Anda di halaman 1dari 2

BAGAIMANA METODE ILMIAH DIGUNAKAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH ?

SESI 1 : TUJUAN

Masalah :
Bagaimana metode ilmiah dapat digunakan untuk membantu Anda memecahkan masalah biologi?

Tujuan :
Pada pembelajaran ini saya dan kelompok saya akan mencoba menentukan bagaimana proses-proses
ilmiah dilakukan dalam memecahkan masalah biologi.
Manfaat :
Penyelidikan ini dilakukan agar saya dapat memahami metode ilmiah dengan baik, sehingga dapat
memecahkan masalah biologi.

SESI 2 : PENYELIDIKAN
Cara-cara penyelidikan:

1. Mempelajari materi sebelum melakukan praktikum, yaitu “Bagaimana Metode Ilmiah


digunakan untuk Memecahkan Masalah?” dalam buku penuntun praktikum biologi dasar.
2. Mengidentifikasi langkah-langkah ilmiah yaitu: observasi, merumuskan masalah, hipotesis,
melakukan eksperimen, menginterpretasi data dan menarik kesimpulan
3. Menerapkan langkah-langkah metode ilmiah, yaitu:
 Menyiapkan alat dan bahan yaitu gelas beaker (3), stopwatch, termometer, tissue, saringan
ikan, tiga ekor ikan mas pada air dengan suhu yang berbeda-beda.
 Mengamati dan menghitung laju pernapasan ikan pada masing-masing gelas.
 Menganalisis data dan menyajikannya dalam bentuk tabel.

Alasan penyelidikan:

Untuk mencapai tujuan yang ditujukan untuk menentukan bagaimana proses-proses ilmiah dilakukan
dalam memecahkan masalah biologi.

SESI 3 : ARGUMENTASI

1. Claim: Menurut saya metode ilmiah dapat digunakan untuk memecahkan masalah biologi dengan
melakukan penyelidikan ilmiah. Dengan langkah-langkah berikut: Observasi, merumuskan masalah,
hipotesis, melakukan eksperimen, menginterpretasi data, dan menarik kesimpulan.

2. Bukti Data:

Langkah-langkah Kegiatan
metode ilmiah
Observasi Laju buka tutupnya operkulum/ pernapasan ikan mas pada beberapa beaker berisi
air dengan suhu berbeda-beda
Rumusan Masalah Apakah yang mempengaruhi buka tutup operkulum ikan mas?
Hipotesis Perubahan suhu lingkungan sangat berpengaruh pada membuka dan menutupnya
operkulum ikan mas.
Eksperimen  Alat dan Bahan: Gelas beaker (3), termometer, saringan ikan, tiga ekor ikan
mas (Carrasius auratis), air hangat, air keran, dan air dingin.
 Langkah Kerja:
1. Siapkan alat dan bahan (3 gelas beaker, 3 ikan mas, air dengan 3 suhu yang
berbeda)
2. Mengukur suhu air dari 3 gelas beaker yang sudah dimasukkan kedalamnya
3. Masukkan 3 ekor ikan mas pada masing-masing gelas beaker
4. Amati dan hitung jumlah buka tutup operkulum setiap 1 menit.
5. Melakukan pengamatan selama 3 kali percobaan. Mengumpulkan data hasil
pengamatan.
 Hasil Pengamatan:
Tabel 1. Banyaknya laju kecepatan buka tutupnya operkulum ikan mas setiap 1
menit dengan suhu yang berbeda-beda.

Interpretasi Data
No. Suhu (°C) Pergerakan Operkulum/menit Rata-rata
I II III
1 Air Hangat (39°C) 110 137 150 132,3
2 Air Kran (27°C) 120 125 128 124,3
3 Air Dingin (8°C) 70 70 75 71,6

Berdasarkan percobaan yang dilakukan suhu berpengaruh terhadap frekuensi buka


tutupnya operkulum.
 Paling banyak: Pada Suhu Hangat (39°C)
 Paling sedikit: Pada suhu dingin (8°C)
 Pada air biasa/keran (27°C): Frekuensi buka tutupnya masih di ambang rata-rata

Kesimpulan Ketika suhu air lebih tinggi, laju buka-tutup operkulum pada ikan mas semakin
cepat hingga jumlah frekuensi buka tutup operkulum pada ikan mas semakin
banyak dalam satuan waktu satu menit dan begitu pula sebaliknya.

3. Dasar Kebenaran

Warrant: Saya setuju bahwa metode ilmiah dapat digunakan untuk memecahkan masalah biologi
karena dapat dibuktikan berdasarkan hasil percobaan untuk menyelidiki perbedaan laju buka-tutup
operkulum ikan mas akibat perubahan suhu lingkungan, dengan langkah-langkah berikut: Observasi,
merumuskan masalah, hipotesis, melakukan eksperimen, menyusun bukti data, analisis data dan
menarik kesimpulan.

Backing: Menurut Campbell (2010:18-21) edisi ke-8 jilid 1 , menerangkan bahwa dalam melakukan
penelitian harus urut sesuai langkah-langkah metode ilmiah yaitu: Observasi (pengamatan),
merumuskan masalah, hipotesis, melakukan eksperimen, interpretasi data, dan menarik kesimpulan.