Anda di halaman 1dari 4

Proceedings Conference on Design Manufacture Engineering and its Application e-ISSN No.

2654-8631
Program Studi D4 Teknik Desain dan Manufaktur – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Desain Proses Produksi Survival Knife dengan Metode Operation


Process Chart di Perusahaan Manufaktur

Amelia Laksmi1*, Renanda Nia Rachmadita2, dan Rina Sandora3

Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur, Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya, Surabaya 60111, Indonesia.1*
Program Studi Teknik Manajemen Bisnis, Jurusan Teknik Bangunan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
Surabaya 60111, Indonesia.2
Program Studi Teknik Perpipaan, Jurusan Teknik Permesinan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya,
Surabaya 60111, Indonesia.3
E-mail: amelialksm@gmail.com1*

Abstract – Manufacturing Company is one of the manufacturing industry in Surabaya focusing on


engineering field, in producing machinary. One institution give a challenge to this company to
produce 10.000 pcs Survival Knives. Complex technique and limited machinary make it difficult for
this Manufacturing Company in Designing Production Process. Cycle time production, quantities and
cost of production are considered in Designing Production Process. Operation Process Chart help us
to visualize flow production process from raw material until finished good product. Production time
could see with Bar Chart Method its about 48 days left with paralel process. Researcher makes two
alternative concepts of designing production process. Concept selection is done trough two ways.
First, based on the most point and second with Matrix Pugh Concept Selection. The result of this
research shows that “Designing Production Process Concept 2” is choosen because it has more
average quantity about 56 pcsand cost of production is lower than “Designing Production Process
Concept 1” its about Rp.1.554.581.900,-. Concept 2 is better in cycle time production about 12 days
more than concept 1.

Keywords : Bar Chart, Designing Production Process, Matriks Pugh, Operation Process Chart,
Survival Knife

1. PENDAHULUAN Process Chartyang didalamnya terdapat urutan


Perusahaan Manufaktur merupakan perusahaan proses pembuatan Survival Knife. Kemudian dari
yang bergerak dalam bidang otomotif. Perusahaan beberapa konsep proses tersebut dipilih proses
yang berlokasi di Surabaya ini memiliki beberapa yang lebih efisien.
cabang yang tersebar di wilayah Indonesia. Saat Oleh karena itu pada penelitian ini akan
ini, tidak hanya memproduksi produk di bidang dilakukanpemilihan desain proses produksi
otomotif saja, namun sudah mulai meluas. Fokus pembuatan Survival Knife yang tepat dengan
Perusahaan Manufaktur lebih ke bidang mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki
engineering, dalam hal pembuat dan perekayasa Perusahaan Manufaktur. Dengan begitu
mesin – mesin industri. Selain itu juga telah Perusahaan Manufaktur mengetahui konsep
dipercaya berbagai instansi untuk perbaikan mesin terbaik yang dipilih berdasarkan waktu tercepat,
– mesin industri. Perusahaan Manufaktur rata – rata kuantitas terbanyak, dan biaya yang
menganut sistem produksi terputus (Intermittent rendah. OPC membantu memvisualkan urutan
Process) dimana produk yang dihasilkan sesuai proses produksi, diteruskan menggunakan Bagan
pesanan yang ada. Balok untuk mengetahui waktu penyelesaian.
Karena kepercayaan tersebut, Perusahaan Pemilihan konsep menggunakan poin terbanyak
Manufaktur diberi tantangan suatu instansi untuk dan seleksi konsep Matriks Pugh dengan cara
produksi 10.000 pcs. Produk tersebut yaitu Pisau menilai masing – masing kegiatan dalam proses
dengan tipe Survival Knife. Saat ini, sudah mulai pembuatan Survival Knife.
berjalan proses produksi Survival Knife tersebut
namun masih beberapa pcs saja. Dikarenakan 2. METODOLOGI
fasilitas produksi di perusahaan tersebut masih Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah
kurang memadai untuk membuat produk Survival Operation Process Chart, Bagan Balokdan seleksi
Knife. Perusahaan Manufaktur harus memikirkan konsep Matriks Pugh. Langkah – langkah
bagaimana cara agar produksi dalam jumlah pengerjaan dilakukan sebagai berikut.
banyak tersebut tetap berjalan dengan fasilitas 1. Melakukan Pengumpulan Data.
mesin yang ada. Salah satu penyelesainnya yaitu 2. Mengidentifikasi operasi kegiatan pada
dengan membuat peta kerja dengan Operation Survival Knife.

