Anda di halaman 1dari 29

1.

Menentukan kasus atau masalah yang ada di kelas pada saat pembelajaran berlangsung

Jawab: Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kimia dan hasil observasi yang telah
dilakukan, terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam pembelajaran kimia di SMAN 12
Kota Jambi khususnya di kelas X MIA 5 pada materi pokok Reduksi-Oksidasi. Masalah tersebut
antara lain:

1. Masih rendahnya nilai siswa untuk mata pelajaran kimia. Di sekolah ini, nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Data hasil ulangan pada semester 1 menunjukkan
sebanyak 50% siswa belum tuntas.
2. Dalam memberikan materi mengenai reduksi-oksidasi, guru menggunakan metode
konvensional, yaitu memberikan ceramah kepada siswa dan materinya ditulis di papan
tulis. Ini menyebabkan proses pembelajaran membosankan dan sebagian besar siswa
tidak berminat belajar
3. Ada beberapa siswa yang mau belajar di kelas tersebut. Tetapi, dalam menjawab
pertanyaan guru, siswa seringkali asal sebut dan sering salah. Hal ini terjadi karena
pemahaman siswa yang kurang.
4. Kondisi siswa yang cenderung aktif, tetapi aktif yang tidak berkaitan dengan proses
pembelajaran, seperti bermain HP, mengobrol dengan teman, ribut, dan tidur.
5. Letak sekolah yang di dekat pusat kota. Suara-suara kendaraan dan aktivitas warga
disekitar sekolah terdengar jelas saat belajar. Ini membuat siswa terganggu dan tidak
fokus dalam belajar.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di SMA Negeri 12 tersebut, maka saya akan
mengadakan penelitian dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Student Team Achievment Division (STAD) Berbantuan LKPD (Lembar Kerja Peserta
Didik) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Reduksi-Oksidasi
Kelas X MIA 5 Semester Genap SMA Negeri 12 Kota Jambi Tahun Ajaran 2018/2019”.

2. Mengidentifikasi bagian rinci kasus tersebut

Jawab: Gagne & Briggs (2008:8) menjelaskan belajar adalah hasil pasangan stimulus dan
respon yang kemudian diadakan penguatan kembali (reinforcement) yang terus menerus.
Reinforcement ini dimaksudkan untuk menguatkan tingkah laku yang diinternalisasikan dalam
proses belajar. Proses belajar setiap orang akan menghasilkan hasil belajar yang berbeda-
beda untuk itu perlunya reinforcement yang terus menerus hingga mengalami
perubahan tingkah laku kearah yang lebih baik.
Menurut Slavin (2006:86), konstruktivisme adalah cara belajar danpembelajaran yang
fokus pada upaya memaksimalkan pemahaman peserta didik. Seperti pembelajaran diskaveri,
model pembelajaran ini dikondisikan dengan meaningful learning (pembelajaran bermakna) dari
madzhab pemikiran kognitif. Di sini Konstruktivisme diartikan sebagai pembelajaran yang
menekankan pada (1) peran aktif pebelajar dalam membangun pemahaman dan memupuk
kepekaan terhadap informasi (Woolfolk); (2) upaya pebelajar dalam mengkonstruk pengetahuan
untuk memupuk kepekaan terhadap lingkungan (McCown, Driscoll), dan (3) belajar akan terjadi
ketika para peserta didik secara aktif-kolaboratif merencanakan situasi yang mencakup upaya
menformulasi pertanyaan, menjelaskan fenomena, menandai isu- isu kompleks, atau
menyelesaikan masalah.
Pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division)

dikembangkan oleh Robert Slavin dkk. Di Universitas John Hopkin dan merupakan tipe

pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi

antara siswa dengan siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam memahami suatu

materi pelajaran. Menurut Slavin (Rusman, 2012:213), model STAD (Student Team

Achievement Division) merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti.

Model ini juga sangat mudah diadaptasi, telah digunakan dalam Matematika, IPA, IPS, Bahasa

Inggris, Teknik, dan banyak subjek lainnya, dan pada tingkat sekolah dasar sampai perguruan

tinggi.

Hasil belajar adalah angka yang diperoleh siswa yang telah berhasil menuntaskan
konsep LKPD merupakan kumpulan dari lembaran yang berisikan kegiatan peserta didik
yang memungkinkan peserta didik melakukan aktivitas nyata dengan objek dan persoalan yang
dipelajari. LKPD berfungsi sebagai panduan belajar peserta didik dan juga memudahkan peserta
didik dan guru melakukan kegiatan belajar mengajar. LKPD juga dapat didefenisikan sebagai
bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-
petunjuk pelaksanaan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik, yang mengacu pada
kompetensi dasar yang dicapai (Andi Prastowo, 2011: 204). Tugas-tugas yang diberikan kepada
peserta didik dapat berupa teori dan atau praktik
Redoks adalah Reduksi dan Oksidasi. Reaksi reduksi adalah reaksi pengurangan bilangan

oksidasi. Reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikan bilangan oksidasi.

