Anda di halaman 1dari 30

RANCANGAN AKTUALISASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

“OPTIMALISASI PENGETAHUAN PASIEN PRE ANESTESI DI RUANG


PRE OPERASI DAN ANESTESI DI IBS RUMAH SAKIT
DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI ”

DISUSUN OLEH :
DISTIA TARAVELLA S.Tr.Kep
NIP. 19960101 201902 2007

NAMA COACH :
Ir. RUSWENDI, MM
NIP. 19960101 201902 2007

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT
GOLONGAN III ANGKATAN XVI

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PROVINSI SUMATERA BARAT
2019
LEMBARAN PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI

JUDUL : OPTIMALISASI PENGETAHUAN PASIEN PRE


ANESTESI DI RUANG PRE OPERASI DAN
ANESTESI DI IBS RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH DR. ACHMAD MOCHTAR
BUKITTINGGI
DISUSUN OLEH : DISTIA TARAVELLA, S.Tr.Kep
NIP : 199601012019022007
NDH : 09
ANGKATAN : XVI
JABATAN : PENATA ANETESI AHLI PERTAMA
INSTANSI : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ACHMAD
MOCHTAR BUKITTINGGI

Disetujui Oleh, Diajukan Oleh,


Coach Peserta

Ir. Ruswendi, MM Distia Taravella, S.Tr.Kep


NIP. 199601012019022007 NIP. 199601012019022007

Mentor

Yulnofaldi, Skep, MPH


NIP. 197307301996031001

i
BERITA ACARA

SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI


PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN XVI
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

Pada hari ini Sabtu tanggal Tujuh bulan September tahun Dua Ribu Sembilan
belas jam 14.15 WIB bertempat di BPSDM telah diseminarkan Rancangan
Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Tahun 2019.

JUDUL :OPTIMALISASI PENGETAHUAN PASIEN PRE


ANESTESI DI RUANG OPERASI DAN ANESTESI DI
IBS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ACHMAD
MOCHTAR BUKITTINGGI
DISUSUN OLEH : DISTIA TARAVELLA, S.Tr.Kep
NIP : 199601012019022007
NDH : 09
ANGKATAN : XVI
JABATAN : PENATA ANESTESI AHLI PERTAMA
INSTANSI : RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITINGGI

Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Disetujui oleh, Diajukan oleh,


Coach Peserta

Ir. Ruswendi, MM Distia Taravella S.Tr.Kep


NIP. 199601012019022007 NIP. 199601012019022007

Penguji/ Narasumber Mentor

Yulnofaldi, Skep, MPH


NIP. 197307301996031001

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN RANCANGAN AKTUALISASI …….……….. i
BERITA ACARA SEMINAR RANCANGAN AKTUALISASI ……….…. ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. iii
DAFTAR TABEL ……………………………………….…….….….…….… iv
DAFTAR GAMBAR …………………………………….…………………… v

BAB I PENDAHULUAN ……....…………………………….……….…. 1


A. Latar Belakang ……………………………………………..… 1
B. Identifikasi Isu ………………………………………….….… 4
C. Perumusan dan Penetapan Isu ……………..…………..…… 5

BAB II DESKRIPSI LOKUS ………………………………….…….…… 7


A. Deskripsi Umum ………………………………….……..…… 7
1. Gambaran Umum Instansi …………….….……………… 7
2. Sumber daya……………………………………………….. 9
3. Visi dan Misi………………………………………………... 10
4. Tugas Pokok dan Fungsi ……………………….…..….…. 11
5. Jenis Pelayanan……………………………………………. 11
6. Struktur Organisasi……………………………………….. 13
B. Deskripsi Khusus ……………………………….….….…….. 14
1. Program dan Kegiataan Saat ini …….….……………….. 14
2. Role Model ………………………….………..………….… 16

BAB III RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN, DAN


OUTPUT YANG DIHARAPKAN ………………………….…… 17

DAFTAR PUSTAKA

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Identifikasi Isu..................................... ………………………..…… 4

Tabel 1.2 Analisis Isu Berdasarkan Kriteria USG……………………………... 6

Tabel 2.1 Tenaga Kerja RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi…………….. 8

Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ....................................................... 17