227
Proceedings Conference on Design Manufacture Engineering and its Application e-ISSN No.2654-8631
Program Studi D4 Teknik Desain dan Manufaktur – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

PETA PROSES OPERASI


3. Membuat Desain Proses Produksi Konsep 1 ( OPERATION PROCESS CHART )
DESAIN PROSES PRODUKSI KONSEP 2
dan Konsep 2. NAMA BENDA KERJA : SURVIVAL KNIFE

4. Membuat Operation Process Chart Konsep 1 Pengunci 2 (4) Pegangan Pisau (3) Pengunci 1 (2)
Pisau (1)
Material : SKD11
Material SS41 Material : Karet Material : SS41
dan Konsep 2. Uk : 300x31 mm

5. Membuat Bagan Balok Konsep 1 dan Konsep Pemotongan 0-14 50^ Subkon Ins
1-2 1.008^
Pemotongan
Material
0-10 50^ Material 0-1 42^
Material
2 berdasarkan durasi waktu pada OPC.
6. Mengidentifikasi rencana anggaran biaya Blanking 0-15 50^ Blanking 0-11 50^
Penipisan Material
Gerinda Datar
0-2 210^

Konsep 1 dan Konsep 2. Pemotongan


Ins
1-3 5^ Inspeksi Ins
1-1 Material 0-3 1.008^
5^
Setelah Desain Proses Produksi dibuat, Inspeksi
Wire Cut

kemudian selanjutnya memilih konsep terbaik Pembuatan Slot


0-4 147^

berdasarkan variabel waktu tercepat, rata – rata


CNC Milling

kuantitas terbanyak, dan biaya produksi terendah. Pemberian Tulisan


Stamping
0-5 399^

Pemilihan konsep menggunakan dua cara


Tapper Grinding Atas
berdasarkan poin terbanyak dan Matriks Pugh. Gerinda duduk + Jig
0-6 290^ 41'

1. Pemilihan konsep berdasarkan poin terbanyak. Tapper Grinding Bawah


0-7
Gerinda duduk + Jig 544^ 19'
2. Pemilihan konsep dengan seleksi Matriks Pugh.
Pembuatan Gerigi
0-8 544^ 19'
Gerinda duduk + Jig

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Penajaman


0-9 378^
3.1 Operation Process Chart Konsep 1 dan Gerinda Datar + Jig

Konsep 2
Perakitan 1 0-12 10^30'
OPC merupakan peta kerja yang disusun
berdasarkan urutan kegiatan proses produksi.
Perakitan 2 0-13 10^30'
Masing – masing kegiatan diketahui waktu dan
proses kegiatan yang terjadi. Pada Gambar 1 KEGIATAN
RINGKASAN
JUMLAH WAKTU (JAM) WAKTU (HARI) Perakitan 3 0-16 10^30'
adalah OPC dari Desain Proses Produksi Konsep OPERASI 16 3.794 180

4 1.048 50

1. INSPEKSI

TOTAL 20 4.842 230


Inspeksi
Penyimpanan
Ins
1-4 10^30'
PETA PROSES OPERASI
( OPERATION PROCESS CHART )
DESAIN PROSES PRODUKSI KONSEP 1
Gambar 2. Operation process Chart Konsep 2
NAMA BENDA KERJA : SURVIVAL KNIFE

Pisau (1)
Pengunci 2 (4)
Material SS41
Pegangan Pisau (3)
Material : Karet
Pengunci 1 (2)
Material : SS41
Material : SKD11
Uk : 300x31 mm
3.2 Hasil Pengolahan Data
Dalam desain produksi Survival Knife, variabel
Pemotongan Pemotongan
Material
0-14 50^ Subkon Ins
1-2 1.008^
Material
0-10 50^ Material 0-1 42^
yang dicari berupa waktu, kuantitas, dan biaya
Blanking 0-15 50^ Blanking 0-11 50^
Penipisan Material
Gerinda Datar
0-2 210^ produksi. Pada Tabel 1 berikut merupakan hasil
Pemotongan
dari pengolahan data Desain Proses Produksi
504^
Inspeksi Ins
1-3 5^ Inspeksi Ins
1-1 5^ Material
Laser Cutting
0-3
Konsep 1. Biaya produksi didapatkan berdasarkan
Pembuatan Slot
CNC Milling
0-4 131^ 34' rencana anggaran biaya.
Pemberian Tulisan
CNC Milling
0-5 673^ Tabel 1: Hasil Pengolahan Data Desain Proses Produksi
Konsep 1
Tapper Grinding Atas
0-6 290^ 41'
Gerinda duduk + Jig
Kegiatan

Produksi
Perhari

Tapper Grinding Bawah


Durasi

Rata –
(Hari)

0-7
Biaya
(unit)
Kode

544^ 19'
Rata

Gerinda duduk + Jig

Pembuatan Gerigi
0-8 544^ 19'
Gerinda duduk + Jig

Penajaman 358^ 58'


