Anda di halaman 1dari 287

BAB VIII

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

Perhatian :
Pokja ULP menguraikan spesifikasi teknis dan gambar yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekejaan yang dilelangkan sebagai bagian dari dokumen pengadaan ini.

A. Uraian Spesifikasi Teknis


Uraian spesifikasi teknis disusun berdasarkan spesifikasi teknis yang
ditetapkan oleh Pabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai jenis pekerjaan
yang akan dilelangkan, dengan ketentuan :
1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup
kemungkinan digunakannya produksi dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar
nasional (SNI);
3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat
dilaksanakan;
4. Jangka waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda
pelaksanaan;
5. Mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama
minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan;
6. Mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
7. Mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil
produk;
8. Mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang
diinginkan;
9. Mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara
pembayaran.
10. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi :
a. Pokja ULP harus mengidentifikasi bahaya setiap jenis bahan
bangunan konstruksi yang akan digunakan untuk pekerjaan
permanen maupun untuk pekerjaan sementara atau
penunjang, dan menetapkan spesifikasi teknis setiap jenis bahan
yang boleh digunakan;
b. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang digunakan sedapat
mungkin dipilih yang paling kecil bahaya dan risikonya, dan diberi
penjelasan cara penggunaan yang benar dan selamat;
c. Setiap jenis bahan bangunan konstruksi yang tergolong sebagai
bahan berbahaya dan beracun (B3), seperti cat, thinner, gas
acetylene, BBM, BBG, bahan peledak dan lain-lain, harus diberi
penjelasan bahayanya, cara pengangkutan, penyimpanan,
penggunaan, pengendalian risiko dan cara pembuangan limbahnya
sesuai dengan prosedur dan/atau peraturan perundangan yang
berlaku;
d. Informasi tentang penanganan B3 dapat diperoleh dari
Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet) yang
diterbitkan oleh pabrik pembuatnya, atau dari sumber- sumber
yang berkompeten dan/ atau berwenang.
11. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan :
a. Pokja ULP harus mengidentifikasi bahaya setiap jenis alat dan
perkakas yang akan digunakan untuk pelaksanaan konstruksi,
maupun peralatan permanen kelengkapan bangunan konstruksi
dan menetapkan spesifikasi teknis setiap jenis alat yang harus
digunakan tersebut;
b. Setiap jenis alat dan perkakas yang digunakan sedapat
mungkin dipilih yang paling kecil bahaya dan risikonya serta lebih
mudah penggunaan dan perawatannya, dan diberi penjelasan
singkat cara penggunaan dan pemeliharaannya;
c. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi
sistem perlindungan atau kelengkapan pengaman untuk mencegah
paparan (expose) bahaya secara langsung terhadap tubuh pekerja;
d. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/pemeliharaan/
pengamanannya alat dan perkakas dapat diperoleh dari manual
produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari pedoman/peraturan
pihak yang kompeten.
12. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
a. Pokja ULP dan/atau Ahli K3/Petugas K3 harus mengidentifikasi
bahaya dari setiap jenis proses atau tahapan kegiatan pekerjaan
konstruksi, dan menetapkan spesifikasi proses/kegiatan yang harus
dilakukan oleh penyedia;
b. Setiap jenis proses/kegiatan sedapat mungkin dipilih yang paling
kecil bahaya dan risikonya, dan diberi penjelasan prosedur kerja
yang lebih aman dan selamat;
c. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja,
sistem perlindungan terhadap pekerja, perlengkapan pengaman,
dan rambu-rambu peringatan dan kewajiban pekerja menggunakan
alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan potensi bahaya pada
proses tersebut;
d. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang baru, atau pada
keadaan yang berbeda, harus lebih dulu dilakukan analisis bahaya
dan risikonya (Job Safety Analysis) dan harus dilakukan tindakan
pengendaliannya;
e. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur
izin kerja lebih dulu dari penanggung-jawab proses dan Ahli K3
Konstruksi;
f. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh
tenaga kerja dan/atau operator yang telah terlatih dan telah
mempunyai kompetensi untuk melaksanakan jenis pekerjaan/
tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan prosedur
keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai pada jenis
pekerjaan/tugasnya tersebut.

13. Spesifikasi Metode Konstruksi/Metode Pelaksanaan/Metode Kerja


a. Identifikasi bahaya harus dilakukan terhadap setiap metode
konstruksi/metode pelaksanaan pekerjaan, dan persyaratan teknis
untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan
kerja;
b. Metode kerja harus disusun secara logis, realistik dan dapat
dilaksanakan dengan menggunakan peralatan, perkakas, material
dan konstruksi sementara, yang sesuai dengan kondisi lokasi/
tanah/cuaca dan dapat dikerjakan oleh pekerja dan oprator yang
terlatih;
c. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun
dan menggunakan metoda kerja dapat meliputi penggunaan alat
utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi
sementara dengan urutan kerja yang sistematis, guna
mempermudah pekerja dan operator bekerja dan dapat melindungi
pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan
konstruksi dan kecelakaan kerja;
d. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus
diidentifikasi bahayanya, diuji efektifitas pelaksanaannya dan
efisiensi biayanya. Jika semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca,
alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi pekerja/
operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat
menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan
pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui, setelah
dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis
dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator;
e. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai
potensi bahaya harus dilengkapi dengan metode kerja, yang selamat
dan aman. Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus
digunakan perancah, lantai kerja (platform), papan tepi, tangga
kerja, pagar pelindung tepi, serta alat pelindung diri (APD) yang
sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar pekerja
terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah
berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman 1,5 meter atau
lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi
pekerja untuk naik/turun;
f. Setiap metoda kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang
diperlukan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung-
jawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui
penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat
ahli terkait yang independen.
14. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
a. Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perencanaan, perhitungan
dan gambar-gambar konstruksi, penetapan spesifikasi dan prosedur
teknis serta metode pelaksanaan/konstruksi/kerja harus dilakukan
oleh tenaga ahli yang mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan,
baik pekerjaan arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal,
plumbing dan penataan lingkungan maupun interior dan jenis
pekerjaan lain yang terkait;
b. Setiap tenaga ahli tersebut pada butir a. di atas harus
mempunyai kemampuan untuk melakukan proses manajemen
risiko (identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko)
yang terkait dengan disiplin ilmu dan pengalaman profesionalnya,
dan dapat memastikan bahwa semua potensi bahaya dan risiko
yang terkait pada bentuk rancangan, spesifikasi teknis dan metode
kerja/konstruksi tersebut telah diidentifikasi dan telah dikendalikan
pada tingkat yang dapat diterima sesuai dengan standar teknik dan
standar K3 yang berlaku;
c. Setiap kegiatan/pekerjaan pelaksanaan, pemasangan,
pembongkaran, pemindahan, pengangkutan, pengangkatan,
penyimpanan, perletakan, pengambilan, pembuangan,
pembongkaran dan sebagainya, harus dilakukan oleh tenaga ahli
dan tenaga terampil yang berkompeten berdasarkan gambar
gambar, spesifikasi teknis, manual, pedoman dan standar serta
rujukan yang benar dan sah atau telah disetujui oleh tenaga ahli
yang terkait;
d. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil di bidang K3 di atas harus
mempunyai kemampuan melakukan analisis keselamatan pekerjaan
(job safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya, untuk
memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi
dan diberikan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja
dan/atau penyakit di tempat kerja;
e. Setiap identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko,
sebelum diterapkan harus ditinjau dan dievaluasi keandalan dan
ketepatannya oleh Ahli K3 Konstruksi;
f. Dalam melaksanakan identifikasi bahaya harus dilaksanakan oleh
petugas K3 berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi.

B. Keterangan Gambar
Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus ditetapkan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) secara terinci, lengkap dan jelas, antara
lain :
1. Peta lokasi
2. Lay out
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
SPESIFIKASI UMUM

1. LATAR BELAKANG PEKERJAAN


Sungai Tondano yang berhulu di danau Tondano dan bermuara di Teluk Manado adalah
sungai yang memegang peranan penting bukan hanya di wilayah sungai Tondano-
Likupang, tetapi juga berperan di wilayah Sulawesi Utara. Sungai Tondano ini memasok
air baku untuk diolah menjadi air minum penduduk kota Manado dan sekitarnya. Air
sungai Tondano juga berfungsi untuk menggerakkan energi listrik PLTA Tonsea Lama,
Tanggari I dan PLTA Tanggari II yang ditempatkan secara series-cascade di Sungai
Tondano. Pembangkit tenaga listrik diatas menjadi kontributor utama pasokan energi
listrik pada sistem interkoneksi suplai daya listrik Manado-Minahasa-Bitung.
Seiring dengan meningkatnya waktu dan jumlah penduduk, kebutuhan air baku dan
listrik di Kota Manado, Bitung dan sekitarnya terus meningkat dari tahun ke tahun,
sedangkan untuk kebutuhan listriknya masih mengandalkan PLTA Tonsea Lama,
Tanggari I dan Tanggari II yang sangat tergantung dari besarnya debit dari Sungai
Tondano. Dimana pada musim kemarau terjadi penurunan produksi listrik yang
signifikan.
Pasokan air baku untuk air minum belum dapat melayani seluruh penduduk. Sementara
itu potensi sumber daya air di wilayah Sungai Tondano jika dikelola secara efektif dan
efisien diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku dan listrik pada kota-kota dan
kawasan seperti yang diuraikan tersebut di atas.

Dengan adanya Bendungan Kuwil Kawangkoan ini diharapkan dapat memberi manfaat
sebagai berikut:
a. Pengendalian banjir kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir Q40th sebesar
470,00 m3/detik, dengan pengaturan pola operasi waduk;
b. Penyediaan air baku untuk penduduk Kota Manado, Kecamatan Kalawat Kabupaten
Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Bitung sebesar 4,50 m3/detik;
c. PLTM dengan kapasitas terpasang sebesar 2 × 0,70 MW; dan
d. Pengembangan pariwisata.

SU - 1
2. LOKASI PEKERJAAN
Bendungan Kuwil Kawangkoan terletak melintang di Sungai Tondano di sebelah hilir PLTA
Tanggari II tepatnya di Desa Kuwil, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara,
Provinsi Sulawesi Utara yang berjarak ± 20 km dari kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi
Utara. Secara geografis terletak antara 124o 55' - 124o 56' Bujur Timur dan 1o 26' - 1o
27' Lintang Utara.

3. LINGKUP PEKERJAAN
Kecuali sebaliknya diatur didalam kontrak, Penyedia harus menyediakan tenaga kerja
lengkap dengan peralatannya, material, peralatan operasi konstruksi, jalan kerja
sementara dan lain-lain yang diperlukan pada waktu pelaksanaan konstruksi/
pembangunan.
Penyedia harus melaksanakan secara keseluruhan dan memelihara hasil pekerjaannya
dengan keras sesuai dengan spesifikasinya dan gambar rencana dan/atau sesuai
dengan pengarahan dari Direksi. Konstruksi bendungan dan bangunan pelengkapannya
untuk Bendungan Kuwil Kawangkoan terdiri dari pekerjaan pokok yang terbagi atas 2
paket pekerjaan sebagai berikut:
Paket I terdiri atas :
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Bangunan Pengelak (Terowong Pengelak)
3. Pekerjaan Cofferdam dan Bendungan Utama

Paket II terdiri atas :


1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Terowong Pengambilan
3. Pekerjaan Bangunan Pelimpah
4. Pekerjaan Bangunan Pengambilan
5. Pekerjaan Hidromekanikal
6. Pekerjaan Bangunan Fasilitas
7. Pekerjaan Lain-lain

4. DATA TEKNIS BENDUNGAN KUWIL KAWANGKOAN


Data teknis Bendungan Kuwil Kawangkoan adalah sebagai berikut :

1) Waduk
Daerah Pengaliran Sungai : 120,00 km2
Debit Rata-rata Tahunan : 9,00 m3/detik
El. M.A. Banjir PMF : El. 103,80 m

SU - 2
El. M.A. Banjir (Q1000th) : El. 101,70 m
El. M.A. Normal : El. 100,00 m
El. M.A. Rendah : El. 87,10 m
Kapasitas Tampungan Total (El.103,80) : 29,10 x 106 m3
Kapasitas Tampungan Effektif : 13,68 x 106 m3
Kapasitas Tampungan Minimum : 9,69 x 106 m3
Luas Tampungan pada elevasi HWL : 139 ha
Hujan Tahunan Rata-rata : 2476 mm

2) Pengelak
Tipe pengelak : Terowongan
Diameter : 5.60 m
Debit Banjir Rencana (Inflow-Q25th) : 429,20 m3/detik
Debit Outflow : 287,37 m3/detik
Elevasi Inlet Terowongan : El. 56,00 m
Elevasi Outlet Terowongan : El. 51,00 m
Panjang Terowongan : 550,00 m

3) Cofferdam
Tipe Cofferdam : Urugan Batu dng Inti Miring
Elevasi Puncak Cofferdam : El. 73,00 m
Lebar Puncak : 8,00 m
Kemiringan : Hulu 1 : 2,50
: Hilir 1 : 2,00
Panjang Cofferdam : 130,00 m

4) Bendungan
Tipe : Urugan Batu dng Inti Tegak
El. Puncak Bendungan : El. 106,00 m
Tinggi dari Dasar Galian : 65,00 m
Lebar Puncak : 11,00 m
Panjang Bendungan : 345,00 m
Kemiringan : Hulu 1 : 3,00
: Hilir 1 : 2,50
Volume Timbunan : 2.737.600 m3

SU - 3
5) Pelimpah
Tipe : Kombinasi Pelimpah Bebas dan
Berpintu
Elevasi Ambang Bebas : El. 100,00 m
Lebar Ambang Bebas : 68,00 m (2@ 34,00 m)
Elevasi Ambang Berpintu : El. 95,50 m
Lebar Ambang Berpintu : 11,00 m (2@ 5,50 m)
Pintu Baja Dengan roda tetap : 5,50 m (L) x 4,5 m (T), 2 set
Stoplog Baja : 2 block @ 5,5 m (L) x 2,3 m(T), 1set
Panjang Total : 295,00 m
Debit Banjir Rancangan Q1000th (Inflow) : 841,75 m3/detik
Debit Outflow Q1000th : 722,22 m3/detik
Debit Banjir PMF (Inflow) : 1957,91 m3/detik
Debit Outflow QPMF : 1747,26 m3/detik
Panjang Peredam Energi : 40,00 m

6) Bangunan Pengambilan
Tipe : Drop Inlet
Saluran/ Terow ong P engelak
- Pintu Baja Tipe Sorong : 5,60 m (L) x 5,60 (T), 2 set
- Saringan Sampah Temporer : 5,60 m (L) x 5,60 m (T), 2 set
Bangunan P engam bilan
- Saringan Sampah Permanen Posisi
Horisontal : 3,0 m (P) x 3,0 (L), 1 set
- Saringan Sampah Permanen
Posisi Miring : 3,0 m (L) x 3,0 (T), 4 set
Saluran Hantar – K eluaran P embangkitan – K uras – Air Baku
- Pipa Konduit Baja Tanam & Terbuka : Ø 1,2 – 0,8 – 0,7 m
1 jalur + 2 cabang
- Katup Pengaman : Ø 1,2 m 2 set
Rum ah K atup
- Katup Pintu Penagaman : Ø 1,2 m, 1 set
- Pintu Sorong Bonet : 1,2 m (L) x 1,2 m (T), 1 set
- Katup Pancar Holojet : Ø 0,8 m, 1 set
- Katup Pengaman & Kontrol Air Baku Ø 0.80 m, 1 pasang
P eralatan Bantu
- Katrol jalan : 1 set
- Emergency Diesel Generator : 1 set

SU - 4
7) Jalan Masuk
Panjang Jalan : 524,00 m
Kelas Jalan : Kelas III C
Lebar Perkerasan : 2 x 3,50 m
Lebar Bahu Jalan : 2 x 1,50 m
Perkerasan : Penetration Macadam

8) Manfaat
Pengendalian Banjir Periode Ulang 40th : 470,34 m3/det
Penyediaan Air Baku : 4,5 m3/detik
PLTA : 2 × 700 kW.

5. PERMOHONAN PELAKSANAAN (REQUEST)


Penyedia harus mengajukan permohonan (request) kepada Direksi paling tidak 7 hari
sebelum suatu pekerjaan dimulai, ditindak lanjuti dengan pemasangan bowplank,
penyediaan alat dan bahan bangunan yang akan dikerjakan. Bila semuanya sudah siap
Penyedia bisa mengajukan ijin pelaksanaan kepada Direksi.
Suatu pekerjaan tidak boleh dilaksanakan tanpa dilengkapi request dan ijin pelaksanaan
dari Direksi, pekerjaan yang dilaksanakan tanpa permohonan dan ijin pelaksanaan
dapat dimungkinkan untuk tidak diakui oleh Direksi.

6. PEMBUATAN DATA VOLUME PEKERJAAN SELESAI (BACK UP DATA )


Penyedia Jasa harus menyiapkan data perhitungan volume pekerjaan yang telah selesai
dikerjakan secara periodik untuk data pendukung sertifikat pembayaran, dengan
terlebih dahulu menyesuaikan gambar kerja sesuai dengan hasil pelaksanaan di
lapangan.
Hasil perhitungan tersebut kemudian diajukan ke Direksi untuk persetujuan dan
kemudian juga sertifikat pembayarannya dapat disetujui.

7. PEKERJAAN PERSIAPAN
Penyedia Jasa wajib menyediakan medan/tempat kerja dan daerah kerja termasuk
sewa tanah yang diperlukan dan pembersihan medan kerja dari tanaman/tumbuhan
agar siap digunakan.

Sebelum kegiatan fisik dimulai Penyedia harus:

1) Melaksanakan uitzet, pengukuran dengan pesawat ukur, untuk mendapatkan


gambar Mutual Check awal (MC 0).

SU - 5
2) Memasang patok-patok tetap, patok-patok bantu, bouwplank profil yang peil-
peilnya diambil dari peil pokok.
3) Memasang patok as bangunan dan batas bangunan yang dikerjakan.
4) Patok titik tetap bangunan harus dipasang di tempat yang aman tidak terusik oleh
pelaksanaan pekerjaan.
5) Patok As, profil, bouwplank yang dipasang harus kokoh tidak mudah berubah.
6) Untuk kontrol peil sehubungan besarnya beda tinggi maka harus dibuat bouwplank
untuk peil-peil bantu.
7) Setelah uitzet selesai dikerjakan, Penyedia harus segera meminta Direksi untuk
mengeceknya.

8. JALAN KERJA
Jalan atau jembatan yang dipergunakan untuk kegiatan pelaksanaan harus disiapkan
oleh Penyedia sendiri, lebar dan kondisi jalan kerja harus memenuhi syarat untuk lalu-
lintas kerja dengan aman.
Pihak Penyedia wajib memelihara dan memperbaiki jalan masuk/jalan desa, gorong-
gorong jembatan desa yang rusak akibat lalu-lintas kegiatan pekerjaan.
Penyedia harus memperkirakan muatan/beban yang diangkut menuju pelaksanaan
pekerjaan melalui jalan yang ada, sehingga tidak merusak dan memenuhi syarat
tekanan gandar jalan. Apabila akan mengangkut alat-alat berat Penyedia harus
meminta ijin kepada instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Penyedia harus memelihara dan memperbaiki kerusakan jalan umum yang dipakai lalu
lintas pelaksanaan pekerjaan atas petunjuk dari Direksi atau Pejabat Pemerintah yang
berwenang.

9. PAPAN NAMA PEKERJAAN


Penyedia harus membuat papan nama pekerjaan ukuran 0,80 m x 1,20 m, dengan
bentuk standar dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, dipasang di tepi jalan masuk
pekerjaan sesuai petunjuk Direksi.
Papan nama pekerjaan harus sudah dipasang sebelum fisik pekerjaan di mulai.

10. UITZET, PROFIL DAN BOUWPLANK


Uitzet
- Uitzet dilakukan dengan menggunakan pesawat ukur.
- Duga ketinggian (peil) diambil dari titik tetap yang telah ditetapkan Direksi
pekerjaan.

SU - 6
Profil
Profil dibuat sesuai dengan rencana bentuk konstrusksi dan terpasang kokoh, dari
bahan kayu 2 x 3 cm, dipasang tiap jarak maximum 10 meter.

Bouwplank

Bouwplank dibuat dengan balok kayu dan papan kayu, tiap jarak 50 meter.

Tiang bouwplank dibuat dari balok kayu yang berukuran sekurang-kurangnya 5/7 cm
terpasang kokoh.
Bouwplank dipasang dengan peil yang diambil dari Titik Tetap. Pada bouwplank harus
ditegaskan posisi as dan angka peilnya.

11. KESEHATAN
Penyedia wajib menjaga kebersihan agar menjamin kesehatan lingkungan.
Sehubungan dengan kesehatan lingkungan Penyedia wajib membuat jamban yang
memenuhi syarat.
Penginapan untuk petugas/pekerja harus layak dan memenuhi syarat kesehatan.
Personil dan peralatan kesehatan yang harus tersedia di lokasi pekerjaan adalah
sebagai berikut :
- 2 orang dokter harus selalu ada dilokasi pekerjaan selama 24 jam
- 2 orang perawat/paramedis harus selalu ada dilokasi pekerjaan selama 24 jam
- 1 unit mobil ambulan harus selalu siap di lokasi selama 24 jam
- Penyedia wajib menyediakan kotak obat lengkap dengan obat-obatan untuk
memberi pertolongan darurat bila ada petugas/pekerja yang sakit.
Pembayaran untuk sarana kesehatan seperti disebutkan di atas tidak dibayar terpisah,
namum termasuk dalam penawaran harga satuan pekerjaan.

12. KEAMANAN
Penyedia wajib menjaga keamanan di sekitar lokasi pekerjaan.
Sehubungan dengan keamanan tersebut, Penyedia wajib menyediakan 6 orang personil
keamanan dilokasi pekerjaan. Minimal 2 orang personil keamanan harus selalu ada di
lokasi pekerjaan selama 24 jam.

13. GAMBAR RENCANA PELAKSANAAN DAN GAMBAR DETAIL


Pelaksanaan fisik konstruksi harus dikerjakan sesuai dengan gambar rencana
pelaksanaan (gambar bestek) dan gambar detail yang telah disetujui PPK Perencanaan
SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I.
Gambar detail yang belum ada harus dibuat Penyedia sendiri dan dimintakan
persetujuan PPK Perencanaan SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I.

SU - 7
Apabila terdapat ketidaksesuaian antara gambar pelaksanaan (gambar bestek) dengan
gambar detail maka gambar detail yang telah mendapat persetujuan PPK Perencanaan
SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I lebih mengikat.
Apabila terdapat ketidaksamaan antara gambar dengan keadaan di lapangan, Penyedia
harus memberitahukannya kepada Direksi untuk penentuan lebih lanjut.
Di samping gambar konstruksi yang telah ada, gambar revisi / perubahan /
penyempurnaan selama pelaksanaan apabila sudah disetujui oleh PPK Perencanaan
SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I,
mengikat untuk penyelesaian pekerjaan.
Pekerjaan yang dilaksanakan tidak berdasarkan gambar yang telah disetujui PPK
Perencanaan SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, Balai Wilayah Sungai
Sulawesi I, menjadi tanggungan Penyedia sendiri. Terhadap hal ini Direksi berhak agar
pekerjaan tersebut dibongkar dan Penyedia wajib membetulkannya. Dalam hal
Penyedia melaksanakan pekerjaan di luar ketentuan tanpa persetujuan dari PPK
Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, maka hasil fisik
pekerjaan tidak dapat diperhitungkan dalam pembayaran pekerjaan. Hal ini menjadi
tanggungan Penyedia sendiri.
Gambar terbangun / As Built Drawing:
a. Setiap selesainya satu bagian pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan
pengajuan permintaan pembayaran/termyn atas hasil fisik pekerjaan Penyedia
wajib membuat gambar terbangun (As Built Drawing) yang mendapat persetujuan
oleh Direksi/ PPK Perencanaan SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I,
Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
b. Gambar tersebut butir (a) berkelanjutan sampai pekerjaan selesai 100%.
c. Sebagai kelengkapannya dibuat Berita Acara atas gambar terbangun tersebut.

14. PEIL / DUGA KETINGGIAN


Peil/duga ketinggian pokok ditetapkan oleh PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan
Bendungan BWS Sulawesi I, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dan akan ditunjukan oleh
Direksi.
Atas dasar duga ketinggian pokok tersebut Penyedia harus mengadakan pengukuran
dan uitzet untuk penentuan bentuk dan tinggi bangunan yang akan dikerjakan.
Untuk memperlancar pelaksanaan, Penyedia harus membuat patok bantu dari beton
dengan duga ketinggian diambil dari peil pokok/titik tetap yang ditetapkan. Patok bantu
dibuat dari beton campuran 1:3:5 berukuran 20 x 20 x 50 dengan diberi baut/ paku
pada bidang atasnya.
Patok bantu dibuat secukupnya dan ditempatkan sedemikian agar aman selama dan
selesainya pekerjaan.

SU - 8
15. UKURAN
Ukuran-ukuran patok dapat dilihat pada gambar pelaksanaan. Ukuran-ukuran yang
belum tercantum atau kurang jelas dapat ditanyakan pada Direksi.
Apabila terdapat ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dengan gambar rencana
maka spesifikasi teknis lebih mengikat.
Apabila terdapat ketidaksesuaian antara skala gambar dengan angka ukuran yang
tercantum maka ukuran yang mengikat dengan urutan:
- Ukuran tertulis
- Ukuran skala gambar
Apabila ukuran dalam gambar pelaksanaan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan,
Penyedia harus memberitahukan kepada Direksi untuk penentuan selanjutnya.

16. IJIN KERJA


Untuk memulai pelaksanaan pekerjaan, Penyedia memperoleh Surat Perintah Mulai
Kerja (SPMK) dari PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I,
Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
Penyedia wajib memberitahukan/melaporkan kepada pemerintah setempat tentang
rencana kegiatan pelaksanaan pekerjaan.

17. RENCANA KERJA


Selambat-lambatnya 21 (dua puluh satu) hari kalender terhitung dari tanggal
penunjukan/penetapan pemenang pelelangan Penyedia harus sudah menyerahkan
program/ rencana kerja terperinci untuk pelaksanaan pekerjaan.
Rencana Kerja berupa Time Schedule secara detail yang dilengkapi dengan:
• Rencana pengerahan Tenaga.
• Rencana penggunaan peralatan.
• Volume kegiatan bagian-bagian pekerjaan.
• Rencana penggunaan bahan bangunan.
• Gambar tahapan kegiatan pekerjaan dan lain-lain.
• Dilengkapi dengan grafik (curve s) rencana kemajuan pekerjaan.
Rencana kerja diatas dibuat oleh Penyedia dan dimintakan persetujuan kepada PPK
Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, Balai Wilayah Sungai
Sulawesi I. Persetujuan terhadap rencana kerja ini tidak membebaskan Penyedia dari
tanggung jawabnya.
Apabila diperlukan, Penyedia wajib mengadakan penyempurnaan atas rencana kerja
tersebut atau sehubungan dengan adanya keterlambatan, perubahan-perubahan

SU - 9
pelaksanaan, dengan persetujuan Direksi. Penyedia dapat menyusun kembali rencana
kerjanya.

18. KETERLAMBATAN PEKERJAAN


Keterlambatan Penyerahan pekerjaan terhitung dari batas waktu pelaksanaan, Penyedia
dikenakan denda sebesar 1/1.000 (1 permil) dari nilai Kontrak untuk setiap hari
kelambatan.
Apabila jumlah denda kelambatan mencapai batas maksimum yaitu 5% dari nilai
kontrak, maka hubungan kontrak akan diputuskan, dan Pihak ke-I berhak menunjuk
Pihak ke-II untuk menyelesaikan pekerjaan selanjutnya.

19. GAMBAR DAN GRAFIK KEMAJUAN PELAKSANAAN


Penyedia harus membuat:
• Gambar-gambar yang menunjukkan bagian-bagian kegiatan yang sudah
dilaksanakan/diselesaikan;
• Grafik-grafik kemajuan pekerjaan;
• Grafik-grafik tenaga kerja, bahan bangunan;
• Data pendukung lainnya.

Gambar kegiatan dan grafik-grafik di atas diplot setiap minggu.


Semua hal diatas harus sudah ditempel di Direksi Keet selambat-lambatnya 20 (dua
puluh) hari kalender terhitung dari penunjukan pekerjaan.

20. PERSONALIA DAN TENAGA KERJA


Penyedia selaku pelaksana pekerjaan ini wajib menugaskan personalia yang cakap dan
berpengalaman dalam bidang tugasnya untuk menyelesaikan tugas-tugas lapangan.

Tenaga kerja dari instansi manapun yang diperbantukan pada pelaksanaan pekerjaan,
seperti operator, mekanik, driver (pengemudi) menjadi tanggungan Penyedia.

Tenaga kerja yang dikerahkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini diusahakan


menggunakan tenaga kerja setempat. Dalam hal tenaga kerja setempat kurang/ tidak
mencukupi kebutuhan tenaga, dapat mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

21. PERUBAHAN GAMBAR DAN DESAIN


- Gambar Kontrak
Gambar desain tender yang telah disiapkan Direksi merupakan bagian dari dokumen
kontrak. Selama pekerjaan berlangsung, penambahan atau perubahan gambar

SU - 10
desain akan dikeluarkan oleh Direksi sesuai dengan keperluan untuk melengkapi
kekurangan gambar desain yang ada dan merupakan bagian dari dokumen kontrak.
Penyedia harus melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar, apabila
dimensi/ukuran bangunan tidak tertulis dalam gambar, Penyedia harus memperoleh
dari Direksi sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut. Penyedia harus meneliti dan
mengamati gambar dengan cermat yang telah diserahkan, apabila ditemui
keraguan, perbedaan atau kesalahan pada gambar harus segera diinformasikan dan
dikonsultasikan kepada Direksi. Direksi kemudian akan memutuskan hal tersebut.

- Gambar yang perlu disiapkan oleh Penyedia.


Jika tidak disebutkan dalam kontrak, Penyedia harus menyiapkan gambar
pelaksanaan yang cukup jelas dan detail untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk
pekerjaan sementara dan as built drawing untuk semua pekerjaan yang mencakup
di dalam pekerjaan. Gambar-gambar tersebut harus dibuat oleh Penyedia. Direksi
akan memberikan informasi kepada Penyedia guna mempersiapkan gambar-gambar
mengenai:
• Situasi, dimensi dan ukuran dari bagian pekerjaan.
• Keadaan dan bahan-bahan dari berbagai bagian pekerjaan yang akan dibuat.
Pemesanan ke pabrik atau bagian pekerjaan tidak boleh dilaksanakan sebelum
mendapat persetujuan tertulis dari Direksi. Setiap ada perubahan harus
dilaporkan dan dikirimkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan.
• Perubahan desain dan gambar.
Apabila terdapat informasi tambahan pada saat penggalian atau tambahan hasil
pengujian, gambar desain akan disesuaikan dengan keadaan di lapangan.

22. JAM KERJA


Penyedia menentukan sendiri jam kerja bagi petugas dan pekerja yang dikerahkan
untuk melaksanakan pekerjaan ini, dengan mengingat peraturan perburuhan yang
berlaku.
Dalam rangka mempercepat penyelesaian pekerjaan agar dapat mencapai target
pelaksanaan fisik/tepat pada waktunya ataupun karena sifat/ syarat pelaksanaan
pekerjaan tidak boleh terputus maka Penyedia dapat melaksanakan pekerjaan diluar
jam kerja/lembur bila perlu sampai malam hari.
Dalam hal Penyedia akan bekerja diluar jam kerja/lembur maka Penyedia harus
memberitahukan kepada Direksi pekerjaanya secara tertulis sekurang-kurangnya 24
jam sebelumnya.

SU - 11
23. BAHAN/ MATERIAL BANGUNAN UNTUK PELAKSANAAN PEKERJAAN
Mendatangkan bahan-bahan ke lokasi pekerjaan:
a. Dalam mendatangkan bahan-bahan guna pelaksanaan pekerjaan Penyedia harus
melaporkannya kepada Direksi untuk diperiksa. Segala biaya dan tanggung jawab
pengadaan bahan-bahan ini menjadi beban Penyedia sepenuhnya.
b. Bahan-bahan yang setelah diperiksa Direksi dapat diterima/disetujui, maka bahan
tersebut masuk di gudang Job Site dan di bawah pengawasan Direksi, tidak boleh
ditarik keluar guna pekerjaan Penyedia yang lain, kecuali atas persetujuan tertulis
atas Direksi.
c. Bahan-bahan yang didatangkan di lokasi pekerjaan tetapi tidak memenuhi
persyaratan dan ditolak Direksi, harus dibawa keluar lokasi pekerjaan dengan batas
waktu paling lama tiga hari terhitung dari keputusan penolakan oleh Direksi. Biaya
pengeluaran bahan tersebut menjadi beban Penyedia. Bila Penyedia dengan sengaja
membiarkan bahan-bahan afkir tersebut dilokasi pekerjaan maka Penyedia
dikenakan denda kelalaian.
d. Penggantian merk/kualitas bahan bangunan harus mendapat persetujuan PPK
Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I.

Pemeriksaan bahan bangunan dan kualitas pekerjaan.


a. Apabila dipandang perlu, PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS
Sulawesi I, berhak meminta kepada Penyedia untuk memeriksakan kualitas
pekerjaan ke Laboratorium dengan biaya ditanggung oleh Penyedia.
b. Direksi/Petugas pelaksana pekerjaan berhak mengadakan pemeriksaan ulang
terhadap bahan-bahan yang sudah diterima. Dan bila dari hasil pemeriksaan ulang
ternyata memang tidak memenuhi syarat, maka barang tersebut dinyatakan tidak
memenuhi syarat dan harus dikeluarkan dari lokasi pekerjaan seperti yang telah
disebutkan diatas.
Penggunaan bahan-bahan yang belum diperiksa.
Apabila Penyedia menggunakan/memasang bahan-bahan yang belum diperiksa oleh
Direksi, maka apabila Direksi meragukan kualitas bahan tersebut, Direksi berhak
memerintahkan untuk membongkar pasangan tersebut. Biaya akibat pembongkaran ini
menjadi tanggungan Penyedia.

24. PEMERIKSAAN PEKERJAAN


Penyedia wajib minta kepada Direksi/Pengawas pelaksana pekerjaan untuk memeriksa
pekerjaan yang telah dikerjakan sebelum mulai pelaksanaan selanjutnya.
Bila Direksi/Pengawas pelaksana pekerjaan menganggap perlu untuk memeriksa
pekerjaan atau bila Penyedia memintanya secara tertulis untuk penyerahan seluruh

SU - 12
pekerjaan, sebagian pekerjaan atau guna permintaan pembayaran, maka Penyedia
atau pelaksana harus hadir di tempat pekerjaan selama waktu pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan ditulis pada laporan hasil pemeriksaan yang ditandatangani oleh
kedua belah pihak yang memeriksa.

25. LAPORAN KEMAJUAN PEKERJAAN


Penyedia wajib menyediakan 2 (dua) buah buku besar yang digunakan untuk:
a. Mencatat semua kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang selanjutnya disebut “Buku
Harian Pelaksanaan Pekerjaan”.
b. Mencatat semua kegiatan alat-alat yang dipergunakan yang selanjutnya disebut
“Buku Harian Peralatan”.
c. Kedua Buku Harian tersebut harus diisi setiap hari dan ditandatangani bersama-
sama oleh Pelaksana dan Pengawas Lapangan. Pada serah terima pekerjaan
selesai/penyerahan pertama kalinya, buku-buku tersebut harus diserahkan kepada
PPK Bendungan SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I.

Buku harian dibuat/diisi setiap hari untuk mencatat hal-hal sebagai berikut:
a. Catatan tenaga kerja yang terdiri dari: jumlah pekerja, mandor, tukang, kepala
tukang serta tenaga personalia dari Penyedia sendiri.
b. Catatan bahan meliputi: stock bahan yang datang, bahan yang ditolak dan bahan
yang digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan.
c. Jenis kegiatan bagian konstruksi yang dilaksanakan pada hari tersebut.
d. Hasil fisik pekerjaan yang dicapai.
e. Volume galian, timbunan, pasangan batu yang dicapai pada hari itu.
f. Jumlah alat baik yang dioperasikan maupun yang tidak.
g. Keadaan cuaca (hujan, banjir dan lain-lain).

Pencatatan dalam Buku Harian dibuat oleh petugas Pelaksana dan diperiksa/ diketahui
kebenarannya oleh Direksi dengan memberi paraf tiap hari.
Penyedia wajib membuat laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan dalam
rangkap 5 (lima) yaitu untuk:
• 1 (satu) lembar untuk Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I, cq.
PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I
• 1 (satu) lembar untuk Kepala Seksi terkait di lingkungan BWS Sulawesi I
• 1 (satu) lembar untuk arsip Penyedia.

Laporan dimaksudkan didasarkan pada Buku Harian Pelaksanaan. Laporan harus


ditandatangani oleh Penyedia dan Direksi. Laporan mingguan yang dilampiri Laporan

SU - 13
Harian diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari setelah akhir minggu yang
bersangkutan dan Laporan Bulanan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 5
pada bulan berikutnya.
Kemajuan pekerjaan harus didokumentasikan dengan foto sekurang-kurangnya:
• Kemajuan fisik 0%;
• Kemajuan fisik 25%;
• Kemajuan fisik 50%;
• Kemajuan fisik 100%; dan
• Setelah masa pemeliharaan berakhir/penyerahan kedua.

Setiap pengambilan foto di bidik dari 3 posisi dengan titik pengambilan yang tetap. Foto
dicetak rangkap 5 dengan ukuran 3R dan disusun pada album.
Di samping foto-foto kemajuan pekerjaan, Penyedia wajib mengambil foto pada
keadaan tertentu misalnya banjir besar, kerusakan konstruksi yang sudah dikerjakan,
dan lain-lain yang perlu termasuk galian sesudah peil, dan pada pekerjaan selesai
100% menyerahkan foto 0,50 x 0,60 berfigura 2 (dua) buah.
Sertifikat bulanan/Monthly Certificate.
Setiap bulan sekali Direksi wajib mengadakan opname pekerjaan yang kemudian
dituangkan ke dalam Sertifikat Bulanan yang dibuat bersama pengawas Wilayah serta
disetujui Penyedia. Meskipun pekerjaan telah diterima pada Sertifikat Bulanan, namun
Penyedia tetap wajib memelihara dan membetulkan apabila ada kerusakan sampai
dengan saat penyerahan yang kedua.

26. PEKERJAAN YANG TIDAK LANCAR


Bagi pekerjaan yang tidak lancar yang tidak sesuai dengan rencana kerja, terlalu
lambat atau terhenti sama sekali, maka Direksi akan memberikan peringatan-
peringatan/teguran-teguran secara tertulis kepada Penyedia.
Apabila Penyedia ternyata dengan sengaja tidak mengindahkan peringatan-peringatan
tersebut diatas dan telah cukup diberi peringatan dan teguran-teguran tertulis 3 kali
berturut-turut, maka PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi
I, berhak melakukan pemutusan kontrak secara sepihak.

27. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG


Pekerjaan tambah dan kurang hanya boleh dilakukan oleh Penyedia atas perintah
tertulis PPK Bendungan 2 SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I.
Pekerjaan tambah yang dilakukan oleh Penyedia diluar ketentuan ayat ini sepenuhnya
menjadi tanggungan Penyedia.

SU - 14
28. ALAT DAN PERALATAN KERJA PENYEDIA
Penyedia harus dan wajib menyediakan sendiri semua jenis alat peralatan maupun
perlengkapan kerja yang diperlukan untuk kegiatan pelaksanaan pekerjaan.
Alat peralatan dimaksud harus dalam keadaan siap dipakai, kerusakan yang terjadi
selama pelaksanaan agar segera diperbaiki atau dicarikan penggantinya.
Untuk pekerjaan ini Penyedia wajib menyediakan peralatan antara lain:
- Alat angkut secukupnya.
- Peralatan melangsir bahan.
- Genset untuk lampu penerangan bila diperlukan lembur.
- Pompa air
Biaya angkut, pengadaaan maupun biaya operasional semua peralatan menjadi
tanggungan Penyedia.
Penyedia wajib menyediakan tambahan peralatan jika peralatan yang ada dinilai tidak
mencukupi.
Keamanan alat selama pelaksanaan menjadi tanggung jawab Penyedia sendiri.

29. ALAT DARI BWS. SULAWESI I / NEGARA


Dalam hal Penyedia memerlukan peralatan yang kebetulan tidak dimiliki dan Satker.
Balai Wilayah Sungai Sulawesi I mempunyai, maka Penyedia dapat mengajukan
permohonan secara tertulis kepada Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS
Sulawesi I Provinsi Sulawesi Utara.
Untuk hal di atas Penyedia dapat mengajukan permohonan secara tertulis kepada
Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I Provinsi Sulawesi Utara.
Apabila alat peralatan SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I yang
diperbantukan kepada Penyedia maka penggunaannya mengikuti ketentuan dari
Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berlaku.
Biaya operasi dan eksploitasi alat dari SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I
Provinsi Sulawesi Utara yang diperbantukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Penyedia.
Yang dimaksud dengan biaya operasi dan eksploitasi di sini ialah:
• Biaya untuk bahan bakar dan pelumas;
• Biaya untuk service, perbaikan perawatan harian;
• Honorarium mekanik, operator/pengemudi;
• Biaya mobilisasi dan demobilisasi.

SU - 15
30. KEAMANAN ALAT BANTU DARI BWS SULAWESI I
Alat/peralatan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang diperbantukan kepada
Penyedia terhitung sejak keluar gudang, keamanannya menjadi tanggung jawab
Penyedia.
Bila alat bantu bagian-bagiannya rusak akan menjadi tanggung jawab Penyedia.
Alat yang selesai digunakan harus dikembalikan ke gudang dalam keadaan
sebagaimana awal peminjaman.

31. JAMINAN PENGGUNAAN PERALATAN BWS SULAWESI I


Penyedia agar mengasuransikan alat berat dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang
diperbantukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Dalam penggunaan alat berat dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, akan dibuat Surat
Perjanjian Penggunaan Peralatan.
Alat berat akan diserahterimakan berdasarkan Berita Acara Terima.
Untuk operasional alat berat, Penyedia wajib menyerahkan jaminan penggunaan
peralatan kepada Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Sulawesi I Provinsi
Sulawesi Utara, berupa surat jaminan dari Bank Pemerintah/Lembaga Keuangan yang
telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan dengan masa berlakunya sampai 30 (tiga
puluh) hari setelah batas waktu penggunaan.
Jaminan penggunaan akan dikembalikan setelah serah terima pengambilan alat.

32. OPERASIONAL ALAT BANTU DARI BWS. SULAWESI I


Alat/peralatan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang digunakan harus dioperasikan
sesuai dengan spesifikasi/ kemampuan disamping mendapat perawatan yang layak,
Penyedia wajib mencegah pengoperasian/ penggunaan alat secara berlebihan.
Yang dimaksud penggunaan secara normal:
a. Alat mendapat service perawatan secara layak.
b. Dioperasikan tidak melebihi kapasitas/kemampuannya.
Selama alat/peralatan khususnya alat berat digunakan harus menggunakan operator/
pengemudi atau mekanik dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.
Alat/peralatan dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I tidak diperbolehkan digunakan
untuk keperluan lain selain untuk kegiatan pelaksanaan pekerjaan ini. Pelanggaran
terhadap ini akan dikenakan sanksi.
Pemindahan alat peralatan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I keluar daerah pekerjaan ini
tidak diperbolehkan, kecuali atas ijin Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS
Sulawesi I.

SU - 16
33. BAHAN BAKAR DAN PELUMAS ALAT-ALAT BWS SULAWESI I
Penyedia harus menyediakan sendiri semua kebutuhan bahan bakar dan pelumas bagi
peralatan.
Jenis pelumas yang digunakan harus sesuai dengan jenis yang telah ditetapkan.

34. BANGUNAN FASILITAS


Penyedia harus membuat, memelihara bangunan-bangunan tidak permanen, kantor
laboratorium lapangan, bengkel dan gudang lengkap dan lain-lain dengan pagar
pembatasnya. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah persetujuan, Penyedia harus
menyerahkan kepada Direksi mengenai rencana pembangunan fasilitas tersebut untuk
mendapatkan persetujuan Direksi.

Base Camp
Penyedia harus memelihara base camp untuk akomodasi staf pelaksana pekerjaan dan
pekerja-pekerjanya. Penyedia harus mengajukan permohonan pembangunan base
camp kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan tidak kurang dari 7 (tujuh) hari
sebelum perkerjaan dimulai.

Kontaktor harus menyediakan air yang cukup untuk keperluan base camp, kantor dan
laboratorium lapangan serta keperluan lain kegiatan termasuk kantor Direksi.

Kontaktor harus menyediakan tenaga listrik untuk keperluan pekerjaan termasuk kantor
Balai, kantor Direksi, base camp laboratorium dan tempat-tempat lain guna menunjang
kelancaran pekerjaan. Penyedia harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap
pengadaan listrik sampai pelaksanaan pekerjaan ini berakhir.
Pelayanan pengobatan, Penyedia harus menyediakan peralatan pengobatan di site,
klinik, terutama untuk pertolongan pertama pada kecelakaan. Penyedia harus
menyediakan mobil untuk mengangkut pasien ke rumah sakit terdekat.
Pembongkaran bangunan dan fasilitas, atas permintaan/perintah Direksi, Penyedia tidak
membongkar sebagian bangunan dan fasilitas yang masih diperlukan setelah
pelaksanaan pekerjaan selesai.

35. KESELAMATAN KERJA DAN BAHAYA KEBAKARAN


K eselam atan Kerja
Penyedia harus memperhatikan secara penuh terhadap resiko terjadinya kecelakaan
yang mungkin terjadi selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung dan selalu
memperhatikan keamanan sebagai faktor utama dalam melaksakan Pekerjaan dan
keselamatan semua milik Balai Wilayah Sungai Sulawesi I di lokasi. Penyedia harus
mengikuti peraturan-peraturan mengenai pencegahan kecelakaan dan keamanan yang

SU - 17
berlaku. Dalam hal ini harus mengikuti Astek (Asuransi Tenaga Kerja).

Bahaya K ebakaran
Penyedia harus memperhatikan secara penuh terhadap masalah pencegahan bahaya
kebakaran.
Penyedia harus mengikuti peraturan pencegahan kebakaran atau petunjuk perintah
Direksi.
Penyedia harus memadamkan api bila timbul kebakaran dengan mengerahkan semua
tenaga dan peralatan yang ada di lokasi.
Penyedia harus menyediakan minimal satu unit mobil pemadam kebakaran termasuk
dua personilnya.
Penyedia wajib menyediakan alat pemadam api ringan (portable) minimal satu buah
untuk masing-masing rumah / gedung di lokasi base camp.
Segala hal yang menyangkut tentang pengadaan peralatan keamanan dan pemadam
dan pemadam kebakaran harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksi.

SU - 18
BAB I

FASILITAS KONSTRUKSI SEMENTARA

1.1 Umum

Penyedia Jasa harus menyediakan, mengoperasikan dan memelihara semua fasilitas konstruksi
dan pelayanan lainnya seperti yang tertuang dalam Spesifikasi Umum. Tanpa mengurangi
tanggung jawabnya maka Penyedia Jasa harus memenuhi seperti yang disampaikan oleh
Direksi.

Semua fasilitas konstruksi yang akan dibuat dan disediakan oleh Penyedia Jasa harus terlebih
dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Direksi termasuk didalam hal ini adalah penggunaan
semua peraturan-peraturan atau ketentuan tentang standarisasi atau yang lain yang
berhubungan dengan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan paket II.

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), Penyedia
Jasa harus menyerahkan semua dokumen tentang tata cara pelaksanaan fisik lapangan untuk
disetujui Direksi, dokumen tersebut berisi program pelaksanaan. Setiap program harus menguraikan
secara jelas semua detail perencanaan yakni lingkup pekerjaan, lokasi bangunan, program
pelaksanaan konstruksi/gambar pelaksanaan, dan perhitungan-perhitungan, termasuk juga uraian
kebutuhan peralatan/tenaga, material dan kebutuhan fasilitas lainnya yang diperlukan. Sehingga
Direksi dengan mudah untuk memeriksa / mengontrol semua aktivitas yang dilakukan oleh Penyedia
Jasa serta dapat mengevaluasi semua kegiatan.

Penyedia harus dapat menyediakan peralatan yang diperlukan untuk pembangunan Bendungan
Kuwil Kawangkoan Paket II. Penyedia harus menyerahkan jadwal penggunaan peralatan kepada
Direksi paling lambat satu minggu setelah dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Pembayaran mobilisasi dan demobilisasi peralatan disesuaikan dengan jadwal mobilisasi dan
demobilisasi peralatan.

Dalam hal perijinan atau pemberitahuan tentang semua kegiatan fisik lapangan Penyedia Jasa harus
dapat memenuhi atau mendapatkan sesuai persyaratan / peraturan yang berlaku.
Penyedia Jasa harus menyerahkan semua hasil perizinan pada Direksi, dalam hal tertentu
Direksi dapat membantu semua proses perizinan.

1.2 Fasilitas Yang Akan Diperlukan

1.2.1 Jalan Masuk Sementara

Bila jalan ke lokasi pekerjaan tidak memungkinkan untuk digunakan selama pekerjaan konstruksi
berlangsung, kecuali bila ditentukan lain, maka Penyedia Jasa harus membuat, memelihara dan
memindahkan semua jalan masuk sementara dan atau jalan pintas pada lokasi yang diperlukan
sesuai instruksi atau persetujuan dari Direksi. Dapat juga dengan memelihara dan memperkuat
lapisan perkerasan jalan yang ada yang mungkin dapat digunakan dengan persetujuan dari Dreksi.
Konstruksi jalan masuk sementara dan jalan pintas harus sudah termasuk pekerjaan
drainase jalan dan rencana pengelolaan genangan air selama konstruksi. Kecuali bila
ditentukan lain, Penyedia Jasa juga harus membangun / memelihara dan memindahkan
pada lokasi yang diperlukan bangunan perlintasan saluran irigasi / sungai dan atau
bangunan air lainnya, atau dapat juga memperbaiki dan memperkuat bangunan tersebut
bila akan digunakan selama konstruksi. Semua biaya pengadaan pekerjaan jalan masuk
sementara oleh Penyedia Jasa dalam memenuhi ketentuan sub pasal ini harus sudah

ST - I - 1
termasuk dalam harga satuan atau harga lump-sum item pekerjaan yang ada dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.

1.2.2 Peralatan Laboratorium

Penyedia Jasa wajib memelihara peralatan laboratorium mekanika tanah dan beton yang
ada dan menyediakan bahan-bahan yang diperlukan untuk pengetesan. Macam uji/test
yang akan dilakukan dalam pekerjaan ini adalah menyangkut mechanical test dan physical
test. Ditinjau dari lokasi pekerjaan maka ada 2 (dua) macam lokasi test yang akan
dilakukan yaitu test lapangan (field test) dan laboratorium test. Field test meliputi: Density
test, Permeability test, Moisture content, sedangkan laboratorium test meliputi: Grain size
analysis, Atterberg limit, Compaction test, Direct shear test, Unconfined test, Consolidation
test, Specific gravity, Triaxial test, Concrete strength test.

Apabila keadaan peralatan laboratorium yang ada tidak memadai untuk melakukan test-test
yang diperlukan, maka Penyedia Jasa harus tetap melaksanakan test tersebut pada instansi
yang berwenang.

Penyedia Jasa harus menyediakan tenaga operasional laboratorium yang cakap mampu
menjalankan prosedur pengetesan dan mampu menganalisa hasil yang didapat.
Jumlah personil yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan dan petunjuk Direksi.

Dalam waktu enam puluh (60) hari dari diterimanya Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ), Penyedia Jasa harus menyerahkan jadwal pengujian yang dibuat
Penyedia Jasa kepada Direksi. Direksi dan Penyedia Jasa harus mempersiapkan
berdasarkan jadwal pengujian Penyedia Jasa.
Pekerjaan pengujian akan dilakukan sesuai dengan jadwal pengujian yang telah disetujui.
Jika diminta oleh Direksi, Penyedia Jasa harus melaksanakan test yang disaksikan Direksi.

Tidak ada pembayaran terpisah yang akan dilakukan untuk pengujian laboratorium kepada
Penyedia Jasa, biaya tersebut harus sudah termasuk dalam harga satuan item pekerjaan
yang ada dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Sedangkan pembayaran untuk penyediaan sarana laboratorium dilaksanakan berdasarkan


harga lump-sum seperti yang tertera dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Daftar Peralatan Laboratoriun

NO JENIS PERALATAN SATUAN JUMLAH


1 - Hydrometer Analysis Test Set set 1.00
2 - Speedy Moisture Tester set 1.00
3 - Sand Cone Test Set set 1.00
4 - Slump Test Set set 1.00
5 - Concrete Test Hammer set 1.00
6 - Specific Gravity of Hydraulic Cement Test set 1.00
7 - Soundness Test set 1.00
8 - Aggregate Impact Test set 1.00
9 - Compaction Test Set set 1.00
10 - Shrinkage Limit Test Set set 1.00
11 - Liquid Limit Test Set set 1.00
12 - Plastic Limit Test set 1.00
13 - Moisture Content Test Set set 1.00
14 - Grain Size Analysis Test set 1.00

ST - I - 2
1.2.3 Sarana Telekomunikasi

Penyedia Jasa berkewajiban mengadakan semua kebutuhan peralatan komunikasi untuk


kepentingan Direksi dan Penyedia Jasa di lapangan serta kantor Balai Wilayah Sungai
Sulawesi I. Penyedia Jasa harus dapat mengatur / mengoperasikan dan memelihara atas
semua beban biaya yang timbul akibat adanya alat komunikasi tersebut.

Penyedia Jasa harus menyerahkan plan dan gambar detail kepada Direksi untuk mendapat
persetujuan. Penyedia Jasa tidak boleh memasang system telekomunikasi tanpa
persetujuan Direksi.

Pembayaran untuk penyediaan sarana telekomunikasi dilaksanakan berdasarkan harga lump


sum seperti yang tertera dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.2.4 Sistem Penyediaan Listrik untuk Kerja dan Air ke Site

1. Selama pelaksanaan proyek tersebut Penyedia diharuskan mempersiapkan sistem


pengadaan tenaga listrik baik untuk penerangan maupun peralatan lainnya. Sistem
pengadaan tenaga listrik dapat diambil melalui PLN karena di desa tersebut aliran listrik
sudah terpasang atau dapat menggunakan generator, daya listrik yang digunakan harus
sesuai kebutuhan, untuk perhitungan kebutuhan tersebut harus mendapat persetujuan dari
Direksi.
2. Selama pelaksanaa proyek dibutuhkan air yang akan dipergunakan di lapangan maupun di
bangunan-bangunan sementara. Untuk mencukupi kebutuhan air tersebut Penyedia
diharuskan menyiapkan sistem pengadaan air melalui sungai dan atau sumur-sumur.
Sistem pengadaan listrik dan air untuk operasional ini menjadi tanggung jawab Penyedia. Biaya
yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan ini sudah termasuk di dalam daftar harga satuan
pekerjaan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga / BOQ.

1.2.5 Sarana Kesehatan

Penyedia Jasa harus dapat membangun, melengkapi dan memelihara sarana kesehatan serta
dilengkapi dengan tenaga medis di pusat kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan.

Penyedia Jasa dalam semua hal akan bertanggung jawab untuk memastikan pelayanan
pertolongan pertama yang perlu untuk staf dan semua pekerjanya termasuk transportasi untuk
personil yang terluka ke rumah sakit atau klinik di kota terdekat jika diperlukan.

Penyedia Jasa akan membayar semua biaya untuk semua pertolongan pertama dan biaya klinik
untuk tenaga kerja atau pekerjanya karena kecelakaan yang terjadi di pekerjaan.

