Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

BIOLOGI

Sitologi dan Histologi

Oleh :
Kelas: B
Kelompok: 7
DEWI ANDINI 200110180227

CHANDRA KHAIRURRIZAL 200110180233

DIAR ROESILLAH 200110180242

CAHYATI ANGGRIANI UTARI 200110180244

DINI PITRIANI 200110180092

DIVA MAYRANI 200110180283

LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK UNGGAS

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ilmu biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan.

Biologi memiliki berbagai macam cabang seperti Sitologi, Histologi,

Argonologi dan sebagainya. Praktikum ini merupakan suatu usaha untuk

membuktikan teori yang telah kita ketahui dari hasil percobaan dan

penelitian ilmuan-ilmuan terdahulu. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat

bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ.

Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi.

Jaringan yang dimiliki organisme yang telah memiliki pembagian tugas

untuk setiap kelompok selnya. Secara garis besar jaringan tumbuhan dapat

dibedakan menjadi jaringan muda dan jaringan dewasa. Sekumpulan sel

yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama disebut sel. Sitologi

meupakan ilmu yang mempelajari tentang sel, penemu pertama adalah

Robert Hooke, ia menentukan sel gabus yang tidak mempunyai membran

atau tidak mempunyai protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel tumbuhan

dan sel hewan.

Dan secara garis besar, jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan

muda (meristematik) dan jaringan dewasa. Jaringan meristematik tersusun

dari sel-sel yang masih embrional (sel masih aktif membelah). Pada ujung

akar dan ujung batang yang telah dewasa terdapat jaringanyang tetap

bersifat meristematik dan disebut titik tumbuh apikal. sedangkan jaringan


dewasa terdiri dari epidermis(merupakan jaringan pelindung),parenkim

(merupakan jaringan dasar),sklerenkim dan kolenkim (merupakan jaringan

penguat), dan floem dan xylem (merupakan jaringan pengangkut).

1.2 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan dari praktikum sitologi dan histologi ini yaitu:

1. Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi jaringan pada sel hewan.

2. Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi jaringan pada sel

tumbuhan.

3. Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi pada jaringan tumbuhan.

4. Mengetahui dan memahami struktur dan fungsi pada jaringan hewan

1.3 Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Kamis, 21 Maret 2019

Pukul : 10.00-12.00 WIB

Tempat :Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas

Peternakan Universitas Padjadjaran


BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

Sel merupakan structural terkecil dan fungsional dari suatu makhluk hidup

yang secara independen mampu melakukan metabolisme, reproduksi dan kegiatan

kehidupan lainnya yang menunjang kelangsungan hidup sel itu sendiri. Menurut

Banks (1986) dalam Khaisar (2006), histologi merupakan cabang ilmu biologi anatomi

yang mempelajari tentang susunan struktur sel-sel yang memiliki fungsi fisiologi yang

sama tersusun menjadi satu jaringan yang kompleks. Suatu sel dikatakan hidup apabila

sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antaralain melakukan aktifitas

metabolisme, mampu beradaptasi dengan perubahanlingkungannya, peka terhadap

rangsang, dan ciri hidup lainnya. Suatu sel hidupharus memiliki protoplas, yaitu

bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel.Protoplas dibedakan atas

komponen protoplasma dan non protoplasma.Komponen protoplasma yaitu terdiri

atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma(terdiri dari organel-organel hidup).

Komponen non protoplasma dapat puladisebut sebagai benda ergastik(Subandi,

2008)

Jaringan dalam biologi merupakan sekumpulan sel yang memiliki bentuk

dan fungsi yang sama.Jaringan menurut fungsinya dibedakan menjadi dua yaitu

jaringan muda atau meristem dan jaringan dewasa atau permanen (Kimball,1991).

Jaringan terdiri dari jaringan muda atau meristem, jaringan dasar atau parenkim,

sklerenkim, xilem, dan floem (Brotowidjoyo, 1989).

