Anda di halaman 1dari 11

Evolusi adalah perubahan secara bertahap dalam waktu lama yang terjadi pada suatu

spesies serta menghasilkan spesies baru yang lebih sempurna organisasinya. Ditinjau dari

mengalami perubahan, evolusi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

1) Evolusi kosmik (evolusi universe) adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan

tidak hidup (abiotik).

2) Evolusi organikadalah perubahan yang terjadipada mahluk hidup atau komponen biotik dari

generasi ke generasi.

Darwinmenyatakanbahwaevolusi terjadi akibat seleksi alam. Faktor lingkungan seperti

iklim, penyakit, persaingan antarorganisme, makanan dan sebagainya mengakibatkan mahluk

hidup berusaha bertahan. Hanya organisme yang paling adaptif (dapat menyesuaikan diri)

saja yang dapat bertahan hidup dan berkembang biak.

Evolusi organisme dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut:

a) Evolusi progresif, yaitu evolusi yang menghasilkan spesies yang mampu bertahan hidup.

b) Evolusi regresif,yaitu evolusi yang menghasilkan spesies yang tidak mampu bertahan hidup.

Adaptasi terhadap lingkungan merupakan salah satu mekanisme seleksi alam.

Perubahan mahluk hidup yang tidak adaptif terhadap lingkungannya akan menyebabkan

kepunahan, sedangkan mahluk hidup yang adaptif terhadap lingkungannya akan tetap hidup

hidup dan terus bertahan. Salah satu contoh yang paling popular yaitu misteri kupu-kupu

Biston betularia. Populasi kupu-kupu ini mengalami perbedaan yang mencolok (signifikan)

sebelum dan setelah revolusi indrustri di Inggris.Populasi Biston betulariasebelum maupun

sesudah terjadinya revolusi indrustri di Inggris


Bistonbetularia
Inggris
Bersayapcerah Bersayapgelap
Sebelumrevolusi Populasilebihbesardaripada yang Populasilebihkecildaripada
bersayapgelap yang bersayapcerah
Sesudahrevolusiindrustri Populasilebihkecildaripada yang Populasilebihbesardaripada
bersayapgelap yang bersayapcerah

Hal tersebut terjadi karena, pada saat itu lingkungan masih cerah sehingga kupu-kupu

bersayap cerah lebih adaptif daripada kupu-kupu bersayap gelap. Sebaliknya setelah terjadi

revolusi indrustri di inggris, lingkungan lebih karena jelaga. Kupu-kupu bersayap gelap lebih

adaptif dengan lingkungannya dan kupu-kupu bersayap cerah menjadi tidak adaptif,

akibatnya kupu-kupu bersayap cerah mudah ditangkap oleh predator. Dari hal tersebut dapat

disimpulkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan merupakan salah satu mekanisme seleksi

alam.

Adanya seleksi alam yang berkelanjutan mengakibatkan gen-gen tertentu menjadi lebih

banyak pada generasi berikutnya. Seleksi alam yang berlangsung dalam periode yang lama

ini diduga memunculkan organisme-organisme seperti sekarang ini.

Evolusi dapat dilihat dari dua segi yaitu sebagai proses historis dan cara bagaimana

proses itu terjadi. Sebagai proses historis evolusi itu telah dipastikan secara menyeluruh dan

lengkap sebagaimana yang telah dipastikan oleh ilmu tentang suatu kenyataan mengenai

masa lalu yang tidak dapat disaksikan oleh mata. Hal ini berarti bahwa evolusi itu ada dan

merupakan suatu kenyataan yang telah terjadi. Berikut ini merupakan bukti-buktievolusi yang

ada :
1. Adanya Variasi Antar Individu Dalam Satu Keturunan

Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak

kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam

satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar

individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan

yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh

berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat. Seleksi yang dilakukan bertahun-

tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang berbeda

dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi

yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.

2. Peristiwa Domestikasi
Domestikasi adalah usaha manusia untuk menjadikan hewan/tanaman liar menjadi

tanaman/hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat bagi manusia.Pada dasarnya tindakan ini

adalah memindahkan makhluk hidup dari lingkungan aslinya ke lingkungan yang diciptakan

oleh manusia. Tindakan ini dapat mengakibatkan timbulnya jenis-jenis hewan dan tumbuhan

yang menyimpang dari aslinya, yang mengarah terbentuknya spesies baru.

Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah

mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di

tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya,

adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya

penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula. Dua tempat yang

dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna

yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain

disebabkan adanya isolasi geografis(Eksakta, 2012).


