Anda di halaman 1dari 71

Surat Perjanjian Kontrak Kerja

Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat Penata Anestesi
No. 02/ / I / RSMM / 2019

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Hajrah, S. St
Tempat/Tgl Lahir : Takatidung, 04 Oktober 1978
Alamat : Jl. Pongtiku Mamuju
Jabatan : Perawat Penata Anestesi
No. HP : 081245224018
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan penata


Anestesi bagi seluruh pasien di Ruang Kamar Operasi, di Rumah Sakit Mitra Manakarra
sesuai unit kerja dan kompetensi yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima
penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN


1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan penataan Anestesi di Rumah Sakit Mitra
Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan penataan anestesi di


Rumah Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat
pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan penataan anestesi yang dibutuhkan operator dalam melaksanakan
operasi.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan penata anestesi kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
a. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan dan pengelolaan anestesi yang
diberikan oleh PIHAK KEDUA sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak
yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan dan pengelolaan anestesi yang
dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas penghasilan pelayanan dan pengelolaan anestesi
yang telah dilaksanakan setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Besarnya penghasilan yang didapatkan adalah akumulasi dari jumlah pasien
yang di tangani dalam penataan anestesi dengan perhitungan bahwa setiap
pasien operasi diberikan 15 % dari penghasilan operator yang menangani pasien
di kamar operasi.
c. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
d. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU


1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 1 Januari 2020
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8
SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM
Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Hajrah, S. St dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Febriani Lombonaung, S. Kep. Ns


Tempat/Tgl Lahir : Baras, 28 Februari 1994
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 085343804046
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.
Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
b. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.
Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 4 Juli 2018 sampai dengan 4 Juli 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.
PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)


1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)
adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.
Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Febriani Lombonaung, S. Kep. Ns dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Aida Fitriani Lingga, S. Kep. Ns


Tempat/Tgl Lahir : Ujung Pandang, 11 Januari 1994
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 0821880553273
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN
PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan
bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 4 Juli 2018 sampai dengan 4 Juli 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9
KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.
Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Aida Fitriani Lingga, S. Kep. Ns dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Febriani Lombonaung, S. Kep. Ns


Tempat/Tgl Lahir : Baras, 14 Juli 1997
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 082393656159
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.
Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
d. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN
1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul
sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.
Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Masriana, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Hafsa Abd Rauf, Amd. Kep


Tempat/Tgl Lahir : Kadidi, 14 Juli 1997
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 082346469857
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.
Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
e. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti
2. PIHAK KEDUA berkewajiban :
a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.
Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra
2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Hafsa Abd Rauf, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Nurfadhilah, Amd. Kep


Tempat/Tgl Lahir : Tonasa, 27 Maret 1997
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 082347264055
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
f. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti
2. PIHAK KEDUA berkewajiban :
a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.
Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Nur Fadhilah, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
2. Nama : Erwin Asmin, Amd. Kep
Tempat/Tgl Lahir : Bojoe Sidrap, 17 Mei1996
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 085397437876
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
g. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Erwin Asmin, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Apriliani, Amd. Kep


Tempat/Tgl Lahir : Mattoanging, 30 April 1996
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP :
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.
Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
h. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Apriliani, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes


Surat Perjanjian Kontrak Kerja
Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VIII / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :


1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes
Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Astri Septianingsih, Amd. Kep


Tempat/Tgl Lahir : Pare – Pare, 6 September 1997
Alamat : Asrama RS Mitra Manakarra Mamuju
Jabatan : Perawat
No. HP : 085299464428
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.

2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah


Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN


Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
i. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6

JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 1 Agustus 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi dan
fasilitas yang diberikan oleh RS Agar di kembalikan atau ganti Rugi.
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000
Astri Septianingsih, Amd. Kep dr. Nexriana, M.Kes

Surat Perjanjian Kontrak Kerja


Antara
Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju
Dengan
Perawat
No. 02/ / VI / RSMM / 2018

Kami yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : dr. Nexriana, M.Kes


Alamat : Jl. Diponegoro Mamuju
Jabatan : Direktur Rumah Sakit Mitra Manakarra
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Direksi Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju, untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Nama : Ns. SITI NURHIDAYA, S.Kep


Tempat/Tgl Lahir : BANJAR NEGARA 1990
Alamat : BTN GRIYA CAHAYA MASSANANG
Jabatan : Perawat
No. HP :-
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri, untuk selanjutnya di sebut
PIHAK KEDUA.

Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama di sebut “PARA
PIHAK” dan secara sendiri-sendiri disebut “PIHAK”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengadakan perjanjian kerja sama (selanjutnya
disebut “Perjanjian”) dengan ketentuan–ketentuan sebagaimana diatur lebih lanjut
dalam Perjanjian ini.

Pasal 1

PENUNJUKAN

PIHAK PERTAMA menunjuk PIHAK KEDUA untuk memberikan pelayanan kesehatan


bagi seluruh pasien di Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai unit kerja dan kompetensi
yang dimilikinya. dan PIHAK KEDUA menerima penunjukan tersebut.

Pasal 2

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud dari Perjanjian ini adalah sebagai dasar pelaksanaan bersama PARA
PIHAK dalam memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra.
2. Tujuan Perjanjian ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan di Rumah
Sakit Mitra Manakarra yang sebaik-baiknya yang memenuhi syarat pelayanan
sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)

Pasal 3

RUANG LINGKUP PELAYANAN KESEHATAN

Ruang lingkup pelayanan kesehatan oleh PIHAK KEDUA dalam perjanjian ini meliputi
prosedur pelayanan kesehatan, tatalaksana pelayanan kesehatan, jenis pelayanan
kesehatan dan pemberian perawatan pada pasien.

Pasal 4

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

1. PIHAK PERTAMA berhak :


a. Melakukan verifikasi atas pemberian pelayanan kesehatan kepada PIHAK
KEDUA.
b. Memperoleh laporan pelayanan kesehatan yang telah diberikan oleh PIHAK
KEDUA
c. Menerima keluhan dari pengguna/pasien dan meneruskan keluhan tersebut
kepada PIHAK KEDUA sepanjang hal tersebut menyangkut pelayanan
kesehatan.
d. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan
kesehatan di Rumah Sakit Mitra Manakarra
e. Memberikan teguran baik langsung maupun tidak langsung terhadap kesalahan
atau pelanggaran yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
j. Memutuskan kontrak kerja kepada PIHAK KEDUA apabila telah nyata-nyata
melakukan pelanggaran kontrak kerja, dan telah diberikan teguran lisan dan
tulisan maksimal tiga kali dan tidak pernah mau berubah.

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban:


a. Melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan oleh PIHAK KEDUA
sesuai kesepakatan antara kedua belah Pihak yang dibayarkan setiap bulan.
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan termasuk tatakelola
dan penerapan SOP yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA
c. Mempertimbangkan usulan dan keluhan yang diajukan oleh PIHAK KEDUA
d. Melakukan pembinaan dalam peningkatan mutu pelayanan berupa memberi
kesempatan untuk mengikuti seminar dan lokakarya, penyuluhan hukum dan
etika profesi serta keterampilan pengelolaan program kepada PIHAK KEDUA

Pasal 5

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

1. PIHAK KEDUA berhak :


a. Memperoleh pembayaran dari PIHAK PERTAMA atas nama Pemilik Rumah
Sakit Mitra Manakarra atas gaji pelayanan keperawatan yang telah dilaksanakan
setiap bulannya sesuai kesepakatan
b. Untuk masa percobaan maksimal 3 bulan, maka selama dalam masa percobaan
hak untuk gaji pelayanan diberikan 80 % dari gaji yang semestinya diterima dan
apabila masa percobaan telah dilewati maka berhak menerima gaji 100 %
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
c. Masa percobaan tidak dikenakan pada karyawan yang memperpanjang kontrak
kerja.
d. Memperoleh umpan balik atas hasil monitoring dan evaluasi tentang pelayanan
kesehatan dari PIHAK PERTAMA.
e. Mengajukan usul/keluhan sehubungan penyelenggaraan pelayanan kesehatan
dalam upaya peningkatan pelayanan.
f. Memperoleh izin tidak lebih dari 12 hari kerja selama terikat dalam perjanjian
kontrak kerja, apabila melebihi 12 hari kerja maka izin selanjutnya diberlakukan
kompensasi berdasarkan aturan tata tertib yag berlaku di Rumah Sakit Mitra
Manakarra Mamuju.
g. Selama terikat kontrak kerja tidak diberikan cuti

