Anda di halaman 1dari 6

BAB III

PEMBAHASAN

A. Poliakrilonitril

Poliakrilonitril merupakan polimer organik, hasil sintesis secara kimia oleh


monomer – monomer akrilonitril. Poliakrilonitril merupakan polimer yang memiliki
densitas rendah, kekuatan yang tinggi serta elastisitas yang besar. Karena sifat-sifatnya
tersebut PAN berpotensi dalam menghasilkan carbon fiber yang bermutu tinggi. PAN
terdiri atas dua jenis yaitu homopolimer dan kopolimer. Homopolimer dari PAN telah
banyak digunakan sebagai serat dalam sistem filtrasi gas panas, layar untuk kapal pesiar
serta beton yang diperkuat dengan serat. Sedangkan Kopolimer-nya sering digunakan
sebagai serat untuk membuat pakaian rajut seperti kaus kaki dan sweater tenda, dll
(http://www.prsc.usm.edu/macrog/pan.html). Poliakrilonitril terbentuk dari polimerisasi
antara akrilonitril kopolimer dengan inisiator. Pelarut seperti N-N, dimethylformamide
dibutuhkan dalam polimerisasi ini agar cepat terbentuk ikatan silang antara monomer
dan inisiator (www.epc.com). Derajat polimerisasi rata-rata
meningkat karena suhu reaksi menurun. Polimer dengan derajat polimerisasi rata-rata
3.000 4.000 dapat ditandai dengan tingkat tinggi elastisitas seperti karet, sedangkan
polimer dengan derajat polimerisasi kira-kira 1.000, menunjukkan sifat yang lebih
plastik. Sedangkan, polimer dengan derajat polimerisasi rata-rata 50-100 memiliki sifat
seperti minyak kental.
Poliakrilonitril ( PAN ), juga dikenal sebagai Creslan 61, adalah resin resin
semikristalin organik, dengan rumus linear (C3H3N) n. Meskipun termoplastik, ia tidak
meleleh dalam kondisi normal. Poliakrilonitril terdegradasi sebelum meleleh.
Poliakrilonitril meleleh di atas 300 ° C jika tingkat pemanasan 50 derajat per menit atau
di atas. Hampir semua resin PAN adalah kopolimer yang terbuat dari campuran
monomer dengan akrilonitril sebagai monomer utama. Poliakrilonitril adalah polimer
serbaguna yang digunakan untuk memproduksi berbagai macam produk termasuk
membran ultra filtrasi, serat berongga untuk osmosis balik, serat untuk tekstil, serat
PAN yang teroksidasi.

B. Sintesis Akrilonitril

Pada reaksi polimerisasi berdasarkan reaksi pembentukannya dibagi


menjadi dua jenis utama dari reaksi polimerisasi yaitu polimerisasi adisi dan
Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 13
polimerisasi kondensasi. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti
monomer dalam unit ulangnya, sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-
atom yang lebih sedikitkarena terbentuknya produk sampingan selama
berlangsungnya proses polimerisasi.
a) Polimerisasi Adisi
Yaitu reaksi pembentukan polimer dari monomer yang berikatan rangkap (ikatan
tak jenuh) . pada reaksi ini monomer membuka ikatan rangkapnya lalu berikatan
dengan monomer lain sehingga dihasilkan polimer yang berikatan tunggal (ikatan
jenuh)
b) Polimerisasi kondensasi
Yaitu reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang mempunyai dua
gugus fungsi, sehngga hasil polimerisasinya memiliki hasil samping.

Pada sistensis polimer Poliakrilonitril dari monomer akrilonitril yang mana


memiliki ikatan rangkap dua, sehingga sintesisnya melalui adisi. Tahapan
polimerisasi adisi poliakrilonitril ini terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap inisiasi,
propagasi, dan terminasi.

Mekanisme polimerisasi adisi radikal bebas pada Poliakrilonitril :

1) Tahap Inisiasi

RO – OR `  RO* + OR*

RO* + CH2 = CH  ROCH2 C*H

CN CN

2) Tahap Propagasi

ROCH2C*H + CH2 = CH  ROCH2CHCH2C*H

CN CN CN CN

ROCH2CH CH2C*H + CH2 = CH  ROCH2CH CH2CHCH2C*H

CN CN CN CN CN CN

Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 14


3). Tahap Terminasi

ROCH2CH CH2CHCH2C*H + ROCH2 C*H  ROCH2CH CH2CHCH2CH CHCH2OR

CN CN CN CN CN CN CN CN

Pada tahap inisiasi, diperlukan adanya senyawa inisiator yang dapat membentuk
radikal bebas, misalnya benzoil peroksida, hidrogen peroksida, atau lainnya. Senyawa
inisiator tersebut dikenai energi (panas) hingga terbelah menjadi gugus yang reaktif
(radikal bebas) dengan adanya elektron bebas tanpa pasangan (lone-paor electron).
Kemudian radikal bebas hasil disosiasi menyerang monomer sehingga membentuk
radikal bebas baru (asosiasi). Monomer yang bersifat radikal ini menjadi sangat
reaktif. Jadi, reaksi inisiasi prinsipnya yaitu aktivasi monomer menjadi monomer
radikal yang reaktif