3. Mengaitkan informasi-informasi tersebut sehingga muncul permasalahan

Jawab: Dari permasalahan diatas, dapat dirumuskan masalah: “Apakah Penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievment Division (STAD) Berbantuan LKPD
(Lembar Kerja Peserta Didik) Dapat dan Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi
Pokok Reduksi-Oksidasi Kelas X MIA 5 Semester Genap SMA Negeri 12 Kota Jambi Tahun
Ajaran 2018/2019?”
4. Menganalisis Penyebab masalah tersebut
Jawab: masalah utama yang menjadikan latar belakang saya merencanakan penelitian ini adalah
Masih rendahnya nilai siswa untuk mata pelajaran kimia. Di sekolah ini, nilai Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Data hasil ulangan pada semester 1 menunjukkan
sebanyak 50% siswa belum tuntas. Penyebab hal ini bisa terjadi karena metode guru dalam
mengajar masih menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah. Sehingga hanya
guru yang aktif. Ini menyebabkan sebagian besar siswa tidak tertarik dalam belajar dan bosan di
kelas sehingga siswa tersebut mengobrol dengan temannya, tidur, bermain hp, bahkan ada yang
minggat. Selain itu, gurunya tidak memperdulikan siswa yang berkelakuan seperti itu. Peran
orang tua menyebabkan nilai siswa sebagian besar rendah, dimana orang tua terlalu sibuk dengan
pekerjaannya, tidak memperdulikan keadaan anaknya dikelas dan nilainnya. Orang tua yang
cerai dan telah berpisah juga salah satu penyebabnya juga. Keadaan sekolahnya juga dimana
lingkungannya yang di jalan raya terdengan suara kendaraan yang membuat tidak focus siswa
dalam belajar. Tidak lupa juga sarana dan prasarana dimana mereka harus berbagi kelas dengan
siswa SMK Negeri 3 Kota Jambi, membuat kelas X MIA 5 SMA Negeri 12 Kota Jambi belajar
di siang hari. Pada saat itu, focus siswa berkurang karena belajar yang baik dilaksanakan di pagi
hari. Media yang tersedia tidak lengkap, tidak ada Proyektor dan LKPD untuk membantu siswa
dalam belajar.
5. Mengembangkan alternative pemecahan masalah

Jawab: Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMA Negeri 12 Kota Jambi tepatnya dikelas
X MIA 5. SMA Negeri 12 Kota Jambi terletak di Jl. Kasturi II, Simpang IV Sipin, Telanaipura,
Kota Jambi, Jambi. Kondisi lingkungan sekolah ini berada di pusat kota dan terletak di pinggir
jalan raya, serta berdekatan dengan JAMTOS (Jambi Town Square).
Penelitian ini dilakukan pada semester Genap tahun pelajaran 2018/2019, dimulai pada
hari senin tanggal 18 Februari 2019 pada pukul 13:00 WIB selama 2 kali 35 menit. Biasanya
1jam pelajaran sama dengan 45 menit tetapi karena keterbatasan waktu dimana siswanya masuk
siang, makanya dikurangi menjadi 1 jam pelajaran sama dengan 35 menit. Penelitian ini
dilakukan selama 2 minggu dengan 2 siklus
Table waktu pelaksanaan penelitian
WAKTU DAN
SIKLUS PERTEMUAN MATERI
TANGGAL
Pertemuan1 Konsep Redoks dan Bilangan Senin, 18 Februari 2019
(2JP) Oksidasi 13:00 WIB

1
Pertemuan2 Konsep Redoks dan Bilangan Rabu, 20 Februari 2019
(2JP) Oksidasi 13:00 WIB
Tes tertulis
Pertemuan1 Tata nama IUPAC Berdasarkan Senin, 25 Februari 2019
(2JP) Bilangan Oksidasi dan Aplikasi 13:00 WIB
Redoks

2
Pertemuan2 Tata nama IUPAC Berdasarkan Rabu, 27 Maret 2019\
(2JP) Bilangan Oksidasi dan Aplikasi 13:00 WIB
Redoks
Tes Tertulis

Di dalam penelitian ini, desain penelitian yang diguanakan adalah desain penelitaan
Kemmis and Mc Taggart. prosedur penelitian dilaksanakan dengan menggunakan siklus-siklus
tindakan (daur ulang). Daur ulang dalam penelitian diawali dengan perencanaan (Planning),
tindakan (Action), mengobservasi (Observation), dan melakukan refleksi (Reflection), dan
seterusnya sampai adanya peningkatan yang diharapkan tercapai, (Hopkins dalam Arikunto,
2010:14).

Gambar Prosedur siklus penelitian, diadopsi dari Arikunto (2010:17)

Secara rinci pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi langkah langkah sebagai
berikut:
SIKLUS I
Kegiatan pada siklus pertama diawali dengan peneliti mengadakan observasi ke dalam
suatu kelas di suatu SMA dan wawancara pada guru yang mengajar kimia di kelas yang
diobservasi. Disini, ditemukan beberapa masalah yang terjadi di kelas tersebut. Dipilih salah satu
masalah yang paling urgent untuk dilakukan penelitian dikelas tersebut. Adapun langkah-
langkah yang harus dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
Setelah di dapatkan pokok permasalahan, maka dimulailah tahap perencanaan, yakni
merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki permasalahan
pembelajaran tersebut. Hal utama yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah
menyamakan persepsi antara peneliti, observer dan guru mata pelajaran yang bersangkutan
terlebih dahulu, agar nantinya pada saat pelaksanaan, peneliti dan guru mata pelajaran memiliki
pemahaman yang sama dalam penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement
Divisions (STAD) dengan berbantuan LKPD.
Setelah menyamakan persepsi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan, peneliti
menyiapkan beberapa persiapan sebagai berikut :