Rencana dan gambar detail untuk sarana kesehatan akan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan
diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan.
Biaya untuk pengadaan, penyediaan, pemasangan sarana kesehatan tersebut dibayarkan
berdasarkan harga lump-sum seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

1.2.7 Sarana Keamanan dan Pemadam Kebakaran

Penyedia Jasa harus menyiapkan satuan tugas keamanan yang menjaga keamanan di
lingkungan proyek.

Disamping itu peralatan pemadam kebakaran untuk kawasan lingkungan proyek harus
disiapkan dan dipelihara oleh Penyedia Jasa.

ST - I - 3
Segala hal yang menyangkut tentang pengadaan peralatan keamanan dan pemadam kebakaran
harus mendapat persetujuan tertulis dari Direksi.

1.2.8 Meubelair

Penyedia wajib mengajukan daftar meubelair yang akan digunakan sebagai kelengkapan pada
base camp, kantor lapangan (kantor kontraktor) serta klinik paling lambat 10 hari setelah
terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja.

Kualitas meubelair harus mendapat persetujuan Direksi sehingga dapat digunakan selama
pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket II berlangsung.

Penyedia wajib memelihara meubelair dan mengganti bila terjadi kerusakan selama
pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan berlangsung.

Volume meubelair adalah sebagai berikut :

Jenis Meubelair satuan Jumlah


- Meja Kerja unit 15.00
- Kursi Kerja unit 30.00
- Lemari unit 8.00
- Meja + Kursi Tamu (Sofa) set 2.00
- Meja Meeting unit 2.00
- Filling Kabinet unit 4.00
- Kasur + Dipan (2 x 1,2 m) set 4.00
- Air Conditioning (Penyejuk Udara) unit 10.00

1.2.9 Kantor dan Fasilitas Umum

Penyedia Jasa harus merencanakan, membangun, mengoperasikan dan memelihara kantor dan
fasilitas umum.
Tata letak kantor dan fasilitas umum akan mengacu pada persetujuan Direksi.

Rencana tata letak harus sudah diserahkan kepada Direksi dalam tiga puluh (30) hari dari
tanggal diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja untuk mendapatkan persetujuan.

Biaya untuk penyediaan kantor dan fasilitas umum dimasukkan dalam harga lump sum seperti
yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Sedangkan biaya untuk operasional dan pemeliharaan tidak dibayarkan terpisah tetapi sudah
termasuk dalam harga satuan maupun lump sum dari setiap item pekerjaan yang ada dalam
Daftar Kuantitas dan Harga.

1.2.10 Dokumentasi Foto dan Video

Penyedia Jasa harus membuat dokumentasi foto dan video pada setiap kegiatan pelaksanaan di
lapangan dan membuat laporan dokumentasi.

1.2.11 Administrasi Proyek

Seperti yang tertuang dalam spesifikasi ini maka Penyedia Jasa harus mengadakan,
mengoperasionalkan dan memelihara semua kebutuhan administrasi proyek untuk menunjang
kelancaran pekerjaan di antaranya: pengukuran lapangan, pembuatan gambar kerja dan

ST - I - 4
gambar-gambar lainnnya, dokumentasi film / pembuatan laporan-laporan, perizinan / sertifikasi,
alat tulis kantor dan biaya-biaya lainya.

1.2.10 Penyelidikan Lapangan Tambahan

Seperti telah disampaikan dalam Spesifikasi Umum bahwa untuk menunjang kelancaran
pekerjaan di lapangan maka Penyedia Jasa harus melakukan penyelidikan lapangan tambahan
sebagaimana yang akan disampaikan secara tertulis kepada Direksi. Semua biaya yang timbul
akibat pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan harus telah dimasukkan
di dalam item pekerjaan yang ada.

ST - I - 5
BAB II

PENGELAKAN DAN PENGENDALIAN SUNGAI


SERTA PENGONTROLAN DAN PENGENDALIAN AIR
DARI TEMPAT KERJA

2.1 Pengelakan dan Pengendalian Sungai

2.1.1 Umum

Pekerjaan pengelakan sungai diperlukan untuk memberikan kesempatan pekerjaan timbunan


bendungan dalam kondisi kering dapat dimulai / dikerjakan oleh penyedia jasa. Pelaksanaan
terowongan pengelak (diversion tunnel) dari bendungan Kuwil Kawangkoan dan pengendalian
sungai setelah pengelakan, ditentukan di dalam spesifikasi yang akan dikerjakan oleh Penyedia
jasa yang akan dipakai setelah pekerjaan galian untuk terowongan pengelak dan pekerjaan
lainnya yang penting telah dikerjakan.

Penyedia Jasa akan mengalihkan aliran air dari Sungai Tondano melalui terowongan pengelak
pada waktu yang telah ditentukan dan Penyedia Jasa akan mengendalikan aliran Sungai
Tondano seluruhnya selama periode yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan bendungan
dan bangunan pelengkapnya.
Penyedia Jasa juga mengendalikan semua aliran yang memotong dengan bangunan yang ada
di jalan.

Dalam hal pengelakan dan pengendalian sungai, Penyedia Jasa harus menyediakan semua
material, tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan, operasi dan
pemeliharaan sampai pekerjaan tersebut selesai.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan menerus selama pelaksanaan bangunan yang memotong
sungai sampai waktu dimana pengelakan tersebut ditutup.

Item pekerjaan utama yang berhubungan dengan pengelakan dan pengendalian sungai yang
dikerjakan oleh Penyedia Jasa untuk Bendungan Kuwil Kawangkoan yaitu memindahkan
bendungan pengelak sementara yang diperlukan pada pelaksanaan terowongan, pelaksanaan
konstruksi bendungan pengelak hulu dan bendungan pengelak hilir dan pengalihan aliran air
sungai melalui terowongan akan dijelaskan di sini.

Setelah pekerjaan pengalihan sementara seperti bendungan pengelak sementara sudah


terpenuhi, Penyedia Jasa minta persetujuan Direksi untuk memindahkan dari lokasi atau
diratakan untuk memberikan keindahan sehingga tidak bertentangan dengan kegunaan
maupun operasi dari pada bangunan tersebut.
Apabila bendungan pengelak sementara tersebut sudah tidak diperlukan lagi harus diratakan
secara merata dengan persetujuan Direksi.

Penyedia Jasa tidak boleh mengganggu aliran air alami ke arah lokasi waduk atau aliran air
lainnya di area pekerjaan untuk tujuan lain tanpa persetujuan dari Direksi.

Pekerjaan bendungan pengelak hulu, bendungan pengelak hilir dan bendungan pengelak
sementara yang akan dikerjakan oleh Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan dari
Direksi. Hal-hal yang mengganggu aliran harus dipindahkan/dibersihkan sehingga tidak
mengganggu jalannya pelaksanaan, memberikan pemandangan yang baik dan menghindari
hal-hal buruk yang mungkin terjadi.

ST - II - 1
2.1.2 Data Perencanaan Untuk Pengelakan dan Pengendalian Sungai

Data hidrologi untuk area proyek dan daerah aliran Sungai Tondano diberikan pada pasal
1.3 dari spesifikasi umum. Data-data tersebut diberikan hanya sebagai informasi umum
untuk membantu Penyedia Jasa dalam perencanaan pengelakan dan pengendalian sungai
selama pelaksanaan konstruksi. Direksi dan Pemberi Kerja tidak bertanggung jawab
terhadap apa saja tentang ketelitian dan atau kebenaran dari data hidrologi tersebut dan
konsekwensi resiko dalam interpretasi data yang akan disusun seluruhnya oleh Penyedia
Jasa.

Perhitungan kemungkinan banjir 25 tahunan di lokasi bendungan adalah sebesar 429,20


m3/detik (Inflow) yang merupakan kriteria perencanaan untuk menentukan kapasitas
saluran pengelakan sungai dengan memperhitungkan pengaruh penggenangan di waduk
dan menghasilkan ketinggian crest untuk bendungan pengelak hulu pada EL. 73.00 m.

Penyedia Jasa harus menyiapkan program untuk pengelakan dan pemeliharaan sungai
selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar aman terhadap kemungkinan banjir rencana
25 tahunan.

Elevasi Maximum muka air banjir yang diizinkan pada bendungan pengelak hulu adalah El.
70.66 m. Dalam kejadian bila sebuah banjir besar terjadi melebihi kapasitas dari fasilitas
pengelakan atau elevasi maksimum banjir yang diizinkan, maka Penyedia Jasa tidak akan
memikul dan bertanggung jawab terhadap kegagalan atau kerusakaan bendungan
pengelak, hal tersebut dapat dianggap sebagai force majeure.

2.1.3 Rencana Pengelakan dan Pengendalian Sungai

Sekurang-kurangnya tiga puluh (30) hari sebelum dimulainya pekerjaan mengenai


pengelakan dan pengendalian sungai, Penyedia Jasa harus menyerahkan rencana
pengontrolan air yang ditunjukkan melalui usulan metode tentang pengelakan dan
pengendalian selama periode pelaksanaan konstruksi kepada Direksi untuk mendapatkan
persetujuan.

Metode dan rencana untuk pengelakan dan pengendalian sungai harus disesuaikan dengan
tanggal yang ditunjukkan dalam rencana jadwal pelaksanaan pekerjaan kecuali bila
diperintahkan lain oleh Direksi.

Persetujuan Direksi tersebut tidak membebaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya
atas kemampuan pelaksanaan pekerjaan pengelakan dan pengendalian sungai.

Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk menyediakan tenaga kerja, peralatan dan material
yang diperlukan untuk pengelakan dan pengendalian sungai selama periode pekerjaan
pengelakan dan pengendalian sungai.

Pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan pengelakan dan pengendalian sungai akan
dilakukan sesuai dengan rencana Penyedia Jasa dan semua spesifikasi yang sesuai,
gambar-gambar, prosedur, program keselamatan, dsb.

2.1.4 Terowong Pengelak

Penyedia Jasa harus mengadakan tenaga, peralatan dan material untuk membangun
terowongan pengelak sesuai dengan gambar, spesifikasi, jadwal pelaksanaan, prosedur
yang diberikan dalam dokumen kontrak serta disetujui dan diarahkan Direksi.

Galian dari terowongan pengelak harus dilaksanakan mengikuti bab III ”Pekerjaan
Galian” pada Spesifikasi Teknis ini.

ST - II - 2
Sedangkan untuk pekerjaan beton dilaksanakan mengikuti bab VI ”Pekerjaan Beton”
dan item pekerjaan lainnya yang ada pada gambar pelaksanaan mengikuti spesifikasi yang
sesuai dengan item pekerjaannya.

2.1.5 Bendungan Pengelak Sementara Hulu

Setelah pelaksanaan konstruksi terowongan pengelak selesai, Penyedia Jasa harus


membangun bendungan pengelak sementara di lokasi yang sesuai ke arah hulu dari
rencana / usulan lokasi bendungan pengelak utama dan ke arah hilir dari saluran masuk
untuk ke terowong pengelak, bagaimanapun juga haruslah dicatat bahwa Penyedia Jasa
akan menempatkan bendungan pengelak sementara sedekat mungkin dengan aliran masuk
dari terowong pengelak.

Bendungan pengelak sementara ini harus dibangun sedemikian rupa sehingga dapat
mengalihkan aliran air dari Sungai Tondano masuk melalui terowongan pengelak, sampai
waktu dimana pelaksanaan bendungan pengelak utama selesai.

Pengeringan sementara akan disiapkan oleh Penyedia Jasa di sebelah hulu dari saluran
pengeluaran dari terowong pengelak jika diperlukan untuk pembangunan bendungan
pengelak utama.

Jenis material yang dipakai untuk pembangunan bendungan pengelak sementara, elevasi
puncak, lebar, kemiringan dan penempatan pada lokasi yang tepat akan ditentukan oleh
Penyedia Jasa dengan menggunakan standard desain yang sesuai, tetapi desain tersebut
harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi.

Bila Penyedia Jasa memutuskan untuk menggunakan puncak bendungan sementara hulu
sebagai bagian dari jaringan jalan hantar sementara, maka ia akan membangun bendungan
pengelak dengan suatu cara yang dapat mengatasi lalu lintas.

Penyedia Jasa akan bertanggung jawab mampu memelihara bendungan pengelak


sementara hulu selama periode yang digunakan untuk pembangunan pengelak utama.

2.1.6 Bendungan Pengelak Hulu dan Bendungan Pengelak Hilir

Bendungan Pengelak hulu yang merupakan bagian dari timbunan bendungan utama yang
permanen akan digunakan untuk mengelakkan aliran Sungai Tondano ke dalam terowongan
pengelak selama periode konstruksi untuk pekerjaan bendungan, spillway dan timbunan
lain.

Bendungan pengelak hilir berfungsi untuk mencegah aliran air pada bagian hiiir dari
pengelakan sungai supaya tidak masuk ke dalam pondasi bendungan dan area pekerjaan
timbunan selama konstruksi.

Penyedia Jasa dengan semua tenaga, peralatan dan material yang cukup harus membuat
bendungan pengelak hulu dan bendungan pengelak hilir berdasarkan pada gambar yang
direncanakan, spesifikasi, jadwal, prosedur dan kondisi sebagaimana diberikan dalam
dokumen kontrak serta disetujui dan diarahkan oleh Direksi.

Pekerjaan timbunan untuk bendungan pengelak hulu dan bendungan pengelak hilir merupakan
bagian dari timbunan dam utama yang permanen, maka semua item dari galian, pondasi, persiapan
dan konstruksi timbunan harus dilaksanakan seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau sesuai
dengan arahan dari Direksi, dengan persyaratan spesifikasi seperti diuraikan pada bab III
"Pekerjaan Galian" dan bab IV “Timbunan Bendungan " pada spesifikasi teknik ini.

ST - II - 3
2.1.7 Penutupan Terowongan Pengelak

Penyedia Jasa akan mengalihkan aliran sungai ke terowong pengelak setelah selesai dibangun
sesuai dengan gambar, spesifikasi, jadual, prosedur dan sebagainya.

Lebih lanjut, penyedia jasa akan menutup terowong pengelak dengan metode yang ditetapkan
di sini setelah hal tersebut tidak lagi diperlukan dengan ketentuan pekerjaan timbunan
bendungan, pekerjaan lainnya sudah selesai dikerjakan atau dilindungi sedemikian rupa
sehingga banjir tidak akan merusak pekerjaan tersebut maupun merusak fungsi sebagai akibat
penutupan dari terowong pengelak. Penyedia Jasa tidak akan menutup sampai diperintah oleh
Direksi untuk melakukannya.

Perencanaan yang diusulkan oleh penyedia jasa dan waktu yang tertentu / tepat untuk
melakukan penutupan tersebut akan diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan.
Penutupan dari terowong pengelak akan dibuat dari stop log beton yang disiapkan oleh
penyedia jasa di sisi pemasukan dan beton pengisi dituangkan di dalam terowongan. Urutan
pelaksanaan pekerjaan penutupan tersebut adalah menetapkan letak dari penutup pada posisi
yang tepat, air dikeluarkan dari terowong pengelak kemudian beton untuk penutupan terowong
dituangkan termasuk pipa pendingin dan memasang saluran dan pipa baja.

2.1.8 Pengukuran dan Pembayaran untuk Pengelakan dan Pengendalian Sungai

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan pengelakan dan pengendalian sungai dibuat berdasarkan
harga lump sum dan pembayaran akan dibuat pada harga lump sum seperti tercantum pada Daftar
Kuantitas dan Harga.

Harga lump sum itu termasuk semua biaya untuk melaksanakan pekerjaan pengelakan dan
pengendalian sungai termasuk membangun dan memindahkan bendungan pengelak sementara,
pekerjaan pengeringan aliran yang diperlukan dan pekerjaan pengaliran ke arah hilir yang
diperlukan pada saat penggalian dasar sungai.

Sedangkan untuk konstruksi terowong pengelak, bendungan pengelak utama hulu dan hilir
pembayarannya berdasarkan harga satuan masing-masing item pekerjaan seperti yang tercantum
pada Daftar Kuantitas dan Harga.

2.2 Pengontrolan dan Pengalihan Air dari Area Pekerjaan

2.2.1 Umum

Penyedia Jasa harus menyiapkan untuk pengontrolan dan pengalihan air yang mana terjadi
selama pelaksanaan galian terbuka dan galian bawah tanah dan dalam seperti itu spesifikasi
berikut akan dipertahankan.

Penyedia Jasa akan melengkapi, memasang memelihara dan mengoperasikan seluruh pompa
dan peralatan lainnya atau metoda yang diperlukan untuk pengeringan berbagai bagian
pekerjaan permukaan, pada galian terbuka atau galian bawah tanah dan untuk pemeliharaan
bagian lain dan pondasi dari pekerjaan bebas dari air sebagaimana diperlukan untuk
membangun masing-masing bagian dari pekerjaan dan mungkin diperlukan setelah bagian dari
pekerjaan tersebut terselesaikan seperti pemeriksaan keselamatan, keamanan, pemasangan
instalasi oleh Pemberi Kerja atau untuk alasan lainnya yang ditentukan oleh Direksi.

Penyedia Jasa akan memompa semua air dari daerah pekerjaan dan akan menjaga daerah
pekerjaan bebas dari air pada saat penggalian, persiapan pondasi, grouting tekanan, peletakan
material timbunan, urugan kembali, penuangan beton atau lainnya yang diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan. Penyedia Jasa bertanggung jawab dan akan memperbaiki setiap

ST - II - 4
kerusakan pada pondasi, slope galian, bangunan atau bagian pekerjaan lainnya termasuk banjir
dengan biaya ditanggungnya sendiri. Penyedia Jasa tidak boleh memindah peralatan
pemompaan untuk dewatering yang telah dipasang tanpa persetujuan terlebih dahulu dari
Direksi.

Penyedia Jasa akan menyiapkan metode pengalihan air dari semua pondasi dan penggalian dan
menyerahkannya kepada Direksi untuk meminta persetujuan dalam waktu 2 minggu sebelum
rencana tersebut dilaksanakan. Jika penggalian diperpanjang dibawah water table, water table
akan direndahkan untuk mempercepat penggalian. Dewatering akan dilaksanakan sedemikian
rupa untuk menjaga kestabilan penggalian bawah tanah dan slope / kemiringan dan bagian
bawah penggalian terbuka, dan akan mengakibatkan pada semua pelaksanaan konstruksi yang
dilakukan dalam keadaan “kering”, dimana “kering” berarti bahwa pelaksanaan konstruksi tidak
akan dikerjakan dengan sejumlah air bebas yang mengalir atau menggenang di situ.
Penyedia Jasa akan mengontrol sumber air dan rembesan sepanjang bagian bawah penggalian
untuk pondasi bendungan. Bagian bawah galian untuk inti kedap air bendungan memerlukan
tambahan system dewatering yang diperlukan dengan pipa saluran pengumpul air, dimana air
akan di pompa.

2.2.2 Pengontrolan dan Pengalihan air selama Pelaksanaan Timbunan

Selama penyebaran dan pemadatan tanah untuk zona inti / kedap air di bagian bendungan,
permukaan air setiap saat harus dijaga di bawah dasar timbunan yang telah dipadatkan
mencapai ketinggian tiga (3) m, apabila ada airnya akan dijaga sedikitnya 1,5 m di bawah
puncak timbunan yang telah dipadatkan.

Bila timbunan telah dilaksanakan sampai elevasi dimana sistem pengeringan diijinkan untuk
menjaga agar elevasi air pada atau di bawah elevasi yang direncanakan seperti yang telah
ditentukan oleh Direksi, beberapa pipa drain yang telah dipasang termasuk gravel
disekelilingnya, akan diisi dengan blanket grout yang terdiri dari air dan semen yang
proporsinya ditentukan oleh Direksi, sementara beberapa lubang air diisi dengan beton klas E
atau material lain yang disetujui.

Penyedia Jasa juga mengontrol muka air tanah dan air permukaan selama penyebaran dan
pemadatan timbunan jenis lainnya seperti untuk jalan masuk permanen dan urugan kembali.

2.2.3 Pengontrolan dan Pengalihan Air selama Pelaksanaan Konstruksi

Penyedia Jasa akan membangun dan memelihara pekerjaan yang mungkin diperlukan untuk
melindungi air permukaan dan air tanah dari bagian pemasukan terowong dan shaft.

Bila menurut Direksi, air yang keluar antara klem atau tanah yang runtuh di bagian terowong
menyebabkan penambahan kuantitas (jumlah) air, Direksi akan memerintahkan menutup
bagian antara klem atau tanah yang runtuh tersebut sehingga mengurangi aliran air sampai
pekerjaan bawah tanah tersebut dapat menerima jumlahnya atau sampai batas limit aliran yang
diijinkan oleh Direksi. Penyedia Jasa tidak berhak atas tambahan kompensasi atau penambahan
waktu oleh karena sebab di atas.

Penyedia Jasa harus membangun dan memelihara semua pengalihan saluran yang diperlukan,
saluran air, saluran, pompa-pompa dan pengalihan yang lain dan pekerjaan penahan yang
mana diperlukan pada terowong yang memuaskan Direksi. Pembongkaran fasilitas drainase
harus mendapat persetujuan dari Direksi.

2.2.4 Pengukuran dan Pembayaran untuk Pengontrolan dan Pengalihan Air

Tidak ada pembayaran terpisah untuk pengontrolan dan pengalihan air selama pelaksanaan
dari berbagai macam pondasi, semua tipe galian dan saat penebaran material timbunan dan

ST - II - 5
urugan kembali. Semua biaya yang terjadi dari pekerjaan pengontrolan dan pengalihan air
dianggap sudah termasuk di dalam harga satuan dan harga lump sum untuk masing-masing
item pekerjaan galian, urugan kembali, timbunan dsb seperti tercantum pada Daftar Kuantitas
dan Harga.

ST - II - 6
BAB III

PEKERJAAN GALIAN

3.1 Umum

3.1.1 Lingkup Pekerjaan

Yang diartikan pekerjaan "galian" dalam spesifikasi ini adalah semua pekerjaan yang
meliputi kegiatan sebagai berikut:

- Pembersihan (clearing), tebas, tebang dan cabut tunggul


- Galian terbuka (open cut)
- Galian bawah tanah
- Galian quarry dan borrow pit
- Pekerjaan galian yang lainnya yang mungkin diperintahkan oleh Direksi.

3.1.2 Rencana dan Persetujuan Kerja

Paling sedikit 30 hari sebelum dimulainya pekerjaan galian Penyedia Jasa harus
menyerahkan rencana kerja untuk disetujui oleh Direksi, berupa rencana detail/terperinci
tentang pelaksanaan penggalian untuk item pekerjaan utama antara lain: lokasi pekerjaan
yang diusulkan, tipe pekerjaan galian yang dilaksanakan, metode konstruksi yang
diusulkan, urutan, tahap pekerjaan dan jadwal pelaksanaannya.

Persetujuan dari Direksi tidak akan membebaskan Penyedia Jasa terhadap tanggung
jawabnya sejauh keamanan pekerjaan dan kerusakan pekerjaan atau hal-hal lain yang
mungkin terjadi dalam pelaksanaannya.

3.1.3 Pembuangan dan Penggunaan Material Galian

Material hasil galian termasuk di borrow area dan quarry yang umumnya terdiri dari
kombinasi material yang sesuai dan dapat digunakan dalam konstruksi urugan dan
pekerjaan tanah harus mendapatkan pengamanan yang secukupnya dari Penyedia Jasa.
Sedangkan material yang tidak dapat digunakan untuk konstruksi harus dibuang di spoil
bank.
Penggunaan material hasil galian untuk pekerjaan konstruksi yang permanen harus
disetujui oleh Direksi dan sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan pada spesifikasi
teknik. Hasil galian Penyedia Jasa dan metode peledakan yang dilaksanakan harus dapat
meyakinkan Direksi sehingga kemungkinan material yang terbuang dan tidak terpakai
akibat peledakkan diharapkan sangat minim.

Dengan pengarahan Direksi, Penyedia Jasa diijinkan untuk menggunakan material hasil
galian yang tidak digunakan untuk keperluan konstruksi permanen seperti pada temporary
road, jalan kerja dsb dan tidak boleh menggunakan material tersebut untuk timbunan
bendungan.
Material yang disetujui untuk digunakan sebagai pekerjaan konstruksi bila mungkin
diangkut langsung ke tempat lokasi pekerjaan atau bila tidak mungkin ditampung dulu di
stockpile pada lokasi yang telah ditentukan Direksi dan selanjutnya akan diangkut ke lokasi
konstruksi yang akan dikerjakan tanpa tambahan biaya.
Galian tanah yang tidak dapat digunakan untuk pekerjaan konstruksi harus dibuang ke
tempat pembuangan (spoil bank) pada lokasi yang telah ditetapkan Direksi. Penyedia Jasa
tidak boleh mengajukan pembayaran tambahan berkenaan dengan pemisahan material
galian tersebut. Tempat pembuangan (disposal area) yang berada di sungai atau di jalur air

ST - III - 1
sungai (stream) atau diluar tempat pembuangan yang telah ditetapkan sangat tidak
diperbolehkan dan Penyedia Jasa harus bertanggung jawab atas semua kerusakan aliran
sungai yang ditimbulkan serta pohon-pohon atau yang lain akibat dari penempatan disposal
area yang tidak mendapat izin Direksi.

3.1.4 Garis Batas, Ketinggian, Kemiringan dan Dimensi Galian

Semua galian harus dilaksanakan sesudah mendapat persetujuan dari Direksi seperti garis
batas galian, ketinggian, kemiringan dan dimensi yang diberikan seperti yang tercantum
dalam spesifikasi, yang ditunjukkan pada gambar atau yang ditetapkan oleh Direksi untuk
item pekerjaan-pekerjaan yang utama.

Penyedia Jasa harus selalu mengadakan pencegahan agar memperkecil pengaruh galian
terhadap material disekitarnya yang berdekatan dengan batas-batas garis pekerjaan galian.

Batas garis, ketinggian, kemiringan dan dimensi tersebut mungkin dapat berubah selama
pelaksanaan pekerjaan berlangsung sebagaimana ditetapkan dan disetujui oleh Direksi dan
harus ditetapkan di dalam gambar konstruksi. Penyedia Jasa tidak boleh berusaha
menambah harga satuan seperti yang tertera dalam Daftar Kuantitas dan Harga kecuali
ditetapkan lain dalam spesifikasinya atau diarahkan oleh Direksi, dan mendapat persetujuan
Direksi.

3.1.5 Galian Di Dalam Air

Secara keseluruhan pekerjaan galian untuk pengelakan aliran air seperti bendungan
pengelak hulu dan bendungan pengelak hilir serta pekerjaan galian yang lain pasti akan
dikerjakan di dalam air. Penyedia Jasa harus berusaha dengan metode yang cocok dengan
peralatan yang digunakan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi untuk pelaksanaan
galian, dan tidak ada pembayaran tambahan pada harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga akibat kesulitan-kesulitan yang ditemui.

3.2 Klasifikasi Material dan Galian

3.2.1 Klasifikasi In-situ Materials

Untuk membantu identifikasi material yang digali dan klasifikasi galian untuk keperluan
konstruksi diperlukan sistim klasifikasi untuk massa batuan in-situ didasarkan pada tingkat
pelapukannya dan dberikan pada Gambar Rencana seperti yang diuraikan pada bab ini.
Klasifikasi pelapukan ini dihubungkan dengan kondisi susunan batuan dan massa batuan.
Susunan batuan didefinisikan sebagai bagian dari batuan yang efektif yang terjadi diantara
joint-joint, bidang-bidang dasar, tidak menerus dan kerusakan-kerusakan lain di dalam
massa batuan.

Massa batuan didefinisikan sebagai material batuan secara keseluruhan termasuk rock joint,
bidang-bidang dasar, ketidakmenerusan dan kerusakan-kerusakan lain termasuk yang
dapat digunakan, satu atau lebih bahan batuan atau tipe-tipenya.
Klasifikasi dari tingkat pelapukan massa batuan tergantung tidak hanya pada alam dan
komposisi bahan batuan tetapi juga pada kehadirannya, alam dan jaraknya joint dan
kerusakan yang lain.

3.2.2 Klasifikasi Galian

Untuk keperluan pengukuran dan pembayaran galian akan dibagi dalam 3 kelas yang
didasarkan pada metode penggalian sebagai berikut :

ST - III - 2
1) Galian pada batuan keras (bed rock) / Galian Batu
Galian batu pada lokasi bendungan merupakan material alam yang padat dan keras.
Sehingga penentuan metode penggaliannya tidak dapat dilakukan dengan metode
konvensional seperti dalam pemindahan tanah biasa dan tidak dapat dihancurkan
dengan ripping yang ditarik traktor atau sejenisnya dengan peralatan single shank
ripper. Penggalian batuan keras dapat dilakukan dengan cara dibor dan diledakkan
(bila tidak membahayakan), menggunakan rock breaker atau metode lain yang
ditetapkan dalam spesifikasi dengan persetujuan Direksi untuk menghancurkan material
galiannya agar dapat dipindahkan.

2) Galian batuan lunak / Tanah Berbatu


Pekerjaannya meliputi penggalian dan pemindahan batuan besar yang mempunyai volume
kurang dari 1 m3 (Boulder) dengan ukuran yang bervariasi serta semi consolidated sandy
matrix. Metode penggalian batuan lunak tidak dapat dilakukan dengan metode konvensional
seperti dalam pemindahan tanah dan tidak dapat digali tanpa menggunakan ripping yang
ditarik traktor atau single shank ripper sebagai pengganti ripping.
Dengan persetujuan Direksi, Penyedia Jasa dapat menggunakan metode peledakan, rock
breaker atau metode lain untuk menghancurkan material keras atau batuan lunak di lokasi,
sehingga penghancuran selanjutnya dapat dilakukan dengan ripping atau single shank ripper,
sehingga galiannya diklasifikasikan sebagai galian batuan lunak/tanah berbatu untuk keperiuan
pengukuran dan pembayaran.

3) Galian Tanah Biasa (common)


Terdiri dari pekerjaan galian, pemindahan sisa material dan pengangkutan. Menurut
ketentuan dari Direksi tidak diklasifikasikan sebagai batuan keras atau batuan lunak.
Pekerjaan galian dapat dilakukan dengan alat berat biasa tanpa memerlukan peledakan
dan pemboran, rock breaker atau ripper.
Galian tanah biasa meliputi penggalian dan pengangkutan tanah lapisan atas (topsoil), tanah
organik, kayu, semak dan lapisan tanah lain yang diklasifikasikan sebagai tanah biasa dengan
persetujuan Direksi. Galian tanah biasa tidak termasuk Pekerjaan clearing, grubbing atau
stripping.
Untuk keperluan pembayaran, Penyedia Jasa tidak diperkenankan mengajukan biaya
tambahan akibat adanya penambahan peralatan galian yang digunakan. Pengklasifikasian
galian material ditentukan oieh Direksi dengan dihadiri oleh Penyedia Jasa di lokasi
pekerjaan.

3.3 Pembersihan, Penebangan dan Pengupasan

3.3.1 Pembersihan (Clearing)

Pembersihan harus sudah termasuk pencabutan, pemotongan, pengangkutan dan pembuangan


seluruh tunggul-tunggul pohon, akar-akar, semak-semak dan material lain yang tidak dikehendaki
pada daerah yang ditentukan oleh Direksi terutama di lokasi pekerjaan bangunan utama. Selain itu
pembersihan juga harus dilakukan pada lokasi-lokasi seperti:

1) Daerah tempat pengambilan bahan timbunan (borrow area)


2) Tempat timbunan bahan urugan (stockpile)
3) Lokasi pembuangan (disposal area)
4) Lokasi yang akan ditimbun kembali (back-filled)
5) Lokasi di atas muka galian yang dibutuhkan

Penyedia Jasa tidak perlu membersihkan akar-akar dan tunggul-tunggul kayu dengan tinggi < 50
cm dari muka tanah sisa penebangan di dalam daerah genangan. Di dalam daerah (lokasi)
pembuangan dan di luar batas dari daerah galian yang dibutuhkan, akar-akar dan tunggul-tunggul
kayu yang lebih rendah dari 50 cm akan tetap dibiarkan kecuali ditentukan lain oleh Direksi.

ST - III - 3
Pohon-pohon yang ditebang harus dipotongi dahan-dahannya. Batang-batang dan dahan-dahan
kayu ditimbun terpisah di daerah yang disetujui oleh Direksi. Bahan/materiai lain yang tidak
dikehendaki selain pohon-pohon, harus dibuang pada lokasi yang telah ditentukan oleh Direksi.
Lokasi pembuangan hasii pekerjaan clearing dan grubbing tidak boleh berada di daerah
penggenangan.

3.3.2 Pembongkaran (Grubbing)

Pekerjaan pembongkaran meliputi galian, pembongkaran, pengangkutan dan pembuangan


terhadap akar-akar pohon, tonggak-tonggak, kayu-kayu dan material lain hasil pekerjaan
clearing. Pembongkaran dilakukan untuk pohon sampai setinggi < 50 cm di atas muka
tanah dan pemotongan seluruh dahan/cabangnya dari batang pokoknya. Pembongkaran
pohon dilaksanakan oleh Penyedia Jasa, di daerah lokasi bangunan utama seperti
bangunan pengelak, tubuh bendungan dan bangunan pelimpah dan sekitarnya sesuai
dengan petunjuk Direksi.
Diluar batas daerah yang ditentukan, Penyedia Jasa tidak diperkenankan untuk menebang
pohon-pohon maupun semak-semak tanpa ijin/persetujuan Direksi. Pohon-pohon serta semak
yang tertinggal di luar area grubbing harus ditetapkan tidak boleh diganggu dan dilindungi dari
kerusakan.

3.3.3 Pengupasan (Stripping)

Harus dilakukan pada elevasi dan kedalaman yang telah ditentukan dalam gambar rencana
atau dengan persetujuan Direksi. Stripping terdiri dari pekerjaan galian, pemindahan dan
pengangkutan ke stockpile atau ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan. Pekerjaan
stripping meliputi pemindahan tanaman semak, akar tanaman, material organik, humus dan
seluruh lapisan tanah atas.
Dengan persetujuan Direksi, stripping dilakukan dengan cara semua tanah lapisan atas
dipindahkan ke stock pile untuk digunakan kembali dan dipisahkan dengan material
kupasan lain yang tidak dapat digunakan kembali.

3.3.4 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk keperluan pembayaran untuk pekerjaan Clearing, Grubbing dan Stripping
harus dibuat secara item terpisah sebagai berikut :

1) Clearing and Grubbing


Pengukuran dan pembayaran untuk konstruksi permanen yakni jalan masuk,
bendungan, bendungan pengelak, pelimpah dan bangunan permanen yang lain harus
dihitung dalam total luasan m2 dengan ketentuan luasan clearing dan grubbing
mengacu pada gambar rencana atau dengan persetujuan Direksi.

2) Stripping
Pengukuran untuk pembayaran untuk konstruksi permanen yakni jalan masuk,
bendungan, bendungan pengelak, pelimpah dan bangunan permanen yang lain harus
dihitung dalam total luasan m2 tanah yang dikupas (stripped) atau penggalian dari
muka tanah ke elevasi yang ditentukan dengan kedalaman sekitar 0,30 m yang
mengacu pada gambar rencana atau dengan persetujuan Direksi.

3.4 Galian dengan Peledakan

3.4.1 Umum

Dalam menangani bahan peledak maupun melaksanakan operasi peledakan, Penyedia Jasa
harus hati-hati sekali untuk melindungi serta menjaga keamanan manusia, pekerjaan dan harta
benda. Lokasi dan rencana gudang bahan peledak, metode pengangkutan bahan peledak,

ST - III - 4
pemakaian bahan peledak, format / bentuk catatan dan secara umum untuk mencegah
kecelakaan harus diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan Undang-Undang dan
peraturan negara Republik Indonesia dan sesuai dengan petunjuk Direksi, meskipun demikian
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab apabila sampai terjadi kecelakaan yang menimbulkan
kematian, luka atau kerusakan harta benda yang disebabkan oleh segala bentuk operasi /
pekerjaan peledakan.

Semua biaya untuk peledakan, penanganan bahan peledak dan pengembalian sisa bahan
peledak bila tidak digunakan lagi sudah diperhitungkan oleh penyedia jasa dan sudah termasuk
dalam harga satuan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk pekerjaan
penggunaan bahan peledak dan peledakannya.
Penyedia harus memiliki tenaga juru ledak yang bersertifikat untuk melaksanakan pekerjaan
peledakan.

3.4.2 Penanganan Bahan Peledak

Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas pelindung untuk keamanan tempat penyimpanan
barang-barang dan supaya bahan peledak terhindar dari pencurian. Penyimpanan bahan
peledak dan detonator diluar gudang penyimpanan dalam waktu semalam tidak diperbolehkan.

Penyedia Jasa harus menjaga catatan inventarisasi untuk penyimpanan dan pengembalian
seluruh bahan peledak termasuk detonator. Catatan ini harus disediakan untuk Direksi dan
Direksi sewaktu-waktu dapat memberitahukan bila ada pencurian bahan peledak. Tutup
peledak, detonator atau sekering tidak boleh diletakkan, diangkut dan disimpan di tempat yang
sama dengan dinamit atau bahan peledak lainnya disimpan atau diangkut.

3.4.3 Pekerjaan Peledakan

Untuk semua pelaksanaan peledakan, kedalaman dan ukuran lubang serta ukuran dan ciri-ciri
muatan harus direncanakan lebih dahulu untuk mendapat persetujuan dari Direksi. Bahan
peledak untuk setiap peledakan harus dengan jumlah dan kekuatan sedemikian dan akan
digunakan di lokasi yang ditentukan sedemikian rupa agar tidak membuka lapisan (seam) atau
memecahkan batuan diluar batas penggalian. Pola peledakan harus direncanakan sedemikian
rupa untuk menjangkau luas dan arah yang diinginkan.

Kalau pekerjaan galian mendekati garis akhir galian, maka kedalaman lubang untuk peledakan
dan banyaknya bahan peledak yang dipakai per lubang harus dikurangi.

Untuk galian pondasi pada zona inti kedap air dan / atau konstruksi bangunan beton harus
dimajukan hingga 30 cm diatas garis formasi, penggalian lebih lanjut harus ditunda sampai
pekerjaan konstruksi untuk Zona 1 dan / atau bangunan beton siap untuk melindungi sisi dan
bagian bawah batu pondasi dari pecah atau kerusakan karena pembukaan atau cuaca. Segera
sebelum penempatan material Zona 1 dan / atau beton, pondasi batu akan digali sekaligus
hingga garis formasi yang ditentukan dengan alat tangan atau metode lainnya yang disetujui.

Peledakan baru diijinkan untuk dilaksanakan hanya jika sudah dibuat perlindungan terhadap
manusia, pekerjaan dan harta benda milik umum maupun pribadi. Sekalipun direksi atau
wakilnya sudah menyetujui pelaksanaan pekerjaan ini, Penyedia Jasa tidak lepas tanggung
jawab dari keamanan terhadap manusia, pekerjaan maupun harta benda.

Peledakan yang membahayakan pekerjaan tidak akan diijinkan oleh Direksi. Setiap kerusakan
pekerjaan yang diakibatkan oleh peledakan, termasuk penghancuran atau pelepasan material
diluar batas galian yang diperlukan akan diperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Penyedia
Jasa. Lereng yang hancur atau yang lepas karena peledakan akan ditanggung oleh Penyedia
Jasa.

ST - III - 5
Bila peledakan diperlukan untuk menggali sisi kemiringan permanen yang lebih curam dari
kemiringan 1 vertikal 1 horisontal yang mana material isian atau beton akan ditempatkan, atau
ditempat lain yang sesuai petunjuk Direksi, maka Penyedia Jasa menggunakan cara “pre-
splitting“ untuk menjamin bahwa pecahan sepanjang kemiringan akhir galian dibutuhkan
sebelum galian tubuh utama batuan untuk meminimalkan kerusakan pada batuan di luar garis
permukaan akhir galian yang dibutuhkan.

Penyedia Jasa harus menyerahkan uraian secara detail mengenai metode dan prosedur
pelaksanaan pekerjaan galian kepada Direksi, untuk disetujui, paling lambat 30 (tiga puluh) hari
sebelum pekerjaan galian dimulai, dengan menggunakan teknik pre-splitting. Jarak dan
diameter lubang pre-splitting dan susunan untuk bahan peledak pada masing-masing lubang
dibuat bervariasi untuk menyesuaikan dengan kondisi batuan dan akan dipilih yang
permukaannya dalam kondisi baik setelah peledakan.

Penyedia Jasa harus melaksanakan percobaan lapangan di daerah yang disetujui oleh Direksi
untuk peledakan dengan teknik pre-splittingnya untuk meminimalkan patahan batu diluar batas
galian di daerah yang akan di pre-split. Percobaan ini akan dilaksanakan dengan ukuran drill /
bor dan pola lubang, kedalaman lubang, jenis bahan peledak dan jumlah yang bervariasi. Biaya
untuk pengembangan teknik ini sudah termasuk dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk
penggalian batu di daerah dimana teknik pre-splitting diperlukan. Pada saat peledakan,
penyedia jasa harus mengantisipasi untuk mencegah kerusakan pada beton atau tekanan
grouting yang selesai dirampungkan.

Penyedia Jasa harus menyediakan alat untuk memonitor kecepatan gelombang peledakan di
lokasi kritis yang ditentukan oleh Direksi. Tak ada peledakan yang diperbolehkan kurang dari 30
m dari area terkait kecuali disetujui oleh Direksi.

3.4.4 Program Keselamatan untuk Penanganan Bahan Peledak dan Peledakan

Detail program keselamatan yang mencakup semua aspek penanganan bahan peledak dan
pelaksanaan operasi peledakan akan disiapkan dan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada
Direksi untuk meminta persetujuan sekurang-kurangnya 60 hari kalender sebelum waktu
Penyedia Jasa membawa alat peledak ke lapangan. Ini tidak terbatas pada lokasi dan desain
gudang bahan peledak, metode pengangkutan bahan peledak, penggunaan bahan peledak dan
penanggulangan secara umum untuk mengantisipasi kecelakaan yang berkaitan dengan bahan
peledak dan peledakan.

Setelah disetujui, Penyedia Jasa akan menyerahkan salinan program keselamatan untuk
penanganan peledakan dan bahan peledak kepada Direksi.

3.5 Galian Terbuka

3.5.1 Umum

Semua galian terbuka yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi harus dibuat pada garis,
tingkatan dan dimensi seperti diperlihatkan dalam gambar, secara detail dalam persyaratan,
atau sesuai instruksi oleh Direksi. Selama pelaksanaan Direksi mungkin melihat hal penting atau
diperlukan sekali untuk merubah kemiringan, tingkatan atau dimensi penggalian dari yang
tercantum dalam persyaratan dan Penyedia Jasa tidak dapat meminta penambahan biaya
akibat adanya perubahan tersebut.

Galian terbuka yang lain, Penyedia Jasa dapat membuat suatu alternatif yang baik misalnya
pada jalan untuk melancarkan pekerjaan yang diperlukan, untuk tempat pembuangan hasil
material galian atau semua keperluan yang lain, harus dikerjakan tanpa melewati batas
persetujuan oleh Direksi dan Penyedia Jasa harus menanggung biayanya dengan tidak
meminta biaya tambahan. Penyedia Jasa agar setiap saat mengambil semua tindakan

ST - III - 6
pencegahan yang diperlukan untuk menjaga material yang ada disekitarnya dan yang
berada diluar garis y a n g ditentukan pada semua penggalian harus dalam kondisi yang
memungkinkan untuk menjaga kekuatannya.
Kecuali apabila ditentukan oleh Direksi, semua galian yang melebihi batas yang dilakukan
Penyedia Jasa untuk maksud dan alasan tertentu, harus dianggap sebagai galian yang tidak
diperlukan dan akan dibiayai oleh Penyedia Jasa sendiri dengan tidak ada biaya untuk galian
yang melebihi dari ketentuan.

Kecuali ada persetujuan lain oleh Direksi, semua penggalian yang tidak sah termasuk
kelebihan penggalian harus diurug kembali oleh Penyedia Jasa dengan galian tanah semula,
material timbunan dipadatkan, beton class "E" atau setiap material urugan yang lain sesuai
instruksi oleh Direksi dan a t a s biaya dari Penyedia Jasa.

Pembayaran akan dilakukan pada Penyedia Jasa untuk urugan kembali penggalian yang
lebih dan atau keruntuhan akibat kondisi geologi yang jelek dari tanah atau batuan yang
bukan dikarenakan dari kecerobohan atau kesalahan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa
dan sesuai dengan ketentuan dari Direksi.

Pembayaran urugan kembali tersebut akan dibuat dengan harga satuan untuk material
urugan kembali yang digunakan seperti yang ditentukan Direksi yang berdasarkan pada
harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Demikian pula tidak ada pembayaran yang
akan dibuat untuk galian tambahan, selain dari pada yang ditentukan Direksi.
Semua penggalian untuk struktur pondasi atau timbunan harus dikerjakan dalam kondisi
kering.
Pada tampilan dalam gambar atau dimana instruksi oleh Direksi, Penyedia Jasa harus
membangun gradasi permukaan untuk mengalihkan air keluar dari lokasi penggalian
terbuka yang dibuat.

Semua pekerjaan akan dianggap telah memperhatikan kontrol terhadap air seperti yang
ditetapkan pada pasal 2.2 pada spesifikasi ini dan sudah termasuk didalam harga yang layak
pada Daftar Kuantitas dan Harga. Kecuali bila drainase harus diadakan dengan perkerasan
linning atau bagian dari pekerjaan yang permanen, yang mana pembayaran akan dibuat dalam
harga satuan dan tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

Penyedia Jasa harus mempertimbangkan penanggulangan untuk perlindungan slope pada


penggalian terbuka dari erosi atau keruntuhan selama konstruksi. Biaya pekerjaan harus ditanggung
oleh Penyedia Jasa dan harus mempertimbangkan untuk memasukkan dalam item yang relevan
untuk penggalian sesuai Daftar Kuantitas dan Harga.

Dalam semua pekerjaan permanen yang berhubungan dengan penggalian terbuka , Penyedia Jasa
agar melaksanakan semua perlindungan slope dengan cara konservasi tanah untuk dapat diterima
oleh D ir ek si. Biaya untuk semua pekerjaan harus sudah termasuk dalam harga satuan untuk
penggalian sesuai penawaran dalam Daftar Kuantitas dan Harga, kecuali jika pembuatan proteksi
slope khusus ditampilkan dalam gambar atau keperluan dari persyaratan dan tercantum dalam item
tersendiri dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.5 2 Slope Galian Pada Galian Terbuka

Kecuali ditampilkan lain dalam gambar, ditentukan daiam persyaratan, atau instruksi oleh Direksi,
slope galian untuk galian terbuka harus ditetapkan dalam tabel berikut. Penambahan lebar p er satu
(2,0) meter harus diberikan pada tinggi interval setiap tujuh (5,0) meter untuk pembuatan slope
pada material tanah biasa (common soil), kecuali bila ditunjukkan dalam gambar atau ada petunjuk
Direksi.

ST - III - 7
Material Slope (V: H) Uraian
Batuan (Rock) 1 : 0,5 Untuk slope permanen
1 : 0,3 Untuk slope sementara
1 : 0,2 Untuk slope urugan

Batuan Lapuk 1 : 1,0 Untuk slope permanen


(Weathered Rock) 1 : 0,7 Untuk slope sementara
1 : 0,7 Untuk slope urugan
Untuk slope permanen di bawah air
Tanah 1 : 2,0

1 : 2,0 Untuk slope permanen di atas air


1 : 0,8 Untuk slope sementara di atas air
1 : 0,8 Untuk slope urugan

3.5.3 Garis, Tingkatan dan Dimensi Galian

Semua galian terbuka harus dilaksanakan sesuai dengan garis, tingkatan dan dimensi seperti
ditampilkan dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi dan harus dipangkas dengan rapi dan
dilengkapi dengan finishing pada batas yang sudah ditentukan, dengan perkecualian pada titik
kenaikan individual dan batu yang tidak terganggu, diizinkan diperpanjang dalam batasnya yang
sudah direncanakan tidak lebih dari lima belas (15) centimeter dimana permukaan tidak ditutup
beton. Jika permukaan penggalian ditutup oleh beton, supaya dipotong atau permukaannya
didatarkan sesuai persetujuan oleh Direksi dengan menggunakan peralatan tangan atau peralatan
mekanis yang disetujui.

3.5.4 Retakan dan Cacat Yang Lain

Dalam penyelidikan investigasi untuk pondasi dan kemiringan galian tidak bisa diketahui semua
retakan dan cacat-cacat lain yang mungkin ada, maka harus diantisipasi jika terjadi penurunan,
kegagalan, retakan dan sekumpulan batuan halus, termasuk batuan hancur yang ada pada berbagai
arah dalam pondasi dan kemiringan galian.

Bila terjadi retak maka harus diperbaiki dengan cara penggalian lokal di bawah permukaan galian
pada garis kedalaman dan ukuran yang ditentukan Direksi. Juga berdasarkan perintah Direksi, retak
dan cacat yang lain di bawah pondasi harus diperbaiki dengan galian setempat.
Galian setempat ini juga harus ditimbun dengan beton kelas ”E” atau material lain sesuai petunjuk
Direksi.

Biaya galian dan timbunan ini ditentukan berdasarkan harga satuan untuk galian terbuka terbuka,
beton, dan sebagainya yang dicantumkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.5.5 Pengukuran Galian Terbuka

1) Penggalian
Pengukuran untuk pembayaran setiap kelas material galian terbuka akan dibuat dalam
volume penggalian pada batas yang ditentukan, tingkat dan dimensi yang ditampilkan
dalam gambar, atau sesuai instruksi oleh Direksi. Jika ditentukan lain dalam persyaratan
setiap pengukuran harus berdasarkan kondisi sesudah pengupasan permukaan tanah atau
sesuai persetujuan Direksi. Bila pengupasan tidak dilakukan maka pengukuran dimulai dari
permukaan tanah aslinya. Untuk maksud pengukuran untuk pembayaran pada galian
secara umum harus diambil mulai dari tanah asli sesudah dilakukan clearing dan groubing.

ST - III - 8
Kelas material galian agar setiap saat ditentukan berdasarkan pada analisa dan penilaian
Direksi sesuai dengan klasifikasi secara detail dalarn pasal 3.2 bab ini.
Sebelum dan sesudah dilaksanakannya pekerjaan galian, dibuat volume yang diukur dengan
cara survey, Penyedia Jasa agar membuat survey pengukuran, dengan menentukan batas,
level dan dimensi sebelum penggalian permukaan tanah dan permukaan galian yang sudah
selesai dikerjakan. Pengukuran ini akan dicek oleh Direksi. Tidak kurang tujuh (7) hari kerja
sebelum permulaan setiap survai pengukuran, Penyedia Jasa agar mengajukan pada Direksi
untuk mendapat persetujuan, yang terlihat dalam rencana lay-out yang diajukan semua
benchmark (BM), referensi batas, potongan melintang sedetail mungkin dari metode survai
yang akan digunakan, dan metode perhitungan volume.
Batas dan titik harus di set-up pada permukaan tanah dan yang berhubungan dengan
stasion survai yang tetap tidak kurang dari 24 jam sebelum semua pekerjaan survai
dimulai, dan harus memberitahukan pada Direksi. Semua batas acuan dan titik acuan
harus dipelihara dengan kondisi yang baik oleh Penyedia Jasa sesuai dengan instruksi dari
Direksi agar supaya pengecekan secara independen dapat dilaksanakan oleh Direksi. Dan
catatan asli hasil survey di lapangan agar diserahkan pada Direksi dan dengan semua
catatan yang dibuat dalam survai pengukuran aktual dan perhitungan volumenya.
Pengukuran survey merupakan dasar dari perhitungan volume, untuk menyelesaikan klaim
dan pembayaran yang harus dilakukan oleh Direksi. Penyedia Jasa harus memberitahu
kepada Direksi akan maksudnya untuk mengadakan chek pengukuran dalam waktu yang
cukup untuk dan melakukan pengukuran bersama (joint) yang diadakan tanpa
mengganggu pelaksanaan pekerjaan.

2) Stockpiling dan Pembuangan


Pengukuran tempat penimbunan (stockpiling) untuk material galian yang akan digunakan
dalam pekerjaan (bila diperlukan) dan untuk pembuangan material galian yang tidak
dipakai dalam area pembuangan, akan dihitung dalam volume masing-masing galian setiap
material dalam meter kubik.
Semua pengukuran untuk material yang ditimbun dan material buangan untuk maksud
pengajuan pembayaran agar mendapatkan persetujuan Direksi dan harus dihitung sesuai
dengan perhitungan volume dan metode perhitungan harus dichek bersama-sama Penyedia
Jasa dan Direksi.

3) Pekerjaan Pendukung Penggalian


Pekerjaan pendukung penggalian dimana disetujui oleh Direksi akan diperhitungkan
untuk pembayaran sesuai dengan ketentuan yang relevan pasal 3.5 bab III spesifikasi
ini.

3.5.6 Pembayaran Untuk Penggalian Terbuka

1) Penggalian
Pembayaran untuk penggalian terhadap variasi kelas untuk galian terbuka dibuat
dalam harga satuan dalam meter kubik seperti pada penawaran untuk tiap kelas
penggalian dalam item pekerjaan yang berhubungan dalam daftar kuantitas (bill of
quantity).
Setiap harga satuan harus termasuk biaya untuk semua tenaga, peralatan, dan
material yang digunakan untuk penggalian. Material tersebut termasuk penggarukan,
pemecahan dan peledakan yang diperlukan, pemuatan untuk material yang digali dan
pengangkutannya dalam jarak sampai dengan satu (1) kilometer sampai ke tempat
penempatan akhir, termasuk juga seperti halnya semua drainase, kontrol erosi,
perlindungan slope, kestabilan dan penahan sementara pada galian dan semua
pekerjaan lainnya yang diperlukan untuk menjamin galian selalu dalam kondisi yang
baik selama konstruksi.

ST - III - 9
2) Tempat penimbunan dan buangan (disposal area)
Pembayaran untuk stockpile dari material yang digali dari penggalian yang diperlukan
untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan pembayaran untuk material galian
yang dibuang dalam tempat pembuangan akan dihitung dalam harga satuan yang
mewakili dalam meter kubik seperti yang ditenderkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.

Semua harga satuan harus termasuk kompensasi keseluruhan terhadap semua biaya
tenaga, peralatan dan material yang diperlukan untuk meratakan, memadatkan dan
melindungi material dalam stockpile dan biaya yang timbul akibat pemanfaatan areal
stockpile dan spoil bank, serta harus dilengkapi sarana drainase, perlindungan erosi
dan pekerjaan lain yang diperlukan seperti yang ditunjukkan dalam gambar dan
keperluan yang lain yang dipersyaratkan atau yang diarahkan Direksi.

3) Pekerjaan Pendukung Galian


Pembayaran untuk pekerjaan pendukung galian dimana yang disetujui oleh Direksi
akan dibuat (dihitung) sesuai dengan ketentuan yang relevan pasal 3.6 bab III
spesifikasi teknik ini.

3.6 Galian Parit (trench)

3.6.1 Umum

Galian parit harus dilaksanakan sesuai kebutuhan yang umum untuk penggalian terbuka
sesuai dengan persyaratan dalam sub pasal 3.5. spesifikasi ini yang merupakan
penambahan keperluan pada pasal yang terdiri dari galian untuk semua tipe parit, tempat
air, dan sumuran, seperti diperlihatkan dalam gambar atau termasuk instruksi dari Direksi,
tapi tidak dibatasi seperti :

a. Parit untuk pekerjaan drainase jalan termasuk parit terbuka, parit pipa, drainase silang,
lubang drainase, dan saluran drainase di lapangan.
b. Pembuatan parit untuk drainase pipa dibawah tempat pelimpah.
c. Parit untuk drainasi dan untuk menyalurkan air pada dinding pengumpul air rembesan
pada kaki hilir bendungan utama, dan timbunan penutup aliran air.
d. Parit untuk pekerjaan drainase disekitar pekerjaan outlet, pelimpah dan struktur yang
lain
e. Drainase sementara untuk parit tempat air dan lubang yang diperlukan untuk
pemindahan air selama konstruksi.
f. Parit untuk pipa air untuk fasilitas suplay air dan sanitari
g. Galian kabel yang diperlukan untuk keperluan suplai listrik, telekomunikasi dan sistem
pengontrolan dan instrumen bendungan.
h. Galian lain yang mungkin diperlihatkan dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi.

