Anda di halaman 1dari 9

TUGAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN “ BIAYA SISTEM

PENGENDALIAN”

Dosen Pengampu : Maria Yanida, SE., MSA, Ak, CA

Di Susun Oleh :

Aguswalni BCA 117 215

Antonius Febrianto BCA 117 267

Chindy Grasia Kornolia BCA 117 212

Putri Rama Ayu Ashari BCA 117 234

Rina Simamora BCA 117 232

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS AKUNTANSI

TAHUN 2019
BAB 5

BIAYA SISTEM PENGENDALIAN

Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) memberikan satu manfaat pokok, yaitu


probabilitas yang lebih tinggi sehingga karyawan akan mencapai tujuan
perusahaan. Manajer terkadang bersedia menggunakan biaya langsing out-of-
pocket untuk memperoleh manfaat ini. Namun manajer juga harus
memperhatikan hal-hal lain, biaya tidak langsung yang terkadang lebih besar
daripada biaya langsung.

I. BIAYA LANGSUNG

Biaya langsung SPM mencakup seluruh biaya out-of-pocket, biaya moneter yang
dibutuhkan untuk mendesain dan mengimplementasikan SPM, seperti biaya
pembayaran bonus tunai(berasal dari kompensasi insentif untuk pengendalian hasil)
atau biaya pemeliharaan stafaudit internal (dibutuhkan untuk memastikan
kesesuaian dengan keputusan pengendalian tindakan). Beberapa organisasi
terkadang tidak menyadarinya atau tidak bersusah payahuntuk menghitung secara
akurat ukuran semua biaya tetap.

II. BIAYA TIDAK LANGSUNG

Biaya tidak langsung dapat dikurangi oleh biaya langsung pengendalian yang
disebabkan oleh sejumlah efek samping yang merugikan, termasuk perubahan
perilaku, game smanship, penundaan pekerjaan, dan perilaku negative.

Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku dapat menyebabkan biaya tidak langsung yang signifikan pada
suatuorganisasi. Hal ini terjadi ketika SPM membuat, dan sebenarnya mendorong,
perilaku yang tidak konsisten dengan tujuan organisasi.

Perubahan Perilaku dan Pengendalian Hasil

Dalam sistem pengendalian hasil, perubahan perilaku terjadi ketika suatu organisasi
menetapkan perangkat pengukuran hasil yang tidak sesuai dengan tujuan
organisasi yang sesungguhnya. Contohnya ketika perusahaan pialang memberikan
imbalan kepada pialang mereka dengan komisi perdagangan klien, beberapa
pialang merespon dengan memutar rekening, melakukan lebih banyak transaksi
daripada bunga konsumen, dan hal ini akan beresiko pada ketidakpuasan dan
perginya klien. Biasanya, ketidak sesuian muncul karena organisasi terfokus pada
hasil yang mudah diukur yang menyebabkan mereka mendapatkan semua hasil
yang diinginkan secara tidak lengkap.
Karyawanakandipaksauntuk berkonsetrasi pada hasil yang disebabkan oleh sistem
pengendalian tersebut dan menolahhasil lain yang dibutuhkan tetapi tidak dapat
diukur. Pengendalian hasil hampir selalu tidak lengkap. Penyebab utama ketidak
lengkap-an dalam sistem pengendalian hasil adalah kecenderungan untuk lebih
mengkon-sentrasikan pada area hasil yang konkret dan mudah diukur daripada
yang tak ter-lihat dan sulit diukur, selain pentingnya bagi keberhasilan perusahaan.

Satu solusi untuk permasalahan perubahan yang disebabkan oleh pengendalian


hasil adalah mencari atau mengembangkan indikator area hasil yang mungkin
hilang yang terkadang pengukurannya bersifat nonfinansial. Namum, banyak situasi
yang terjadi ketika pengukuran yang terkualifikasi tidak dapat digunakan. Pernah
juga ada kecenderungan bahwa pengukuran yang terkuantifikasi akan menjadi
berlebihan. Kertika pengukuran menyebabkandistorsi jenis perubahan perilaku,
terkadang satu-satunya cara atau cara mengatasi yangterbaik adalah tidak terlalu
bergantung pada pengendalia hasil.