a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I, Siklus I direncanakan


terdiri dari 2 kali pertemuan
b. Penyusunan Lembar Kerja Siswa
c. Melakukan pembagian kelompok belajar
d. Penyusunan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran Student Teams
Achievement oleh guru dan oleh siswa dan soal-soal sebagai evaluasi
e. Menentukan kriteria keberhasilan pembelajaran. Dalam penelitian ini peserta didik
dikatakan berhasil apabila nilai observer dalam mengisi lembar observasi keterlaksanaan
model pembelajaran oleh siswa dan guru baik dan untuk hasil belajar telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan nilai 75.
2. Pelaksanaan Tindakan
Tahap pelaksanaan adalah kegiatan inti dari penelitian tindakan kelas ini, karena proses di
dalamnya meliputi kegiatan penerapan model pembelajaran Student Teams Achievment Divisions
(STAD) yang telah disiapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 5 SMA
Negeri 12 Kota Jambi pada Reduksi-Oksidasi. Penerapan model pembelajaran ini mengacu pada
RPP yang telah dipersiapkan dengan langkah-langkah kegiatan inti sebagai berikut:
a. Kegiatan awal
1) Guru menyiapkan siswauntukmelakukanpembelajaran
2) Guru memberikan apersepsi dan motivasi dengan menanyakan materi sebelumnya
yang berkaitan dengan pembelajaran hari ini
3) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
b. Kegiatan Inti
 Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, dimana satu kelompoknya terdiri
dari 4-5 siswa yang memperioritaskan heterogenitas kelas dalam prestasi akademik,
jenis kelamin, ras, atau etnik.
 Guru menyajikan materi pelajaran
 Guru memberi tugas pada kelompok untuk didiskusikan dan dikerjakan oleh anggota-
anggota kelompok.
 Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya
 Guru memberi nilai setiap kelompok hasil dari diskusi yang telah dipresentasikan
 Guru memberi tes/kuis setiap siswa secara individual
 Guru memberikan penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai dari
kelompok dan setiap anggota kelompok
c. Kegiatan penutup
1) Guru membimbing peserta didik untuk memberikan kesimpulan
2) Guru Mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi yang akan diajarkan pada
pertemuan selanjutnya
3) Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.
3. Observasi
Observasi merupakan tahapan kegiatan yang sepenuhnya dilakukan oleh pengamat.Tahap
observasi merupakan tahap pengumpulan data yang bersifat kualitatif. Ketika proses
pembelajaran ini berlangsung, terdapat observer dimana observernya teman dari peneliti yang
mengerti tentang ini yang menilai keterlaksananya model pembelajaran STAD dengan mengisi
lembar observasi keterlaksana model pembelajaran STAD oleh guru dan siswa. Jumlah observer
yang menilai ini ada 3 observer, 1 orang untuk mengamati guru dan 2 orang untuk mengamati
siswa. Di akhir siklus diberikan tes tertulis kepada siswa untuk mengetahui apakah ada
peningkatan hasil belajar siswa.
4. Refleksi
Refleksi merupakan kegiatan akhir di tiap siklus dan merupakan cermin hasil penelitian
pada tiap siklus.Setelah pelaksanaan tindakan dan pengamatan termasuk didalamnya proses
pengambilan data telah selesai, maka didapatlah data- data yang harus segera diolah sehingga
dapat diputuskan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Jika hasil olah data telah
memenuhi target pada siklus 1 yaitu untuk keterlaksanaan model pembelajaran oleh guru dan
siswa baik dan untuk hasil belajar telah mencapai rata-rata 75 maka siklus I bisa dilanjutkan
dengan siklus berikutnya dengan mempertahankan kegiatan yang telah dilakukan di siklus 1 dan
menambah sedikit strategi pembelajaran agar lebih meningkat kembali, namun jika belum
mencapai target maka tindakan dilanjutkan pada siklus berikutnya guna untuk perbaikan.
SIKLUS LANJUTAN
Kegiatan yang dilakukan padasiklus II dimaksudkan sebagai perbaikan dari siklus I.
Tahap kerja pada siklus II mengikuti tahapan kerja pada siklus I yaitu diawali dengan
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
6. Menganalisis Pemecahan Masalah

Jawab: Kelebihan Model Pembelajaran STAD:

1. siswa berperan aktif dalam membantu dan memberikan motivasi semangat untuk keberhasilan
bersama dalam kelompok

2. interaksi yang terjadi antara siswa sering dengan peningkatan kemampuan siswa dalam
menyampaikan suatu pendapat

3. membantu siswa dalam memudahkan untuk melakukan penyesuaian

4. mampu meningkatkan perasaan saling percaya di antara anggota kelompok dan lebih luas,
diantara sesama manusia

5. membantu siswa menghilangkan sifat yang suka mementingkan diri sendiri

6. mampu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sosial dan kesetiakawanan dalam


lingkungan sosial

7. siswa dapat berperan aktif sebagai tutor sebaya. Sehingga kelompok menjadi lebih berhasil
untuk mencapai prestasi

8. siswa dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok, dengan cara menjunjung
tinggi norma-norma yang hidup dalam kelompok.