2. PIHAK KEDUA berkewajiban :


a. Memberikan pelayanan keperawatan kepada pengguna/pasien mengacu kepada
Standar Operasional Prosedur
b. Memiliki Surat Izin Praktik sementara/ Surat Izin Praktik/ Surat Izin Kerja
c. Mentaati perjanjian kerja yang telah disepakati dan semua peraturan perundang-
undangan yang berlaku
d. Tidak menarik biaya dan atau biaya tambahan kepada pasien/pengguna di luar
tarif yang ditentukan dengan alasan apapun
e. Menyampaikan laporan pelayanan kesehatan kepada PIHAK PERTAMA.
f. Tidak membawa peralatan, bahan habis pakai dan obat-obatan yang berasal dari
luar Rumah Sakit Mitra Manakarra.
g. Menerima teguran dari PIHAK PERTAMA dan mau merubah serta memperbaiki
kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
h. Mengikuti undangan rapat/ pertemuan yang dilaksanakan oleh pihak manejemen
rumah sakit Mitra Manakarra Mamuju.

Pasal 6
JANGKA WAKTU BERLAKU

1. Kesepakatan Kerja Sama ini berlaku untuk jangka waktu selama 1 (satu) tahun
terhitung sejak tanggal 1 Juni 2018 sampai dengan 1 Juni 2019
2. Selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Perjanjian
Kerjasama ini, PARA PIHAK sepakat saling memberitahukan maksudnya apabila
hendak memperpanjang Kesepakatan Bersama ini.
3. Apabila selambat-lambatnya sampai dengan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya
jangka waktu Perjanjian ini tidak ada surat pemberitahuan dari PIHAK KEDUA
untuk memperpanjang waktu Perjanjian, maka Perjanjian ini berakhir dengan
sendirinya.
4. Dan apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba PIHAK KEDUA memutuskan
kontrak secara sepihak dengan tanpa ada alasan yang menguatkan kepada PIHAK
PERTAMA, maka akan diberikan sanksi sesuai pasal 8 ayat ( 2 ) dalam perjanjian
ini.
5. Dan apabila PIHAK PERTAMA dengan tanpa alasan memutuskan kontrak kepada
PIHAK KEDUA sebelum masa berlakunya kontrak berakhir, maka PIHAK KEDUA
berhak menuntut dana kompensasi maximal tiga bulan gaji yang diterima setiap
bulannya sesuai yang diatur pada pasal 8 ayat ( 3 ) dalam perjanjian ini
6. PIHAK PERTAMA dapat menerima perpanjangan kontrak untuk masa berikutnya
apabila PIHAK KEDUA dalam satu tahun bekerja dengan penuh dedikasi, taat pada
aturan yang berlaku di Rumah Sakit, tidak cacat kerja dan memiliki disiplin dan
tanggung jawab yang tinggi.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Setiap perselisihan, pertentangan dan perbedaan pendapat yang timbul


sehubungan dengan Perjanjian ini akan diselesaikan terlebih dahulu secara
musyawarah dan mufakat oleh PARA PIHAK.
2. Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.
Pasal ini tidak berhasil mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk
menyerahkan penyelesaian perselisihan tersebut melalui Yayasan Mitra Manakarra.
3. Mengenai Kesepakatan ini dan segala akibatnya,apabila belum terjadi mufakat,
maka PARA PIHAK memilih kediaman hukum atau domisili yang tetap dan umum di
Kantor Panitera Pengadilan Negeri Mamuju.

