Anda di halaman 1dari 4

MembangunKesejahteraanUmmat

Hamparanpermadanihijausepanjangsabanghinggamerauke,
menjadibuktiakankayanyabangsa Indonesia.
Beragamsukudanbudayasemakinmewarnaikhazanahbangsakita. Semuaseolah-
olahmenggambarkankemakmurandankesejahteraanrakyatnya. Namunternyatahadirin,
itusemuatakseindah yang dipandangmata. Karenamasihbanyakrakyatmenderita,
kemiskinandimana-mana, pengangguranpun merajalela.
Inilahpotretmemprihatinkandaribangsakitatercinta Indonesia.
Olehkarenaituhadirinpadakesempatan kali ini, perkenankanlah kami
memaparkansyarhilqur’andenganjudul “MembangunKesejahteraanUmmat”.
Sebagairujukan Q.S. Al-Anbiya 107:

Berdasarkantafsirkemenag RI jilid 6 halaman 336: tujuan Allah mengutusNabi


Muhammad yang membawaagamanyaitutidaklainadalahmemberipetunjukdanperingatan
agar merekabahagia di duniadan di akhirat. Rahmat Allah
bagiseluruhalammeliputiperlindungan, kedamaian, kasihsayangdansebagainya yang
diberikan Allah terhadapmakhluknya.Baik yang berimanmaupun yang
tidakberimantermasukbinatangdantumbuh-tumbuhan.
TafsirIbnuKatsirjuz 5 halaman 385: Allah
mengabarkanbahwaDiatelahmenjadikan Muhammad sebagairahmatbagisemestaalam.
Barangsiapa yang menerima rahmat dan mensyukuri nikmat ini niscaya dia akan
berbahagia di dunia dan di akhirat. Sedangkanbarangsiapa yang
menolakdanmenentangnyaniscayadiaakanmerugi di duniadan di akhirat.
Dalamistilahumum, sejahteramenunjukpadakeadaan yang
baik.Kondisisaatseseoranghidupdenganmakmur.Islam
mendefinisikankesejahteraanumatsebagaikondisidimanaseseorangdapatmewujudkansem
uatujuan (maqashid) syari’ah, yakni terlindungkesucianagamanya,
terlindungkeselamatandirinya, terlindungakalnya, terlindung kehormatannya, dan
terlindunghakekonominya
BuktibahwaRasulullahsebagairahmat pun dapatkitalihatdarigambaranmasyarakat
yang sejahterapadamasapemerintahanbeliaudi kotaMadinah,
dimanamasyarakatnyamemberikankepercayaandanmewujudkanketaatanpadakepemimpi
nanRasulullah saw. Hidupdalamkebersamaandan Al-Qur’an dijadikansebagailandasan.
Jikadibandingkandenganbangsa Indonesia saatini,
gambarankehidupannyacukupmemprihatinkan.Rakyatmasihbanyak yang
menggantungkannasibnya di jalanraya.Para penganggurandananak-
anakputussekolahbingungmencarinafkah.Pemerataankualitaspendidikan di Indonesia
punmenjadimasalah yang belumterselesaikan.Bangunansekolah yang megah di
perkotaandenganalatbelajar yang begitulengkapmenjadihalwajib.Akan tetapi,
semuaitumenjadihal yang langkaketikakitamenengokkondisisekolah-sekolah di
daerahterpencil.Sekolahdenganbangunan yang
lebihmiripgudang.Sekolahtanpaalatbantumengajar, dandenganbuku-buku yang usang.
Serta sekolahdengantenaga guru yang kurang.Kondisiinimenjadilumrah di
daerahterpenciltapi di satusisimenjadihal yang tabu di perkotaan.
Masalahkeadilan pun kinisulitditegakkan.Krisiskepemimpinan, korupsi,
perebutankekuasaandan lain
sebagainyasemakinmewarnaikehidupanbangsakitasaatini.Lalupertanyaannya, dapatkah
Indonesia dikatakansejahteradengankondisi yang sedemikianrupa?
Inimenjadi PR bagikitasemua, baikpemerintahmaupunseluruhrakyat Indonesia
untuksama-samamemperbaikidiri agar mencapaisatutujuanyang samayaitukesejahteraan
Indonesia. Hal inisesuaidengansebuahsyairlagu:
Jayalahnegeriku, bangkitlahbangsaku, angkatlahbaktimu, satukanmimpimu,
yang takakanpadam, menggapaicita, adildanmakmur, sejahtera Indonesia.
Sesungguhnya Allah swttelahmemberikansolusikepadakita agar
tidakberputusasadarirahmat Allah termasuktidakberputusasadalammembangunnegeriini
agar semakinsejahtera,denganjalanintrospeksidiridansenantiasabertaubatdaridosa-dosa
yang pernahkitalakukan. Hal initertulisdalam Q.S. Az-Zumarayat 53:
Syekh Ahmad Mustofa Al-Maroghidalamtafsir Al-Maroghihalaman 36
menjelaskanbahwakitamanusiadilaranguntukberputusasauntukmendapatkanampunandar
i Allah sekalipunbanyaknyadosaitusepertibuih di lautan.
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di di dalamTafsirbeliau,
TaisirKarimirRahmanFiiTafsiriKalamilMannanmenjelaskanbahwaAllah
Ta’alamemberitakantentangkeluasankemurahanNyakepadahamba-hambaNya yang
melewatibatas, yaitu orang-orang yang banyakmelakukandosa. Dan
AllahmendorongmerekaagarkembalikepadaNya, sebelumterlambat.
Dengandemikianhadirin, tentumasihbanyakkesempatanbagikitamenuju
Indonesia yang sejahteradenganjalanmemperbaikidirimasing-masing,
bertaubatkepada Allah serayamemohonpetunjuk-Nya.Ahmad SyauqiBek,
seorangpenyairMesirpernahberkatadalamsyairnya:

‫اِنَّ َما األ َ ْخ ََل ُق َما َب ِق َي ْت َوا ِْن ُه ُم ْو ذَ َه َبتَ اَ ْخ ََل قُ ُه ْم ذَ َهبُوا‬
“Keberadaansuatubangsaditentukanolehakhlak.Jikaakhlakmerekatelahlenyap,
akanlenyappulalahbangsaitu”
Sesungguhnya kami banggapadapemerintah yang berusahakeras demi
mencapaikesejahteraanrakyat Indonesia.Terbuktipadapemerintahanpresiden SBY
danwakilpresidenBudionosaatini yang mentargetkantingkatkemiskinanmencapai 8-10
persenpadaakhirtahun 2014.
Dalammencapai target tersebut, Pemerintahmelaksanakan program
penanggulangankemiskinan yang dikelompokkandalam 3 klaster. Klasterpertamaadalah
program penanggulangankemiskinanberbasiskeluarga, sepertibantuankesehatan,
pendidikandanjuga program keluargaharapan (PKH); Klasterkeduaadalah program
penanggulangankemiskinanberbasispemberdayaanmasyarakatseperti PNPM Mandiri;
danKlasterketigaadalah program
penanggulangankemiskinanberbasisusahamikrodankecil.
Meskipundemikian, namun hendaknya tatanan pemerintahan yang
mulaimenurundiperbaikiterlebihdahulu, dengancaramemperbaikikualitaskinerjamasing-
masingdanmenghindarkandiridariperbuatanmaksiatsepertikorupsi yang kinikianramai di
negeriini. Hak-hakrakyat pun terpenuhi, masalahkemiskinan, kelaparan, kesehatan,
pendidikan, ataupunpemerataandapatsegeraterselesaikan.Sehinggajadilahbangsa
Indonesia yang BaldatunToyyibatunwarobbunGhofur.
Dari uraiantadidapatditarikkesimpulanbahwa Indonesia
masihbelumbisadikatakansejahterakarenamasihadanyakemiskinandimana-mana,
pengangguranmerajalela, pendidikanbelummerata,
ditambahkasuskorupsidalampemerintahan yang
semakinmenggurita.olehkarenaitudiperlukankerjasamadarisemuapihakbaikpemerintahat
aupunmasyarakatuntuksemakinmeningkatkankualitasmasing-masing.
Tatananpemerintahandiperbaiki, hak-hakrakyatterpenuhi, sehinggamampumewujudkan
Indonesia yang adil, makmur, dansejahtera.
Sebelum kami akhiri, perkenankanlah kami memberikansebuahpantun:
Bintang-bintangtampakgemerlapan, Menghiasiindahnyalangitbiru
Tegakkankeadilandankemakmuran, Agar sejahteraIndonesiaku