Kekurangan model pembelajaran STAD:

1. waktu yang dibutuhkan dalam menerapkan model ini lebih lama

2. siswa harus memiliki sifat untuk bersedia bekerja sama


3. karena waktu yang dibutuhkan lama, maka tidak semua guru bersedia menggunakan model
pembelajaran jenis STAD

Untuk mengatasi kekurangan ini, makanya digunakan media LKPD (Lembar Kerja
Peserta Didik) agar meminimalisir waktu lama menjadi lebih singkat. Selain itu, ini juga dapat
membantu meningkatkan hasil belajar siswa

7. Menyusun dan menuliskan pemecahan masalah

Jawab: Adapun kisi-kisi lembar keterlaksanaan model Pembelajaran Student Team Achievment
Divisions (STAD) oleh guru adalah :
Tabel Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Student Team
Achievment Divisions (STAD) oleh guru

Aspek yang Diamati Nomor


Item
Menyiapkan siswa untuk melakukan pembelajaran
1
Memberikan apersepsi dan motivasi dengan menanyakan materi sebelumnya 2
yang berkaitan dengan pembelajaran hari ini
Menyampaikan tujuan pembelajaran 3
Membagi siswa ke dalam beberapa kelompok 4
Menyajikan materi pelajaran 5
Memberi tugas pada kelompok untuk didiskusikan dan dikerjakan oleh anggota 6
kelompok
Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya 7

Memberi nilai setiap kelompok hasil diskusinya 8


Memberi tes/kuis setiap siswa secara individual 9
Memberikan penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai dan
kelompok dan setiap anggota kelompok. 10
Membimbing peserta didik untuk memberikan kesimpulan 11
Mengingatkan peserta didik untuk mempelajari materi yang akan diajarkan pada 12
pertemuan selanjutnya
Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam 13
Adapun kisi-kisi lembar keterlaksanaan model Pembelajaran Student Team Achievment
Divisions (STAD) oleh siswa adalah :
Tabel Kisi-Kisi Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran Student Team
Achievment Divisions (STAD) oleh guru

Aspek yang Diamati Nomor


Item
Bersiap untuk melakukan pembelajaran
1
Mendengarkan apersepsi dan motivasi 2

Menndengarkan tujuan pembelajaran 3


Membentuk kelompok 4
Mengamati dan mendengrkan penyampaian materi pelajaran 5
Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara berkelompok 6
Mempresentasikan hasil diskusi 7

Memberi nilai setiap kelompok hasil diskusinya 8


Mengerjakan tes/kuis secara individual 9
Menerima penghargaan dari guru bagi kelompok yang menang.
10
Menerima kekalahan bagi kelompok yang kalah 11
Memberikan kesimpulan 12
Menjawab salam 13

Lembar Observasi keterlaksanaan model pembelajaran Student Team Achievment


Division (STAD) adalah lembar observasi tertutup, dimana pertanyaan telah memiliki alternative
jawaban yang tinggal dipilih oleh observer. Skala yang digunakan adalah skala likert dimana ada
5 pilihan jawaban, yaitu terlaksana dengan sangat baik=5, terlaksana dengan baik=4, terlaksana
kurang baik=3, terlaksana dengan buruk=2 dan terlaksana sangat buruk=1.
Lembar observasi keterlaksanaan ada 2, yaitu lembar observasi keterlaksanaan model
STAD oleh guru dan siswa. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai
keterlaksanaan model Pembelajaran STAD masing-masing berisi sebanyak 13 pernyataan
dengan jumlah skor minimum 13 dan maksimum 65 dengan interpretasi skor sebagai berikut:
Skor minimum : 1 x 13 = 13
Skor maksimum : 5 x 13 = 65
Kategori kriteria : 4
65−13
Rentang nilai : = 10,4
4

Tabel Kategori Keterlaksanaan Model Problem Based Learning


Skor Interval (%) Kategori
54,8 – 65 76 – 100 % Sangat Baik
34 – 44,4 51 – 75 % Baik
23,5 – 33,9 26 – 50 % Sedang
13 – 23,4 0 – 25 % Buruk
Tes tertulis digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa model pembelajaran tipe
STAD. Dalam penelitian ini digunakan tes dengan tipe essay. Adapun pada analisis butir tes,
butir akan dilihat karakteristiknya dan dipilih butir – butir yang baik. Arikunto (2008)
menyatakan bahwa sebuah tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi
persyaratan tes. Soal tes tertulis diberikan pada akhir siklus.
Tabel Tes tertulis
Indikator
No Pencapaian Instrumen Kunci Jawaban Skor
Kompetensi
1 Menggunakan 1. Pada konsep reaksi 1. Konsep reaksi oksidasi dan 2
pengetahuan oksidasi dan reduksi reduksi berdasarkan
tentang konsep berdasarkan penggabungan dan
reaksi oksidasi- penggabungan dan pelepasan oksigen maka :
reduksi serta pelepasan oksigen  Oksidasi adalah reaksi
menentukan maka apakah yang penggabungan oksigen
bilangan oksidasi dimaksud dengan dengan
atom dalam oksidasi dan reduksi? unsure/senyawa
molekul atau ion  Reduksi adalah reaksi
yang merupakan pelepasan oksigen dari
hasil pemikiran senyawanya
manusia sebagai
wujud kebesaran
TYME

2 Memiliki rasa 2. Berdasarkan 2. Berdasarkan pelepasan dan 2


ingin tahu pelepasan dan penggabungan oksigen,
mengenai penggabungan maka :
konsep reaksi oksigen, tentukanlah Reduksi : 2CuO → 2Cu + O2
oksidasi-reduksi manakah reaksi Oksidasi: 2PbO+O2→ 2PbO2
serta berikut yang
menentukan termasuk reaksi
bilangan oksidasi reduksi-oksidasi?
atom dalam 2CuO → 2Cu + O2
molekul atau ion 2PbO + O2→ 2PbO2