Penggalian parit terbuka dilakukan dengan menggunakan peralatan tangan atau peralatan
mekanis yang disetujui sedemikian rupa untuk melindungi kehancuran pada tepi dan bagian
bawah galian. Apabila Penyedia Jasa mau menanggung resiko dan telah disetujui Direksi
pembuatan lubang pengeboran dan peledakan kecil mungkin dikerjakan dalam lokasi yang
disetujui.

Penyedia Jasa harus bertanggung jawab secara penuh untuk kestabilan dan keamanan
semua penggalian parit terbuka setiap saat, dan agar menyediakan, memasang, dan semua
material kayu penopang sesuai kepentingan untuk menahan sisi penggalian parit terbuka
dalam kondisi aman dan stabil.

Penyedia Jasa harus bertanggung jawab penuh untuk pemeliharaan semua penggalian parit
terbuka bebas dari air setiap saat.

ST - III - 10
3.6.2 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran penggalian parit terbuka dalam setiap kelas material akan
dibuat sesuai volume galian pada dimensi, garis, level, atau kedalaman galian, seperti
diperlihatkan dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi, sesuai dengan ketentuan sub
pasal 3.2.2 penentuan kelas material galian akan ditentukan berdasar pada analisa dan
pertimbangan Direksi.
Pembayaran untuk variasi kelas penggalian parit terbuka akan dibuat harga satuan per
meter kubik sesuai dengan item yang relevan dalam bill of quantity sesuai dengan
ketentuan sub pasal 3.2.2. Setiap harga harus mempertimbangkan untuk memasukkan
semua biaya yang terkait dengan keperluan material pendukung yang diperlukan untuk
menjaga keamanan dan kestabilan setiap penggalian sebaiknya semua biaya sudah terkait
dengan menjaga setiap galian bebas air setiap saat.

3.7 Penggalian Untuk Jalan Masuk

3.7.1 Umum

Penggalian untuk jalan masuk harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam pasal
3.5, bab ini dan agar menyesuaikan penambahan pada semua keperluan yang dilaksanakan
Bab X spesifikasi teknik ini.
Kecuali disebutkan lain atau atas persetujuan Direksi semua area galian untuk jalan masuk
harus dibersihkan, ditebang, dan dikupas sesuai dengan pasal 3.3 bab ini sebelum
mendapat ijin penggalian.

Material galian dari penggalian pekerjaan jalan harus digunakan sejauh mana dapat
dipergunakan dalam konstruksi timbunan jalan sehubungan dengan "pelaksanaan
pemotongan dan urugan" untuk mengoptimasi penggunaan material dan meminimalkan
pengangkutan material dan pengurugan pada struktur dimana disetujui oleh Direksi.
Kelebihan material dalam keperluan urugan untuk pekerjaan jalan dan urugan harus
dibuang ke tempat pembuangan (spoil bank) yang didesain untuk areal pembuangan yang
ditunjukkan dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi, tidak kurang 30 hari sebelum
mendapat ijin untuk memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyerahkan rencana kerja
penggalian terbuka pada jalan akses permanen untuk mendapat persetujuan Direksi.

3.7.2 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran pada setiap kelas material dipindahkan dari penggalian terbuka
untuk jalan akses permanen akan dibuat volume galian pada batas, level, dan kemiringan seperti
dalam gambar atau sesuai instruksi atau persetujuan oleh Direksi, semua pengukuran harus
berdasarkan dan dihitung mulai dari permukaan pengupasan tanah yang ada sebelum penggalian
dan permukaan penggalian aktual sesuai dengan ketentuan yang relevan pada sub pasal 3.5.5.
kelas material galian akan ditentukan berdasarkan semata-mata analisa dan pertimbangan
Direksi.

Pembayaran untuk setiap kelas galian material untuk jalan akses permanen akan dibuat sesuai
dengan ketentuan yang relevan pada sub pasal 3.5.6. bab ini yaitu biaya per meter kubik
seperti tercantum dalam daftar kuantitas.

3.8 Material Galian Yang Dibuang dan Yang Digunakan

3.8.1 Umum

Seperti yang tertera pada pasal 3.1 dari bab ini, diperkirakan bahwa sejumlah material yang
akan digali dari berbagai jenis galian akan diangkut ke tempat buangan yang sudah
direncanakan sesuai gambar untuk pembuangan. Akan tetapi jika Direksi menetapkan

ST - III - 11
material tertentu dari hasil galian yang bisa dipakai dalam konstruksi permanen, maka
bahan tersebut akan ditimbun dan diratakan sementara dalam stockpile yang telah
ditentukan, untuk digunakan setiap saat atau diangkut dan ke tempat lokasi pekerjaan
permanen seperti ditetapkan oleh Direksi.

3.8.2 Pembuangan Bahan Galian Yang Tidak Dipakai

Material galian yang tidak sesuai harus diangkut ke spoilbank yang telah ditetapkan pada gambar.
Timbunan tanah buangan di spoilbank harus diletakkan sedemikian sehingga tidak mengganggu
aliran air alami pada sungai dan saluran, pengoperasian reservoir atau dengan pengaliran air
dari/ke saluran pengelak, spillway atau pekerjaan outlet dan dimana akan mengganggu jalan
masuk ke lokasi konstruksi maupun mengganggu pemandangan lingkungan Proyek.

Bila diperlukan, seperti yang ditetapkan Direksi tanah timbunan harus diratakan dan dimiringkan
untuk keperluan drainasenya, dilindungi dari erosi dan dipotong agar mendapatkan batas yang
rapi dan teratur.

Perubahan lokasi atau tambahan lokasi pembuangan yang ditentukan oleh Penyedia Jasa untuk
kenyamanannya sendiri sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa sendiri dan harus
mendapat persetujuan dari Direksi.
Pemberi kerja harus menyerahkan usulan kepada Direksi untuk persetujuan proses pembuangan
bahan-bahan pada daerah lain selain lokasi yang disetujui, sekurang-kurangnya 30 hari kalender
sebelum awal pengangkutan bahan ke lokasi.

Biaya pengangkutan material yang tak sesuai ke lokasi pembuangan dan pemeliharaan tempat
pembuangan sudah termasuk dalam harga satuan per meter kubik untuk galian seperti yang ada
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.9 Galian Untuk Pelimpah

3.9.1 Umum

Kecuali bila diarahkan lain oleh Direksi semua lokasi penggalian untuk Pelimpah harus
dibersihkan, dipangkas dan distripping sesuai dengan pasal 3.5 terutama untuk penggalian yang
besar dan terbuka.

Penggalian untuk pelimpah meliputi penggalian pada saluran pengarah, bendung pelimpah,
saluran peluncur dan peredam energi, kapasitas daya dukung pondasi pelimpah dan peredam
energi harus dicek di lapangan selama pelaksanaannya. Dalam melaksanakan tugasnya, untuk
semua kelas galian pada saluran pengelakan, Penyedia Jasa harus mengikuti persyaratan untuk
galian terbuka seperti yang ditetapkan pada pasal 3.5 pada bab ini dan harus ditegaskan dengan
persyaratan yang diperlukan seperti pada pasal 3.1 dan 3.3 pada bab ini bila diperlukan.

Material hasil galian dari galian terbuka di pelimpah yang memenuhi persyaratan untuk material
timbunan bendungan yang dibahas detail pada bab IV spesifikasi teknik ini dapat digunakan
untuk konstruksi bendungan utama dan bendungan pengelak seperti yang ditunjukkan dalam
gambar atau yang ditetapkan oleh Direksi. Material tersebut harus dipisahkan dengan material
yang akan dibuang dan selanjutnya diangkut ke tempat lokasi pekerjaan yang direncanakan atau
ke stockpile area yang telah ditentukan dalam gambar dan sesuai pengarahan Direksi.

Metode penggalian untuk pekerjaan pelimpah harus direncanakan dan diterapkan secara baik
untuk menghindari adanya retak-retak, kerusakan atau galian yang berlebihan pada permukaan
kontak dengan konstruksi beton.

ST - III - 12
3.10.2 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk pembersihan, grubbing dan pengupasan lokasi bangunan
pelimpah akan dibuat secara terpisah terhadap pengukuran dan pembayaran untuk penggalian
terbuka lain dan sesuai dengan kelengkapan itu seperti disyaratkan pada pasal 3.5 dari bab ini.
Pengukuran untuk pembayaran pada setiap jenis material yang di pindahkan dari penggalian
terbuka ( open cut ) pelimpah akan dibuat berdasarkan volume dari penggalian dalam m 3 terhadap
garis dan level, seperti terlihat dalam gambar atau sesuai arahan Direksi dan sesuai dengan
kelengkapan dari sub pasal 3.5.5 (1).

Setiap pengukuran harus berdasarkan pada tanah yang dikupas sedalam penggalian dan akhir
penggalian seperti yang dituangkan dalam gambar dan disetujui Direksi. Jenis dari pada bahan
galian akan ditentukan berdasarkan pada analisa dan penilaian dari Direksi.

Pembayaran untuk setiap jenis bahan galian untuk pelimpah termasuk memuat dan mengangkut
sejauh 1 km. Akan dibuat berdasarkan sub pasal 3.5.6 (1) dalam harga satuan / m 3 sesuai daftar
kuantitas dan harga (BOQ).

Pengukuran dan pembayaran untuk kelebihan galian, bila diperlukan sesuai dengan gambar atau
perintah Direksi,dan untuk penimbunan dan atau buangan bahan galian, akan dibuat sesuai dengan
kelengkapan dari sub pasal 3.5.5 (2) dan (3), dan sub pasal 3.5.6 (2),(3).

Pembayaran untuk pengalian pekerjaan pendukung akan dibuat terpisah dengan pembayaran untuk
galian, sesuai dengan kelengkapan yang disyaratkan dalam pasal 3.5 dari spesifikasi teknis ini.

3.10 Galian Untuk Struktur

3.10.1 Umum

Kecuali bila diarahkan lain atau disetujui Direksi, semua lokasi penggalian dengan kelengkapan
penggalian open - cut atau penggalian parit, untuk struktur harus dilaksanakan sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar serta persyaratan yang sesuai yang ada dalam bab III spesifikasi ini.

3.10.2 Penggalian untuk peletakan Struktur Beton.

Galian bawah dan kemiringan samping dimana struktur beton akan ditempatkan, harus digali sesuai
dengan tingkat, garis dan dimensi seperti dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi. Tidak ada ijin
untuk perluasan dari garis yang terencana dari beton struktur. Jika ada permintaan secara tertulis
Direksi, sehingga menyebabkan galian melewati batas untuk galian struktur beton maka kelebihan
galian harus diisi dengan beton kelas "E".

Pembayaran untuk setiap penambahan galian akan dibuat harga satuan per meter kubik dalam
daftar kuantitas untuk penggalian struktur dan pembayaran untuk beton kelas 'E' yang
ditempatkan dalam setiap kelebihan galian akan dibuat harga satuan yang sesuai seperti dalam
daftar kuantitas.

Kelebihan penggalian yang dibuat oleh Penyedia Jasa untuk semua kegunaan atau sebab tanpa
permintaan tertulis dari Direksi harus diisi ulang dengan beton Kelas "E", biaya perlengkapan dan
penempatan, sepenuhnya ditanggung oleh Penyedia Jasa, kecuali untuk cement yang digunakan
pada beton yang akan digunakan untuk pengisian semua kelebihan penggalian atau patahan yang
berlebihan akibat kondisi geologi yang jelek dari tanah atau batuan seperi persyaratan dalam sub
paragraph 3.5.1.

ST - III - 13
3.10.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk pembersihan, penebangan, dan pengupasan untuk galian pada
struktur akan dibuat sesuai dengan sub pasal 3.3.4. terpisah dari pengukuran dan pembayaran
untuk penggalian.
Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian struktur akan dibuat sesuai dengan ketentuan yang
relevan untuk pengukuran dan pembayaran untuk penggalian terbuka seperti ketentuan dalam bab
3.5 dan 3.6 bab ini.

3.11 Pekerjaan Galian Bawah Tanah

3.11.1 Umum

Istilah “pekerjaan galian bawah tanah” berarti pekerjaan galian yang disetujui dan dilaksanakan
dengan metode lebih dari sekedar pekerjaan galian terbuka, untuk terowong pengelak.

Sebelum dimulainya pekerjaan galian bawah tanah, Penyedia Jasa harus membuat daftar
pengaturan mesin, peralatan dan fasilitasnya, sistem pekerjaan galian dan pembuangan, siklus
waktu dan jadual pekerjaan dan data terkait lainnya yang diperlukan untuk merencanakan dan
melaksanakan pekerjaan karena pertimbangan semua kondisi seperti geologi, iklim dan periode
konstruksi yang ditetapkan. Rencana pelaksanaannya harus diserahkan kepada Direksi untuk
meminta persetujuan sekurang-kurangnya 30 hari sebelum dimulainya pekerjaan bawah tanah.

Penyedia Jasa harus melaksanakan pekerjaan secara efisien dan aman, mempertimbangkan
item pekerjaan seperti drainase, kontrol dan pemindahan air, ventilasi dan sistem penerangan,
metode dan rangkaian penempatan penunjang, grouting, pembetonan, dll. Penyedia Jasa harus
memperhatikan polusi udara yang disebabkan jenis peralatan yang digunakan dalam pekerjaan
galian bawah tanah. Semua peralatan semacam ini harus mengacu pada persetujuan Direksi.

Bahkan jika metode konstruksi yang benar-benar dipakai oleh Penyedia Jasa untuk pekerjaan
galian terowong berbeda dengan yang semula direncanakan dan disetujui oleh Direksi,
Penyedia Jasa tidak berhak atas kompensasi tambahan untuk perubahan tersebut.
Setiap kerusakan yang disebabkan oleh pelaksanaan yang kurang hati-hati dari Penyedia Jasa
harus diperbaiki, biaya ditanggung sendiri oleh Penyedia Jasa dengan cara yang disetujui oleh
Direksi.

Selama pekerjaan galian bawah tanah, Penyedia Jasa harus bertanggung jawab penuh untuk
menjaga batas dan tingkatan sesuai yang ditunjukkan pada Gambar dengan alat survey
dan/atau alat lain yang sesuai dan metode yang disetujui oleh Direksi. Jika retakan atau
kerusakan lainnya terjadi selama penggalian bawah tanah, maka akan disesuaikan dengan
bagian pada Sub pasal 3.5.4 pada Bab ini. Penyedia Jasa tidak akan melakukan perluasan
pekerjaan galian setempat untuk kepentingannya sendiri tanpa persetujuan terlebih dahulu dari
Direksi.
Penyedia Jasa dapat menggunakan teknik peledakan yang harus mendapatkan persetujuan dari
Direksi serta yang menghasilkan kerusakan dan retakan atau tekanan minimum pada batuan
diatas batas galian minimum.

Lubang perimeter harus dibor dengan tepat pada jalur terowong yang harus diberi beban dan
dilas secara simultan sebaik mungkin. Penggunaan bahan peledak minyak ammonium nitrat
tidak akan diperbolehkan.
Sekurang-kurangnya 30 hari sebelum dimulainya pekerjaan galian bawah tanah, Penyedia Jasa
harus memberikan detail teknik peledakan yang diusulkan, dimana teknik tersebut disesuaikan
dengan semua spesifikasi termasuk pada daftar pada Pasal 3.4. Selama berlangsungnya
pekerjaan galian, teknik peledakan ini akan dirubah seperlunya untuk menyesuaikan dengan
kondisi batuan dan untuk mendapatkan permukaan galian yang baik setelah peledakan. Setiap
teknik peledakan yang digunakan harus selalu mengacu pada persetujuan Direksi.

ST - III - 14
Peledakan yang dapat merusak pekerjaan tidak diperbolehkan, dan setiap kerusakan atau
pemindahan penyanggah, dan setiap kerusakan bagian pekerjaan yang disebabkan peledakan
atau kegiatan Penyedia Jasa lainnya akan diperbaiki dan ditanggung oleh Penyedia Jasa dan
dengan cara yang dapat diterima oleh Direksi.

Segera setelah peledakan, selama pembersihan akhir sebelum penempatan beton, dan pada
saat lain dalam periode pekerjaan, semua material lepas baik didalam maupun diluar batas “B”
seperti yang didefinisikan dalam Sub pasal 3.11.2 juga akan dipindahkan.

Jika pemetaan ciri-ciri geologi pada terowong yang digali dilakukan oleh Direksi / Geologist,
Penyedia Jasa harus memberikan waktu yang cukup untuk pekerjaan tersebut, dengan
merubah sedikit rangkaian kegiatan pekerjaan galian terowong dan juga menyediakan alat kecil
dan tenaga kerja yang diminta oleh Direksi.

Kecuali jika ditentukan oleh Direksi, semua pekerjaan galian diluar batas yang ditentukan dalam
Sub pasal 3.11.2 harus diisi penuh dengan beton kelas “C” sesuai petunjuk Direksi dengan
ditanggung oleh Penyedia Jasa.
Lubang bor akan ditempatkan dengan tepat dengan mempertimbangkan bagian perencanaan.
Pekerjaan galian bawah tanah yang telah selesai dikerjakan akan diperiksa untuk diserahkan
kepada Direksi sebelum lapisan beton ditempatkan.
Material galian akan ditimbun pada daerah pembuangan yang ditentukan (spoil bank) atau
daerah stockpile sementara yang ditentukan dalam Sub pasal 3.1.3 dan Pasal 3.8.
Penggunaan penyanggah baja permanen, penyanggah rock bolt, dan penyanggah sementara
untuk pekerjaan galian bawah tanah sesuai dengan Pasal 3.12, 3.13 dan 3.11.5.
Kontrol dan pemindahan air yang terkait dengan pekerjaan galian bawah tanah akan
disesuaikan dengan ketentuan dalam Paragraf 1.3 pada Bab I pada Spesifikasi ini.

Semua pekerjaan yang diperlukan dalam kaitannya dengan drainase jalan keluar air dan
semacamnya akan dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh dari Penyedia Jasa. Hanya
personil yang terampil yang dipekerjakan untuk pekerjaan semacam ini, khususnya jika
shotcreting atau lapisan beton (concrete lining) ditempatkan pada permukaan jalan keluar air.
Penyedia Jasa akan membuat pengaturan yang diperlukan untuk menghindari penetrasi tanah
atau air kedalam daerah galian dan pekerjaan lain disekitarnya. Pembangunan saluran
termasuk fasilitas-fasilitasnya dapat dipasang dengan mengacu pada persetujuan Direksi.

Penyedia Jasa harus menyediakan pompa, pipa, dll dalam jumlah dan kapasitas yang
mencukupi untuk dewatering selama konstruksi. Pemindahan fasilitas drainase yang dilakukan
oleh Penyedia Jasa harus dengan persetujuan dari Direksi.

Jika setelah bagian dari pekerjaan galian bawah tanah yang telah ditentukan, Direksi
memerintahkan bahwa perluasan harus dilakukan, Penyedia Jasa harus melaksanakan
pekerjaan galian tambahan dengan harga satuan yang sama per meter kubik untuk galian
bawah tanah yang ditetapkan pada Daftar Kuantitas dan Harga.

Untuk keamanan dan efisiensi pekerjaan penggalian bawah tanah, Penyedia Jasa harus
menyediakan langkah-langkah keamanan seperti jaringan kawat baja untuk menunjang
permukaan penggalian di terowong pada saat Penyedia Jasa memerlukannya atau sesuai
petunjuk Direksi jika dianggap perlu. Biayanya dianggap sudah termasuk dalam satuan harga
untuk penggalian bawah tanah seperti yang ditetapkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

3.11.2 Bagian Desain/Perencanaan

Penampang terowongan adalah merupakan penampang akhir lengkap dengan penampang


galian, sistim penyangga, pembetonan lengkap dengan penulangan dan grauting.
Garis Batas “A” yang terlihat pada gambar tipikal merupakan batas dimana tidak ada material
yang tak tergali dan tak ada penyanggah yang diperbolehkan, pada dasarnya, tak terbatas

ST - III - 15
pada bagian atas rockbolt dan penyanggah baja struktur permanen. Sebelum penempatan
beton, setiap material diproyeksikan pada batas “A” yang ditetapkan harus dipindah oleh
Penyedia Jasa.

Garis Batas “B” diluar batas pengukuran, untuk pembayaran pekerjaan galian yang akan
dilakukan. Pengukuran untuk pembayaran akan selalu dilakukan sesuai batas “B” tanpa
memperhatikan apakah batas pekerjaan galian sebenarnya jatuh didalam atau diluar batas “B”.
Penyedia Jasa harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari pekerjaan galian
diluar batas dari pengukuran yang ditentukan. Dengan ketentuan bahwa kelebihan galian untuk
penyanggah baja (steel support) dan puncak terowong akan dilakukan tanpa pembayaran
tambahan kepada Penyedia Jasa jika diperlukan.
Radius Line “B” ditentukan sebesar 5% dari radius Line A dan akan dibayar sebelum kondisi
digali termasuk volume beton Liningnya. Kelibihan gali diluar “B” line tidak dibayar kecuali ada
alasan geologis yang terukur dan disetujui sebagai "claim"

Pemakaian / aplikasi potongan tipikal seperti yang ada dalam Gambar adalah sementara dan
akan ditentukan oleh Direksi menurut kondisi geologi di lapangan selama berlangsungnya
pekerjaan.

3.11.3 Pengeboran Penyelidikan atau Lubang Percontohan

Jika diperintahkan oleh Direksi, lubang penyelidikan atau percontohan (pilot hole) akan dibor
sebelum pekerjaan galian bawah tanah dilaksanakan, untuk menentukan sifat dasar material
yang digali, atau keberadaan retakan penahan air atau strata, atau untuk tujuan grouting.
Panjang minimum lubang penyelidikan atau percontohan adalah 5 m dan maksimum 10 m,
diameter tiap lubang tak kurang dari 65 mm. Lokasi, arah, panjang dan jumlah lubang
disesuaikan dengan petunjuk Direksi.

Pada saat lubang penyelidikan atau percontohan diperlukan untuk dibor pada galian, kegiatan
lainnya akan di tunda atau diganti untuk pelaksanaan pengeboran tersebut dan Penyedia Jasa
tidak berhak atas kompensasi tambahan atau perpanjangan waktu berkaitan dengan ketentuan
ini.
Dalam sub pasal ini tidak dijelaskan bahwa Penyedia Jasa dapat menghemat biayanya dari
biaya lubang penyelidikan atau percontohan sebelum penggalian bawah tanah jika dipandang
perlu.

Jika diminta oleh Direksi, lubang penyelidikan atau percontohan akan di lakukan sebelum
grouting, dengan komposisi yang disetujui, dengan tekanan tertentu sesuai ketentuan dalam
Bab IV dalam Spesifikasi ini.

Biaya untuk semua pekerjaan yang terkait dengan pengeboran lubang penyelidikan atau lubang
contoh sebelum pekerjaan galian bawah tanah dianggap sudah termasuk dalam harga satuan
per meter kubik untuk pekerjaan galian bawah tanah yang ditetapkan dalam Daftar Kuantitas
dan Harga.

3.11.4 Penerangan dan Ventilasi untuk Pekerjaan Penggalian Bawah Tanah

Selama pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memberi penerangan dan ventilasi yang
layak pada terowong sesuai persetujuan Direksi.
Penyedia Jasa harus menyediakan, memasang, menjaga, mengoperasikan dan selanjutnya
memindahkan tiap bidang pekerjaan bawah tanah dan di tiap terowong, sistem ventilasi selama
waktu pekerjaan dilaksanakan. Peralatan dan saluran ventilasi harus dengan kualitas yang
bagus agar dapat digunakan terus menerus dengan jaminan, mempunyai kapasitas yang
memadai dan dapat disesuaikan dengan mudah dan cukup kuat untuk bertahan dalam tekanan

ST - III - 16
pekerjaan. Ujung pipa akan diletakkan dekat dengan pekerjaan yang diperbolehkan adanya
peledakan.

Penyedia Jasa harus menyerahkan semua rencana sistem ventilasi termasuk gambar dan garis
besar umum yang menunjukkan jumlah kipas angin dan kapasitasnya sebelum dimulainya
semua pekerjaan bawah tanah kepada Direksi untuk meminta persetujuan. Penyedia Jasa juga
tidak boleh memulai pekerjaan apapun tanpa ada persetujuan dari Direksi. Persetujuan tersebut
tidak akan membebaskan Penyedia Jasa dari kewajibannya untuk menyediakan udara bersih
yang cukup pada pekerjaan bawah tanah. Jika selama pelaksanaan pekerjaan ditemukan
bahwa, menurut Direksi, kapasitas sistem ventilasi tidak memadai untuk kesehatan pekerja dan
untuk memindahkan gas seperti yang ditentukan berikut ini, Direksi berhak memerintahkan
Penyedia Jasa untuk memasang peralatan ventilasi tambahan dan mengambil langkah-langkah
tertentu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Jika langkah-langkah
tersebut tidak segera diambil oleh Penyedia Jasa, Direksi dapat memerintahkan penundaan
pekerjaan dan Penyedia Jasa tidak akan berhak atas kompensasi atau perpanjangan waktu
untuk alasan ini.

Ventilasi yang disediakan untuk tiap pekerjaan akan berisi udara segar yang cukup bagi personil
untuk menghindari konsentrasi bahaya kontaminasi pada kesehatan atau keselamatan pekerja.
Jumlah minimum udara segar adalah 3.0 m3/ menit per orang.
Untuk mengurangi jumlah debu, hanya pengeboran basah yang diperbolehkan dan semua
permukaan batu dan batuan pecah pada pekerjaan permukaan akan dibasahi.

Peralatan elektrik, peralatan yang berisi angin atau mesin diesel akan digunakan untuk operasi
yang berbeda yang termasuk pada pekerjaan galian bawah tanah. Jika jenis lain digunakan,
Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas yang mencukupi untuk memindahkan semua gas
racun yang diakibatkan dari kegiatan peralatan tersebut.

Hal ini dapat dipelihara dengan perubahan sempurna dan tambahan supply udara segar 1.0 m3/
menit untuk tiap daya tenaga kuda yang dipasang.

Peralatan dengan bahan bakar bensin tidak diperbolehkan pada pekerjaan bawah tanah. Jika
sistem pembersihan gas diesel tidak memadai, Direksi berhak untuk meminta Penyedia Jasa,
tanpa pembayaran tambahan, penundaan operasinya atau langkah-langkah yang diperlukan
untuk memperbaiki kerusakan sistem pembersihan.

Pengaturan tersebut dibuat untuk mencegah pengeluaran percikan, gas jenuh dan tak jenuh
yang volumenya mengandung lebih dari 0.1 % karbon monoksida atau lebih dari 0.1 % nitro
oksida, dan udara disekitar tanah harus mengandung lebih dari 0.1 % karbon monoksida,
terdapat nitrus oksida debu yang mengganggu, asap, gas atau uap yang tampak oleh mata,
bau atau rasa lainnya, tak seorangpun yang diperbolehkan untuk memasuki atau tetap pada
pekerjaan bawah tanah tersebut, kecuali jika orang tersebut menggunakan peralatan yang
efektif untuk melindungi dari menghirup debu, asap, gas atau uap semacam ini. Penyedia Jasa
akan menyediakan alat yang memadai untuk mengukur gas berbahaya yang dijelaskan diatas.

Untuk tiap bagian pekerjaan, Penyedia Jasa harus menyediakan system penerangan yang
memadai dan dijaga dalam operasi selama pelaksanaan masing-masing pekerjaan. Disamping
system penerangan secara umum, Penyedia Jasa harus menyediakan penerangan khusus untuk
pekerjaan galian sebelumnya dimana pekerjaan dilaksanakan atau jika diperlukan untuk
memeriksa bagian terowong. System penerangan ini terdiri atas penerangan yang tersebar,
penerangan yang dijalankan oleh udara, atau jenis lain yang disetujui oleh Direksi. Kabel energi
atau bola lampu tidak diperbolehkan di sekitar pekerjaan. Penerangan dengan api terbuka juga
tidak diperbolehkan di semua bagian terowong kecuali jika Direksi memberi kuasa /
mengijinkan untuk kondisi pekerjaan tertentu.

ST - III - 17
Penyedia Jasa akan memasang sistem komunikasi pada tiap satu bidang pekerjaan yang
berbeda. Sebagai tambahan, dia juga harus memasang sistem darurat untuk mengganti sistem
utama jika ada kegagalan.
Semua daya dan kabel penerangan akan dipasang dan dipelihara dalam kondisi penyekatan dan
keamanan yang optimum. Kabel daya dan penerangan akan dipasang pada satu sisi terowong
dan kabel detonator akan dipasang pada sisi satunya dengan jarak yang cukup dari telepon
atau kabel sistem komunikasi.
Semua kabel akan diatur pada dinding terowong, dengan alat penyekat dengan desain dan
kapasitas yang memadai dan pemasangannya akan dilakukan sedemikian rupa agar kabel
tersebut tidak membahayakan selama pelaksanaan pembuatan terowong.

Voltase jaringan penerangan tidak boleh lebih dari 220 V dan disarankan lebih kecil; jika
Penyedia Jasa menginginkan lebih, dia dapat memasang sistem dengan voltase transmisi tinggi
dengan kabel penyekat yang didesain khusus dan dapat diterima oleh Direksi. Dari mana
jaringan penerangan diperoleh pada voltase yang ditentukan, dalam hal ini Penyedia Jasa harus
menyediakan trafo kedap air dan tahan letusan yang disetujui oleh Direksi untuk pemasangan
pada terowong. Untuk sistem penerangan secara umum, Penyedia Jasa dapat menggunakan
lampu pijar atau lampu pendar, lampu sodium atau jenis lain yang disetujui oleh Direksi yang
disediakan dalam intensitas minimum.

Biaya untuk semua pekerjaan yang diperlukan dalam paragraf ini termasuk dalam harga satuan
per meter kubik untuk penggalian bawah tanah yang ditetapkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga.

3.11.5 Penyanggah Sementara untuk Pekerjaan Galian Bawah Tanah

Penyanggah sementara yang memadai, termasuk lagging dapat digunakan jika penyanggah
sementara diperlukan untuk menyanggah atap dan sisi pada pekerjaan galian bawah tanah.
Sementara lagging kayu, blocking, precast concrete block dan penyanggah baja dapat
digunakan untuk penyanggah sementara.
Penyanggah sementara termasuk item tersebut seperti lagging, cribbing, blocking, wedging,
spreader, foot block, dll. harus disediakan material keras yang memadai untuk bagian
melintang. Dimensi penunjang yang dibangun harus disetujui oleh Direksi.

Lagging didefinisikan sebagai lapisan pertama dari penyanggah yang menahan baik secara
langsung atau tidak langsung terhadap permukaan luar dari dua atau lebih rib baja disekitarnya
dan biasanya berlangsung pada blocking, cribbing, wedging, dll. Spreader didefinisikan sebagai
potongan yang diletakkan antara permukaan luar dari penyanggah dan batas galian minimum
(Batas “A”).
Pada bagian yang ditunjang pada pekerjaan galian bawah tanah, penyanggah tidak akan
digunakan pada daerah yang lebih besar dari yang diperlukan dan kecuali jika lagging jaraknya
rapat.

Kayu yang digunakan untuk penyanggah sementara akan dipindah secara utuh sebelum lapisan
beton ditempatkan, kecuali jika diperintahkan oleh Direksi. Penyedia Jasa harus memperkuat
penyanggah dengan jumlah blocking dan wedging minimum yang dapat dipakai. Jika jarak
lagging yang rapat diperlukan, Penyedia Jasa dapat menimbun dengan biayanya sendiri,
selengkap dan sepadat yang dapat dilakukan, pada semua jarak yang ada pada bagian luar
lagging.

Material yang digunakan sebagai penyanggah sementara akan selalu disimpan dalam jumlah
yang cukup seperti yang ditentukan oleh Penyedia Jasa dan atas petunjuk Direksi, untuk
memenuhi kebutuhan pada saat darurat seperti kecelakaan, dll.
Total biaya untuk penyediaan, pemasangan dan pemindahan (jika diperlukan dalam hal
perkayuan) akan dimasukkan dalam harga satuan per meter kubik untuk pekerjaan galian
bawah tanah yang ditetapkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

ST - III - 18
3.11.6 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran pada pekerjaan galian bawah tanah akan dilakukan
berdasarkan volume galian dalam meter kubik yang ditetapkan dalam dimensi bagian dalam
batas pembayaran (batas “B”) seperti yang ditunjukkan pada Gambar sesuai Sub pasal 3.11.2.

Pembayaran untuk penggalian bawah tanah akan dilakukan sesuai harga satuan per meter
kubik yang ditetapkan pada Daftar Kuantitas dan Harga, yang mana termasuk biaya untuk
semua tenaga kerja, material dan peralatan yang diperlukan dalam Pasal 3.11 dan spesifikasi
lainnya termasuk biaya peledakan, pengisian, pengangkutan, pembongkaran, pengeboran,
lubang penyelidikan atau percontohan, penerangan, ventilasi, perkayuan, pembuangan material
galian ke spoil bank, pemeliharaan penggalian dalam kondisi yang memuaskan sampai lapisan
beton ditempatkan dan langkah-langkah keamanan yang diperlukan.

Catatan:
Material yang dipindah dari pekerjaan galian bawah tanah yang ditentukan untuk penggunaan
konstruksi permanen akan ditempatkan pada spoil bank yang ditentukan untuk digunakan pada
waktu yang akan datang atau diangkut langsung ke lapangan untuk konstruksi permanen yang
ditentukan oleh Direksi.
Pembayaran untuk kontrol dan pemindahan air selama pekerjaan galian bawah tanah akan
dimasukkan dalam harga satuan atau harga lump sum untuk item pekerjaan bawah tanah yang
ditetapkan pada Daftar Kuantitas dan Harga.
Pembayaran yang digunakan untuk penyanggah baja permanen harus sesuai dengan yang
ditentukan pada Pasal 3.12.

3.12 Penyanggah Baja Permanen untuk Pekerjaan Bawah Tanah

3.12.1 Umum

Penyanggah baja permanen akan digunakan untuk menyanggah bagian atas dan tepi pekerjaan
galian bawah tanah yang diperlukan seperti ditetapkan oleh Direksi. Jenis lagging tergantung
kondisi geologi. Tak ada bagian dalam pasal ini yang menunjukkan bahwa Penyedia Jasa dapat
menghemat biaya untuk membangun sejumlah penyanggah yang diperlukan atau untuk
menggunakan penyanggah yang lebih berat sesuai petunjuk Direksi, juga tidak membebaskan
Penyedia Jasa dari tanggung jawab tunggal untuk keamanan pekerjaan bawah tanah juga
pertanggungan kecelakaan atau kematian atau kerusakan harta benda, juga kewajiban
menurut kontrak.

Penyanggah baja permanen lengkap dengan rib, lagging, bolt, tie rod, foot plate dan lainnya
yang diperlukan untuk perakitan penyanggah dan untuk menyanggahnya sampai lapisan beton
ditempatkan akan disediakan oleh Penyedia Jasa. Jenis dan ukuran penyanggah baja, dengan
detail lainnya, lokasi dan jarak sesuai persetujuan Direksi.

3.12.2 Instalasi Penyanggah Baja Permanen

Penyanggah baja dipasang sesuai petunjuk Direksi dan akan diawasi oleh Penyedia Jasa dalam
kondisi dan alinemen yang layak sampai lapisan beton ditempatkan disekitarnya. Penyedia Jasa
harus memperkuat penyanggah dengan tie rod , collar brace , blocking dan wedge dalam
jumlah minimum. Setiap pemasangan penyanggah baja akan segera disesuaikan dengan
petunjuk Direksi setelah Penyedia Jasa memberitahukan pengaruh penyesuaian tersebut.

Kecuali jika diijinkan untuk contoh khusus, lagging dan blocking baja akan diatur untuk
membiarkan aliran melalui beton dan sekitar lagging dan blocking, agar lapisan beton dapat
kontak dengan daerah permukaan yang digali. Collar brace kayu, brace, lagging, blocking,
wedging tidak boleh digunakan kecuali dengan petunjuk Direksi.

ST - III - 19
Lagging, cribbing, blocking dan wedging baja harus dari pelat baja atau bidang baja dengan
dimensi yang disetujui oleh Direksi.
Lagging baja, cribbing, blocking dan wedging akan dilindungi dengan las sedemikian rupa untuk
mendapatkan kekuatan struktural yang lebih besar dan untuk meminimalkan jumlah yang
dipakai dengan persetujuan Direksi.

Penyedia Jasa dapat memberi fasilitas operasinya, meletakkan penyanggah struktur baja pada
jarak yang lebih dalam dari bagian dalam permukaan yang sudah selesai lapisan betonnya
seperti yang ditunjukkan pada Gambar atau seperti yang ditentukan oleh Direksi, dimana setiap
perkembangan kuantitas / jumlah penyanggah baja dan pekerjaan galian dan lapisan beton
diluar batas “B” yang digambarkan dalam Sub pasal 3.11.2 yang diperlukan, biayanya akan
ditanggung oleh Penyedia Jasa.

Penyanggah baja permanen yang dibutuhkan pada setiap bagian harus sesuai dengan rencana
yang diserahkan oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh Direksi.

3.12.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran penyanggah baja permanen akan dilakukan sesuai dengan
berat dalam kilogram penyanggah rib baja utama yang ditempatkan secara permanen, tapi
tidak termasuk lagging baja dan baja tambahan yang disetujui oleh Direksi, dan hanya
kuantitas yang menurut penilaian Direksi diperlukan untuk konstruksi.

Pembayaran untuk penyediaan dan pemasangan penyanggah baja permanen akan dilakukan
sesuai harga satuan per kilogram yang ditetapkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang
mana harga satuan merupakan biaya untuk semua tenaga kerja, peralatan dan material
termasuk cutting/ pemotongan, bending/ pelengkungan, perakitan dan pemasangan penunjang
baja dan tambahannya, menunjang sementara ditempat dan pekerjaan serupa lainnya sampai
lapisan beton ditempatkan.

3.13 Penunjang Rock Bolt

3.13.1 Umum

Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang rock bolt pada penggalian bawah tanah
seperti yang ditunjukkan pada Gambar atau disetujui oleh Direksi. Penunjang rock bolt yang
diperlukan untuk berbagai bagian yang tidak ada dalam Gambar akan disesuaikan dengan
desain yang diserahkan oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh Direksi. Bagian terowong yang
mana penunjang rock bolt diaplikasikan ditunjukkan pada gambar atau sesuai petunjuk Direksi.

Aplikasi penunjang rock bolt tidak akan membebaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya
untuk memelihara semua porsi pekerjaan dalam kondisi aman.

3.13.2 Pemasangan Penunjang Rock Bolt / Rock Anchor

Rock bolt dan metode pemasangan rock bolt, termasuk detail peralatan yang diperlukan untuk
mengebor lubang, penempatan efektif dan pengencangan bolt / baut pada tegangan yang
diinginkan setelah pemasangan, dan grouting selanjutnya akan mengacu pada persetujuan
Direksi. Jika penunjang rock bolt diperlukan di lokasi pada penggalian terowong, penunjang
tersebut akan dipasang secepat mungkin setelah batu digali.

Penyedia Jasa harus merencanakan peralatan dan operasinya agar instalasi / pemasangan rutin
dari rock bolt dapat dilakukan dengan 10 m dari permukaan. Pada saat baut ditempatkan lebih
dekat dari 10 m dari permukaan rusak karena peledakan selanjutnya pada permukaan, maka
kerusakan tersebut akan dibayar, dimana pembayaran tersebut tidak dilakukan untuk
kerusakan bolt / baut yang telah diperbaiki sesuai petunjuk Direksi.

ST - III - 20
Panjang rok bolt dan pola pemasangan rock bolt akan sesuai seperti yang ada pada Gambar
atau sesuai petunjuk Direksi. Bagaimanapun juga, Penyedia Jasa tidak akan berhak atas
berbagai harga satuan jika penggunaan bolt / baut yang lebih panjang atau lebih pendek
diperintahkan. Rock bolt harus dari baja bundar dengan diameter yang ditentukan dengan
galuran bundar (rolled thread) sekurang-kurangnya dengan panjang 150 mm pada ujung
satunya dan dicocokkan pada ujung lainnya dengan semen atau anchor jenis segel epoxy yang
harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan.
Rock bolt harus di tension hingga 50 % dari kapasitas beban pada titik hasil dan grouting. 2 %
rock bolt yang diinstal/ dipasang akan diuji hingga 90 % dari beban titik hasil.

Penyedia Jasa akan melengkapi setiap rock bolt dengan semua tambahan termasuk
perpanjangan atau anchor kimia, pelat penahan baja, pencuci, mesin pencuci, mur hexagonal,
wedge dan pencuci pita jika digunakan. Semua baja untuk rock bolt dan mur akan disesuaikan
dengan JIS G3ll2, SR D22 atau JIS B.0205 atau standar lain yang sejenis yang disetujui oleh
Direksi. Semua baja untuk pelat penahan dan bagian baja gulung akan disesuaikan dengan JIS
G3l0l, Kelas I atau standar sejenisnya yang disetujui oleh Direksi.

Diameter dan panjang lubang yang dibor pada batu untuk instalasi rock bolt akan disesuaikan
dengan petunjuk Direksi untuk menyesuaikan jenis anchor dan akan dibor di lokasi dan arah
yang disetujui oleh Direksi. Setiap lubang akan dibersihkan dari semua potongan, kotoran /
endapan dan puing hasil pengeboran oleh Penyedia Jasa sebelum rock bolt dimasukkan ke
lubang. Prosedur instalasi akan disesuaikan dengan petunjuk Direksi dan tidak mengakibatkan
ujung bolt shank atau kerusakan pada galur pada proyeksi ujung rock bolt.

Setelah instalasi awal, Penyedia Jasa harus memastikan bahwa rock bolt terus menunjang
dengan efektif dengan pengujian rock bolt berkala dan pengencangan kembali, jika diperlukan,
untuk tenaga putaran / torque langsung / Instalasi akan diuji dan bolt / baut akan
dikencangkan kembali sesuai petunjuk Direksi dan sebelum akhirnya di grouting.
Rock anchor akan dipasang pada lubang yang dibor sesuai dengan gambar atau sesuai
petunjuk Direksi dan akan diikat penuh dengan semen atau grout kimia (epoxy) tanpa ada pra-
tensioning pada rod baja.

3.13.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran penunjang anchor rock bolt yang digunakan untuk penggalian
bawah tanah akan dilakukan dalam dasar panjang rock anchor yang dipasang atau bolt dengan
grouting atau tanpa grouting dalam meter panjang sesuai pada Gambar atau sesuai petunjuk
Direksi menurut kondisi geologi terkini, dan hanya untuk kuantita yang menurut penilaian
Direksi dipasang secara efektif untuk konstruksi yang memuaskan.
Pembayaran untuk penunjang rock bolt / anchor akan dilakukan sesuai harga satuan per meter
panjang yang diukur seperti yang ditetapkan pada Daftar Kuantitas dan Harga, yang mana
harga satuan tersebut meliputi biaya untuk semua tenaga kerja, material dan peralatan
termasuk semua pekerjaan seprti pengeboran lubang, pemindahan air, pembuangan material
lepas, pembersihan batu, grouting pengencangan kembali rock bolt untuk menjaga kekuatan di
bolt dan item lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan.

ST - III - 21
BAB V

PEKERJAAN
URUGAN KEMBALI (BACKFILL)

5.1 Umum

5.1.1 Lingkup Pekerjaan

Spesifikasi teknik di sini menguraikan untuk Pekerjaan Urugan Kembali (Backfill) yang harus
dianggap termasuk konstruksi pekerjaan tanah dan pekerjaan sejenis yang merupakan bagian dari
pekerjaan permanen atau yang diperlukan untuk kelengkapan konstruksi pekerjaan permanen.
Sebaliknya pekerjaan tanah yang lain dimasukkan kedalam spesifikasi seperti di bab lain dalam
spesifikasi teknik ini secara khusus yaitu pada Bab III : Galian dan Bab IV : Timbunan
Bendungan. Pekerjaan yang dimaksud dalam bab ini meliputi antara lain :

- Urugan kembali (backfill) di konstruksi;


- Pekerjaan pertamanan dan perbaikan termasuk galian atau isian tanah dan pekerjaan
gebalan rumput dan lain-lain;
- Konstruksi dan perawatan stockpile dan spoil bank;
- Pekerjaan tanah lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar atau dengan pengarahan
Direksi.

5.1.2 Material

Material untuk pekerjaan urugan kembali (backfill) harus didapatkan dari hasil galian river deposit,
batuan yang lapuk atau batuan dari quarry atau hasil dari pemrosesan material dari sumber-
sumber yang lain. Material dari pekerjaan urugan kembali tersebut harus diisyaratkan disini atau
diarahkan oleh Direksi. Klasifikasi dari batuan atau tingkat pelapukan dan klasifikasi galian untuk
material yang akan digunakan dispesifikasikan seperti yang diatur dalam pasal 3.2 pada spesifikasi
teknik ini.

5.1.3 Pembuatan Garis, Kemiringan dan Ketinggian

Penyedia Jasa harus melaksanakan semua pekerjaan mengurug kembali sesuai dengan batas garis,
kemiringan atau dimensi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau atas pengarahan Direksi.
Gambar detail tidak selalu ditunjukkan pada gambar kontrak, dimana detail tersebut akan
ditunjukkan Direksi dalam bentuk gambar konstruksi tambahan atau ditulis melalui instruksi
lapangan yang diputuskan selama pelaksanaan konstruksi sehubungan dengan persyaratan yang
ada di Spesifikasi Umum. Atau harus dengan cara usulan Penyedia Jasa yang dikirim ke Direksi
untuk disetujui dalam bentuk gambar detail atau merupakan amandemen atau modifikasi yang
menurut pemikiran Direksi diperlukan.

5.2 Backfilling

5.2.1 Umum

Penyedia Jasa harus melaksanakan pengurugan kembali (backfilling) pada bangunan yang besar
atau yang kecil untuk pekerjaan permanen dengan sebaik-baiknya seperti yang ditunjukan pada
gambar atau yang diarahkan Direksi. Backfilling harus dilaksanakan dengan menggunakan material
free drain.

Material backfill harus ditempatkan dan dipadatkan sesuai dengan garis, kemiringan, elevasi dan
dimensi seperti yang ditunjukan dalam gambar atau yang ditetapkan oleh Direksi.

ST - V - 1
5.2.2 Material

Bila tidak dispesifikasikan Direksi maka kebutuhan material adalah Backfill Free Drain.
Backfill free drain harus dipilih dari material yang granular (tidak bulat) yang didapat dari endapan
gravel yang dicuci, atau batu yang dipecahkan (crushed rock) yang dicuci dan diayak bila perlu
seperti material dengan campuran yang well graded dengan batasan ukuran partikel sebagai berikut
:

- Ukuran maksimum harus 15 cm (kecuali dispesifikasikan khusus)


- Jumlah material yang lewat ayakan No.4 (diameter 4.76 mm) terhadap jumlah total harus di
antara 15% sampai dengan75%.
- Jumlah material yang lewat ayakan No.200 (diameter 0.074 mm) terhadap jumlah total harus
tidak lebih dari 5 %.

Alternatip material yang disetujui Direksi yang sesuai dengan material yang digunakan untuk zone
(3) sebagai material drain yang digunakan untuk di timbunan dam bisa dijinkan untuk digunakan
sebagai material backfil free drain. Free drain harus bersih dari bahan-bahan plastik halus atau clay.

5.2.3 Kontrol Kelembaban dan Density

Backfill free drain tidak diadakan persyaratan untuk kontrol kadar airnya, tetapi harus ditempatkan
dalam kondisi yang basah yang harus disetujui Direksi untuk membantu pemadatan.
Bila tidak ditentukan Direksi backfill free drain harus dipadatkan untuk mendapatkan sebuah relatif
density tidak lebih kecil dari 70% bila megikuti ASTM standard D2049 atau USBR Earth Manual test
Designtion E12.

5.2.4 Penempatan dan Pemadatan

Pemilihan, penempatan dan perataan material backfill harus diperhatikan bahwa distribusi
dan material yang sudah diselesaikan harus bersih dari lensa, kantong-kantong, lapisan
material yang lain yang susunannya tidak kokoh dari sekitarnya. Material backfill akan
tergantung pada lokasi lintasan yang dipadatkan dengan roller smooth drum yang
dioperasikan dengan tangan (footpath free hand operated vibrating plate), pemadat hand
tamper atau yang disetujui Direksi. Material backfill harus ditempatkan secara menerus,
layernya hampir horizontal dengan ketebalan layer tidak lebih besar dari 20 cm sebelum
diadakan pemadatan atau diarahkan oleh Direksi.

5.2.5 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan backfill dibuat dengan cara dan dalam unit
pengukuran dalam volume per m3 material padat dalam timbunan yang diselesaikan atau
urugan dengan batas garis, kemiringan dan elevasinya seperti yang ditunjukkan dalam
gambar.

Pembayaran untuk pekerjaan backfill dilakukan berdasarkan harga satuan meter kubik (m3)
seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

5.3 Pekerjaan Bantalan (Bedding)

5.3.1 Umum

Penyedia Jasa harus menempatkan material bantalan untuk pekerjaan beton, pasangan
batu, pekerjaan pipa dan pekerjaan lain yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan
spesifikasi atau yang diarahkan Direksi. Material bedding dapat diklasifikasi dalam 4 tipe
sebagai berikut:

ST - V - 2
1) Bedding dari pecahan batu;
2) Bedding dari pasir;
3) Bedding dari filter gravel;
4) Bedding dari filter halus.

Penentuan bedding tergantung dari lokasi, tipe dan fungsi dari pekerjaan konstruksi
khusus. Bedding dari pecahan batu dan pasir harus diletakkan pada konstruksi atau
pekerjaan dimana pergerakan air tanah akibat rembesan atau drainase diharapkan tidak
ada (dialirkan).

Bedding dari filter kasar dan halus harus ditempatkan pada bangunan air atau pekerjaan
drainase atau yang lain yang ditempatkan pada urugan setempat atau pada permukaan
batuan lapuk, dimana drainase diperlukan dan dimana pergerakan air akibat rembesan atau
drainase diperlukan dengan dimensi yang cukup untuk menahan erosi dan kehilangan
komponen yang halus dari pondasi atau material backfill yang ada. Bedding material harus
ditempatkan dan dipadatkan sesuai dengan garis, kemiringan dan dimensi seperti yang
diberikan pada gambar atau diarahkan Direksi sesuai dengan spesifikasinya.

5.3.2 Material

Material bedding harus terdiri dari campuran dengan gradasi baik dari material yang keras
(gravel, pasir) atau dengan proses pemecahan batu dan partikelnya harus bebas dari bahan
organik, plastik halus (clay) atau material yang tidak diiginkan. Bila tidak ditentukan Direksi
ukuran partikel dan gradasi yang diperlukan untuk macam-macam material bedding harus
sebagai berikut:

1) Bedding pecahan batu


Bedding pecahan batu harus dengan gradasi baik dari mesin pemecah batu dan harus
disetujui Direksi, dengan ukuran maksimum 75 mm dan tidak lebih dari 20% mengandung
partikel yang halus yang melewati ayakan No.16 (ukuran 1.19 mm).

2) Bedding pasir
Bedding pasir harus bersih secara alami atau material dari mesin pemecah batu dengan
maksimum ukuran partikel 5 mm dan tidak lebih dari 20% mengandung partikel halus yang
lewat ayakan No.200 (ukuran 0.074 mm).

3) Bedding filter kasar


Bedding filter kasar harus terdiri dari campuran pasir dan gravel yang bersih secara alami
atau batu dari mesin pemecah batu dengan persyaratan sebagai berikut :
- Ukuran partikel maksimum harus 50 mm.
- Jumlah material yang lewat ayakan ¾ inch (19,1 mm) terhadap jumlah total harus
diantara 70 % s/d 100 %.
- Jumlah material yang lewat ayakan No.4 (4,76 mm) terhadap jumlah total harus
diantara 25 % s/d 65 %.
- Jumlah material yang lewat ayakan No.16 (ukuran 1,19 mm) terhadap jumlah total
tidak boleh melebihi 20 %.

4) Bedding filter halus


Bedding filter halus harus terdiri dari campuran pasir dan gravel yang bersih secara alami
atau batu dari crusher dengan persyaratan sebagai berikut:
- Ukuran partikel maksimum harus 5 mm
- Jumlah material yang lewat Ayakan No.16 (ukuran 1,19 mm) terhadap jumlah total
harus diantara 60 % s/d 100 %
- Jumlah material yang lewat ayakan No.50 (0,3 mm) terhadap jumlah total harus
diantara 20 % s/d 65 %

ST - V - 3
- Jumlah material yang lewat ayakan No.200 (ukuran 0,074 mm) terhadap jumlah total
tidak boleh melebihi 20 %.

Sebagai alternatip bila disetujui Direksi, material filter yang digunakan dalam timbunan bendungan
seperti pada bab IV pada spesifikasi teknik ini boleh digunakan untuk bedding filter halus.

5.3.3 Kontrol Kelembaban dan Density

Material bedding tidak diadakan persyaratan untuk kontrol kadar airnya, tetapi harus ditempatkan
dalam kondisi yang basah yang harus disetujui Direksi untuk membantu pemadatan.

Bila tidak ditentukan Direksi material bedding harus dipadatkan untuk mendapatkan sebuah relatip
density tidak lebih kecil dari 70% bila mengikuti ASTM standard D2049 atau USBR Earth Manual test
Designation E12.

5.3.4 Penempatan dan Pemadatan

Pemilihan, penempatan dan perataan material bedding harus diperhatikan bahwa distribusi dan
gradasi material yang sudah diselesaikan harus bersih dari lensa, kantong-kantong, lapisan material
yang lain yang susunannya tidak kokoh dari sekitarnya. Material bedding akan tergantung
pada lokasi dan luasan yang dipadatkan dengan roller smooth drum yang dioperasikan
dengan tangan (footpath free hand operated vibrating plate), pemadat hand tamper atau
yang disetujui Direksi. Material bedding ditempatkan secara menerus, layernya hampir
horizontal dengan ketebalan layer yang diinginkan tidak lebih besar dari 15 cm sebelum
diadakan pemadatan atau diarahkan oleh Direksi.

5.3.5 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan bedding dibuat dalam volume dalam satuan
meter kubik (m3) material padat dalam pekerjaan bedding yang diselesaikan dengan batas,
garis kemiringan dan elevasinya seperti yang ditunjukan dalam gambar.

Pembayaran untuk pekerjaan bedding dilakukan berdasarkan harga satuan per meter kubik
(m3) seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

5.4 Stockpiling dan Spoilbank

5.4.1 Umum

Penyedia Jasa harus merawat tempat pembuangan (disposal area) untuk material yang
dibuang dari galian, borrow area dan quarry atau pada stockpile dimana material galian
yang dapat digunakan tapi belum dapat ditempatkan dalam pekerjaan secara langsung.
Lokasi dari disposal area dan stockpile ditunjukan pada gambar atau diarahkan Direksi yang
mana kondisinya harus dibersihkan, digrubbing sesuai dengan persyaratan yang diatur
dalam pasal 3.3.2 bab III spesifikasi. Pengupasan hanya untuk yang diperlukan dimana
dianggap perlu oleh Penyedia Jasa atau atas pengarahan Direksi untuk mencegah
pencemaran material yang habis digunakan di pekerjaan atau dimana diperlukan untuk
menjamin kestabilan disposal atau stockpile area. Bila diperlukan stripping harus
dilaksanakan sesuai dengan persyaratan seperti yang diatur dalam Sub pasal 3.3.3.

Disposal area dan stockpile area biasanya diratakan dan dipotong dalam garis yang
beraturan sesuai kehendak Direksi. Material yang digali harus dibuang atau disimpan
distockpile timbunan dan harus tetap teratur sehingga tidak mengganggu pelaksanaan
terhadap fasilitas atau pekerjaan lain dari Penyedia Jasa. Spoilbank dan stockpile dari
material galian harus dibangun dan dilindungi untuk mencegah erosi akibat air hujan atau
aliran permukaan.