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi ………………………….. 6

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad

Mochtar Bukitinggi …………………………………………….. … 12

v
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara adalah Profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada
instansi Pemerintah. Pegawai ASN terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS)
dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diangkat oleh
pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan
pemerintahan atau diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan merujuk Pasal 63 ayat (3)
dan ayat (4); CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan
melalui proses Diklat terintegrasi untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter
kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat
profesionalisme serta kompetensi bidang.Diperlukan sebuah penyelenggaraan
pelatihan yang inovatif dan terintegrasi, yaitu penyelenggaraan pelatihan yang
memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan dan
di tempat kerja sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi,
menerapkan, dan mengaktulisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan
(habituasi) dan merasakan manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya
sebagai karakter PNS yang profesional.
Pembentukan PNS yang berdasarkan pada nilai-nilai dasar tersebut
dilaksanakan melalui jalur pendidikan dan pelatihan dasar. Menurut Peraturan
LAN Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar
CPNS dalam BAB I pasal 1 dijelaskan Pelatihan Dasar CPNS adalah
pendidikan dan pelatihan dalam masa prajabatan yang dilakukan secara
terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan

1
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang.
Pada Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil ini diharapkan para
Calon Pegawai Negeri Sipildapat menerapkan atau mengaktualisasikan nilai-
nilai profesi PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi yang disingkat menjadi ANEKA dan juga kedudukan
dan peran ASN di satuan kerja masing-masing.
Pelayanan publik dalam kesehatan yang dilakukan oleh penata anestesi
sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 18
tahun 2016 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Penata Anestesi pasal 10
bahwa penata anestesi dalam menjalankan praktik keprofesiannya berwenang
untuk melakukan pelayanan asuhan kepenataan anestesi pada pra anestesi,
intra anestesi dan pasca anestesi. Sesuai dengan wewenang tersebut, penata
anestesi dapat melaksanakan pelayanan dibawah pengawasan atas pelimpahan
wewenang secara mandat dari dokter spesialis anestesiologi berdasarkan
penugasan pemerintah sesuai kebutuhan.
Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah
Sakit Umum adalah Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan
pada semua bidang dan jenis penyakit (Permenkes 147 Tahun 2010 tentang
Perizinan Rumah Sakit). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad
Mochtar Bukittinggi merupakan Rumah Sakit Publik Kelas B yang
bermotokan mengutamakan pelayanan yang ramah, cepat, tepat, dan siap
berkinerja terbaik. Berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Barat No.
440-509-2009, RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi secara penuh
melaksanakan penerapan Pola Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum
Daerah (PPK BLUD).

Pre anestesi merupakan langkah lanjut dari hasil evaluasi pre operasi
khususnya anestesi untuk mempersiapkan pasien, baik psikis maupun fisik

2
pasien agar pasien siap dan optimal untuk menjalani prosedur anestesi dan
diagnostik atau pembedahan, untuk itu menurut Peraturan Menteri
Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
Nomor 11 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Penata Anestesi BAB V
Bagian kesatu Uraian Tugas Kegiatan Jabatan Fungsional Penata Anestesi
ahli pertama dalam pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam pra anestesi
salah satunya, melakukan kajian penatalaksanaan pra anestesi, melakukan
pendokumentasian hasil anamnesis/pengkajian,melakukan pendokumentasian
sebelum masuk ke ruang operasi, melakukan komunikasi efektif kepada
pasien tentang tindakan anestesi yang akan dilakukan dan, melakukan
pendokumentasian semua tindakan yang dilakukan dalam pelayanan anestesi.
Kurangnya informasi bagi pasien tentang pre anestesi dapat
menimbulkan kecemasan trauma serta tekanan darah yang meningkat dalam
waktu yang singkat. Jika hal ini dibiarkan, hal ini akan berdampak pelayanan
publik yang kurang baik dan dapat berakibatkan buruk selama tindakan
anestesi dan operasi berlangsung, maka penulis menyusun rancangan
aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Pengetahuan Pasien Pre Anestesi
Di Ruang Operasi Dan Anestesi Di IBS Rumah Sakit Dr. Achmad
Mochtar Bukittingi” untuk lebih mengedepankan lagi pelayanan yang lebih
baik demi tercapainya kepuasan pelanggan.

B. Identifikasi Isu
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, rumusan masalah dalam
rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS terdiri atas identifikasi isu dan
penetapan isu. Isu atau masalah ditemukan dari adanya kondisi nyata yang
terjadi di ruang pre operasi dan anestesi IBS Rumah Sakit Dr. Achmad
Mochtar Bukittinggi dengan kondisi yang diharapkan.