Jaringan meristem dibagi menjadi tiga yaitu meristem apikal yang terletak

di ujung batang dan akar, meristem lateral yang terletak di kambium gabus dan
meristem interkalar yang terletak diantara satu dan lainnya (Kimball,1991).

Jaringan meristem adalah jaringan muda yang terdiri atas sel-sel yang mempunyai

sifat membelah diri. Jaringan muda yang sel-selnya selalu membelah atau bersifat

meristematik. Fungsi sel meristematik adalah mitosis. Bentuk dan ukuran sama

relatif, kaya protoplasma, umumnya rongga sel yang kecil (Prawiro,1997).

Saat terjadi perubahan dalam struktur sel akibat terkena penyakit, bakteri,

adanya substansi berbahaya seperti logam berat, maupun karena terjadinya

perubahan faktor fisika (suhu) dan kimia (salinitas, pH atau DO) lingkungan, hal
tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi atau bahkan sedang berlangsung

perubahan pada kondisi lingkungan dimana ikan tersebut berada. Analisa histologi

dapat menjadi parameter yang sangat sensitif dan menjadi sangat penting didalam

menentukan perubahan struktur sel yang terjadi di organ dalam seperti ginjal, hati

dan gonad (Dutta, 1996 dalam Khaisar, 2005).


BAB III

ALAT, BAHAN, DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis (pulpen,pensil

dan penghapus) dan gambar sel, jaringan pada hewan dan tumbuhan.

3.2 Prosedur Kerja

3.2.1. Setiap individu bersatu dengan kelompoknya untuk mendatangi


pos mengenai sel hewan dan tumbuhan serta jarigan hewan dan

tumbuhan.

3.2.2. Perhatikan dan amati gambar yang diberikan oleh asisten (sel dan

jaringan pada hewan dan tumbuhan)

3.2.3. Gambar sel dan jaringan pada tumbuhan dan hewan dalam lembar

kerja yang tersedia

3.2.4. Tulis fungsi dari masing-masing sel dan jaringan pada hewan dan

tumbuhan.

3.2.5. Lakukan dikusi dan tanya jawab dalam setiap pos


IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan

4.1.2. Sel Hewan

4.1.3 Sel Tumbuhan


4.1.3 Jaringan tumbuhan

4.1.4 Jaringan pada Hewan


4.2. Pembahasan

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari mahluk hidup

seluler. Sel pada makhuk hidup dibedakan atas dasar struktur sel dan ada tidaknya

membran inti menjadi dua kelompok yaitu kelompok sel prokariotik dan sel

eukariotik. Sel eukariotik memiliki membran nukleus yang jelas untuk melindungi

DNA, contoh sel eukariotik adalah tumbuhan dan hewan tingkat tinggi. Sel

eukariotik memiliki kompartemen sitoplasma yang dikelilingi membran yang

jelas, nukleus berisikan DNA. Tumbuhan, fungi, dan hewan adalah eukariota.

Pada sel hewan terdapat organel sel yang meliputi, membran sel

merupakan selaput terluar sel yang berupa bilayer lipid dengan protein integral

dan ferifer. Tebal membran sel antara 7,5 - 10 nanometer, sifatnya selektif

permeabel. Fungsi spesifik membran plasma dan berbagai tipe membran didalam

sel bergantung pada jenis fosfolipid dan protein yang ada. Membran plasma juga

memiliki karbohidrat yang melekat pada permukaan luarnya. Fungsi lain

membran sel yaitu untuk pelindung, reseptor dan mengatur keluar masuknya zat

dari dan ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, difusi berfasilitas, dan transport

aktif.

Retikulum endoplasma atau RE merupakan labirin membran yang banyak,

sehingga retikulum ini meliputi separuh lebih dari total membran dalam sel-sel

eukariotik. Retikulum endoplasma berupa vesikel atau kantung yang dapat

berbentuk pipih, bundar, atau tubuler dan satu sama lain dapat berhubungan. RE

memiliki selapis membran, dan membran tersebut ada yang berhubungan dengan

membran inti dan membran plasma sehingga dapat berperan sebagai penghubung

antara bagian luar sel dengan bagian dalam sel.


