Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

FOOD CONSUMPTION ASSESSMENT

FOOD WEIGHING

Disusun oleh :

Kelompok 1

1) Kezia Elian Devina 472016031


2) Kaveren F. Lestuny 472017004
3) Debora Citra Alfantya F. 472017009
4) Lesda Lybaws 472017037
5) Priskila Eka Setia E. 472017043
6) Nurpani 472017436

PROGRAM STUDI GIZI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Metode penimbangan makanan (food weighing) merupakan metode yang paling akurat
untuk memperkirakan konsumsi makanan dan asupan zat gizi. Dikatakan jumlah konsumsi
lebih akurat karena jumlah makanan yang dikonsumsi oleh responden ditimbang secara
langsung, sehingga akan mengurangi terjadinya bias yang disebabkan oleh kesalahan estimasi
berat ataupun porsi oleh responden dan pada pengumpul data (Surajuddin, 2018). Data food
weighing diperlukan untuk konsultasi diet dan untuk membandingkan data konsumsi makanan
dengan data hasil pemeriksaan laboratorium melalui analisis regresi atau korelasi. Metode food
weighing mengharuskan responden melakukan penimbangan pada makanan yang dikonsumsi.
Metode ini juga diperuntukkan bagi responden yang tidak buta huruf, memahami cara
menghitung dan mencatat, dan mengatakan dengan benar apa yang dimakannya. Metode ini
lebih banyak membebani responden daripada metode recall 24 jam, sehingga tingkat
menjawabnya rendah sehingga jumlah sampel menjadi kecil dan tidak representatif.
Kekurangan dalam penggunaan metode food weighing ini adalah adanya kemungkinan
kesalahan dalam membaca skala timbangan atau dalam mencatat (Moesijanti, dkk, 2013).

Metode food weighing atau metode penimbangan adalah metode survey konsumsi pangan
dilakukan dengan cara menimbang makanan yang dikonsumsi oleh responden. Prinsip dari
metode penimbangan (food weighing) adalah petugas pengumpul data melakukan
penimbangan makanan yang akan dikonsumsi oleh responden dan kemudian menimbang sisa
makanan yang tidak dikonsumsi atau sudah selesai dikonsumsi oleh responden. Hasil dari
penimbangan adalah penimbangan makanan sebelum dikonsumsi diurangi dengan siasa
makanan yang tidak dikonsumsi. Makanan ditimbang menggunakan timbangan makanan dan
dicatat dalam satuan gram agar dapat mengetahui bobot atau berat makanan yang dikonsumsi
(Surajuddin, 2018).

Metode food weighing merupakan metode kuantitatif yang digunakan dalam pengukuran
konsumsi makanan secara langsung dan membutuhkan waktu lebih lama daripada metode
lainnya. Metode food weighing hampir sama dengan metode estimasi makanan, walaupun data
food weighing dianggap lebih akurat dan teliti namun metode ini memerlukan peralatan
sehingga biaya yang dibutuhkan lebih mahal (Arisman, 2009). Bias atau kesalahan yang
mungkin terjadi pada pengukuran konsumsi makanan antara lain kurangnya respon responden,
bias dari responden, estimasi ukuran porsi yang kurang tepat, kesalahan dalam penanganan
bahan makanan campuran. Menurut (Siagian, 2010) menyebutkan bahwa bias yang sering
terjadi terutama untuk metode penimbangan makanan adalah kuantitas konsumsi pangan yang
diperoleh mungkin bukan kuantitas konsumsi yang lazim (kebiasaan) karena responden
mungkin akan mengubah jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi karena responden
mengetahui bahwa konsumsi pangannya sedang dinilai dan diamati. Bias dari responden juga
dapat terjadi bila responden sengaja mengubah pola asupan makanan yang dikonsumsi untuk
mempermudah penimbangan.

Sehingga dilakukan metode penimbangan atau food weighing untuk memperkirakan


konsumsi makanan dan asupan zat gizi dan dapat dihitung menggunakan Daftar Komposisi
Bahan Makanan (DKBM) atau Ukuran Rumah Tangga (URT).

1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam praktikum ini adalah mengukur asupan aktual makanan
dan zat gizi responden atau subyek penelitian, dan hasilnya sebagai dasar untuk melaksanakan
konseling gizi serta menentukan gold standart bagi seseorang yang bekerja di institusi tertentu.
BAB II
METODOLOGI
2.1. Waktu dan Tempat

Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, 22 November 2018, pukul 15.00-17.00 WIB
di Laboratorium Culinary, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Satya
Wacana.

