Anda di halaman 1dari 47

Konsil Tenaga Kesehatan

Indonesia (KTKI)

KEPALA BAGIAN REGISTRASI, STANDARDISASI, DAN KEPROFESIAN TENAGA KESEHATAN


SEKRETARIAT KONSIL TENAGA KESEHATAN INDONESIA (KTKI)

Jakarta , 13 Februari 2019


1. LATAR BELAKANG
Kondisi Saat Ini
Permasalahan:

1. Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dilaksanakan di


Propinsi sehingga belum ada data ;
Divisi :
• Sertifikasi dan 2. Tugas pembinaan pengawasan belum optimal sehingga belum
Registrasi memberikan perlindungan kepada nakes;
KFN • Pendidikan dan
(Apoteker) Pelatihan 3. MTKI dibantu oleh MTKP (Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi) →
berkelanjutan (ex officio dan merupakan tugas tambahan);
• Pembinaan dan
Pengawasan 4. Diketemukannya STR Palsu yang beredar dimasyarakat dan
bahkan telah ditawarkan melalui media sosial secara terbuka.;

5. Sistem administrasi dan sistem informasi yang belum terintegrasi


→ masih diketemukan adanya STR ganda;
MTKI
(Nakes Divisi : 6. Belum optimal cleansing database sehingga terjadi overlap
• Registrasi database;
selain
• Uji Kompetensi
Apoteker) : • Pembinaan 8. Standar waktu penerbitan STR belum optimal .
26 jenis Profesi
nakes
Peraturan Perundangan Terkait KTKI
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga
Kesehatan

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan

Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan


Kefarmasian

Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2017 Tentang Konsil Tenaga


Kesehatan Indonesia (KTKI)

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2018 tentang


Organisasi Dan Tata Kerja Sekretariat Konsil Tenaga Kesehatan
Indonesia
UU No. 36 / 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
Pasal 34
• Untuk meningkatkan mutu Praktik Tenaga Kesehatan serta untuk
memberikan pelindungan dan kepastian hukum kepada Tenaga Kesehatan
dan masyarakat, dibentuk Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI).

• Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas
konsil masing-masing Tenaga Kesehatan.

Pasal 44

• (1) Setiap Tenaga Kesehatan yang menjalankan praktik wajib memiliki STR.

• (2) STR sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) diberikan oleh konsil masing-masing Tenaga
Kesehatan setelah memenuhi persyaratan.
DENGAN ADANYA KTKI DIHARAPKAN

1. Pemerintah akan memiliki data yang pasti mengenai jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan di
seluruh Indonesia dengan adanya kewajiban pelaksanaan registrasi bagi seluruh tenaga kesehatan;
→ data jumlah STR

2. Pengelolaan registrasi lebih mudah dan terkendali serta cepat sehingga pelayanan publik kepada
tenaga kesehatan akan meningkat; → pengelolaan STR oleh masing-masing konsil

3. Peningkatan mutu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,
dikarenakan fokus KTKI terhadap kompetensi tenaga kesehatan; → Tugas penyusunan standar
praktik dan standar kompetensi Nakes

4. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan mutu tenaga kesehatan akan lebih dapat menjangkau
tenaga kesehatan yang tersebar sampai ke pelosok nusantara. → tugas penegakkan disiplin praktik
nakes

5. Pengendalian thd jumlah institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan → Tugas penyusunan Standar
Nasional Pendidikan Nakes
2. KONSIL TENAGA KESEHATAN
INDONESIA ( KTKI )
Peraturan Presiden Nomor 90 tahun 2017 tentang Konsil Tenaga Kesehataan
(diundangkan pada tanggal 15 September 2017)

Lembaga Nonstruktural dan berkedudukan di


ibu kota negara Republik Indonesia
(Pasal 2 ayat (1)

Lembaga yang melaksanakan tugas


Bertanggung Jawab kepada secara independen yang terdiri atas
Presiden melalui Menteri
(Pasal 2 ayat(2)
KTKI konsil masing-masing Tebaga
Kesehatan
(Pasal 1 angka 1)

FUNGSI:
sebagai koordinator konsil masing-masing tenaga kesehatan.
TUGAS:
a. memfasilitasi dukungan pelaksanaan tugas konsil masing-masing tenaga kesehatan;
b. melakukan evaluasi tugas konsil masing-masing tenaga kesehatan; dan
c. membina dan mengawasi konsil masing-masing tenaga kesehatan.
(Pasal 3 ayat 1 dan 2)
Susunan Organisasi KTKI
(Pasal 4 Perpres 90/2017)