RE halus adalah RE yang tidak dilekati ribosom, yang berfungsi dalam

bermacam-macam proses metabolisme, termasuk sintesis lipid, metabolisme

karbohidrat, serta menawarkan obar dan racun. Enzim RE halus penting untuk

sintesis lipid, termasuk fosfolipid dan steroid. Diantara steroid yang dihasilkan

oleh RE halus adalah hormon seks vertebrata dan berbagai hormon steroid yang di

sekresi oleh kelenjar adrenalin.

RE kasar adalah RE yang dilekati ribosom. RE memiliki peran anabolik

dan protektif. Contoh peran anabolik adalah mensintesis kolesterol, hormon


steroid, dan asam-asam empedu. Sementara contoh peran katabolik adalah dapat

mengubah atau menetralisir bahan yang bersifat toksik. Mekanisme kerja antar

RE dan organel lain seperti mitokondria dapat saling berhubungan.

Struktur Badan Golgi berbentuk dari tumpukan kantong-kantong pipih,

didalamnya terdapat pula yang berbentuk bundar dan tabung. Bagian badan golgi

terdiri atas dua permukaan yakni permukaan luar berbentuk cembung (forming

face) dan permukaan dalam berbentuk cekung (maturing face). Badan Golgi

berfungsi menghasilkan lisosom, sekret, dan menyimpan protein serta enzim yang

akan disekresikan. Badan Golgi terdapat di mana-mana dalam sel, terdiri dari

membran dengan ketebalan sekitar 6–8nm. Unit dasar Badan golgi adalah

diktiosom atau Golgi field. Apparatus Golgi terdiri atas tumpukan 3-8 membran

yang berbentuk arkuata (menyerupai busur) dalam jarak dekat satu sama lainnya.

Mikrotubulus berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk

mempertahankan bentuk sel, motilitas sel, pergerakan kromosom dalam

pembelahan sel, pergerakan organel, dan sebagai "rangka sel".


Mikrofilamen sama seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut.

Mikrofilamen yaitu batang padat yang berdiameter sekitar 7 nm. Terbentuk dari

komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot).

Mikrofilamen berperan dalam mempertahankan bentuk sel, kontraksi otot,

mobilitas sel dan pembelahan sel. Filamen memiliki diameter 8-12 nm, lebih

besar daripada diameter mikrofilamen, namun lebih kecil daripada diameter

mikrotubulus, sehingga disebut dengan filament intermediate. Struktur filament

intermediat yaitu protein fibrosa. Fungsi filament ini yaitu mempertahankan

bentuk sel, tambatan nucleus dan organel lain, serta pembentukan lamina nucleus

Lisosom terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola, terdiri atas

selapis membran, dan diameternya kurang lebih 500 nm. Lisosom berfungsi untuk

mencerna bahan makanan yang masuk ke dalam sel, baik secara pinositosis

(makanan yang ‘ditelan’ berupa cairan) maupun secara fagositosis (makanan yang

‘ditelan’ berupa padatan). Lisosom meliputi lisosom primer, dan sekunder.

Lisosom primer adalah lisosom yang belum melakukan pencernaan. Lisosom

sekunder adalah lisosom yang telah atau sedang melakukan pencernaan.

Sentrosom yang letaknya pada sitoplasma dekat membran inti. Struktur

sentrosom berbentuk bintang. Pada saat pembelahan sel (Mitosis maupun

Meiosis) mengandung dua sentriol. Sebuah sentriol terbentuk dari 9 set tabung

yang masing-masing set terdiri dari 3 buah mikrotubul yang berfungsi

menggerakkan kromosom pada saat pembelahan sel.