0-9
Tru Hone
A Material 2 - Rp. 694.474.600
Penipisan
B 10 - Rp. 2.718.390.000
Perakitan 1 0-12 10^30'
Material
Pemotongan
C1 24 417 Rp. 1.130.500.000
Perakitan 2 0-13 10^30' Material
RINGKASAN
D Pembuatan Slot 7 1.596 Rp. 135.439.000
KEGIATAN JUMLAH WAKTU (JAM) WAKTU (HARI) Perakitan 3 0-16 10^30' Pemberian
OPERASI 16 3530,35 168,11 E1 32 312 Rp. 733.216.000
INSPEKSI 4 1028,5 48,97
Inspeksi
Tulisan
Ins
1-4 10^30'
TOTAL 20 4558,85 218 Penyimpanan Tapper Grinding
F 14 723 Rp. 16.705.000
Atas
Gambar 1. Operation Process Chart Konsep 1 Tapper Grinding
G 26 387 Rp. 31.334.000
Bawah
Pembuatan
Sama halnya konsep 1, pada Desain Proses H 26 387 Rp. 29.161.000
Gerigi
Produksi Konsep 2 ini juga membuat peta Kerja I1 Penajaman 17 570 Rp. 21.823.000
OPC. Dimana perbedaan keduanya ada pada J
Pembuatan Dua
10 2.000 Rp. 54.340.000
proses kegiatan permesinan. Gambar 2 merupakan Pengunci
K Pegangan Pisau 48 208 Rp. 650.000.000
OPC dari Desain Proses Produksi Konsep 2. L Perakitan 2 5.000 Rp. 1.038.000
TOTAL 170 953 Rp. 6.768.359.100

228
Proceedings Conference on Design Manufacture Engineering and its Application e-ISSN No.2654-8631
Program Studi D4 Teknik Desain dan Manufaktur – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Hasil dari pengolahan data Desain Proses Pada seleksi konsep tersebut diketahui bahwa
Produksi Konsep 2 terdapat pada Tabel 2. Sama Desain Proses Produksi Konsep 1 unggul dalam
seperti konsep 1, variabel yang ditentukan berupa waktu penyelesaian sehingga mendapatkan poin
waktu, kuantitas, dan biaya produksi. Dimana satu. Sedangkan Desain Proses Produksi Konsep 2
kedua konsep tersebut akan dicari konsep yang unggul dalam rata – rata kuantitas terbanyak dan
terbaik. biaya produksi terendah, sehingga mendapatkan
poin dua. Jadi dipilihlah Desain Proses Produksi
Tabel 2: Hasil Pengolahan Data Desain Proses Produksi Konsep 2 dengan poin sebanyak dua.
Konsep 2

4. KESIMPULAN
Kegiatan

Produksi
Perhari
Durasi

Rata –
(Hari)

Biaya
(unit)
Kode

Rata Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian


pemilihan desain proses produksi pembuatan
Survival Knife yang tepat dengan
A Material 2 - Rp. 673.942.600
B Penipisan Material 10 - Rp. 2.634.390.000
mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki
Pemotongan oleh Perusahaan Manufaktur adalah konsep kedua
C2 48 208 Rp. 538.858.000 yaitu “Desain Proses Produksi onsep 2”. Waktu
Material
D Pembuatan Slot 7 1.596 Rp. 135.439.000 setelah perencanaan penjadwalan menggunakan
E2 Pemberian Tulisan 19 1.014 Rp. 25.681.800 Metode Bagan Balok dapat diketahui lebih cepat
Tapper Grinding
F
Atas
14 723 Rp. 16.705.000 dari jumlah hari yang dibutuhkan pada Operation
Tapper Grinding Process Chart. Waktu pada OPC Konsep 1
G 26 387 Rp. 31.334.000
Bawah sebesar 218, setelah dijadwalkan dengan Bagan
H Pembuatan Gerigi 26 387 Rp. 29.161.000 Balok menjadi 170 hari. Sedangkan pada Konsep
I2 Penajaman 18 579 Rp. 10.515.000 2 yang awalnya 230 hari menjadi 182 hari. Hal
Pembuatan Dua
J
Pengunci
10 2.000 Rp. 54.340.000 tersebut bisa lebih cepat karena kegiatan produksi
K Pegangan Pisau 48 208 Rp. 650.000.000 berjalan secara gabungan (paralel). Untuk
L Perakitan 2 5.000 Rp. 1.038.000 Pemilihan konsep dipilih berdasarkan dua metode
TOTAL 182 1.009 Rp. 5.213.777.200 yang telah dilakukan yaitu pemberian poin dan
metode seleksi Matriks Pugh. Kedua metode
Setelah Konsep 1 dan Konsep 2 diketahui tersebut memiliki hasil yang sama yaitu unggul
hasilnnya, kemudian untuk pemilihan konsep dalam variabel kuantitas dan biaya produksi.
menggunakan seleksi konsep Matriks Pugh. Desain Proses Produksi Konsep 2 memiliki rata –
Dimana hasil dari Tabel 1 dan Tabel 2 dinilai rata kuantitas per hari terbanyak dengan
dengan Tanda (+) untuk lebih baik, tanda (-) perbedaan sebesar 56 unit per hari dan biaya
untuk lebih buruk dan tanda (0) untuk sama produksi lebih rendah dengan perbedaan sebesar
dengan. Tabel 3 berikut merupakan seleksi Rp.1.554.581.900,-. Sedangkan Konsep 1 hanya
Konsep menggunakan Matriks Pugh. unggul pada variabel waktu dengan perbedaan
sebesar 12 hari dibanding Konsep 2. Meskipun
Tabel 3: Seleksi Konsep Matriks Pugh variabel waktu pada Konsep 2 lebih rendah,
Tanda (+) lebih baik KONSEP 1 KONSEP 2 namun masih dapat terselesaikan kurang dari satu
Tanda (-) lebih buruk
tahun yaitu selama 182 hari atau 7 bulan lebih 14
Waktu
Kuant
waktu

