Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
m
1.2 Tujuan
m
1.3 Manfaat
m
BAB II
ISI LAPORAN

2.1 Topik Wawancara


“Homecare Perawatan Lansia : Al Qolbu Meta Duo”

2.2 Waktu dan Tempat


Kegiatan wawancara ini, dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jum’at, 4 Oktober 2019
Pukul : 16.00 WIB
Tempat : Homecare Al Qolbu Meta Duo M. Jln. Talaga Bodas No.40,
Bandung

2.3 Struktur Organisasi


Ketua Pelaksana : Ilham Faruqi
Sekertaris : Reytina N.
Bendahara : Yunita
Dokumentasi : Sopiah, Agung Hasby
Konsumsi : Widi, Tegar
Humas : Virgin Starie, Siti Nurpatimah
Pewawancara : Rossy Wahyuning H.

2.4 Laporan Hasil Wawancara


A. Profil Pewawancara
Nama : Rossy Wahyuning H.
NIM : 105171..
Kelas : 3C Keperawatan
Umur : 20 thn
Alamat : Kec. Kalijati, Subang
Status : Mahasiswa
B. Profil Narasumber
Nama : Taufik Alamsyah
Umur : 27 thn
Profesi : Perawat Homecare
Alamat : Banjaran, Soreang
Status : Belum Menikah
Pendidikan Terakhir : D3 Keperawatan (Poltekes TNI AU Ciumbuleuit,
Bandung)
Pelatihan yang diikuti : - Hiperkes
- Perawatan Luka

C. Hasil wawancara
Pada hari Jum’at, 4 Oktober 2019, pukul 16.00 WIB, kami datang
mengunjungi narasumber dari homecare yang bernama Al Qolbu Meta Duo M.
yang beralamat di Jln. Talaga Bodas No.40, Bandung. Kesan pertama kali kami
datang ke tempat ini sempat sedikit bingung untuk mencari alamat, dikarenakan
homecare ini belum memiliki plang/papan nama sehingga sedikit sulit untuk dicari.
Namun, setelah kami sampai pada tempat tujuan, kami di sambut dengan ramah,
suasana nyaman, sejuk, bersih, tertata rapi, dan tentu saja kami langsung bertemu
dengan narasumber kami yang bernama Kang Taufik. Setelah itu kami langsung
berbincang-bincang mengenai homecare yang dijalani beliau. Dengan isi
perbincannya adalah sebagai berikut :

Pewawancara : “Assalamu’alaikum, Kang”