3. Ditemukannya Fosil Di Berbagai Lapisan Batuan Bumi
Fosil (bahasa Latin: fossa yang berarti "menggali keluar dari dalam tanah") adalah sisa-

sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil,

sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen. Oleh para pakar dibedakan

beberapa macam fosil. Ada fosil batu biasa, fosil yang terbentuk dalam batu ambar, fosil ter,

seperti yang terbentuk di sumur ter La Brea di Kalifornia. Hewan atau tumbuhan yang dikira

sudah punah tetapi ternyata masih ada disebut fosil hidup. Fosil yang paling umum adalah

kerangka yang tersisa seperti cangkang, gigi dan tulang. Fosil jaringan lunak sangat jarang

ditemukan.Ilmu yang mempelajari fosil adalah paleontologi, yang juga merupakan cabang

ilmu yang direngkuh arkeologi. (Yasin, 2010).

Oxlay (2011)mengelompokkanfosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia

antara lain sebagai berikut:

1) Pithecanthropus erectus

Tempat penemuan di Desa Trinil di pinggir sungai Bengawan Solo di dekat Ngawi, Propinsi

Jawa Timur. Orang yang menemukannya adalah Eugene Duboispada tahun 1890. Fosil ini

dikenal juga dengan sebutan Manusia Jawa dan merupakan jenis manusia purba yang pertama

kali ditemukan di Indonesia.

2) Pithecanthropus mojokertensis

Tempat penemuannya adalah di daerah Perning, Mojokerto, Jawa Timur. Nama penemunya

adalah Duyfjes dan Von Koenigswald. Tahun penemuannya adalah pada tahun 1936. Fosil ini

berupa tengkorak anak-anak yang berusia sekitar 6 tahun dan diperkirakan hidup sekitar 1,9

juta tahun yang lalu.

3) Meganthropus palaeojavanicus

Tempat penemuannya di Sangiran, daerah Surakarta, Propinsi Jawa Tengah. Nama

penemunya adalah Von Koenigswald. Tahun penemuan fosil tersebut adalah antara tahun
1936 – 1941. Fosil ini lebih besar dan lebih tegap daripada Pithecanthropus Erectus. Usianya

diperkirakan paling tua di antara jenis manusia purba yang lain di Indonesia.

Fosil dapat diartikan sebagai sisa-sisa binatang dan tumbuhan yang telah membatu.

Fosil juga dapat berupa jejak atau kotoran suatu jenis binatang. Dengan mempelajari fosil

dapat memperoleh petunjuk adanya evolusi.dengan membandingkan struktur tubuh hewan

yang menjadi fosil dan hewan sekarang, dapat disimpulkan bahwa keadaan lingkungan pada

masa lampau dan masa sekarang berbeda.

Penemuan fosil sering membuat pusing perunut evolusi. Hal ini karena fosil mahluk

hidup jarang ditemukan dalam keadaan lengkap. Penemuan fosil hanya berupa bagian atau

beberapa bagian tubuh mahluk hidup. Keadaan fosil yang demikian disebabkan oleh faktor,

yaitu :

 Terjadinya lipatan batuan bumi

 Pengaruh air, angin, dan bakteri pembusuk

 Hewan pemakan bangkai

 Jenis organisme (ada organisme yang tidak bisa menjadi fosil)

Satu-satunya fosil yang paling lengkap ditemukan adalah fosil kuda. Sejarah

perkembangan kuda merupakan contoh yang paling baik untuk menerangkan adanya

perubahan-perubahan bentuk yang berlangsung dari masa ke masa. Hal ini karena fosil-

fosilnya ditemukan secara lengkap pada setiap zaman geologi. Fosil kuda tersebut ditemukan

oleh dua orang ilmuwan Amerika, yaitu Marsh dan Osborn.


4. Adanya Homologi Organ Pada Berbagai Jenis Makhluk Hidup
Homologi yaitu ilmu yang mempelajari bentuk asal yang sama tetapi memilik fungsi

yang berbeda. Organ-organ dari berbagai mahluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama,

kemudian strukturnya berubah sehingga fungsinya menjadi berbeda. Peristiwanya disebut

homologi. Contoh : tangan manusia homolog dengan kaki depan kuda, kaki depan anjing

dengan sayap burung, dan kaki depan buaya dengan sirip dada ikan paus.