Pada tahap propagasi, radikal bebas pada monomer yang terbentuk pada tahap
inisiasi akan bereaksi dengan molekul monomer lain, demikian seterusnya akan
berlangsung hingga tumbuh rantai yang lebih panjang (chain-growth) atau disebut
juga perpanjangan rantai. Reaksi ini akan berlangsung sangat cepat sehingga
dinamakan reaksi rantai.

Pada tahap terminasi merupakan tahap berakhirnya reaksi polimerisasi. Terdapat


dua kemungkinan utnuk mengakhri reaksi rantai, yaitu dengan cara disporposionasi
atau cara coupling (kombinasi). Mekanisme terminasi terjadi manakala sejumlah
chain-growth radikal bebas bertumbukan atau bereaksi dengan radika bebas juga.
Masing-masing molekul tersebut kemudian saling berinteraksi dengan cara
memasangkan elektron bebas yang dimiliki. Sedangkan untuk cara disporposionasi
terlihat lebih kompleks di mana pergerakan elektron bebas tidak mencari padanannya
seperti cara coupling.

C. Sifat Fisika, dan Kimia Poliakrilonitril


1) Sifat Fisik
a) Berat molekul 52.945 g/mol
b) Titik didih 85 oC
c) Titik lebur 317 oC
d) Densitas 1,184 g/cm3
e) Derajat polimerisasi 1.000
f) Larut dalam dimethyl formamide, larutan thiocyanate. Tetapi, tidak larut dalam
etanol, aseton, benzene, dan carbon tetrachloride
g) Memiliki kekuatan yang tinggi serta elastisitas yang besar

Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 15


h) Sangat tahan terhadap cahaya matahari. Meskipun termoplastik, ia tidak meleleh
dalam kondisi normal

2) Sifat Kimia
a) Pada umumnya mempunyai ketahanan yang baik terhadap pelarut-pelarut dan
asam-asam mineral, lemak-lemak, minyak-minyak serta garam-garam mineral
b) Terhadap alkali lemah mempunyai ketahanan yang cukup baik dibanding
dengan alkali kuat
c) Terhadap alkali kuat terutama dalam keadaan yang panas akan merusak serat
secara cepat
d) Relatif lebih mudah disabunkan dengan larutan alkali panas

D. Karakterisasi Hasil Sintesis Poliakrilonitril

1) Analisis Sifat Fisik (Titik Leleh)


Dalam pengujian sifat fisik bahan polimer ini digunakan alat Differential
Scanning Calorimetry (DSC) untuk mengetahui titik leleh . Dengan cara mengambil
bagian yang cukup kecil dari bahan kemudian dimasukkan ke dalam sample holder
dari DSC. Setelah dilakukan pengukuran akan didapatkan hasil dalam bentuk kurva.
Kurva mempunyai model yang khas dengan satu puncak. Titik leleh
menggambarkan perubahan fasa dari padat menuju cair tanpa mengalami perubahan
komposisi. Kurva menunjukkan hasil pengamatan dengan DSC (Differential
Scanning Calorimetry) pada bahan Poliakrilonitril (PAN). Nilai titik leleh (Tm)
yaitu 330°C

Sumber : N. Yusof and A. F. Ismail. Preparation and characterization of


poliakrilonitril/acrylamide-based activated carbon fibers developed using a solvent-
free coagulation process, International Journal of Chemical and Environmental
Engineering. 1, (2010) 79-84.

Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 16


2) Identifikasi FTIR

a) Analisa spektra IR
 Adanya serapan pada bilangan gelombang 3000 cm¯1, menandakan adanya
gugus C-H stretching
 Adanya serapan pada bilangan gelombang 2250 cm¯1, menandakan adanya
gugus CN (nitril)
 Adanya serapan pada bilangan gelombang 1600 cm¯1, menandakan adanya
gugus C=C stretching
 Adanya serapan pada bilangan gelombang 1480 cm¯1, menandakan adanya
gugus C-H bending

Sumber : R. Setnescu, S. Jipa, T. Setnescu, W. Kappel, S. Kobayashi, Z. Osawa. IR


and X-ray characterization of the ferromagnetic phase of pyrolysed poliakrilonitril,
Carbon 37, (1999) 1–6.