ST - V - 4
Spoilbank dan stockpile dibangun di tempat pembuangan atau distockpile yang menutup
sungai, alur air canal atau pekerjaan drainase yang permanen harus diadakan proteksi
melawan erosi aliran air/runoff sebaik baiknya sehingga air dapat dielakkan untuk
mencegah pencemaran aliran air. Persyaratan tiap drain dan drain pengelakan, drainase
terjunan, flume dan gorong-gorong yang mungkin diperlukan disekitar disposal dan
stockpile area.

Permanen spoilbank dalam area disposal harus dibangun sesuai dengan garis, kemiringan
dan ketinggian seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau ditetapkan Direksi, dimana
dipersyaratkan dan ditunjukkan pada gambar atau diarahkan Direksi material spoilbank
harus ditempatkan dalam layer yang dikontrol dan dipadatkan dengan roller, trackrolling
atau diarahkan dan disetujui Direksi. Spoilbank permanen yang diselesaikan harus bebas
dari lubang dan tonggak yang tak kelihatan dan harus dimiringkan untuk drainase
permukaan sebagaimana disetujui Direksi dan harus selalu dirawat sehingga kondisinya rapi
dan nampak teratur dan menyatu dengan topograpi disekitarnya.
Dimana ditunjukkan pada gambar atau diarahkan Direksi bahwa spoilbank yang permanen
harus ditutup dengan topsoil dan rumput atau ditanami kembali dengan semak dan
pepohonan.

5.4.2 Pengukuran dan Pembayaran

Jika tidak dipersyaratkan dalam spesifikasi dan dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga tidak ada pembayaran khusus yang dibuat untuk persiapan, perawatan drainase dan
rehabilitasi dari disposal area dan stockpile. Dan biaya semua pekerjaan yang berhubungan
dengannya, harus dianggap termasuk dalam harga satuan pada nilai tender dari Daftar
Kuantitas dan Harga untuk macam-macam item galian dan pekerjaan timbunan. Bila
disyaratkan pengukuran dan pembayaran dibuat lihat bab 3 dan bab 4. Pengukuran dan
pembayaran akan dibuat berdasarkan volume material yang dibuang atau material yang
distockpile pada tempat yang sesuai dengan garis, kemiringan sebagaimana ditunjukan
dalam gambar atau disetujui Direksi, yang sehubungan dengan persyaratannya secara
detail pada spesifikasi yang bisa digunakan (pasal atau sub pasal) dan pada harga satuan
yang berkaitan sebagaimana yang ada pada Daftar Kuantitas dan Harga.

5.5 Gebalan Rumput

5.5.1 Umum

Penyedia Jasa harus membuat proteksi kemiringan dengan menggunakan gebalan rumput
pada kemiringan timbunan atau galian dimana ditunjukkan dalam gambar atau ditetapkan
Direksi. Gebalan rumput yang digunakan untuk proteksi kemiringan harus berkwalitas baik
yang tersedia ditempat lokal. Rumput harus mempunyai batang dan akar yang sehat dan
harus didapatkan dari gebalan tatakan tanah pada lokasi yang mempunyai kondisi
pertumbuhan yang sama pada area yang digunakan.

Gebalan rumput yang digunakan harus bebas dari rumput liar atau tanaman yang tidak
diinginkan. Bila rumput dipotong tingginya tidak boleh melebihi 10 cm dan rumput harus
cukup mempunyai perlekatan tanah untuk akar-akarnya bila ditanam. Rumput harus
ditanam dengan seragam, menerus dan hampir horisontal pada kemiringan dari timbunan
atau galian, dalam 24 jam sesudah pemotongan rumput. Air harus digunakan untuk area
yang ditanami dan hasilnya harus rapat sesudah penanaman dan bila perlu menggunakan
alat bantu yang disetujui. Penyedia Jasa harus merawat termasuk pembasahan yang
diperlukan dan menjaga rumput-rumput tersebut sampai menjadi tumbuh subur. Apabila
semak-semak atau tanaman yang tidak diinginkan berkembang lebih banyak seperti
sayuran dan sebagainya maka harus dicabut dari area tersebut.

ST - V - 5
5.5.2 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran gebalan rumput akan dibuat dengan luasan dengan satuan
m2 terhadap garis, kemiringan dan dimensi yang ditempatkan sesuai dengan gambar atau
yang diarahkan Engineer.
Pembayaran untuk gebalan rumput dibuat per m2 seperti yang ditenderkan pada bill of
quantities. Harga-harga harus dianggap termasuk biaya penyediaan karyawan, peralatan
dan material yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan pemotongan,
transportasinya, penanaman, pembasahan dan perawatan rumput dan biaya dari seluruh
pekerjaan yang lain yang berhubungan.

5.6 Rehabilitasi Area Pekerjaan

5.6.1 Umum

Dalam penyelesaian pekerjaan, lokasi borrow area, quarry, disposal dan area stockpile,
jalan masuk sementara dan area pekerjaan yang lain seperti yang ditunjukkan dalam
gambar atau diarahkan Direksi, kecuali untuk tempat-tempat yang akan ditutup oleh
reservoir harus direhabilitasi oleh Penyedia Jasa.

Semua area harus dtinggalkan bersih, rapi dengan drainase yang baik clan semua kemiringan yang
digali harus dalam kondisi stabil dan memuaskan Direksi.

Penyedia Jasa harus (seperti pengarahan Direksi) meratakan kemiringan spoilbank, permukaan
yang digali di borrow area, galian-galian sementara untuk pekerjaan, membuat lereng tidak boleh
lebih terjal 1(vertikal) : 2.5 (horisontal) dan/ atau pekerjaan stabilitas yang lain dan/ atau membuat
tambahan pekerjaan drainase yang permanen sebagaimana diperlukan. Bila ditunjukan dalam
gambar atau dengan pengarahan Direksi, Penyedia Jasa harus mengganti tanah atas (top soil) yang
dikupas dari area pekerjaan atau borrow area terutama untuk pelaksanaan pekerjaan atau dimana
perubahan dipersyaratkan atau dengan penaburan biji-biji rumput yang disetujui. Tanah atas (top
soil) distockpile harus diratakan dengan bulldouzer, loader dan peralatan konstruksi yang cocok
dalam layer dengan kedalaman seperti yang diperintahkan Direksi.

5.6.2 Pengukuran dan Pembayaran

Bila tidak ditetapkan dalam spesifikasi dan/ atau pada Daftar Kuantitas dan Harga, tidak ada
pengukuran atau pembayaran khusus akan dibuat untuk pekerjaan dalam pasal ini. Dan semua
biaya yang berkaitan dengannya , harus dianggap sudah termasuk dalam macam-macam harga
satuan dan harga lump sum untuk item yang berhubungan dengan pekerjaan kontruksi
sebagaimana ditenderkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

ST - V - 6
BAB VI

PEKERJAAN BETON

6.1 Umum

Tujuan dari spesifikasi ini adalah syarat-syarat tentang pekerjaan beton mulai dari
pekerjaan persiapan, perawatan dan pekerjaan konstruksi yang terkait dengan penggunaan
beton bertulang, beton masif (mass concrete), shotcrete dan semua material yang dapat
dicampur dengan semen, aggregat halus dan kasar, dan air.

Semua pekerjaan beton harus mengacu pada gambar kerja atau atas persetujuan Direksi
sesuai dengan spesifikasi atau lainnya yang ditentukan oleh Direksi.

Penyedia Jasa harus mengajukan usulan untuk disetujui Direksi yang berisi jadwal
pelaksanaan pekerjaan pembuatan workshop dan pengadaan alat yang akan dipergunakan
untuk proses pemeliharaan, transportasi dan penyimpanan bahan-bahan beton, sampai
dengan proses pengadukan, transport, dan penuangan beton. Usulan tersebut sekurang-
kurangnya diajukan 30 hari sebelum Penyedia Jasa mulai melakukan pekerjaannya.

Rencana detail dari produksi dan penempatan material beton yang diperlukan untuk
pekerjaan ini harus mengikuti daftar alir, gambar, spesifikasi alat, material dan perkiraan
ketersediaan sumber material untuk kebutuhan semua pekerjaan, yang perencanaannya
dibuat oleh Direksi. Semua aktivitas di workshop dan gudang penyimpanan, pengoperasian
peralatan harus mendapat persetujuan dari Direksi.

Jika dari spesifikasi ini mensyaratkan peralatan khusus untuk dipergunakan atau prosedur
khusus untuk dilakukan, maka diperbolehkan memakai alternatif alat lain atau prosedur lain
yang diusulkan Penyedia Jasa sepanjang dapat dicoba dan hasilnya mendekati yang
disyaratkan oleh alat khusus dan prosedur khusus. Semua altematif penggunaan alat,
material dan prosedur harus mendapat persetujuan dari Direksi.

Persetujuan dari Direksi untuk pengoperasian alat, pemilihan prosedur penyelesaian


pekerjaan, atau penggunaan semua material dalam setiap tahapan konstruksi, harus tetap
memperhatikan syarat dan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi teknik atau dalam
klausul kontrak sehingga kualitas hasil pekerjaan tetap terjaga.

Penyedia Jasa harus selalu memeriksa kondisi air untuk pengikat beton. Bila air diambilkan
dari anak sungai terdekat, maka Penyedia Jasa harus selalu memeriksa dari kemungkinan
tercemar air dari sistem drainase sekitarnya atau tambahan suspended load. Untuk itu
Penyedia Jasa harus menyediakan instalasi pengolahan air termasuk kantong lumpur atau
bangunan lain yang dianggap perlu untuk mempertahankan kualitas air. Perencanaan
instalasi ini harus mendapat persetujuan Direksi.

Penyedia Jasa tidak mendapatkan tambahan pembayaran untuk pekerjaan tambahan yang
melebihi harga satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk concrete, mortar, atau material
lain sehubungan dengan
penyimpanan, pengadukan, transportasi, dan penuangan sebagaimana disyaratkan dalam
spesifikasi atau pengarahan Direksi.

ST - VI - 1
6.2 Semen

6.2.1 Umum

Semen yang dipergunakan untuk semua kelas beton, mortar, pneumatically applied mortar
harus sesuai dengan syarat pada sub pasal ini, dan terus mendapat persetujuan dari
Direksi.

6.2.2 Type dan Kualitas Semen

Semen yang dipergunakan pada pekerjaan ini harus mengacu pada ASTM C 150, "Standart
Specification For Portland Cement Concrete" Tipe 1. Semen harus mengandung alkaline
yang rendah. Total kandungan alkali pada semen tidak boleh melebihi 0,60% jika
dikalkulasi dari posentase Na2 ditambah 0,685% dari K20.

6.2.3 Pengujian Semen dan Sertifikasi

Sebelum melakukan order semen, Penyedia Jasa harus mengajukan dan meminta
persetujuan Direksi untuk seluruh type semen yang diusulkan akan dipergunakan. Semua
semen yang dikirim ke lapangan harus dilengkapi dengan jumlah yang dikirim dan surat
keterangan hasil test harus disampaikan kepada Direksi untuk dimintakan persetujuan.
Kecuali atas perintah Direksi, tipe semen yang dipilih tidak boleh mengalami perubahan dari
yang telah ditentukan di kontrak. Dalam fakta-fakta hasil uji harus diuji mengikuti lembaran
pada sertifikat berikut:

a. Kekuatan : ASTM C 151


b. Waktu pengikatan : ASTM C 191
c. Kuat Tekan : ASTM C 109
d. False Set : ASTM C 191
e. Firmness Test : ASTM C 191

Sertifikat harus berisi keterangan tentang data yang berasal dari pabrik semen, data
tentang kedatangan tiap tahap di lapangan, jumlah pengiriman tiap tahap, dan identifikasi
dari tempat penyimpanan yang berasal dari pabrik.

Atas perintah Direksi, Penyedia Jasa dapat melakukan uji untuk semen di laboratorium
lapangan dengan pengawasan Direksi untuk melakukan cross cek data dari sertifikat yang
diberikan pabrik. Direksi dapat menginstruksikan untuk mengambil sampel semen yang
akan digunakan oleh Penyedia Jasa untuk melakukan cek kualitas di laboratorium lain yang
dianggap independen. Tidak semua semen dapat dipakai pada pekerjaan utama sebelum
dibuktikan bahwa sertifikasinya sesuai dengan persyaratan dan sudah mendapat
persetujuan Direksi.
Jika hasil test yang dihasilkan semen setelah dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan, maka semen tersebut tidak dapat disetujui Direksi untuk dipakai dalam
pekerjaan dan harus dipindahkan dengan biaya dari Penyedia Jasa.

6.2.4 Pengangkutan, Penanganan, dan Penyimpanan Semen

Pengangkutan semen curah harus di dalam tangki yang relatif aman dari gangguan cuaca, tertutup
dan dirancang cukup untuk melindungi semen dari pengaruh kelembaban. Metode pengangkutan
semen dalam kemasan, harus pula dapat melindungi dari kelembaban. Alat dan metode
pengangkutan harus sesuai dengan persetujuan Direksi.

Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas penyimpanan dan perawatan yang memadai untuk
penyimpanan semen di lokasi pekerjaan. Tangki logam atau silo yang digunakan untuk menyimpan
pada sistem pengadukan (batching plant) harus terlindung dari gangguan cuaca dan tidak boleh

ST - VI - 2
ada tampungan mati (dead storage) atau sisa semen dalam tangki. Bila Direksi beranggapan sisa
semen yang menjadi tampungan mati dapat menganggu proses penyimpanan dalam silo, maka silo
harus dikosongkan dan dibersihkan paling sedikit setiap empat puluh (40) hari.
Pengiriman semen dalam kemasan kantong harus disimpan dalam gudang yang terlindung dari
gangguan cuaca dan bebas dari pengaruh kelembaban. Perencanaan Gudang Penyimpanan harus
mendapat persetujuan Direksi dan ditata sedemikian sehingga memudahkan untuk pemeriksaan
dan identifikasi dari tiap pengiriman semen.
Semen kemasan kantong harus disimpan dalam gudang yang mempunyai lantai lebih dari 30 cm
dari tanah, dan pemakaian semen untuk konstruksi diambil berdasarkan prinsip first in first out.
Semen yang datang lebih dulu digunakan lebih dulu agar tidak ada semen yang rusak saat
penyimpanan. Penyimpanan semen harus memperhatikan jarak untuk setiap tumpukan. Tidak boleh
lebih dari dua belas (12) kantong yang diijinkan untuk diletakkan dalam satu tumpukan atau dengan
jumlah tumpukan kurang dari 12 kantong seperti yang disarankan oleh Direksi. Tiap periode
penyimpanan tidak boleh lebih dari enam puluh (60) hari.

Semen yang sudah tersimpan lebih dari sembilan puluh (90) hari dalam gudang penyimpanan tidak
boleh digunakan dalam pekerjaan kecuali memenuhi persyaratan dan standar yang sudah
ditetapkan oleh Direksi. Jika semen mengalami kerusakan akibat kelembaban atau dalam
pengamatan Direksi ada hal lain yang menyebabkan kerusakan semen selama dalam
pengangkutan, penanganan, atau penyimpanan maka semen yang rusak harus di pindahkan
dengan biaya Penyedia Jasa. Setiap biaya yang dikeluarkan akibat pengangkutan, penanganan, dan
penyimpanan semen harus sudah dipertimbangkan dan dimasukkan dalam harga satuan dalam
Daftar Kuanttitas dan Harga sesuai dengan pasal 6.2.7.

6.2.5 Inventarisasi dan Pelaporan

Penyedia Jasa harus merencanakan dan memastikan stock semen yang tersedia cukup untuk
pelaksanaan pekerjaan yang sedang berlangsung. Setiap bulan Penyedia Jasa harus membuat
Laporan Bulanan sesuai dengan sub pasal 10.2 dari Spesifikasi umum, Laporan Bulanan tersebut
berisi :

a. Stok semen di lapangan sampai akhir bulan sebelumnya;


b. Rencana semen yang dikirim sampai akhir bulan sebelumnya;
c. Jumlah semen yang digunakan dalam pekerjaan sampai akhir bulan sebelumnya;
d. Kerusakan semen sampai dengan akhir bulan sebelumnya secara detail;
e. Informasi lain yang mungkin dibutuhkan oleh Direksi.

6.2.6 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah untuk semen dan sudah termasuk di dalam Harga Satuan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga dari setiap item pekerjaan yang menggunakan material
semen. Setiap Harga Satuan sedapat mungkin sudah memasukkan biaya untuk keperluan
tenaga, material, alat, alat berat, alat konstruksi, fasilitas penyimpanan dan kemungkinan
kesalahan penyimpanan, pengangkutan, penyimpanan, perawatan, uji sertifikasi semen,
termasuk toleransi jumlah semen yang hilang atau terbuang.

6.3 Admixtures Beton

6.3.1 Umum

Penyedia Jasa agar menyediakan dan menggunakan admixture beton seperti ditentukan
dalam persyaratan atau atas perintah atau disetujui oleh Direksi. Setiap admixture dapat
termasuk tapi bahan material tidak perlu untuk :
- Air-entraining admixture untuk beton
- Set retarding admixture untuk beton

ST - VI - 3
- Water-reducing/retarding admixture untuk beton
- Plasticizer admixture untuk beton, mortar atau grout
- Set accelerator admixture untuk beton, mortar atau grout
- Fast accelerator admixture untuk pneumatically applied mortar, gunite dan shotcrete

Semua admixture beton yang digunakan harus mendapat persetujuan Direksi dan harus
sesuai dengan ketentuan dalam ASTM C 494. Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, type,
manufaktur, dan sumber semua admixture yang disetujui untuk digunakan tidak dapat
dirubah sebelum pekerjaan selesai. Admixture harus mempunyai karakteristik yang sesuai
dengan kualitas beton dan disuplay dari pabrik yang sama.

Terdapat batas nilai slump disyaratkan untuk campuran yang akan ditempatkan. Perubahan
nilai slump untuk campuran beton yang diangkut maupun untuk campuran beton yang
menunggu proses pengangkutan diperbolehkan atas perintah Direksi bila penggunaan
admixture disetujui.

6.3.2 Air-entraining Admixture

Air-entraining admixture boleh digunakan dalam semua type beton kecuali ditentukan lain
oleh Direksi. Air-entraining admixture merupakan campuran yang jika ditambahkan dalam
campuran beton, akan menambah kandungan udara alami dalam campuran sebanyak 4 - 5
persen, sehingga mengurangi jumlah air yang dibutuhkan. Admixture harus mengacu pada
peraturan ASTM C260. Selanjutnya bila penggunaan Air-entrain memang diperlukan, maka
penggunaan Water reduce Admixture yang mengandung komponen Air-entraining
admixture diperbolehkan.

6.3.3 Set Retarding Admixture

Set Retarding Admixtures digunakan sebagai aditif yang berfungsi meningkatkan waktu
pengerasan (setting time). Set Retarding Admixtures dapat digunakan secara kompatibel
dengan Air-entraining admixtures dan ditambahkan pada beton dengan cara yang sama
dengan Air-entraining admixtures. Kuantitas dari Set Retarding Admixtures yang digunakan
harus mematuhi spesifikasi pabrik pembuatnya dan mendapat persetujuan dari Direksi.

6.3.4 Water Reducing / Retarding Admixture

Water reducing atau Retarding Admixtures digunakan sebagai aditif yang berfungsi mengurangi
jumlah air pencampur sampai sekitar 10 persen dan meningkatkan waktu setting sekitar 2 jam
jika beton memiliki temperatur 22° C.

Water reducing atau Retarding Admixtures dapat digunakan bersama dengan Air-Entraining
Admixtures. Kuantitas dari Water-Reducing atau Retarding Admixtures yang digunakan harus
mematuhi spesifikasi pabrik pembuatnya dan mendapat persetujuan dari Direksi.

6.3.5 Plasticizer Admixture

Plasticizer Admixture (termasuk Superplasticizers) bila digunakan untuk campuran beton


encer atau sementasi grout akan berfungsi sebagai aditif yang akan meningkatkan daya
kerja campuran beton encer sehingga mampu meningkatkan kemampuan injeksi campuran
beton encer atau sementasi grout.

6.3.6 Set Accelerator Admixture

Set Accelerator Admixtures untuk beton, mortar atau grout sebagai aditif yang akan
mempercepat pengerasan dan meningkatkan kuat tekan beton dalam waktu 7 (tujuh) hari
dari waktu normal 28 (dua puluh delapan) hari.

ST - VI - 4
6.3.7 Fast Accelerator Admixture

Fast Accelerator Admixtures untuk shotcrete, gunite dan pneumatically applied mortar
digunakan sebagai aditif yang dapat mempercepat waktu pengerasan dan meningkatkan
kemampuan kedap air beton, khusus di desain untuk shotcrete dan sejenis pneumatically
applied material.

6.3.8 Persetujuan dan Test Admixture

Penyedia Jasa harus menunjukkan kepada Direksi dokumen yang berisi spesifikasi dan
penjelasan mengenai admixture yang akan digunakan, yang meliputi spesifikasi dari pabrik,
petunjuk penggunaan, rekomendasi penggunaan dan sebagainya, beserta contoh adimxture
bila diminta oleh Direksi.

Dengan instruksi dari Direksi, Penyedia Jasa harus menyediakan dokumentasi dan contoh
untuk produk admixture sejenis minimal dari 3 (tiga) perusahaan admixture yang memiliki
reputasi dan pengakuan internasional dalam pencampuran beton. Perusahaan Admixture
tersebut harus dapat menunjukkan dokumentasi sebagai bukti bahwa produknya telah
dipasarkan dan digunakan dalam berbagai pekerjaan besar. Contoh-contoh admixture yang
diserahkan paling tidak harus cukup untuk pengujian 50 silinder tes beton atau kubus yang
sesuai dengan setiap tipe admixture.

Bila diperintahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus melakukan uji kemampuan admixture
di laboratorium beton di lapangan dengan pengawasan Direksi. Sampel admixture
digunakan sesuai dengan petunjuk perusahaan pembuatnya. Evaluasi hasil tes dan
keputusan penggunaan admixture sesuai dengan persetujuan Direksi.

Bila penggunaan admixture diijinkan, Direksi berhak untuk setiap saat memvariasi proporsi
admixture yang akan digunakan atau menunda penggunaan admixture tertentu. Direksi
juga berhak menentukan penggunaan admixture tertentu dengan proporsi sesuai dengan
kebutuhan yang dianggapnya cukup. Admixture yang mengandung calsium clorida tidak diijinkan.

6.3.9 Penyimpanan dan Penanganan Admixture

Semua admixture beton yang dibawa ke lokasi harus dilengkapi dengan sertifikasi kualitas dan
pengujian dari perusahaan untuk di sampaikan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan .
Admixture bentuk cair dan tepung untuk beton disimpan dalam wadah tahan air yang sesuai
dengan persyaratan tertentu untuk mencegah penyerapan air.

Penyimpanan admixture harus diatur sedemikian rupa sehingga material-material yang akan
digunakan dalam urutan seperti pada saat admixture datang ke lokasi. Kotak-kotak admixture harus
memiliki tanggal kedaluarsa dan ditempatkan pada posisi di kontainer yang mudah dilihat, dan
dicatat pada buku stok (inventory). Jumlah admixture dalam gudang penyimpanan harus dalam
jumlah yang memadai sehingga tidak mengganggu proses pembetonan.

Tidak diperbolehkan menyimpan admixture di lapangan lebih dari 6 (enam) bulan, penggunaannya
setelah itu harus melalui uji yang sesuai dengan spesifikasi dan standamya serta mendapat
persetujuan dari Direksi.

Jika masa kadaluarsa admixture telah lewat, kontainer admixture harus disingkirkan atau admixture
telah mengalami kontaminasi oleh udara yang lembab, selama transportasi, penanganan, atau
penyimpanan, admixture harus dipindahkan dan diganti dengan biaya dari Penyedia Jasa.

ST - VI - 5
6.3.10 Pembayaran

Tidak ada pembayaran secara terpisah dengan aturan khusus dalam pasal ini. Semua biaya yang
berkait dengan admixture termasuk biaya seluruh tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan
residental pengantaran, penanganan, pencampuran dan batching, sisa-sisa dan kehilangan (losses)
harus sudah termasuk kedalam harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga untuk item-item
beton yang sesuai, mortar, pneumatically applied mortar, gunite, shotcrete, grout atau material-
material lainnya dimana admixture digunakan.

6.4 Agregat

6.4.1 Umum

Penyedia Jasa akan bertanggung jawab untuk pengadaan semua agregat untuk beton bertulang,
beton masif (mass concrete), shotcrete dalam jumlah cukup dan kualitas sesuai persyaratan.

Biaya pengadaan agregat sudah termasuk dalam Harga Satuan sesuai dalam Daftar Kuantitas dan
Harga untuk bermacam-macam kualitas beton yang akan dibuat, Harga Satuan juga harus sudah
termasuk biaya Penyedia Jasa untuk penggalian, penyimpanan, pengangkutan material agregat dan
semua tenaga, alat, fasilitas dan kemungkinan tak terduga selama proses pengadaan agregat.
Penyedia Jasa tidak boleh meminta tambahan biaya setiap material terbuang di lokasi quarry atau
tambahan pekerjaan selama proses pengadaan agregat yang diperlukan menurut spesifikasi
termasuk pengelompokan material menurut gradasinya, kelebihan material yang diminta untuk
dipisahkan menurut gradasinya dan material yang harus dibuang karena tidak memenuhi spesifikasi
yang ditentukan.

6.4.2 Sumber dari Material Agregat

Material untuk produksi agregat kasar dan halus yang diperoleh dari area pengambilan
harus sesuai dengan rencana atau dengan persetujuan Direksi. Penyelidikan lokasi untuk
quarry agregat kasar dan halus yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bahan untuk
produksi material kasar dan halus untuk campuran beton tersedia dalam jumlah yang
cukup. Bila dalam kondisi tertentu jumlah agregat dari quarry tidak mencukupi, maka
material agregat yang sesuai bisa didapat dari pemecahan batu dengan lokasi yang
disetujui Direksi.

Jika material untuk agregat yang diajukan oleh Penyedia Jasa akan diambilkan dari sumber
lain selain dari lokasi yang telah ditentukan, maka harus dilakukan pengujian agregat
dengan mengirimkan contoh agregat seberat 50 kg untuk setiap type dan ukuran agregat
halus dan agregat kasar yang dipakai dalam pekerjaan paling lambat satu (1) bulan
sebelum material tersebut dipakai. Biaya semua test material dibebankan pada Penyedia
Jasa.

Penyedia Jasa harus memperoleh ijin yang diperlukan dari pihak yang berwenang
berkenaan dengan proses pengambilan agregat di quarry, dan membayar semua biaya yang
berhubungan dengannya dan mematuhi operasional di tempat pengambilan, pemilik
proyek akan membantu Penyedia Jasa dalam membuat rencana dan mendapatkan ijin yang
diperlukan.

6.4.3 Pengolahan Agregat

Pengolahan dari material kasar untuk agregat sudah termasuk proses antara lain,
pemilihan, pemecahan, penyaringan, pengayakan, pencucian dan pencampuran untuk
menghasilkan agregat halus dan kasar yang memenuhi spesifikasi. Semua metode proses,
alat dan fasilitas yang ada dilokasi pengolahan harus disetujui oleh Direksi.

ST - VI - 6
Jika material buatan (pemecahan) dan alam (tidak pecah) diperlukan untuk dicampur agar
didapatkan gradasi yang diperlukan, maka material tersebut harus dicampur secara
seragam. Proses pemecahan dan pencampuran, jumlah material yang dipecah dan
dicampur harus mendapat persetujuan dari Direksi. Fasilitas pengolahan untuk
memproduksi agregat yang memadai dan dapat memenuhi penyediaan agregat sesuai
jadwal konstruksi harus disediakan oleh Penyedia Jasa.

Fasilitas pengolahan agregat harus lengkap yang antara lain terdiri dari peralatan
pemecahan, penyaringan, pengayakan, pencucian, pengelompokan dan pemisahan,
penyimpanan, pemanfaatan dan pengiriman agregat untuk proses pencampuran beton.

Penyedia Jasa harus menyediakan ruangan di fasilitas pengolahan agregat seluas tidak
kurang dari 20 m2 diperuntukkan bagi Direksi. Ruangan tersebut harus dilengkapi Air
Conditioning, fasilitas listrik dan air dan sarana sanitasi.

Rencana detail dan spesifkasi fasilitas pengolahan agregat termasuk gambar, data kapasitas
produksi dan diagram alir proses pengolahan agregat harus diserahkan dan disetujui Direksi.

Diagram alir harus dapat memberikan data kapasitas produksi untuk bermacam-macam
ukuran dan data volume agregat stokpile termasuk jumlah dan jenis peralatan yang
digunakan dalam pengangkutan agregat menuju lokasi pencampuran beton. Fasilitas
pengolahan agregat harus beroperasi secara memadai sesuai dengan skedul pekerjaan beton,
termasuk untuk memenuhi uji agregat sesuai spesifikasi pasal 6.7 bagian ini.

6.4.4 Agregat Halus

Adalah agregat dengan ukuran partikel maksimum lima (5) milimeter. Pengadaan agregat
halus untuk beton dan mortar harus dilakukan oleh Penyedia Jasa dan merupakan material
pasir alam atau material pasir buatan (hasil pemecahan). Agregat halus harus mengikuti
standar ASTM C33 kecuali kalau ditentukan lain. Semua agregat halus yang akan digunakan
harus mendapat persetujuan Direksi. Penyedia Jasa harus melakukan tes laboratorium sesuai
dengan pasal 6.7 untuk semua material agregat halus sebelum meminta persetujuan Direksi
untuk digunakan. Kecuali ditentukan oIeh Direksi, semua test agregat halus dilakukan di
laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi dan hasil dari setiap tes harus dikirim ke
Direksi untuk dimintakan persetujuan selambat-lambatnya tiga puluh (30) hari sebelum
digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Agregat halus harus memiliki sifat keras, padat, kuat, merupakan partikel pasir atau pecahan
batu sesuai persyaratan gradasi dan harus bebas dari humus, lumpur, lempung, dan zat
organik atau perusak lain.

Agregat halus harus bebas dari partikel yang mudah hancur dan mempunyai bentuk yang
bagus yakni memiliki dimensi maksimum tidak lebih besar dari tiga kali dimensi minimum.
Agregat halus harus dikirim ke lokasi pencampuran beton dengan kadar air tetap dan
gradasinya seragam, dan tidak boleh lebih dari 6% berat keringnya dan perubahan kadar air
agregat halus yang dikirim dari fasilitas pengolahan agregat harus berkisar 2% setiap satu
sesi pekerjaan pencampuran. Jika material agregat halus diambil dari sumber berbeda maka
harus dilakukan pencampuran untuk jaga kualitas dan gradasinya dalam setiap pekerjaan
pencampuran beton.
Agregat halus harus mempunyai kualitas baik sesuai dengan Unifed Soil Classification System
dan kecuali ditentukan lain oleh Direksi, gradasi agregat halus harus mengikuti standar ASTM
C 136 sesuai untuk keperluan pekerjaan beton.

ST - VI - 7
No. Saringan Standar Ukuran Butir Persentase berat yang lolos
ASTM (mm)

No. 3/8 9,52 100


No. 4 4,76 95-100
No.8 2,38 80-90
No. 16 1,19 60-80
No. 30 0,59 30-60
No. 50 0,30 10-30
No. 100 0,15 2-5
Fan

Batas-batas susunan agregat halus yang dimasukkan ke dalam mesin pengaduk beton
harus mempunyai modulus kehalusan (fineness modulus) antara 2,50 sampai 3,3, dan
gradasi agregat halus harus dikontrol setiap saat. Nilai modulus kehalusan harus masuk
batas pada sekurang-kurangnya 9 (sembilan) contoh tes dan harus lebih dari 10 (sepuluh)
contoh tes agregat halus yang berurutan dikirim ke pengaduk, nilai modulus kehalusan
harus bervariasi antara ± 0,20 rata-rata modulus kehalusan setiap sepuluh contoh yang
dites.

Direksi dibenarkan untuk merubah nilai gradasi agregat halus yang akan dimasukkan
pengadukan beton bila dirasakan perlu, Penyedia Jasa tidak boleh meminta penambahan harga
atau biaya atas perubahan ini.

Prosentase zat kimia yang merusak dari agregat halus tidak boleh melebihi angka berikut :

Prosentase
Item
Berat

Bongkahan Lempung 1,00


Material Lolos ayakan No. 200 3,0 (1)
Material Tertahan ayakan No. 50 dan mengapung 0,5
dalam cairan dengan berat jenis 1,95

(1) Jika material lebih halus dari ayakan no 200 terdiri dari abu batu bebas dari lempung
atau lumpur, prosentase mungkin bertambah sampai 5.0
(2) Jumlah prosentase dari semua kotoran zat kimia yang dikirim ke pengadukan agar
tidak lebih dari tiga persen (3%) dari berat, atau lima persen (5%) sesuai dengan (1)

Agregat halus ditolak jika :


a. Warna hasil produksi lebih gelap dari standar dalam test colorimetric untuk kotoran
organik (ASTM C 40)
b. Berat jenis (dalam dasar berat kering jenuh permukaan) dibawah 2,60 (ASTM C 128)
c. Kehilangan lebih besar 10 % berat butir tertahan pada ayakan No 50 jika lima (5)
siklus untuk test kekuatan dengan sodium sulfate sesuai dengan ASTM C 88.

6.4.5 Agregat Kasar

Adalah agregat dengan ukuran partikel minimum lima (5) milimeter sampai dengan ukuran
partikel terbesar yang akan disyaratkan untuk digunakan pencampuran beton. Pengadaan

ST - VI - 8
aggregat kasar dilakukan oleh Penyedia Jasa berupa alam atau material hasil mesin pemecah
tergantung pada mutu beton sesuai dengan persetujuan dari Direksi.

Agregat kasar harus merujuk pada syarat standar ASTM C33 kecuali disyaratkan lain oleh
Direksi. Penyedia Jasa harus melakukan tes laboratorium sesuai dengan pasal 6.7 untuk semua
material agregat kasar sebelum meminta persetujuan Direksi untuk digunakan. Kecuali ditentukan
lain oleh Direksi, semua tes agregat kasar dilakukan di laboratorium lapangan dengan pengawasan
Direksi dan hasil dari setiap tes harus dikirim ke Direksi untuk dimintakan persetujuan selambat-
lambatnya tigapuluh (30) hari sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Agregat kasar harus memiliki sifat keras, padat, kuat, merupakan partikel pasir atau pecahan batu
yang memenuhi semua persyaratan gradasi dan harus bebas dari humus, lumpur, lempung, dan zat
organik atau bahan perusak lain.

Agregat kasar harus bebas dari partikel yang mudah hancur clan mempunyai bentuk pipih atau
memanjang. Partikel harus mempunyai ukuran yang sesuai yakni memiliki dimensi maksimum tidak
lebih besar dari tiga kali dimensi minimum.

Gradasi Aggregat kasar ditentukan sesuai dengan standar ASTM C 136 dengan persyaratan
berikut :

Prosentase berat yang lewat (%)


Ukuran ayakan (mm) Ukuran Agregat (mm)
80 40 20
102 (4,0 in) 100 - -
76,2 (3,0 in) 90-100 - -
50,8 (2,0 in) 30-55 100 -
38,1 (1,5 in) 0-15 90-100 -
25,4 (1,0 in) 0-5 20-50 100
19,1 (3/4 in) - 0-15 90-100
9,52 (3/8 in) - 0-5 20-50
4,76 (No. 4) - 0-5

Persentase dari bahan-bahan yang tidak di ijinkan pada agregat kasar tidak melebihi nilai
berikut :

Jenis Material Prosentase Berat (%)

Lempung berpasir 0.25


Lumpur 5.0
Material yang lewat ayakan No 200 1.0(1)
Material yang tertahan pad ayakan No 50 dan
mengambang pada larutan (Bj = 2) 0.5

1. Jika material halus yang lolos ayakan No 200 terdiri dari serbuk batu yang bebas dari
lumpur dan lempung, nilai prosentase ditingkatkan menjadi 1,5
2. Jumlah prosentase seluruh material yang tidak diijinkan terkirim ke mesin pencampur tidak
melebihi 5 %.

ST - VI - 9
Agregat kasar dapat ditolak jika :

(a) Dalam Grading A Los Angeles Abration Test kehilangan melebihi 10 % berat pada
100 putaran, atau 40 % pada 500 putaran.
(b) Kehilangan berat agregat dalam tes kekuatan menggunakan larutan sodium sulphate
yang terjadi lebih besar daripada dua belas persen (12%) terhadap berat.
(c) Total prosentase berat partikel yang bentuknya tidak dikehendaki melebihi enam
puluh persen (60%). Partikel dapat dipertimbangkan memiliki bentuk yang tidak
dikehendaki jika partikel tersebut memiliki ukuran maksimum melebihi 3 kali ukuran
minimum.

Agregat kasar harus disaring melalui vibrating screen di lokasi pengayakan agregat atau di
lokasi pengambilan dan pengolahan batu. Penyaringan agregat kasar dianggap memenuhi
syarat, bila agregat kasar telah diuji dengan saringan ayakan sesuai dengan tabel berikut dan
material lolos dibawah ukuran ayakan tidak melebihi 2 % dari berat dan seluruh material akan
lolos melalui ukuran ayakan lebih besar.

Ukuran Agregat Ukuran dari pada luasan permukaan ayakan


yang direncanakan
Pengujian di bawah ukuran Pengujian diatas ukuran
10 No. 5 11 mm
20 8 mm 22 mm
40 16 mm 44 mm
80 32 mm 88 mm

6.4.6 Penanganan dan Penyimpanan Agregat

Agregat halus dan agregat kasar harus disimpan secara terpisah di lokasi pekerjaan, ini
untuk mencegah kontaminasi benda-benda asing atau bercampumya beberapa tipe dan
ukuran agregat. Agregat halus harus disimpan dalam bak tertutup. Semua fasilitas tempat
penyimpanan harus mendapat persetujuan Direksi dan mudah untuk dilakukan inspeksi.
Selama penyimpanan, penanganan dan pengangkutan agregat halus diharapkan
mempunyai keseragaman dan kadar air konstan tidak boleh lebih dari enam persen (6%)
dari berat kering; dan setiap perubahan kelembaban tidak boleh melebihi setengah persen
(0,5 %) tiap jamnya atau dua persen setiap gantian waktu kerja.

Ketersediaan agregat untuk semua ukuran harus dijaga di areal pengolahan pada setiap
waktu untuk kesinambungan pencampuran pada setiap waktu kerja dan penyelesaian setiap
pekerjaan beton selama pekerjaan berlangsung.

Agregat harus juga disimpan di lokasi pengolahan agregat sebagai cadangan agregat yang
disimpan distockpile. Ini untuk menghindari terhambatnya pencampuran akibat habisnya
persediaan agregat stockpile.

Terdapat beberapa macam metode penyimpanan, seperti ditumpuk menggunung sehingga


mungkinkan agregat mengelinding ke bawah atau penggunaan power shovel untuk proses
penyimpanan dan pengangkutan. Metode yang menyebabkan material menjadi terpisah
tidak diperbolehkan.

6.4.7 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang dilakukan untuk pekerjaan dalam sub pasal ini. Semua
biaya untuk pengadaan agregat yang dipakai untuk beton bertulang, beton masif (mass
concrete), porous concrete, rubble concrete, mortar, pneumatically applied mortar, harus

ST - VI - 10
sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk
tiap jenis pekerjaan termasuk biaya tenaga kerja, material, alat, dan fasilitas lainnya yang
dipergunakan untuk produksi agregat. Termasuk juga pembersihan dan pengupasan daerah
quarry, penggalian pengambilan, penyeleksian, pemecahan, proses pengolahan material,
pengujian dan proses pengangkutan material ke lokasi pencampuran beton.

6.5 Air

6.5.1 Umum

Air yang digunakan untuk semua pengadukan beton bertulang, beton masif (mass
concrete), shotcrete, demikian juga untuk pemeliharaan beton, proses pembersihan agregat
beton dan mencuci alat pencampuran dan pengaduk beton, membersihkan permukaan yang
kotor, harus sesuai dengan persyaratan. Air harus bersih dan bebas dari minyak,
kandungan garam, alkali, lumpur, bahan organik, atau kotoran lain seperti lempung dan
lempung halus. Kekeruhan air tidak melebihi 2000 ppm. Jumlah sulphate dalam bentuk
sulphur anhidrate tidak melebihi 1 (satu) gram per liter.

Jika air bersumber dari aliran sungai atau sumber alami, kualitas air tidak boleh melebihi
batas yang direkomendasi. Penyedia Jasa harus dapat menjamin kualitas air yang akan
digunakan dan harus meminta persetujuan Direksi untuk penggunaannya.

6.5.2 Pencampuran Air

Pencampuran air untuk membuat beton dan pencampuran material konstruksi lainnya harus
mengacu dengan persyaratan-persyaratan berikut; kadar air agregat harus juga
dipertimbangkan dalam pencampuran air dan mengacu pada standar ASTM C.70.

Temperatur air yang digunakan untuk mencampur beton dan material-material konstruksi
lainnya tidak boleh melebihi 30° C. Penyedia Jasa harus melakukan pengukuran yang
diperlukan atau dengan arahan Direksi seperti misalnya, penampungan, penyulingan,
penyimpanan, tangki-tangki penyimpanan, pipa penyalur, selang, untuk memudahkan
pengontrolan suhu pencampuran air.

Jika terpaksa atau atas instruksi Direksi, Penyedia Jasa dapat menambahkan es pada air
untuk menjaga temperatur air di bawah temperatur yang disyaratkan, cara ini diambil
dengan kondisi bahwa seluruh es harus sudah mencair sebelum pencampuran beton selesai
seluruhnya. Es yang digunakan dalam pencampuran ini tidak boleh melebihi dari 75%
terhadap total air yang digunakan.

6.5.3 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk jenis satuan ini. Semua biaya pengadaan
air yang digunakan dalam pekerjaaan beton telah termasuk dalam Harga Satuan penawaran
dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk pekerjaan beton seperti biaya untuk tenaga kerja,
material, dan peralatan serta berbagai biaya-biaya yang diperlukan untuk pengadaan air.

6.6 Pencampuran Beton

6.6.1 Komposisi

Beton terdiri dari semen portland, agregat kasar, agregat halus, air, dan additive yang telah yang
dicampur dengan baik sesuai dengan persyaratan berikut.

ST - VI - 11
6.6.2 Perbandingan Campuran dan Tipe Bahan Struktur

Perbandimgan campuran beton ditentukan oleh Direksi untuk mendapatkan kualitas baik dan nilai
ekonomis tinggi, memiliki kuat tekan tinggi, tahan lama dan mampu menahan perubahan tegangan
akibat perubahan alam dan pertimbangan lainnya.

Ukuran maksimum agregat, kuat tekan yang diijinkan, kadar semen, dan nilai slump untuk berbagai
tipe (klas) beton yang dipergunakan untuk pekerjaan konstruksi agar mengikuti ketentuan sebagai
berikut:

Ukuran Kuat Tekan Berat semen Nilai batas


Type Maksimum umur 28 hari yang diijinkan slump
(Class) agregat
mm kg/cm2 kg/cm3 cm
A (K-225) 20 225 350 7-12
B (K-225) 40 225 330 5-10
C (K-175) 20 175 300 7-12
D (K-175) 40 175 280 5-10
E (K-125) 20 125 250 7-12
F (K-125) 40 125 230 5-10

Note : Tipe/klas yang ditunjukkan dalam ( ) adalah ekuivalen dalam perencanaan catatan standard
" Peraturan Beton Bertulang Indonesia" (P.B.I), 1971 N. 1-2, yang dipublikasi Pemerintah
Republik Indonesia, Departemen PU. Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Diluar Tabel kadar semen yang telah diberikan, Direksi dapat merubah variasi kadar semen pada
satu tipe atau beberapa tipe beton selama pekerjaan konstruksi dan Penyedia Jasa tidak memiliki
hak untuk meminta tambahan biaya terhadap perubahan tersebut.

Perbandingan campuran beton dari berbagai tipe beton akan ditentukan oleh Direksi untuk
mendapatkan beton yang memiliki nilai workability yang bagus, kerapatan, kedap air, tahan lama
dan kekuatan yang disyaratkan tanpa menggunakan kadar semen yang berlebihan.

Tipe beton yang disyaratkan untuk pekerjaan khusus harus ditunjukkan dalam gambar atau
diperintahkan oleh Direksi untuk desain kuat tekan dalam berbagai tipe seperti ditampilkan dalam
tabel di atas.

Beton akan sesuai dengan persyaratan jika 80 % kuat tekannya lebih besar atau sama dengan
kuat tekan rencana yang diharapkan dan untuk menentukan kuat tekan rata-rata minimum
akan digunakan persamaan berikut :

fav = (1- v ) x fc.

Dimana :
f av = rata-rata kuat tekan minimum yang disyaratkan.
fc = kuat rencana
V = koefisien variasi

Penentuan dan perubahan proporsi adukan oleh Direksi harus diikuti oleh Penyedia Jasa
dengan mencetak dan menempatkan beton sesuai dengan persyaratan. Sebelum mengaduk
beton untuk berbagai struktur atau bagiannya Penyedia Jasa harus memastikan bahwa
campuran beton telah sesuai dengan komposisi yang dipersyaratkan, Direksi akan
mengijinkan Penyedia Jasa untuk membuat beton bila memang telah memenuhi
persyaratan.

ST - VI - 12
Penyedia Jasa harus memberitahukan Direksi jika merasa keberatan sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan pencampuran beton dan harus mengajukan alternatif penyelesaian
pekerjaan kepada Direksi untuk dimintakan persetujuannya, jika alternatif tersebut disetujui
oleh Direksi maka altematif dapat dilaksanakan dan Penyedia Jasa tidak diijinkan untuk
mengajukan tambahan biaya atas pelaksanaan alternatifnya.

Ukuran maksimum agregat kasar untuk beton pada semua bagian pekerjaan harus
menggunakan ukuran maksimum dari spesifikasi, konsolidasi dan perataan campuran beton
dilakukan dengan getaran (vibrator), kecuali spesifikasinya ditentukan lain dalam gambar
atau ditentukan oleh Direksi. Klasifikasi agregat kasar dan halus harus mengacu pada sub
pasal 6.4.

6.6.3 Beton Masif (M ass Concrete)

Kecuali ditentukan lain dalam gambar atau ditentukan oleh Direksi, beton masif harus
dibuat dengan mengikuti persyaratan untuk tipe F seperti dalam sub pasal 6.6.2 dengan
pengecualian bahwa maksimum ukuran agregat kasar yang diijinkan adalah 80 mm.
Proporsi adukan, kandungan air dan persyaratan nilai slump untuk beton masif ditentukan
oleh Direksi dengan masing-masing mengacu pada sub pasal 6.6.2 dan 6.6.3.

6.6.4 Kadar Air dan Slump

Direksi dapat menentukan nilai slump beton untuk tiap jenis dan kualitas beton dan
Penyedia Jasa menyetujuinya. Tes slump merupakan bagian dari tes rutin yang untuk
menjaga kualitas sesuai dengan "Standart Method of Slump Test for Consistency of
Portland Cement-Concrete" I C 143.

Air yang digunakan untuk pencampuran beton harus mengacu pada Pasal 6.5. Jumlah air
yang digunakan untuk beton atas persetujuan Direksi, yang menyesuaikan dengan batas
slump yang ditentukan. Hal ini ditentukan oleh Direksi karena perbandingan air dan semen
yang dicampurkan berpengaruh pada konsistensi beton. Jumlah air yang digunakan juga
tergantung pada penambahan additive, variasi kadar air dan gradasi agregat yang
dimasukkan ke dalam mixer. Penambahan air setelah beton mulai mengeras tidak diijinkan.
Konsistensi keseragaman beton dari tiap-tiap adukan sangat diperlukan.

Cek Slump harus diambil setelah concrete selesai dibuat tetapi belum mengalami
pengerasan. Direksi mungkin memerlukan slump rendah jika beton dengan slump rendah
dapat segera mengeras pada tempatnya dengan bantuan penggetaran. Penggunaan
bucket, talang (chute), corong (hopper), atau alat penyalur lain yang membuat beton slump
rendah tidak dapat segera ditempatkan tidak diijinkan. Direksi akan menentukan slump
yang layak untuk setiap tipe beton dan Penyedia Jasa harus melaksanakannya.

6.6.5 Percobaan Campuran (Trial Mixes)

Selambat-lambatnya tigapuluh (30) hari sebelum pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa harus
membuat trial mix untuk setiap tipe atau klas beton dibawah pengawasan Direksi dengan
menggunakan semua fasilitas pekerjaan yang ada di lapangan, termasuk mesin agregat,
mesin pengaduk dan mesin pencampur beton. Contoh tiap trial mixes harus diuji di
laboratorium lapangan dengan pengawasan Direksi mengacu pada pasal 6.7 dalam bab ini.
Pembuatan dan tes tiap trial mix harus dilakukan sampai mendapatkan beton yang sesuai
dengan spesifikasi yang disyaratkan.

Termasuk juga sebagai bagian dari test trial beton oleh Penyedia Jasa dengan pengarahan
Direksi adalah tes porositas beton porous seperti yang disyaratkan dalam pasal 6.6.4,

ST - VI - 13
percobaan penuangan beton dan tes-tes lain terhadap beton dan agregat yang harus
diarahkan oleh Direksi.

6.6.6 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk jenis pekerjaan ini, kecuali ada
ketentuan lain yang ditampilkan pada Daftar Kuantitas dan Harga untuk pengadaan
laboratorium lapangan, peralatan uji dan pemasangannya.

Semua pembiayaan untuk produksi dan tes trial mix yang digunakan dalam pekerjaaan
beton telah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam pada Daftar Kuantitas dan
Harga untuk berbagai bahan pekerjaan beton seperti biaya untuk tenaga kerja, material,
fasilitas pengolah, dan peralatan yang diperlukan serta berbagai biaya lain, termasuk
semua testing.

6.7 Test Beton dan Material Beton

6.7.1 Umum

Kecuali ditentukan oleh Direksi, contoh dan uji material beton, adukan beton (fresh concrete)
dan beton yang sudah keras, harus dilakukan Penyedia Jasa, pengujian dilakukan di
laboratorium lapangan dibawah arahan Direksi sesuai dengan standard ASTM terakhir atau atas
persetujuan Direksi.

6.7.2 Kontrol dan Penerimaan Hasil Test

Penyedia Jasa harus melaksanakan tes secara rutin dari berbagai tipe beton selama
produksi dan pengecoran untuk menentukan kuat tekan, slump, kadar udara, berat jenis,
serta tes pada material agregat dan juga tes lainnya dengan arahan Direksi. Tes tersebut
antara lain:

Uraian Test Nomor Acuan Test

Test Beton :
Contoh Beton ASTM C 172; ASTM C 42
Kuat Tekan ASTM C 39; ASTM C 192
Slump ASTM C 143
Kandungan Udara ASTM C 231
Berat Jenis ASTM C 138

Test Agregate :
Gradasi ASTM C 136
Material lolos saringan No 200 ASTM C 117
Kelembaban permukaan ASTM C 70
Kotoran Organis ASTM C 40
Uji Kekerasan Na2SO4 ASTM C 88
Abrasi Los Angeles ASTM C 131, ASTM C 535
Berat Jenis ASTM C 29
Specific Grafity / Absorpsi ASTM C 127, ASTM C 128

Jumlah dan frekuensi tes untuk kontrol ditentukan oleh Direksi, pelaksanaan tiap tes
tidak boleh kurang dari frekuensi yang diperlihatkan pada tabel di bawah ini.

ST - VI - 14
Test No. Test Lokasi Pengambilan

Test Gradasi 2 x Sebulan Stockpile,Bin, Silo


Agregat Kasar

Test Gradasi 3 x Sebulan Stockpile, Bin, Silo


Agregat Halus

Test Pencemaran Organik 1 x Seminggu Batching Plan


Agregat Halus

Kuat Tekan Beton


Satu Kali setiap 200 m3 Mixing Plant atau
Beton atau tidak lokasi pengecoran,
kurang dari pada satu dengan arahan Direksi
test setiap satu shift
pengecoran

Pengukuran Kelembaban 2 x sehari atau sesuai Batching plant


Permukaan Agregat Halus dengan arahan Direksi

Test Slump Beton Satu Kali pengujian


saat pengecoran;
kemudian 1 test tiap lokasi pengecoran
jam

Penambahan frekuensi pengujian untuk Beton Baru (fresh Concrete) dilakukan dalam
kondisi tertentu dan tidak dibatasi waktu, misalnya bila kadar air agregat halus mengalami
fluktuasi. Waktu dan frekuensi pengujian akan ditentukan oleh Direksi dan Penyedia Jasa
tidak boleh meminta tambahan biaya untuk pengujian yang dimaksud. Hasil-hasil pengujian
harus diserahkan kepada Direksi dalam form yang telah disetujui dalam periode waktu yang
telah ditentukan oleh Direksi.

Direksi akan melaksanakan pengujian sendiri terhadap bahan-bahan beton, campuran


beton baru dan beton yang telah mengeras jika dianggap perlu. Penyedia Jasa harus secara
penuh bekerjasama dan membantu Direksi untuk setiap pelaksanaan pekerjaan. Pengujian
kuat tekan beton ditentukan melalui test silinder dengan dimensi 15 cm x 30 cm tinggi.
Kandungan agregat kasar yang lebih besar dari 40 mm harus dipisahkan melalui ayakan
sebelum test silinder dilakukan.

Bila disetujui oleh Direksi, pengontrolan untuk pengujian kuat tekan beton dibuat untuk
korelasi antara 7 hari dan 28 hari. Setelah korelasi tersebut disepakati, hasil pada pengujian
7 hari akan dipakai sebagai indeks kuat tekan umur beton 28 hari. Jika hasil pengujian
umur 7 hari memperlihatkan kuat tekan yang terlalu rendah, koreksi akan dilakukan dengan
persetujuan direksi tanpa menunggu hasil pengujian 28 hari.

Direksi juga akan mengarahkan pelaksanaan pengujian tambahan selama pekerjaan


berlangsung dalam interval yang telah ditentukan berdasarkan kemajuan pekerjaan.
Beberapa pengujian akan diarahkan oleh Direksi yang antara lain sebagai berikut :

- Test permeabilitas
- Kuat lentur
- Modulus elastisitas statis
- Modulus elastisitas dinamis
- Workability dengan metoda Kelly Ball Penetrasi

ST - VI - 15
- Workability dengan pembacaan alat konsistometer
- Bleeding
- Seting time dengan penetration resistance
- Ketahanan aus beton
- Kuat tarik beton dengan baja tulangan

Sampel akan dibutuhkan seperti seluruh bahan beton dan plastic concrete disekitar tempat
mesin pengadukan dan di tempat beton dicetak. Alat pengadukan (batching plant) akan
dirakit dengan contoh peralatan dan fasilitas-fasilitas yang telah mendapat persetujuan dari
Direksi selama persiapan, penanganan dan pengangkutan contoh air, es (jika dibutuhkan),
semen, agregat, additive dan plastic concrete.

Contoh alat-alat yang sering digunakan harus didisain untuk menjamin bahwa contoh yang
mewakili dalam ukuran yang diperlukan dapat dipersiapkan dengan mudah untuk
meminimalkan gangguan selama proses produksi beton. Penyedia Jasa harus menyediakan
semua jenis peralatan, fasilitas, bahan dan tenaga bila diperlukan untuk produksi,
pemeliharaan, penanganan, pengujian dan semua type dari test benda uji yang belum
disebutkan untuk pengujian yang dijelaskan dalam sub pasal ini. Penyedia Jasa akan
memikul semua biaya-biaya yang berhubungan dengan tambahan fasilitas, contoh dan
persiapannya termasuk semua tenaga kerja, alat-alat, dan biaya tidak terduga. Penyedia
Jasa tidak dibenarkan untuk melakukan penagihan terhadap penundaan dan biaya yang
terjadi dalam tambahan test tersebut.