Homologi organ sangat mendukung teori yang menyatakan bahwa suatu organisme

berasal dari satu nenek moyang yang kemudian mengalami radiasi adaptif, membentuk

spesies-spesies baru. Radiasi adaptif adalah makroevolusi yang bertanggung jawab terhadap

pola utama diversitas evolusioner.

Lawan dari homologi adalah analogi. Analogi adalah ilmu yang mempelajari bentuk

asal yang berbeda serta memilik fungsi yang sama. Contohnya yaitu : sayap serangga analog

dengan sayap burung camar atau antara sayap kupu-kupu dengan sayap kelelawar.

Terbentuknya analogi menunjukkan terjadinya evolusi konvergensi. Evolusi

konvergensi terjadi karena adanya modifikasi dari kutub gen. pada evolusi ini tidak pernah

dihasilkan organisme baru, tetapi hanya menghasilkan variasi sehingga populasi terakhir

dengan jelas memperlihatkan perbedaan dengan moyangnya.

Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian

berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebutorgan yang homolog. Homologi organ

menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang

homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya

mungkin sama.
Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip

depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk

terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan. Lawan dari

homolog adalahorgan yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang

fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ tubuh

dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.

5. Studi Perbandingan Embriologi


Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan

adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal

embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama

vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.

6. Studi Perbandingan Biokimia


Bila membandingkan makhluk hidup pada tingkat biokimia, ternyata hasilnya

mendukung teori evolusi. Sebagai contoh, Hb manusia lebih mirip dengan simpanse atau

gorilla daripada dengan anjing atau cacing tanah. Tingkat kemiripan ini menunjukkan

manusia lebih dekat kekerabatannya dengan simpanse atau gorilla daripada dengan anjing

atau cacing tanah.

7. Organ Yang Mengalami Rudimentasi/Organ Tubuh Yang Tersisa


Rudimentasi organ merupakan petunjuk adanya evolusi. Organ yang berguna pada

suatu makhluk hidup, pada makhluk hidup lain mungkin kurang berfungsi. Contoh tulang

ekor pada manusia kurang berfungsi sehingga mengalami rudimenter. Organ yang

mengalami rudimenter akan membuang waktu saja untuk terus-menerus menyediakan darah,

zat makanan, dan ruangan bagi organ yang tidak lagi memiliki fungsi penting. seleksi alam

cenderung menguntungkan individu yang memiliki organ dalam bentuk tereduksi, dan

dengan demikian cenderung akan menghilangkan struktur yang tidak berfungsi lagi. Namun
pada kelompok mamalia lain, ekor sangat berkembang dan berfungsi sebagai ekor, begitu

juga pada kelompok Vertebrata lainnya(Yasin, 2010).

Sisa alat tubuh yang ditemukan pada manusia, antara lain otot penggerak telinga, tulang

ekor, umbaio cacing, gigi taring yang runcing. Sisa organ pada hewan antara lain adanya sisa

kaki belakang pada ular pyton dan mereduksinya organ mata pada ikan, serangga, serta laba-

laba yang hidup di gua yang gelap.

8. Bukti Biogeografi
Biogeografi adalah mempelajari distribusi geografi dari tanaman dan hewan. Dengan

mempelajari biogeografi kita dapat menjelaskan mengapa spesies-spesies berdistribusi, dan

apa bentuk distribusi yang diperlihatkan mengenai habitat dan daerah asal mula mereka. Dari

perjalanan Darwin mengelilingi dunia dengan Beaglemenemukan bahwa spesies tanaman dan

hewan umumnya tidak berdistribusi jauh dari habitat yang potensial. Studi-studi mengenai

biogeografi sejak Darwin dibuktikan berulang-ulang oleh para ilmuan.

9. Perbandingan Fisiologi
Makhluk hidup mulai dari yang derajat terendah hingga ke derajat yang paling tinggi

tubuhnya tersusun atas sel. Walaupun jumlah sel dan morfologi setelah dewasa berbeda-beda,

namun kegiatan fisiologis di dalam setiap selnya memiliki kemiripan, sepertidalam

metabolism, respirasi, sintesa protein, sintesa ATP dan penggunaannya dalam aktivitas hidup.

