Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini kelompok kami mendapatkan menu modifikasi
protein untuk makanan lauk-pauk dan cemilan atau snack.
Modifikasi makanan rendah protein tujuan untuk memperoleh hidangan
yang rendah kalori. Modifikasi makanan rendah protein ini bisa dilakukan
dengan cara memodifikasi bahan makanannya dengan mengurangi penggunaan
protein dalam masakan dan lebih banyak menggunakan protein hewai
disbanding nabati, modifikasi menu dengan mengurangi jumlah protein dalam
menu dan gunakan makanan selingan rendah protein misalnya kue pepe, kue
klepon ubi dll, dan modifikasi bumbu yaitu semua bumbu diperbolehkan kecuali
ada indikasi lain misalnya pembatasan garam, gula tau pembatasan cairan.
Resep masakan yaitu takaran yang digunakan untuk membuat masakan
(makanan dan minuman) yang telah teuji keakuratannya. Untuk dapat membuat
masakan tenntunya si pemasak harus menyiapkan bahan-bahan terlebih dahulu
untuk diolah menjadi masakan siap saji. Selain menyiapkan bahan, dalam resep
masakan juga tersedia keterangan dan panduan sepuar cara mengolah bahan-
bahan yang akan dimasak, serta keterangan tentang cara menyajikan hasil
masakan tersebut.
Untuk itulah perlunya modifikasi resep sangatlah penting untuk
menambah kreasi dalam setiap masakan. Pengembangan resep adalah suatu
kegiatan untuk meningkatkan menu sehingga lebih berkualitas dalam hal rasa,
warna, aroma, tekstur, dan nilai gizi. Selain itu juga merupakan cara untuk
menambah keanekaragaman menu pada suatu tempat. Modifikasi ini diharapkan
akan meningkatkan rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan sehingga dapat
meningkatkan selera makan pasien. Modifikasi ini dilakukan dengan cara
mengubah cara memasak dan penambahan bahan/penggantian bahan.
Pada praktikum modifikasi protein yang telah dilakukan, ada 2 resep
masakan yang kelompok kami modifikasi yaitu resep lempah kuning ikan
kembung untuk makanan lauk dengan burger ayam untuk makanan cemilan.
Untuk lempah kuning ikan, kami modifikasi dengan mengganti ikan dengan
telur. Oleh karena itu kami memberi nama modifikasi resep untuk lempah
kuning ikan dengan nama lempah kuning telur. Sedangkan burger ayam kami
modifikasi dengan mengganti ayam dengan telur dadar jagung. Oleh karena itu
kami member nama modifikasi resep untuk burger ayam dengan burger jagung.
Pada modifikasi antara lempah kuning ikan dan lempah kuning telur
mempunyai kandungan gizi yang sangat berbeda antara kedua resep tersebut.
Lempah kuning perporsinya mempunyai kandungan gizi 134,25 kkal energy,
13,699 gram protein, 7,23 gram lemak, dan 4,067 gram karbohidrat. Sedangkan
pada resep lempah kuning telur mempunyai kandungan gizi sebesar 143,95 kkal
energy, 7,739 gram protein, 11,137 gram lemak, dan 3,132 gram karbohidrat.
Dari data kandungan gizi dari lempah kuning ikan dan lempah kuning telur
tersebut dapat disimpulkan bahwa kandungan gizi pada resep modifikasi protein
pada lempah kuning telur lebih kecil dibandingkan dengan resep asli yaitu
lempah kuning ikan dengan selisih kandungan gizi proteinnya yaitu 5,96 gram.
Lain halnya dengan modifikasi resep lempah kuning ikan, untuk burger
ayam kami modifikasi dengan menggantikan ayam dengan telur dadar jagung.
Oleh karena itu kami member nama modifikasi resep untuk burger ayam
tersebut dengan nama burger jagung.
Pada modifikasi antara burger ayam dan burger jagung mempunyai
kandungan gizi yang sangat berbeda antara kedua resep tersebut. Burger ayam
perporsinya mempunyai kandungan gizi 283,37 kkal energy, 13 gram protein,
16,86 gram lemak, dan 20,72 gram karbohidrat. Sedangkan pada resep burger
jagung mempunyai kandungan gizi sebesar 238,87 kkal energy, 10,735 gram
protein, 9,795 gram lemak, dan 27,53 gram karbohidrat. Dari data kandungan
gizi dari burger ayam dan burger jagung tersebut dapat disimpulkan bahwa
kandungan gizi pada resep modifikasi protein pada burger jagung lebih kecil
dibandingkan dengan resep asli yaitu burger ayam dengan selisih kandungan gizi
proteinnya yaitu 2,265 gram.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa resep modifikasi yang
dilakukan berguna untuk menambah nilai kandungan gizi yang terkadang pada
suatu masakan agar kebutuhan seseorang dapat terpenuhi dengan baik.
Modifikasi resep juga bertujuan untuk menambah kreasi dan inovasi ahli gizi
untuk membuat atau menciptakan kreasi makanan yang baru, sehingga disukai
oleh pasiennya. Tingkat kebosanan seseorang akan makanan yang hanya
dimasak seperti biasa sangatlah di khawatirkan, untuk itulah modifikasi resep
sangatlah dibutuhkan bagi setiap ahli gizi.