3
Tabel 1.1 Identifikasi Isu
Kondisi Yang
No Identifikasi Isu Sumber Isu Kondisi Saat Ini
Diharapkan
1 Kurangnya Pelayanan Pasien dan Pasien dan keluarga
optimalnya publik keluarga kurang mampu mengetahui hal
pengetahuan pasien mengetahui apa saja terkait anestesi
tentang pre anetesi. tentang, di bagian dan pre anestesi, agar
mana anestesi itu tidak terjadi kecemasan
di suntikkan,dan dan tidak terjadi
siapa saja yang peningkatan tekanan
berperan dalam hemodinamik.
pemberian
anestesi.
2 Kurangnya Manajemen Setelah sampai Petugas Ruangan juga
komunikasi ASN IBS perawat memberikan informasi
Petugas anestesi ruangan yang jelas terkait pre
dalam serah terima menghubungi anetesi dan perawat
pasien kepada perawat ok dan ruangan mampu
perawat ruangan kembali ke memahami rencana
ruangan tidak ada tindak lanjut pasien
komunikasi
tentang rencana
tindak lanjut
pasien pre
operasi.
3 Kurang optimalnya Pelayanan Pelayanan Penata anestesi
persiapan pasien publik terhadap pasien memberikan persiapan
pre anestesi di kurang maksimal dan monitoring pasien
ruang pre operasi dan terjadi pre anestesi agar tidak
dan anestesi kecemasan terjadi komplikasi atau
tekanan darah kegawatdaruratan
meningkat.
4 Belum optimalnya Manajemen Masih terdapat Dokumentasi laporan
pendokumentasian ASN beberapa laporan anestesi pada rekam
laporan anestesi anestesi yang medis dapat terlengkapi
sebelum dioperkan kosong karena sehingga setiap
kepada perawat belum ditulis tindakan dapat
ruangan secara lengkap dipertanggung
jawabkan.

C. Perumusan dan Penetapan Isu


Isu merupakan suatu kejadian yang dianggap penting atau dapat menarik
perhatian orang banyak, sehingga menjadi layak untuk didiskusikan.

4
Untuk menetapkan isu yang sudah diidentifikasi, penulis menggunakan
alat analisa yaitu USG (Urgency, Seriousness, dan Growth).
a. Urgency atau urgensi yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis dan ditindaklanjuti.
b. Seriousness atau tingkat keseriusan dari masalah yaitu seberapa serius
suatu isu harus dibahas, dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan.
c. Growth atau tingkat perkembangan masalah yaitu seberapa besar
kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.
Penilaian dilakukan dengan menggunakan Skala Likert dengan
memberikan penilaian 1-5.

Tabel 1.2 Analisis Isu Berdasarkan Kriteria USG


Kriteria
No Isu Keterangan Peringkat
U S G
1. Kurangnya optimalnya 4 5 5 14 1
pengetahuan pasien
tentang pre anetesi.
2. Kurangnya 3 4 4 11 3
komunikasi
Petugas anestesi
dalam serah terima
pasien kepada perawat
ruangan
3. Kurang optimalnya 4 5 4 13 2
persiapan pasien pre
anestesi di ruang pre
operasi dan anestesi
4. Belum optimalnya 3 3 4 10 4
pendokumentasian
laporan anestesi
sebelum dioperkan
kepada perawat
ruangan

Berdasarkan hasil analisis isu yang telah dilakukan dengan menggunakan


teori USG, maka isu yang dipilih adalah “Kurangnya optimalnya
pengetahuan pasien tentang pre anetesi” merupakan isu yang terkait
dengan mata pelatihan pelayanan publik.

5
BAB II
DESKRIPSI LOKUS

A. Deskripsi Umum
1. Gambaran Umum Instansi
Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi adalah Rumah Sakit
milik Provinsi Sumatera Barat. Rumah Sakit ini merupakan Rumah Sakit
tipe B dan menjadi Rumah Sakit Rujukan untuk wilayah Sumatera Barat
bagian Utara. Secara administrasi, bangunan utama yang difungsikan
sebagai pelayanan medis berada di Jl A Rivai, Kelurahan Kayu Kubu
Bukit Apit Puhun dan Gedung VIP rawat inap berada di Jl. Merapi,
Kelurhan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangan Koto Selayan.