10. Perbandingan Genetika


Teori ini dipelopori oleh George Mendel. George Mendel mengemukakan teori genetika

yang menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Dengan demikian

banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup.
11. Bukti Molekuler
Evolusi melekuler merupakan merupakan proses evolusi yang terjadi pada skala DNA,

RNA, dan protein. Secara garis besar, evolusi molekuler ini membahas mengenai RNA,

DNA, analisis filogenik, dan evolusi eukariot. Evolusi molekuler muncul sebagai bidang ilmu

pengetahuan pada tahun 1960-an ketika peneliti dari bidang biologi molekuler, biologi

evolusi, dan genetika populasi berusaha memahami stuktur dan fungsi asam nukleat dan

protein yang baru ditemukan.

Evolusi molekuler pada dasarnya menjelaskan dinamika perubahan evolusi pada tingkat

molekuler, bahasan pada evolusi molekuler itu meliputi perubahan materi genetik (urutan

DNA atau RNA) dan produknya serta rata-rata dan pola perubahannya serta mengkaji pula

sejarah evolusi organisme dan makromolekul yang didukung data-data molekuler (filogeni

molekuler). (Eksakta, 2012).

Dalam tinjauan molekuler, evolusi merupakan perubahan susunan genetik pada

generasi yang berurutan. Untuk mengetahui evolusi, sangat baik untuk mengetahui tentang

genetika dari populasi (population genetic). Penelitian selama 30 tahun yang dilakukan oleh

R.A. Fisher di Inggris dan S. Wright di Amerika memperlihatkan bahwa evolusi tidak

mengenai sebuah gen atau suatu individu, tetapi melaui sekelompok gen atau sekumpulan

individu yang disebut populasi.

Genetika individu selalu menyangkut konsep genotipe yakni konstitusi genetika pada

individu. Dan jika kita katakan bahwa evolusi adalah perubahan dalam komposisi genetis dari

populasi, maka yang diartikan adalah suatu perubahan dari frekuensi genetis di dalam seluruh

gen (termasuk plasmagen) yang dimiliki semua individu dalam populasi tersebut(Yasin,

2010).
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan tentang bukti-bukti evolusi adalah:
1. Evolusi adalah perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam suatu populasiorganisme dari
satu generasi ke generasi berikutnyadalamwaktu lama.
2. Petunjuk adanya evolusiantara lainpeninggalan fosil di berbagai lapisan batuan bumi,
anatomi perbandingan, adanya alat-alat tubuh yang tersisa, bukti biogeografi, peristiwa
domestikasi, perbandingan fisiologi, embriologi perbandingan, variasi antar individu dalam
satu keturunan, perbandingan genetik, petunjuk secara biokimia, bukti molekuler.
3. Contoh-contoh evolusi antara lain: Pithecanthropus erectus, Pithecanthropus mojokertensis,
Meganthropus palaeojavanicus.
4. Alasan yang dapat digunakan untuk membuktikan bahwa evolusi memang terjadi. Evolusi
dapat dibuktikan mulai dari bukti skala kecil seperti pada pemuliaan anjing atau tumbuhan,
homologi antara suatu bagian dari organisme hingga menyangkut pada masalah yang lebih
luas seperti pembandingan data sistematik.

3.2 Saran
Diharapkan kepada semua pihak untuk memberikan saran setelah mengkaji tentang
evolusi sebagai penyempurna makalah ini sehingga bermanfaat untuk pembacanya.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.SejarahPenemuanFosilManusiaPurbaTeoriPerkembanganEvolusi.((http://organisasi
.org/sejarah_penemuan_fosil_manusia_purba_manusia_kera_dan_manusia_modern_teori_pe
rkembangan_evolusi_). Diakses 5 April 2014.
Anonim.2012.Bukti-Bukti Evolusi.
((http://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-buktievolusi/)).Artikel)).
Diakses 2 April 2014.

Eksakta.2012.Bukti Evolusi.
((http://rizalsuhardieksakta.blogspot.com/2012/12/bukti-evolusi 28.html.Artikel)). Diakses 03
April 2014.

Oxlay.2011.Fosil Manusia Purba.


((http://id.shvoong.com/humanities/history/2187699-fosil-manusia-purba-yang-
ditemukan/ixzz2MNCDKnFV.Artikel)).Diakses 29Maret2014.

Satria. 2009. AntaraEvolusi Dan Penciptaan.


http://satria.anandita.net/antara-evolusi-dan-penciptaan.str. Diakses 15 Maret 2014.

Yasin, S.2010.Bukti-Bukti Evolusi.


((http://www.sarjanaku.com/2010/02/bukti-bukti-evolusi-variasi-genetika.html.Artikel)).
Diakses 08Maret2014.

( http://ipulbiota.blogspot.co.id/2015/04/bukti-bukti-terjadinya-evolusi.html )