PASAL 8

SANKSI

Dalam hal PIHAK KEDUA secara nyata terbukti melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. a. Tidak melayani pengunjung Rumah Sakit Mitra Manakarra sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
b. Tidak memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sesuai yang berlaku.
c. Memungut biaya tambahan biaya pelayanan kesehatan kepada pengguna jasa
pelayanan rumah sakit
d. Tidak melakukan prosedur pelayanan sesuai dengan protap yang ditentukan
e. Meninggalkan tempat pada saat bertugas baik petugas pagi, petugas sore
ataupun bertugas malam
f. Dengan sengaja meninggalkan pasien/ penderita di unit pelayanan baik di ruang
perawatan, UGD, HCU, Kebidanan atau di ruang OK.
g. Berdasarkan poin a, b, c, d, e dan f tersebut diatas maka PIHAK PERTAMA
berhak menjatuhkan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa teguran lisan, tertulis
dan skorsing dan selama diskorsing diperhitungkan waktu skorsingnya dengan
pemotongan penghasilan,
2. Apabila dalam perjalanan kontrak tiba-tiba pihak kedua memutuskan kontrak secara
sepihak dengan tanpa ada alasan yang jelas kepada pihak pertama maka akan
dikenakan sanksi berupa pengembalian gaji yang diterima di Rumah Sakit Mitra
Manakarra minimal tiga bulan gaji sejak tanggal diberlakukannya sanksi
3. Dan apabila pihak pertama dengan tanpa alasan memutuskan kontrak sebelum
masa berlakunya berakhir maka pihak kedua berhak menuntut kompensasi
maksimal tiga bulan gaji yang diterima sebagai pengganti pesangon,
4. Ketidak hadiran dan keterlambatan masuk kerja, termasuk ketepatan saat
pergantian jaga diberikan sanksi berdasarkan aturan tata tertib yang berlaku.
5. Dan apabila kelalaian PIHAK KEDUA dinilai dapat merugikan Rumah Sakit Mitra
Manakarra baik secara financial maupun nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra
PIHAK PERTAMA dapat melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak.
Dalam hal PIHAK KEDUA membatalkan secara sepihak Perjanjian ini, PIHAK
PERTAMA mengenakan pemutusan kontrak kerja tanpa memberikan Surat
Keterangan Pengalaman Kerja dan tunjangan pesangon.

PASAL 9

KEADAAN MEMAKSA (FORCE MAJEURE)

1. Yang dimaksud dengan keadaan memaksa (selanjutnya disebut “Force Majeure”)


adalah suatu keadaan yang terjadinya di luar kemampuan, kesalahan atau
kekuasaan PARA PIHAK dan yang menyebabkan PIHAK yang mengalaminya tidak
dapat melaksanakan atau terpaksa menunda pelaksanaan kewajibannya dalam
Kesepakatan ini. Force Majeure tersebut meliputi bencana alam, banjir, wabah,
perang (yang dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan), pemberontakan, huru-
hara, pemogokkan umum, kebakaran dan kebijaksanaan Pemerintah yang
berpengaruh secara langsung terhadap pelaksanaan Kesepakatan ini.
2. Dalam hal terjadinya peristiwa Force Majeure, maka PIHAK yang terhalang untuk
melaksanakan kewajibannya tidak dapat dituntut oleh PIHAK lainnya. PIHAK yang
terkena Force Majeure wajib memberitahukan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut kepada PIHAK yang lain secara tertulis paling lambat 7 (tujuh) hari kalender
sejak saat terjadinya peristiwa Force Majeure, yang dikuatkan oleh surat keterangan
dari pejabat yang berwenang yang menerangkan adanya peristiwa Force Majeure
tersebut. PIHAK yang terkena Force Majeure wajib mengupayakan dengan sebaik-
baiknya untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagaimana diatur dalam
Kesepakatan ini segera setelah peristiwa Force Majeure berakhir.
3. Apabila peristiwa Force Majeure tersebut berlangsung terus hingga melebihi atau
diduga oleh PIHAK yang mengalami Force Majeure akan melebihi jangka waktu 30
(tiga puluh) hari kalender, maka PARA PIHAK sepakat untuk meninjau kembali
Jangka Waktu Kesepakatan ini.
4. Semua kerugian dan biaya yang diderita oleh salah satu PIHAK sebagai akibat
terjadinya peristiwa Force Majeure bukan merupakan tanggung jawab PIHAK yang
lain.
Pasal 10

LAIN – LAIN

1. PIHAK KEDUA wajib ikut serta menjaga nama baik Rumah Sakit Mitra Manakarra,
Mematuhi dan membantu penegakan aturan tata tertib Rumah Sakit Mitra
Manakarra dan membantu PIHAK PERTAMA untuk meningkatkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Mitra Manakarra

2. PIHAK KEDUA bersedia memberikan pelayanan yang terbaik, bekerja setulus hati
dengan tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dengan menghormati seluruh
pasien dan keluarga pasien selaku costumer rumah sakit Mitra Manakarra.

Pasal 11

ADDENDUM

Apabila dalam pelaksanaan Kesepakatan Bersama ini PARA PIHAK merasa perlu
melakukan perubahan, maka perubahan tersebut hanya dapat dilakukan atas
kesepakatan PARA PIHAK yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian ini yang
merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian ini.

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Materai
Rp. 6.000

Ns. Yenni Upa’ Ganta’ Tonapa, S.Kep dr. Nexriana, M.Kes