Gambar 1.1 RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi awalnya merupakan


Rumah Sakit Militer Belanda yang didirikan tahun 1908. Pada waktu
penjajahan Jepang, Rumah Sakit ini diambil alih oleh Jepang dan
digunakan sebagai Rumah Sakit Militer Jepang. Sejak perang
kemerdekaan RI sampai tahun 1952 dijadikan Rumah Sakit Tentara. Pada
tanggal 08 September 1952 Rumah Sakit ini diserahkan kepada Dinas
Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja Sumatera Tengah, yang kemudian

6
menjadi milik Pemerinta Daerah Sumatera Barat. Tahun 1979, ditetapkan
sebagai Rumah Sakit Umum Bukittinggi Kelas C dengan kapasitas 250
tempat tidur.
Berdasarkan SK Menkes RI, tanggal 13 Oktober 1981 Rumah
Sakit Umum Bukittinggi resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit
Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Surat keputusannya
langsung diberikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat itu
yaitu Bapak Dr. Suwarjono Suryaningrat. Nama tersebut dipakai karena
Bapak Prof. Dr. Achmad Mochtar adalah seorang dokter yang berasal dari
Bonjol Sumatera Barat dan berjasa di tingkat Nasional, yang telah
dianugrahi tanda jasa, antara lain Satya Lencana Kebakyian Sosial tahun
1968, dan tanda kehormatan Bintang Jasa Kelas III.
Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri No. 23
tahun 1983, Menteri Kesehatan No. 273/Menkes/SKB/VII/1983 dan
Menteri Keuangan No. 335a/KMK-03/1983 ditetapan Rumah Sakit Dr.
Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Di masa
Pelita IV dan V Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar
Bukittinggi berubah secara bertahap, bangunan lama peninggalan Belanda
diubah menjadi bangunan baru dengan bantuan dana APBN, OPRS dan
Dana Pemda Tk. 1 Sumatera Barat. Sejak 30 November 1987 Rumah Sakit
Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi resmi menjadi Rumah
Sakit kelas B dengan 320 tempat tidur berdasarkan Kepmenkes RI No.
41/Menkes/SK/I/1987. Selanjutnya dengan persetujuan Menteri Dalam
Negeri Nomor : 061/2688/SJ tanggal 9 September 1997 dan Perda No. 7
tahun 1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Achmad Mochtar Bukitttinggi ditetapkan sebagai Rumah Sakit kelas B
Pendidikan. Berdasarkan Perda Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Barat
nomor 4 tahun 1997 ditetapkan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad
Mochtar Bukittinggi sebagai Unit Swadana Daerah. Dampak dari gempa
tahun 2006 dan 2009 menyebabkan banyak ruangan yang mengalami
retak-retak. Disamping itu adanya pengalihan fungsi beberapa ruangan

7
rawat dan untuk menyesuaikan dengan standar maka terjadi pengurangan
jumlah tempat tidur dari 320 menjadi 299 tempat tidur.
2. Sumber Daya
Untuk mendukung semua kegiatan dalam memberikan pelayanan
kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar
Bukittinggi per 31 Desember 2018 memiliki pegawai sebanyak 878
orang dengan rincian yang dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Tenaga Kerja RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
STATUS
NO PENUGASAN NON TOTAL
PNS
PNS
A TENAGA DOKTER
1 Spesialis Anak 4 4
2 Spesialis Penyakit Dalam 5 5
3 Spesialis Bedah 7 7
4 Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan 6 6
5 Spesialis Mata 2 2
6 Spesialis Radiologi 1 1
7 Spesialis Anatesi 2 2
8 Spesialis Laboratorium 2 2
9 Spesialis THT 2 2
10 Spesialis Paru 1 1
11 Spesialis Syaraf 2 2
12 Spesialis Kulit dan Kelamin 1 1
13 Spesialis Rehab Medik 1 1
14 Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 1 2 3
15 Spesialis Forensik 1 1
16 Spesialis Jiwa 1 1
17 Dokter Gigi Umum 3 1 4
18 Dokter Umum 22 9 31
19 Psikologi Klinis 1 1
B TENAGA PERAWAT, BIDAN DAN ANESTESI
1 Perawat 225 90 315
2 Perawat Gigi 11 11
3 Anestesi 6 12 18
4 Bidan 33 2 35

C TENAGA PENUNJANG

8
1 Laboratorium 20 16 36
2 Farmasi 43 20 63
3 Gizi 14 7 21
4 Radiografer 7 10 17
5 Fisiteraphist 7 1 8
6 Instalasi Pemeliharaan Sarana 6 6 12
7 Sanitarian 4 1 5
8 Rekam Medis 8 26 34
D TENAGA FUNGSIONAL LAINNYA
1 Auditor 1 1
2 Penata Komputer 1 1 2
3 Pengadaan Barang dan Jasa 2 2
E STRUKTURAL 28 26
F ADMINISTRASI 145 67 212
JUMLAH 619 259 878