3 Menunjukkan 3. Tentukan bilangan 2. Bilangan oksidasi atom 4


ketekunan dan oksidasi atom unsure- unsur-unsur dalam
tanggung jawab unsur dalam senyawa senyawa berikut :
dalam belajar berikut : a) Ag = +1, Cl = -1
dan bekerja baik a. AgCl b) O3 = 0
secara individu b. O3 c) Cl = +3, O = -2
maupun c. ClO2- d) Na = +1, H = -1
berkelompok d. NaH

4 Membedakan 4. Berdasarkan data 4. Berdasarkan data bilangan 2


konsep oksidasi- oksidasi atom unsure-
bilangan oksidasi
reduksi ditinjau unsurnya maka reaksi
atom unsure-
dari berikut dapat dikatakan
penggabungan unsurnya reaksi redoks.
dan pelepasan bagaimana reaksi Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
oksigen, berikut dapat Mg → Mg2+ (Oksidasi)
pelepasan dan 2H+ → H2 (Reduksi)
dijelaskan
penerimaan
elektron serta
sebagai reaksi
peningkatan dan redoks?
penurunan Mg + 2HCl →
bilangan oksidasi
MgCl2 + H2

Rubrik penilaian:
Aspek Yang Jawaban
No Rubrik
Dinilai
1 Pada konsep reaksi Konsep reaksi oksidasi dan reduksi 1. Menjawab 1
oksidasi dan berdasarkan penggabungan dan 2. Menjawab 2
reduksi pelepasan oksigen maka :
berdasarkan  Oksidasi adalah reaksi
penggabungan dan penggabungan oksigen dengan
pelepasan oksigen unsure/senyawa
maka apakah yang  Reduksi adalah reaksi pelepasan
dimaksud dengan oksigen dari senyawanya
oksidasi dan
reduksi?

2 Berdasarkan Berdasarkan pelepasan dan 1. Menjawab satu


pelepasan dan penggabungan oksigen, maka : 2. Menjawab dua.
penggabungan Reduksi : 2CuO → 2Cu + O2
oksigen, Oksidasi: 2PbO+O2→ 2PbO2
tentukanlah
manakah reaksi
berikut yang
termasuk reaksi
reduksi-oksidasi?
2CuO → 2Cu + O2
2PbO + O2→ 2PbO2

3 Tentukan bilangan Bilangan oksidasi atom unsur-unsur 1. Menjawab Satu


oksidasi atom dalam senyawa berikut : 2. Menjawab dua
unsure-unsur a) Ag = +1, Cl = -1
3. Menjawab tiga
dalam senyawa b) O3 = 0
4. Menjawab empat
berikut : c) Cl = +3, O = -2
a. AgCl d) Na = +1, H = -1
b. O3
c. ClO2-
d. NaH

4 Berdasarkan data 5. Berdasarkan data bilangan oksidasi 1. Melakukan


bilangan oksidasi atom unsure-unsurnya maka reaksi
konfigurasi
atom unsure- berikut dapat dikatakan reaksi
unsurnya redoks.
elektron /elektron
bagaimana reaksi Mg + 2HCl → MgCl2 + H2 valensi tapi
berikut dapat Mg → Mg2+ (Oksidasi) kurang tepat
dijelaskan sebagai 2H+ → H2 (Reduksi)
2. Melakukan
reaksi redoks?
Mg + 2HCl →
konfigurasi
MgCl2 + H2 elektron/elektron
valensi dengan
tepat
3. Melakukan
konfigurasi
elektron dengan
tepat te tapi
elektron valensi
kurang tepat, atau
sebaliknya
4. Melakukan
konfigurasi
elektron dan
elekron valensi
dengan tepat
8. Membuat RPP
Jawab: RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMAN 12 Kota Jambi


Kelas/Semester : X MIA/ 2
Mata Pelajaran : KIMIA
Materi Pokok : Reaksi reduksi - oksidasi
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (2 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat danminatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan
YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifattentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka,mampu membedakan fakta dan opini,ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.9 Menganalisis perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi serta menentukan
bilangan oksidasi atom dalam molekul atau ion

Indikator:
1. Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan
oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan
bilangan oksidasi.
2. Menjelaskan Aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi atom unsur.
3. Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
4. Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.
5. Mengamati, menyimpulkan serta menyajikan hasil pengamatan reaksi oksidasi-
reduksi
C. Tujuan Pembelajaran
1. siswa mampu menjelaskan reaksi oksidasi
2. siswa mampu menjelaskan reaksi reduksi.
3. siswa mampu membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan
pelepasan oksigen.
4. siswa mampu membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari pelepasan dan
penerimaan elektron.
5. siswa mampu membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari peningkatan dan
penurunan bilangan oksidasi.
6. siswa dapat memahami aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi atom unsur
berdasarkan pergamatan yang telah dilakukan.
7. Siswa mampu Menunjukkan sikap komunikatif dalam menyampaikan data hasil pengamatan.
8. Siswa mampu Mengemukakan hasil pengamatan reaksi oksidasi.
9. Siswa mampu Mengemukakan hasil percobaan reaksi reduksi.
D. Materi Pembelajaran
Reaksi redoks adalah reaksi reduksi dan oksidasi yang berlangsung secara
bersamaan.Reaksi redoks adalah singkatan dari REDuksi OKSidasi.Contoh reaksi redoks
dalam kehidupan sehari-hari adalah perkaratan, pembakaran, pembusukan, fotosintesis, dan
metabolisme.
a. Perkembangan Konsep Redoks
Konsep reaksi reduksi dan oksidasi mengalami perkembangan dari masa ke masa
sesuai cakupan konsep yang dijelaskan,antara lain :
1. Reaksi pengikatan dan pelepasan unsur oksigen
 Reaksi oksidasi (pengoksigenan) adalah peristiwa penggabungan suatu zat dengan
oksigen.
Contoh:
Si + O2 → SiO2