KTKI
Sekretariat

Konsil Konsil Konsil Gabungan Tenaga


Keperawatan Kefarmasian Kesehatan ( 33 Jenis Nakes)

Dalam hal diperlukan, Menteri dapat membentuk


konsil tersendiri di lingkungan KTKI bagi jenis
Tenaga Kesehatan tertentu yang tergabung dalam
Konsil Gabungan Tenaga Kesehatan .
(Pasal 7 Perpres 90/2017)
Susunan Organisasi KTKI
(Pasal 4 Perpres 90/2017)

• Ketua dan wakil ketua Konsil KTKI


Secara ex officio menjabat sebagai
anggota KTKI
Sekretariat
• Ketua dan Wakil Ketua dipilih dalam
Rapat Pleno

Konsil Keperawatan Konsil Kefarmasian Konsil Gabungan

Divisi Divisi Divisi


Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi Divisi
Standardisas Standardisas Standardisas
Registrasi Keprofesian Registrasi Keprofesian Registrasi Keprofesian
i i i

anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota anggota


USULAN REVISI KTKI
SEKRETARIAT

Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil Konsil


Psikologi Konsil Konsil Kesling Konsil Konsil Teknik
Keperawatan Kebidanan Konsil Gizi Kesehatan Keterapian Keteknisian
Klinis Kesmas Kefarmasian Biomedik
Tradisional Fisik Medis

No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN


No. KELOMPOK TENAGA KESEHATAN JENIS TENAGA KESEHATAN
17 Fisioterapis
I PSIKOLOGI KLINIS 1 Psikologi Klinis 18 Okupasi Terapis
II PERAWAT 2 Perawat VIII TENAGA KETERAPIAN FISIK
19 Terapis Wicara
III BIDAN 3 Bidan 20 Akupuntur
4 Apoteker 21 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
IV KEFARMASIAN
5 Tenaga Teknis Kefarmasian
22 Teknik Kardiovaskuler
6 Epidemiolog Kesehatan
23 Teknisi Pelayanan Darah
7 Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku IX TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 24 Refraksionis Optisien/Optometris

8 Pembimbing Kesehatan Kerja 25 Teknisi Gigi


26 Penata Anastesi
V TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT 9 Tenaga Administrasi dan Kebijakan Kesehatan 27 Terapis gigi dan mulut
28 Audiologis
10 Tenaga Biostatistik dan Kependudukan 29 Radiografer
30 Elektromedis
11 Tenaga Kesehatan Reproduksi dan Keluarga 31 Ahli Teknologi Laboratorium Medik
X TENAGA TEKNIS BIOMEDIS
12 Tenaga Sanitasi Lingkungan 32 Fisikawan Medik
VI TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 13 Entomolog Kesehatan 33 Radioterapis
14 Mikrobiolog Kesehatan 34 Ortotik Prostetik
15 Nutrisionis 35 Tenaga Kesehatan Tradisional Ramuan
VII TENAGA GIZI TENAGA KESEHATAN
16 Dietisien XI
TRADISIONAL
36 Tenaga Kesehatan Tradisional Keterampilan
Unsur Konsil Masing-masing Tenaga Kesehatan

1. Perwakilan Kementrian Kesehatan


2. Perwakilan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi
3. Organisasi Profesi
4. Kolegium
5. Asosiasi Institusi Pendidikan Kesehatan
6. Asosiasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan
7. Tokoh Masyarakat
Dalam melaksanakan fungsi, tugas, dan wewenang
KTKI dibantu oleh sekretariat
(Pasal 13 Perpres 90/2017)

Sekretariat berkedudukan di unit kerja di kementerian yang


menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Ketentuan lebih lanjut mengenai organisasi dan tata kerja sekretariat diatur dengan
Peraturan Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.
Perubahan dalam pelaksanaan Dukungan Tekhnis
dan Administrasi bagi KTKI (MTKI & KFN)

Permenkes
889/2011
UU Nakes
• Sekretariat : 36/2014
KFN Setditjen
Farmaalkes
Sekretariat KTKI
Penerbitan Permenkes KTKI (Permenkes
STR 46/2013 (Perpres 90/2017 29/2018)

