Anda di halaman 1dari 3

SEORANG ISTRI MEMERIKSA BARANG PRIBADI

SUAMINYA SEPERTI HP, DLL...

 Syaikh Musthofa Al-Adawi, hafizhohulloh pernah ditanya:


“Bolehkah istri yang curiga terhadap suaminya hingga dia ingin
memeriksa HP suaminya ? ”
*Beliau menjawab*: “Takutlah kepada Allah! Anda tidak
diperintahkan untuk melakukan tajassus (mengintai dan
mencari tahu kesalahan orang). Tajassus adalah perbuatan
mungkar. Sebagaimana Allah telah berfirman, "Janganlah kalian
melakukan tajassus". [QS. Al-Hujurat ayat 12].
Seorang istri yang selalu menguntit suaminya, memeriksa HP nya, dan
mencari-cari sesuatu yang bila tampak padanya akan berpengaruh
buruk pada dirinya; maka perbuatannya itu jelas mungkar dan tidak
bisa di benarkan.

 Syaikh Abdul Aziz Al-Fauzan, hafizhohulloh pernah ditanya


tentang masalah ini juga, dan beliau menjawab:
“Tidak boleh, dan ini merupakan tindakan tajassus yang dilarang
oleh Allah ta'ala dalam firman-Nya: "Janganlah kalian
melakukan tajassus!"
Hak seorang suami atas istrinya adalah hak yang paling agung setelah
haknya Allah ta'ala atas diri seorang istri. Oleh karenanya, hak suami
atas istrinya lebih agung daripada hak kedua orang tua istri tersebut
atas dirinya, padahal hak kedua orang tua atas dirinya juga sangat
besar.Ketika seorang istri mengorek-ngorek rahasia-rahasia suami,
dan mulai mencari-cari di dokumen-dokumen miliknya, atau
memeriksa HP suaminya, dengan harapan mendapatkan bukti untuk
dipertanggung-jawabkan, sehingga istri bisa mempertanyakannya
atau menyudutkannya karena tahu aibnya, ini jelas tindakan haram.
Hasilnya, ia akan menjadi berburuk-sangka kepada suaminya.
Maka, ini tentu tidak boleh, dan tindakan seperti ini -sebagaimana
diketahui oleh semua- tidak boleh dilakukan terhadap semua orang,
lalu bagaimana dilakukan terhadap seorang suami yang haknya atas
istri tersebut merupakan hak yang paling besar setelah haknya Allah
atas dirinya?! Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan".

 CATATAN PENTING:
Tajassus adalah usaha mengorek-ngorek sesuatu yang tidak tampak
pada orang lain tanpa sepengetahuan orangnya dengan harapan
sesuatu yang tampak itu menjadi tampak. tindakan ini tindakan
terkutuk yang haram di lakukan kepada siapa pun.
Tajassus dilarang oleh Syariat Islam yang mulia, karena itu merupakan
pintu keburukan yang biasanya mengantarkan kepada pertengkaran
dan perpecahan.
Karena sudah menjadi fitrah manusia; menyembunyikan
keburukannya dan menampakkan kebaikannya. Karena Nabi
memerintahkan untuk menutupi aib sendiri dan tidak menceritakan
aib pribadi. Sehingga, biasanya tindakan tajassus ini tidaklah
dilakukan, melainkan untuk mencari keburukan orang lain
sebagaimana kelakuan *Talafi* yang hobinya mencari-cari dan
mengorek-ngorek aib orang lain. Talafi adalah kumpulan makhluk
yang hobi melakukan tajassus, mencari-cari aib orang lain yang untuk
kemudian ia sebar luaskan.
Sebagaimana seorang istri tidak boleh melakukan tajassus terhadap
suaminya, begitu pula seorang suami tidak boleh melakukan tajassus
terhadap istrinya, karena redaksi larangan tajassus itu umum, maka
harus diberlakukan secara umum, mencakup laki-laki dan perempuan.
Harusnya, suami istri menjunjung tinggi sikap saling husnuzhon
(berbaik sangka).. dan sikap saling percaya di antara keduanya..
Ingatkan diri masing-masing bahwa setiap orang akan
mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing.. siapa yang
bersalah, maka dia tidak akan luput dari ancaman dan hukuman Allah.