Reaksi oksidasi logam dikenal juga dengan nama perkaratan. Reaksi pembakaran
juga termasuk reaksi oksidasi, misalnya pembakaran minyak bumi, kertas, kayu
bakar, dll.
 Reaksi reduksi adalah peristiwa pengeluaran oksigen dari suatu zat.
Contoh:
2 CuO → 2 Cu + O2
H2O → H2 + O2
2. Reaksi pelepasan dan pengikatan electron
 Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron.
Contoh(setengah reaksi oksidasi).:
Na → Na ++ e
Zn → Zn2++ 2e
Al → Al3++ 3e
 Reduksi adalah peristiwa pengikatan atau penangkapan elektron.
Contoh (setengah reaksi reduksi).:
Na + + e → Na
Fe 3+ + e → Fe 2+

Dari konsep kedua ini dapat disimpulkan bahwa reaksi oksidasi dan reduksi tidak
hanya hanya melibatkan reaksi suatu zat dengan oksigen.

3. Reaksi penambahan dan pengurangan bilangan oksidasi


Oksidasi adalah peristiwa naiknya / bertambahnya bilangan oksidasi suatu unsur,
sedangkan reduksi adalah peristiwa turunnya / berkurangnya bilangan oksidasi.
Contoh :

a. Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi (biloks) disebut juga tingkat oksidasi.Bilangan oksidasi
diartikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom dalam keadaan bebas atau dalam
senyawa yang dibentuknya.
Bilangan oksidasi suatu unsur dapat ditentukan dengan aturan berikut:
1. Biloks atom dalam unsur adalah nol
Contoh Na, Fe, O2, H2 memiliki biloks nol
2. Total biloks senyawa adalah nol
Contoh H2O, NaOH, CH3COOH, KNO3 total biloksnya adalah nol
3. Biloks ion sesuai dengan muatannya
Contoh Na 1+ (= +1), O2- (= -2), Fe3+ (= +3)
4. Biloks unsur golongan I A dalam senyawanya adalah + 1
Contoh Biloks atom Na dalam NaCl adalah + 1
5. Biloks unsur golongan II A dalam senyawanya adalah + 2
Contoh: Biloks Ca dalam CaCO3 adalah + 2
6. Biloks unsur golongan VII A dalam senyawa binernya adalah – 1
Contoh: Biloks F dalam senyawa KF dan BaF2 adalah – 1
7. Biloks unsur oksigen dalam senyawanya adalah – 2
Contoh dalam H2O, Na2O, Al2O3
8. Biloks unsur hydrogen dalam senyawanya adalah + 1
Contoh dalam H2O, HCl, H2SO4
Catatan Penting:
Biloks H = -1 dalam senyawa hidrida misal NaH, LiH, CaH2
Biloks O = -1 dalam senyawa peroksida misal H2O2

b. Oksidator Dan Reduktor


1. Oksidator ( zat pengoksidasi ) adalah senyawa – senyawa yang memiliki kemampuan
untuk mengoksidasi senyawa lain. Oksidator melepaskan electron dari senyawa lain,
sehingga dirinya sendiri tereduksi. Oleh karena ia ‘menerima’ elektron, ia di sebut
juga sebagai penerima electron. Oksidator biasanya adalah senyawa -senyawa yang
memiliki unsur-unsur dengan bilangan oksidasi yang tinggi ( seperti H2O2, MnO4-,
CrO3, Cr2O72-) atau senyawa – senyawa yang sangat elektronegatif,sehingga biasa
mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih dengan mengoksidasi sebuah senyawa
(misalnya oksigen, fluorin, klorin, dan bromin ).

Contoh :Pada reaksi pembentukan MgO


Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s)

O2 mengambil elektron dari Mg dan menyebabkan Mg teroksidasi.Jadi O2 adalah


zat pengoksidasi.Sehingga, zat pengoksidasi (O2) menjadi tereduksi.

2. Reduktor ( zat pereduksi ) adalah Senyawa-senyawa yang memiliki kemampuan


untuk mereduksi senyawa lain. Reduktor melepaskan elektron dari senyawa lain,
sehingga dirinya sendiri teroksidasi. Oleh karena ia ‘mendonorkan’ elektronnya, ia di
sebut juga sebagai penderma atau pendonor electron. Senyawa-senyawa yang berupa
reduktor sangat bervariasi. Unsur-unsur logam seperti Li, Na, Mg, Zn, dan Al dapat
digunakan sebagai reduktor. Logam – logam ini akan memberikan elektronnya
dengan mudah.