Dalam penambahan untuk test laboratorium di lapangan Penyedia Jasa harus menyediakan
tempat kedap air, anti karat, ruang untuk menduga hasil test, pada area pengolahan yang
digunakan oleh Direksi. Luasan minimum ruangan sesuai dengan perintah Direksi, dan
dapat diletakan berdekatan dengan alat. Ruangan dilengkapi dengan meja tulis, sesuai
yang disyaratkan Direksi dimana harus dipasang pipa untuk bak yang berhubungan dengan
pembuangan, air bersih, tenaga listrik, sakelar, dan lampu. Desain tata letak dan lokasi
agar diberikan ke Direksi untuk disetujui dan semua biaya yang diakibatkannya dari
pembuatan ruangan agar dimasukkan dalam harga lumpsum dari penawaran laboratorium
lapangan dalam daftar kuantitas.

Penyedia Jasa harus menunjuk seorang Tenaga Teknik untuk melakukan test,
berpengalaman di teknologi beton, dan tidak kurang dari lima (5) tahun aktif di
laboratorium dengan latar belakang proyek konstruksi Teknik sipil, untuk mengawasi
aktivitas testing di laboratorium. Direksi bertanggung jawab untuk menandatangani semua
dokumen atas nama Penyedia Jasa yang berkaitan dengan aktivitas laboratorium.

6.7.3 Lampiran Hasil Test

Apabila hasil test kuat tekan yang dihasilkan oleh test rutin beton tidak sesuai dengan
ketentuan yang disyaratkan, Direksi berhak memerintahkan satu atau lebih tambahan test
dengan mengikuti aturan dengan menggunakan :

a. Tes untuk cadangan contoh silinder yang dibuat jika kekuatan yang diinginkan tidak
tercapai.
b. Pengambilan dan tes dengan mengambil contoh beton yang sudah mengeras dari
bagian pekerjaan struktur. Dilakukan tes kuat tekan atau yang sejenis dan dapat
memberikan hasil yang baik tiap sampel dapat diambil dan dites dengan mengikuti
yang disyaratkan ASTM C 42 .
c. Kemampuan dimana dimungkinkan beban tes dalam struktur atau bagian yang
dilakukan tes kuat tekan atau tes yang sejenis harus mendapatkan hasil yang
memuaskan . Setiap tes yang dilakukan agar tidak merusak dan hanya atas perintah
Direksi

ST - VI - 16
d. Tes spesial lainnya mungkin diperintahkan oleh Direksi secara khusus dengan melihat
kasus perkasus.

Setiap tes tambahan semata mata merupakan kebijaksanaan Direksi. Jika setelah
pelaksanaan tiap tes tambahan, Direksi menyatakan beton struktur tidak sesuai dengan
kualitas yang disyaratkan dia dapat meminta perkuatan atau penggantian dari seluruh
bagian struktur atau bagian beton yang diwakili oleh hasil pengujian yang rusak atau
beberapa bagian lainnya dari pekerjaan, keamanannya, dalam opininya, yang diduga
kekuatannya telah rusak, atau salah satu dari sifat beton yang tidak dapat diterima atau
hasil usaha-usaha perbaikan.

Perolehan hasil positif dari beberapa hasil pengujian tidak akan diperlukan untuk
memastikan bisa diterimanya atau disetujuinya jenis pekerjaan beton secara khusus dan
Direksi berhak menolak atau menyetujui beberapa pekerjaan beton atau sebagiannya
terhadap hasil dari pengujian rutin yang telah disyaratkan.

Keseluruhan biaya terhadap beberapa pengujian tambahan seperti biaya perbaikan,


penguatan, atau pembongkaran dan penambalan dari pekerjaan beton atau bagian akan
menjadi tanggungan Penyedia Jasa bila temyata bahwa beton yang telah dicor setelah
berumur 28 hari memiliki kekuatan kurang dari yang disyaratkan.

6.7.4 Pembayaran

Tidak ada pembayaran yang terpisah terhadap benda uji dan pengujian beton dan bahan-
bahan beton dan biaya-biaya pengawasan, tenaga kerja dan biaya tak terduga sudah
termasuk pada harga satuan dalam daftar kuantitas. Biaya pemeliharaan untuk
laboratorium lapangan sudah termasuk harga lump sum penawaran dalam Bab I "Fasilitas
Konstruksi Sementara" dari spesifikasi teknis ini.

6.8 Pengadukan dan Pencampuran

6.8.1 Umum

Penyedia Jasa berkewajiban menyediakan alat pencampur otomatis dengan biaya minimum
yang memiliki kapasitas produksi sesuai dengan jadwal pekerjaan beton. Mesin dan alat
harus mampu menggabungkan campuran dari agregat kasar dan halus, semen, air dan zat
tambahan, menjadi campuran yang seragam tanpa terlepas.

Mesin pencampur harus direncanakan untuk dapat mencampur beberapa kelas beton tanpa
mengalami hambatan. Sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum rencana pengadaan alat dan
pengangkutannya Penyedia Jasa diharuskan mengirim kepada Direksi gambar yang
memperlihatkan pengaturan secara umum, pemasangan di lapangan, dan gambaran rinci
mengenai peralatan yang akan digunakan.

Telepon dan radio komunikasi harus dipasang antara tempat pengecoran dan pencarnpuran
sehingga mungkinkan penanganan permasalahan dan kejadian - kejadian secara cepat. Alat
pencampur otomatis didefinisikan bahwa mesin pencampur dan peralatan dilengkapi dengan alat
otomatis yang disyaratkan sebagai berikut :

a. Pencampuran berikutnya baru dapat dilaksanakan bila mesin pencampur telah kosong.

b. Semen aggregat, air dan tambahan bahan lainnya harus secara otomatis tercampur.
c. Mekanisme pengaliran untuk pengadukan tidak dapat dioperasikan sampai waktu
pengadukan yang diperlukan tercapai.

ST - VI - 17
Peralatan pencampuran dan pengadukan semen dapat dipasang, diuji dan siap beroperasi 60 hari
sebelum waktu mulai pengecoran beton. Ijin tes laboratrium trial mixes sesuai persyaratan pada sub
pasal 6.6.5 dari pasal ini.

6.8.2 Batching

Penyedia Jasa agar memasang, memelihara dan mengoperasikan alat pengadukan sesuai dengan
keperluannya menurut persyaratan yang ditetapkan untuk pengukuran dan kontrol persyaratan
yang diijinkan, menampilkan jumlah variasi material termasuk air, semen, admixtures, agregat halus
dan tiap ukuran agregat kasar yang dipergunakan untuk variasi tipe beton .

1. Batching
Timbangan Berat individual harus disediakan untuk tiap material kecuali material cair
mungkin ditimbang dengan volume, dalam keperluan semua pekerjaan yang dibutuhkan
lebih dari besar dari pemisahan kelompok ukuran dari aggregat kasar. Komulatif berat
timbangan mungkin disediakan selama keperluan proyek memerlukan tidak lebih dari dua
pemisahan ukuran dari aggregat kasar, diperlukan timbangan semen dan pemisahannya dari
agregat.

Instansi pengolahan agar mempunyai kontrol otomatis yang siap digunakan, penambahan
untuk perubahan kadar air dari aggregat dan perubahan berat material yang ditumpuk. Alat
pengadukan harus ditambahkan untuk jumlah " free tile " di atas tempat dari adukan pada
saat selesai dapat mati secara otomatis.

2. Berat unit
Setiap saat pengiriman aggregat dan semen ke dalam isi campuran hopper harus mempunyai
berat satuan dan dapat masuk dengan layak, memancar, dapat menunjukkan secara
langsung dalam satuan kilogram, jika terdapat indikasi skala dari setiap alat timbangan yang
beroperasi, dari nol sampai kapasitas penuh atau dapat termasuk indikator kelebihan dan
kekurangan itu dapat dilihat pada sekala timbang beban dan setiap balok pengatur.
Indikator agar mempunyai alat yang dapat menunjukkan kelebihan, sampai dengan lima
persen (5%) dari total kapasitas balok.

Semen dan air harus ditimbang dalam tempat tersendiri dan berat yang dimiliki ditunjukan
pada skala tersendiri. Timbangan harus dipelihara ketelitiannya sampai setengah persent
(0.5 %) dapat keluar dari batas yang sebenarnya.

Penyedia Jasa harus menyediakan test berat standart dan tiap alat bantu lain yang diperlukan
untuk melakukan cek kemampuan dari tiap timbangan, pengukuran dan alat pencatat. Test
berkala harus dibawa keluar, yang dilakukan dalam pengawasan Wakil Direksi, dalam setiap
perlakuan dan setiap periode yang mungkin diperintahkan oleh Direksi. Dalam melengkapi
setiap cek test, dan sebelum dipergunakan menimbang, pengukuran, atau alat pencatat,
setiap penyesuaian, perbaikan atau pemindahan, yang mungkin diperlukan untuk
mendapatkan hasil yang baik harus dilakukan oleh Penyedia Jasa.

3. Pengukuran Air
Air harus diukur dengan berat atau dengan volume. Peralatan untuk mengukur dan
pengiriman air ke adukan tidak diijinkan terjadi kebocoran kalau keran tertutup. Katup
pengisian dan katup pengaliran untuk tangki air saling berhubungan sehingga katup
pengaliran tidak dapat dibuka sebelum katup pengisian di tutup. Saluran yang membawa air
ke peralatan pencampur harus cukup mampu menjaga panas sampai batas yang diinginkan
dan kenaikan temperatur air di udara panas.

4 Penyaluran Additive
Peralatan pengadukan agar dilengkapi alat untuk mengukur dan menampung additive
kedalam tiap campuran. Alat tersebut harus tersambung dengan peralatan pengadukan dan

ST - VI - 18
kontrol pengaliran air, sehingga adukan dan pengaliran additive akan berjalan secara
otomatis. Peralatan harus mampu untuk memperkirakan perubahan / variasi jumlah dari
additive ke dalam adukan. Mesin pengolah harus direncanakan otomatis untuk 3 type
additive yang berbeda.

5. Alat Pencatat
Keakuratan alat pencatat grafik otomatis sangat diharapkan. Unit alat pencatat semua harus
dikalibrasi dalam satuan kilogram dan lengkap dengan kotak dalam cabinet tunggal yang
dapat dilakukan penguncian.

Pencatatan agar dicetak atau grafik rekaman otomatis tampak dalam grafik tunggal atau pita
rekaman, yang menunjukkan berat material adukan, sebelum dikirim ke pencampur. Grafik
atau pita rekaman agar memperlihatkan jangka waktu tidak lebih dari lima (5) menit.
Grafik atau pita rekaman harus jelas untuk tiap adukan mungkin bersifat permanent dan
variasi itu dalam timbangan adukan dapat diamati. semua hasil yang telah sah dicatat harus
diberikan ke Direksi dan setelah itu disampaikan pada Pengguna Jasa.

6. Batas akurasi
Alat pengadukan harus dipelihara dan dioperasikan sehingga dapat memberikan hasil yang
teliti dan pengukuran material tidak akan melewati dari batasan yang diberikan pada tabel :

Material Prosentase (dari berat)


Semen 1,0
Air 1,0
Agregat 2,0
Additive 2,0

Semen dalam kemasan kantong yang berat bersihnya sudah tertera tidak perlu ditimbang
secara rutin dimana hanya berdasarkan perintah Direksi untuk melakukan cek secara
mendadak.

6.8.3 Pencampuran

Penyedia Jasa agar memasang, memelihara dan mengoperasikan alat pencampuran sesuai dengan
persyaratan yang diperlukan disini yang mana kebenaran dan keseragaman adukan sesuai jumlah
yang dibutuhkan untuk bahan beton sesuai dengan variasi tipe beton.

1. Pencampuran :
Pencampuran untuk beton harus menggunakan pencampuran yang dapat beroperasi tetap,
salah satu dari type miring atau type yang tidak miring, untuk rencana yang disetujui Direksi.
Jika digunakan tempat pengadukan jenis pan, itu dapat disediakan kikisan dan yang dapat
dilipat.

Pencampuran tidak boleh melebihi dari kapasitas yang dijinkan oleh pembuat. Direksi dapat
memerintahkan penyesuaian kapasitas adukan sesuai ukuran dimana kemampuan campuran
telah diperlihatkan dan itu perlu untuk menjaga kemampuan. Campuran harus mampu
dilakukan kombinasi material dalam campuran yang seragam tanpa terjadi pemisahan.
Adukan tangan tidak boleh digunakan untuk beton yang dipakai untuk pekerjaan permanen.

2. Kemampuan Campuran
Direksi dapat melakukan test efisiensi campuran untuk tiap kelas beton secepatnya sampai
alat itu dalam kondisi siap beroperasi. Setiap selesai melakukan periode adukan, tiga contoh
dari beton harus diambil, satu pada bagian awal, satu pada pertengahan dan satu bagian
akhir menjelang selesai adukan. Contoh ini agar di cek dengan mengikuti satu keseragaman :

- Variasi dari rata - rata kadar udara tidak lebih dari 0,5 persen

ST - VI - 19
- Variasi dari rata-rata kadar air semen tidak boleh melewati 10 persen
- Variasi dari rata-rata berat satuan tidak boleh melebihi 0,8 persen
- Variasi dari agregat kasar tertahan dalam saringan nomor empat tidak boleh melebihi
5 persen.

3. Waktu Pencampuran
Waktu minimum campuran untuk tiap adukan dari beton harus diikuti, pengukuran dari
waktu dimana semua material di dalam drum campuran, diikuti pencampuran semua air,
harus dimasukkan satu sampai empat kali pengadukan :

Waktu minimum adukan dalam detik


Kapasitas dari mixer (m3)
Mixer tipe pan Mixer tipe drum
Kurang dari 1 60 90
1 sampai 3 100 120
lebih dari 3 120 150
Waktu pencampuran minimum ini tergantung pada material yang tergantung pada cara
material sampai ke mixer, dimana disediakan fasilitas yang efisien dan dapat dioperasikan
dengan cepat sesuai rencana. Waktu pencampuran yang khusus hanya atas perintah Direksi
setelah kemampuan efisiensi mixer terbukti terlebih dahulu.

Waktu adukan harus diatas dari batas waktu minimum yang disetujui Direksi, dimana setiap
pertambahan perlu menjamin dari keseragaman yang diperlukan dan ketepatan dari beton,
atau dimana test dari contoh beton diambil dari depan,tengah, dan belakang dari yang
diperlihatkan oleh campuran mempunyai perbedaan 10 persen dari kadar pasir
/semen atau kadar air semen.

Pencampur (mixer) harus dilengkapi dengan alat yang diperbolehkan untuk mengunci
mekanisme pengaliran sampai waktu untuk pencampuran yang diperlukan selesai.
Ketentuan ini juga harus dilakukan untuk menjamin agar setiap adukan dialirkan
sampai selesai sebelum pencampur (mixer) digunakan lagi.

4. Pemeliharaan
Mixer harus selalu dipelihara untuk menjaga kondisi yang baik dan mixer drum harus
bebas dari mortar yang mengeras. Setiap mixer, setiap waktu tidak boleh
menghasilkan produksi yang tidak baik, kebocoran mortar, atau menyebabkan
material terbuang, penggunaan mixer tersebut harus segera dihentikan sampai
perbaikan selesai.

6.8.4 Penolakan dari Campuran

Direksi dibenarkan untuk melakukan penolakan dari campuran beton untuk setiap keadaan
:
a. Jika pencampuran tidak dikerjakan setelah 30 menit adukan semen dan agregat
dicampur.
b. Jika lebih dari 30 menit setelah berhenti antara selesainya adukan dan kenyataan
pengecoran beton tanpa diaduk lagi.
c. Jika lebih dari satu jam setelah selesai antara pemasukan semen ke agregat dan
pengecoran beton di lapangan belum selesai.
d. Jika proporsi campuran tidak sesuai dengan persyaratan.

Direksi dibenarkan untuk menahan untuk waktu tertentu, dalam kasus (a), (b), atau (c)
lebih lanjut, jika udara panas atau kondisi lain yang dapat menyebabkan waktu pengikatan
beton lebih cepat. Tidak ada beton yang sudah ditolak oleh Direksi dapat dipergunakan
dalam semua bagian pekerjaan permanen. Beton yang mulai mengeras, tidak diijinkan
untuk diaduk ulang atau tanpa penambahan agregat air semen. Beton yang ditolak oleh

ST - VI - 20
Direksi harus ditaruh dengan cara yang disetujui dan diletakkan dengan biaya dai Penyedia
Jasa.

6.8.5 Pembayaran

Tidak ada pembayaran yang dibuat khusus dari persyaratan dalam pasal ini. Semua biaya
untuk adukan dan pencampuran dari beton sudah termasuk dalam harga satuan seperti
dalam daftar kuantitas dari berbagai bagian pekerjaan beton, setiap biaya harus sudah
mencakup untuk keperluan tenaga, material, alat pengolah, dan peralatan yang diperlukan
dan biaya lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan pada pasal ini,
semuanya termasuk dalam test dan laporan persiapan.

6.9 Penanganan dan Pengangkutan Beton

6.9.1 Umum

Beton harus diangkut dari pencampur (mixer) ke tempat lokasi pengecoran dan selanjutnya
dituangkan secepat mungkin dengan metode yang tepat yang mana dapat mencegah
segregasi, berkurangnya kandungan beton atau rusak karena cuaca dan diletakkan sedekat
mungkin dengan posisi akhirnya.
Waktu antara pemasukan air kedalam drum mixer dan berikut total penuangan beton dari
alat pengangkutan tidak boleh lebih dari 1 jam.

Penyedia Jasa harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk menghindari kehilangan air
yang berlebihan karena penguapan baik selama pengangkutan maupun penuangan beton.
Penambahan air ke dalam campuran untuk mengganti hilangnya kandungan air dalam
campuran beton akibat penguapan tidak diperbolehkan.
Beton dapat diangkut dengan menggunakan truk mixer dan agitator, bucket, truk, belt
conveyor (ban berjalan), pompa beton dan peralatan lainnya yang disetujui oleh Direksi.

Ukuran, desain dan kondisi peralatan pengangkutan harus diatur sedemikian rupa untuk
menjamin suplai beton yang kontinyu pada lokasi pengecoran dan penuangan dilakukan
pada lapisan horizontal yang mana lapisan sebelumnya masih lembek.

Tinggi maksimum untuk beton yang dituangkan tidak boleh melebihi 1,5 meter, kecuali jika
menggunakan peralatan yang memadai untuk membatasi dan mengontrol penuangan beton
sesuai dengan arahan dan persetujuan Direksi.

Semua peralatan pengangkutan harus ditopang secara tersendiri pada formnya.


Peralatan pengangkutan harus dijaga dari beton yang mengeras dan material asing lainnya
dan harus dibersihkan pada interval-interval waktu tertentu.

Jika beton menunjukkan adanya pemisahan (segregasi) pada saat mencapai lokasi
pengecoran dan pada saat waktu maksimum yang diijinkan belum tercapai beton dapat
diaduk lagi dengan alat mekanik disekitar tempat penuangan, kalau tidak maka beton
tersebut akan ditolak dengan biaya ditanggung oleh Penyedia Jasa

6.9.2 Peralatan untuk Pengangkutan Penuangan/Pengecoran Beton

Kecuali kalau ada persetujuan atau atas perintah Direksi alat yang digunakan untuk pengangkutan
adukan beton ke tempat pengecoran dalam pekerjaan harus mengikuti sesuai keperluan :

1. Truk Mixer dan Agitator


Truck Mixer dan Agitator digunakan untuk mengaduk dan mengangkut beton ke lokasi
pengecoran.

ST - VI - 21
Volume campuran beton yang diangkut dalam drum dari truck mixer atau agitator agar tidak
melebihi dari kapasitas yang ditetapkan oleh Pabrikan dan tidak boleh melebihi dari 70 %
volume kotor drum.

Truck Mixer dan Agitator harus mampu mengangkut beton dengan tingkat keseragaman
yang baik.
Truck Mixer dapat digunakan untuk mencampur dan mengangkut beton hanya untuk
pekerjaan minor atau pekerjaan pendahuluan, dengan memperhatikan bahwa hal tersebut
memenuhi ketentuan untuk batching dan pencampuran semua bahan beton.

Beton yang dicampur pada truck mixer, jika disetujui oleh Direksi tidak boleh dituangkan /
dialirkan hingga minimal 20 puturan dengan kecepatan optimum sampai selesai.
Tangki pengukur pada truck mixer harus dilengkapi dengan pengukur air untuk dapat
menentukan jumlah air dalam tangki secara akurat dan cepat.

Jika beton dicampur semua dalam pencampur tidak bergerak dan truck mixer atau agitator
digunakan untuk mengangkut beton ke titik penuangan, pencampuran atau pengadukan
selama pengangkutan harus diatur dengan kecepatan minimum.

2. Non-Agitator Truck
Pengangkutan beton dengan menggunakan truck tanpa peralatan agitasi diperbolehkan jika
beton memiliki slump 50 mm (2 inchi) atau kurang, peralatan tersebut disesuaikan dengan
tutup yang memadai dan waktu pengangkutan tidak melebihi 15 menit.

Non-Agitator Truck untuk pengangkutan beton harus dipakai dari jenis yang didesain secara
khusus untuk pengangkutan dan pengaliran beton, kecuali jika truck digunakan untuk
mengalirkan beton pada bucket atau hopper beton terpisah yang disetujui.

Bodi (badan) Non-Agitator Truck harus halus, kedap air, kontainer dari logam dilengkapi
dengan pintu yang dapat dipakai untuk mengontrol aliran beton.

3. Bottom - Dump Bucket (Bucket dengan pembuangan dibagian bawah)


Bottom - Dump Bucket yang digerakkan dengan crane harus alat yang normalnya dipakai
untuk menuangkan beton pada pekerjaan terbuka, kecuali jika penggunaan alat semacam ini
tidak memungkinkan secara teknis. Bucket harus mampu mengalirkan beton dengan slump
rendah, campuran beton lantai kerja. Mekanisme dumping harus mampu mengontrol aliran
pada kecepatan rendah dan mengalirkan beton dalam bagian yang relatif kecil dalam satu
tempat.
Dumping bucket dengan ayunan, atau cara lain yang menyebabkan pemisahan bahan atau
gangguan pada penuangan beton sebelumnya tidak akan diperbolehkan.

4. Chutes, Tremies dan Pipa


Penggunaan dan penyusunan chutes, tremies dan pipa, kemiringan dan panjangnya harus
selalu disesuaikan dengan persetujuan dari Direksi.

Chutes, tremies dan pipa harus didesain sedemikian rupa agar tidak terjadi segregasi pada
unsur pokok beton.

Lapisan chutes, tremies dan pipa harus halus, dari mortar kaku (lebih baik dari bahan logam)
dan sisi-sisinya cukup tinggi untuk mencegah beton meluber. Jatuhan vertikal ada dibagian
ujung, khususnya lebih baik dalam bentuk dua bagian chute jatuhan yang terbuat dari logam
untuk mencegah segregasi.

5. Belt Conveyor
Belt Conveyor dapat digunakan hanya jika disetujui oleh Direksi.

ST - VI - 22
Belt Conveyor yang digunakan untuk mengangkut beton harus mempunyai bentuk, ukuran
dan kecepatan tertentu untuk mencegah hilangnya beton pada saat diangkut diangkut dan
kemiringannya harus diatur sedemikian rupa untuk mencegah pemindahan atau longsornya
agregat kasar yang bisa menyebabkan segregasi beton.

Pada bagian ujung Belt Conveyor ini akan dilengkapi dengan pisau pengikis (scrapper blades)
yang disusun untuk mencegah bagian-bagian beton yang halus agar tidak keluar dari belt
conveyor.

Segregasi pada saat titik pemindahan dan bagian ujungna harus dihindari dengan
menggunakan hopper dan drop chute yang tepat / sesuai.

Conveyor harus dilindungi dari sinar matahari, angin dan hujan dan jika diperlukan untuk
menghindari terbukanya beton selama dalam pengangkutan belt conveyor dapat dilengkapi
dengan tutup pelindung.
Jarak maksimum pengangkutan tidak boleh melebihi 50 meter kecuali jika disetujui oleh
Direksi.

6. Concrete Pumps
Concrete Pumps mungkin digunakan untuk mengangkut dan menuangkan beton
dalam kondisi dimana beton direncanakan dengan slump 100 mm atau lebih dan
penggunaan pompa tersebut harus disetujui oleh Direksi.
Penggunaan pompa bertekanan, contoh pompa dimana dilengkapi dengan tekanan
udara untuk memindahkan beton tidak dapat diijinkan.

Penambahan air untuk campuran beton selama pemompaan sesudah keluar dari
pencampuran, salah satu dari selama pengisian beton di pompa atau penyaluran /
penuangan keluar dari pipa tidak diijinkan.

Sambungan antara berbagai bagian yang mana bentuk dari pipa harus benar-benar
kuat untuk menghindari aliran air dan kehilangan bagian halus dari campuran beton
selama pompa beroperasi.
Sambungan pipa agar direncanakan cukup untuk keperluan pengiriman ke tempat
pengecoran, sehingga penyebab pemisahan akibat aliran beton dalam perubahan
bentuk tidak terjadi.

6.9.3 Pembayaran

Tidak ada pembayaran yang dibuat terpisah dari ketentuan dalam pasal ini. Semua biaya
untuk penanganan dan pengangkutan dari beton sudah termasuk dalam harga satuan
penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi item dari pekerjaan beton, tiap biaya agar
mempertimbangkan termasuk penyediaan semua tenaga, material, alat pengolah dan
perlatan yang diperlukan dan biaya lainnya yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan
sesuai persyaratan pasal ini.

6. 10 Penuangan Beton.

6.10.1 Umum

Semua peralatan penuangan beton dan metode pelaksanaannya harus mendapat


persetujuan Direksi. Penuangan beton tidak d ap at dimulai sampai semua bekisting,
pembesian, pemasangan bagian pelekatan dan persiapan permukaan batuan dan
pengerasan beton (sambungan konstruksi) ditempat pengecoran akan dilakukan harus
dilakukan inspeksi dan disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa cukup memberi tahu pada
Direksi dan menentukan waktu yang tepat untuk setiap inspeksi, sebelum waktu
pengecoran dilakukan. Pengecoran beton tanpa menunggu keputusan dan persetujuan

ST - VI - 23
Direksi yang mungkin diperlukan dapat dibongkar dan dipindahkan dengan biaya
ditanggung Penyedia Jasa.

Fasilitas komunikasi dalam bagian dua jalur radio atau saluran telepon antara pengolahan
campuran dan penuangan di lapangan harus disediakan untuk mengkoordinasi penyediaan (suplai)
serta pengecorannya dan juga masalah yang berhubungan dengan penyediaan (suplai), kualitas,
konsistensi dari beton atau masalah lainnya yang terjadi dan membutuhkan penyelesaian
secepatnya.

6.10.2 Persiapan Pondasi dan Permukaan yang berhubungan / berbatasan

1. Umum
Semua beton dituang di tempat yang kering sesuai ketentuan yang disyaratkan pada
spesifikasi teknik.
Yang terutama dalam pengecoran Penyedia Jasa harus mengalihkan semua air yang mengalir
pada permukaan pondasi melalui drainase ke lokasi pengumpul air atau metode pembuangan
dan memindahkan semua air yang ada dari permukaan pondasi atau area yang berhubungan
dengan pekerjaan beton.

Sebelum beton dituang, semua permukaan harus bersih dan bebas dari minyak, air yang
tergenang dan mengalir, lumpur, tanah, lapisan yang tidak disetujui, kotoran / puing-puing,
pecahan batu dan material lannya.

2. Permukaan Batuan
Semua partikel atau bagian batu yang terlepas atau semi lepas yang bersentuhan
dengan permukaan antara batuan dan beton harus dibersihkan dengan menggunakan
peledakan, baji, jack-hammers atau pahat atau peralatan lainnya yang disetujui oleh
Direksi.

Secepatnya sebelum pengecoran, seluruh permukaan batian dibersihkan dengan


menggunakan tekanan air yang tinggi dan tekanan udara, semprotkan semburan
pasir, sapu yang kaku atau dengan menggunakan peralatan lain yang disetujui oleh
Direksi.

Retakan terbuka, retakan, patahan, lapisan lempung dan yang semacam itu, lebarnya
lebih dari 50 mm harus dibersihkan sampai ke dalaman tidak boleh kurang dari 3 kali,
lebarnya dan kemudian diisi dengan mortar atau beton tergantung dari ukurannya.

Dental beton digunakan untuk mengisi penurunan yang besar atau tebing yang
curam pada permukaan yang berhubungan atau ditempat yang disetujui oleh Direksi.

Dimana disetujui oleh Direksi lokasi / area retakan batuan harus diperbaiki dengan
menggunakan aplikasi adukan semen (slush grout), mortar atau beton yang halus
disesuaikan dengan ukuran keretakan. Seperti adukan semen (slush grout), mortar
atau beton yang halus harus disapukan seluruhnya kedalam semua retakan batuan
dan menjamin mengisi / menutupi bagian yang kondisinya tidak bagus dan hubungan
antara beton dan permukaan batuan dapat sempurna.

Tumpukan dari slush grout, mortar atau beton yang halus tidak boleh ditempatkan
pada bagian yang menurun.
Dalam keadaan khusus, dimana perlakuan dan perlindungan terhadap penurunan
permukaan batuan diperlukan dan atau disetujui oleh Direksi metode perlakuan
(treatment) yang tidak jadi dilaksanakan akan diganti atau ditambah dengan aplikasi
dari lapisan tirai beton atau dengan peralatan berkekuatan udara material beton
disemprotkan seperti peralatan shotcrete atau peralatan dengan berkekuatan udara
menggunakan mortar.

ST - VI - 24
3. Permukaan Material Lepas
Pondasi dengan permukaan material lepas harus diratakan dan dipadatkan dengan
menggunakan peralatan mekanik atau secara manual sampai padat, rapat dan
homogenitas permukaan tersebut tercapai.

Semua kantong pasir lepas, lumpur, tanah lembek atau zat kimia organik harus
dibersihkan dengan cara memindahkan zat / bahan-bahan tersebut dan selanjutnya
mengisi rongga dengan material isian yang telah dipadatkan yang disetujui sampai
profil yang ditentukan tercapai.

Permukaan tanah absorpsi dimana beton akan dituangkan harus dilembabkan


seluruhnya agar kelembaban yang diperlukan tidak didapat dari beton yang baru saja
dituangkan , kecuali jika dengan petunjuk dari Direksi.

Pada area dimana sifat tanahnya khusus yang mana akan melembek jika dibasahi
dengan air, maka dapat digunakan pipa penyemprot atau udara bertekanan untuk
memindahkan material permukaan yang lepas tersebut.

6.10.3 Ketentuan Umum untuk Penuangan Beton

Secara umum beton ditaruh dalam lapisan mendatar sedemikian rupa untuk menjaga
sampai selesai dari pengecoran, plastic horisontal dipakai pada permukaan beton yang
masih basah. Ketebalan untuk tiap layer bervariasi antara 30 sampai 60 cm, atas
persetujuan Direksi, dan pengecoran yang dilakukan dengan kecepatan tertentu agar tidak
ada permukaan beton yang mencapai bidang awal tahap itu, sebelum semua beton
tambahan dituangkan. Maksimum penuangan untuk setiap pengecoran tidak lebih dari 3
meter kecuali ada persetujuan dari Direksi.

Direksi berhak untuk memperbesar jarak angkatan atau lapisan jika beton dapat dituangkan
atau dikonsolidasikan dalam lapisan tebal. Beton harus ditempatkan di tempat yang paling
dekat dan memungkinkan dari posisi akhir, beton yang dialirkan dengan alat pemadat, atau
dengan cara lain tidak diijinkan. Untuk tempat-tempat dimana penempatan langsung tidak
memungkinkan dan dalam bentuk yang sempit, hopper, dan belalai (trunk) akan disediakan
dengan ukuran yang sesuai untuk penuangan beton pada lokasi yang diperlukan.
Kecenderungan pemisahan harus diatasi/diperbaiki dengan cara menyekop agregat kasar
kedalam mortar dari pada dari mortar ke agregat kasar.

Beton yang mempunyai slump berlebihan, terjadi segresi, sebagian mengeras atau tidak
dapat dipakai tidak boleh dituangkan dalam form atau jika dituangkan, harus dipindahkan
dan dicuci sesuai dengan petunjuk dari Direksi dengan biaya ditanggung oleh Penyedia
Jasa. Setiap lapisan beton sebaiknya dikerjakan dengan peralatan yang sesuai, sampai
beton tersebut terkonsolidasi dengan kerapatan maksimum, terbebas dari kantong-kantong
agregat kasar dan cocok terhadap semua bentuk permukaan dan bahan-bahan pengikat.
Peralatan konstruksi yang digunakan untuk penyebaran, menggetarkan atau alat
pengecoran beton tidak boleh diolesi minyak pelumas (grease) dan bahan bakar pada
permukaan beton, bekisting, besi tulangan atau bahan pengikat lainnya

6.10.4 Penuangan Beton dalam Struktur Bertulang

Bila beton dituangkan melalui pembesian, maka harus diperhatikan bahwa tidak terjadi
segregasi beton atau terjadi kesalahan penuangan pada pembesian.

Chute tertutup, belalai atau tremie dengan hopper / gerobak penerima dapat digunakan
untuk menuangkan beton di form yang dalam, disekitar tulangan atau ditempat lainnya
yang tidak dapat dicapai dengan penuangan langsung.

ST - VI - 25
6.10.5 Penuangan Beton Disekitar Item yang Ditanam

Harus diberi perhatian ekstra pada penuangan beton disekitar item yang ditanam seperti
lapisan baja, bingkai, plat atau batang anchor, pipa dan katupnya, pipa saluran, kabel
instrumen dan bagian lainnya yang ditanam untuk menjamin bahwa timbunan yang tidak
seimbang dan pengaruh kuat dari penuangan beton tidak akan menyebabkan distorsi atau
dislokasi item tersebut.

Baik selama maupun sesudah penempatan angkatan, maka Penyedia Jasa harus memeriksa
dengan hati-hati agar pipa lapisan, stray rings, kotak dan bagian lainnya yang memerlukan
pengaturan yang akurat tidak dipindahkan.

Tingkat perbedaan pada setiap bagian beton baru tidak boleh melebihi 400 mm. Angkatan
beton harus dibatasi hingga kedalaman yang ditentukan dalam Gambar Konstruksi atau
sesuai dengan desain dari Direksi. Dibutuhkan minimum 72 jam antara penempatan tiap
angkatan berturut-turut. Setiap pembatasan penuangan yang dianggap perlu oleh Direksi
untuk menjaga alinyemen bagian yang ditanam, harus segera dilaksanakan oleh Penyedia
Jasa. Pengangkatan dapat dihentikan sewaktu-waktu, untuk pelaksanaan sesuatu yang
diperlukan untuk menjaga keakuratan yang diperlukan.

Vibrasi mekanikal tidak boleh digunakan untuk penuangan beton disekitar bagian yang
ditanam yang dapat dipindahkan, kecuali jika disetujui oleh Direksi. Dalam hal ini, beton
harus dikonsolidasikan seluruhnya dengan rodding dan tamping tangan.

6.10.6 Pengecoran Beton Selama Hujan

Pengecoran beton di Lapangan sebaiknya tidak dilakukan selama hujan kecuali Penyedia
Jasa melakukan hal yang dianggap perlu, termasuk ketentuan-ketentuan tentang
perlindungan yang sepantasnya sehingga beton terjaga nilai slumpnya, yang dites pada
mesin pengaduk, selama transportasi dan pengecoran. Walaupun pengecoran beton telah
siap, sebaiknya ditunda, hujan dapat mempengaruhi kualitas beton, sedemikian rupa
sehingga slump setelah vibrasi beton sebesar 25 mm atau lebih, lebih besar dari slump saat
dalam mesin pencampur untuk kelas beton yang dituangkan.

6.10.7 Penuangan Beton Dalam Kondisi Air Tergenang (Underwater)

Tidak diperbolehkan melakukan penuangan beton pada genangan air, kecuali disyaratkan
dalam spesifikasi tertentu (khusus) atau ditentukan oleh Direksi. Penuangan beton pada
genangan air dilakukan dengan Metoda "Drop-bottom Bucket" atau tremie, yang dilakukan
atas persetujuan Direksi.

Penuangan/ pengecoran maupun pembongkaran beton tidak dilakukan jika ada aliran air
(running water) kecuali disetujui Direksi.

6.10.8 Suhu / Temperatur Beton Selama Penuangan (Pengecoran)

Suhu beton pada saat dituangkan tidak boleh melebihi 35oC. Penyedia Jasa harus
menyediakan thermometer yang akurat di lokasi penuangan beton untuk mencatat suhu
beton pada saat dituangkan.

Jika kondisi di lokasi menyebabkan suhu beton mencapai labih dari 35oC selama
penuangan, maka Penyedia Jasa harus mengambil langkah-langkah tertentu yang
diperlukan untuk menjaga material pada atau bawah suhu maksimum yang ditentukan.
Langkah-langkah ini mencakup tapi tidak terbatas pada pre-cooling (pendinginan) agregat,
pendinginan air pencampur, penambahan es kedalam air pencampur, penuangan beton

ST - VI - 26
pada saat malam hari, atau kombinasi beberapa atau semua langkah-langkah tersebut,
atau dengan alat lainnya yang disetujui oleh Direksi.

Biaya untuk melaksanakan semua atau sebagian hal yang diperlukan untuk mengontrol
suhu beton selama penuangan dianggap termasuk dalam Harga Satuan dari berbagai kelas
beton yang ada dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Tak ada pembayaran tambahan yang
dibayarkan kepada Penyedia Jasa jika dia memerlukan langkah-langkah khusus, seperti
yang disebutkan sebelumnya untuk mengontrol suhu beton.

6.10.9 Pemadatan Beton

Beton harus dipadatkan dengan peralatan mesin vibrasi mekanik, yang ditambah dengan
rodding tangan, penyekop, pemadatan (tamping) untuk mencapai kepadatan maksimum,
dan agar beton dapat mencapai kontak yang sempurna dengan bekisting, tulangan dan
bagian lainnya yang ditanam.

Vibrasi dilakukan dengan alat pencelup jenis vibrator berfrekuensi tinggi, yang dijalankan
tenaga listrik atau jenis kompresi udara atau dengan alat vibrator yang dijalankan dengan
mesin. Untuk konsolidasi beton jika vibrasi pencelupan dapat dipakai, vibrator yang
direkatkan pada form dapat dipakai dengan mengacu pada persetujuan dari Direksi.

Ukuran dan jumlah vibrator yang disediakan pada tiap penuangan harus mencukupi untuk
memadatkan semua beton dengan kecepatan dan kondisi penuangan.

Pada saat vibrasi beton baru, vibrator harus diletakkan pada posisi agak vertikal.
Pencelupan vibrator harus cukup dalam untuk dapat memvibrasikan hingga kedalaman
penuh pada lapisan baru dan harus dapat menembus beberapa sentimeter kedalam lapisan
dibawahnya untuk menjamin perpaduan seluruh lapisan.
Titik pencelupan untuk vibrator harus diberi jarak yang cukup untuk memastikan bahwa
tiap bagian beton telah divibrasi dengan baik. Harus diperhatikan untuk mencegah kontak
vibrator pada baja tulangan, khususnya yang ada di bidang permulaan. Vibrator tidak boleh
bersinggungan dengan bekisting atau permukaan yang sudah diselesaikan.

Setiap udara yang masuk, yang terbentuk selama penuangan beton, dapat dikeluarkan
dengan membuat lubang angin yang efektif pada saat pekerjaan pemasangan bekisting.

Juga harus diperhatikan untuk menyediakan bungkus beton yang rapat / padat disekitar
water stop yang tidak berongga.
Vibrasi yang berlebihan harus dihindari karena menyebabkan segresi dan laitance, dan
cenderung membawa air ke permukaan.

Vibrasi atau gangguan beton, yang mana sebagian mengeras harus dihindari. Lalu lintas
yang melalui beton baru harus dibantu dengan kayu untuk jalan, agar beton yang baru
dibangun tidak terganggu.

Tak boleh ada lapisan betonpun yang dituangkan sebelum lapisan dibawahnya divibrasi
seluruhnya.

6.10.10 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah dalam pasal ini. Semua biaya untuk pengecoran dan
pemadatan beton telah termasuk kedalam biaya penawaran pada Daftar Kuantitas untuk
berbagai item pekerjaan beton; biaya-biaya tersebut telah dimasukkan kedalam ketentuan-
ketentuan tenaga kerja, material, mesin-mesin dan peralatan yang diperlukan dari berbagai
biaya yang terkait dengan pekerjaan ini.

ST - VI - 27
6.11 Bekisting

6.11.1 Umum

Bekisting akan digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan membentuk beton dan


bentuknya harus sesuai dengan garis, tingkatan dan demensi yang ditunjukkan dalam
gambar. Bekisting harus kuat untuk menahan tekanan akibat pengecoran dan vibrasi
(penggetaran) beton dan memberikan permukaan beton sesuai dengan kebutuhan dari
pekerjaan penyelesaiannya.

Bekisting harus cukup kuat menahan kebocoran mortar dari beton.


Dimana bekisting akan dipakai lagi, maka kekuatan, kekakuan, kerapatan dan kehalusan
permukaan dari bekisting harus dijaga dari keseluruhan pemakaian.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan beton dimulai, Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada
Direksi untuk mendapatkan persetujuan yaitu detail perencanaan dan gambar pemasangan
bekisting yang diusulkan untuk pelaksanaan.

Meskipun Direksi telah menyetujui desain dan gambar tetapi tidak membebaskan Penyedia
Jasa dari tanggung jawab dari kemampuan dan keamanan dari perencanaan pekerjaan
bekisting.

Permukaan bekisting yang berhubungan dengan beton harus dijaga dan dilindungi untuk
menghindari reaksi kimia, atau perubahan warna dari permukaan beton.

Pemakaian bekisting yang bengkok, berlubang tidak rata dan tidak keras tidak diijinkan.

Penopang (pendukung) dari bekisting harus menahan agar tidak terjadi perubahan atau
pembengkokan karena berat beton basah atau karena beban lainnya.

Apabila ada tanda-tanda adanya deformasi (perubahan) selama pengecoran, mereka harus
secepatnya mensupport atau mengganti, memberikan garansi pekerjaan tersebut dapat
terselesaikan dengan hasil memuaskan.

Mungkin terjadi pemindahan di posisi bekisting dengan akibat modifikasi dari posisi dari
konstruksi harus dibandingkan dengan posisi yang ditunjukkan dalam gambar, seterusnya
disesuaikan dengan syarat toleransi konstruksi beton dan atau harus dilakukan perbaikan
beton.

Bekisting harus ditempatkan supaya tanda sambungan pada permukaan beton setepat
mungkin pada alinemen keduanya baik horisontal dan vertikal.

6.11.2 Bahan-bahan

Semua bahan-bahan untuk pelapis cetakan harus dimintakan persetujuan dari Direksi.
Kayu-kayu harus dalam keadaan utuh, lurus, bebas dari lengkungan, kerusakan dan
tonjolan-tonjolan yang lepas, dan dipersiapkan rata, seragam dalam lebar dan tebalnya
sebelum pembuatan bekisting. Cetakan yang digunakan dalam beton untuk bagian yang
terbuka terhadap pandangan harus dilapisi ”plywood" atau baja dan harus bebas dari cacat-
cacat yang akan dihasilkan sebagai noda-noda di permukaan beton. Semua cetakan-
cetakan harus disesuaikan dengan bentuk-bentuk, garis-garis,ukuran-ukuran dari struktur
seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

Cetakan-cetakan harus kuat, kaku dan direncanakan sedemikian rupa, sehingga cetakan-
cetakan tidak membelok atau menonjol keluar dari toleransi-toleransi yang ditentukan.
Cetakan-cetakan harus direncanakan secara memadai dan dengan kekuatan yang cukup

ST - VI - 28
untuk memastikan apakah tidak ada perpindahan atau kebocoran jika beton dicor.
Perencanaan dan detail-detail dari cetakan harus mendapat persetujuan dari Direksi.

6.11.3 Perlapisan
Sebelum dicor, cetakan-cetakan untuk permukaan yang terbuka harus dilapis dengan
minyak cetakan anti karat yang disetujui dan yang tidak akan mengganggu dalam
pengerasan beton setelah pemberian minyak.

Minyak yang berlebihan di permukaan cetakan, dan minyak yang ada diatas tulangan baja
atau permukaan lain yang memerlukan ikatan dengan beton harus dibersihkan sesuai
perintah Direksi. Cetakan untuk permukaan yang tidak terbuka dapat dibasahi secara
menyeluruh, sebagai ganti dari pemberian minyak, yang dilakukan sebelum pengecoran
beton.

6.11.4 Bekisting Yang Diperlukan Untuk Berbagai Jenis Finishing Permukaan


Beton

Jenis dari permukaan atau garis permukaan harus mengikuti persyaratan minimum dari
bentuk finishing permukaan dari setiap jenis :

a. Finish F1
Bentuk permukaan F1 mempunyai spesifikasi, bekisting menggunakan jenis baja dan
papan kayu, bebas dari permukaan yang kasar dan ketidakteraturan.

b. Finish F2
Bentuk permukaan F2 mempunyai spesifikasi , bekisting harus dari fiberboard, kayu
biasa, plywood, atau plat baja, yang bebas dari permukaan yang kasar atau
ketidakteraturan.

c. Finish F3
Bentuk permukaan F3 mempunyai spesifikasi, bekisting harus dari kayu kelas satu, fiberboard
yang keras, plywood, atau plat baja dengan plat yang mempunyai ketebalan tidak kurang
dari 1,5 mm dengan permukaan yang rata.

d. Finish F4
Bentuk permukaan F4 mempunyai spesifikasi, bekisting harus mempunyai tebal 30 mm dari
papan kelas satu, tebal 20 mm plywood, atau plat baja dengan plat tidak kurang dari tebal 2
mm, dengan permukaan yang sangat rata dan seragam.

6.11.5 Bekisting pada Permukaan Melengkung

Bekisting pada permukaan yang melengkung dan bagian transisi harus di lakukan konstruksi yang
kuat dan dilalukan secara tepat kebenarannya sesuai dengan keperluannya seperti tampak dalam
gambar.

Dimensi dari garis horisontal dan vertikal harus diberikan dalam gambar dari setiap bagian yang
melewati panjang dari bagian yang melengkung atau bagian transisi. Penyedia Jasa harus
melakukan interpolasi untuk setiap bagian yang diperlukan untuk setiap jenis bekisting yang dibuat
dan akan dipergunakan, dan setiap konstruksi dan pemasangan dari bekisting itu harus menyatu
dengan lengkungan dari lanjutan bekisting tersebut.

Pemasangan sementara harus menggunakan semua bagian bekisting yang melengkung, yang
diperlukan untuk mempertemukan lengkungan yang tepat sesuai dengan keperluan.

Lapisan bekisting harus dibuat lengkap dengan lapisan yang sudah terpotong dan terlapis secara
kuat, sehingga permukaan menjadi rata. Setelah bekisting dipasang, semua permukaan yang tidak
sempuma harus diperbaiki dan setiap permukaan yang kasar dan semua sudut di permukaan dari

ST - VI - 29
bekisting yang disebabkan oleh pertemuan material harus dibuat agar membalut kelengkungan
yang diperlukan.

6.11.6 Pembukaan Bekisting

Bekisting dapat dibuka setelah pelaksanaan beton menghasilkan kuat tekan yang memadai,
sehingga tidak membahayakan akibat pembukaan tersebut.

Tidak ada bekisting yang dibuka dalam waktu 16 jam setelah selesai penuangan beton, kecuali
untuk kasus khusus, dimana pembukaan dalam waktu singkat harus mendapat persetujuan dari
Direksi.

Minimum waktu sesudah pelaksanaan penuangan beton selesai, clan pembukaan bekisting untuk
setiap bagian struktur harus ditentukan oleh Direksi.

Sebagai acuan untuk waktu minimum pembukaan bekisting mengikuti sebagai berikut :

- Pier dan dinding tebal 24 jam


- Kolom dan dinding tipis 36 jam
- Balok dan Lantai 7 hari -14 hari

Setelah ijin diberikan untuk membuka, bekisting harus dipindahkan secara praktis untuk
menghindari terganggunya pemeliharaan beton sesuai dengan spesifikasi, dan selalu dapat
memudahkan untuk memperbaiki permukaan beton menjadi sempurna.
Bekisting dan semua bagian penunjangnya harus diganti jika tidak mengikuti setiap bentuk beton
untuk menerima setiap tekanan dengan berat yang tidak seragam dan terus menerus. persediaan
harus dibuat dari bahan yang mampu menahan, kotak pasir atau jenis lainnya untuk pengenduran
secara perlahan-lahan dari dukungan yang diberikan pada pekerjaan yang salah dan bagian lainnya.

6.11.7 Pengukuran dan Pembayaran untuk Bekisting

Pengukuran untuk pembayaran, dari bekisting untuk beton dibuat dalam meter persegi (m2) dari
bentuk permukaan beton seperti terlihat dalam gambar kerja atau atas petunjuk dari Direksi.
Pengukuran sudah termasuk kemiringan permukaan dengan perbandingan 1 vertikal : 2 Horisontal,
bentuk permukaan sambungan konstruksi dan sambungan konstruksi terlihat dalam gambar atau
atas petunjuk Direksi dan bentuk surface dari semua bagian terluar lebih besar 0,1 meter persegi
dari setiap potongan melintang.

Permukaan Bekisting tidak dapat diukur dan dibayar untuk bekisting dengan mengikuti ketentuan :
a. Kemiringan permukaan tidak mempunyai kemiringan 1 vertikal : 2 vertikal apakah sesuai
bentuk atau tidak.
b. Permukaan material, bagian "embedded", struktur dan pemasangan yang mana diperlukan
pembasahan dalam penempatan setelah beton di tuang kemudian mengeras.
c. Bentuk permukaan dari sambungan konstruksi tidak diperlihatkan dalam gambar
d. Bekisting digunakan dalam pengisian akibat kelebihan penggalian yang tidak disetujui.
e. Alur dan pertemuan pada sambungan dan ditempat lain.
f. Permukaan lain yang tidak lebig besar dari 0.1 meter persegi dalam potongan melintang.
g. Permukaan lain yang tidak didesain oleh Direksi.

Pembayaran bekisting untuk beton harus dibuat dalam pelaksanaan harga satuan dalam meter
persegi yang ditawar dalam "daftar kuantitas dan harga" yang mana harga satuan sudah termasuk
biaya untuk semua material, tenaga kerja, dan peralatan yang diperlukan untuk membuat pekerjaan
tersebut, dan sudah termasuk suplai dan fabrikasi, pemasangan, perancah dan penyangga
pekerjaan, pemindahan, pembersihan, perbaikan dan pemeliharaan dan semua kejadian yang
terkait.

ST - VI - 30
6.12 Sambungan Dalam Beton

6.12.1 Construction Joint

Permukaan beton pada atau sebaliknya dimana beton akan dituangkan dan yang mana dibutuhkan
sambungan dengan beton yang baru, diperlukan suatu senyawa yang dapat membuat beton
menjadi satu dan kaku yang tidak dapat dipisahkan dengan pengecoran yang lama adalah
didefinisikan sebagai Construction Joint.

Semua bentuk dan posisi / letak construction joint harus mendapatkan persetujuan dari
Direksi.
Construction Joint tidak boleh dirubah dan tidak boleh ada penyambungan beton yang
kurang dari tiga (3) hari untuk bagian / lapisan beton sampai ketebalan 90 cm dan tujuh
(7) hari untuk bagian / lapisan beton yang tebalnya lebih dari 90 cm, kecuali disetujui oleh
Direksi.
Urutan penempatan construction joint seperti ditunjukkan dalam gambar tidak dapat
dirubah kecuali disetujui atau diarahkan oleh Direksi.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan beton Penyedia Jasa harus menyiapkan gambar yang
menunjukkan lokasi construction joint termasuk urutan pelaksanaan pengecoran beton
untuk mendapat persetujuan dari Direksi.
Untuk kepentingan persediaan besi tulangan yang sesuai dengan Construction Joint harus
ditunjukkan secara detail dalam gambar.

Construction Joint akan diperkirakan horizontal atau vertikal kecuali ditunjukkan dalam
gambar atau disetujui oleh Direksi dan kecuali secara khusus ditunjukkan dalam gambar
atau diarahkan oleh Direksi metode utama tidak diperlukan pada Construction Joint.

Bilamana metode utama secara khusus diperlukan untuk menentukan bentuk seperti
ditunjukkan dalam gambar atau dirahkan oleh Direksi dengan menggunakan bentuk atau
dengan cara lain yang disetujui oleh Direksi yang menjamin keamanan sambungan dengan
pekerjaan yang lain.

Semua Construction Joint dalam permukaan beton yang akan ditampilkan untuk dilihat
harus dibuat mendatar, lurus dan rata atau vertikal dan lurus kecuali secara khusus
ditunjukkan dalam gambar atau diarahkan oleh Direksi.

Permukaan seluruh Construction Joint harus bersih, kasar dan lembab jika akan ditutup
dengan adukan beton atau mortar. Pembersihan disini termasuk pemindahan seluruh
material yang tertinggal, beton yang lepas atau rusak, semen, pasir, cat, lapisan penutup
jika digunakan dan material asing lainnya.

Pada tahap awal penyelesaian sebelum penyelesaian akhir dari beton, permukaan pada
Construction Joint harus dicuci dengan air atau udara bertekanan, memindahkan bagian
yang semi terlepas dan meninggalkan kekosongan pada agregat besar tanpa menyebabkan
pemindahan.

Jika permukaan pengangkat padat dengan besi tulangan dan relatif tidak dapat dimasuki
atau jika karena sebab lain yang dipertimbangkan tidak mengganggu permukaan
pengangkat sebelum mengeras, pemotongan permukaan menggunakan tekanan udara
tidak diijinkan dan menggunakan semburan pasir basah yang dibutuhkan.

Bila mengerjakan persiapan construction joint, semburan pasir bawah (wet sand blasting)
perlu segera disiapkan sebelum diangkat.

ST - VI - 31
Pengoperasian dilaksanakan secara kontinyu sampai semua beton yang tidak bagus,
material yang tertinggal, lapisan, noda-noda, debu dan material asing lainnya dipindahkan
segera sebelum penuangan dilanjutkan, penyemprotan air dan udara untuk pembersihan
akan diulang sampai air pencuci kelihatan sangat bersih, Penyedia Jasa akan
menyemprotkan air didalam pelaksanaannya harus hati-hati sehingga menjaga
terbentuknya genangan dan terjadinya polusi.
Tekanan udara yang digunakan tidak boleh kurang dari 6 kg/cm2, dan tekanan air harus
cukup membawa air pengaruh efektif untuk tekanan udara.

Bila Construction Joint tidak ditutup oleh beton dalam jangka waktu 20 hari setelah
pembentukan, Penyedia Jasa harus membuat semua permukaan menjadi kasar dengan light
jackhammers atau chisels sebelum dimulainya pelaksanaan pengecoran, ketebalan beton
yang akan dibuang harus mendapat arahan dari Direksi tetapi tidak boleh lebih dari 10 cm.
Perlakuan khusus harus dilakukan bila sewaktu-waktu Construction Joint tertutup genangan
atau aliran air selama periode lebih dari 10 hari atau bila ada benda asing yang tidak dapat
dihilangkan dengan cara pembersihan biasa.

Permukaan beton yang ada dimana beton baru akan ditempatkan atau permukaan beton
tahap pertama dimana tahap kedua akan ditempatkan, seluruh permukaannya harus dibuat
kasar dan dibersihkan untuk memastikan terbentuknya sambungan yang efektif antara
kedua struktur tersebut.

Pengasaran permukaan dan pembersihannya dilakukan dengan hand breakers atau chisels
dan disemprot dengan air / udara bertekanan.

Pengasaran permukaan harus dipertimbangkan sebaik-baiknya dimana sedikitnya dua puluh


(20) mm dari permukaan beton yang ada atau beton tahap pertama harus dihilangkan
untuk seluruh permukaannya.

6.12.2 Expansion dan Contraction Joint

Expansion dan Contraction Joint harus diletakkan dan dilaksanakan seperti terlihat pada
gambar atau diarahkan oleh Direksi.
Expansion dan Contraction Joint harus halus dan rata atau tipe yang sama untuk
memberikan jaminan adanya kontak dengan struktur.