Plastida, ukuran diameternya 4 -6 mikron(μ). Plastida ada yang berwarna

ada yang tidak. Plastida yang tidak berwarna disebut leukoplas sedangkan yang

berwarna disebut kromoplas. Leukoplas yang berfungsi untuk membuat amilum


disebut amiloplas dan yang membuat lemak disebut lipoplas. Sedangkan

kromoplas yang mengandung klorofil disebut

kloroplas. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa.

Vakuola terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan, tetapi pada

sel tumbuhan tampak lebih besar dan jelas terutama pada sel yang sudah tua.

Vakuola pada sel tumbuhan dikelilingi membran tunggal disebut tonoplas.

Vakuola sel tumbuhan umumnya berisi: air, phenol, antosianin dan protein,

glikosida, garam-garam organik, protein, tanin (zat penyamak), minyak eteris


(misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe),

alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain), enzim dan

butir-butir pati.

Peroksisom merupakan ruang metabolisme khusus yang dilingkupi oleh

membran tunggal. Peroksisom mengandung enzim yang mentransfer hidrogen

dari berbagai substrat ke oksigen, yang menghasilkan hidrogen peroksida (H202)

sebagai produk-samping, dari sinilah organel tersebut mengambil namanya. H202

yang dibentuk oleh metabolisme peroksisom itu sendiri beracun, tetapi organel ini

mengandung suatu enzim yang mengubah H202 menjadi air. Peroksisom tumbuh

dengan cara menggabungkan protein dan lipid yang dibuat dalam sitosol, dan

memperbanyak jumlahnya dengan membelah diri menjadi dua setelah mencapai

ukuran tertentu.

Plasmodesmata merupakan suatu saluran terbuka pada dinding sel

tumbuhan untuk memfasilitasi, komunikasi, dan transportasi bahan-bahan antara

sel-sel tanaman. Fungsi plasmodesmata menghubungkan ruang sitoplasmik

dengan saluran khusus yang memungkinkan pergerakan antar air, berbagai nutrisi
dan molekul lainnya. Plasmodesmata berada di daerah dinding sel yang disebut

bidang pit primer.

Jaringan epidermis fungsinya ialah sebagai pelindung jaringan-jaringan

lainnya yang ada di sisi dalam. Bentuk sel-selnya pipih, melebar, serta tersusun

rapat. Jaringan ini dapat ditemukan pada permukaan batang, akar, maupun

daunnya. Permukaan luar pada epidermis juga dilapisi oleh lilin/kutikula. Jaringan

epidermis juga sering sekali mengalami modifikasi.

Pada bagian akar, epidermis mengalami modifikasi untuk membentuk

tonjolan ke arah luar menjadi bulu-bulu akar. Sedangkan pada permukaan daun,

epidermis kemudian membentuk trikoma. Pada permukaan daun bagian bawah,

epidermis lalu membentuk stomata atau mulut daun, untuk melalui proses

pertukaran gas.

Jaringan parenkim bertugas untuk mengisi seluruh bagian tumbuhan atau

pengisi di antara jaringan-jaringan lainnya. Bentuk sel-selnya memiliki dinding

tipis, serta terdapat ruang antarsel. Jaringan ini ada juga yang berfungsi sebagai

tempat cadangan makanan, ataupun sebagai tempat berfotosintesis pada daun,

karena mengandung kloroplas.

Jaringan-jaringan pengangkut, terdiri dari xylem (pembuluh kayu), dan

juga floem (jaringan pembuluh tapis). Jaringan xylem memiliki fungsi untuk

mengangkut zat-zat hara dari dalam tanah menuju daun, untuk kemudian diubah

menjadi zat makanan. Sedangkan jaringan floem memiliki fungsi untuk

mengangkut zat-zat makanan dari daun untuk seluruh tubuh tumbuhan.


Jaringan pengokoh, berfungsi untuk mengokohkan serta menguatkan

bagian-bagian dari tumbuhan itu sendiri (akar, batang, daun, ataupun buah).

