Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS SUKASADA II
Alamat: Desa Pancasari, Kec. Sukasada, Kab Buleleng, Kode Pos: 81162
 (0362) 3429182, email : sukasadaII@yahoo.com

KERANGKA ACUAN KERJA


KUNJUNGAN RUMAH PASANGAN USIA SUBUR (PUS)
YANG TIDAK BER KB / DO

A. Pendahuluan
Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubah visinya dari
mewujudkan mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan “ Keluarga Berkualitas
tahun 2015” . Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri,
memiliki jumlah anak yang ideal, berawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan
bertakwa kepada Tuhan YME. Dalam paradigma baru program Keluarga Berencanaini, misinya
sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagai upaya integral
dalam meningkatkan kualitas keluarga. Keluarga adalah salah satu di antara kelima matra
kependudukan yang sangat mempengaruhi perwujudan pendududk yang berkualitas. Visi
tersebut dijabarkan ke dalam enam misi, yaitu : 1) memberdayakan masyarakat untuk
membangun keluarga kecil berkualitas, 2) menggalang kemitraan dalam peningkatan
kesejahteraan, kemandirian, dan ketahanan keluarga, 3) meningkatkian kualitas pelayanan KB
dan kesehatan reproduksi, 4) meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya mewujudkan hak-
hak reproduksi , 5) meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan
kesetaraan dan keadilan jender melalui program Keluarga Berencana, dan 6) mempersiapkan
Sumber Daya Manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan usia
lanjut.
Berdasarkan visi misi tersebut, program Keluarga Berencana Nasional mempunyai
kontribusi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendududk. Program KB Nasional
tersebut dapat dilihat pada pelaksanaan Program Making Pregnancy Safer (MPS). Salah satu
pesan kunci dalam Rencana Strategik Nasional MPS di di Indonesia 2001-2010 adalah bahwa
setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan. Untuk mewujudkan pesan kunci
tersebut, KB merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama.
Untuk mengoptimalkan manfaat KB bagi kesehatan, pelayanannya harus digabungkan dengan
pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia.
Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan
KB. Alasan lainnya antara lain membebaskan wanita dari rasa khawatir terhadap terjadinya
kehamilan yang tidak diinginkan, terjadinya gangguan fisik atau psikologik akibat tindakan
abortus yang tidak aman, serta tuntutan perkembangan sosial terhaap peningkatan status
perempuan di masyarakat.
Banyak perempuan mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal
ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka
tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Berbagai faktor harus
dipertimbangkan, termasuk status kesehatan, efek samping potensial, konsekuensi kegagalan
atau kehamilan yang tidak diinginkan,persetujuan pasangan, bahkan norma budaya lingkungan
dan orang tua.
Tidak ada satupun metode kontrasepsi yang aman dan efektif bagi semua klien, karena
masing2 mempunyai kesesuaian dan kecocokan individual bagi setiap klien . Namun, secara
umum persyaratan metode kontrasepsi ideal adalah aman, berdaya guna, dapat diterima,,
terjangkau , bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, klien akan segera kembali
kesuburannya, kecuali kontap.

B. Latar Belakang
Kontrasepsi merupakan salah satu kebutuhan hidup sehat, selain makanan yang sehat, air
bersih dan lingkungan yang sehat. Pasangan Usia Subur yang belum/ tidak berencana
mempunyai anak ( lagi) dan tidak memakai kontrasepsi, termasuk kelompok ”unmeet need”.
Mereka, tanpa disadari, masuk ke dalam kelompok yang beresiko tinggi. Mereka termasuk dalam
kelompok dengan angka kesakitan dan kematian yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan
mereka yang memakai kontrasepsi.
Angka ”unmeet need” di Indonesia pada pertengahan 2010 diperkirakan 9% atau lebih
dari 5 juta PUS. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab tingginya Angka Kematian Ibu
(AKI) di Indonesia,228/100.000 kelahiran hidup. Dalam MDGs, Indonesia menargetkan
penurunan AKI menjadi 108/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014.
Salah satu strategi dasar upaya menurunkan AKI adalah: semua kehamilan seyogyanya
adalah kehamilan yang direncanakan. Ini berarti setiap kehamilan didahului oleh perencanaan,
didahului pemakaian KB bila belum ingin hamil.
Dalam rangka menurunkan fertilitas, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satu bentuk
upaya tersebut yaitu pelayanan kunjungan rumah pasangan usia subur (PUS)
yang tidak ber KB/DO sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

C. Tujuan
Tujuan Umum : untuk mewujudkan Keluarga Berkualitas dan menurunkan Angka Kematian Ibu
melalui penurunan angka Unmet Need
Tujuan Khusus:
1. Melaksanakan pemantauan serta pengawasan terhadap seluruh proses pengelolaan alat
kontrasepsi mulai dari perencanaan, penerimaan, pendistribusian, penyimpanan dan
penggunaan alkon hingga sampai ke sasaran.
2. Menurunnya angka unmet need
3. Mengatur kelahiran anak
4. Jarak dan usia ideal melahirkan
5. Melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk
mewujudkan keluarga yang berkualitas.
6. Tercapainya target cakupan KB aktif 80% secara merata pada PUS diwilayah desa /
kelurahan di Puskesmas Sukasada II.

