Anda di halaman 1dari 2

Sebuah mobil tampak terparkir rapi di depan cafe "pallate".

Lelaki itu yang tidak lain adalah pengemudi


mobil itu turun dan membuka pintu yang berada di samping pengemudi. Seorang wanita cantik turun
dari mobil itu. Iya cantik. Sangat cantik. Dengan hidung mancung, bibir mungil, kulit putih mulus,
walaupun dengan make up seadanya wanita itu masih tampak cantik

Lelaki itu memegang tangan wanita itu dengan posesif. Wanita itu tampak sangat cantik jika dibiarkan
begitu saja. Tidak, lelaki itu juga tampan. Bukan hanya tampan tapi sangat sangat tampan. Pasangan itu
terlihat serasi bukan?

Sesampai di meja kosong lelaki itu menarik kursi dan mempersilahkan wanita itu duduk. Dengan senang
hati wanita itu pun duduk yang diikuti oleh lrlaki itu yang duduk di depannya

"kamu mau pesen apa?" terdengar suara berat tapi terkesan seksi dari lelaki itu

"aku pesen steak aja sma minum orange jus" jawab wanita itu. Tampak sekali wanita itu sangat bahagia.
Terlihat dari senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya itu

"oke" jawab laki-laki itu dengan senyuman manisnya.

"steaknya dua, orange jus satu dan americano satu" lanjutnya pada pelayan yang sudah berada di
hadapannya

"baik. Saya ulangi, steak dua, orange jus satu dan americano satu. Saya permisi dulu" ucap pelayan itu
setelah dapat anggukan dari lelaki itu

Tak sedikit pengunjung yang menatap dan mengagumi pasangan itu. Ada yang mengatakan bahwa
wanita itu beruntung dan ada juga yang mengatakan lelaki itu beruntung. Banyak sekali yang merasa iri.
Sesaat kemudian hidangan nya pun datang. Lelaki itu tampak serius memotong steak sambil sesekali
menunjukkan senyuman manisnya kepada wanita yang merupakan pacarnya dari seminggu yang lalu ini.
Setelah selesai dia pun menukar steak miliknya yang sudah dipotong kecil kecil dengan milik wanita itu
yang baru terpotong beberapa bagian.

"terimakasih sayang" ucap wanita itu malu-malu. Pipinya terlihat merah merona. Ini bukan pertama kali
wanita itu blusing karna ulah pacar didepannya ini

"hmmm sama sama sayang" jawab lelaki itu sambil tersenyum dan mengelus rambut wanita itu

Oh ayolah siapa pun yang melihatnya pasti akan mengatakan mereka sangat cocok, romantis dan lain-
lainnya bukan. Lelaki itu terlalu sempurna bukan? Tapi ingatlah tidak ada manusia yang tercipta
sempurna.

Mereka berdua tampak makan dengan santai sambil diiringi candaan pendek. Sampai handphone lelaki
itu tampak bergetar menampilkan "mbul
❤ calling". Bahkan tidak sampai beberapa dering lelaki itu langsung mengangkat telfon itu tanpa ragu.
"halo mbul. Ken-" ucapan lelaki itu terhenti ketika mendengar isak tangis di sebrang sana. "kamu
dimana?" lanjutnya lagi dengan mimik wajah yang kentara sekali bahwa lelaki itu sangat khawatir

"aku dirumah. Aku butuh kamu" jawab wanita diseberang sana dengan susah payah karena ia masi
terisak menangis.

"15 menit lagi aku sampai" ucap lelaki itu.

Ia tau ada wanita yang notabene adalah pacarnya saat ini. Tapi dia tidak menghiraukan itu. Wanita di
seberang sanalah yang ada di fikirannya sekarang

"tadi bella telfon. Dia butuh aku sekarang. Kamu pulang pake taksi ya. Ini uangnya. Makanannya aku yang
bayar sekarang. Dah" ucap lelaki itu dengan sekali tarikan nafas. Dia terlihat terburu buru. Meletakkan
uang 200 ribuan di atas meja dan menuju kasir. Pacarnya tampak sangat kaget. Bagaimana bisa lelaki itu
meninggalkan dia disini sendiri hanya karena bella sahabatnya. Sedangkan dia pacarnya. Setidaknya
lelaki itu harus menemaninya makan bukan? Oh tidak paling tidak mengantarnya pulang bukan? Ini
sudah sangat malam dan dia wanita. Oke baiklah, kan aku sudah katanya tidak ada manusia yang
sempurna

Sebuah mobil tampak terparkir dihalaman rumah yang mewah. Lelaki itu turun tergesa gesa dari
mobilnya dan berlari ke dalam rumah mewah itu.

"mana si brengsek itu? Berengsek itu buat ulah apa lagi?" teriak lelaki itu

Tanpa menjawab wanita itu langsung berhambur ke pelukan lelaki itu. Mengerti akan situasi, lelaki itu
memilih mengelus punggung bella lembut.