Tidak ada besi tulangan atau metal lainnya yang ditanamkan pada beton yang
diperbolehkan menembus expansion dan contraction joint kecuali ditunjukkan pada gambar
atau diarahkan oleh Direksi untuk bagian dari Contraction Joint.

Sambungan dapat dibuat dengan bentuk beton dalam satu sisi sambungan, dengan
bekisting dan minimal F2 finish permukaan standard dan dapat dipersiapkan sebelum beton
dituangkan pada sisi sambungan yang lain.

Permukaan beton pada pengecoran yang pertama pada Contraction Joint harus dilapisi
dengan bahan lapisan penutup sebelum beton dituangkan pada sisi contraction joint yang
lain dan pada kondisi expansion joint permukaan beton pada sisi yang lain dari expansion
joint harus dipisahkan dengan isian khusus atau joint filler seperti yang ditunjukkan dalam
gambar atau atas petunjuk Direksi.

Selang waktu pengecoran beton antara pengecoran pada salah satu sisi dari expansion joint
tidak boleh kurang dari 3 hari.
Dimana ditunjukkan pada gambar atau atas persetujuan Direksi, jalur akan terbentuk pada
potongan dari expansion atau contraction joint dan permukaan luar dari potongan beton.

ST - VI - 32
Dimana alur sudah terbentuk, selanjutnya diisi dengan elastic sealant yang khusus dan
disetujui oleh Direksi.

Penyedia Jasa harus menyediakan waterstop yang spesifik dan telah disetujui pada setiap
expansion dan contraction joint kecuali sebaliknya ditunjukkan dalam gambar atau atas
persetujuan Direksi.

6.12.3 Pengukuran dan Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang akan dibuat untuk ketentuan persyaratan dalam sub
pasal ini dengan pengecualian untuk pengisian sambungan yang disetujui, sealants dan
waterstop dan yang ditetapkan lain di daftar kuantitas dan harga.

Semua biaya untuk persiapan dan konstruksi untuk sambungan harus sudah termasuk
dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk berbagai variasi dari
pekerjaan beton. Tiap biaya harus mempertimbangkan untuk memasukkan ketentuan untuk
semua tenaga, alat, dan material dengan perkecualian pengisi sambungan, sealant, dan
waterstop dan biaya lainnya yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan
dalam sub pasal ini.

Pengukuran dan pembayaran untuk persyaratan atau pengisi sambungan yang disetujui
pada peluasan sambungan dapat dibuat pada area pengisi sambungan yang terpasang
sesuai gambar atau atas persetujuan Direksi. Pembayaran untuk pengisi sambungan dapat
dibuat pada harga satuan penawaran, atau sesuai dengan daftar kuantitas yang sesuai
yang mana harga satuan harus dimasukkan pada semua biaya tenaga, alat dan material
yang perlu untuk dipasang pada sambungan, diperintahkan oleh Direksi.
,
Pengukuran untuk pembayaran untuk sealant yang disetujui dalam konstruksi, kepadatan
dan perluasan sambungan dapat dibuat jumlah, pengukuran dalam kilogram, perhitungan
sealant sesuai dengan keperlukan seperti diperlihatkan dalam gambar atau atas perintah
Direksi. Pembayaran untuk sealant dapat dibuat harga satuan penawaran untuk itu dalam
bagian yang sesuai dari daftar kuantitas dimana harga satuan harus termasuk biaya untuk
semua tenaga, alat, dan material yang diperlukan untuk pemasangan sealant sesuai dengan
keperluan dari persyaratan atau atas perintah Direksi. Waterstop dimana dapat disediakan,
dapat dilakukan pengukuran dan pembayaran sesuai dengan persyaratan dari sub pasal
6.13.4 pasal 6.13 dari bab ini.

6.13 Waterstop

6.13.1 Umum

Waterstop harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan harus diletakan pada sambungan dalam
pekerjaan beton pada tiap posisi seperti diperlihatkan pada gambar atau atas perintah
Direksi. Semua waterstop harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Minimal tiga puluh
(30) hari sebelum dimulainya semua pekerjaan beton Penyedia Jasa harus mengajukan
pada Direksi untuk dimintakan persetujuan contoh dan semua dokumen teknik waterstop
yang diajukan untuk digunakan dalam konstruksi beton.

Setiap dokumentasi termasuk gambar, semua data teknik material waterstop termasuk hasil
test yang dilakukan, dan detail teknik sambungan, material dan alat yang diperlukan.
Dimana diperintahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus mengirim untuk semua tipe atau
ukuran waterstop yang akan digunakan, contoh dan data untuk dua atau lebih waterstop
dari pabrik yang berbeda untuk evaluasi oleh Direksi.

Waterstop harus plastic, asli, atau karet sintetis atau gabungan keduanya, atau material
lainnya yang disetujui seperti tembaga atau stainless steel dalam pemakaian yang khusus.

ST - VI - 33
Plastic dan Rubber Waterstop sudah termasuk plain web, ribbed atau centre bulb (dumbell),
type tergantung pada khususnya pemakaian.
Type dan ukuran waterstop seperti ditunjukkan dalam gambar dan atas persetujuan
Direksi.

Plastic Watershop harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Persyaratan Metode Test


Tensile strength harus lebih besar dari ASTM D412
100 kg/cm2

Ultimate Elongation harus lebih besar ASTM D412


dari 330 %

Stiffness in Flexure, 6 mm span harus ASTM D747


lebih besar dari 28 kg/cm2

Specific Gravity harus lebih besar dari ASTM D792


1,20

Waterstop yang dipakai untuk sambungan beton yang diusulkan oleh Penyedia Jasa untuk
pelaksanaan selain yang ditunjukkan dalam gambar atau atas persetujuan Direksi harus
mendapat persetujuan dari Direksi.

6.13.2 Pengaturan dan Pemasangan

Waterstop harus diletakkan dan diatur dengan aman pada posisi yang sudah ditentukan
untuk sambungan beton tertentu agar beton tersebut tidak berpindah dan tidak berubah
bentuk selama penuangan beton.
Penyedia Jasa harus menyediakan pendukung dan perlindungan yang sesuai selama semua
tahap pemasangan dan pembetonan untuk melindungi waterstop dari kerusakan, gangguan
atau melengkung.

Waterstop harus cukup kaku untuk tetap ada di posisi yang tepat selama pembetonan.
Jika disetujui atau diarahkan oleh Direksi maka waterstop dapat digabungkan dengan
potongan (strip) yang dipaku atau ketentuan pengaturan lainnya yang diletakkan
sedemikian rupa agar efektifitas seal / tutup tidak terganggu.

Harus diperhatikan agar waterstop yang akan diletakkan pada penyusutan sambungan
untuk menjamin bahwa waterstop tersebut tertanam dengan baik.

Juga harus diperhatikan untuk mencapai pengisian beton seluruhnya pada selaput (web)
horizontal yang menghadap waterstop dan potongan (strip) pada bagian bawah selaput
(web) yang menghadap vertikal pada waterstop.

Dalam pencetakan beton di bawah waterstop pada titik kritis ini, beton harus divibrasi
dengan baik agar beton dapat mengalir disekitar dan dibawah selaput pada waterstop. Juga
waterstop harus divibrasi pada kekakuan dan kekuatan yang mencukupi, dan dikencangkan
dengan cukup untuk menahan vibrasi tersebut tanpa ada kerusakan dan pemindahan.

ST - VI - 34
6.13.3 Penyambungan dan Penggabungan

Jumlah sambungan atau gabungan dalam waterstop harus diusahakan sekecil mungkin dan
semua sambungan dan ikatan harus dibuat sesuai dalam gambar atau sesuai petunjuk
Direksi.

Jumlah sambungan bidang lurus dijaga seminim mungkin dan semua sambungan "T", "+"
dan "L" harus diproduksi pabrik semuanya atau disiapkan oleh bengkel lapangan Penyedia
Jasa untuk memenuhi keinginan Direksi.

Semua peralatan dan material untuk membuat sambungan lapangan pada waterstop karet
atau PVC harus direkomendasikan atau disediakan oleh Pabrikan Waterstop dan digunakan
sesuai petunjuk dari Pabrikan. Sambungan atau penggabungan pada waterstop karet atau
PVC harus dibuat dengan alat pengontrol suhu yang ditentukan oleh Pabrik Waterstop dan
diatur sedemikian rupa untuk menjamin hal-hal sebagai berikut :

- Material tidak rusak karena panas, pembakaran atau karena pemakaian material
semen.
- Penggabungan memiliki daya rentang tak kurang dari 80% dari yang diperlukan pada
waterstop yang ditentukan.
- Penggabungan itu harus kedap air dan
- Bingkai (rib) dan pentolan (central bulb), jika perlu akan disesuaikan dan kontinyu.

6.13.4 Penyimpanan dan Perawatan

Semua waterstop harus disimpan dalam tempat yang sejuk dan tidak di tempat terbuka
atau terlindung dari sinar matahari langsung. Semua waterstop yang disimpan sebaiknya
mendapat sirkulasi udara yang baik.

6.13.5Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran, untuk perlengkapan dan pemasangan waterstop harus


dibuat dalam panjang yang sesuai dari peletakan waterstop dimana tidak ada pembayaran
tambahan untuk bagian sambungan dan pertemuan. Waterstop yang dipasang oleh
Penyedia Jasa pada sambungan konstruksi pada lokasi selain yang diperlihatkan dalam gambar
atau perintah Direksi tidak dapat diukur untuk pembayaran.

Pembayaran untuk perlengkapan dan penempatan waterstop harus dibuat sesuai harga satuan per
meter panjang seperti dalam daftar kuantitas, harga satuan harus sudah termasuk biaya
perlengkapan semua material, tenaga, alaf, penyimpanan dan keperluan mendadak untuk
pekerjaan yang baik sesuai persyaratan disini.

6.14 Batas Toleransi Konstruksi Beton

Penyimpangan yang diijinkan dari garis batas kemiringan, dimensi dan kelas beton struktur harus
diperlihatkan dalam gambar. Bilamana toleransi tidak ditentukan dalam gambar pada beberapa
struktur tertentu, penyimpangan yang dijinkan untuk garis kemiringan dan dimensi harus
disyaratkan berikut :

a. Struktur Beton Umum


- Variasi garis konstruksi linear dari 15 mm
posisi yang dibuat pada denah
- Variasi dari level 10 mm
- Variasi dari vertikal 2 mm per meter tinggi dan
maksimum tidak boleh lebih
dari 20 mm

ST - VI - 35
- Variasi pada dimensi potongan melintang 5 % ketebalan dan
pada kolom, balok, plat, dinding, dinding terbatas untuk
penahan, bangunan sejenis minus : max. 10 mm
plus : max. 20 mm

b. Struktur Khusus
- Variasi dalam ukuran dan lokasi cerobong, 5 mm
lantai dan dinding terbuka
- Variasi tangga 3 mm untuk tanjakan
6 mm untuk injakan
- Dimensi potongan melintang pracetak 5 mm plus atau minus
- Deviasi dari garis lurus pracetak 2 mm per meter dan tidak
boleh lebih dari max. 10 mm

c. Struktur pelimpah dan Bangunan sejenisnya


- Deviasi dari alinyemen yang dibuat 30 mm
- Deviasi dari kemiringan profil pelimpah 5 mm
yang disyaratkan
- Deviasi dari kemiringan profil chute 10 mm
yang disyaratkan

d. Tunnel dan Conduit Linings dan Pekerjaan serupa


- Deviasi dari alinyemen yang disyaratkan 25 mm
- Deviasi dari kemiringan profil yang disyaratkan 15 mm

Pekerjaan beton yang melebihi batas toleransi yang ditentukan diatas boleh diusulkan untuk
diperbaiki atau dipindahkan dan diganti oleh Penyedia Jasa dengan biaya ditanggung sendiri.

6.15 Penyelesaian Akhir Beton

6.15.1 Umum

Semua penyelesaiaan permukaan beton harus dalam kondisi halus, seragam dalam warna dan
tekstur, bebas dari semua penonjolan, kerusakan, lubang, keropos, atau menjadi kerak. Kecuali
sesekali penyelesaian khusus, bentuk dan tanpa terbentuk penyelesaian permukaan beton; akan
direncanakan dan menggunakan symbol secara berurutan F1, F2, F3 dan F4 atau U1, U2, U3.

6.15.2 Bentuk Permukaan

Pengelompokkan pekejaan akhir pada bentuk permukaan harus berdasarkan gambar atau atas
peritntah Direksi dan agar memenuhi persyaratan berikut :

1. Finish F1 :
Penyelesaian ini harus dilakukan terhadap permukaan dimana penampilan tidak begitu
penting dan dimana permukaan yang kasar tidak dipermasalahkan, demikian juga untuk
semua permukaan yang tidak akan terlihat dari pandangan. Permukaan tidak memerlukan
penanganan khusus, kecuali untuk perbaikan beton yang tidak sempurna, dan pengisian
balok pengikat dan penutup lubang, dan lain-lain atau perbaikan untuk ketidak beraturan itu
tidak menganggu keseragaman beton.

2 Finish F2 :
Penyelesaian ini harus dilaksanakan untuk permukaan yang terbuka, tapi tanpa syarat
estetika tertentu. Ketidakseragaman permukaan tidak boleh lebih dari enam (6) milimeter jika
permukaan itu kasar dan dua belas (12) milimeter jika secara berangsur.

ST - VI - 36
3. Finish F3 :
Penyelesaian ini harus dilaksanakan pada permukaan yang terbuka dan dapat terlihat garis
ketinggian yang harus teliti dan seragam. Permukaan yang tidak seragam tidak dapat
diijinkan lebih dari tiga (3) mm jika kasar dan enam (6) milimeter jika berangsur.

4. Finish F4
Penyelesaian ini harus dilaksanakan pada permukaan yang halus dimana hal itu sepenuhnya
penting dari aspek hidrolika seperti bangunan yang direncanakan untuk menyalurkan air
dengan kecepatan tinggi. Permukaan tidak seragam itu dan merintangi dari aliran tidak akan
diijinkan. Permukaan tidak seragam dan mengarah aliran tidak boleh melebihi 2 mm.

Dalam kasus permukaan yang tidak seragam untuk pekerjaan akhir F4 melebihi batas
persyaratan, maka untuk mengimbangi tersebut harus betul-betul dihilangkan dengan
penghalusan dan ketidakseragaman harus diperbaiki dengan memahat dan pemberian bahan
pelapis dari mortar. Perataan permukaan harus 1 sampai 20 (perbandingan tinggi dengan
panjang).

6.15.3 Permukaan Yang Tidak Berbentuk

Ketetapan kelas penyelesaian akhir pada permukaan yang tidak berbentuk harus ditunjukkan dalam
gambar atau sesuai petunjuk Direksi dan harus memenuhi ketetapan berikut :

1. Finish U1 :
Penyelesaiaan ini akan diaplikasikan pada permukaan yang akan ditutup dengan timbunan
dan akan digunakan sebagai tahap pertama dari penyelesaian U2 dan U3. Pelaksanaan
Finishing harus tetap memperhatikan permukaan yang rata dan membuat pada permukaan
texture yang seragam yang rata. Permukaan yang tidak seragam tidak boleh mengganggu
bagian struktur dalam pekerjaan.

2. Finish U2 :
Finishing ini akan diaplikasikan pada permukaan yang tidak secara permanen ditutupi oleh
timbunan atau akan digunakan untuk tahapan kedua dari finishing U3. Pengapungan akan
dimulai segera setelah pemilihan permukaan mempunyai kekakuan yang cukup dan agar
tidak kurang dari kepeluan minimum untuk mengerjakan permukaan ini bebas dari garis yang
panjang dan ini jika finishing U3 dikerjakan berikutnya, pengapungan harus diteruskan
sampai jumlah mortar kecil tanpa kelebihan air merusak permukaan, selama efektif diijinkan.

Perubahan permukaan tidak seragam dalam permukaan U2 tidak boleh lebih lima (5)
milimeter dan sambungan dan tepi harus mengikuti gambar atau atas perintah Direksi. Jika
diminta oleh Direksi, permukaan U2 perlu dikasarkan untuk membuat permukaan tidak licin.

3. Finish U3
Finishing ini dapat diaplikasikan pada permukaan dimana ketelitian permukaan diperlukan.
Saat permukaan yang disiapkan pada tahap kedua (U2) mempunyai kekerasan yang sudah
cukup untuk menahan material halus, dari saat mengerjakan permukaan, sekop baja
digunakan untuk meratakan permukaan agar campuran tetap padat dan tidak kotor.

6.15.4 Pengukuran dan Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk persyaratan ini dengan mengenai bentuk
finishing sesuai persyaratan dalam sub pasal 6.15.2 disini dan semua biaya untuk bentuk finishing
agar dipertimbangkan untuk masuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk
variasi dengan penutup yang dikerjakan.

Pengukuran untuk pembayaran untuk finishing yang tidak berbentuk seperti persyaratan dalam sub
pasal 6.15.3 harus dibuat luasan dalam meter persegi dari finishing permukaan pada garis yang

ST - VI - 37
diperlihatkan gambar atau atas perintah Direksi. Pembayaran untuk Finishing tidak berbentuk akan
dibuat pada harga satuan penawaran untuk itu yang sesuai dengan item dari daftar kuantitas dan
setiap harga satuan harus mempertimbangkan untuk memasukkan semua biaya, tenaga, material,
dan peralatan yang diperlukan dan semua biaya lain yang perlu untuk penyelesaian pekerjaan
sesuai persyaratan pada sub pasal ini.

6.16 Pemeliharaan Beton

6.16.1 Umum

Penyedia Jasa harus membuat perlengkapan untuk pemeliharaan beton seperti yang disyaratkan
atau atas perintah Direksi, untuk hasil yang baik agar mengikuti :
- Senyawa cairan semen dikembangkan secara berangsur dan sampai lengkap.
- Beton tidak cepat hilang dari plastis yang ditetapkan dan elastis yang ditetapkan.
- Beton tidak retak atau rusak karena beda suhu yang tinggi atau perubahan suhu secara
cepat.
- Permukaan beton tidak rusak karena lalu lintas, cuaca, atau gerusan dari aliran air atau zat
kimia.

Metode dan material yang digunakan dalam proses material harus tersedia setiap waktu, dan sudah
mendapat persetujuan Direksi. Semua peralatan yang diperlukan mampu untuk pemelihaaran dan
menjaga semua pengecoran beton harus siap dipasang sebelum penuangan beton dimulai.

6.16.2 Kontrol Kelembaban

Kelembaban dari beton harus dijaga dengan pemeliharaan menggunakan air atau pemeliharaan
beton dengan membrane, sampai dengan 10 hari setelah pengecoran atau setiap waktu lain yang
mungkin diperintahkan oleh Direksi. Pemeliharaan dengan air dan membrane harus mengikuti
persyaratan :
1. Pemeliharaan dengan Air
Pemeliharaan air sebaiknya dimulai setelah beton menjadi keras untuk menjaga
kerusakan dan dilanjutkan sampai periode pemeliharaan beton tercapai.
Pemeliharaan dengan air harus lengkap dan mampu menjangkau semua permukaan
beton secara terus-menerus sampai basah (tidak jarang-jarang), dengan cara
memerciki atau digenangi dengan air atau menutupnya dengan karung basah
(burlap), pasir basah, serbuk gergaji, atau material yang disetujui. Material yang
digunakan harus bersih sedemikian rupa agar tidak menyebabkan perubahan warna
pada beton. Air untuk pemeliharaan harus sesuai dengan persyaratan pada sub pasal
6.5.1 dari pasal 6.5 bab ini.

2. Pemeliharaan dengan Membrane


Pemeliharaan dengan membrane mungkin dapat menggantikan pemeliharaan dengan
air pada lokasi khusus sesuai dengan kewenangan dari Direksi.
Pemeliharaan dengan membrane agar dikerjakan dengan senyawa yang tetap, yang
mana membrane membentuk permukaan beton. Senyawa penutup harus berupa zat
warna putih, kecuali kalau senyawa yang digunakan pada permukaan itu akan
diperliharkan secara tetap untuk dilihat, dimana senyawa itu harus mempunyai zat
warna abu-abu. Pemeliharaan dengan senyawa tidak dapat digunakan pada
permukaan beton, untuk dimana tambahan beton, atau material lain yang digunakan
untuk mengganti. Pemeliharaan beton dengan senyawa harus disesuaikan dengan
persyaratan pada ASTM C 309.
Perawatan dengan senyawa harus disemprot pada permukaan beton dalam satu
polesan, untuk mendapatkan membrane yang seragam untuk menutup semua area.
Cakupan tidak lebih dari 5 m2 per kg dalam permukaan kasar, cakupan harus
dikurangi jika penting untuk mendapatkan membrane yang diperlukan secara
berkelanjutan. Dimana pemeliharaan dengan senyawa yang digunakan dalam

ST - VI - 38
permukaan beton yang tidak berbentuk, pengerjaan agar dilakukan segera setelah
pengecoran.

Dimana senyawa pemeliharaan yang akan digunakan pada permukaan beton yang
dibentuk, permukaan harus dilembabkan dengan semprotan air, segera setelah
bekisting dibuang, dan harus dijaga tetap basah sampai kelembaban permukaan tidak
lagi menguap. kemudian setelah selaput permukaan kelembabannya telah hilang,
tetapi sementara itu bentuk permukaan kelihatan basah, pemeliharaan senyawa
harus dikerjakan. Perawatan khusus harus diberikan untuk menjamin semua tercover
dengan senyawa pada tepi, ujung dan sekitar titik kasar dari bentuk permukaan.

6.16.3 Perlindungan

Beton harus dilindungi dari keausan (abrasi), getaran atau kerusakan dari lalulintas selama
waktu pemeliharaan, dengan menutup tempat yang dipakai jalan dengan pasir, atau cara
lain. Penutupan tidak boleh dikerjakan pada permukaan yang dirawat dengan membrane
sekurang-kurangnya dua puluh empat jam setelah senyawa perawatan diaplikasikan.
Semua beton yang belum mengeras harus dijaga dari hujan lebat, aliran air, penyinaran
matahari langsung, dan angin.

6.16.4 Pembayaran

Tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat untuk ketentuan persyaratan dalam pasal ini.
Semua biaya untuk pemeliharaan beton harus sudah termasuk dalam harga satuan
penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi bagian dari pekerjaan beton setiap biaya
harus mempertimbangkan untuk memasukkan keperluan semua tenaga, material, alat
pengolah, dan peralatan yang diperlukan dan semua yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan sesuai Persyaratan dalam pasal ini.

6.17 Perbaikan Beton

6.17.1 Umum

Beton yang cacat dan beton yang rusak karena berbagai sebab harus dipindahkan dan
diganti dengan beton yang sesuai oleh Penyedia Jasa tanpa ada biaya tambahan dari
pemilik proyek (Employer).

Ketidakseragaman dari alinyemen akibat ketidaktelitian finishing permukaan, penonjolan


bekisting, atau kerusakan lain harus diperbaiki dengan biaya Penyedia Jasa. Sebelum pekerjaan
final disetujui Penyedia Jasa harus membersihkan semua permukaan beton yang tampak dari
semua kotoran semen,motar atau grout sesuai dengan persetujuan Direksi.

Perbaikan beton harus dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja yang terampil.
Penyedia Jasa harus memakai advis / arahan dari Direksi pada saat melakukan perbaikan
beton. Kecuali jika inspeksi ditegaskan oleh Direksi maka perbaikan beton akan
dilaksanakan hanya dengan kehadiran Direksi.

Penyedia Jasa harus memperbaiki semua bagian yang cacat / tidak sempurna pada
permukaan beton yang diperlukan untuk menghasilkan permukaan yang sesuai dengan
batas toleransi dan ketentuan penyelesaian beton seperti yang ditentukan pada pasal 6.14
dan 6.15. Semua noda dan kerak harus dibersihkan dengan baik dari permukaan sesuai
seperti finishing F3 dan F4 sesuai persyaratan dan kerak harus dibuang dari permukaan
dengan finishing U2 dan U3 sesuai persyaratan.

Jika ditemukan tonjolan dan ketidakseragaman kekasaran yang menonjol keluar melewati
batas yang ditentukan dalam pasal 6.14, dalam bentuk permukaan untuk finishing selain

ST - VI - 39
persyaratan F1, tonjolan harus dibersihkan dengan memalu dan mengasah sampai
permukaan sesuai batas persyaratan.

Beton itu rusak karena berbagai sebab, beton itu keropos seperti sarang lebah, retak atau
kerusakan lain dan beton yang karena terjadi penurunan permukaan berlebihan harus
dibongkar dan dibangun lagi sehingga permukaannya lurus seperti yang sudah ditentukan,
harus dipindah dan dikerjakan ulang dengan dry-pack (dibubuhi semen kering), mortar,
beton halus atau perekat mortar mengikuti persyaratan disini. Rencanana pengisian
permukaan yang kosong diterima dengan finishing F1 akan diperlukan hanya setiap lubang
dengan kedalaman 25 mm pada dinding dengan tebal kurang dari 30 cm dan tidak akan
diperlukan pada tembok dengan ketebalan 30 cm atau lebih.

Lubang yang diakibatkan pembuangan tie rod, pipa grout, dan yang sejenis, seluruhnya
akan dilembabkan dan diisi dengan mortar dry pack yang dimasukkan ke tempat itu.
Perbaikan beton pelimpah (spillway) harus diselesaikan dengan senyawa perekat beton
(epoxy bonded concrete) atau perekat mortar kecuali kalau disyaratkan lain atas perintah
Direksi.

Kecuali disetujui oleh Direksi, perbaikan bagian yang kurang sempurna pada beton harus
diselesaikan dalam 24 jam setelah pembongkaran bekisting atau untuk beton tanpa
bekisting dalam waktu 24 jam setelah penuangan beton, kecuali jika diperlukan epoxy resin
maka perbaikan tidak boleh dilaksanakan sampai 28 hari setelah beton dituangkan.

6.17.2 Perbaikan dengan Mortar Kering

Campuran mortar dry-pack yang disetujui oleh Direksi harus digunakan untuk mengisi
lubang yang mempunyai sekurang-kurangnya satu dimensi permukaan yang tidak lebih
besar dari kedalaman lubang, untuk bagian yang tipis dan retak dan untuk lubang yang
terhubung, lubang pipa grout dan aplikasi yang sejenis sesuai persyaratan atau perintah
Direksi. Dry-pack tidak dapat dipergunakan untuk pengisian sebelum penulangan atau
lubang yang dikerjakan lebih lanjut dengan bagian beton berikutnya.

6.17.3 Perbaikan dengan Beton Baru atau Mortar

Semua kerusakan atau beton yang tidak dapat diterima dalam area yang diperlukan
perbaikan dengan beton baru atau mortar harus dibersihkan dengan menggunakan
pemahat Jack Hammer atau metode lain yang disetujui, yang dilakukan pada beton keras
dan hingga kedalamanan dibelakang besi tulangan untuk menyediakan perlekatan yang
baik dari besi tulangan dalam pengecoran ulang beton. Lubang untuk pengisian harus
disediakan dengan angker, kunci, pengelasan kawat ayam, atau lubang sambungan dan
bagian mana yang diperlukan menyambung material baru yang baik pada tempatnya. Tepi
dari pisau pemotong harus normal pada permukaan beton dan pengecoran ulang beton
cukup tertanam pada beton lama sesuai perintah Direksi. Area pemotongan harus
dibersihkan seluruhnya. Warna beton pengganti dan mortar penambal harus disesuaikan
dengan beton sekitamya.

Pengisian dengan mortar, yang dituangkan dibawah pengaruh kuat dari penggunaan mortar
gun, harus digunakankan untuk memperbaiki kerusakan yang sangat luas untuk pengisian
dry-pack dan terlalu dangkal untuk pengisian beton dan tidak lebih dalam dari tepi
penulangan itu dekat dengan permukaan.

Mortar untuk perbaikan harus terdiri dari satu bagian semen, dua bagian agregat halus
(pasir) dan air yang cukup agar pencampuran bahan mortar dapat merata dan mengikat
satu sama lain pada saat dipadatkan dengan cara memampatkan dengan tangan. Mortar
harus baru selesai diaduk jika akan digunakan dan semua mortar yang tidak digunakan
lebih dari dua jam setelah persiapan harus dibuang. Segera setelah disetujui untuk aplikasi

ST - VI - 40
mortar, permukaan yang mana mortar akan diletakkan harus dibasahi terlebih dahulu,
kemudian disikat / digosok dengan sedikit mortar menggunakan sikat kawat.

Pengisian beton harus digunakan untuk lubang yang memanjang diseluruh bagian beton
yang siap, yang mana untuk lubang yang lebih besar dari 1000 centimeter persegi dan
dalam 10 centimeter dan untuk lubang dalam beton bertulang yang mana lebih besar dari
500 centimeter persegi dan peluasan melebihi tulangan itu dekat permukaan. Kelas beton
yang digunakan untuk perbaikan harus sesuai dengan petunjuk Direksi. Beton dan mortar
digunakan untuk tambalan dan perbaikan harus dipelihara dalam cara yang sama sesuai
persyaratan dari pekerjaan beton secara umum.

6.17.4 Perbaikan dengan Epoxy Resin

Dalam perbaikan kerusakan atau beton yang cacat pada lokasi penting, Penyedia Jasa
harus memperbaiki dengan Epoxy Resin bonding Agent atau perekat mortar sesuai arahan
Direksi. Semua ketidaksempurnaan dan yang lubang perlu dilakukan perbaikan dengan
material perekat, harus dilakukan pengasaran ulang sampai dicapai beton yang diinginkan
dan tepi dari lubang dipotong persegi dengan kedalaman minimum 3 cm. Ketentuan berikut ini
dipakai untuk melaksanakan perbaikan menggunakan epoxy meskipun hal ini biasa saja bervariasi
tergantung pada kebijaksanaan Direksi.

1. Perbaikan dengan kedalaman lebih dari empat (4) centimeter


Apabila kedalaman yang rusak lebih dari empat (4) centimeter maka perbaikan harus dibuat
dengan epoxy perekat beton atau mortar. Perbaikan dapat dilakukan pertama dengan cara
membuat alur tidak lebih dari dua (2) centimeter kedalaman sekitar garis keliling area yang
rusak. Berikutnya semua kerusakan beton harus dibuang dengan light-weight jackhammer
dan permukaan yang dihasilkan harus dibersihkan dengan memahat dan kompresor udara
untuk dapat menerima lapisan epoxy bond. Material Epoxy Bond harus diaplikasikan
mengikuti instruksi pembuatnya agar dibersihkan dan permukaan kering dengan mengikuti :

Segera sebelum melaksanakan perbaikan, permukaan beton di lubang yang akan dibersihkan
dari semua kotoran dengan cara sandblasting, yang dietsa dengan cara lima (5) persent
hydrochloric acid atau metode lain yang disetujui. Jika metode pengetsaan asam
diperbolehkan, segera setelah pembuihan berhenti maka lubang harus digelontor seluruhnya
dengan air bersih, air bersih untuk menghilangkan acid dan membersihkan area. Permukaan
lubang harus dikeringkan dan kalau perlu, cara efektif untuk mengeluarkan semua air dari
permukaan. Permukaan dari lubang dan beton itu harus segera dikeringkan, menggunakan
panas lampu, oxyacetylane lidah api disesuaikan dengan ujung tidak teratur. Obor gas
propane, pemanasan, bebas oli kering tekanan udara, atau lainnya yang cocok disetujui oleh
Direksi. Pengeringan harus dilakukan, dalam setiap cara sehingga mencegah kerusakan
beton, sampai lubang bebas dari permukaan yang lembab, dan itu harus diijinkan untuk
dingin sampai hanya hangat sebelum dikerjakan material perekat.

Senyawa perekat harus SIKADUR 32 buatan Sika Chemicals, atau produk yang sejenis sesuai
persetujuan Direksi. Setelah aplikasi untuk dibersihkan dan permukaan yang kering, dan
sementara dalam bagian rusak, bonding agent harus dilapisi dengan perbaikan beton.
Perbaikan beton harus dengan klas A dengan slump 25 mm. Jika Bonding Agent diatur
sebelum aplikasi beton, itu harus dibuang dengan dihancurkan atau ditambah dengan
pengkasaran dan proses pengerjaan diulang.

2. Perbaikan dengan kedalaman kurang dari empat (4) centimeter


Apabila kedalaman kerusakan kurang dari empat (4) centimeter, perbaikan harus dilakukan
dengan menggunakan campuran epoxy mortar. Perbaikan harus dibuat dengan pertama kali
memotong dengan membuat alur dua (2) centimeter, kedalaman sekitar garis keliling area
yang rusak. Berikutnya semua kerusakan beton harus dibuang dengan cara pengelupasan
dan permukaan yang dihasilkan harus dibersihkan dengan kompresor udara.

ST - VI - 41
Perbaikan berikutnya harus mengikuti dengan perekat mortar harus menggunakan SIKADUR
43 yang dibuat Sika Chemicals atau product yang sejenis yang disetujui Direksi. Material
harus diaplikasikan mengikuti instruksi pabrik pembuatnya dalam keadaan bersih dan
permukaan kering yang disiapkan untuk terdahulu.

6.17.5 Pembayaran

Kecuali ada persetujuan khusus oleh Direksi, tidak ada pembayaran terpisah yang dibuat
untuk ketentuan persyaratan dalam pasal ini, dan semua biaya untuk perbaikan beton
harus sudah termasuk dalam harga satuan penawaran dalam daftar kuantitas untuk variasi
bagian pekerjaan beton, setiap biaya harus sudah mempertimbangkan untuk masuk
ketentuan semua tenaga, material, alat pengolah, dan peralatan yang diperlukan dan
semua biaya lain yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan sub
pasal ini. Dimana dalam pembayaran keadaan khusus disetujui oleh Direksi ini akan dibuat
dibawah ketentuan untuk pekerjaan tambah dibawah syarat-syarat didalam kontrak.

6.18 Blockout dan Lapisan Beton Kedua (Secondary Concrete)

6.18.1 Blockout

Kontruksi Blockout dalam beton, diperlihatkan dalam gambar atau atas perintah Direksi, Ijin
untuk pemasangan dan penambahan pekerjaan metal dari peralatan hydromechanical yang
mana akan dipasang dalam beton. Setiap blockout harus diisi dengan klas "A" beton lapisan
kedua (secondary concrete) setelah pemasangan lengkap.
Sebelum beton klass "A" dicor dalam blockout, permukaan beton blockout harus dikasarkan
dan dibersihkan. Membuat kasar harus baik dengan dikelupas atau metode persetujuan lain
dan dalam setiap cara sebaiknya tidak terjadi kehilangan, retak, atau hancur semua bagian
sebelum permukaan dikasarkan. Setelah dikasarkan, permukaan beton harus dibersihkan
sesuai dengan ketentuan sub pasal 6.12.1 bab ini untuk sambungan konstruksi dan dengan
pengukuran dan kekerasan dan dalam setiap keadaan yang dijamin baik dengan mesin
senyawa antara kondisi yang ada dan beton baru. Semua beton yang tidak keras, padat,
dan dapat tahan lama harus dibuang sesuai kedalaman yang diperlukan untuk keamanan
permukaan yang baik. Setelah pembersihan permukaan yang dikasarkan sesuai permintaan
Direksi, harus dijaga kelembaban sekurang-kurangnya 24 jam sebelum pengecoran beton
dalam blockout.

Biaya untuk menyiapkan permukaan beton dimana beton blockout akan diletakkan, harus
mempertimbangkan termasuk dalam harga satuan untuk beton kedua (secondary concrete)
untuk blockout.

6.18.2 Beton Kedua (Secondary Concrete)

Penyedia Jasa harus meletakkan beton dalam blockout dengan cara sedemikian rupa untuk
menjamin ikatan yang baik dengan beton yang ada, untuk menjamin pertemuan yang baik
dengan pekerjaan metal untuk dilaksanakan penanaman dalam beton blockout dan untuk
menghindari pemindahan dari pekerjaan metal atau bagian yang akan ditanam.

Kecuali kalau ditentukan lain oleh Direksi, beton kedua untuk blockout harus beton type
(klas) "A" sesuai dengan persyaratan. Dimana Perintah Direksi, beton kedua di letakkan
dalam blockout agar berisi senyawa pengembang (Expanding Agent) yang diijinkan atau
harus ditunda antara pencampuran dan pengecoran untuk mengurangi penyusutan
setelahnya.

ST - VI - 42
6.18.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran, untuk pembayaran dari blockout harus dibuat jumlah blockout dalam meter
kubik untuk dimensi sesuai yang ditampilkan dalam gambar atau atas perintah Direksi.
Pembayaran untuk beton blockout harus dibuat harga satuan dalam meter kubik penawaran
dalam daftar kuantitas untuk beton kedua agar sesuai dengan bagian pekerjaannya.

6.19 Pengukuran dan Pembayaran Untuk Beton

6.19.1 Pengukuran

Kecuali ditetapkan lain dalam Persyaratan ini, pengukuran untuk pembayaran, setiap type
(class) beton dalam variasi bagian pekerjaan akan dibuat volume dari beton untuk garis
yang rapi pada struktur atau bagian pekerjaan beton seperti diperlihatkan dalam gambar
atau diperintahkan oleh Direksi dan dimana keperluan tersebut akan diietakkan secara
langsung diatas atau permukaan digali lagi untuk disetujui garis guna pengukuran untuk
pembayaran bagi penggalian yang dibuat.
Pengukuran untuk pembayaran dari pengurugan dan pembentukan beton akan dibuat
volume actual dan pengecoran beton dalam lokasi pengurugan yang diperlukan atau
pembentukan beton.
Dalam pengukuran beton untuk pembayaran, volume dari semua blockout, bukaan, alur,
saluran, pipa yang tertanam, pekerjaan kayu, dan pekerjaan metal, setiap yang mana lebih
besar dari 0.05 meter persegi dalam potongan melintang, agar dikurangi pembayarannya.
Pengukuran dan pembayaran untuk beton kedua (secondary concrete) untuk blockout
harus dibuat sesuai dengan ketentuan dalam sub pasal 6.18.3 dari pasal ini.

6.19.2 Pembayaran

Kecuali ditentukan lain dalam peryaratan ini pembayaran untuk setiap klas beton dalam
bagian variasi pekerjaan akan dibuat harga satuan dalam meter kubik penawaran. Untuk itu
dalam bagian yang sejenis di daftar kuantitas, yang mana harga satuan harus termasuk
biaya untuk semua tenaga,alat pengolah, peralatan,dan keperluan mendadak dalam
konstruksi, sebaiknya semua material termasuk agregat,air,dan additive yang manapun
keluar mengikuti bagian pembayaran dari yang akan dibuat sesuai dengan yang sejenis
pada sub pasal ini disyaratkan

Item Sub Pasal


Semen 6.2.6
Bekisting 6.11
Pengisi Sambungan 6.12.4
Waterstops 6.13.5
Baja Tulangan 6.20.6

Semua pencucian beton atau mortar harus dengan biaya Penyedia Jasa kecuali ditentukan
lain dalam sub pasal 6.2.6 dari pasal 6.2 bab ini. Pembayaran untuk tiap klas beton agar
termasuk biaya perbandingan, pengadukan, pencampuran, pengangkutan, pengecoran,
test, pemeliharaan dan perbaikan beton sebaiknya pekerjaan yang berhubungan dengan
blockout, sambungan, penanaman bagian, dan hubungan pekerjaan lain seperti ditentukan
dalam variasi pasal dari bab ini.

Pembayaran tidak dapat dibuat untuk keperluan beton yang akan dicor diluar persetujuan
garis pembayaran untuk penggalian seharusnya diluar kewenangan penggalian.

Pembayaran untuk finishing beton akan dibuat sesuai dengan sub pasal 6.15.4 pasal 6.15
dari bab ini. Pembayaran untuk beton kedua (secondary Concrete) dalam blockout akan

ST - VI - 43
dibuat sesuai dengan sub pasal 6.18.3 dari pasal 6.18 bab ini. Pembayaran untuk shotcrete,
adukan air, dan motar dengan aplikasi tekanan akan dibuat sesuai dengan sub pasal
6.21.13 pasal 6.21 pasal ini.

6.20 Besi Tulangan

6.20.1 Umum

Penyedia Jasa harus meyediakan, mengangkut, menyimpan, menguraikan secara terperinci,


memotong, membengkokkan, dan menempatkan semua besi tulangan yang diperlukan untuk
pekerjaan permanen.

Kebersihan, penempatan, jarak, pembengkokan, penyambungan dari besi tulangan harus


sesuai dengan persyaratan PBI-NI-2 dan ACI 318-77 : kecuali ditunjukkan lain dalam gambar
atau diperintahkan oleh Direksi.

Sebelum batang tulangan diletakkan, permukaan dari batang dan permukaan semua
penyangga batang harus bersih dari karat yang sudah lepas, kehilangan diameter, kotoran
tanah, pelumas, dan kotoran lain yang menganggu, yang mana dalam pandangan Direksi dapat
menganggu. Jika diperlukan ketentuan oleh Direksi, yang kelihatan dan yang akan diletakkan
kemudian harus dibersihkan dari karat, dan puing sebelum ditutup dengan beton.

Bilamana untuk pengecoran beton diperlukan pengecoran dalam beberapa tahap, besi tulangan
yang diletakkan selama lebih dari satu kali tahap pengecoran harus bersih dari semua yang
melekat pada beton atau mortar sebelum dilakukan pada tahap selanjutnya. Baja tulangan
tidak dapat diletakkan tanpa cara yang pasti dan dalam posisi yang benar.

6.20.2 Material

Kecuali disyaratkan dan secara khusus ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk
Direksi besi tulangan harus mempunyai bentuk D-form yang sesuai seperti dalam ASTM A
615 "Standart Speesification For Deformed and Plain Billet Steel Bar for Concrete
Reinforcement", tingkat 39. Perakitan dengan menggunakan las harus sesuai dengan ASTM
A 185 " Welded Steel Wire Fabric For Concrete Reinforcement". Kawat harus diameter 1.2
mm atau kawat besi yang tahan panas.
Ukuran standard dan berat untuk besi tulangan harus sesuai dengan persyaratan Standard
Industri Indonesia SII-0136-1980.

Ukuran standard untuk besi tulangan seperti diperlihatkan dalam table berikut harus
digunakan kecuali untuk ukuran khusus diperlihatkan dalam gambar atau perintah Direksi.

Ukuran Standart Diameter Nominal Berat Minimum


No. Batang (mm) (kg/m
D 8 8 0,393
D 10 10 0,560
D 13 13 0,995
D 16 16 1,560
D 19 19 2,250
D 22 22 3,040
D 25 25 3,980

Penyedia Jasa agar menunjukkan, untuk kepuasan Direksi, dengan berat contoh dari
batang tulangan, batang tulangan itu dikonfirmasikan mempunyai berat minimum yang
diperlukan pada table diatas.

ST - VI - 44
6.20.3 Test Yang Diperlukan dan Sertifikat

Penyedia Jasa harus mengajukan 30 hari sebelum pemasangan batang besi tulangan,
laporan tentang hasil test yang dihasilkan oleh pembuatnya, termasuk fisik dan kimia yang
dimiliki dari besi tulangan yang diajukan untuk pekerjaan. Penyedia Jasa harus mengirim
sertifikat besi tulangan dari setiap pengiriman dan menjamin besi tulangan sesuai dengan
ketentuan dari persyaratan.

Direksi mengambil cadangan yang benar dari contoh dan hasil yang baik pada saat test
independent untuk besi tulangan yang akan digunakan Penyedia Jasa. Tidak boleh ada besi
tulangan yang digunakan dalam pekerjaan utama sampai Direksi mempunyai ketetapan
yang sesuai dengan ketentuan. Jika hasil test yang ditunjukkan pada besi tulangan yang
telah terkirim tidak memuaskan, besi tulangan harus dipindahkan dengan biaya dari
Penyedia Jasa.

6.20.4 Gambar dan Daftar Besi Tulangan

Penyedia Jasa agar menyiapkan dan mengajukan gambar dan daftar yang sesuai dengan
keperluan pekerjaan besi tulangan pada Direksi.

1. Gambar Penempatan Besi Tulangan


Gambar detail semua struktur beton bertulang diperlihatkan rencana, lokasi dan
dimensi semua tulangan termasuk lokasi semua sambungan konstruksi dan detail
semua keperluan lapangan dan, sambungan dalam batang tulangan.

2. Gambar Pembengkokan Besi Tulangan


Gambar detail untuk semua boton bertulang diperlihatkan rencana untuk pemotongan
dan pembengkokan besi tulangan.

3. Daftar Besi Tulangan


Daftar semua besi tulangan terdiri dari item yaitu bagian, jumlah, panjang, bentuk,
diameter, berat satuan, berat total, dan semua data lain yang digunakan untuk
identifikasi, pengukuran, pemotongan, dan pembengkokan dari besi tulangan.

Gambar detail dan daftar besi tulangan harus disiapkan atas dasar informasi yang ada
dalam gambar konstruksi dan atau perintah yang diberikan oleh Direksi.

Apabila Penyedia Jasa mengajukan perubahan dalam pelaksanaan dan atau lokasi
sambungan konstruksi maka setiap perubahan harus disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa
harus melakukan revisi atau meletakkan ulang sesuai gambar penulangan yang baru setiap
perubahan yang disetujui.

6.20.5 Pelaksanaan dan Penempatan

Besi tulangan harus diletakkan secara teliti sesuai dengan gambar detail besi tulangan yang
disetujui harus cukup aman terhadap pergeseran sesuai persyaratan. Setelah pemasangan
dan sebelum pengecoran beton, semua besi tulangan harus diinspeksi oleh Direksi agar
memenuhi sesuai dengan ukuran yang diperlukan, bentuk, panjang, sambungan, posisi,
dan jumlah.

Besi tulangan yang tetap terlihat dan akan ditanam dalam beton lebih lanjut harus dilindungi dari
korosi atau kerusakan lainnya sesuai dengan cara yang disetujui. Perlindungan besi tulangan harus
terlindungi dari setiap gangguan alam tanpa kesulitan sebelum ditanam kemudian dalam beton.
Persiapan dan penempatan besi tulangan harus sesuai dengan persyaratan berikut :

ST - VI - 45
1. Pemotongan dan Pembengkokan
Besi tulangan harus dipotong untuk panjang dan bengkokan sesuai dengan gambar
pembengkokan yang disetujui dan daftar tulangan dalam di pabrik, bengkel atau lapangan.

Semua pembengkokan harus sesuai dengan standart praktis yang disetujui dan peralatan
yang disetujui. Pembuatan bengkokan yang keras dengan fasilitas pemanasan tidak
diijinkan. Batang dengan kekakuan atau bengkokan yang tidak ditampilkan dalam
gambar tidak dapat digunakan.

Batang yang tertanam sebagian tidak dipasang dalam beton harus dibuat bengkokan
untuk lapangan, kecuali diperlihatkan dalam gambar atau persetujuan khusus dari
Direksi.

2. Meluruskan dan Membengkok Ulang


Tidak ada tulangan yang diluruskan kembali setelah dibengkokan kecuali ada persetujuan
khusus dari Direksi. Pembengkokan dan pelurusan ulang sebagian batang yang sudah
terpasang dalam beton dapat membantu dalam penyaluran atau untuk maksud lain
hanya akan disetujui dalam perlakuan khusus sesuai persetujuan Direksi. Secara spesifik
besi tulangan dengan kekakuan atau bengkokan yang tidak ditampilkan dalam gambar
harus dipindahkan atas biaya Penyedia Jasa.

3. Pembersihan
Pada saat penempatan / pengecoran beton, besi tulangan harus bebas dari kotoran dan karat
dan pelapis lainnya yang dapat mengurangi atau menghilangkan ikatan dengan beton.

4. Pemasangan dan Penetapan


Semua tulangan harus benar-benar dipasang tetap dalam posisi yang benar seperti
diperlihatkan dalam gambar dengan menggunakan baja yang disetujui atau penyangga
beton, dudukan batang, pengantung, pengatur jarak, dan ikatan. Setiap penyangga harus
cukup kuat memegang tulangan dalam tempat yang teliti pada saat pelaksanaan pengecoran
beton. Tidak ada tempat untuk koral, butiran batu, potongan kayu dan material sejenis, yang
digunakan dalam menyangga tulangan.
Semua titik persimpangan dari tulangan harus diikat dengan kawat pengikat yang disetujui
sesuai dengan spesifikasi.

5. Sambungan
Tidak ada sambungan tulangan yang dibuat kecuali ditampilkan pada gambar detail yang
disetujui atau kewenangan Direksi untuk menyetujuinya.

Pengelasan batang tulangan hanya akan diijinkan atas persetujuan tertulis Direksi.
Sambungan las hanya akan dibuat pada ukuran diatas batang 12 sesuai dengan ASTM A 185.
Dalam rangka menjamin hasil pengelasan yang memuaskan dari tulangan, persyaratan ASTM
harus ditambah dengan AWS D12.1 "Recommended Practices for Welding Reinforcing Steel,
Metal Insert and Connection in Reinforced Concrete Construction".

Kawat las type elektrode hydrogen rendah AWS E-7015-16 harus digunakan untuk
mengelas batang tulangan. Las harus dibuat hanya oleh operator yang mempunyai
kemampuan sesuai test standart yang dibuat dalam "Operator Qualification" dari AWS.
Semua peralatan mekanis dan perlengkapan sambungan harus disetujui oleh Direksi
sebelum digunakan dalam pekerjaan.

Ujung batang tulangan yang akan disambung dengan las harus dibersihkan dengan sikat
kawat yang kuat atau harus di sanblasted, kemudian, di sikat kawat untuk
menghilangkan sisik yang lepas, karat, dan beton yang melekat. Ujung batang tulangan
yang basah, berminyak, atau tertutup lumpur harus dikeringkan dengan obor sebelum
disikat dengan kawat.

ST - VI - 46
6.20.6 Jarak Besi Tulangan, Penutup Beton dan Toleransi

1. Jarak Besi Tulangan


Besi tulangan harus ditempatkan pada posisi yang tepat dan jarak seperti yang
ditunjukkan dalam Gambar atau atas perintah dari Direksi.

Kecuali ditunjukkan lain pada gambar atau atas perintah dari Direksi semua besi
tulangan harus ditempatkan pada posisi yang tepat sehingga mempunyai jarak bersih
minimum 25 mm antara besi tulangan demikian juga antara besi tulangan dengan
pekerjaan metal yang tertanam berdekatan, berkaitan dengan persyaratan tersebut
tidak boleh ada jarak minimum antara besi tulangan kurang dari 1,2 kali ukuran
maksimum dari agregat kasar.
2. Penutup Beton
Besi tulangan harus dilindungi oleh ketebalan penutup beton seperti ditunjukkan
pada gambar.
Apabila di dalam gambar tidak ditunjukkan maka penutup beton minimum harus
mengikuti ketentuan di bawah ini.
- Minimum 20 mm untuk plat dan dinding yang terlindungi oleh tanah atau cuaca.
- Minimum 30 mm untuk balok, balok penopang (girder) dan kolom yang
terlindungi oleh tanah atau cuaca.
- Minimum 40 mm untuk besi tulangan sampai diameter 16 mm dan 50 mm untuk
besi tulangan diameter lebih besar dari 16 mm dimana beton tersebut tidak
terlindungi oleh tanah atau cuaca tetapi menggunakan bekisting.
- Minimum 50 mm dimana beton langsung berhubungan dengan tanah tanpa
menggunakan bekisting atau beton yang dilalui oleh aliran air.
- Minimum 70 mm untuk struktur (konstruksi) yang menahan aliran dengan
kecepatan tinggi.

Pada semua bentuk, minimum ketebalan beton yang menutup besi tulangan adalah
sama dengan diameter besi tulangan dan 1,5 kali dari luas besi tulangan.

3. Toleransi
Kecuali diperintahkan oleh Direksi, toleransi pemasangan besi tulangan harus
mengikuti ketentuan dibawah ini :
- Toleransi untuk ketebalan penutup beton adalah 10 mm untuk penutup beton
kurang dari 100 mm dan 20 mm untuk ketebalan lebih dari 100 mm.
- Toleransi jarak antara besi tulangan, disediakan tidak secara sistematik 30 mm.

4. Titik Pengelasan untuk Pentanahan (Grounding)


Dimana ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan oleh Direksi, besi tulangan
harus di las pada titik menyilang untuk mencapai kelancaran arus listrik seluruh
struktur tulangan.

Dalam hal tersebut kira-kira dua puluh persen (20 %) dari satu batang harus
dilekatkan dengan las dengan sekurangnya 2 titik untuk sambungan besi tulangan
agar menghasilkan luasan jaringan 1,5 x 1,5 m.
Semua las besi tulangan harus diberi tanda yang jelas dengan cat putih pada jarak
interval tiga (3) meter.

Besi tulangan jaringan pentanahan akan disambung dengan las pada besi tulangan
diameter 6 mm di lokasi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau diperintahkan
oleh Direksi, yang dapat diperpanjang tidak kurang dari 30 cm keluar dari bekisting
untuk sambungan berikutnya dengan batang tembaga dari system grounding secara
keseluruhan.

ST - VI - 47
6.20.7 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran untuk pembayaran besi tulangan agar berdasar pada berat besi tulangan dalam
satuan kg (kilogram) ditempatkan pada beton bertulang sesuai dengan gambar atau
perintah Direksi. Berat nominal untuk batang standart seperti tabel dalam sub pasal 6.20.2
dan harus digunakan itu agar dalam perhitungan berat untuk pembayaran kecuali kelebihan
yang terbuang termasuk sisa dari pemotongan dan penekukan. Tidak ada tambahan
kompensasi yang dibuat oleh Penyedia Jasa untuk semua kelebihan yang terbuang
termasuk sisa hasil pembersihan dari pemotongan dan penekukan.

Pembayaran untuk besi tulangan dibuat dalam harga satuan per kg (kilogram) dibawah
item Pekerjaan yang sesuai dalam daftar kuantitas. Tiap harga satuan tersebut harus sudah
termasuk semua biaya tenaga, alat, dan material, dan semua keperluan untuk suplay,
pengangkutan dan penyimpanan dari besi tulangan termasuk fasilitas penyimpanan,
gambar detail persiapan, daftar besi tulangan, pembersihan, pemotongan, penekukan, dan
penempatan besi tulangan termasuk penyangga, penentuan dan pengelasan kelebihan,
kehilangan demikian juga untuk perancah penyangga dan biaya lain yang timbul dalam
penyelesaian pekerjaan sesuai persyaratan ini, ditampilkan dalam gambar atau atas
perintah Direksi. Tidak ada pembayaran yang dibuat untuk besi tulangan yang digunakan
Penyedia Jasa kepentingannya sendiri.

6.21 Shotcrete

6.21.1 Umum

Berbagai macam tipe dan klas untuk beton yang disemprotkan seperti shotcrete, adukan
encer (gunite) dan mortar dengan aplikasi tekanan (PAM) terdiri dari beton struktur yang
disemprot dan material mortar terdiri campuran semen, agregat air dan additive.

Untuk maksud dari persyaratan ini perbedaan dalam pemberian nama yang digunakan
untuk material rencana yang mana sangat penting yang sama dengan tanpa kecuali dari
penyebaran ukuran partikel (gradasi) dari agregat yang digunakan. Kecuali kalau
ditunjukkan lain dalam persyaratan dengan istilah "Shotcrete" dan "Material Shotcrete"
dalam persyaratan berikut harus dapat diambil untuk shotcrete, adukan encer dan mortar
dengan aplikasi tekanan.

Kecuali kalau ditentukan sebaliknya dalam spesifikasi atau diperintahkan oleh Direksi,
shotcrete agar dikonfirmasi dan dapat dikerjakan dalam ketentuan dengan mengetahui
rekomendasi dalam American Concrete Institute "Recommended Practice For Shotcreting "
(ACI 50666).

Semua pelaksanaan shotcrete harus sesuai dengan persetujuan dari Direksi dan hanya dapat
dilaksanakan bila ada Direksi atau yang mewakilinya.

6.21.2 Material

Material untuk shotcrete agar mengikuti persyaratan berikut :

1. Semen :
Semen untuk shotcrete harus sesuai dengan persyaratan pasa! 6.2 bab ini.

2. Additive:
Additive untuk shotcrete harus sesuai dengan persyaratan dalam pasal 6.3 bab tentang
additive ini, mengikuti keperluan tambahan untuk additive yang dapat mempercepat.