3. Visi dan Misi


Visi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
adalah Terwujudnya RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi sebagai
Rumah Sakit Rujukan Terdepan, Berdaya Saing dan Bermartabat
Tahun 2021. Demi tercapainya visi tersebut, tedapat beberapa misi
yang akan dilakukan diantaranya :
a. Meningkatnya pelayanan rujukan yang bermutu dan paripurna bagi
seluruh lapisan masyarakat
b. Meningkatkan kemandirian Rumah Sakit dalam pengelolaan
pelayanan kesehatan, administrasi dan manajemen.
Budaya kerja Rumah Sakit dapat dilaksanakan dengan memegang
nilai-nilai dasar sebagai acuan bagi Rumah Sakit Umum Daerah Dr.
Achmad Mochtar Bukittinggi dalam berprilaku yang menunjang
tercapainya visi dan misi. Nilai dasar tersebut, nantinya diharapkan
dapat menjadi budaya organisasi di Rumah Sakit Umum Daerah
Achmad Mochtar Bukittinggi. Nilai dasar tersebut adalah TERBAIK
dengan makna Tulus, Empati, Responsibilitas, Bijak, Adil, Integritas,
dan Kebersamaan.

9
4. Tugas Pokok dan Fungsi
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
mempunyai tugas “ Melaksanakan upaya kesehatan secara
berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta
melaksanakan upaya rujukan. Untuk menyelenggarakan tugas
sebagaimana dimaksud di atas Rumah Sakit Umum Daerah Dr.
Achmad Mochtar Bukittinggi mempunyai fungsi :
1. Penyelenggaraan Pelayanan Medis
2. Penyelenggaraan Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik
3. Penyelenggaraan Pelayanan Asuhan Keperawatan
4. Penyelenggaraan Pelayanan Rujukan
5. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
6. Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan
7. Penyelenggaraan Administrasi Umum dan Keuangan
5. Jenis Pelayanan
Jenis pelayanan yang diberikan oleh RSUD Dr. Achmad Mochtar
terdiri dari:
1) Instalasi Gawat Darurat 24 Jam
2) Instalasi Rawat Jalan, terdiri dari:
a) Poliklinik Bedah
b) Poliklinik Penyakit Dalam
c) Poliklinik THT
d) Poliklinik Neurologi
e) Poliklinik Paru
f) Poliklinik Gigi & Mulut
g) Poliklinik Jiwa
h) Poliklinik Kulit & Kelamin
i) Poliklinik Anak
j) Poliklinik Fisioterapi

10
k) Poliklinik Mata
l) Poliklinik Gynekologi dan Obstetri
m)Poliklinik Onkologi
n) Poliklinik Jantung
o) Poliklinik Unit DOTS TB MDR
p) Poliklinik Serunai
q) Poliklinik Bayi
r) Poliklinik Keluarga Berencana (KB)
s) Poliklinik Gizi
t) Poliklinik Psikologi
u) IPWL
v) Poliklinik MPK
w) Poliklinik Akupuntur
3) Instalasi Rawat Inap Bedah
a) Kebidanan
b) Bedah
c) Mata
d) THT
4) Instalasi Rawat Inap Non Bedah
a) Penyakit Dalam
b) Paru-Paru
c) Jantung
d) Neurologi
5) Instalasi Rawat Inap Ibu dan Anak
a) Anak
b) Bayi/ Perinatologi
c) Rawat Gabung
6) Instalasi Hemodialisa
7) Instalasi Rawat Intensif (ICU/ICCU)
8) Instalasi Bedah Sentral
9) Instalasi Anestesi

11
10) Instalasi Pemulasaran Jenazah
11) Instalasi Penunjang dan Umum
a) Instalasi Farmasi
b) Instalasi Radiologi
c) Instalasi Rehabilitasi Medik
d) Instalasi Laboratorium Klinik
e) Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi
f) Instalasi Pemelihara Sarana Rumah Sakit
g) Instalasi CSSD (Sterilisasi Sentral)
h) Instalasi Gizi
i) Instalasi Penyehatan Lingkungan
j) Instalasi Loundry
12) Bank Darah
6. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad
Mochtar Bukitinggi ditunjukkan pada Gambar 2.2