D. Kegiatan dan Rincian Kegiatan


Kegiatan kunjungan rumah pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber KB/DO dilaksanakan
setiap bulan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II

E. Cara melaksanakan kegiatan


1. Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) antara usia 20-45 tahun yang tidak ingin
hamil dan belum ber KB
2. Mempersiapkan check list,SPPD
3. Pelaksanaan Kegiatan kunjungan rumah
4. Melakukan konseling dan anamnesa
5. Memberikan pelayanan KB
6. Pencatatan dan Dokumentasi
F. Sasaran :
1. WUS Post Partum yg belum ber KB
2. PUS yang belum/ tidak berencana punya anak lagi dan tidak memakai kontrasepsi.

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Kunjungan rumah pasangan usia subur (PUS) yang tidak ber KB/DO dilaksanakan
setiap bulan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II

No DESA B U LAN

Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Agus Sep Okt Nop Des

1 Pancasari v v v v v v v v v v v v

2 Wanagiri v v v v v v v v v v v v

3 Gitgit v v v v v v v v v v v v

4 Pegayaman v v v v v v v v v v v v

5 Pegadungan v v v v v v v v v v v v

6 Ambengan v v v v v v v v v v v v

1. Target per tahun


Jumlah Sasaran : 72 PUS
Kriteria Sasaran : Pasangan Usia Subur yang tidak ingin
Hamil dan belum ber KB
2. Hasil Kegiatan : Arsip laporan.
3. Masalah : Tidak ada masalah yang berarti
4. Rencana Tindak Lanjut : Kontrol atau kunjungan ulang KB

H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Kegiatan KB dievaluasi setiap bulan sehingga kita tahu daerah-daerah mana yang belum
mencapai target. Selain itu evaluasi juga dilaksanakan dengan melaksanakan rapat
internal di Puskesmas maupun rapat di Badan KB/PP Kabupaten/Kota.

I. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan


1. Pencatatan dan pelaporan
Dilakukan setiap bulan dengan mengumpulkan laporan hasil pelayanan KB disetiap
puskesmas pembantu, bidan praktik swasta dan dokter praktik swasta, klinik swasta
serta puskesmas induk direkap menjadi laporan bulanan dikirim ke dinas kesehatan
kabupaten Buleleng.
2. Evaluasi
Dibuat rekap laporan di akhir tahun sehingga kita tahu daerah-daerah yang belum
mencapai target.

J. Lokasi
6 Desa wilayah kerja Puskesmas Sukasada II

K. Sumber Pendanaan :
- Alat Kontrasepsi di drop oleh Badan KB/ PP kabupaten Buleleng
- Kegiatan kunjungan rumah pelayanan KB bersumber dari BOK

I. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi ketepatan jadwal pelaksanaan dilakukan setiap bulan oleh Penanggung jawab
Program. Akan dilakukan tindakan korektif jika terjadi ketidaktepatan jadwal pelaksanaan.
Pelaporan tentang evaluasi ketepatan jadwal pelaksanaan kegiatan berupa check list
,blanko SPPD,laporan kagiatan, laporan evaluasi ini ditujukan kepada Kepala Puskesmas
Sukasada II.

II. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


Pencatatan pelaporan dan evaluasi kegiatan ini merupakan Laporan dan Evaluasi
Pelaksanaan Kegiatan. Pada dasarnya laporan berisi tanggal pelaksanaan,check list,blanko
SPPD yang dilakukan setiap kali selesai melakukan kegiatan, dan ditujukan kepada Kepala
Puskesmas Sukasada II. Laporan ini diserahkan kepada Kepala Puskesmas Sukasada II.

Kepala Puskesmas Sukasada II

dr. Nyoman Ayu Andriyani, M. Biomed


NIP. 19701221 200604 2 010

LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Nama Kegiatan : Kunjungan rumah PUS yang Tidak Ber-KB

No Jadwal Ketepatan Pelaksanaan


Sesuai Jadwal Tidak Sesuai Jadwal
1 Kunjungan Rumah PUS yang V
Tidak Ber-KB Bulan Januari

2 Kunjungan Rumah PUS yang V


Tidak Ber-KB Bulan Pebruari

3 Kunjungan Rumah PUS yang V


Tidak Ber-KB Bulan Maret

4 Kunjungan Rumah PUS yang V


Tidak Ber-KB Bulan April

5 Kunjungan Rumah PUS yang V


Tidak Ber-KB Bulan Mei

6 V
Kunjungan Rumah PUS yang
Tidak Ber-KB Bulan Juni
7 Kunjungan Rumah PUS yang V
Tidak Ber-KB Bulan Juli

8 Kunjungan Rumah PUS yang V


Tidak Ber-KB Bulan Agustus

9 Kunjungan Rumah PUS yang


Tidak Ber-KB Bulan September

10 Kunjungan Rumah PUS yang


Tidak Ber-KB Bulan Oktober

11 Kunjungan Rumah PUS yang


Tidak Ber-KB Bulan November

12 Kunjungan Rumah PUS yang


Tidak Ber-KB Bulan Desember

Hasil Evaluasi :
Semua kegiatan di lakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
Permasalahan :
Tidak ada masalah terkait ketepatan jadwal
Rencana Tindak Lanjut :
Kegiatan tetap dilakukan dengan konsisten