E. Proses Pembuatan Poliakrilonitril

Poliakrilonitril berasal dari beberapa monomer Akrilonitril yang dihasilkan oleh


amoksidasi katalitik dari propilena, juga dikenal sebagai SOHIO. Dalam proses SOHIO,
propilena, ammonia, dan air (oksidator) yang melewati Fluidized Bed Reactor yang
berisi katalis pada 400-510 oC dan bertekenan 50-200 kPag. Reaktan melewati reactor
hanya sekali, sebelum dipadamkan dalam larutan asam sulfat. Kelebihan propilena,
karbon monoksida, karbon dioksida, dinitrogen yang tidak larut yang dibuang ke
atmosfer atau dibakar. Larutan terdiri dari akrilonitril, asetonitril,dll. Lalu Kolom
recovery akan membuang sebagian besar air, akrilonitril dan asetonitril dipisahkan
dengan distilasi. Sebagian besar metode komersial untuk sintesis PAN didasarkan pada
metode polimerisasi radikal bebas Akrilonitril. Untuk beberapa kasus komonomer vinil
lain juga digunakan (1-10 %) bersama akrilonitril. Selain itu polimerisasi anionik dapat
digunakan untuk sintesis PAN.

Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 17


F. Proses Pembuatan Carbon Fiber Dari Poliakrilonitril
Poliakrilonitril (PAN) adalah polimer serbaguna yang digunakan untuk
memproduksi berbagai macam produk termasuk membrane ultra filrasi, serat karbon,
serat untuk tekstil,dll. Untuk aplikasi tekstil, berat molekul dalam kisaran 40.000 hingga
70.000. Untuk menghasilkan serat karbon, dibutuhkan berat molekul yang lebig tinggi.
Dalam produksi serat karbon mengandung 600 tex ( 6K) serat PAN, kerapatan linier
filament adalah 11,6 µm yang menghasilkan serat karbon dengan kekuatan filamen 417
kgf/mm2 dan kadar pengikat 38,6%.
Pada era perkembangan zaman, industri carbon fiber semakin berkembang
untuk memenuhi permintaan dari beberapa sektor yang berbeda di antaranya yaitu pada
konstruksi pesawat terbang, industri alat olahraga, industri alat musik, industri otomotif
serta pada konstruksi jalan dan jembatan.
Carbon Fiber merupakan serat yang terdiri dari sekurang-kurangnya 92% atom
karbon. Sifatnya yang kuat tetapi ringan merupakan salah satu keunggulan yang
dimiliki oleh carbon fiber dibandingkan dengan besi maupun baja. Berbagai inovasi
telah dilakukan untuk membuat carbon fiber yang memiliki tensile strength serta tensile
modulus yang tinggi. Bahan baku yang digunakan dalam pabrik carbon fiber ini adalah
Poliakrilonitril
Keunggulankeunggulan yang dimiliki oleh PAN menjadikan PAN sebagai
polimer dalam pembuatan carbon fiber berdasarkan sifat resistan pelarutnya yang baik
(Kim, dkk. 2002). Ada beberapa tahapan dalam pembuatan carbon fiber dari PAN
yaitu:
1) Polimerisasi monomer akrilonitril dengan bantuan pelarut dan katalis.
2) Pembentukan fiber gel (spinning)
3) Stabilizing yaitu proses menstabilkan ikatan antara atom-atom yang terdapat pada
fiber yang dipanaskan pada suhu 200-300OC dengan mengikat molekul oksigen dari
udara
4) Carbonization dengan suhu yang sangat tinggi (1000-3000OC) di ruang campuran
tanpa gas
5) Oksidasi untuk menghasilkan ikatan kimia yang kuat pada pada permukaannya,
sertamenghasilkan ikatan kimia lapisan kuat dipermukaan serat.
6) Sizing merupakan tahap terakhir setelah dihasilkan carbon fiber yang kemudia
dilapisi denganbahan yang sesuai(epoksi, poliester,dll). Yang berfungsi untuk
melindungi fiber dari kerusakan pada proses selanjutnya.

Proses-proses tersebut dilakukan agar dapat dihasilkan carbon fiber dengan nilai
tensile modulus dan tensile strength yang tinggi (Ramasubramanian. 2013).

Kimia Polimer – Sintesis dan Karakterisasi Poliakrilonitril 18