Gambar 2.2 Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah


Dr. Achmad Mochtar Bukitinggi

12
B. Deskripsi Khusus
1. Program dan Kegiatan Saat Ini
Penata anestesi merupakan salah satu dari jenis tenaga kesehatan yang
memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan berupa
asuhan kepenataan anestesi sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Menurut Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Jabatan
Fungsional Penata Anestesi BAB V Bagian kesatu Uraian Tugas Kegiatan
Jabatan Fungsional Penata Anestesi ahli pertama sesuai jenjang jabatannya
sebagai berikut:
1. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam praanestesi meliputi:
a. melakukan penyusunan rencana kerja harian
b. melakukan penyusunan rencana kerja bulanan
c. melakukan penyusunan rencana kerja tahunan
d. melakukan penyusunan rencana kebutuhan alat anestesi, obat dan
bahan anestesi habis pakai harian
e. melakukan penyusunan daftar permintaan kebutuhan alat, obat dan
bahan anestesi habis pakai bulanan
f. melakukan penyusunan daftar permintaan kebutuhan alat, obat dan
bahan anestesi habis pakai tahunan
g. melakukan kajian penatalaksanaan pra anestesi
h. melakukan pendokumentasian hasil anamnesis/pengkajian
i. melakukan evaluasi pasca pemberian obat pre medikasi
j. melakukan pendokumentasian sebelum masuk ke ruang operasi
k. melakukan oksigenasi pra anestesi
l. melakukan komunikasi efektif kepada pasien tentang tindakan
anestesi yang akan dilakukan (jika pasien sadar); dan
m. melakukan pendokumentasian semua tindakan yang dilakukan dalam
pelayanan anestesi

13
2. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam intraanestesi meliputi:
a. Melakukan tindakan intubasi
b. Melakukan pelayanan terapi inhalasi
c. Melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
d. Melakukan pencatatan dan pelaporan selama proses anestesi
e. Melakukan dan pencatatan pelaporan selama tindakan anestesi
f. Melakukan tindakan anestesi sesuai dengan instruksi dokter
anestesiologi
g. Melakukan pendampingan dokter dalam pemasangan alat monitoring
invasif, dan
h. Melakukan pemasangan alat ventilasi mekanik
3. Pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalam pasca anestesi meliputi:
a. melakukan pendokumentasian pemakaian obat-obatan dan alat
kesehatan yang dipakai
b. melakukan tindakan asuhan pelayanan manajemen nyeri sesuai
dengan instruksi dokter spesialis anestesi
c. menemukan teknologi tepat guna dalam bidang anestesi;
d. melakukan penyuluhan tentang pelayana anestesi; dan
e. melaksanakan Pelayanan Kesehatan Terpadu
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 18
Tahun 2016 pasal 10 tantang Penyelenggaraan Praktik Keprofesian Penata
Anestesi bahwa penata anestesi dalam menjalankan keprofesiannya
berwenang untuk melakukan pelayanan asuhan kepenataan anestesi pra
anestesi, intra anestesi, dan pasca anestesi. Kemudian sesuai pasal 12
menjelaskan bahwa wewenang penata anestesi dapat melaksanakan pelayanan
dibawah pengawasan atas limpahan wewenang secara mandat dari dokter
spesialis anestesiologi .
Disamping itu kegiatan yang akan dilakukan selama aktualisasi adalah :
1. Melaksanakan kegiatan edukasi dengan leaflet dapat meningkatkan
pengetahuan pasien pre anestesi. (inovasi)

14
2. Melakukan pendidikan kesehatan pasien tentang pre anestesi dengan
leaflet
3. Mengecek kelengkapan dokumentasi laporan anestesi(Perintah atasan)
4. Melaksanakan serah terima pasien .
5. Menyusun jadwal harian untuk petugas yang menjadi penanggung jawab
ruang pre operasi dan anestesi.

2. Role Model
Keberadaan role model dalam kehidupan kita sangat penting sekali,
selain sebagai motivator, role model juga bisa dijadikan sebagai mentor.
Role model adalah seseorang yang lebih sukses dari kita dan nantinya akan
kita jadikan sebagai panutan kita. Penulis menetapkan Role Model pada
Kepala Bidang Keperawatan yaitu Bapak Yulnofaldi, S.Kep, MPH yang
juga selaku mentor saat ini. Dalam melaksanakan tugasnya beliau
menerapkan nilai-nilai ANEKA antara lain beliau dapat memberikan
teladan dan contoh yang baik dari segi personalnya maupun kinerja
sebagai pimpinan, beliau selalu memberikan bimbingan dan arahan, serta
motivasi dalam kegiatan yang dilakukan. Dalam berkomunikasi dengan
staf pegawai di Bidang Keperawatan, beliau dikenal ramah dan
mengayomi serta bersahabat.