• Sekretariat:
MTKI Puskat Anggota KFN dan
Mutu SDMK MTKI tetap
melaksanakan
tugasnya sampai
dengan diangkatnya
≠ tusi bidang anggota konsil
standarisasi dan masing-masing
sertifikasi Tenaga Permenkes 30/2018 tenaga kesehatan.
Kesehatan Pasal 45 ayat 2
PERUBAHAN FASILITASI REGISTRASI,
STANDARISASI & KEPROFESIAN NAKES

Permenkes 64 Thn 2015 ttg


Permenkes 29 Thn 2018 ttg Organisasi dan Tata
Organisasi dan Tata Kerja
Kerja Sekretariat KTKI
Kemenkes
• Pasal 4-9:
• Pasal 822-826: Regitrasi, Standardisasi dan Keprofesian Tenaga
Fasilitasi standardisasi, Kesehatan menjadi Tugas dan Fungsi Sekretariat
KTKI
sertifikasi dan profesi tenaga
kesehatan merupakan tugas
Permenkes 30 Thn 2018 Ttg Perubahan Atas
dan fungsi dari Bidang Fasilitasi
Permenkes Nomor 64 Tahun 2015 Ttg Organisasi
Standardisasi dan Profesi Dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan
Tenaga Kesehatan Pusat
Peningkatan Mutu SDM Kes • Tidak ada pasal mengenai Registrasi,
Standardisasi dan Keprofesian Tenaga Kesehatan
di Pusat Peningkatan Mutu SDM Kes
Fungsi KTKI: Koordinator Konsil masing-masing Tenaga Kesehatan
Konsil Konsil Konsil Lainnya
Tugas KTKI: Keperawatan Kefarmasian

Wewenang KTKI:

Sekretariat KTKI:
Fungsi:
• penyusunan rencana program dan kegiatan KTKI dan Sekretariat;
• pelaksanaan dukungan registrasi Tenaga Kesehatan;
• pelaksanaan dukungan penyusunan standardisasi dan keprofesian Tenaga Kesehatan;
Sekretariat KTKI: • pelaksanaan penyusunan peraturan perundangundangan dan dukungan administrasi
Tugas: melaksanakan pemberian dukungan teknis penegakan hukum dan disiplin Tenaga Kesehatan;
dan administrasi KTKI sesuai dengan ketentuan • pengelolaan data, informasi, dan hubungan masyarakat;
peraturan perundang-undangan • pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan KTKI dan Sekretariat; dan
• pelaksanaan administrasi KTKI dan Sekretariat
KONSIL TENAGA KESEHATAN INDONESIA (KTKI)
Pasal 3 Perpres 90/2017

Fungsi Tugas Wewenang

a. Memfasilitasi dukungan
pelaksanaan tugas konsil
masing-masing tenaga Menetapkan
kesehatan;
Koordinator perencanaan
Konsil masing- b. Melakukan evaluasi tugas kegiatan untuk
masing Tenaga konsil masing-masing tenaga konsil masing-
kesehatan; dan
Kesehatan masing tenaga
c. Membina dan mengawasi kesehatan
konsil masing-masing tenaga
kesehatan

INDEPENDEN
Ketentuan lebih lanjut: dalam Peraturan Menteri
3. TUGAS KONSIL MASING-MASING
TENAGA KESEHATAN
KONSIL MASING-MASING TENAGA KESEHATAN
Pasal 8 Perpres 90/2017

Fungsi Tugas Wewenang


a. menyetujui atau menolak permohonan
a. melakukan registrasi
registrasi;
Pengaturan, penetapan
b. melakukan pembinaan Nakes
dan pembinaan Tenaga b. menerbitkan atau mencabut surat tanda
dalam menjalankan praktik :
Kesehatan dalam Pembinaan teknis praktik registrasi;
menjalankan praktik keprofesian
Tenaga c. menyelidiki dan menangani masalah
Kesehatan untuk c. menyusun Standar Nasional yang berkaitan dengan pelanggaran
meningkatkan mutu Pendidikan Tenaga Kesehatan; disiplin;
pelayanan kesehatan
sesuai dengan bidang d. menyusun standar praktik dan
d. memberikan sanksi disiplin;
tugasnya. standar kompetensi Tenaga
Kesehatan; dan
e. memberikan pertimbangan pendirian
Dalam e. menegakkan disiplin praktik atau penutupan institusi pendidikan
Bidang Teknis Nakes Tenaga Kesehatan.
Keprofesian
INDEPENDEN
Ketentuan lebih lanjut: dalam Perkonsil masing-masing
TUGAS DAN WEWENANG KONSIL MASING-MASING
TENAGA KESEHATAN
Selama Bekerja

