan kasar menggunakan abrasive dalam range
sekitar 30 - 3μm,

Pemolesan halus menggunakan abrasive sekitar 1μm
atau di bawahnya.
Polishing
Ada 3 metode pemolesan antara lain yaitu sebagai
berikut :
a. Pemolesan Elektrolit Kimia
Hubungan rapat arus & tegangan bervariasi
untuk larutan elektrolit dan material yang
berbeda dimana untuk tegangan, terbentuk
lapisan tipis pada permukaan, dan hampir tidak
ada arus yang lewat, maka terjadi proses etsa.
Sedangkan pada tegangan tinggi terjadi proses
pemolesan.
b.
Pemolesan Kimia Mekanis
Merupakan kombinasi antara etsa kimia dan pemolesan
mekanis yang dilakukan serentak di atas piringan halus.
Partikel pemoles abrasif dicampur dengan larutan
pengetsa yang umum digunakan.
c. Pemolesan Elektro Mekanis (Metode
Reinacher
)
Merupakan kombinasi antara pemolesan elektrolit dan
mekanis pada piring pemoles. Metode ini sangat baik
untuk logam mulia, tembaga, kuningan, dan perunggu.
Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan
logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia
tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang
hendak dilapis.
Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas,
brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan
dengan kebutuhan dan kegunaan masing-masing material. Perbedaan
utama dari pelapisan tersebut selain anoda yang digunakan, adalah
larutan elektrolisisnya.
Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi
suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis
dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap
korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam
sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu
material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.
ELECTROPLATING
Tujuan pelapisan logam antara
lain:

untuk meningkatkan sifat
teknis/mekanis dari suatu logam.

melindungi logam dari korosi, dan

memperindah tampilan (decorative).
Anodizing adalah suatu proses melapisi permukaan suatu logam
dengan suatu lapisan oksida anoda.
Tujuannya untuk mengurangi karatan. Proses anodizing juga
digunakan untuk untuk melidungi Titanium dan Aluminium dari
aus dan karatan.
Larutan elektrolit lain yang digunakan dalam oksida anoda:
1. Asam kromat
2. Asam fosfat
3. Asam oksalat
4. Asam sulfonat
5. Asam borak
Anodizing
Pada proses Anodizing benda dipasang pada
kutub positif (anoda).
Pada anodizing terjadi proses oksidasi, benda
dioksidasikan dengan aliran listrik sehingga
benda akan terkikis dan terbentuk oksida logam
yang dimasuki oleh zat warna.
Garam – garam pada larutan elektrolit tereduksi
di katode menjadi logam bebas yang melapisi
benda tersebut.