Contoh: Pada reaksi pembentukan MgO

Mg(s) + O2(g) → 2MgO(s)

Mg memberikan elektron pada O2 yang menyebabkan O2 tereduksi.Jadi Mg


adalah zat pereduksi.Sehingga, zat pereduksi (Mg) menjadi teroksidasi.

b. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : ilmiah (Saintific)
2. Model : STAD (Student Team Achievement Division)
3. Metode : Ceramah, Tanya jawab, presentasi, diskusi kelompok, dan penugasan.

c. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media : video, LKPD, buku pelajaran.
2. Alat/ Bahan :
 Alat tulis menulis (spidol, whiteboard, penghapus, buku tulis, pulpen)
 LCD
 Laptop
3. Sumber Belajar :
 Michael Purba. 2007. Kimia SMA kelas X.Jakarta :Erlangga.
 Sunarya, Y dan Agus Setiabudi. 2009.Mudah dan Aktif Belajar Kimia I: Untuk
Kelas X SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen PendidikanNasional.
 Jauhari, J.M.C. dan M. Rachmawati. 2009. Kimia 2 (SMA dan MA untuk kelas
X). Jakarta : Esis.
d. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Aktifitas Aloka
Guru Siswa si
waktu
Pendahuluan  Guru menyiapkan siswa  Siswa bersiap untuk 5
untuk melakukan melakukan menit
pembelajaran pembelajaran

 Guru memberikan  Siswa mendengarkan


apersepsi dan motivasi apersepsi dan motivasi
dengan menanyakan dengan serius dan
materi sebelumnya yang menjawab pertanyaan
berkaitan dengan guru dengan santun
pembelajaran hari ini
 Guru menyampaikan  Siswa mendengarkan
tujuan pembelajaran tujuan pembelajaran
yang disampaikan guru
dengan khusyuk
Kegiatan inti  Sebelum kegiatan inti  Siswa membentuk 60
dimulai, guru membagi kelompok yang telah menit
siswa menjadi 8 ditetapkan dengan tertib
kelompok, yang satu
kelompoknya terdiri dari
4 siswa
 Guru menyajikan materi  Siswa mengamati video
yang berkenaan dengan dan powerpoint yang
reduksi dan oksidasi disajikan guru dengan
(video dan powerpoint) semangat dan antusias.

 Guru memberi tugas pada  Siswa mengerjakan


kelompok untuk tugas dengan rajin dan
didiskusikan dan teliti
dikerjakan oleh anggota-
anggota kelompok

 Guru meminta setiap  Siswa


kelompok untuk mempresentasikan hasil
mempresentasikan hasil diskusinya
diskusinya dan guru
memberi nilai setiap
kelompok dari diskusi yang
telah dipresentasikan

 Guru memberi tes/kuis


 Siswa mengerjakan
setiap siswa secara
tes/kuis dengan serius
individual
dan teliti

 Guru memberikan  Siswa menerima


penghargaan pada penghargaan dari guru,
kelompok berdasarkan dimana siswa-siswa yang
perolehan nilai dari mendapat penghargaan
kelompok dan setiap adalah dari kelompok
anggota kelompok nilai yang paling tinggi.
Penutup  Siswa menyimpulkan 5
 Guru membimbing siswa hasil pembelajaran hari menit
menyimpulkan hasil ini dengan antusias dan
pembelajaran semangat.

 Guru menutup pelajaran  Siswa menjawab salam


dengan mengucapkan dengan santun.
salam

e. Penilaian
1. Jenis/ Teknik Penilaian
a. Penilaian kognitif
Tertulis :penugasan, dan hasil diskusi.
b. Penilaian sikap (afektif )
Berdasarkan pengamatan guru dalam kelas : Observasi
c. Penilaian keterampilan( psikomotor)
Keaktifan siswa selama diskusi di dalam kelas serta penyajian hasil
diskusi : Observasi
2. Bentuk Instrumen dan Instrumen
a. Penilaian kogitif
Soal penugasan dalam bentuk essay ( terlampir )
b. Penilaian sikap
Sikap selama proses pembelajaran (terlampir)
c. Penilaian keterampialn
Kinerja selama diskusi ( terlampir )
3. Pedoman Penskoran
a. Penilaian kognitif : terlampir
b. Penilaian sikap : terlampir
c. Penilaian keterampilan : terlampir

Jambi, 19 april 2017


Dosen penilai penampilan mahasiswa mahasiswa
............................ ..........................................
NIP. ........................
LAMPIRAN 1
Kisi-kisi Instrument penilaian kognitif

Indikator penilaian kognitif dilakukan selama proses pembelajaran, yaitu pada


saat peserta didik mengerjakan kisi-kisi soal dibawah ini. Berikut rubrik penilaiannnya :
Indikator
No Pencapaian Instrumen Kunci Jawaban Skor
Kompetensi
1 Menggunakan 2. Pada konsep reaksi 3. Konsep reaksi oksidasi dan 2
pengetahuan oksidasi dan reduksi reduksi berdasarkan
tentang konsep berdasarkan penggabungan dan
reaksi oksidasi- penggabungan dan pelepasan oksigen maka :
reduksi serta pelepasan oksigen  Oksidasi adalah reaksi
menentukan maka apakah yang penggabungan oksigen
bilangan oksidasi dimaksud dengan dengan
atom dalam oksidasi dan reduksi? unsure/senyawa
molekul atau ion  Reduksi adalah reaksi
yang merupakan pelepasan oksigen dari
hasil pemikiran senyawanya
manusia sebagai
wujud kebesaran
TYME

2 Memiliki rasa 4. Berdasarkan 5. Berdasarkan pelepasan dan 2


ingin tahu pelepasan dan penggabungan oksigen,
mengenai penggabungan maka :
konsep reaksi oksigen, tentukanlah Reduksi : 2CuO → 2Cu + O2
oksidasi-reduksi manakah reaksi Oksidasi: 2PbO+O2→ 2PbO2
serta berikut yang
menentukan termasuk reaksi
bilangan oksidasi reduksi-oksidasi?
atom dalam 2CuO → 2Cu + O2
molekul atau ion 2PbO + O2→ 2PbO2