Narasumber : “Wa’alaikum salam, silahkan masuk.”
Pewawancara : “Terimakasih kang. Izin kang, kita mahasiswa dari Poltekes TNI
AU Ciumbuleuit mendapat tugas wawancara mengenai
homecare. Dan kemarin sudah kontrak waktu bahwa pada hari ini
tanggal 4 Oktober 2019 pukul 16.00 WIB akan melakukan
wawancara mengenai homecare yang akang jalani. Apakah akang
bersedia?”
Narasumber : “Iya silahkan.”
Pewawancara : “Bisa kita mulai pembicaraannya kang?”
Narasumber : “Iya, boleh.”
Pewawancara : “Sebelumnya, nama akang siapa ya?”
Narasumber : “Taufik Alamsyah”
Pewawancara : “Kalau boleh tahu, tanggal lahir dan umur akang berapa ya?”
Narasumber : “Lahir tanggal 22 Februari 1992, umurnya 27 tahun”
Pewawancara : “Alamat rumahnya dimana kang?”
Narasumber : “Saya asalnya dari Cililin, tapi saya sekarang tinggal di Banjaran,
Soreang”
Pewawancara : “Pendidikan terakhir nya apa kang?”
Narasumber : “Pendidikan terakhir saya D3 Keperawatan Poltekes TNI AU
Ciumbuleuit, alumni tahun 2014”
Pewawancara : “Sebelumnya, apakah akang pernah mengikuti pelatihan-
pelatihan?”
Narasumber : “Saya waktu itu pernah ikut pelatihan Hiperkes pada tahun …..
dan pelatihan Perawatan luka pada tahun …”
Pewawancara : “Jenis homecare apa yang akang jalani ini?”
Narasumber : “Homecare ini termasuk jenis home stay yaitu pelayanan
caregiver yang dimaksudkan untuk merawat dan melayani pasien
di rumah”
Pewawancara : “Nama homecare nya apa kang?”
Narasumber : “Nama nya Al Qolbu Meta Duo M”
Pewawancara : “Berapa lama kang, homecare ini di dirikan?”
Narasumber : “Sebenarnya homecare ini sudah didirikan sejak 2 tahun yang
lalu pada tahun 2017. Namun, belum sepenuhnya berjalan karena
terganjal oleh legalitas. Homecare itu sendiri merupakan
pelayanan baik dari rumah sakit maupun klinik. Nah untuk saat
ini kan kita baru membentuk secara pribadi, jadi sekarang masih
mencari klinik untuk menjadi rekan kerjasama untuk melegalkan
homecare ini.”
Pewawancara : “Kalau boleh tahu, mengapa akang ingin mendirikan homecare
ini? Apakah ada alasannya?”
Narasumber : “Alasannya sih, karena saya sudah lama terjun di homecare jadi
saya tertarik untuk mendirikan homecare ini. Dan lumayan sudah
tahu juga ilmunya sedikit demi sedikit.”
Pewawancara : “Bagaimana sejarah berdirinya homecare ini kang?”
Narasumber : “Pada awalnya, saya memiliki pasien seorang pengusaha. Pasien
ini bertanya-tanya mengenai homecare mulai dari apa itu
homecare, bagaimana pelayanannya, dan sebagainya. Lalu beliau
tertarik untuk mendirikan homecare. Kebetulan saya punya
ilmunya, beliau punya dana nya. Akhirnya diberdirikanlah
homecare ini.”
Pewawancara : “Apakah ada kendala dari pendirian homecare ini kang?”
Narasumber : “Ada. Sebenarnya perawat-perawat dari homecare ini juga sudah
berjalan untuk merawat pasien. Namun, yaitu tadi salah satu
kendalanya adalah karena saya sibuk disini untuk merawat
pasien, jadi saya belum ada waktu untuk mengurus-urus legalitas
dari homecare ini.”
Pewawancara : “Sasaran utama dari homecare yang akang jalani ini siapa saja?”
Narasumber : “Kebanyakan sih pasien dari homecare ini adalah pasien lansia.
Namun sempat ada beberapa pasien yang masih muda juga.”
Pewawancara : “Jenis penyakit apa saja yang biasanya ditangani oleh homecare
ini?”
Narasumber : “Rata-rata lansia dengan penyakit stroke. Namun, selain stroke
juga pernah ada pasien dengan kelemahan fisik akibat fraktur,
dan pasien yang memiliki luka akibat diabetes”
Pewawancara : “Pelayanan homecare nya terdiri dari apa saja kang?”