Perubahan Perilaku dan Pengendalian Tindakan

Perubahan perilaku juga dapat disertai pengedalian tindakan. Perubahan yang


berhubungan dengan pengendalian tindakan terkadang merujuk sebagai means-
endsinversion, yang berarti bahwa karyawan memerhatikan apa yang mereka
lakukan (means), tetapi mengabaikan apa yang akan mereka capai (end).
Terkadang perubahan yang berhubungan dengan pengendalian tindakan terjadi
hanya karena tindakan yang ditetapkan tidak sesuai.Beberapa pengendalian
tindakan menyebabkan perubahan perilaku karena mereka menunjukkan perilaku
mengalah, tetapi kaku dan tidak adaptif. Pengendalian tindakan dan birokratisasi
akan menjadi baik pada lingkungan yang stabil dengan pengetahuan yang sangat
terpusat mengenai tindakan apa yang diharapkan karena mereka membantu
membentuk rutinitas kerja yang selalu tertib, dapat diandalkan, dan efisien.
Namun, dalam lingkungan yang berubah-ubah mereka mungkin menghindari
perubahan penting yang diperlukan untuk tetap kompetitif.

Perubahan Perilaku dan Pengendalian Personel/Kultural

Perubahan perilaku dapat muncul dari perekrutan karyawan yang salah atau daari
pelatihan yang tidak mencukupi. Budaya yang kuat juga dapat menyebabkan
perubahan ketika norma perilaku yang digunakan oleh kelompok untuk mengarah-
kan perilaku para anggotanya, atau pengukuran yang digunakan untuk memberi-
kan imbalan kelompok, tidak sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Ketika
pengendalian personel/cultural diimplementasikan dengan cara yang salah, mereka
akan dinilai tidak efektif dan mendorong perilaku yang tidak diinginkan.

Gamesmanship
Gamesmanship digunakan untuk menunjukkan tindakan oleh karyawan untuk
meningkatkan indikator kinerja mereka tanpa menghasilkan pengaruh ekonomi
yang positif terhadap perusahaan.

Menciptakan Sumber Daya Slack

Slack mencakup konsumsi sumber daya perusahaan oleh pekerja yang melebihi apa
yang dibutuhkan yaitu konsumsi sumber daya oleh karyawan yang tidak dapat
dibenarkan begitu saja dalam hal kontribusinya terhadap tinjauan tujuan
perusahaan. Kecenderungan untuk menciptakan slack terkadang terjadi ketika
pengendalian hasil yang ketat sedang digunakan,ketika karyawan yang sebagian
besar pada bagian manajemen dievaluasi apakah mereka mencapai target
anggaran atau tidak. Satu cara manajer untuk mempertahankan pengendalian hasil
agar tidak merugikan mereka adalah dengan menyepakati target yang dapat
dicapai. Yaitu target yang sengaja direndahkan dibandingkan dengan perkiraan
terbaik mereka untukmasa yang akan datang. Hal ini disebut dengan budget slack;
slack yang melindungi manajerdari kemungkinan yang tidak terduga dan
meningkatkan ke-mungkinan terpenuhi target anggaran, sehingga meningkatkan
kemungkinan akan menerima evaluasi yang baik danimbalan yang berubungan
dengan kinerja, Sisi positif, slack dapat mengurangi tegang dantertekannya
manajer, menaikkan semangat perusahaan untuk berubah, dan menyediakan
sumber daya yang dapat digunakan untuk inovasi. Sisi negatifnya, slack
menguburkan kinerja pokok yang benar, sehingga mengubah keputusan
berdasarkan informasi yang kurang jelas.

Memanipulasi Data

Memanipulasi data menimbulkan indikator pengendalian. Manipulasi data terdiri


atas dua bentuk dasar yaitu pemalsuan dan manajemen data. Pemalsuan melibat-
kan pelaporan datayang salah, dalam artian bahwa data diubah. Manajemen data
melibatkan beberapa tindakan yang diambil untuk mengubah hasil laporan.
Manajemen data dapat dihasilkan baik melaluicara akuntansi maupun cara
operasional. Individu yang terlibat dalam akuntansi manajemen data meliibatkan
intervensi dalam proses pengukuran. Individu yang terlibat dalam metode akuntansi
manajemen data terkadang menyalahi kaidah akuntansi, tetapi sering kali mereka
menggunakan fleksibilitas baik yang ada dalam pemilihan metode akuntansi atau
penerapan metode tersebut, atau keduanya, untuk yang sering disebut mengelola
pendapatan. Metode operasiobal manajemen data melibatkan perubahan
keputusan pelaksanaan. Untuk mendorong pendapatan pada periode ini, katakana
manajer dapat berusaha menunda waktu pengeluaran kebijakan dan/atau berusaha
meningkat-kan penjualan.