Berdasarkan sel-sel penyusunnya, jaringan pengokoh dibedakan menjadi jaringan

kolenkim dan sklerenkim.

Jaringan endodermis, terdiri dari selapis sel yang terletak pada batang serta

akar. Sel-selnya juga memiliki penebalan dari zat-zat gabus, pada akar monokotil,

dan mengandung zat tepung pada akar dikotil. Jaringan-jaringan ini berfungsi

untuk mengatur aliran air dari bulu-bulu akar kemudian ke jaringan pengangkut.

Jaringan meristem, yang terdiri dari sekelompok sel-sel yang masih aktif

membelah. Jaringan meristem terletak pada ujung akar, ujung batang, dan juga

kambium. Jaringan epitel dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan

pipih. Jaringan ini menjalankan berbagai fungsi. Dalam setiap kasus fungsi-fungsi

ini mencerminkan kenyataan bahwa epitel selalu terdapat di perbatasan antara

massa sel dan rongga atau ruang.


Bentuk jaringan epitel pada dasarnya dapat dibedakan atas dasar bentukan

sel dan jumlah lapisannya. Jaringan epitel dapat terdiri atas selapis sel atau

bertingkat yang terdiri atas dua atau lebih lapisan. Bentuk sel individu dapat

berbentuk pipih (squamosa), kubus (epitel kuboidal), dan kolumnar (epitel

kolumnar).

Jaringan ikat berkembang dari mesenkim, yang berasal dari mesoderm (lapisan

tengah embrio). Selain menjadi jaringan ikat (darah, tulang rawan, tulang, dan

lemak), mesenkim juga menjadi jaringan lain berupa otot, pembuluh darah,

beberapa kelenjar, dan epitelium. Letak sel-sel jaringan ikat tidak berhimpitan

rapat (berpencar-pencar), jika berhubungan hanya pada ujung-ujung

protoplasmanya.

Bentuk-bentuk jaringan ikat yang lain adalah darah, kartilago tulang

rawan (zat penyokong yang keras namun fleksibel yang menyusun, misalnya

telinga), dan bernagai jenis serat penyokong yang memberi kekuatan dan,

terkadang, elastis bagi tubuh dan kerap kali menghubungkan sutu jaringan dengan

jaringan lain (misalnya saja tendon, yang melekatkan otot ke tulang).

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ

tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi.

Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang

membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Sel otot dapat berkontraksi

karena mengandung protein kontraktif yang di sebut miofibril. Miofibril terbuat

dari protein kontraktil aktin dan miosin. Serabut otot tersusun


menjadi berkas paralel yang kemudian membentuk otot. Pada vertebrata, ada tiga

jenis jaringan otot yaitu Otot polos, Otot lurik dan Otot jantung.

Jaringan saraf terdiri atas neuron (sel-sel saraf), beberapa diantaranya

dapat mencapai semester panjangnya. Impuls saraf bergerak dari badan sel neuron

melalui akson-nya dan menuju badan sel neuron melalui salah satu dendrit-nya.

Neuron sensoris seringkali sangat terspesialisasi untuk memberikan respon

terhadap rangsangan yang spesifik (sentuhan, suara, baud an lain-lain). Neuron

motoris berperan dalam mengaktifkan respon otot dan biasanya berkoordinasi

dengan neutron sensorin melalui neuron asosiasi. Jaringan saraf ditemukan

diseluruh tubuh, terutama di otak dan urat saraf tulang belakang.


V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Sel merupakan structural terkecil dan fungsional dari suatu

makhluk hidup yang secara independen mampu melakukan metabolisme,

reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelangsungan

hidup sel itu sendiri.

5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, et.al.(2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Nugroho, L. Hartanto, Issirep Sumardi. (2004). Biologi Dasar. Jakarta: Penebar

Swadaya.

Kimball, Jhon W. (1983). Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarta: Erlangga