Narasumber : “Untuk pelayanannya terdiri dari 2. Yaitu homestay dan home
visit. Untuk homestay itu kita stay/tinggal dan merawat langsung
di rumah pasien atau di rumah sakit. Biasanya kalau homestay itu
kita dibagi menjadi 3 shift atau 2 shift. Namun tergantung dengan
permintaan pasien. Kalau untuk home visit, kita melakukan
kunjungan ke rumah pasien untuk melakukan tindakan seperti
perawatan luka, NGT, Kateter.”
Pewawancara : “Mohon maaf sebelumnya kang, untuk harga tiap pelayanannya
berapa ya?”
Narasumber : “Harga pelayanan untuk homestay di homecare ini dipukul rata
dengan harga Rp. 500.000,- per hari. Kalau home visit itu
tergantung tindakannya, sekitar Rp. 100.000,- sampai Rp.
150.000,- per kunjungan”
Pewawancara : “Kalau boleh tahu, bagaimana cara pembagian penghasilannya
kang?”
Narasumber : “Untuk tarif homecare, terutama homestay sistemnya kita datang
terlebih dahulu ke rumah pasien, lalu dibuat kesepakatan mau
berapa lama perawatannya. Apakah perhari, perminggu, atau
perbulan. Setelah sistem perawatan dan pembiayaannya sepakat,
maka dari penghasilan tersebut dipotong sebanyak 20% buat
homecare. Sisanya untuk hak perawat.”
Pewawancara : “Apakah ada bonus yang didapatkan? Lalu seperti apa bonus itu
didapatkan?”
Narasumber : “Kalau untuk bonus sih itu diberikan secara pribadi, biasanya dari
pihak pasien langsung memberi bonus kepada perawat tersebut.”
Pewawancara : “Bagaimana cara akang memasarkan homecare ini?”
Narasumber : “Pemasarannya biasanya melalui media sosial, seperti instagram,
whatsapp, facebook, brosur, dan disebarkan melalui rekan kerja
atau kenalan. Misalnya kita punya rekan kerja di rumah sakit,
kasih brosurnya lalu ditawarkan kepada pasien yang akan
pulang.”
Pewawancara : “Nama media sosial nya apa aja ya kang?”
Narasumber : “Instagram : . Facebook : . Whatsapp : 087825913228”
Pewawancara : “Boleh kami tahu visi misi dari homecarenya kang?”
Narasumber : “….”
Pewawancara : “Apakah di homecare ini ada struktur organisasinya, kang?”
Narasumber : “Sempat dibentuk, namun karena sekarang vakum, jadi kurang
aktif. Strukturnya sih terdiri dari pendiri, ketua, sekertaris,
bendahara, penanggungjawab dari hom visit, pernanggungjawab
homestay.”
Pewawancara : “Bagaimana cara pembagian tugasnya kang?”
Narasumber : “Untuk perawatnya biasanya dibagi-bagi. Misalnya seorang
pasien membutuhkan 4 – 5 perawat, terdiri dari ketua tim dan
anggotanya dan dibagi-bagi jadwal shift nya.”
Pewawancara : “Jadwal operasional dari homecare ini bagaimana kang?”
Narasumber : “Untuk jadwal dan jam operasionalnya sih fleksibel, sesuai
dengan permintaan pasien. Dan untuk homestay sendiri,
perawatannya bisa 24 jam sampai berbulan-bulan, sesuai dengan
permintaan pasien.”
Pewawancara : “Apa yang membedakan homecare ini dengan homecare yang
lain?”
Narasumber : “Alhamdulillah, rekan-rekan perawat yang kerja disini sudah
berpengalaman bekerja di homecare sebelumnya, dan sudah
berpengalaman merawat pasien-pasien homecare. Dan Inshaa
Allah sudah professional.”
Pewawancara : “Keluhan apa saja yang sering disampaikan oleh pasien?”
Narasumber : “Kalau keluhan dari pasien, biasanya cocok-cocokan dengan
perawatnya. Misalnya untuk 1 pasien itu membutuhka 4 – 5
orang perawat, nah di 5 perawat itu menurut pendapat pasien ada
perawat yang cocok dan ada perawat yang kurang cocok dengan
selera pasiennya.”
Pewawancara : “Lalu, jika ada keluhan seperti itu, bagaimana cara akang dan
rekan akang untuk mengatasinya?”
Narasumber : “Kalau ada pasien yang mengatakan kurang cocok dengan