Metode ini memengaruhi ukuran dan/atau waktu arus kas maupun laporan
pendapatan. Manipulasi adalah masalahserius. Jika data dimanipulasi, tidak
memungkinkan untuk menentukan apakah perusahaan,entitas, atau karyawan telah
bekerja dengan baik. Pengaruh manipulasi juga dapat melebihi SPM karena
manipulasi me-mengaruhi ketepatan sistem informasi perusahaan. Dalam hal
ini,kemampuan manajemen untuk membuat keputusan yang tepat dan berdasarkan
fakta akanterancam. Oleh karena itu, walaupun berbagai macam metode
manipulasi data itu legal,harganya bisa mahal, karena dalam jangka panjang
merugikan perusaha-an. Namun, beberapaskema manipulasi data melibatkan
penipuan. Krisis keuangan sekarang telah mendorong para pengawas lebh jauh ke
arah meningkatkan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan.Sebagian besar
reformasi peraturan dan legislative difokuskan pada peran dan tanggung jawab
manajemen dan dewan direksi dalam pelaporan keuangan, serta peran dan tang-
gung jawab dari auditor independen dlaam melakukan audit laporan keuangan
mereka.

Penundaan Pekerjaan

Penundaan yang disebabkan pengendalian mungkin lebih besar, seperti yang timbul
dari persetujuan yang membutuhkan beberapa tanda tangan manajer dari berbagai
tingkatan dalam jenjang jabatan atau dari memo yang tak berujung melalui
beberapa tingkatan jabatan sebelum sesuatunya jelas. Dalam kondisi seperti ini,
persetujuan yang dibutuhkan terkadang menghambat pelaksanaan, sehingga
menghambat pasar serta respon konsumen juga.Jelasnya, ketika tindakan cepat
merupakan hal yang penting, seperti pada beberapa pasaryang bersaing ketat,
penundaan keputusan bisa jadi cukup me-rugikan. Penundaan pekerjaan yang
disebabkan pengendalian bukanlah permasa-lahan yang berdiri sendiri; penundaan
tersebut dapat menyebabkan reaksi manajerial yang mungkin merugikan, seperti
game playing, atau reaksi yang merusak perilaku yang harus diperiksa oleh
pengendalian.

Perilaku Negatif

Ketika serangkaian pengendalian yang digunakan, pengendalian tersebut terkadang


menyebabkan efek negative terhadap perilaku, termasuk ketegangan pekerjaan,
konflik,frustrasi dan perlawanan. Perilaku negative mungkin disebabkan oleh
banyak faktor: kondisiekonomi, struktur organisasi dan proses administrasi, baik
secara terpisah maupun gabunganfaktor-faktor tersebut. Selain itu, tipe karyawan
yang berbeda akan terpengaruh oleh faktor-faktor tersebut secara berbeda pula.

Perilaku Negatif Yang Disebabkan Oleh Pengendalian Hasil

Pengendalian hasil dapat menyebabkan perilaku negative. Salah satu penyebab


negative muncul dari kurangnya komitmen karyawan terhadap target kinerja yang
ditetapkan dalam sistem pengendalian hasil. Komitmen yang terkadang rendah di-
sebabkan oleh target yang terlalu sulit. Perilaku negatif mungkin juga berasal dari
permasalahan dalam sistem pengukuran.
Mendengar manajer yang mengeluh bahwa evaluasi kinerja mereka tidak adil
karena mereka memegang tanggung jawab untuk sesuatu yang tidak mereka
kendalikan itu sudah biasa. Penyebab lain perilaku negative mungkin dikaitkan
dnegan imbalan yang berhubungan dengan SPM. Imbalan yang diterima tidak adil
dan mungkin banyaknya bentuk hukuman, cenderung menimbulkan perilaku
negative. Bahkan penentuan target dan proses evaluasi sendiri bias menimbulkan
perilaku negative, khususnya ketika diterapkan pada gaya kepemimpinan yang
tidak sesitif dan tidak mendukung. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah
kerusakan sistem yang dapat menyebabkan sikap negative pada karyawan yang
kinerjanya bagus.