2.2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan yaitu timbangan makanan, formulir penimbangan, URT,
DKBM dan pensil/bolpoin.

2.3. Metode

Metode yang dilakukan yaitu responden/petugas menimbang dan mencatat makanan dan
minuman yang dikonsumsi dalam sehari, dan untuk mengetahui makanan yang dimakan maka
dilakukan penimbangan sebelum makan dan menimbang kembali sisa makanan/minuman
setelah selesai makan kemudian masing-masing jenis makanan ditimbang dan dicatat dalam
formulir penimbangan selanjutnya nilai gizi dari setiap jenis bahan makanan dihitung.
BAB III
HASIL

3.1. Tabel Hasil Food Weighing

Meal Brand Amount (g)


Time Food/Drinks Method Ingredient
type name Served Left over Consumed
Nasi goreng Digoreng Beras 203 gr 189 gr 149 gr
Tempe Dikecap Tempe 31 gr 25 gr 6 gr
Mie Digoreng Mie grg 47 gr 38 gr 9 gr
Ayam suwir Digoreng Ayam 12 gr 8 gr 4 gr
Makan
15.30 Black tea Fiesta 270 gr 121 gr 149 gr
Siang
Minyak 5 gr
goreng
Garam 4 gr
Kecap 5 gr

3.2. Tabel Hasil Asupan

Jenis Bahan Berat /


Energi Karbohidrat Protein Lemak
Makanan URT
Nasi 149 gr 260,75 kkal 59,6 gr 5,96 gr -
Tempe 6 gr 9,6 kkal 0,96 gr 0,72 gr 0,36 gr
Mie goreng 9 gr 31,5 kkal 7,2 gr 0,72 gr
Ayam suwir 4 gr 7,6 kkal 0,8 gr 0,48 gr
Black tea 149 gr 80 kkal 21 gr
Minyak goreng 5 gr 50 kkal - - 5 gr
Garam 4 gr - - - -
Kecap 5 gr 3 kkal 0,3 gr 0,5 gr
Total 442,45 kkal 89,06 gr 8,7 gr 5,84 gr
Kebutuhan :

AMB = 25 × BB × faktor aktivitas


= 25 × 40 × 1,55
= 1.550 kkal
60% ×1.550
Karbohidrat =
4
930
=
4

= 232,5 gr
15% ×1.550
Protein =
4
232,5
=
4

= 58,1 gr
15% ×1.550
Lemak =
9
232,5
=
9

= 25,8 gr
3.3. Tabel Hasil Kecukupan Gizi
Energi Karbohidrat Protein Lemak
Kebutuhan 1.550 kkal 232,5 gr 58,1 gr 25,8 gr
Asupan 442,45 kkal 89,06 gr 8,7 gr 5,84 gr
442,45 89,06 8,7 5,84
× 100 % × 100 % × 100 % × 100 %
1.550 232,5 58,1 25,8
% Kecukupan
= 28,55 % = 38,30 % = 14,97 % = 22,64 %
BAB IV
PEMBAHASAN

Makanan yang disajikan untuk melakukan metode penimbangan yaitu nasi goreng,
tempe kecap, mie goreng, ayam suir dan black tea. Bahan yang digunakan dalam makanan
tersebut yaitu beras, tempe, mie, ayam, minyak goreng, garam dan kecap serta metode yang
digunakan dalam pengolahan bahan makanan tersebut yaitu digoreng dan ditumis.

Berdasarkan pratikum yang tealh dilakukan, asupan energi yang diperoleh responden
selama mengonsumsi makanan tersebut yaitu 442,45 kkal. Asupan karbohidrat yang diperoleh
responden yaitu 89,06 gr. Asupan protein yang diperoleh responden yaitu 8,7 gr. Asupan lemak
yang diperoleh responden yaitu 5,84 gr. Berdasarkan hasil tingkat kebutuhan dan asupan
pangan pada responden diperoleh tingkat kecukupan energi yaitu 28,55%; tingkat kecukupan
karbohidrat yaitu 38,30%; tingkat kecukupan protein yaitu 14,97%; dan tingkat kecukupan
lemak yaitu 22,64%.
BAB V
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2009. Gizi dalam Daur Kehidupan. Edisi 2, EGC. Jakarta.

Moesijanti S., Susirah S., Sunita A. 2013. Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan. Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta.

Siagian, Albiner. 2010. Epidemiologi Gizi. Erlangga. Jakarta.

Sirajuddin, dkk. 2018. Bahan Ajar Gizi Survey Konsumsi Pangan. Pusat Pendidikan Sumber
Daya Manusia Kesehatan. Jakarta.