Pelayanan Selama Pendidikan Sesudah Pendidikan Pembinaan Nakes


(Sebelum Pendidikan) Nakes Nakes (P2KB, Evaluasi
Penyusunan Kemampuan, E-
Registrasi / STR
Standar Nasional Learning);
Menyetujui /
Diknakes menolak
Penyusunan
Standar permohonan
Kompetensi Dan Memberikan registrasi; Penegakkan disiplin
Standar Praktik pertimbangan Nakes dan
pendirian / Menerbitkan / pengenaan sanksi
penutupan institusi mencabut surat
tanda registrasi
Diknakes Menyelidiki dan
menangani masalah
pelanggaran disiplin
1). Penyusunan Standar Kompetensi & Standar Praktik
Standar Kompetensi
Adalah batasan kemampuan minimal berupa pengetahuan, ketrampilan, dan
perilaku professional yang harus dikuasai dan dimiliki oleh seorang individu untuk
dapat melakukan kegiatan professional yang harus dikuasai dan dimiliki oleh
seorang individu untuk dapat melakukan kegiatan professionalnya pada
masyarakat secara mandiri yang dibuat oleh organisasi profesi bidang kesehatan
(UU tenaga kesehatan)

Standar Praktik (Standar Pelayanan Profesi)


Adalah pedoman yang diikuti oleh tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan
kesehatan
✓Bekerjasama dengan OP dan Stakeholders dlm penyusunan Standar kompetensi
dan standar praktik sesuai dengan ketentuan
✓Mengusulkan Standar Kompetensi dan Standar Praktik untuk di sahkan sesuai
ketentuan.
Standar Standar
Nasional Standar Nasional
Pendidikan Pendidikan
Pendidikan Tinggi Tenaga
Tinggi Kesehatan

Kemristek Dikti Perguruan Tinggi Konsil


3 Registrasi Tenaga Kesehatan
(Psl 21 UU 36/2014) (Psl 44 UU 36/2014) (Psl 46 UU 36/2014)

SERTIFIKASI REGISTRASI PERIZINAN


Nakes unt memiliki STR Setiap Nakes menjalankan praktik
disyaratkan memiliki ijazah dan Setiap Nakes menjalankan praktik wajib di bidang yankes wajib memiliki
SERKOM memiliki STR IZIN

Sertifikat Kompetensi → surat STR → bukti tertulis Nakes yg telah


tanda pengakuan terhadap melakukan registrasi SIP → bukti tertulis yg
Kompetensi Nakes unt dpt Registrasi →pencatatan resmi thd Nakes yg diberikan oleh pemda kab/
menjalankan praktik di seluruh tlh memiliki Serkom/ Serprof dan tlh kota kepada Nakes sebagai
mempunyai kualifikasi ttt lain serta pemberian kewenangan untuk
Indonesia sth lulus Uji
mempunyai pengakuan secara hukum unt
Kompetensi menjalankan praktik
menjalankan praktik.

PERMENKES MASING-MASING
Permenristekdikti 12/2016 PERMENKES 46/2013 OP
Data Penerbitan STR Tahun 2012 s/d 31 November 2018
No Jenis tenaga kesehatan Jumlah
1 Perawat 738,188
2 Bidan 658,510
3 Fisioterapis 17,618
4 Terapis gigi dan mulut 31,746
5 Refraksionis/Optisien 7,004
6 Terapis Wicara 2,064
7 Radiografer 19,903
8 Okupasi Terapis 1,718
9 Gizi 47,422
10 Rekam Medis 22,123
11 Teknik Gigi 2,110
12 Kesehatan Lingkungan 32,777
13 Elektromedis 7,782
14 Ahli Teknik Laboratorium Medis 66,304
15 Penata Anastesi 6,309
16 Akupuntur Terapis 962
17 Fisikawan Medis 624
18 Ortotis Prostetis 497
19 Tranfusi Darah 2,274
20 Teknik Kardiovaskular 125
21 Kesehatan Masyarakat 61,196
22 Promotor Kesehatan 106
23 Epidemiologi 32
24 Psikologi Klinis 1,681
25 Tradisional Komplementer 206
26 Audiologis 70
Total 1.767,028
1,729,351
Jumlah STR Apoteker yang diterbitkan oleh Komite Farmasi Nasional (KFN)