15
BAB III
RENCANA KEGIATAN, TAHAPAN KEGIATAN
DAN OUTPUT YANG DIHARAPKAN

Unit Kerja : Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar


Bukittinggi
Identifikasi Isu : 1. Kurangnya optimalnya pengetahuan pasien
tentang pre anetesi.
2. Kurangnya komunikasi petugas anestesi dalam
serah terima pasien kepada perawat ruangan.
3. Kurang optimalnya persiapan pasien pre
anestesi di ruang pre operasi dan anestesi.
4. Belum optimalnya pendokumentasian laporan
anestesi sebelum dioperkan kepada perawat
ruangan.
Isu Yang Diangkat : Kurang optimalnya pengetahuan pasien tentang
pre anestesi.
Gagasan Pemecahan Isu : Meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga
tentang pre anestesi di Instalasi Bedah Sentral
Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi.

16
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Penguatan
Keterkaitan Substansi Kontribusi terhadap
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Hasil/output Nilai -Nilai
Mata Pelatihan Visi dan Misi Organisasi
Organisasi

Kontribusi kegiatan ini Dalam pelaksanaan


adalah sebagai perwujudan kegiatan ini, maka
visi dan misi RS Dr. nilai-nilai
Achmad Mochtar organisasi yaitu:
Hasil : Tercapainya
Bukittinggi yaitu : Ikhlas, amanah,
kerjasama yang baik
ramah tamah.
Koordinasi dengan untuk perencanaan Visi :
mentor untuk pelaksanaan kegiatan
menyampaikan gagasan “Terwujudnya RSUD Dr.
1. Achmad Mochtar
dan meminta saran
terkait rancangan Bukittinggi sebagai
kegiatan. Rumah Sakit Rujukan
Saya akan disiplin
Output : Terdepan, Berdaya Saing
menemui mentor sesuai
1. Mengatur jadwal dan Bermartabat Tahun
dengan waktu yang telah
pertemuan dengan - Screenshoot 2021”
disepakati.
mentor Whatsapp
Misi :
(Anti Korupsi)

17
“ Meningkatnya pelayanan
rujukan yang bermutu dan
Saya melakukan konsultasi paripurna bagi seluruh
2. Melakukan tentang pembuatan leaflet lapisan masyarakat “ dan
konsultasi dengan dengan sopan untuk
Output: “Meningkatkan
mentor tentang mendapat persetujuan dan
- Foto kemandirian Rumah Sakit
kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam pengelolaan
rancangan pembuatan kegiatan. pelayanan kesehatan,
leaflet.
(Etika Publik) administrasi dan
manajemen.”

Saya membuat leaflet


dengan tanggung jawab
dan mandiri, sehingga
Output : tersedianya media untuk
3. Membuat leaflet pemberian edukasi.
tentang pre anestesi - Catatan hasil
diskusi (Akuntabilitas)
Responsibility
(Anti Korupsi)
Kemandirian
Setelah membuat leaflet,
saya memberikan edukasi
dengan sepenuh hati
4. Melaksanakan edukasi - Foto
tentang tindakan yang
pre anestesi dengan
- Leaflet dilakukan sebelum anestesi
leaflet.
seperti persiapan apa saja
yang dilakukan sebelum ke
ruang operasi atau ke

18
rumah sakit.

(Komitmen Mutu)

Sepenuh hati

Hasil : Tersedianya Dalam


materi tentang pre pelaksanaan
2.
anestesi pasien pre kegiatan ini,
operasi dan anstesi. maka nilai-nilai
Saya akan tanggung jawab organisasi yaitu:
1. Menyusun rancangan Output :
dalam mencantumkan Ikhlas dan
pembuatan leaflet. - Foto sumber referensi. ramah tamah
- Sumber Referensi (Akuntabilitas) dan kejujuran
Terkait dengan kegiatan
2. Berkonsultasi dengan yang dilakukan saya akan
mentor Output : bermusyawarah bersama
Melakukan pendidikan
kesehatan pasien - Foto mentor dengan
tentang pre anestesi 3. Menyempurnakan hasil - Catatan hasil menggunakan bahasa
dengan leaflet. rancangan leaflet konsultasi Indonesia yang baik dan
benar.
(Nasionalisme)
Saya melaksanakan
kegiatan pendidikan
kesehatan dengan rasa
4. Melaksanakan edukasi Output :
tanggung jawab, sehingga
pre anestesi dengan
- Foto dapat membuat pasien
leaflet.
mengerti tentang apa itu pre
- Leaflet anestesi .
(Akuntabilitas)
Tanggung jawab

19
Hasil : Terlaksananya Dalam pelaksanaan
Mengecek kelengkapan pengecekan laporan kegiatan ini, maka
dokumentasi laporan pre anestesi agar nilai-nilai
anestesi. setiap tindakan dapat organisasi yaitu:
dipertanggung Ikhlas, amanah,
3. jawabkan. semangat
(Perintah atasan)
kebersamaan,
keterbukaan.