ST - VI - 48
Apabila digunakan additive yang akan digunakan dalam pekerjaan untuk penerapan shotcrete
yang baik atau pemeliharaan untuk kondisi yang aman, Penyedia Jasa agar, tidak kurang dari
60 hari sebelum penerapan shotcrete, mengajukan detail dari bahan termasuk additive untuk
persetujuan Direksi.

Bahan tambahan lebih lanjut dibuat daftar untuk maksud menunjukkan type dan kualitas
atau pertambahan yang mungkin diperlukan oleh Direksi untuk hasil yang baik sebelum
membuktikan kualitas yang baik dengan trial mixes.

Bubuk Tricosal T 9
Bubuk Barra Gunite
Bubuk Sigunite

Additive ini mengandung Sodium Aluminate dan Sodium Carbonate merupakan bahan
utama untuk melakukan percepatan. Additive tidak mengakibatkan korosi pada baja, dan
tidak dianjurkan merusak yang lain setiap retak dan celah. Additive yang diajukan secara
detail harus diajukan pada Direksi untuk persetujuan dan termasuk nama dagang, Pabrik
pembuat, dan komposisi kimia dasar. Proporsi untuk additive accelerator yang normal
tidak lebih dari 5 % kadar semen, dengan berat, kecuali disetujui atau atas perintah
Direksi secara khusus untuk dikerjakan dalam area basah. Hanya jumlah minimum dari
additive yang diperlukan sampai pertama ditemukan kekuatan yang diijinkan dalam
pelaksanaan shotcrete secara normal. Dan jumlah ini harus ditentukan berdasarkan trial
mixes sesuai persyaratan dalam sub pasal 6.21.10 pasal ini. Dalam kondisi tidak normal
kondisi basah dan terutama sekali untuk pekerjaan lebih atau pekerjaan dalam
permukaan vertikal, penambahan accelarator mungkin disetujui oleh Direksi.

3. Air :
Air yang digunakan dalam shotcrete harus sesuai dengan ketentuan dalam pasal 6.5 pasal ini.

4. Udara :
Hanya udara bebas yang dapat digunakan

5. Agregat
Agregat untuk material shortcrete harus sesuai dengan ketentuan pasal 6.4 bab ini dengan
kekecualian ketentuan untuk gradasi yang ditetapkan disini.

Identifikasi dan pemberian nama material shotcrete yang digunakan dalam persyaratan ini
dalam hubungan dengan persyaratan ukuran maksimum partikel agregat mengikuti :

Material Ukuran Maksimum Partikel


Mortar aplikasi Tekanan 5.0 mm
Gunite 10.0 mm
Shotcrate 20.0 mm

Agregat untuk mortar aplikasi tekanan harus terdiri dari agregat halus sesuai dengan ketentuan
tipe gradasi seperti yang ada pada tabel di bawah ini.

Agregat untuk shotcrete dan gunite harus dibuat dengan memilih ukuran campuran dari agregat
halus dan material agregat kasar diayak dan kombinasi produksi campuran gradasi agregat yang
diberikan dengan mengikuti tabel di bawah ini.

Kombinasi gradasi agregat untuk gradasi yang bervariasi dari material shotcrete harus mengikuti :

ST - VI - 49
US Standar Prosentase Berat Tertahan
Ukuran Ayakan P. A. M Gunite Shortcrete
25,40 mm 1" - - 100
19,05 mm 3/4" - 100 90-100
9,53 mm 3/8" 100 95-100 65-90
4,76 mm No 4 95-100 70-100 45-75
2,30 mm No 8 85-100 50-80 30-55
1,19 mm No 16 60-90 30-60 20-40
0,59 mm No 30 30-60 20-40 10-30
0,30 mm No 50 10-30 10-30 5-20
0,15 mm No 100 2-10 2-10 10

6.21.3 Penggunaan Shotcrete

Material Shotcrete dipergunakan untuk menyangga dan menjaga stabilitas karena penggalian
dalam batu dan kerusakan batu karena cuaca seperti diperlihatkan dalam gambar atau atas
perintah Direksi.

Material shotcrete mungkin digunakan dengan atau tanpa fabrikasi tulangan baja dengan las atau
steel chain sambungan jaring tulangan untuk menjadi penyangga batu.

Material shotcrete harus digunakan, pada kemiringan yang terjal untuk menyangga atau
melindungi batu jika perlu, khusus untuk slope vertikal atau kemiringan subvertikal dan secara
umum dapat digunakan bersamaan dengan fabrikasi baja atau jaring tulangan baja. Kalau
ditunjukkan dalam gambar atau atas perintah Direksi, shotcrete dapat di aplikasikan bersama
dengan rockbolt, rock anchors, atau anchor bars, wire mesh dan besi tulangan. Item ini harus di
suplai, dipasang dan dibayar secara terpisah.

Gunite dapat digunakan pada tempat umum sebagai penyangga untuk melindungi galian
terbuka dengan kemiringan yang cukup. Gunite mungkin digunakan salah satu dengan atau
tanpa fabrikasi baja atau jaring tulangan baja bergantung dalam keadaan khusus dan
sesuai perintah atau disetujui oleh Direksi.

Apabila menggunakan jaring baja atau fabrikasi tulangan baja , maka harus terjamin
kaitannya dengan paku staples atau tipe lain anchor permukaan kira-kira 1m di tengah dan
menyangga dengan jarak yang disetujui untuk mampu mendapatkan jarak positif antara
fabrikasi dan permukaan batu. Dalam penambahan anchor permukaan, jaring baja (wire
mesh) harus anchor terjamin pada batu dimana langsung dengan rock bolts atau batang
anchor dan titik anchor ini secara umum mempunyai jarak 1,5 meter dan tengah.

Pneumatically aplikasi mortar (P.A.M) secara umum digunakan tanpa tulangan untuk
penyangga beban yang diperlukan untuk stabilitas permukaan dan melindungi secara baik
dan memperlihatkan bagian patah dalam penggalian atau kerusakan batuan karena cuaca.

6.21.4 Proporsi Campuran

Proporsi dari semen dan agregat dalam berbagai campuran yang dipakai harus bergantung
pada hasil dan percobaan campuran dan pengujian. Untuk itu, berat semen di gambarkan
sebagai presentasi dari besar kombinasi agregat yang tidak boleh kurang dari 25 %.
Penyedia Jasa harus membuat uji campuran yang mendapat persetujuan dari Direksi. Sekali
diterima proporsi perbandingan materi oleh Direksi, tidak diijinkan untuk melakukan
perubahan tanpa ijin tertulis dari Direksi.

ST - VI - 50
Proporsi campuran agregat dan semen dilaksanakan dengan menggunakan ukuran berat
batching plant yang telah disetujui.

6.21.5 Pencampuran

Agregat dan semen akan dicampur dalam kondisi kering atau basah untuk mencapai
campuran homogen dalam mesin pencampur yang sudah disetujui selama waktu
pencampuran 2 menit sebelum ditempatkan dalam alat pengecoran. Agregat dan semen
yang sudah dicampur setelah 40 menit pencampuran atau terlihat tanda-tanda
menggumpal harus dibuang / tolak.

Kurang dari 30 hari sebelum penggunaan shotcrete, Penyedia Jasa harus menyerahkan
kepada Direksi gambar yang memperlihatkan usulan persiapan instalasi mesin takar
bersama dengan gambaran umum dari peralatan yang akan digunakan, metode
pengoperasiannya dan proporsi campuran. Pencampuran dari material dengan
menggunakan tangan tidak akan diijinkan.

6.21.6 Penempatan Perelatan

Peralatan pengecoran dengan sistem pneumatic yang direncanakan harus disetujui oleh
Direksi, air dan udara harus disuplai dalam volume dan tekanan yang seperlunya untuk
mendapatkan kondisi pengoperasian yang terbaik.

Peralatan harus memiliki metode gabungan jumlah ukuran dan tekanan yang digunakan
selama pengecoran dan harus memiliki setting positif terhadap pengontrolan yang berubah
/ bervariasi sehingga dengan demikian kuantitas dapat dikontrol secara akurat oleh
operator.

Peralatan harus mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengirim / transfer bahan
ke pipa penyemprot (alat keluaran) dalam kondisi seragam, pada kecepatan pengeluaran
yang mana akan menghasilkan ketebalan lapisan dengan maximum perlekatan material,
minimum pantulan, tidak mengelupas atau melengkkung.

Semua sistem harus diatur sehingga operator selalu menggunakan kombinasi udara dan air
dalam mempersiapkan permukaan yang kasar atau membersihkan secara sempurna.

Peralatan harus disediakan untuk menggunakan aplikasi material shotcrete yang


memungkinkan terhadap semua permukaan pada jarak 1 m terhadap lubang pengeluaran.

6.21.7 Penempatan (Placing) / Cor

Penempatan shotcrete harus dilaksanakan pada lokasi yang telah ditunjukkan dalam gambar atau
sesuai petunjuk Direksi, berdasarkan sebagai berikut :

(1) Penyiapan Permukaan


Bilamana shotcrete dibutuhkan untuk ditempatkan Penyedia Jasa harus membersihkan dan
menyiapkan permukaan batuan. Batuan yang lepas, tanah atau material lainnya harus
dibuang dari permukaan yang akan dicor.
Material yang tampaknya lempung harus dipotong sampai kedalamannya sesuai petunjuk
Direksi. Setelah material lepas dibuang oleh Penyedia Jasa, batuan harus dibersihkan dengan
air dan tekanan udara atau dengan cara lain yang diarahkan Direksi.

Aliran air yang melalui permukaan yang akan di shotcrete harus dialihkan. Jika diarahkan
Direksi, lubang drainase harus dibuat, dan pipa pembuangan permanen dipasang ditanah
untuk membebaskan tekanan air pada shotcrete yang dicor.

ST - VI - 51
Untuk prioritas penggunaan shotcrete, Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang
jarum pengukur anti karat yang telah disetujui pada permukaan yang akan di shotcrete untuk
mengukur ketebalan lapisan yang di shotcrete. Pin / jarum ukur harus dipasang pada lokasi
yang diusulkan oleh Direksi yang akan mewakili tebal dari shotcrete.

(2) Tebal dari Shotcrete


Ketebalan dari material beton yang disemprotkan termasuk shotcrete, gunite dan
pneumatically applied mortar seperti ditunjukkan dalam gambar atau sesuai arahan Direksi.
Hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa untuk dapat diterima tebal minimum yang
disyaratkan dan Penyedia Jasa harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mendapat
kepuasan dari Direksi. Bila diarahkan oleh Direksi, Penyedia Jasa harus mengkonfirmasi untuk
kepuasan Direksi, tebal actual shotcrete yang dicor dengan cara lubang bor, atau
pengambilan contoh inti.

(3) Kecakapan Operator


Penyedia Jasa hanya memperkerjakan operator, pekerja dan team yang memiliki kecakapan
dalam pekerjaannya atau bagian yang di shotcrete baik dalam bidang vertical dan overhang
untuk memperoleh kepuasan Direksi.

(4) Urutan Pengoperasian


Shotcrete dibuat dalam urutan yang berkesinambungan dalam satu lapis atau lebih dengan
tebal minimum seperti diperlihatkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi. Jika
tebalnya diperlukan lebih besar dari 50 mm, total ketebalan dibuat dalam lapisan yang tidak
kurang dari 50 mm dalam tebalnya.

Semua material yang hilang, tertinggal, terlepas dan aggregate yang terkumpul harus
dibuang dengan tekanan udara atau cara lainnya yang sepantasnya dari permukaan tiap lapis
sebelum dilanjutkan shotcrete pada lapis berikutnya. Bahan yang terlepas tidak bisa dipakai
lagi tapi harus dibuang dari pekerjaan dan disingkirkan oleh Penyedia Jasa sesuai dengan
persetujuan dan petunjuk dari Direksi.

(5) Penggunaan baja anyaman


Bila shotcrete yang akan digunakan pada permukaan batuan yang mana yang sebelumnya
didukung dengan anyaman baja yang tertinggal anyaman baja harus ditambah dengan paku,
jika perlu dipertimbangkan oleh Direksi, harus dikait dengan rapi pada permukaan batu
sebelum shotcrete di cor.

(6) Pekerjaan yang rusak


Bila ada daerah yang kosong, terlepas dari permukaan atau bila hasil uji mengindikasikan
tebal atau kekuatan tidak cukup, Penyedia Jasa dengan biaya sendiri harus melakukan
perkuatan atau membongkar dan mengganti beberapa daerah yang rusak agar mendapatkan
kepuasan dari Direksi.

6.21.8 Keamanan

Selama pekerjaan shotcrete berlangsung, Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas ventilasi, baju
pengaman, alat-alat pelindung nafas, pelindung muka dan beberapa alat yang diperlukan untuk
keamanan operator dan pekerja.

6.21.9 Pemeliharaan

Semua beton shotcrete harus dipelihara sesuai dengan bagian dari pasal ini dalam hal
pemeliharaan (curring), kecuali pemeliharaan shotcrete dengan air harus dijaga kebasahannya terus
menerus selama 7 hari segera setelah pengecoran. Penggunaan senyawa penutup untuk
pemeliharaan tidak akan diijinkan.

ST - VI - 52
6.21.10 Pengujian Percobaan Campuran

Tidak kurang dari 30 hari sebelum pemakaian shotcrete pada beberapa permukaan, Penyedia Jasa
harus membuat campuran shotcrete yang baik, menggunakan bahan-bahan yang sama dan alat
sama untuk diusulkan dalam pekerjaan ini.

Pengujian terdiri dari penempatan material untuk panel vertikal atau horisontal pada lokasi sesuai
arahan atau persetujuan Direksi yang sama dengan kondisi lapangan yang sebenarnya.

Pengujian akan benda uji panel harus dipelihara sesuai dengan sub clause 6.21.9 pada pasal ini.
Tidak kurang dari 9 (sembilan) benda uji inti akan diambil dari setiap benda uji panel dan
diserahkan kepada Direksi, pengujian inti akan disiapkan dan diuji dalam hal berat jenisnya
(kepadatan), kuat tekan dan tarik.

Sebagai Alternatif, dimana disetujui oleh Direksi, Test Cylinders dalam jumlah yang diminta oleh
Direksi harus disiapkan oleh Penyedia Jasa sebelum dimulainya pekerjaan, dengan
menyemprotkan shotcrete secara vertikal kearah bawah ke dalam struktur kawat baja ukuran
19 mm (3/4") untuk dibuat silinder dengan diameter 150 mm (6") dan tinggi 300 mm (12").
Kelebihan material akan dibuang dengan sekop yang ujungnya tajam.

Cylinder tidak boleh dipindahkan dalam 24 jam setelah diisi, selama yang mana waktu mereka
untuk dilindungi dan dipelihara di dalam cara yang memuaskan Direksi.

Cylinder itu harus menghasilkan kualitas shotcrete yang dapat mewakili kualitas shotcrete yang
digunakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

Kuat tekan minimum hasil uji coba cylinder tidak boleh kurang dari pada :

3,5 Mpa (35 kg/cm2) pada 8 jam


2
15 Mpa (150 kg/cm ) pada 72 jam
25 Mpa (250 kg/cm2) pada 28 hari

Kuat tekan tak langsung harus sekurang-kurangnya 15 % dari kuat tekan yang disyaratkan diatas.
Berat jenis dari shotcrete yang dicor harus demikian bahwa lebih daripada 80% dari benda uji harus
memiliki berat jenis yang lebih besar dari 2300 kg/m3. Setelah penerimaan campuran yang
disetujui tidak boleh dirubah tanpa persetujuan tertulis dari Direksi.

6.21.11 Pengujian Selama Konstruksi

Selama pekerjaan berlangsung, Direksi akan memerlukan benda uji dari contoh inti (core)
dari beton shotcrete. Benda uji inti (core) dibuat/didapat dengan mesin bor mektan intan
yang disediakan, dioperasikan dan dipelihara oleh Penyedia Jasa. Inti (core) akan diambil
dari lokasi yang disyaratkan oleh Direksi. Benda uji inti memiliki diameter 75 cm dan
panjang yang cukup sampai terlihat sambungan antara shotcrete dengan permukaan batu.
4 benda inti harus diambil pada setiap lokasi dan diserahkan kepada Direksi untuk diuji
sesuai dengan ayat sebelumnya. Rata-rata dari hasil pengujian keempat kuat tekan pada
umur 3 hari tidak kurang dari 15 Mpa. Jika kekuatan yang disyaratkan tidak terpenuhi,
Penyedia Jasa dengan biaya sendiri, mengambil contoh lain pada lokasi sama, seandainya
contoh benda ini gagal memenuhi syarat kekuatan, Direksi bisa memerintahkan Penyedia
Jasa untuk mengambil (remedial) sesuai dengan bagian (VI) sub clause 6.21.7.

6.21.12 Pengukuran

Pengukuran untuk pembayaran dari shotcrete akan didasarkan pada volume yang dicor
dalam meterkubik yang mana diputuskan pada salah satu metode berikut :

ST - VI - 53
a. Dari luas, dihitung berdasarkan garis teori yang terlihat pada gambar atau
diperintahkan oleh Direksi, dan tebal minimum yang disyaratkan.

b. Dari survey pengukuran yang dilakukan sesuai dengan instruksi Direksi jika dental
diisikan ke pondasi atau pekerjaan sejenis yang tidak mungkin dihitung dengan
metode area.

6.21.13 Pembayaran

Pembayaran shotcrete dibuat berdasarkan harga satuan per m3, dengan mengacu pada
daftar kuantitas (bill of quantity) dengan item pekerjaan yang sesuai.

Harga satuan termasuk kompensasi penuh semua tenaga kerja, alat dan peralatan, mesin,
material dengan pengecualian pada semen dan insidental; seperti pada testing pra
kontruksi dan proporsinya, penyiapan pemukaan, biaya pengukuran pin dan weepholes,
pengecoran (placing), during, tes lapangan termasuk drilling dan contoh inti (core
sampling) sampah dan kehilangan (losses), overthickness, scaffolding dan pekerjaan
platform, dan berbagai biaya untuk pelaksanaan.

ST - VI - 54
BAB VII

PEKERJAAN PEMBORAN DAN GROUTING

7.1 Umum

Pekerjaan yang termasuk dalam bab ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, peralatan
serta pekerjaan lain yang terkait seperti pemboran melalui beton dan batuan, pencucian Lubang
grouting, pengujian lubang grout, penyediaan, pengangkutan, pencampuran dan injeksi bahan;
penyediaan dan pemasangan pipa grout, grout outlet, pemboran inti dan pengujian lubang
tekanan air, seperti tercantum dalam gambar atau seperti yang ditentukan oleh Direksi.

Modifikasi teknik pemboran dan perubahan pola grouting yang mungkin diperlukan sebelum
pelaksanaan konstruksi, sehingga pengetahuan dan pengalaman tentang sifat batuan dan
kondisi pondasi di lapangan dapat diperoleh. Penyedia Jasa akan memerlukan waktu
secepatnya untuk merubah kegiatannya untuk memenuhi modifikasi tersebut sesuai petunjuk
Direksi.

Penyedia Jasa yang bertanggung jawab atas mutu pekerjaan serta pelaksanaan semua jenis
pemboran dan grouting.

Consolidation grouting akan dilaksanakan untuk tujuan menyatukan dan menambah kekuatan
daya dukung pondasi dengan cara menyuntikkan/menginjeksikan semen grouting dengan
tekanan tertentu pada batuan untuk mengisi celah, rekahan dan retakan.

Curtain grouting dilaksanakan untuk membentuk tirai atau lapisan kedap air atau lapisan yang
permeabilitas airnya rendah di pondasi batuan bendungan yaitu untuk menghentikan kebocoran
air yang melalui bendungan, maka dilaksanakan injeksi semen pada batuan yang bercelah dan
pada bagian-bagian yang retak.

Blanket grouting akan dilaksanakan pada kedalaman yang dangkal, supaya batuan pondasi alas
zona inti bendungan menjadi kedap air dan tidak terjadi penurunan yang tidak merata serta
menjadikan grouting tirai (Curtain Grouting) lebih mudah dilaksanakan.

Slush grouting akan dilaksanakan untuk tujuan mengisi semen atau mortar grout setiap
rekahan/ retakan pada permukaan batuan pondasi untuk daerah inti kedap air untuk
menghindari adanya rembesan atau bocoran.

Backfill grouting akan dilaksanakan untuk tujuan mengisi lubang atau celah antara lapisan
beton dan permukaan batuan galian untuk menyatukan lapisan beton dan batuan sekitarnya
dengan menyuntikkan semen grout atau mortar grout.

Contact grouting akan dilakukan untuk tujuan consolidation backfill antara permukaan bagian
dalam pada lapisan beton pada terowongan dan pada sumbat antara pipa baja dan encasing
betonnya dengan cara menginjeksikan semen atau mortar grout melalui pipa yang diletakkan
dalam beton kedalam celah-celah yang ada diantara backfill concrete dengan batuan
sekitarnya.
Consolidaton grouting, curtain grouting, blannket grouting dan grouting lainnya yang diikuti
dengan pengujian tekanan air pada lubang pemboran akan disesuaikan dengan petunjuk
Direksi. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mendapatkan informasi kualitas batuan untuk
menentukan konsistensi grouting yang akan digunakan dan untuk membasahi permukaan
lapisan batuan.

ST - VII - 1
Semua lubang bor di lokasi bendungan akan diisi dengan material grouting yang tebal setelah
pelaksanaan grouting diselesaikan, sesuai dengan petunjuk Direksi.

Semua bahan dan peralatan yang disediakan oleh Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan
dari Direksi.

Rencana kerja secara rinci mengenai metode pelaksanaan dan jadwal urutan pekerjaan yang
akan dilaksanakan Penyedia Jasa, harus diserahkan kepada Direksi untuk disetujui. Penyedia
Jasa harus menyerahkan salinan formulir yang berisi catatan / keterangan yang teliti mengenai
semua pekerjaan grouting yang dilaksanakan sebelumnya setiap hari. Setiap pemboran lubang
selesai, Penyedia Jasa harus menyerahkan salinan pekerjaan grouting lubang tersebut secara
lengkap kepada Direksi.

Sesudah pekerjaan di atas selesai, Penyedia Jasa harus membersihkan lokasi pekerjaan sesuai
saran yang diberikan oleh Direksi.

7.2 Bahan Untuk Grouting

Grouting dibuat dari campuran semen Portland dan air ditambah campuran-campuran lain yang
sesuai dengan saran dari Direksi. Campuran tersebut direncanakan Penyedia Jasa dan harus
disetujui Direksi agar sesuai dengan kondisi batuan yang dijumpai. Penggunaan pasir atau
bahan campuran lain harus disetujui oleh Direksi terlebih dahulu.

Air yang dicampur untuk grouting harus bersih dan bebas dari kandungan asam minyak, alkali,
garam zat organik atau zat-zat lain yang bisa mengganggu.

Semua semen yang dipakai untuk grouting harus berkualitas sama dengan semen Portland
(sesuai dengan ketentuan ASTM C 150 – 67 dan/atau disetujui Direksi). Semen tidak terdiri dari
partikel yang lebih besar daripada 80 mikron.

Penyedia Jasa harus menjelaskan secara rinci mengenai metode/cara yang dipakai untuk
mengontrol ukuran partikel semen, pada waktu pelelangan.

Jika pasir yang ditambahkan pada material grouting, maka pasir tersebut harus bersih, terdiri
dari partikel batuan yang kuat, bebas dari lempung dan zat asing lainnya dan dengan ukuran
butiran yang disetujui oleh Direksi.

7.3 Peralatan

Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan tersebut harus disediakan oleh Penyedia
Jasa dan dijelaskan secara rinci.

7.3.1 Peralatan Pemboran

Untuk melaksanakan consolidation grouting, peralatan pemboran harus mampu mengebor


kedalaman 100 m dengan diameter tidak kurang 45 mm.
Bor perkusi akan dilengkapi dengan alat pemutar air (water swivel) dan alat lainnya untuk
penggelontoran lubang secara terus menerus.

Untuk melaksanakan curtain grouting, maka peralatan pemboran harus mampu mengebor
kedalaman 100 m dan alat bor yang terkecil harus berdiameter tidak lebih kecil dari 45 mm
atau sesuai yang disarankan Direksi.

Penyimpangan dari panjang lubang yang dibor terhadap letaknya secara teoritis, tidak boleh
lebih dari 3%. Apabila sudah disetujui Direksi, maka pengeboran tidak perlu dengan
pengambilan contoh. Alat pengeboran yang digunakan type rotary atau type percussion.

ST - VII - 2
Untuk uji lubang pada Lubang bor harus dipakai alat pemboran standard rotary yang mampu
mengebor sampai kedalaman tidak kurang dari 100 m.

Penyedia Jasa harus menyerahkan diameter pemboran dan corebarrell yang direncanakan
secara rinci untuk memperoleh “maximum core recovery” kepada Direksi.

7.3.2 Alat-alat Uji Tekanan Air

Alat uji untuk tekanan air harus termasuk tipe “single packer” , rakitan uji tekanan air, sarana
pelampung air, flow meters pressure gauge termasuk “gauge save”, katup, selang, fittings
(perkakas) dan pompa yang mampu memompa sedikitnya 100 liter/menit dengan tekanan
maksimum 10 kg/cm2 dan mengatur tekanan agar konstan.

Packer harus tipe “expanding rubber dan/atau “pneumatically expanding rubber sleeve” (air
packer).

Model packer harus terdiri dari beberapa tipe agar sesuai dengan kondisi batuan dan disetujui
oleh Direksi.

7.3.3 Peralatan Untuk Grouting

Peralatan untuk grouting harus mampu mensuplai, mencampur, menggerakkan dan memompa
material grouting sesuai saran Direksi.

Peralatan grouting harus terdiri dari alat-alat sebagai berikut:

1. Grout pump harus dobel silinder yang berfungsi sebagai pompa piston dengan kapasitas
minimal 100 l/menit pada tekanan maksimum 15 kg/cm2.
Pompa flexishaft MONO dengan kapasitas minimum 100 l/menit dengan tekanan
masimum 15 kg/cm2 dan grouting pump 580 rpm.

2. Mechanically operated mixers untuk mencampur material grouting yang dilengkapi


dengan drum dobel dengan kapasitas tidak kurang dari 200 liter dengan tipe koloidal
berkecepatan tinggi, yang berotasi sekitar 1000 – 1500 rpm. Waktu untuk setiap kali
campuran harus selesai dalam 2 menit.

Hasil campuran yang dibawa dengan jarak jauh harus melalui agitating pump yang
mengaduk dengan konstan secara mekanis dan dihubungkan dengan tabung pompa
penyedot material grouting.

Fasilitas untuk pengukuran material grouting yang teliti harus disediakan pada mixer
sehingga proporsi campuran bisa dikontrol dengan hati-hati.

3. Valves, water flow meter dan pressure gauge, sudah termasuk “gauge savers”, pressure
hoses, pipa, fittings, dan peralatan lain yang mungkin diperlukan untuk kelancaran
pelaksanaan grouting dan high pressure gauge yang dikalibrasi untuk mengecek
ketelitian semua alat pengukuran pada sistem grouting.

4. Pressure gauge harus mempunyai skala baca minimum 1 – 15 kg/cm2 dengan ketelitan
0.5 kg/m2.

Peralatan harus diamati dengan teliti secara terus menerus. Untuk lubang grouting yang hilang
atau rusak akibat peralatan yang tidak bisa dioperasikan dengan baik atau kurangnya pengisian
grouting, maka akan dilaksanakan pemboran ulang dimana biayanya akan ditanggung oleh
Penyedia Jasa.

ST - VII - 3
Semua pekerjaan grouting harus memakai sistim sirkulasi, satu bagian mensuplai grouting ke
header atau manifold di leher lubang dan bagian lain menghubungkan manifold (atau header)
lagi ke mixer.

Katup lubang grouting akan diletakkan antara manifold dan sambungan packer atau pada pusat
grouting. Katup tengah akan diletakkan pada manifold sebagai “supply line valve” dan “return
line valves”. Pengukuran tekanan diletakkan antara manifold dan leher lubang untuk
mengetahui tekanan pada lubang return line tidak boleh dalam kondisi sedemikian rupa
sehingga memungkinkan injeksi beberapa lubang bor secara serempak dari satu pompa.

7.3.4 Stand Pipe

Stand pipe dilaksanakan pada setiap lubang grouting untuk mencegah air lumpur dan untuk
mengontrol bocoran campuran grouting di bawah permukaan, dimana diameter stand pipe 3
inci.

7.4 Pemboran Dan Grouting Pada Pondasi Terbuka

7.4.1 Consolidation Grouting

1. Lokasi dan Ukuran Lubang


Consolidation grouting harus dilaksanakan pada terowong atau tempat lain sesuai yang
disarankan Direksi. Kedalaman consolidation grouting harus sesuai yang ditunjukan
dalam gambar atau sesuai saran Direksi.

Lubang grouting pada pondasi bendungan harus vertikal dan diatur dengan jarak 1 meter
pada gradasi sejajar axis sumbu pelimpah dan masing-masing berjarak 1 meter seperti
yang ditunjukan dalam gambar, kecuali ada saran lain dari Direksi.

Diameter lubang tidak boleh lebih dari 45 mm. Kedalaman akhir lubang harus berada
pada 5 m dibawah permukaan batuan seperti yang disarankan Direksi.

2. Pemboran Lubang Grouting


Lubang grouting untuk consolidation grouting harus dibor dengan kedalaman maksimum
5 m dalam satu kali kerja. Kedalaman lubang harus dicek oleh Direksi sebelum
pelaksanaan grouting.

Lubang harus dibor, dicuci dengan menggunakan campuran udara air dan digrouting
secara berurutan dengan suatu aturan yang ditentukan di lapangan oleh Direksi untuk
disesuaikan kondisi lapangan.

Penggunaan bentonite dan rod dope, rod grease atau pelumas lainnya pada batang bor
tidak diperbolehkan .

Setelah pemboran selesai, setiap lubang harus dicuci dengan baik , dengan air bersih
dibawah tekanan tidak kurang dari 10 menit dan sampai air yang keluar bersih.

Setelah pencucian, setiap lubang harus ditutup untuk mencegah masuknya material dari
luar.

3. Prosedur Consolidation Grouting


Consolidation grouting akan dilakukan dengan per tahapan per 5 m, kecuali jika
ditentukan lain.
Hubungan pipa grouting ke lubang grouting akan dilakukan dengan memasukkan packer
dalam beton atau batuan dengan kedalaman 0.5 m dari permukaan batuan, atau dengan

ST - VII - 4
menghubungkan ke grout nipple yang dilindungi dengan semen mortar pada leher
lubang. Metode yang baru disebutkan tersebut diterapkan jika batuan rusak sedemikian
rupa sehingga tidak bisa menempatkan packer.

Tekanan maksimum untuk consolidation grouting tidak lebih dari 2 kg/cm2 atau sesuai
petunjuk Direksi.

4. Contact Grouting
Contact Grouting dimaksudkan untuk konsolidasi backfill concrete dengan batuan
sekitarnya, dengan cara menginjeksikan dan mengisi semen kedalam celah-celah yang
ada diantara backfill concrete dengan batuan sekitarnya pada tekanan yang rendah.

5. Blanket Grouting
Grouting ini dilakukan pada kedalaman yang dangkal (5m), supaya batuan pondasi alas
zona inti bendungan menjadi kedap air dan tidak terjadi penurunan yang tidak merata
serta menjadikan grouting tirai (curtain grouting) lebih mudah dilaksanakan.

6. Konsentrasi Grouting
Enam macam campuran dalam perbandingan berat antara semen dan air yang
digunakan harus 1/10, 1/8, 1/6, 1/4, 1/2 dan 1/1, yang disesuaikan dengan kondisi
batuan pondasi yang dijumpai atau sesuai pengarahan dan persetujuan Direksi.

Grouting dimulai dari campuran semen dan dengan perbandingan air 1 : 10 dan
dirubah kearah yang lebih kental, sesuai Tabel-1 di bawah ini :

Campuran Perbandingan Kuantitas Injeksi Perubahan


Nomor Semen : Air dalam 20 menit Semen : Air

1 1 : 10 800 lt 1 : 8
2 1 : 8 700 lt 1 : 6
3 1 : 6 600 lt 1 : 4
4 1 : 4 500 lt 1 : 2
5 1 : 2 400 lt 1 : 1

Tekanan maksimum grouting yang dipergunakan untuk masing-masing kedalaman sesuai


dengan Tabel – 2 di bawah ini :

Kedalaman Tekanan Uji air Tek. Max. grouting


Step
(m) (kg/cm2) ( kg/cm2)

1 0 : 5 0,5-1-2-1,0,5 2
2 5 : 10 1-1,5-2-1,5-1 2
3 10 : 15 1-2-3-2-1 3
4 15 : 20 1-2-3-2-1 3
5 20 : 25 1-2-3-4-3-2-1 4
6 25 : 30 1-2-3-4-3-2-1 4
7 30 : 35 1-2-3-5-3-2-1 5
8 35 : 40 1-2-3-5-3-2-1 5

Berat bentonite, jika digunakan bentonite, harus termasuk dalam bobot semen untuk
membuat grout slurries dari konsentrasi tersebut diatas, dengan tidak melebihi 5% bobot
semen atau sesuai pesetujuan Direksi.

ST - VII - 5
Grout slurries dan mortar harus diuji oleh Penyedia Jasa di laboratorium yang ada di
lapangan dengan biayanya sendiri dan lengkap dengan peralatan untuk pengujian dan
pengukuran pada umumnya.

Penyedia Jasa harus menyerahkan proposal prosedur grouting yang menunjukan proporsi
pencampuran, pengiriman dan tekanan injeksi pada tiap tahap grouting dan untuk tiap
tipe operasi grouting.

Dokumen tersebut harus mencantumkan bahwa Penyedia Jasa harus berhati-hati untuk
mencegah adanya kerusakan pada bagian pekerjaan yang sudah ada.

7. Waktu Penyelesaian
Pelaksanaan grouting untuk tiap tahapan mengikuti prosedur seperti di bawah ini:
Grouting dimulai dengan memompakan campuran semen dan air dengan perbandingan 1
: 10 kedalam lubang grouting selama 20 menit pada tekanan maksimum yang diijinkan.
Bila kuantitas injeksi dengan campuran 1 : 10 ini kurang dari 800 liter untuk 20 menit
maka injeksi campuran 1 : 10 diteruskan. Bila kuantitas injeksi campuran 1 : 10 untuk 20
menit melebihi 800 liter maka campuran semen dan air dirubah menjadi lebih kental
yaitu dengan perbandingan 1 : 8. Selanjutnya injeksi campuran dengan perbandingan 1 :
8 dilaksanakan seperti sebelumnya dan perubahan campuran ke yang lebih kental akan
disesuaikan dengan kuantitas seperti yang terdapat dalam tabel perubahan campuran
diatas (Tabel-1).

Selama pelaksanaan grouting berlangsung, kecepatan injeksi dari campuran semen dan
air selalu dipertahankan tidak melebihi 10 liter/menit/meter. Kuantitas campuran yang
masuk dan tekanan pompa diamati dan dicatat tiap interval waktu 5 menit.

Grouting diberhentikan dan dianggap selesai bila kuantitas campuran yang diinjeksi telah
menunjukan 0,2 liter/menit/meter pada tekanan maksimum yang diijinkan selama 20
menit.

Dalam hal injeksi semen sampai pada pemakaian campuran dengan perbandingan semen
dan air 1 : 1 dan kuantitasnya telah mencapai 2000 liter pada tekanan maksimal,
sedangkan kuantitas injeksi 0,20 lt/menit/meter belum tercapai maka sementasi
diberhentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah periode pengendapan
kurang lebih 8 jam.

8. Perbaikan Kebocoran Grouting


Jika grouting yang diinjeksi bocor hingga ke permukaan atau bangunan melalui retakan,
patahan, celah, dan lain–lain, selama grouting, sumber kebocoran harus ditambal atau
disumbat dengan baik sesuai petunjuk Direksi. Selama pekerjaan grouting lubang, lubang
disekitarnya harus tetap tidak tertutup untuk memudahkan aliran udara dan air. Jika
grouting bocor dari lubang ini cukup mengganggu proses grouting, lubang tersebut untuk
sementara harus ditutup. Lubang ini harus digrouting secepat mungkin sebelum grouting
yang telah mengalir tersebut mapan.

9. Penolakan Grouting yang Telah Dibuat


Jika proses grouting terganggu karena gagalnya peralatan atau karena sebab – sebab
lain lebih dari satu jam, grouting yang dibuat pada mixer harus dibuang. Jika mutu
grouting yang sudah disiapkan kurang baik menurut penilaian dan pertimbangan Direksi
maka harus dibuang.

ST - VII - 6
7.4.2 Curtain Grouting

1. Lokasi dan Ukuran Lubang


Curtain grouting akan dilaksanakan pada pondasi bendungan atau tempat lain sesuai
yang disarankan Direksi.
Pengaturan lubang grouting harus diatur sesuai dengan gambar yang telah ditetapkan
oleh Direksi. Diameter lubang tidak boleh kurang dari 45 mm. Kedalaman setiap lubang
seperti pada Gambar.

Perubahan – perubahan dan modifikasi di lapangan harus sesuai dengan saran dan
persetujuan Direksi.

2. Pemboran Lubang Curtain Grouting


Metode grouting yang dipakai, metode terhadap pemboran dan menurun dengan
panjang grout 5 m. Pemboran tahap pertama pada batuan harus sampai pada
kedalaman 5 m dari permukaan batuan.

Pemboran tahap kedua dilaksanakan sesudah grouting tahap pertama selesai , yaitu
dengan pemboran ulang pada grout yang pertama dan tembus ke batuan sampai 5 m.
Pelaksanaan ini harus diulang- ulang sampai grouting dengan kedalaman tertentu seperti
yang disarankan Direksi.

Pemboran tahap berikutnya tidak dimulai dulu sebelum grouting sebelumnya berjarak 4
jam dan setiap tahap tidak boleh melampaui kedalaman yang sudah ditetapkan.
Kedalaman lubang pemboran harus diperiksa Direksi sebelum dilaksanakannya grouting
tahap akhir.

Sebelum grouting masing-masing tahapan setelah selesainya pemboran, lubang akan


dicuci seluruhnya dengan air bersih dari ujung rod bor yang dimasukkan ke lubang.
Pencucian akan terus dilakukan hingga tak kurang dari 10 menit dan sampai air sisa
pencucian jernih. Setelah pencucian, tiap lubang akan ditutup untuk mencegah
masuknya material asing. Tidak diijinkan pemboran yang lebih dekat dari 8 m dari tahap
lubang yang digrouting atau yang telah digrouting 4 jam sebelumnya.

Sebelum grouting, pengujian tekanan air akan dilakukan di lubang yang selesai di bor
sesuai petunjuk Direksi.

3. Prosedur Curtain Grouting


Packer harus dipasang 0,5 m di atas bagian atas yang akan di grouting. Pada tahap
pertama, packer harus dipasang 0,5 m dari permukaan batuan atau 0,5 m diatas garis
galian. Modifikasi tinggi grouting tahap pertama dilaksanakan sesuai dengan yang
disarankan oleh Direksi.

Lubang grouting akan berbentuk kipas pada bagian dalam semua abutment harus
dilengkapi platform beton dan angker untuk menstabilkan posisi mesin bor.

Berdasarkan uji grouting dan pertimbangan–pertimbangan lain, tekanan yang digunakan


untuk pengujian permeabilitas tekanan air dan tekanan grouting maksimum, yang
dipergunakan untuk masing-masing kedalaman sesuai dengan tabel – 2 di atas.

Proporsi campuran grouting, yaitu dengan perbandingan berat 1/10, 1/8, 1/6, 1/4, 1/2
dan 1/1. Sesudah pengujian permeabilitas lubang yang dibor, baru dilaksanakan
grouting. Tekanan maksimum grouting harus betul-betul dikontrol sesuai tabel-2 diatas.

Proporsi campuran grouting yang diinjeksi yaitu 1/10 pada permulaan grouting dan
diubah ke arah yang lebih kental, sesuai dengan table-1 diatas.

ST - VII - 7
Apabila ada kebocoran grouting yang diinjeksi lewat bagian yang retak-retak, celah –
celah dan sebagainya di permukaan dasar grouting, maka sumber kebocoran ini harus
ditambal atau ditutup sesuai dengan saran dari Direksi.

Bila proses grouting terganggu yang disebabkan oleh kegagalan peralatan atau sebab–
sebab lain sampai lebih dari 1 jam , maka sisa material grouting yang masih ada pada
mixer harus dibuang.

7.4.3 Grouting Untuk Terowongan

1. Backfill Grouting
Backfill grouting harus dilaksanakan untuk mengatasi batuan yang membuka dan gradasi
beton ( lining concrete ). Penempatan beton dengan pipa baja pada gradasi beton atau
dengan pemboran langsung lining concrete sebelum grouting. Pengaturan lubang harus
sesuai dengan yang tercantum dalam gambar atau seperti pengarahan dari Direksi.
Lubang sekurang-kurangnya 300 mm ke dalam masa beton.
Untuk pipa grout, pipa baja dengan panjang tergantung ketebalan lining concrete actual,
harus ditempatkan pada concrete lining. Hambatan pada pipa harus dihilangkan oleh
Penyedia Jasa.

Grout semen atau mortar harus diinjeksikan melalui pipa grout. Proporsi campuran
mortar kira-kira 1:1:2 (perbandingan air, semen , pasir) dalam massa tersebut, dan
harus ditentukan oleh Direksi di lapangan didasarkan pada uji pencampuran atau
pemompaan, yang akan dilaksanakan oleh Penyedia Jasa sebelum pekerjaan dimulai.

Tekanan maksimum yang ditoleransi untuk backfill grouting adalah 2 kg/cm2 atau seperti
pengarahan dari Direksi. Grouting harus dilanjutkan sampai tingkatan injeksi turun
sampai nol dibawah tekanan maksimum yang diijinkan, kecuali jika Direksi memberi
pengarahan lain.
Jika grouting yang diinjeksi mengalir ke lubang lain, lubang–lubang tersebut harus
disumbat dan dibor sesudah itu untuk grouting.

2. Consolidation Grouting
Consolidation grouting dilaksanakan melalui lubang grouting yang di bor pada lokasi
seperti tercantum dalam Gambar dan atau seperti yang disarankan Direksi, agar
mengkonsolidasikan batuan dasar disekitar terowongan yang mungkin longsor (tidak
padat) selama pekerjaan galian dan kontak antara batuan dasar dan linning concrete
atau backfill grouting.

Lubang grouting harus dibor ke arah semua sudut di dalam terowongan, dicuci dan
digrouting dengan aturan yang ditentukan di lapangan oleh Direksi. Diameter lubang
grouting tidak melebihi 38 mm, dan kedalaman 5 m dari permukaan bagian dalam lining
concrete, kecuali Direksi memberi petunjuk yang lain.

Prosedur consolidation grouting terowongan termasuk yang untuk pemboran, grouting


dan perbaikan kebocoran grouting, harus seperti tercantum pada Ayat 7.4.1.

Persyaratan konsentrasi grouting, waktu penyelesaian dan penolakan grouting yang telah
dibuat, harus sesuai dengan Ayat 7.4.1.

Tekanan grouting maksimum untuk consolidation grouting terowong harus 4 kg/cm2 atau
atas saran Direksi.

ST - VII - 8
7.4.4 Pemboran Inti Lubang Uji

Direksi akan meminta Penyedia Jasa mengebor lubang uji untuk memperoleh contoh (sampel)
inti dan menguji tekanan air untuk mengetahui keefektifan grouting. Diameter lubang uji tidak
boleh kurang dari 55 mm dan tidak boleh lebih dari 87 mm, kecuali bila hal itu disarankan
Direksi, ketentuan tersebut tidak berarti menolak pemboran dengan diameter lebih besar untuk
menambah cassing lubang bila diperlukan.

Penyedia Jasa harus menyediakan catatan pengeboran (driller’s log) untuk Direksi pada setiap
lubang yang dibor, untuk pencatatan koordinat, lokasi, elevasi dan kedalaman akhir lubang,
sifat batuan yang dibor dan data data lain yang ada, yang biasanya dicatat pada log lubang
bor, seperti ditemukannya inti lubang, presentasinya, RQD - nya dan sebagainya.

Sampel inti harus ditempatkan pada kotak kayu dengan tutup berengsel yang disediakan oleh
Penyedia Jasa. Sampel inti semua lubang dipisah – pisahkan dalam kotak dengan pembatas
(devider) dan akan diidentifikasikan dengan memakai label kayu dimasukan diujung lubang,
sehingga kedalaman lubang bisa ditandai. Semua kotak sampel inti ditandai dengan jelas
dengan jumlah lubang dimana sampel inti tersebut diambil serta tanggal pengeborannya.

Setelah pemeriksaan sampel inti dan pekerjaan “ logging “ selesai, kotak-kotak sampel inti
harus diangkut oleh Penyedia Jasa ke gudang di lokasi proyek seperti yang disarankan Direksi.

Sebelum kotak sampel inti disimpan, semua sampel inti difoto berwarna, dengan skala 1:7
sehingga detail yang ada didalam kotak tampak. Dalam foto tersebut disebutkan pula skala
liniernya. Penyedia Jasa harus menyampaikan satu foto negatif dan 2 foto positifnya kepada
Direksi. Sampel inti harus dicuci sebelum difoto dan ketika difoto harus masih lembab, sehingga
sifat batuan dan ciri-cirinya nampak jelas.

Pengujian air di lubang uji dilaksanakan pada “ discending stage “ yang panjangnya 5 m atau
kurang dari 5 m, seperti yang disarankan Direksi. Penyedia Jasa harus mencatat semua data
yang diperlukan termasuk banyaknya lubang “stage”, elevasi manometer, elevasi muka air,
posisi packer, tekanan, tingkatan injeksi dan sebagainya. Harus dihitung pula hilangnya air
permukaan pada waktu pengujian atau manometer dan bagian yang diuji.

Hasil uji tekanan air harus dalam bentuk grafik, semua dalam skala yang sama, untuk horisontal
menunjukkan tekanan efektif dalam “stage” dengan mempertimbangkan permukaan air yang
statis dan hilangnya air di permukaan dan untuk vertikal menunjukkan kuantitas air yang
mengalir keluar dalam liter permenit dan permeter. Grafik untuk lubang semacam ini harus
diletakan pada log geologi.

7.4.5 Tes Permeabilitas Lubang Bor

Pada tes pemboran inti lubang uji atau lubang lain seperti yang disarankan oleh Direksi, tes
permeabilitas lubang bor harus dilakukan untuk tujuan memperkirakan kondisi batuan sebelum
dan sesudah grouting. Setelah satu bagian dari lubang dites, dibersihkan sampai air yang keluar
bersih, packer harus disetel dengan kerapatan tidak lebih dari 0,5 m dari permukaan batuan.
Air bersih harus dipompa kedalam lubang dibawah tekanan konstan sehingga harus dikontrol
dengan “return line valve“. Injeksi air harus berkelanjutan untuk paling sedikit 10 menit di
bawah tekanan yang tetap setelah kecepatan injeksi stabil. Beberapa (tidak kurang dari 7)
perbedaan tekanan, seperti saran Direksi, harus dilaksanakan. Tekanan harus tidak lebih tinggi
dari 10 kg/cm2, kecuali bila ada saran lain dari Direksi.
Penyedia Jasa harus merekam/mencatat semua data penting dari setiap tes, termasuk jumlah
lubang, tahapan, elevasi manometer, elevasi water table, posisi packer, tekanan, kecepatan
injeksi, dan lain-lain.

ST - VII - 9
Kehilangan produksi energi selama tes, antara manometer dan bagian tes, harus
diperhitungkan.
Hasil tes tekanan air harus diberikan dalam bentuk grafik, yang mana semuanya dalam skala
yang sama, ditunjukkan dalam absis tekanan efektif setiap tahapan, diambil menjadi catatan
energi tetap dan kehilangan energi dan koordinat adalah kuantitas dari keluaran grafik harus
diberikan kepada Direksi.

7.4.6 Tes Tekanan Air

Tes tekanan air harus dilaksanakan pada lubang grouting atau lubang-lubang lain seperti yang
disarankan oleh Direksi, terutama sebelum grouting setiap lubang. Prosedur pelaksanaan harus
sesuai dengan tes permeabilitas lubang pemboran, kecuali apabila tes tekanan air harus
dilaksanakan dibawah satu tekanan, setidak-tidaknya 10 menit setelah kecepatan injeksi stabil.

7.4.7 Pemboran Lubang Drainase di Terowong

Lubang drainase dengan diameter 50 mm harus dibor di dinding beton dari terowong dengan
arah naik dengan sudut 45o dari arah vertikal seperti terlihat dalam gambar atau atas petunjuk
Direksi.

Kedalaman pemboran sampai kebatuan adalah 2 m dari permukaan dalam dinding beton atau
atas petunjuk Direksi. Tidak ada pipa drainase yang dimasukkan ke dalam lubang kecuali jika
diarahkan oleh Direksi.

7.4.8 Pemboran untuk Pemasangan Piezometer

Lubang untuk pemasangan piezometer harus dengan diameter sampai kedalaman dan sudut
sesuai yang ditunjukkan dalam gambar atau petunjuk Direksi. Untuk penyelesaian pemboran,
lubang harus dicuci dengan air bersih yang bertekanan sampai air yang kembali harus bersih
setelah itu lubang harus ditutup untuk melindungi lubang dari material asing masuk ke lubang
sampai pemasangan piezometer terlaksana.

7.5 Pengukuran dan Pembayaran

7.5.1 Pemboran

Pengukuran dan pembayaran untuk pemboran lubang grouting didasarkan kedalaman aktual
dalam meter linier lubang yang dibor melalui tanah, batuan dan beton. Harga satuan yang
dicantumkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga meliputi semua biaya tenaga kerja, material,
peralatan dan semua pekerjaan yang diperlukan dalam pemboran melalui tanah, batuan, beton,
pemindahan mesin, pencucian lubang yang dibor, perlindungan lubang sampai saat digrout,
serta semua pekerjaan insidental yang terkait dalam pemboran sesuai dengan spesifikasi.

Pengukuran dan pembayaran untuk pemboran pada inti untuk pengetesan dilaksanakan
berdasarkan panjang per meter sampel inti. Tidak ada pembayaran untuk pemboran pada
lubang yang sama.

7.5.2 Grouting

Pengukuran dan pembayaran untuk grouting dilakukan berdasarkan berat dalam ton dari
semen kering yang disuntikkan ke dalam lubang grouting dan lubang tes. Harga satuan yang
dicantumkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga meliputi semua biaya untuk tenaga kerja,
material, selain material kering yang diinjeksikan, peralatan, sistem penyediaan dan
pengembalian material grouting serta semua pekerjan yang diperlukan untuk menyambung
jalur penyediaan material grouting dengan pipa grouting untuk injeksi material grouting,
pencucian lubang, pengaturan bahan grouting, pencampuran dan penginjeksian material

ST - VII - 10
grouting dan pemboran kembali lubang jika lubang tersebut tersumbat yang menyebabkan ada
aliran material grouting keluar dan pekerjaan-pekerjaan lain yang terkait grouting sesuai
spesifikasi.

7.5.3 Pemasangan Packer

Pengukuran dan pembayaran untuk pemasangan packer didasarkan pada jumlah packer yang
terpasang untuk tes tekanan air dan grouting pada lubang yang dibor. Harga satuan yang
sudah termasuk semua biaya meliputi : biaya tenaga kerja, material, peralatan dan semua
pekerjaan yang diperlukan dalam pemasangan dan pemindahan packer, penyambungan ke pipa
injeksi dan semua pekerjaan yang terkait dengan pemasangan packer, sesuai dengan
spesifikasi.

7.5.4 Tes Permeabilitas Lubang Bor

Pengukuran dan pembayaran untuk tes permeabilitas pada lubang bor dilaksanakan
berdasarkan jumlah tes, dimana kecepatan injeksi pemompaan air ke dalam dengan berbagai
tekanan diukur. Harga satuan sudah termasuk semua biaya tenaga kerja, material, peralatan
dan semua pekerjaan yang diperlukan untuk pengetesan dan pekerjaan tambahan sesuai
dengan spesifikasi.

7.5.5 Stand Pipe

Pengukuran dan pembayaran untuk stand pipe didasarkan pada berat stand pipe dalam
kilogram termasuk penempatan pada lubang.

7.5.6 Tes Tekanan Air

Pengukuran dan pembayaran untuk tes tekanan air dilakukan berdasarkan berapa kali
dilakukan pengujian, dimana harus diukur angka injeksi air yang dipompa ke lubang dengan
beberapa macam tekanan. Harga satuan sudah termasuk semua biaya penyediaan tenaga
kerja, material, peralatan dan semua operasi yang diperlukan untuk pengujian serta semua
pekerjaan insidental yang terkait, seperti tertera pada spesifikasi.

7.5.7 Material Grout

Pengukuran dan pembayaran untuk penyediaan material grouting dilakukan berdasarkan berat
material dalam ton metric. Harga satuan yang terdapat dalam daftar Kuantitas sudah termasuk
semua biaya material dan pengirimannya ke lokasi. Tetapi material grouting yang sudah
dibuang atau terpaksa dibuang tanpa alasan yang tepat atau karena kesalahan Penyedia Jasa,
tidak dilakukan pengukuran maupun pembayarannya.

ST - VII - 11
BAB VIII

SALURAN DRAINASE

8.1 Umum

8.1.1 Lingkup Pekerjaan

Penyedia Jasa harus mengerjakan semua bangunan drainase, baik itu sementara dan tetap
seperti diperlihatkan dalam gambar dan sesuai instruksi oleh Direksi, atau keperluan lain yang
perlu diperhatikan dan untuk melakukan pengendalian air selama konstruksi.

Pekerjaan drainase (drainage work), terdiri dari konstruksi pembuangan dan termasuk sistem
pembuangan, tapi tidak terbatas pada antara lain terdiri dari :

1. Saluran pembuangan terbuka tanpa perkuatan


2. Saluran pembuangan terbuka dengan perkerasan beton
3. Pembuangan Pipa beton tertanam, baik saluran tertutup atau terbuka

Semua pekerjaan drainase termasuk metode dan lokasi pembuangan air drainase harus
merujuk pada apa yang telah disetujui oleh Direksi. Penyedia Jasa harus menyediakan /
melengkapi seluruh bahan, tenaga dan peralatan serta keperluan tak terduga untuk pekerjaan
bangunan drainase.

Seluruh pekerjaan drainase harus dikoordinasikan dengan pekerjaan konstruksi lainnya atau
pekerjaan lain yang dilakukan oleh sub Penyedia Jasa sehingga tidak akan ada gangguan pada
hasil pekerjaan dan dimana pekerjaan drainase dan air pembuangan dapat beroperasi dalam
kondisi yang paling efektif dan praktis. Dalam kejadian dimana gangguan ditemukan pada
pekerjaan selanjutnya, Direksi akan memerintahkan untuk merubah atau memindahkan tanpa
menghiraukan bagian pekerjaan sebelumnya.

Pekerjaan drainase yang akan digunakan pada bagian pekerjaan utama harus dibangun sesuai
dengan yang diperlihatkan pada gambar detail atau sesuai dengan spesifikasi atau sesuai
dengan instruksi Direksi.

Kecuali diinstruksikan lain oleh Direksi, desain dan konstruksi pekerjaan drainase sementara
pemeliharaan dan kontrolnya selama konstruksi berlangsung menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa.

Pemeliharaan harus dilakukan pada saluran yang tersumbat, atau pembuangan yang terhalang
selama pekerjaan berlangsung. Semua drain yang tersumbat atau terhalang sebelum pekerjaan
final diterima harus dibersihkan dengan cara yang disetujui oleh Direksi atau penempatan ulang
dengan biaya dari Penyedia Jasa.

8.1.2 Penggalian untuk Pekerjaan Drainase

Penggalian untuk pekerjaan drainase harus dikerjakan oleh Penyedia Jasa sesuai dengan
ketentuan, yang sesuai pada bab III dari spesifikasi teknik ini.