No Tahun Registrasi Baru Registrasi Ulang

1 2011 30.142 -

2 2012 8.883 -

3 2013 5.647 -

4 2014 5.528 -

5 2015 5.537 2.567


6 2016 6.136 16.097
7 2017 6.525 7.276
8 Jan-Juni 2018 2.790 2.762
Jumlah Total 71.188
REGISTRASI

Pelaksanaan Teknis
Administrasi Pengelolaan STR
Pengelolaan STR

MTKI dan KFN Konsil masing-masing


Nakes Sekretariat KTKI

Perpres No. 90 Pasal 45 Ayat 2 Perpres No. 90 Pasal 8 Ayat 3 Perpres No. 90 Pasal 8 Ayat 4
Anggota KFN dan MTKI tetap Konsil masing-masing Nakes Registrasi secara fungsional
melaksanakan tugasnya sampai bertugas melaksanakan dilakukan oleh Konsil masing-masing
dengan diangkatnya anggota registrasi Nakes sesuai bidang Nakes dan secara Administratif
Konsil masing-masing Nakes tugasnya dikelola oleh sekretariat
PENGELOLA STR
PERUBAHAN DAN PENGELOLAAN STR NAKES

Permenkes Nomor 46 Tahun 2013


Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan Perpres Nomor 90 Tahun
• Pasal 27 ayat (1): 2017 Tentang Konsil Tenaga
MTKI dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh
MTKP yang berkedudukan di ibukota provinsi Kesehatan Indonesia
• Pasal 29 ayat (1):
Pemerintah, Pemda, MTKI, MTKP, dan OP • Tidak ada pasal mengenai
melakukan binwas terhadap pelaksanaan Ukom,
registrasi, dan praktik/pekerjaan keprofesiannya MTKP
yang dilakukan Nakes sesuai dengan bidang
tugasnya masing-masing
• MTKP diusulkan menjadi
• Pasal 30 ayat (4) : Majelis SDM Kes di Dinkes
Permohonan STR dapat dilakukan secara kolektif Provinsi
melalui OP, institusi pendidikan dan/atau
Fasyankes dimana Nakes melakukan
pekerjaan/praktiknya kepada MTKI melalui MTKP
Jadual Tentative Sosialisasi STR Online Versi 2.0 di Daerah

No. Tanggal Provinsi No. Tanggal Provinsi

1 29 Januari 2019 Kalimantan Selatan 18 20 Maret 2019 Gorontalo


2 31 Januari 2019 Bali 19 21 Maret 2019 Nusa Tenggara Timur
3 04 Februari 2019 Jawa Barat 20 26 Maret 2019 Kalimantan Timur
4 07 Februari 2019 Jawa Timur 21 27 Maret 2019 Kalimantan Barat
5 14 Februari 2019 Dki Jakarta 22 28 Maret 2019 Sulawesi Tengah
6 19 Februari 2019 Banten 23 02 April 2019 Maluku
7 20 Februari 2019 Nusa Tenggara Barat 24 04 April 2019 Maluku Utara
8 21 Februari 2019 Jawa Tengah 25 09 April 2019 Jambi
9 26 Februari 2019 Sumatera Utara 26 10 April 2019 Kalimantan Utara
10 27 Februari 2019 Kalimantan Tengah 27 11 April 2019 Sulawesi Tenggara
11 28 Februari 2019 Di Yogyakarta 28 16 April 2019 Kepulauan Riau
12 05 Maret 2019 Lampung 29 18 April 2019 Sumatera Barat
13 06 Maret 2019 Sumatera Selatan 30 23 April 2019 Bangka Belitung
14 12 Maret 2019 Aceh 31 24 April 2019 Sulawesi Utara
15 13 Maret 2019 Sulawesi Barat 32 25 April 2019 Papua
16 14 Maret 2019 Sulawesi Selatan 33 30 April 2019 Riau
17 19 Maret 2019 Bengkulu 34 02 Mei 2019 Papua Barat
TUPOKSI MTKP MASA TRANSISI
( sampai terbentuk KTKI)
• Verifikasi berkas/usulan yang sudah masuk dalam STR online versi 1
sampai dengan tanggal 3 Januari 2019 dan usulan manual yang
pembayarannya sudah masuk sampai 21 Desember 2019
• MTKP masih melegalisir STR sampai dengan KTKI terbentuk
• Pembinaan Nakes
PERUBAHAN MEKANISME
PERMOHONAN STR
STR Online menjadi STR
Online versi 2.0
STR ONLINE STR ONLINE VER 2.0