Saya melakukan konsultasi


1. Saya melakukan dengan sopan bersama
konsultasi dengan dokter anestesi untuk
dokter anestesi tentang mendapat persetujuan dan
Output :
pengecekan melaksankan kegiatan
kelengkapan - Foto pengecekan kelengkapan
dokumentasi laporan dokumentasi laporan
anestesi. anestesi.

(Etika Publik)
Saya melaksanakan
pengecekan dokumentasi
2.Mengecek kelengkapan secara jelas dan teliti
dokumentasi laporan Output : sehingga penulisan
anestesi dokumentasi yang belum
- Foto lengkap bisa dilengkapi.

(Akuntabilitas)
Kejelasan

18

20
3.Melakukan serah terima Saya menerima
dokumentasi /laporan dokumentasi laporan
anestesi yang sudah Output :
anestesi dengan jelas dan
lengkap kepada perawat - Foto penuh tanggung jawab.
ruangan di ruang pre - Video
operasi dan anestesi. (Akuntabilitas)
Tanggung jawab
Hasil : Terlaksananya Dalam pelaksanaan
serah terima pasien kegiatan ini, maka
dapat tercipta nilai-nilai
komunikasi baik organisasi yaitu:
Melaksanakan serah antara penata anestesi Ikhlas, amanah,
4. dan perawat ruangan keterbukaan.
terima pasien .
pasien dan keluarga
pasien.

Saya berkonsultasi dengan


dokter anestesi dengan
hormat agar saya
1. Berkonsultasi dengan mendapat persetujuan
dokter anestesi agar Output : terlaksananya serah terima
mendapat persetujuan pasien.
- Foto
terlaksananya serah
terima pasien (Etika Publik)

Menghormati

21
Saya melaksanakan serah
terima pasien dari peerawat
2. Melaksanakan serah ruangan menuju ruang pre
terima pasien dari Output : operasi dan anestesi dengan
perawat ruangan rasa sepenuh hati dan
- Foto
menuju ruang pre menjadikan perbaikan
operasi dan anestesi. yang berkelanjutan

(Komitmen Mutu)
Sepenuh Hati
Hasil : Tersusunnya Dalam pelaksanaan
Menyusun jadwal jadwal petugas harian kegiatan ini, maka
harian untuk petugas RR untuk nilai-nilai
yang menjadi pengoptimalan pre organisasi yaitu:
5. operasi anestesi dapat Ikhlas, jujur,
penanggung jawab
ruang pre operasi dan efektif. amanah, ramah
anestesi. tamah.

Saya menyusun rancangan


jadwal harian dengan jujur
dan adil, sehingga
pembagian tugas bisa
1. Menyusun jadwal Output : merata.
harian di RR - Foto
(Anti Korupsi)
- Jadwal Piket
Kejujuran
(Nasionalisme)
Sila ke 5
Keadilan

21

22
2.Menyempurnakan
Saya akan menyusun
jadwal pembagian piket
laporan kegiatan kepada
dan siap menerima jika Output :
mentor dengan tanggung
mendapat tanggung - Foto
jawab.
jawab di ruang pre
operasi dan anestesi.
(Akuntabilitas)
Saya meminta tanda tangan
3. Meminta tandatangan Output : kepala anetsesi dengan
persetujuan kepada - Foto sopan.
Kepala anestesi. - Jadwal Piket
(Etika Publik)

23
DAFTAR PUSTAKA

Mangku, G dan Senapathi, T. (2010). Buku Ajar Ilmu Anestesia Dan Reanimasi.

Jakarta : PT Indeks.

Notoatmodjo. (2007) Kesehatan masyarakat ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta

Peraturan Menteri Kesehatan No. 147 Tahun 2010 tentang Perizinan Rumah

Sakit.

Permen PAN RB Nomor 11 Tahun 2017. Tentang Jabatan Fungsional Penata


Anestesi. Jakarta: MenPAN RB.
Permenkes RI Nomor 18 Tahun 2016. Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Penata Anestesi. Jakarta : Permenkes RI.
Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

24