Perilaku Negatif Yang Ditimbulkan Dari Pengendalian Tindakan

Sebagian besar orang, khususnya para tenaga professional, bereaksi negative


terhadap penggunaan pengendalian tindakan. Kajian pratindakan dapat mem-buat
frustasi jika karyawan yang ditinjau tidak menganggap tinjauan tersebut memiliki
tujuan yang bermanfaat. Pengendalian tindakan juga dapat mengganggu karyawan
golongan bawah.Tidak mengherankan, hasilnya adalah tenaga kerja yang
kehilangan motivasi dan marah,serta tingginya tingkat penghianatan.

ANALISIS KASUS-KASUS

1. Philip Anderson

Philip Anderson adalah manajer penjualan di perusahaan Stuart & Co.


manajer pusat menetapkan target anggaran penjualan yang berbeda dari tahun-
tahun sebelumnya. Sedangkan phil yang sudah bekerja di perusahaan tersebut
cukup lama dan melihat bahwa keputusan anggaran penjualan terbaru adalah
keputusan yang buruk. Hal ini menyebabkan kepercayaan klien menurun. Karena
phil merupakan seorang pekerja keras, karyawan yang loyal, serta
mengedepankan investasi klien sehingga target penjualan yang baru ini
mempengaruhi keputusan investasinya terhadap klien. Disisi lain karena target
penjualannya tidak memenuhi target perusahaan maka kompensasi yang dia
dapatkan dari perusahaan tersebut terlampau jauh dari manajer-manajer yang
lain.

2. Sunshine Fashion : Penipuan, Pencurian, dan Perilaku Menyimpang


Antarkaryawan
Dari 3% hilangnya barang saat proses transportasi dan masalah
pencurian dan penipuan yang dilakukan oleh karyawan pada tahun 2008
yang merugikan perusahaan sebesar RMB10,5 juta yang berarti 5% dari total
penjualan domesstik sunshine merupakan kekurangan dari kantor pusat
mengenai pencacatan informasi mengenai persediaan dan penjualan yang
masih dilakukan secara manual oleh staf. Manajer yang ingin berbuat curang
memanfaatkan ketidakmampuan kantor pusat untuk mengendalikan diskon
dan persediaan pada tingkat lokal. Kemudahan manajer dalam memanipulasi
data seperti menunda tanggal dimulainya masa promosi tanpa
menginformasikannya kepada kantor pusat supaya mereka dapat menjual
sweter dengan harga asli dan mengantungi selisih harga antara harga jual
dengan harga diskon.
Faktor lain yang mendukung perilaku penipuan di Sunshine adalah
perusahaan tidak memiliki mekanisme yang pada tempatnya untuk
mengendalikan persediaan pada level lokal.
Sistem ERP Sunshine tidak bisa memeperbarui informasi tentang persediaan
secara otomatis karena sistempenyimpanan informasi tersebut haruss diinput
secara manula oleh staf. Untuk melawan perilaku menyimpang para
karyawan, presiden direktur sunshine secara rutin mengunjungi pusat-pusat
perbelanjaan juga gerai-gerai pengecer Sunshine untuk membangun
hubungan pribadi dengan banyak pusat perbelanjaan tersebut.
Selain itu perilaku negatif yang dilakukan oleh para karyawan dapat juga
disebabkan oleh pengendalian hasil yang mana muncul karena kurangnya
komitmenkaryawan terhadap target kinerja yang ditetapkan dalam sistem
pengendalian hasil.

Yang menjadi penyebab utama dari penyimpangan perilaku oleh staf dan
antarkaryawan ialah perubahan perilaku dan pengendalian tindakan, para
karyawan mungkin memperhatikan manajer yang bertindak menyimpang
eperti memanipulasi data penjualan dan hal itu menjadikan contoh bagi para
karyawan lain untuk melakukan hal yang sama. Selain juga dapat karena
perekrutan karyawan yang salah atau dari pelatihan yang tidak mencukupi
juga dari budaya yang kuat juga dapat menyebabkan perubahan perilaku
sesseorang.

