Anda di halaman 1dari 7

Berat adalah gaya tarik bumi terhadap benda.

Percepatan gravitasi (g) adalah percepatan


yang dialami oleh benda kerena beratnya sendiri. Menurut hukum Dalton II gaya F=ma .Dalam
hal ini gaya berat benda F=mg.
Beban yang diikat pada ujung tali ringan yang massanya dapat diabaikan disebut
bandul. Bandul Matematis adalah salah satu matematis yangbergerak mengikuti gerak
harmonik sederhana. bandul matematis merupakan benda ideal yang terdiri dari sebuah titik
massa yang digantungkan pada tali ringan yang tidak bermassa. jika bandul disimpangkan
dengan sudut θ dari posisi setimbangnya lalu dilepaskan maka bandul akan berayun pada bidang
vertikal karena pengaruh dari gaya grafitasinya.
Prinsip Ayunan yaitu Jika sebuah benda yang digantungkan pada seutas tali, diberikan
simpangan, lalu dilepaskan, maka benda itu akan berauyn kekanan dan ke kiri. Berarti ketika
benda berada disebelah kiri akan dipercepat kekanan, dan ketika benda sudah ada disebelah
kanan akan diperlambat dan berhenti, lalu dipercepat kekiri dan seterusnya. Dari gerakan ini
dilihat bahwa benda mengalami percepatan selama gerakan nya. Menurut hukum Newton (F =
m.a) percepan hanya timbul ketika ada gaya. Arah percepatan dan arah gaya selalu sama.

Ketika beban digantungkan pada ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di
titik kesetimbangan B. Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke
B, C, lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik, dengan kata
lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.
Pada contoh di atas, benda mulai bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik C dan kembali lagi
ke B dan A. Urutannya adalah A-B-C-B-A. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka
urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C.
jika beban ditarik kesatu sisi, kemudian dilepaskanmaka beban akan terayun melalui titik
keseimbangan menuju ke sisi yang lain. Bila amplitudo ayunan kecil, maka bandul sederhana itu
akan melakukan getaran harmonik. Bandul dengan massa m digantung pada seutas tali yang
panjangnya l. Ayunan mempunyai simpangan anguler θ dari kedudukan seimbang. Gaya pemulih
adalah komponen gaya tegak lurus tali.
F = - m g sin θ
F=ma
maka
m a = - m g sin θ
a = - g sin θ
Untuk getaran selaras θ kecil sekali sehingga sin θ = θ. Simpangan busur s = l θ atau θ=s/l ,
maka persamaan menjadi: a= gs/l . Dengan persamaan periode getaran harmonic:
G = 4 π2 L / T2
T= t/n

Dimana :
l = panjang tali (meter)
G= percepatan gravitasi (ms-2)
T= periode bandul sederhana (s)
Dari rumus di atas diketahui bahwa periode bandul sederhana tidak bergantung pada massa
dan simpangan bandul, melaikan hanya bergantung pada panjang dan percepatan gravitasi
Osilasi adalah jika suatu partikel dalam gerak periodik bergerak bolak balik melalui lintasan
yang sama, dimana suatu periodik adalah setiap gerak yang berulang-ulang dalam selang waktu
yang sama. Banyak benda yang berisolasi yang bergerak bolak-baliknya tidak tepat sama karena
gaya gesekan melepaskan tenaga geraknya. Bandul matematis bergerak mengikuti gerak
harmonic. Bandul sederhana (matematis) adalah benda ideal yang terdiri dari sebuah titik massa,
yang digantung pada tali ringan yang tidak dapat muju. Jika bandul ditarik keseamping dari
posisi seimbangnya (David, 1985 : 12)
Banyak benda yang berosilasi bergerak bolak-balik tidak tepat sama karena gaya gesekan
melepaskan tenaga geraknya.
syarat untuk mendapat osilasi atau ayunan :
-a. Gaya yang selalu melawan arah simpangan dari suatu posisi seimbang. Dalam hal ini gaya
yang melawan simpangan adalah gaya tangensial.
b. Kelembaman yang memebuat benda tak berhenti ketika dalam posisi yang seimbangan (tampa
gaya). Dalam contoh ini massa yang berayun tidak berhenti tetapi pada posisi bawah (posisi
tengan, gaya nol), tetapi bergerak terus karena kelembaman massanya.
Periode T suatu gerak harmonik adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh suatu
lintasan langkah dari geraknya yaitu satu putaran penuh atau satu putar frekwensi gerak adalah
V=1/T .
Satuan SI untuk frekwensi adalah putaran periodik hert. posisi pada saat tidak ada gaya netto
yang bekerja pada partikel yang berosilasi adalah posisi setimbang. partikel yang mengalami
gerak harmonik bergerak bolak-balik melalui titik yang tenaga potensialnya minimum
(setimbang). Benda dikatakan melakukan satu getaran jika benda bergerak dari titik di mana
benda tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut. Satuan periode adalah sekon
atau detik.contoh bandul berayun. Amplitudo adalah pengukuran scalar yang non negative dari
besar osilasi suatu gelombang. Amplitudo juga dapat didefinisikan sebagai jarak terjatuh dari
garis kesetimbangan dalam gelombang sinusoide yang kita pelajari pada mata pelajaran fisika
dan matematika.
Pada bandul metematis, periode dan frekuensi sudut pada bandul sederhana tidak tergantung
pada masa bandul, tetapi bergantung pada panjang tali dan percepatan gravitasi setempat.
Jika L dan T diukur, maka maka harga g dapat dihitung. Ketelitian harga g dapat terpenuhi
jika:
1. Massa tali lebih kecil dibandingkan masa benda
2. Simpangan harus lebih kecil
3. Gerakan –gerakan dengan udara luar kecil, sehingga dapat diabaikan
4. Gaya torsi (putaran) harus tidak ada, benda berayun dalam satu bidang.