Terkoneksi dengan
PDDikti (Data
mahasiswa)dan
SIMPONI (Data PNBP)

Verifikasi
MTKP
Alur STR Online Versi 2.0
1. Ijazah
2. Surat pernyataan sumpah profesi
3. Serkom
4. Surat Pernyataan Etika Profesi
5. Surat Sehat dari dokter ber-SIP
6. Foto latbel merah
7. KTP
1
Lulusan di Lulusan di
1
Pengisian
atas tahun Validasi MTKI
Login Validasi 2013 (cek
bawah
tahun 2013 (Delegasi kepada Anggota
dan
NIM) RPL, <D3 Pembayaran
NIK MTKI Perwakilan
Profesi) Dengan SIMPONI

Registrasi Baru Upload (kode billing)

Data
Validasi :
CPD ONLINE Kelengkapan persyaratan
Registrasi Ulang 2 Rp. 100.000,-
1.
2.
STR Lama
SIP
2
3. Surat Rekomendasi Profesi
(perpanjangan)/Ijazah (alih
Profesi dan Naik Level
4. Surat Sehat dokter ber-SIP
5. Foto latbel merah
6. KTP
7. Ijazah (untuk naik level dan alih
profesi

Approval
Pengiriman STR • Stempel Tanda Tangan STR : View data
dinkes prov 1. Ketua Divisi Registrasi
Langsung kepada Pemohon via 1. Ketua Divisi Registrasi
• ID Card 2. Ketua Divisi Pembinaan Profesi
Cetak
2. Ketua Divisi Pembinaan
Kantor Pos Kecamatan 3. Ketua Divisi Uji Kompetensi)
• Scan Profesi