perawat tersebut, maka perawat tersebut akan di ganti oleh
perawat lainnya. Jadi ada yang backup. Karena prinsip kerja kita
itu freelands jadi tidak terikat.”
Pewawancara : “Pengalaman apa saja yang sudah akang dapatkan sejak menjadi
perawat homecare ini?”
Narasumber : “Pengalaman saya dari bekerja di homecare ini dapat menambah
keluarga, dan menambah kenalan. Apalagi kalau pasien yang kita
rawat itu pasien yang baik dan ramah. Pernah juga ada konsumen
yang membutuhkan orang untuk menjaga bayinya yang baru
lahir, dan menghubungi homecare ini, lalu kita beri kesempatan
pada bidan di homecare ini untuk mengerjakannya.”
Pewawancara : “Menurut akang, bedanya kerja di homecare dengan di tempat
lain apa ya?”
Narasumber : “Karena saya belum pernah coba untuk kerja di tempat lain, jadi
saya kurang tahu perbedaannya apa. Karena sejak saya lulus,
saya langsung kerja di homecare sampai sekarang. Jadi belum
pernah merasakan kerja di tempat lain. Sebenarnya rekan-rekan
ada yang ke gadar, ke rumah sakit, tapi waktu itu sempat ada
peluang ke homecare, lalu dicoba dan ternyata alhamdulillah
nyaman.”
Pewawancara : “Apa saja rencana pengembangan yang akan dilakukan untuk
homecare ini?”
Narasumber : “Rencananya sih ingin lebih mengembangkan homecarenya
dengan cara mendapatkan kerjasama dengan klinik. Agar
homecare nya bisa lebih maju lagi. Lebih gencar lagi untuk
mensosialisasikan homecarenya, dan juga merekrut perawat-
perawat agar lebih banyak lagi.”
Pewawancara : “Apa harapan tersebesar akang untuk homecare ini?”
Narasumber : “Karena saya sudah mengikuti pelatihan perawatan luka,
harapannya sih saya ingin membuka balai pengobatan luka.
Namun, balik lagi pada kendala keterbatasan waktu, jadi harapan
tersebut belum bisa terwujud.”
Pewawancara : “Apakah ada motivasi yang mau akang sampaikan pada kami
sebagai calon perawat?”
Narasumber : “Motivasinya untuk calon perawat, beresin kuliahnya, belajar
yang baik, ikuti sistem di kampus, sering-sering cari channel, dan
perbanyak relasi.”
Pewawancara : “Mungkin wawancaranya dicukupkan sekian kang. Terimakasih
banyak atas informasi dan waktu yang telah akang luangkan.
Mohon maaf jika banyak kekurangan.”
Narasumber : “Iya, sama-sama”
Pewawancara : “Kita pamit dulu kang, assalamu’alaikum”
Narasumber : “Wa’alaikum salam.”
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Kang Taufik mengawali
karirnya sebagai salah satu tenaga kerja di homecare yang mulai dirintis oleh dirinya
dan rekan kerjanya melalui kerjasama dengan seorang pengusaha. Homecare yang
dijalani nya bernama Homecare Al Qolbu Meta Duo M. yang beralamat di Jln. Talaga
Bodas No.40, Bandung, yang kini sudah berjalan selama 2 tahun. Untuk saat ini,
homecare nya memiliki 2 fasilitas pelayanan, yaitu homestay dan home visit, dengan
sasaran utamanya adalah lansia. Namun, menurut penuturan Kang Taufik ini, homecare
nya masih belum memiliki plang/papan nama yang resmi dikarenakan oleh beberapa
factor, yang salah satunya adalah belum adanya rekan atau gandengan klinik ataupun
rumah sakit untuk diajak bekerjasama karena masalah waktu yang belum tepat. Dan
Kang Taufik juga berharap agar homecare nya ini dapat segara resmi, lebih maju lagi,
dan lebih berkembang lagi.

3.2 Saran
Menurut kami, sebaiknya homecare ini segera diresmikan agar dapat
mengembangkan segala sistemnya secara baik tanpa adanya khawatiran yang
mengangkut soal hukum dan peraturan bagi perawat homecare. Dan dapat segera
melakukan pengembangan dalam segala aspek, seperti dalam aspek pelayanan, fasilitas,
dan pemasarannya.