Anda di halaman 1dari 1

Virus avian influenza (AI) merupakan famili dari Orthomyxoviridae yang

terbagi menjadi tiga tipe yaitu virus influenza tipe A, B dan C. Virus influenza A
diklasifikasikan berdasarkan antigenitas dari glikoprotein hemaglutinin (HA) dan
neuraminidase (NA) yang diekspresikan pada permukaan partikel virus. Virus AI
mempunyai 16 subtipe HA dan 9 subtipe NA yang telah dideteksi pada burung-
burung liar dan unggas di dunia (Fouchier et al 2005). Di Indonesia, penyakit AI telah
bersirkulasi sejak tahun 2003 dan merupakan subtipe H5N1 (Dharmayanti et al 2005).
Strategi yang umum dilakukan untuk pengendalian AI pada unggas adalah
pemusnahan unggas yang tertular dalam radius tertentu (stamping out), biosekuriti,
dan vaksinasi. Dalam menerapkan vaksinasi sebagai salah satu strategi
penanggulangan AI, hendaknya vaksin AI mampu mencegah dengan sempurna
timbulnya gejala klinis dan mampu menekan pengeluaran virus (virus shedding)
secara sempurna jika unggas yang divaksin terpapar virus lapang yang ganas. Sediaan
vaksin AI untuk unggas yang umum untuk penggunaan komersial adalah vaksin virus
inaktif dalam adjuvant minyak (Suartha et al 2011). Salah satu vaksin yang digunakan
untuk pengebalan penyakit AI pada unggas AI adalah Bird Close 5.1 Plus.

Fouchier, R.A.M., V. Munster., A. Wallensten., T.M. Bestebroer., S. Herfst., D.


Smith., G.F. Rimmelzwaan., B. Olsen and A.D.M.E. Osterhaus. 2005.
Characterization of novel influenza A virus haemagglutinin subtype (H16)
obtained black-headed gulls. J. Virol. 79.(5): 2814-2822.

Dharmayanti, NLP. I., R. Damayanti, R. Indriani, A. Wiyono, dan RMA. Adjid. 2005.
Karakterisasi Molekuler Virus Avian Influenza Isolat Indonesia. Jurnal Ilmu
Ternak dan Veteriner. 10 (2) : 127 – 133.
Suartha IN, Wibawan IWT, Putra IG, Dewi NM, Mahardika IG. 2011. Pemilihan
adjuvant pada vaksin Avian influenza. Jurna Kedokteran Hewan. 5(2):49-52.