3 Menunjukkan 6. Tentukan bilangan 3. Bilangan oksidasi atom 4


ketekunan dan oksidasi atom unsure- unsur-unsur dalam
tanggung jawab unsur dalam senyawa senyawa berikut :
dalam belajar berikut : e) Ag = +1, Cl = -1
dan bekerja baik e. AgCl f) O3 = 0
secara individu f. O3 g) Cl = +3, O = -2
maupun g. ClO2 - h) Na = +1, H = -1
berkelompok h. NaH

4 Membedakan 7. Berdasarkan data 6. Berdasarkan data bilangan 2


konsep oksidasi- oksidasi atom unsure-
bilangan oksidasi
reduksi ditinjau unsurnya maka reaksi
atom unsure-
dari berikut dapat dikatakan
penggabungan unsurnya reaksi redoks.
dan pelepasan bagaimana reaksi Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
oksigen, berikut dapat Mg → Mg2+ (Oksidasi)
pelepasan dan 2H+ → H2 (Reduksi)
dijelaskan
penerimaan
elektron serta
sebagai reaksi
peningkatan dan redoks?
penurunan Mg + 2HCl →
bilangan oksidasi
MgCl2 + H2

Rubrik penilaian:
Aspek Yang Jawaban
No Rubrik
Dinilai
1 Pada konsep reaksi Konsep reaksi oksidasi dan reduksi 3. Menjawab 1
oksidasi dan berdasarkan penggabungan dan 4. Menjawab 2
reduksi pelepasan oksigen maka :
berdasarkan  Oksidasi adalah reaksi
penggabungan dan penggabungan oksigen dengan
pelepasan oksigen unsure/senyawa
maka apakah yang  Reduksi adalah reaksi pelepasan
dimaksud dengan oksigen dari senyawanya
oksidasi dan
reduksi?

2 Berdasarkan Berdasarkan pelepasan dan 3. Menjawab satu


pelepasan dan penggabungan oksigen, maka : 4. Menjawab dua.
penggabungan Reduksi : 2CuO → 2Cu + O2
oksigen, Oksidasi: 2PbO+O2→ 2PbO2
tentukanlah
manakah reaksi
berikut yang
termasuk reaksi
reduksi-oksidasi?
2CuO → 2Cu + O2
2PbO + O2→ 2PbO2

3 Tentukan bilangan Bilangan oksidasi atom unsur-unsur 5. Menjawab Satu


oksidasi atom dalam senyawa berikut : 6. Menjawab dua
unsure-unsur e) Ag = +1, Cl = -1
7. Menjawab tiga
dalam senyawa f) O3 = 0
8. Menjawab empat
berikut : g) Cl = +3, O = -2
e. AgCl h) Na = +1, H = -1
f. O3
g. ClO2-
h. NaH

4 Berdasarkan data 7. Berdasarkan data bilangan oksidasi 5. Melakukan


bilangan oksidasi atom unsure-unsurnya maka reaksi
konfigurasi
atom unsure- berikut dapat dikatakan reaksi
unsurnya redoks.
elektron /elektron
bagaimana reaksi Mg + 2HCl → MgCl2 + H2 valensi tapi
berikut dapat Mg → Mg2+ (Oksidasi) kurang tepat
dijelaskan sebagai 2H+ → H2 (Reduksi)
6. Melakukan
reaksi redoks?
Mg + 2HCl →
konfigurasi
MgCl2 + H2 elektron/elektron
valensi dengan
tepat
7. Melakukan
konfigurasi
elektron dengan
tepat te tapi
elektron valensi
kurang tepat, atau
sebaliknya
8. Melakukan
konfigurasi
elektron dan
elekron valensi
dengan tepat

LAMPIRAN 2
KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Indikator penilaian sikap dilakukan selama proses pembelajaran, yaitu pada saat peserta
didik melakukan pengamata dan mengomunikasikan hasil diskusi kelompoknya. Berikut
rubrik penilaiannnya :
Total
Sikap yang Dinilai
Skor
No. Nama Rasa Tanggung Jujur Komunikatif
Ingin Jawab
Tahu
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

INDIKATOR SETIAP SIKAP YANG DINILAI:

Sikap Indikator
Memperhatikan penjelasan guru
Mengumpulkan sumber informasi lain
Rasa Ingin Tahu
dari buku ajar dan penjelasan guru
Mengajukan pertanyaan kepada guru
Mengerjakan tugas individu dengan
baik
Mengerjakan tugas kelompok dengan
Tanggung Jawab
sungguh-sungguh
Mengerjakan dan mengumpulkan
tugas tepat waktu
Mencantumkan sumber rujukan
Mencatat data hasil pengamatan sesuai
Jujur dengan yang diperoleh
Melaporkan hasil praktikum apa adanya

Mempresentasikan hasil percobaan


dengan benar
Komunikatif Menyampaikan pendapat dengan jelas
Tidak memotong pembicaraan teman
maupun guru

Rubrik penilaian:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang nilai 1s.d 4
1= Sangatkurang berpartisipasi
2= kurang berpartisipasi
3= Berpartisipasi
4= Sangat berpartisipasi

Keterangan:
1. Kolom skor diisi kualitas kriteria yang diperoleh siswa
2. Nilai diperoleh berdasarkan perhitungan berikut:
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙𝑆𝑘𝑜𝑟
Nilai = 𝑆𝑘𝑜𝑟𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 x 100
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

DOSEN PENGAMPU :
M. DWI WIWIK ERNAWATI, M.Pd, M.Kes
DRS. FULDIARATMAN M.Pd

DISUSUN OLEH :

VICKY ADRIAN
A1C116048

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019