kuant
Cost

Cost

hari sehingga dapat melampaui target.


Tanda (0) sama dengan
1. Material 0 0 - 0 0 + 5. DAFTAR PUSTAKA
2. Penipisan Material 0 0 - 0 0 + [1] Ade, Z.(2013). Desain Proses dalam
3. Pemotongan Material + + - - - +
4. Pembuatan Slot 0 0 0 0 0 0
Manajemen Operasional. Makalah Sistem
5. Pemberian Tulisan - - - + + + Informasi Fakultas Teknik Universitas
6. Tapper Grinding Atas 0 0 0 0 0 0 Hasanuddin, Makassar.
7. Tapper Grinding Bawah 0 0 0 0 0 0
8. Pembuatan Gerigi 0 0 0 0 0 0 [2] Agni, R.D. dan T.Aspiranti (2015). Analisis
9. Penajaman + - - - + + Desain Proses Perakitan Produk Pesawat
10. Pembuatan Dua Pengunci 0 0 0 0 0 0 Terbang Cn-235 Bagian Center Fuselage
11. Pegangan Pisau 0 0 0 0 0 0 dan Rear Fuselage Menggunakan Metode
12. Perakitan 0 0 0 0 0 0 Flow Chart dan Process Chart. Prosiding
Jumlah Tanda (+) 2 1 0 1 2 5
Jumlah Tanda (-) 1 2 5 2 1 0
Manajemen Komunikasi.hal 76-84, ISSN
Jumlah Tanda (0) 9 9 7 9 9 7 2460-6537, Bandung.
Nilai Akhir 1 -1 -5 -1 1 5
[3] Ahyari, A.(1996). Manajemen Produksi.
BPFE, Yogyakarta.

229
Proceedings Conference on Design Manufacture Engineering and its Application e-ISSN No.2654-8631
Program Studi D4 Teknik Desain dan Manufaktur – Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

[4] Akbar, D.M.(2016). Analisis Desain Proses [8] Nasution, A.H.(1999). Perencanaan dan
dengan Menggunakan Flow Process Chart Pengendalian Produksi. PT. Candi Mas
dalam Meminimumkan Waktu Pembuatan Metropole, Jakarta.
Produk Tas Kulit (Studi Kasus Tas Kulit
[9] Nasution, A.H.(2006). Manajemen Industri.
House of Leather Bandung). Prosiding
Andi, Yogyakarta.
Manajemen. hal 25-34, ISSN 2460-6545,
Bandung. [10] Soeharto, I.(1999). Manajemen Proyek
Jilid 1. Erlangga, Jakarta.
[5] Assauri, S.(1993). Manajemen Produksi
dan Operasi. Lembaga Penerbit Fakultas [11] Sucipto, T.(2005). Teknik Survival di Hutan.
Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. E-USU Repository, Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara, Medan.
[6] Gunawan, C.(2014). Implementasi
Pengendalian Kualitas dengan Metode [12] Ulrich, K.T. dan S.D. Eppinger (2001).
Statistik pada Proses Produksi Pakaian Bayi Perancangan dan Pengembangan Produk.
di PT Dewi murni Solo. Jurnal Ilmiah Salemba Teknika, Jakarta.
Mahasiswa Universitas Surabaya, Vol.3 [13] Wignjosoebroto, S.(1995). Ergonomi, Studi
No.2. Gerak dan Waktu. Prima Printing,
[7] Mulyadi.(2014). Akuntansi Biaya Edisi 5. Surabaya.
Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi [14] Wignjosoebroto, S.(1996). Tata Letak
Ilmu Manajemen YKPN, Yogyakarta. Pabrik dan Pemindahan Bahan. Guna
Widya, Jakarta.

230