DAFTAR PUSTAKA
Bakti, S. 2007. Desain Instrument Elektronik untuk Mengukur Gravitasi Muatan dengan
Prinsip Bandul matematis. Mataram: Gravity
Giancoli, D . 2007. Fisika. Jakarta: Erlangga
Halliday.2005. Fisika dasar. Jakarta: Erlangga

Tripler, Paul A. 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik Edisi ke III Jilid 2 . Jakarata: erlangga
http://fzahra97.blogspot.co.id/2014/12/laporan-praktikum-fisika-dasar-bandul.html

Bandul fisis digunakan untuk menggambarkan gerakan berayun dari bandul yang disebabkan
oleh gravitasi. Untuk membuat bandul (pendulum), beratnya (m.g), tergantung dari titik tetap,
disebut pivot.

Dengan menarik pendulum kembali dan melepaskan, itu akan berayun bolak-balik karena tarikan
gravitasi dan tegangan di sepanjang tali atau kawat yang menggantungkan berat tadi. Gerakan ini
terus berlanjut sebagai akibat inersia.

Menurut hukum dasar inersia, ketika benda dalam keadaan istirahat atau bergerak, ia akan terus
dalam keadaan itu kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan eksternal. Dalam kasus bandul fisis,
bandul akan terus berayun kecuali kekuatan eksternal bertindak untuk menghentikannya. Karena
tidak ada kekuatan eksternal bertindak di atasnya, itu dapat terus berayun tanpa batas melalui
busur yang sama.

Aksi pendulum adalah contoh yang baik dari kekekalan energi mekanik. Ini hukum fisika
menyatakan bahwa energi di dalam sistem selalu tetap konstan. Dengan kata lain, jumlah energi
selalu sama dan energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Ada berbagai jenis energi yang
menyatakan bahwa sebuah objek dapat dalam bentuk, seperti energi kinetik, potensial, kimia,
nuklir dan termal. Energi Potensial dan kinetik, atau gerak, merupakan energi keadaan adalah
mereka yang diukur dan diamati dalam bandul fisika.

Ketika pendulum berayun, energi keadaan yang berubah berdasarkan tempat di busur benda, tapi
semuanya tetap sama dalam jumlah total potensial dan kinetik energi benda – dengan kata lain,
energi kekal. Pada titik tertinggi bandul, ia tidak memiliki kecepatan dan semua energi dalam
sistem adalah energi potensial. Ketika jatuh melalui busur, benda memperoleh energi kinetik dan
kecepatan sambil kehilangan energi potensial. Setelah melewati bagian bawah busur, ia mulai
lambat dan kehilangan energi kinetik sambil mendapatkan energi potensial dan ketinggian.
Meskipun energi kinetik dan potensial bervariasi, pengukuran fisika bandul menunjukkan bahwa
total tetap sama di semua titik di busur pendulum.

Dalam bandul fisis, hambatan udara dan gesekan diasumsikan tidak ada pada benda. Karena
energi dari sistem bandul adalah kekal, dikatakan memiliki gerak terus-menerus, yang dapat
dilanjutkan tanpa batas selama tidak ada energi yang hilang ke objek atau lingkungan lainnya.
Fakta bahwa pendulum terus berayun dengan cara yang sama dari waktu ke waktu adalah
mengapa hal itu digunakan dalam jam untuk menjaga waktu, dan pada awalnya digunakan untuk
melakukan pengukuran gaya gravitasi.

http://ilmualam.net/pengertian-teori-bandul-fisis.html

Sebuah bandul adalah berat badan tergantung dari poros sehingga bisa melenggang bebas. Ketika
pendulum dipindahkan ke samping dari istirahat nya, kesetimbangan posisi, itu adalah dikenakan
gaya pemulih karena gravitasi yang akan mempercepat kembali ke posisi kesetimbangan. Dan
berikut ini merupakan ulasan singkat tentang teori bandul fisis.