• Packing
3. Ketua Divisi Uji
Kompetensi STR Produksi : Nomor
STR dan QR Code
PERUBAHAN PERAN DALAM SISTEM REGISTRASI
MANUAL/STR ONLINE (MTKI) STR ONLINE VER 2.0 (MTKI/SEBELUM KTKI)
1 VALIDATOR DATA
MTKP Anggota MTKI perwakilan OP
(MTKP masih memverifikasi/memvalidasi data yang sudah
masuk di sistem STR Online sampai habis, cut off pemohon
31 Desember 2018)
2 APPROVAL DATA
Langsung cetak Ketua Divisi Registrasi MTKI
(Delegasi kepada para Kadiv MTKI)
3 REGISTRAR/PENANDA TANGAN STR
1. Ketua Divisi Registrasi MTKI 1. Ketua Divisi Registrasi MTKI
2. Ketua Divisi Pembinaan Profesi MTKI 2. Ketua Divisi Pembinaan Profesi MTKI
3. Ketua Divisi Uji Kompetensi MTKI 3. Ketua Divisi Uji Kompetensi MTKI
4 Cetak STR
Sekretariat MTKI Sekretariat KTKI
5 Kirim STR
Ke MTKP Ke Pemohon (Kantor Pos Kecamatan)
Konsekuensi Teknis
• Menutup permohonan baru dan registrasi ulang melalui metode manual dan registrasi online lama
(mtki.kemkes.go.id)
• Perlu segera sosialisasi agar semua pemohon diarahkan pada aplikasi baru ktki.kemkes.go.id
• Peran verifikasi/validasi MTKP digantikan oleh Anggota MTKI perwakilan dari Organisasi Profesi
yang telah diangkat melalui SK Menkes
• Peran MTKP sebagai verifikator di tahun 2019 tetap dilaksanakan untuk memverifikasi
permohonana STR yang telah masuk sampai dengan 31 Desember 2018 sampai dengan data habis
(cut off belum ditentukan)
• Pembayaran PNBP hanya melalui SIMPONI (kode billing) saja, tidak lagi menggunakan rekening
penampungan
• Pemohon dengan level pendidikan dibawah DIII tidak lagi menggunakan sistem manual, pemohon
mengajukan melalui aplikasi STR Online versi 2.0
• Provinsi (Dinas Kesehatan) dapat melihat data penerbitan STR pada aplikasi STR Online versi 2.0
Data Proses Pengajuan STR Dalam Aplikasi STR Online ver 2.0
(cut of 18 Januari 2019 Pk. 18.20 WIB)
No Nama Pengajuan Validasi Validasi Diterima Pembayaran Approval Cetak Terbit
1 Perawat 2847 384 124 205 81 124 63
2 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan 10 9 8 3 0 0 0
3 Teknisi Gigi 1 0 0 0 0 0 0
4 Sanitarian 3 0 0 0 0 0 0
5 Elektromedis 15 15 14 0 0 0 0
6 Ahli Teknologi Laboratorium Medik 44 42 25 20 20 20 20
7 Penata Anestesi 2 0 0 0 0 0 0
8 Akupuntur Terapis 1 0 0 0 0 0 0
9 Fisikawan Medis 0 0 0 0 0 0 0
10 Ortotis Prostetis 1 1 1 1 1 1 1
11 Teknisi Transfusi Darah 0 0 0 0 0 0 0
12 Bidan 968 61 48 24 18 18 0
13 Teknisi Kardiovaskuler 1 1 0 0 0 0 0
14 Ahli Kesehatan Masyarakat 91 61 59 49 49 49 49
15 Promotor Kesehatan 2 1 0 0 0 0 0
16 Psikologi Klinik 8 1 1 1 1 1 1
17 Epidemiolog Kesehatan 3 0 0 0 0 0 0
18 Fisioterapi 24 16 12 7 7 7 8
19 Terapis Gigi dan Mulut 15 12 7 4 2 2 1
20 Refraksionis Optisien 6 1 1 0 0 0 0
21 Terapis Wicara 2 0 0 0 0 0 0
22 Radiografer 9 4 1 0 0 0 0
23 Okupasi Terapis 1 1 1 1 1 1 1
24 Ahli Gizi 71 29 0 0 0 0 0
25 Terapi Wicara 0 0 0 0 0 0 0
26 Kesehatan Tradisional 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 3483 554 365 234 216 216 124
VALIDATOR APLIKASI STR ONLINE Ver 2.0
No. Nama Organisasi Profesi No. Nama Organisasi Profesi

1. H. Sugiyanto, S.Pd M.App.Sc Profesi Radiografer 14. Agus Komarudin, ST, MT Profesi Elektromedis

Profesi Perekam Medis Dan Informasi 15. Atna Permana, SKM, M.Biomedik Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik
2. Elise Garmelia, SKM., M.Si
Kesehatan

3. Sunarto, SST.FT Profesi Fisioterapi 16. Dorce Tandung, S.Sos, M.Si Profesi Perawat Anestesi

4. Dra. Ratih Oemiyati, M.Pd Profesi Fisikawan Medis 17. Amirudin Supartono, S.Tr.Kes. Profesi Okupasi Terapis

Wirawan Setyaka, A.Md.RO, SKM., 18. Epi Nopiah, SPd, M.Ap Profesi Terapis Gigi Dan Mulut
5. Profesi Refraksionis Optisien
MM
19. Pramita Iriana, Skp. M.Biomed Profesi Perawat
6. Iman Wahyudi, A.Md. T.W., S.Pd Profesi Terapis Wicara

Dhanny Widhata Mahardhika, 20. Sofiawatie, S.Kep Profesi Teknisi Kardiovaskuler


7. Profesi Ortotik Prostetik
B.Sc.P&O
21. dr. Agustin Kusumayati, MSc, PhD Profesi Kesehatan Masyarakat
8. Wiwid Arif Hidayat, A.Md.Akp Profesi Akupuntur Terapis
Profesi Promotor Dan Pendidik Kesehatan
22. Dr. Dian Ayubi, SKM, MQIH
9. Yunita Kurniati Teknisi Pelayanan Darah Masyarakat
DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,
23. Profesi Psikologi Klinis
10. Meylina Djafar, MCN, MBA Profesi Ahli Gizi Psikologi