Kelemahan yang terdapat di perusahaan Sunshine ialah kurangnya teknologi


dalam menginput persediaan dan penjualan secara otomatis dan tepat,
teknolgi yang digunakan masih dilakukan secara manual oleh staf,
kelemahan tersebut memicu karyawan dalam bertindak negatif dan
melakukan pencurian serta manipulasi data karena tidak adanya pengawasan
dan kebijakan yang ketat dari perusahaan.

Kelebihan pengendalian internal terkini di Sunshine ialah kunjungan secara


rutin dari presiden direktur Sunshine sendiri pada pusat-pusat perbelanjaan
juga gerai-gerai pengecer Sunshine diseluruh negeri untuk memperkuat merk
dan membangun hubungan pribadi.

Untuk memperbaiki situasi kantor pusat mulai menentukan target penjualan


untuk manajer cabang setiap bulan juni berdasarkan pada lokasi manajer,
ukuran luas dan sejarah penjualan dari tempat pengecer, dan memberikan
komisi akhir tahun kepada manajer cabang yang dapat mencapai targetnya
penjualannya. Di bawah sistem baru ini, manajer cabang dapat menerima
komisi yang sama tingginya dengan gaji tahunan mereka jika kinerja
penjualannya bagus. Dan hal itu diharapkan dapat memperbaiki dan
mengurangi perilaku menyimpang antarkaryawan.

Dalam pengukuran perbaikan untuk Sunshine seharusnya diawali saat


melakukan perekrutan karyawan baru, perusahaan harus membuat kebijakan
yang ketat dan pelatihan yang benar saat perekrutan, kemudian perusahaan
harus memperbaiki teknologi yang mereka gunakan agar tidak memberikan
kesempatan kepada manajer maupun karyawan untuk melakukan hal
menyimpang. Memberikan kompensasi kepada karyawan yang bekerja
dengan baik serta giat juga dapat mencegah perilaku menyimpang.

3. FIT FOOD, INC


Analisis masalah

• Tekanan yang diberikan berlebihan

1. Pemegang saham menuntut kinerja yang lebih baik dari fit food perlu
membuat investasi yang lebih besar di masa depan untuk mengembangkan
produk baru dan untuk menambah sumber bahan organik

2. Manajer divisi biasanya berpendapat bahwa mereka perlu meningkatakan


anggaran pengeluaran agar dapat mencapai target penjualan merka di
perusahaan biasanya ingin menekan pengeluaran untuk meningkatankan laba

3. Penetapan target 2008 yang dirasakan tidak rasional

• FFI tidak memiliki internal audit

1. Kurangnya efektivitasinternal control terhadap laporan keuangan

2. Manajer divisional memanipulasi data

• Presiden direktur divisi smart cookies merupakan orang yang anti perubahan
dan lemah dalam bidang akuntansi dan keuangan

1. Tidak adanya inovasi

2. Makanan sehat smart cookies tidak mampu bersaing.


Hal yang dilakukan untuk memastikan FFI dapat mencapai tujuannya

tindakan yang bias dilakukan FFI yaitu dengan pelaksanaan sistem pengedalian
manajemen dengan baik hal ini bias dilakukan dengan:

goal congruence

masalah yang biasanya timbul dalam pencapaian tujuan suatu perusahaan


yaitu adanya ketidaksamaan dalam antara tujuan individu dengan tujuan
organisasi. Hal ini menjadi perhatian manajemen dalam menentukan bagaimana
mempegaruhi mereka untuk bertindak demi pencapaian tujuan pribadi mereka
dengan cara sedemikian rupa sehingga sekaligus juga membantu pencapaian
tujuan organisasi pelaksanaan kegiatan pengendalian manajemen:

a. Mengkomunikasi informasi

b. Mengevaluasi informasi

c. Memutuskan tindakan apa yang seharunya diambil jika ada

Pengedalian manajemen terdiri atas struktur pengendalian dan proses


pengendalian manajemen yang meliputi tindakan untuk menuntun dan
memotivasi usaha pencapaian tujuan dan tindakan untuk mendeteksi dan
memperbaiki pelaksaan yang tidak efek dan efisien harus adanya formulasi
strategi yang merupakan proses memutuskan tujuan organisasi strategis untuk
mencapai tujuan-tujuannya.