Misalkan Anda menyeimbangkan kawat gantungan baju sehingga hook didukung oleh ujung jari
telunjuk Anda. Ketika Anda memberikan gantungan perpindahan sudut kecil dengan tangan
Anda yang lain dan kemudian melepaskannya, ia berosilasi. Jika objek menggantung berosilasi
pada sumbu tetap yang tidak melewati pusat massanya dan objek tidak dapat diperkirakan
sebagai massa titik, kita tidak bisa memperlakukan sistem sebagai bandul sederhana. Dalam hal
ini, sistem ini disebut bandul fisis.

Bandul fisis atau bias disebut juga ayunan fisis adalah ayunan yang paling sering dijumpai.
Karena pada ayunan ini massa batang penggantung tidak diabaikan seperti halnya pada ayunan
matematis.

Bandul fisis terdiri dari batang logam sebagai penggantung dan beban logam berbentuk silinder.

Pada bandul fisis untuk sudut ayunan yang relative kecil (50 sampai dengan 150) berlaku
persaamaan:

T = 2 ……………………. (1)
Dimana I adalah momen kelembaman terhadap sumbu poros penggantung (poros ayunan).

Dengan memakai teori sumbu sejajar, maka akan diperoleh :

I = m k2 + m a2

Maka persamaan I menjadi :

T=2 ………………………. (2)

Dimana T adalah periode ayunan, K merupakan radius girasi terhadap pusat massa gabungan C,
dan a adalah jarak pusat massa gabungan c dengan proses ayunan A.

Maka:

= ……………… (3)

Dimana M1 merupakan massa batang lempeng logam, M2 adalah massa keeping/beban logam
beserta sekrup, h adalah jarak pusat massa beban D dengan pusat massa batang B (berada
ditengah-tengah batang), b merupakan jarak pusat massa gabungan C, dan adalah jarak pusat
massa beban D dengan poros ayunan A.

Dengan demikian, persamaan (2) dapat ditulis :

T = 2 ………………………. (4)

Jika posisi M2 dirubah-rubah, maka akan diperoleh harga , dan T yang berbeda. Misalkan beban
M2 dipasang pada posisi maka akan diperoleh = 1 dan T = T1. Apabila M2 dipasang pada 2 ,
maka akan diperoleh = 2 dan T = T2. Jika harga , dan T yang berbeda itu dimasukkan kedalam
persamaan (4), maka akan diperoleh :

g = ……………….……. (5)

setiap benda yang bergetar melalui suatu keadaan yang terletak ditengah antara gerask bolak –
baliknya, maka pada kedudukan ini disebut kedudukan seimbang atau titik setimbang.

Jika beban ditarik kesamping kemudian dilepaskan, maka beban bergerak bolak-balik melalui
kedudukan seimbangnya. Apabila massa tali diabaikan, besar sudut tali kecil, maka ayunan
beban disebut ayunan sederhana atau bandul sederhana.
Bandul sederhana adalah benda ideal yang mempunyai titik masa yang digantungkan pada tali
ringan yang tidak mulur. Jika bandul ditarik kesamping dari posisi kesetimbangan kemudian
dilepaskan maka bandul tersebut akan berayun kedalam bidang vertikal, karena pengaruh
gravitasi.

Untuk menganalisis periode pada bandul sederhana, kita terlebih dahulu menganalisis gaya
bandul tersebut.

Bandul sederhana terdiri atas beban bermassa m, panjang tali massanya diabaikan. Gaya yang
mempengaruhi gerak benda adalah gaya berat benda yang tegak lurus dengan tali disebut gaya
pemulih. Besarnya adalah :

F = m.g. sin

Besaran fisika pada gerak harmonic sederhana pada ayunan sederhana :

Periode (T)

Benda yang bergerak harmonis sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode yaitu waktu
yang dibutuhkan benda untuk melakukan satu gerakan secara lengkap. Benda melakukan getaran
secara lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik dimana benda tersebut dilepaskan dan
kembali lagi ke titik tersebut.

Frekuensi (f)

Selain periode, terdapat juga frekuensi yaitu banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda
selama satu detik. Yang dimaksudkan dengan getaran disini adalah getaran lengkap. Satuan
frekuensi adalah s-1 disebut juga Hertz (Hz).
Hubungan antara periode dan frekuensi. Secara matematis hubungan antara periode dn frekuensi
adalah sebagai berikut :

Amplitudo
Pada ayunan sederhana, selain periode dan frekuensi, terdapat juga amplitude. Amplitude adalah
perpindahan maksimum dari titik kesetimbangan.

www.sridianti.com/pengertian-teori-bandul-fisis.html