11. Dra. Wasnidar, M.Kes Profesi Bidan 24. drg. Sri Murniati Moerdowo, MM Profesi Kesehatan Tradisional Dan Komplementer

12. Rahmaniwati, AMTG, M.Kes Profesi Teknisi Gigi 25. Eka Fbriani, Amd., Aud Profesi Audiologis

26. dr. Sholah Imari, M.Sc Profesi Ahli Epidemiologi


13. Dr. Wisnu Hidayat, M.Kes Profesi Sanitarian
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
(UU No. 36/2014 ttg Nakes ps 80 – 81)

UNTUK :
1. Peningkatan Mutu
Pelayanan oleh nakes

2. Melindungi Penerima
Pelayanan dan
BINWAS masyarakat

3. Memberikan
Kepastian Hukum
bagi nakes dan
masyarakat
TUGAS PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DALAM
BINWAS NAKES

PUSAT
• Menyusun Norma, Standar, Prosedur & Kriteria
• Mengalokasikan anggaran
• Melaksanakan Sertifikasi dan registrasi Nakes

PROVINSI
• Menjadi wakil Pusat
• Menjadi pendamping bagi Kab/Kota
• Melakukan Binwas Nakes
• Mengalokasikan anggaran

KABUPATEN/KOTA
• Memberikan layanan langsung kepada masyarakat melalui perizinan /
lisensi
• Melaksanakan kebijakan program
• Mengalokasikan anggaran
4 Pembinaan Keprofesian
Menurut Permenkes 46/2013: Registrasi Nakes
Pasal 4
(1). STR berlaku sejak tanggal dikeluarkan dan berakhir pada tanggal lahir nakes
yang bersangkutan di tahun kelima.
(2). STR dapat diperpanjang setiap 5 (lima) tahun setelah memenuhi persyaratan.
(3). Persyaratan dimaksud pada ayat (2) meliputi:
a) pengabdian diri sebagai tenaga profesi atau vokasi di bidang kesehatan;
dan
b) pemenuhan kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan,
pelatihan, dan kegiatan ilmiah lainnya.
(4). Jumlah satuan kredit profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b
untuk setiap kegiatan ditetapkan oleh MTKI atas usulan dari organisasi profesi.
Syarat perpanjangan STR
(Re REGISTRASI)
1. Bekerja di bidang kesehatan dan melaksanakan kegiatan sesuai kompetensi
keprofesian tenaga kesehatan.
2. Pemenuhan kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan,
dan/atau kegiatan ilmiah lainnya.

Rekomendasi OP
BAGAIMANA
MENCAPAI PROSES
KECUKUPAN RE-REGISTRASI
SKP ???
P2KB
/CPD

Sebagai bentuk pemeliharaan dan peningkatan


kompetensi
WEWENANG KONSIL DALAM PENEGAKAN DISIPLIN NAKES

Pengaduan
Masyarakat KONSIL

KASUS Majelis (ad hoc)


PELANGGARAN terdiri dari: 4
anggota konsil (1
toma) & 1 ahli
hukum

1. PENCABUTAN
STR
2. REKOMENDASI
PENCABUTAN SIP Pelanggaran
DISERAHKAN
3. WAJIB DIKLAT DI Disiplin Pidana KE
INSTITUSI KEPOLISIAN
PENDIDIKAN KES
KEWENANGAN DALAM BINWAS
Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah
(Kemenkes)
Provinsi Kabupaten/ Kota
Pasal 5 : Pasal 6 : Pasal 7 :

Pemerintah berwenang utk Pemda provinsi berwenang Pemda Kabupaten/Kota


membina, mengawasi dan untuk membina, membina, mengawasi dan
meningkatkan mutu Nakes mengawasi, dan meningkatkan mutu Nakes
melalui kegiatan Sertifikasi meningkatkan mutu Nakes melalui pelaksanaan
Kompetensi dan melalui pembinaan dan kegiatan perizinan Nakes
pelaksanaan registrasi pengawasan pelaksanaan
kesehatan praktik Nakes

Serkom dan STR Laporan binwas SIP


pelaksanaan praktik
Call Center

•Email : helpdesk.ktki@kemkes.go.id

Anda mungkin juga menyukai