Kecuali ada persyaratan lain yang disetujui oleh Direksi, penggalian untuk pekerjaan drainage
permanen harus dilakukan dalam keadaan kering.

ST - VIII - 1
8.1.3 Pekerjaan Tanah dan Penimbunan untuk Pekerjaan Drainase

Kecuali ada ditentukan lain dalam Spesifikasi ini, ditentukan dalam spesifikasi pipa, atau
instruksi Direksi, semua pekerjaan tanah dan penimbunan untuk pekerjaan drainase harus
dilakukan oleh Penyedia Jasa sesuai dengan ketentuan yang sesuai bab V dari Spesifikasi
Teknik ini.

8.1.4 Beton untuk Pekerjaan Drainase

Semua pekerjaan beton yang digunakan,untuk lining drainase dan struktur drainase lain harus
memenuhi ketentuan bab VI Spesifikasi Teknik ini, termasuk suplai material beton,
pencampuran, pengangkutan beton, pengecoran, pemeliharaan dan perlindungan beton.

8.1.5 Pekerjaan Pipa untuk Pekerjaan Drainase

Semua pipa dan pekerjaan pipa untuk pekerjaan drainase harus sesuai dengan ketentuan yang
sesuai bab XI Spesifikasi Teknik ini. Semua pipa yang dipergunakan dalam pekerjaan drainase
harus sudah mendapat persetujuan Direksi dan tidak ada pipa yang rusak sebelum digunakan
dalam pekerjaan.

8.1.6 Gambar Yang Harus Disediakan Oleh Penyedia Jasa

Sebelum pekerjaan drainase atau sistem drainase dilakukan, Penyedia Jasa harus menyerahkan
pada Direksi untuk disetujui, semua detail dan gambar ukuran dimensi dan menampilkan
diagram denah lokasi, metode konstruksi, bersama dengan semua daftar kuantitas dan semua
yang lain yang sesuai dengan detail pekerjaan drainase, agar dilaksanakan termasuk metode
dan lokasi pembuangan air drainase. Detail desain dan metode konstruksi harus didasarkan
pada informasi yamg diberikan dalam gambar kontrak dan dalam spesifikasi.

Dalam persetujuan Direksi, gambar konstruksi detail dan dokumen yang tergabung didalamnya
akan menjadi bagian dokumen kontrak dan setelah disetujui Direksi, Penyedia Jasa harus
menyerahkan untuk Direksi tiga (3) salinan setiap gambar konstruksi yang disetujui, bersama
dengan setiap dokumentasi design dan persyaratan yang di perlukan atau instruksi oleh Direksi.

Penambahan jumlah dokumen dan gambar konstruksi yang disetujui dan penambahan atau
gambar detail tambahan yang harus disiapkan harus disediakan oleh Penyedia Jasa tanpa ada
penambahan biaya selama konstruksi sesuai dengan kepentingan atau instruksi Direksi.

8.1.7 Pengukuran dan Pembayaran

1. Pekerjaan Drainase Sementara


Secara umum tidak ada pembayaran terpisah untuk semua konstruksi pekerjaan drainase
sementara oleh Penyedia Jasa untuk kontrol air selama konstruksi.

Kecuali ada persyaratan lain yang disetujui oleh Direksi, semua biaya dikeluarkan oleh
Penyedia Jasa dalam melengkapi ketentuan persyaratan dan instruksi Direksi dengan
mematuhi pada konstruksi dan pemeliharaan yang perlu setiap pekerjaan drainase
sementara, termasuk semua biaya tenaga, material, peralatan dan keperluan mendadak,
harus mempertimbangkan untuk dimasukkan dalam harga lumpsum untuk kontrol air
yang disediakan dalam daftar kuantitas, biaya semua pekerjaan yang diperlukan untuk
penggalian, penimbunan dan konstruksi pekerjaan tanah dan konstruksi beton yang
sesuai dalam pasal ini.

2. Pekerjaan Drainase Tetap


Pengukuran dan pembayaran untuk variasi tipe pekerjaan drainase tetap yang diperlukan
untuk konstruksi, sesuai bagian pekerjaan tetap seperti diperlihatkan dalam gambar,

ST - VIII - 2
ditentukan dalam persyaratan atau sesuai instruksi Direksi akan dibuat sesuai dengan
ketentuan secara detail dalam pasal bab ini yang sesuai.

8.2 Permukaan Saluran Drainase Terbuka Tanpa Perkuatan

8.2.1 Umum

Permukaan terbuka tanpa perkerasan drainase dan drainase kolektor harus dikonstruksi pada
lokasi dan pada garis, tingkatan, level dan dimensi seperti diperlihatkan dalam gambar atau
sesuai instruksi atau disetujui oleh Direksi.

8.2.2 Penggalian

Penggalian permukaan saluran drainase terbuka tanpa perkuatan agar dilaksanakan dengan
menggunakan peralatan pengalian mekanis atau metode penggalian tangan sesuai dengan
ketentuan bab III spesifikasi teknik ini untuk penggalian terbuka dan penggalian parit terbuka
yang dikerjakan.

Pada drainase terbuka tanpa perkerasan yang dikerjakan pada area atau setiap pengisian dapat
ditempatkan dan dipadatkan sesuai dengan persyaratan pada penyelesaian keseluruhan
perataan level, termasuk semua bagian saluran drainase atau saluran yang akan dikerjakan dan
drainase yang akan dikerjakan dengan penggalian yang dipadatkan pada bagian saluran.

8.2.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian saluran terbuka tanpa perkuatan akan dibuat
sesuai dengan ketentuan sub pasal: 3.2.2 dan 3.6.2 spesifikasi teknik ini untuk pengukuran dan
pembayaran untuk penggalian terbuka dari penggalian parit yang dikerjakan.

8.3 Drainase Saluran Terbuka Dengan Perkuatan

8.3.1 Umum

Perkuatan permukaan terbuka cakupan drainase dan gabungan drainase harus dibangun pada
lokasi dan line, grade, level dan dimensi dengan material perkuatan seperti diperlihatkan dalam
gambar atau sesuai instruksi oleh Direksi.

8.3.2 Penggalian

Pengggalian untuk perkuatan drainase terbuka harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
pasal 3.6 ini untuk penggalian drainase terbuka tanpa perkuatan.

Penggalian untuk drainase terbuka dengan perkuatan agar dapat setiap waktu dapat ditutup
dengan koordinasi dengan pelaksanaan perkuatan setiap penggalian tidak akan terlindung dari
angka waktu yang berlebihan dan kadang-kadang kondisi dalam penggalian terbuka perlu
Pemeliharaan setiap saat.

8.3.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk berbagai item pekerjaan untuk konstruksi pekerjaan
drainase permukaan terbuka dengan perkuatan akan dibuat sebagai , item terpisah sesuai
dengan ketentuan yang relevan dalam spesifikasi teknik ini sebagai berikut :

1. Penggalian
Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian pekerjaan drainase terbuka dengan
perkuatan, akan dibuat sesuai dengan ketentuan sub pasal 3.5.6 dan 3.6.2 spesifikasi

ST - VIII - 3
teknik ini untuk pengukuran dan pembayaran bagi penggalian terbuka dan penggalian
parit terbuka yang dikerjakan.

2. Material Penutup dan Urugan


Pengukuran dan pembayaran untuk material penutup dan urugan bagi perkuatan pada
permukaan pekerjaan drainase yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang relevan untuk
pengukuran dan pembayaran seperti ditentukan dalam bab V spesifikasi teknik ini.

3. Perkuatan Pasangan batu


Pengukuran dan pembayaran untuk pasangan batu pada pekerjaan drainase permukaan
terbuka dengan perkuatan pasangan batu akan dibuat sesuai dengan ketentuan yang
relevan dari pengukuran dan pembayaran seperti ditentukan dalam bab XIII spesifikasi
teknik ini.

5. Lubang air dan Lubang Drainase


Pembayaran terpisah tidak akan dibuat untuk lubang air dan lubang drainase yang
dipasang pada beton atau perkuatan pasangan batu dan biaya sudah
mempertimbangkan untuk memasukkan dalam pembayaran untuk beton atau pasangan
batu.

8.4 Drainase Pipa

8.4.1 Umum

Drainase pipa yang akan dibangun harus meliputi tetapi tidak perlu dibatasi pada yang
tertanam, terkubur dan pekerjaan pipa yang tidak terlindungi terdiri dari :

1. Pipa Poly Vinyl Chloride.


2. Pipa Perforated.

8.4.2 Penggalian

Penggalian untuk drainasi pipa harus dilaksanakan dengan cara peralatan penggalian mekanis
atau metode penggalian dengan tangan sesuai dengan ketentuan bab III spesifikasi teknik ini
untuk penggalian terbuka dan penggalian parit terbuka yang dilaksanakan.

8.4.3 Pekerjaan Pipa

Pekerjaan pipa untuk sistem drainase harus dibangun sesuai dengan ketentuan bab XI
spesifikasi teknik ini.

8.4.4 Pengurugan

Pengurugan untuk pipa yang terkubur harus dilaksanakan dengan material dalam cara yang
direkomendasikan oleh pembuat dan disuplay pipa sesuai dengan keperluan seperti
diperlihatkan dalam gambar atau instruksi oleh Direksi.

Material urugan harus sesuai persyaratan dalam pasal yang relevant dengan bab V spesifikasi
teknik ini. Lokasi pengisian dengan beton atau pembungkus pipa drainase seperti diperlihatkan
dalam gambar atau sesuai instruksi oleh Direksi semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang relevan dengan bab VI spesifikasi ini.

8.4.5 Struktur Pendukung

Struktur penyokong untuk drainase pipa termasuk pekerjaan inlet, pekerjaan outlet, tembok
utama, tembok samping, lubang keluar, lubang masuk, lubang drainase dan tempat air,

ST - VIII - 4
struktur yang tidak teratur, dan lain-lain harus dibangun sesuai dengan ketentuan pasal 8.7 dari
spesifikasi ini.

8.4.6 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk berbagai item pekerjaan konstruksi drainase pipa dan
gorong-gorong akan dibuat dalam item terpisah sesuai dengan ketentuan yang relevan sesuai
ketentuan dalam spesifikasi teknik sebagai berikut :

1. Penggalian.
Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian pipa dan gorong-gorong akan dibuat
sesuai dengan ketentuan sub pasal 3.5.6 dan 3.6.2 spesifikasi teknik ini untuk
pengukuran dan pembayaran pada penggalian parit terbuka yang dilaksanakan.

2. Pekerjaan Pipa.
Pengukuran dan pembayaran untuk pekerjaan pipa untuk drainase pipa dan gorong--
gorong akan dibuat sesuai dengan ketentuan dalam bab XI spesifikasi teknik ini.

3. Material Urugan dan Material penutup.


Pengukuran dan pembayaran untuk material penutup dan material urugan pada drainase
pipa dan gorong-gorong akan dibuat sesuai dengan ketentuan yang relevan untuk
pengukuran dan pembayaran sesuai ketentuan dalam bab V spesifikasi ini.

4. Pekerjaan Beton dan Pasangan Batu.


Pengukuran dan pembayaran untuk pekerjaan beton, pekerjaan pasangan batu dan
pekerjaan batu untuk drainase pipa, termasuk urugan dengan beton dan pelindung untuk
pekerjaan pipa dan pekerjaan pendukung inlet, outlet dan lubang drainase dan lain-lain
akan dibuat sesuai dengan ketentuan yang relevan untuk pengukuran dan pembayaran
sesuai ketentuan dalam pasal 8.7 spesifikasi ini.

8.5 Lubang Drainase dan Lubang Pembuangan Air

8.5.1 Umum

Lubang drainase dan lubang pembuangan air harus dipasang pada beton atau struktur
pasangan batu atau lubang hasil pengeboran melalui struktur beton dan atau batu. Lubang
drainase dan lubang pembuangan air harus disediakan pada dinding beton, dinding pasangan
batu, struktur penahan, perkuatan saluran dan perkuatan terusan sesuai diperlihatkan dalam
gambar, sesuai dengan persyaratan atau instruksi oleh Direksi. Lubang drainase dapat juga
dilakukan dengan bor pada kemiringan galian batu dan pondasi sesuai gambar atau instruksi
oleh Direksi.

8.5.2 Konstruksi dan Material

1. Lubang Drainase dan Lubang Pembuangan Air pada Beton dan pasangan Batu Lubang
drainase harus disediakan dalam struktur beton atau pasangan batu dan dipasang
selama penempatan beton atau pasangan batu, dengan pipa Poly Vinyl Chloride (PVC)
diameter 50 milimeter atau yang lain seperti diperiihatkan dalam gambar atau instruksi
oleh Direksi.

Kecuali diperlihatkan lain dalam gambar atau instruksi oleh Direksi lubang drainase atau
lubang pembuangan air pada struktur beton dan pasangan batu harus disediakan dengan
kantong filter bagian belakang dari pasangan batu dan beton. Kantong filter terdiri dari
batu pecah yang dipilih dan koral yang baik gradasinya untuk mencegah kehilangan
material penutup dan atau material pondasi, filter tersebut ditempatkan pada lapisan
geotextile filter sintetic buatan pabrik atau yang sejenis seperti diperlihatkan dalam

ST - VIII - 5
gambar atau persetujuan Direksi. "Ijuk" (serat palm alami), potensial menurunkan
material organik, harus digunakan sebagai material filter dalam pekerjaan utama, kecuali
ada persetujuan khusus yang lain oleh Direksi.

Pada persyaratan dalam gambar atau instruksi dari Direksi lubang drainase dan lubang
pembuangan air dibentuk dengan pipa PVC dalam struktur penahan air, dan dalam
saluran, harus cocok dengan PVC Internal type ball valves atau flap valve, sesuai
persetujuan Direksi, pemasangan untuk memungkinkan keluarnya air dan tekanan
hydrostatis dari belakang struktur untuk mencegah air masuk dari samping secara bebas.

Lubang drainase dalam struktur beton harus di bor hanya pada lokasi yang akan dibentuk
untuk lubang drainase selama beton itu tidak dapat dilaksanakan dan pada persetujuan
khusus atau instruksi oleh Direksi.

2. Lubang Drainase dalam Batuan Keras.


Ketika lubang drainase disyaratkan atau diperlukan dalam batuan, lubang harus dibor
dengan bor tipe sumbu atau bor type putar diamater bagian bawah untuk setiap lubang
drainase harus tidak boleh kurang dari yang diperlihatkan dalam gambar.
Jika diperlukan untuk batu pecah, kerusakan batu karena cuaca atau lokasi seperti
diperlihatkan dalam gambar atau instruksi oieh Direksi, lubang drainase dalam batu harus
dibungkus dengan PVC berlubang atau pipa lain yang anti karat yang benar-benar tepat
jika diletakkan dengan penutup mortar atau yang lain. Lubang casing pada lubang
drainase dalam batuan harus dipasang dengan segera setelah pengeboran pada lubang
drainase yang mana harus teliti dan bersih sebelum casing dipasang.

Pada lubang drainase yang diperlukan penambahan dalam batuan dibelakang beton atau
pasangan batu, itu harus ditambah dengan pengeboran sampai bentuk lubang habis
dalam pasangan batu sesuai dengan yang di atas.

Pada lubang drainase yang diperlukan pengeboran di batuan dalam conjunction dengan
grouting itu tidak dapat di bor sampai semua lubang grout berdekatan dengan jarak 30
meter harus di bor dan grout kecuali ada instruksi lain oleh Direksi.

8.5.3 Pengukuran dan Pembayaran

Lubang drainase dan lubang pembuangan air yang dibentuk dalam beton dan pasangan batu
tidak dapat diukur untuk pembayaran, termasuk semua biaya yang diperlukan atas tenaga,
material, peralatan, dan keperluan mendadak yang diperlukan, dan harus mempertimbangkan
untuk memasukkan dalam harga penawaran pada pekerjaan beton yang relevan atau pekerjaan
pemasangan batu sebelum dilaksanakan dalam daftar kuantitas.

Pengukuran dan pembayaran untuk pengeboran lubang drainase dalam beton dan atau batuan
akan dibuat panjang total dalam meter panjang untuk setiap pengeboran lubang drainase
sesuai dengan keperluan seperti diperlihatkan dalam gambar atau instruksi oleh Direksi, kecuali
pengukuran untuk pembayaran tidak akan dibuat untuk pengeboran lubang drainase dalam
beton atau pasangan batu dimana setiap pengeboran diperlukan untuk konstruksi lubang
drainase dimana setiap lubang sudah diperlihatkan dalam gambar atau instruksi oleh Direksi
untuk pembuatan bentuk lubang dan harus dihilangkan oleh Penyedia Jasa atau harus dipilih
oleh Penyedia Jasa dengan sebelum persetujuan Direksi pada konstruksi pengeboran. Semua
keperluan pengeboran untuk membersihkan bentuk lubang drainase dalam beton atau
pasangan batu untuk kepuasan Direksi tidak akan diukur untuk dibayar.

Pembayaran untuk pengeboran lubang drainase dalam beton atau batuan akan dibuat harga
satuan dalam penawaran meter panjang untuk pekerjaan itu dalam daftar kuantitas dan tiap
harga satuan agar termasuk semua biaya untuk semua tenaga, material, alat dan keperluan
mendadak untuk penyelesaian pekerjaan itu, termasuk pemasangan peralatan bor, pengeboran

ST - VIII - 6
lubang drainase pembilas dan semua pekerjaan yang terkait untuk penyelesaian ini dari suplai,
pemasangan lubang atau diperlukan casing yang berlubang.

Pengukuran untuk pembayaran dari pemasangan lubang atau casing berlubang dalam
pengeboran lubang drainase dalam batuan akan dibuat panjang total dalam meter panjang
untuk setiap casing yang dipasang sesuai dengan keperluan seperti diperlihatkan dalam gambar
atau konstruksi oleh Direksi.

Pembayaran untuk lubang atau casing berlubang dalam pengeboran lubang drainase untuk
batuan akan dibuat harga satuan dalam meter panjang penawaran untuk pekerjaan ini dalam
daftar kuantitas dan setiap harga satuan termasuk semua pembayaran untuk semua tenaga,
meterial, peralatan dan keperluan mendadak untuk penyelesaian pekerjaan, termasuk suplai
casing, pemotongan, pemasangan dan penentuan tempat dan semua pekerjaan yang terkait
dengan pekerjaan ini.

8.6 Struktur Drainase

8.6.1 Umum

Penyedia Jasa agar membangun lubang drainase, lubang masuk, box bagi, inlet, dan outfall,
struktur terjunan, dan struktur peredam, dan setiap hal lain tiap struktur diperlihatkan dalam
gambar atau konstruksi oleh Direksi untuk setiap bagian pekerjaan drainase dalam lokasi dan
line level dan dimensi seperti diperlihatkan dalam gambar atau sesuai instruksi oleh Direksi.

8.6.2 Konstruksi dan Material

Struktur drainase harus dibangun dari pasangan batu, dalam beton seperti diperlihatkan dalam
gambar atau instruksi atau persetujuan oleh Direksi dan harus lengkap dengan pekerjaan
penyambungan pipa drainase, saluran, sungai atau selokan.

Semua pekerjaan konstruksi untuk setiap struktur harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
yang relevan sesuai persyaratan di pasal lain dalam spesifikasi teknik dalam bagian :

1. Bab III : Pekerjaan Galian


2. Bab V : Pekerjaan Tanah Biasa dan Urugan Kembali (Backfill)
3. Bab VI : Pekerjaan Beton
4. Bab XI : Pekerjaan Pipa
5. Bab XIII : Pekerjaan Lain-lain

8.6.3 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk konstruksi struktur drainase akan dibuat sesuai dengan,
ketentuan untuk pengukuran dan pembayaran untuk berbagai item pekerjaan pengggalian,
pekerjaan beton, pasangan batu, pekerjaan batu, pekerjaan pipa, pekerjaan besi, pekerjaan
tanah, urugan dan pekerjaan lain sesuai ketentuan pasal yang relevan dari persyaratan.

ST - VIII - 7
BAB IX

BANGUNAN GEDUNG

9.1 Pekerjaan Struktur

9.1.1 Pekerjaan Galian

1. Umum

Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan galian adalah semua pekerjaan sebagai
berikut :

(1) Galian terbuka.


(2) Pekerjaan galian lainnya yang diperintahkan oleh Direksi Teknis.

Rencana Penyedia Jasa yang menerangkan mengenai pelaksanaan pekerjaan galian untuk
setiap macam kegiatan, harus diserahkan kepada Direksi Teknis sebelum kegiatan di atas
dilaksanakan.

Apabila menurut hasil-hasil investigasi geologi menunjukkan bahwa semua material yang digali
tidak cocok untuk dimanfaatkan sebagai bahan timbunan maka material tersebut harus dibuang
di tempat pembuangan (spoil bank).

Apabila menurut pendapat Direksi Teknis, material galian itu memenuhi syarat, maka material
tersebut harus ditumpuk pada daerah yang tepat untuk kemudian digunakan atau diangkut
langsung ke tempat pelaksanaan pekerjaan timbunan / urugan kembali sesuai petunjuk Direksi
Teknis.

2. Galian Terbuka

(1) Umum

Semua galian terbuka yang diperlukan untuk bangunan permanen harus dibuat pada batas,
tingkatan dan ukuran yang ditunjukkan pada gambar atau sesuai petunjuk Direksi Teknis.
Selama pekerjaan berlangsung, Direksi Teknis menganggap perlu untuk membuat kemiringan,
tingkatan, ukuran galian yang sudah ditentukan.

Galian terbuka lain, yang dilaksanakan atas kehendak Penyedia Jasa sendiri, misalnya
membuang materi galian atau untuk keperluan lain, harus sesuai petunjuk Direksi Teknis dan
biayanya ditanggung oleh Penyedia Jasa.

Bila Penyedia Jasa melaksanakan galian lebih untuk maksud dan alasan tertentu, misal untuk
menyingkirkan material tertentu yang akan mengganggu konstruksi, maka setelah material
tersebut disingkirkan harus ditimbun kembali dengan beton atau material lain sesuai petunjuk
Direksi Teknis sampai pada elevasi yang sesuai dengan gambar dan biayanya ditanggung oleh
Penyedia Jasa.

Demikian pula bila terjadi galian yang terlalu dalam karena kesalahan Penyedia Jasa, maka
Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk mengembalikan elevasi galian hingga elevasi rencana
dan biayanya ditanggung oleh Penyedia Jasa.

Semua galian untuk bangunan pondasi harus dilaksanakan dalam keadaan kering.

ST - IX - 1
Jika diperlukan dan jika diperintahkan oleh Direksi Teknis, Penyedia Jasa akan melakukan galian
saluran terbuka yang dimanfaatkan untuk mengelakkan air permukaan dari galian terbuka dan
biayanya harus ditanggung oleh Penyedia Jasa.

Untuk semua pekerjaan yang terkait dengan penggalian terbuka, Penyedia Jasa akan
melaksanakan langkah-langkah konservasi tanah dan biaya untuk item pekerjaan ini ditanggung
oleh Penyedia Jasa.

(2) Galian Dimana Beton Akan Ditempatkan

Dasar dan sisi kemiringan galian untuk pondasi atau yang akan dicor dengan beton, harus digali
pada batas, tingkatan dan ditunjukkan pada gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi
Teknis. Tidak ada material yang diijinkan untuk ditambahkan pada batas bangunan beton. Jika
pada titik tertentu dalam galian, material digali dengan perintah tertulis dari Direksi Teknis di
luar batas yang diperlukan untuk bangunan, penggalian tambahan akan ditimbun dengan baik
dengan beton.

Galian yang berlebihan yang dikerjakan oleh Penyedia Jasa dengan maksud tertentu tanpa ada
persetujuan tertulis dari Direksi Teknis, harus ditimbun kembali dengan beton dan biayanya
ditanggung oleh Penyedia Jasa.

3. Pembuangan Atau Pemakaian Material Galian

(1) Umum

Setelah diajukan uji tanah, maka diperkirakan bahwa kualitas material galian adalah material
yang tidak dapat dipakai dan diangkut ke lokasi pembuangan untuk dibuang.

Tetapi bila Direksi Teknis menyarankan bahwa material galian dalam jumlah tertentu bisa
dipakai untuk bahan timbunan, maka material yang cocok sementara ditumpuk di tempat
penimbunan, yang nantinya akan diangkut dan ditempatkan pada lokasi bangunan yang
permanen sesuai petunjuk Direksi Teknis.

(2) Pembuangan Material Galian Yang Tidak Dipakai

Material galian yang tidak cocok untuk dipakai pada bangunan, harus diangkut dan dibuang ke
lokasi pembuangan yang telah disetujui. Timbunan pembuangan harus diletakkan sedemikian
rupa sehingga tidak mengganggu perjalanan ke bangunan-bangunan.

Bila diperlukan, sesuai saran dari Direksi Teknis timbunan pembuangan harus rata dan dibentuk
untuk drainasi, perlindungan dari erosi dan tepinya diatur supaya bagus.

Perubahan lokasi atau adanya tambahan-tambahan ke daerah pembuangan sesuai dengan


keinginan Penyedia Jasa harus dilakukan atas biaya Penyedia Jasa dan harus disetujui Direksi
Teknis.

Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan
mengenai usulan lokasi untuk pembuangan material selain lokasi yang sudah disetujui Direksi
Teknis sebelum dimulainya pengangkutan material ke daerah tersebut diatas.

9.1.2 Pekerjaan Timbunan

1. Umum

Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan timbunan adalah semua pekerjaan sebagai
berikut :

ST - IX - 2
(1) Pekerjaan timbunan tanah.
(2) Pekerjaan urugan kembali.
(3) Pekerjaan timbunan lainnya yang diperintahkan oleh Direksi Teknis.

Material untuk timbunan tanah terdiri dari tanah pilihan hasil dari pekerjaan galian atau diambil
dari luar lokasi pekerjaan. Material yang digunakan pekerjaan ini disediakan oleh Penyedia Jasa
dengan mendapatkan persetujuan Direksi Teknis.
Semak belukar, akar-akar dan ranting-ranting atau material-material lain hendaknya
disingkirkan.

2. Timbunan Tanah

(1) Pelaksanaan Pekerjaan

a. Tanah timbunan atau tanah hasil galian pondasi atau galian yang lain yang dapat dipakai
sebagai material timbunan diangkut dan dikumpulkan ke tempat (areal) yang perlu
ditimbun.
b. Hamparkan tanah bahan menjadi rata (lapisan) dengan ketebalan 25 cm, di atas lapisan
tanah yang telah dipadatkan lebih dahulu.
c. Siram lapisan tanah dengan air secukupnya, sehingga keadaannya tidak terlalu kering,
kemudian dilakukan pemadatan.
d. Ulangi pekerjaan tersebut hingga timbunan mencapai elevasi yang dikehendaki.

(2) Peralatan

Peralatan yang digunakan untuk pemadatan harus disesuaikan dengan kondisi sekitar dan
mendapatkan persetujuan Direksi Teknis. Masing-masing lapisan harus dipadatkan dengan
kepadatan minimal 95 % kepadatan laboratorium.

(3) Kontrol Kelembaban

Kadar kelembaban material timbunan harus diperiksa saat pelaksanaan pemadatan.


Kelembaban harus merata dan berkisar 80 % hingga 120 % dari kadar air optimum sesuai
metode ASTM D 1557. Jika kadar kelembaban dibawah persyaratan, maka harus ditambahkan
air dan dicampur dengan menggunakan metode yang disetujui. Jumlah air yang ditambahkan
harus sesuai dengan pengujian lapangan. Jika kadar air diatas persyaratan maka harus
dikeringkan lebih dahulu hingga mencapai persyaratan baru boleh dipadatkan.

Penambahan air harus sudah memperhitungkan kemungkinan penguapan, sehingga hasil akhir
tetap memenuhi persyaratan.

(4) Pengawasan Mutu

Pengujian lapangan harus dilakukan Penyedia Jasa dan harus dilakukan oleh laboratorium
penguji yang sudah dikenal dan disetujui oleh Direksi Teknis.

Pengujian kepadatan lapangan harus ditetapkan sesuai dengan ASTM D-1556 dan pengujian
pemadatan harus sesuai dengan ASTM D-1557.
Analisa saringan harus sesuai dengan ASTM D-423 dan D-424. Lokasi pengambilan contoh
material untuk pengujian harus dicatat.

Jika dari hasil pengujian ternyata material timbunan tidak sesuai dengan yang disyaratkan,
material yang bersangkutan harus dibuang dan diganti dengan material baru yang memenuhi
persyaratan kemudian dipadatkan ulang.

ST - IX - 3
Jika dari hasil pengujian ternyata kepadatan tidak sesuai dengan yang disyaratkan, maka ada 2
kemungkinan yaitu material tersebut diganti dengan yang baru kemudian dipadatkan ulang
atau cukup dilakukan pemadatan ulang.

Pengujian-pengujian harus dilakukan ulang atas biaya Penyedia Jasa jika material timbunan
diganti atau pemadatan harus diulang karena tidak memenuhi spesifikasi teknis.

3. Urugan Kembali

Material untuk urugan kembali dipilih dari material hasil galian yang memenuhi syarat untuk
material urugan kembali. Kualitas material tersebut harus mendapat persetujuan Direksi Teknis
dan harus bebas dari semua zat organik atau zat pengganggu yang lain seperti bongkahan batu
yang besar, bata-batu besar dsb.

Penyedia Jasa harus menempatkan material untuk urugan kembali pada batas-batas garis dan
dimensi seperti terlihat pada gambar atau sesuai petunjuk Direksi Teknis.

Material akan ditangani dan ditempatkan sedemikian rupa untuk mendapatkan pemadatan dan
kepadatan yang diinginkan.
Metode penanganan, penempatan, kontrol kelembaban dan pemadatan urugan kembali harus
sesuai dengan persetujuan Direksi Teknis.

4. Timbunan / Urugan Pasir

Kualitas material pasir untuk pekerjaan timbunan / urugan pasir yang dimaksudkan harus
bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam kotoran dan bahan-bahan kimia.

Penyedia Jasa harus menempatkan material pasir pada batas garis dan dimensi seperti terlihat
pada gambar atau sesuai petunjuk Direksi Teknis.

Material akan ditangani dan ditempatkan sedemikian rupa untuk mendapatkan pemadatan dan
kepadatan yang diinginkan.
Metode penanganan, penempatan, dan pemadatan timbunan / urugan pasir harus sesuai
dengan persetujuan Direksi Teknis.

9.1.3 Pekerjaan Pasangan Batu Kali

1. Umum
Lingkup pekerjaan dalam pekerjaan pasangan batu kali meliputi :
(1) Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat
angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan pasangan batu kali sehingga
dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.
(2) Pekerjaan pasangan batu kali dikerjakan untuk pondasi, perkuatan tebing, dll seperti
ditunjukkan dalam gambar.
(3) Penyiapan dan pemasangan batu kali seperti yang terlihat pada gambar dan spesifikasi
atau seperti arahan dari Direksi Teknis.

2. Bahan / Material
(1) Batu
Material batu yang digunakan untuk pasangan batu kali harus siku, material tersebut
harus diambil dari sungai atau lokasi lain atau penyedia lainnya dengan syarat kualitas
yang telah disetujui, bebas dari kotoran dan kerusakan lainnya.
Batu mempunyai specific gravity lebih dari 2,5.
Semua batu untuk pasangan batu kali ditimbun di lokasi sehingga dapat diambil bila
sewaktu-waktu akan digunakan. Batu yang akan digunakan pada pekerjaan atau bagian

ST - IX - 4
pekerjaan harus dalam bentuk yang seragam untuk menghindari rongga yang besar
diantara batuan tersebut.
Ukuran dari batu maximum 30 cm dan minimum 15 cm.

(2) Portland Cement / Semen (PC)


Semen yang digunakan harus sama dengan semen (PC) yang digunakan untuk konstruksi
beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaian, harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah / lantai
sekitarnya.
Bilamana setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah membatu maka semen
tersebut harus disingkirkan dari lokasi proyek dan tidak boleh dipergunakan.
Supplier yang mengirimkan ke lokasi proyek hendaknya dapat menunjukkan sertifikat
dari pabriknya.
Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu akan ditolak.
Semua semen yang ditolak, selekasnya harus dikeluarkan dari lapangan untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

(3) Pasir
Kualitasnya harus sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksudkan harus bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam kotoran
dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 Pasal 14 ayat 2.
Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut diatas, Direksi Teknis
dapat memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya sampai mendapat
persetujuan.

(4) Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam
alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak dan memenuhi NI-3
pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi Teknis dapat meminta Penyedia Jasa supaya air yang
dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Penyedia Jasa.

3. Persyaratan
Adukan untuk semua pasangan batu kali kecuali ada ketentuan lain dari spesifikasi disini atau
atas petunjuk Direksi Teknis ditentukan sebagai berikut :
(1) Adukan 1 PC : 4 Ps dan air secukupnya untuk membuat kekentalan yang cocok untuk
penggunaan yang dimaksud.
Persyaratan ini digunakan untuk pondasi batu kali.

(2) Adukan 1 PC : 3 Ps dan air secukupnya untuk membuat kekentalan yang cocok untuk
penggunaan yang dimaksud.
Persyaratan ini digunakan perkuatan tebing dan plesteran.

(3) Adukan 1 PC : 2 Ps dan air secukupnya untuk membuat kekentalan yang cocok untuk
penggunaan yang dimaksud.
Persyaratan ini digunakan untuk penyelesaian permukaan (siaran).

4. Pelaksanaan
(1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan pasangan batu kali, pekerjaan yang berada dibawahnya
harus dikerjakan terlebih dahulu sebagaimana mestinya.
Penyelesaian pekerjaan tersebut akan diatur sesuai dengan gambar, dikontrol dan
disetujui oleh Direksi Teknis.

ST - IX - 5
(2) Cara dan alat yang digunakan untuk mencampur adukan harus sedemikian agar mudah
ditentukan dan diawasi seteliti mungkin mengenai jumlah bahan terpisah yang tercampur
pada adukan dan harus menurut persetujuan Direksi Teknis.
Jika mesin pengaduk (mixer) dipergunakan, maka waktu mencampurnya sesudah semua
bahan berada dalam alat penyampur, kecuali untuk airnya dalam jumlah penuh tidak
boleh kurang dari 2 menit.
Adukan harus dicampur hanya dalam jumlah yang sesuai untuk segera digunakan sampai
30 menit sesudah penambahan air.
Penumbukan ulang atas adukan yang sudah mengeras tidak diijinkan. Palung dan ember-
ember adukan harus dibersihkan dan dicuci pada akhir tiap hari kerja.

(3) Semua batu yang digunakan dalam pasangan batu kali harus betul-betul bersih sebelum
dipasang dan disetujui oleh Direksi Teknis. Semua batu yang akan digunakan harus
dibasahi dengan air antara 3 sampai 4 jam sebelum dipergunakan dengan cara yang
terjamin agar masing-masing batu dibasahi seluruhnya dan merata.
Batu untuk pasangan batu kali dipasang dengan menggunakan tangan setelah dibubuhi
mortar.
Mortar digunakan untuk merekatkan antar batu-batu tersebut.
Batu harus diisikan pada tempat sesuai cara mortar dibubuhkan disetiap sambungan /
permukaan batu.

(4) Batu harus dipukuL-pukul dan dikonsolidasi dengan hammer besi dan apabila ada yang
pecah harus dibuang, dibersihkan dan harus diganti dengan mortar yang baru.
Sambungan dengan bebas ditentukan dengan mortar dan harus diperkuat dengan
pukulan dan digores dengan pecahan batu.

(5) Batu-batu tidak boleh dipasang selama hujan yang cukup lebat atau cukup lama karena
dapat menghanyutkan adukan.
Adukan yang sudah dihamparkan dan cair / meleleh karena air hujan harus dibuang dan
diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Pekerja-pekerja tidak diperkenankan berada di atas penembokan atau pasangan batu kali
sebelum selesai dipasang dan betul-betul mengeras.

(6) Sambungan pada semua permukaan pasangan batu kali harus terlihat rapi. Mortar pada
sambungan pada pasangan batu kali harus pertama kali dihilangkan sampai kedalaman 2
cm.
Sambungan harus dibersihkan dengan sikat kawat dari material lepas dan diisi dengan
mortar dengan perbandingan 1 PC : 2 Ps.
Permukaan batuan tersebut harus bersih dari mortar pada saat penyelesaian pekerjaan.
Untuk pekerjaan pasangan batu kali yang mana harus dilakukan pekerjaan plesteran
maka tebal plesteran rata-rata adalah 1 cm dari permukaan batu sedangkan untuk
pekerjaan siaran, siaran harus diratakan dengan permukaan batu.

(7) Semua pasangan batu kali harus dirawat dengan air atau cara-cara lain yang dapat
diterima menurut persetujuan Direksi Teknis.
Jika perawatan dilaksanakan dengan air, pasangan-pasangan batu harus dijaga agar
tetap basah paling tidak 14 hari jika tidak ada ketentuan lain dengan menutupnya
dengan bahan-bahan yang direndam air yang menyebabkan permukaan yang dirawat
selalu basah. Air yang dipakai untuk perawatan harus memenuhi ketentuan-ketentuan
spesifikasi-spesifikasi untuk air.

(8) Jika sesudah penyelesaian semua pasangan batu kali, pasangan batu kali berada di luar
garis ketentuan atau tidak datar, atau tidak sesuai dengan garis-garis dan tingkatan yang
ditunjukkan pada gambar, harus dibuang dan diganti atas biaya Penyedia Jasa kecuali
jika Direksi Teknis mengganti bagian yang rusak.

ST - IX - 6
9.1.4 Pekerjaan Beton

1. Umum

Semua pekerjaan beton harus dilaksanakan seperti yang tercantum pada spesifikasi dan seperti
pada gambar dan sesuai dengan petunjuk Direksi Teknis. Semua pekerjaan beton dilaksanakan
pada waktu ada Direksi Teknis.

Tiga puluh (30) hari sebelum pemasangan instalasi atau alat apa saja yang dipakai untuk
pemrosesan, pengerjaan, pengangkutan, penyimpanan dan penentuan proporsi material beton,
pencampuran dan pengangkutan serta penempatan beton dan mortar, Penyedia Jasa harus
menyerahkan flow chart, gambar dan penjelasan tertulis agar ada perencanaan yang baik
dalam memproduksi dan menempatkan beton dan mortar yang terkait dengan pekerjaan dalam
spesifikasi ini.

Sesudah dipasang, maka operasi instalasi fasilitas, peralatan dan penampungan harus sudah
disetujui Direksi Teknis.
Bila dalam spesifikasi ini memerlukan tipe peralatan khusus yang harus dipakai atau prosedur
tertentu yang harus diikuti, maka Penyedia Jasa dilarang menentukan kebutuhan peralatan
tersebut, kecuali Penyedia Jasa bisa menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan
pemakaian peralatan dengan alternatif tersebut sama sebagaimana disebutkan dalam
spesifikasi.

Persetujuan dari fasilitas instalasi dan peralatan atau perlengkapan atau operasi atau dari
prosedur konstruksi apapun, harus tidak dijalankan untuk merubah atau memodifikasi
peraturan-peraturan atau persyaratan-persyaratan yang terkandung dalam Spesifikasi ini yang
mengatur kualitas dari material-material atau pekerjaan penyelesaian.

Penyedia Jasa tidak berhak memperoleh biaya tambahan melebihi harga satuan yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk beton karena terbatasnya batching, mixing,
pengangkutan dan penempatan beton yang diperlukan seperti yang disyaratkan pada
spesifikasi.

Sebelum pelaksanaan pekerjaan beton, Penyedia Jasa akan mendirikan laboratorium beserta
kelengkapannya yang diperlukan dan instrumen yang dibutuhkan di lokasi konstruksi, untuk
menjalankan pengujian rutin dan harian. Penyedia Jasa harus mengoperasikan dan memelihara
laboratorium seperti diarahkan oleh Direksi Teknis selama masa Kontrak, dan harus
memperkerjakan pengawas (supervisor) yang berkualifikasi dan asisten laboratorium untuk
menjalankan pengujian-pengujian tertentu. Penyedia Jasa harus mengatur untuk mendapat
pengujian lain di laboratorium utama, seperti yang ditunjukkan oleh Direksi Teknis dan ia harus
menanggung seluruh biaya untuk pengangkutan material, biaya kerja dan tagihan lainnya untuk
pengujian, segala bentuk dukungan tenaga kerja untuk menyediakan pengujian seperti itu.

Kecuali selain disediakan dalam Spesifikasi ini, beton harus diproduksi, diangkut, diletakkan,
dikeringkan, diselesaikan dan diuji oleh Penyedia Jasa dengan acuan pada instruksi-instruksi
atau buku petunjuk yang diterbitkan oleh Direksi Teknis atau persetujuan setara yang disetujui
oleh Direksi Teknis.

2. Semen dan Bahan Pencampur (Admixtures)


(1) Semen
Semen yang dipakai pada pekerjaan ini harus berkualitas sama dengan semen Portland,
tipe biasa seperti standar JIS R 5210 atau yang disarankan ASTM C 150 dan atau yang
disarankan oleh Direksi Teknis.
Sebelum pemesanan semen, Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Direksi
Teknis, mengenai semen yang akan dibeli. Semen harus dikirimkan ke lokasi disertai

ST - IX - 7
dengan mutu pabrik dan sertifikat pengujiannya, yang harus diserahkan kepada Direksi
Teknis.

Bila perlu Penyedia Jasa harus menangani pengujian untuk pengiriman semen sesuai
arahan Direksi Teknis. Dalam menyediakan fasilitas penyimpanan Penyedia Jasa harus
memperhitungkan semua factor yang menyebabkan keterlambatan penyediaan semen
seperti kapasitas produksi, gudang penyimpanan di pabrik, waktu untuk pengangkutan
dari pabrik ke lokasi, hari libur, kondisi cuaca dan kemacetan.
Bagaimanapun juga, Penyedia Jasa harus menyediakan pengangkutan yang cukup dan
fasilitas penyimpanan untuk setidaknya penyediaan semen selama 4 bulan di lokasi
proyek.

Semen dikirimkan dalam kantung harus diangkut dalam suatu cara yang telah disetujui
Direksi Teknis dan harus disimpan dalam gudang penyimpanan yang benar-benar tahan
cuaca dengan aturan-aturan yang cukup untuk mencegah absorpsi cairan, ditambahkan
disini fasilitas penyimpanan harus mengacu persetujuan dari Direksi Teknis dan diatur
sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan akses yang mudah untuk pemeriksaan
dan identifikasi dari setiap pengiriman semen.

Semen harus disimpan di gudang yang lantainya lebih dari 30 cm dari permukaan tanah,
sedemikian pengaturannya sehingga yang masuk lebih dahulu nanti dikeluarkan lebih
dahulu. Diantara tumpukan semen harus ada cukup ruang. Dalam satu tumpukan tidak
boleh ditempatkan lebih dari 13 kantung, atau kurang dari 13 kantung seperti yang
disarankan Direksi Teknis, dan jangka waktu didalam gudang tidak boleh lebih dari 60
hari. Biaya gudang semen termasuk dalam masing-masing satuan beton seperti yang
tertera pada Daftar Kuantitas dan Harga.

Tidak ada semen yang sudah disimpan selama 90 hari atau lebih yang dibenarkan dipakai
untuk Pekerjaan ini, kecuali bila hasil pengujian cukup memuaskan untuk dipakai pada
pekerjaan ini.

Penyedia Jasa harus menjamin bahwa persediaan semen masih cukup. Pada hari
pertama setiap bulan Penyedia Jasa harus memberi tahu kepada Direksi Teknis mengenai
data sebagai berikut :
a. Persediaan semen di lokasi pada setiap akhir bulan
b. Pengiriman semen yang diterima bulan itu
c. Semen yang dipakai bulan itu.
d. Semen yang dibuang atau hilang pada bulan itu dan alasannya.
e. Data lain yang diperlukan Direksi Teknis.

(2) Bahan Pencampur (Admixture)


a. Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan, mengangkut dan memasukkan bahan
tambahan beton (bahan pencampur) ke dalam campuran beton untuk
menyempurnakan pelaksanaan pekerjaan dan penyelesaian pekerjaan beton dan
menaikkan sifat spesial lainnya. Bahan pencampur tidak boleh digunakan sebelum
mendapat persetujuan Direksi Teknis. Penyedia Jasa harus terlebih dahulu
memberi tahu kepada Direksi Teknis darimana asal diperolehnya bahan
pencampur, kemudian melengkapinya dengan informasi teknik dan contoh
pengujiannya setidaknya 30 hari sebelum waktu pemakaiannya. Informasi tersebut
termasuk :
- Dosis tipikal dan efek kekurangan dari sebuah kelebihan atau kekurangan dari
dosis.
- Nama kimia dari daftar campuran utama yang aktif dalam admixture.
- Apakah admixture mengandung chlorida atau tidak, dan bila ya, kandungan
FeCl2 dinyatakan dalam persentase dari berat admixture.

ST - IX - 8
- Apakah admixture mempengaruhi kandungan dari udara ketika digunakan
pada dosis yang direkomendasikan pabrik.
Admixture tambahan dideskripsikan atau dapat digunakan dibawah perintah
tertulis dari Direksi Teknis, dan hal tersebut hanya dengan cara dan kendali yang
ditentukan Direksi Teknis. Seluruh pengujian untuk admixture harus dibuat oleh
Penyedia Jasa dengan biayanya sendiri dan hasil pengujian harus diserahkan pada
Direksi Teknis untuk diminta persetujuannya. Kompatibilitas dari admixture,
dimana lebih dari satu digunakan, harus dibuktikan sesuai dengan arahan Direksi
Teknis dan hasil pengujian yang dipersyaratkan harus terpenuhi sebelum
dimasukkan dalam pekerjaan. Ketika lebih dari satu admixture digunakan, setiap
admixture harus diukur dalam alat pengukurnya sendiri-sendiri dan ditambahkan
ke dalam campuran air secara terpisah pula sebelum dimasukkan dalam alat
pencampur (mixer). Jumlah dari admixture yang digunakan dalam masing-masing
campuran beton dan bagian dari pekerjaan dimana itu akan digunakan. Admixture
harus ditambahkan dalam campuran dengan suatu automatic dispenser yang
disetujui. Batasan yang ditentukan dari slump maksimum, kehilangan slump
selama pengangkutan, dan waktu yang diperbolehkan bagi beton untuk berada di
mixer dapat dirubah oleh Direksi Teknis bila persetujuan penggunaan admixture
diberikan. Seluruh biaya insidental dari penggunaan admixture harus telah
dimasukkan dalam harga satuan penawaran dalam Daftar Kuantitas dan Harga
untuk materi yang dapat diterapkan dari pekerjaan beton yang mana diperlukan
admixture.

b. Air-entraining Admixture
Bahan pencampur “air-entraining” harus dipakai pada semua beton, dengan
mengacu pengarahan dari Direksi Teknis dan berdasar pada ASTM Kode C 260
atau yang setara. Bahan pencampur tersebut harus mempunyai konsistensi dan
kualitas yang sama pada setiap container dari satu tempat ke tempat lain.

Admixture yang telah disimpan selama lebih 6 bulan tidak boleh digunakan
sebelum dites ulang yang membuktikan jika dapat dipakai. Banyaknya bahan
pencampur air-entraining yang dipakai pada setiap pencampuran beton adalah
sebagai berikut :

Ukuran Agregat Total Kandungan Udara


Kasar Maksimum (Prosentase yang disesuaikan
(mm) dengan volume beton)
20 5.0 + 1

40 4.0 + 1

80 3.0 + 1

Bahan pencampur air-entraining harus dilarutkan menjadi larutan dengan


kandungan zat padat tidak lebih dari 15% berat larutan dengan Ph stabil dan
konstan.

Bahan pencampur pada larutan harus dijaga sehingga kekuatannya tetap sama
(merata) dan harus dimasukkan ke batch dengan porsi yang sesuai dengan air
pencampurannya. Bila persyaratan di atas sudah dipenuhi, pemakaian air yang
mengurangi bahan pencampur yang mengandung bahan pencampur air-training,
diperkenankan.

c. Water Reducing Admixture


Water Reducing Admixture harus ditambahkan ke dalam campuran beton dalam
jumlah yang disetujui dan bila diinstruksikan oleh Direksi Teknis. Admixture ini

ST - IX - 9
harus mengacu pada persyaratan dari ASTM C494, Tipe A atau yang setara yang
disetujui.

d. Set Retarding Admixture


Merek, asal dan tipe bahan pencampur set retarding harus dipilih Penyedia Jasa
dan diserahkan kepada Direksi Teknis untuk mendapatkan persetujuan. Bahan
pencampur “set retarding” harus sesuai dengan air-entraining seperti diuraikan
diatas dan harus masukkan dalam batch dan dimasukkan ke beton dengan cara
seperti yang diuraikan di atas seperti penambahan air-entraining admixture.
Kuantitas bahan pencampur “set-retarding” yang dipakai harus sesuai dengan
petunjuk yang diberikan pabrik, seperti yang disarankan Direksi Teknis.

e. Penyimpanan Bahan Pencampur


Bahan pencampur dalam bentuk cair atau bubuk untuk beton harus disimpan di
gudang anti air (water proof) yang bisa mencegah penyerapan air. Gudang
tersebut harus diatur sedemikian rupa sehingga material yang dipergunakan dalam
urutan seperti waktu datangnya material tersebut di lokasi. Bila ada bahan
pencampur yang sudah kadaluarsa, containernya harus ditandai dengan jelas.
Untuk menjamin kelancaran penempatan beton maka harus ada cukup persediaan
bahan pencampur di gudang.

3. Agregat
(1) Umum
Penyedia Jasa hendaknya melengkapi / menyediakan agregat halus dan agregat kasar
untuk beton dari berbagai sumber yang disetujui sesuai dengan spesifikasi atau sesuai
dengan petunjuk Direksi Teknis.

Agregat halus dan agregat kasar hendaknya mempunyai ukuran yang seragam (uniform)
dan moisture content yang tetap.

(2) Agregat Halus


Istilah agregat halus dimaksudkan untuk memberi istilah agregat dengan partikel
maksimum 5 mm. Agregat halus untuk beton dan mortar harus disediakan Penyedia
Jasa.

Sebagai kelengkapan dari paragraf 9.1.4.7, Direksi Teknis akan melaksanakan pengujian
untuk pengetesan agregat halus dan Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang
fasilitas yang disetujui Direksi Teknis dalam menyediakan sampel untuk pengujian.
Pengujian dilakukan sesuai dengan yang tercantum pada paragraf 9.1.4.7

Agregat halus terdiri dari pecahan batuan bersih, keras, padat, tahan lama dan tidak
dicat dengan gradasi memadai dan harus bebas kotoran, debu, lempung atau zat organik
lain atau material lain yang tidak diperlukan. Kadar air agregat halus yang dibawa ke
batching plant dapat bervariasi tidak lebih dari 1.0 % dari total air yang ada pada agregat
halus dalam waktu 1 jam dan tidak boleh bervariasi melebihi 3.0 % dalam waktu kerja 1
shift.

Agregat halus harus terdiri dari partikel yang bentuknya baik. Partikel yang bentuknya
baik adalah partikel yang mempunyai dimensi / ukuran maximum tidak lebih besar dari 3
kali ukuran minimum.

Agregat halus, seperti yang sudah digolongkan, harus dipilih dengan tepat dan harus
sesuai dengan batas-batas di bawah ini tetapi bisa bervariasi bila ada saran dari Direksi
Teknis dan Penyedia Jasa tidak berhak mendapatkan biaya tambahan.

ST - IX - 10
Ukuran ayakan Persentasi standart untuk berat material
(mm) yang lewat pada masing-masing ayakan
10.00 100
5.00 90 – 100
2.50 80 – 100
1.20 50 – 90
0.60 25 – 65
0.30 10 – 35
0.15 2 – 10

Persentasi zat yang merugikan pada agregat halus tidak melebihi nilai berikut:

Uraian Persentasi
Berat
 Gumpalan lempung 1.0
 Material yang lewat saringan 0.088 m 3.0 *)
 Material yang tertinggal pada saringan
0.297 mm dan terapung yang 0.5
mempunyai berat jenis 1.95

* Bila material lebih halus dari pada mata saringan berukuran 0.088 mm, terdiri dari
debu batuan yang bebas dari lempung atau pasir, persentasi ini bisa ditingkatkan
menjadi 5.0.

Besarnya persentasi benda-benda yang mengganggu seperti yang dibawa ke mixer tidak
boleh melampaui 3 % beratnya atau 5 % pada material seperti *).
Agregat halus mungkin ditolak bila mengeluarkan warna lebih gelap daripada standar di
pengujian colorimetric untuk kotoran-kotoran organic seperti yang dipersyaratkan pada
JIS A 1105.
Hilangnya agregat halus karena 5 siklus pengujian sodium sulfat, tidak boleh melebihi 10
%.

Gradasi agregat halus harus diawasi sehingga saat kapan saja modulus kehalusan
setidaknya dari 9 atau 10 sampel penguji yang bertaraf agregat halus, bila diambil setiap
jam sekali, tidak melebihi 0.20 modulus kehalusan rata-rata dari 10 sampel yang diuji.
Modulus kehalusan dari agregat halus adalah antara 2,5 dan 3,3. Bila agregat dari
sumber yang berlainan akan digunakan pada batching plant pada saat sama, harus
dicampur sedemikian rupa sehingga peng-klasifikasiannya sama dalam pencampuran
berikutnya.

(3) Agregat Kasar


Istilah agregat kasar dipakai untuk agregat yang ukuran nominalnya 5 mm dan
digradasikan mulai dari 5 mm sampai ukuran terbesar seperti yang diperlukan dalam
pekerjaan. Agregat kasar untuk beton harus disediakan Penyedia Jasa dari lokasi yang
disetujui oleh Direksi Teknis.

Seperti tercantum pada paragraf 9.1.4.7 Direksi Teknis akan melaksanakan pengujian
agregat kasar dan Penyedia Jasa menyediakan dan memasang fasilitas yang sesuai
dengan pengarahan Direksi Teknis. Pengujian ini dilakukan sesuai dengan persyaratan
yang tercantum pada paragraf 9.1.4.7 Agregat kasar harus bersih, keras, baru, tidak
lapuk, berbentuk baik, padat, tidak dicat, fragmen batuan yang tahan lama dan bebas

ST - IX - 11
dari jumlah partikel-partikel yang panjang atau datar yang jumlahnya tidak disetujui, zat-
zat organik atau material lain yang mengganggu.

Gradasi agregat kasar (persentasi standarnya dengan melewatkan ke dalam saringan)


harus seperti di bawah ini, tetapi bila bervariasi harus ada saran Direksi Teknis dan bila
ini yang menjadi keputusan Direksi Teknis, Penyedia Jasa tidak berhak mendapatkan
biaya tambahan :

Saringan untuk Agegrat


Ukuran Ayakan
Kasar (mm)
(mm)
80 – 60 40 – 5 20 – 5
100 100 – –
80 100 – 90 – –
60 70 – 45 – –
50 – 100 –
40 15 – 0 100 – 95 –
30 – – –
25 – – 100
20 5.0 70 – 35 100 – 90
15 – – –
10 – 30-10 55 – 20
5 – 5–0 10 – 0
2.5 – – 5–0

Banyaknya zat yang merugikan pada agregat kasar tidak boleh melampaui batas-batas
yng tertera berikut:

Persentasi
Uraian
Berat
 Gumpalan lempung 0.25
 Partikel halus 5.00
 Material yang lewat saringan 0.088 1.00*)
 Material yang terapung dengan berat 5.00
jenis 2.0
* Bila material lebih halus dari saringan 0.088 mm terdiri dari debu batuan yang bebas
dari lempung atau silt, maka persentasi berat bertambah hingga 1.5.

Besar persentasi benda yang merugikan berukuran berapapun, seperti yang terbawa ke
mixer, beratnya tidak boleh melampaui 5 % dari berat benda tersebut.

Agregat kasar ditolak, bilamana :


a. Bagian yang hilang mempunyai gradasi melampaui 10 % berat pada 100 bahan
uji, atau 40 % beratnya pada 500 bahan uji, dengan menggunakan pengujian
abrasi Los Angeles.
b. Berat agregat yang hilang lebih dari 12% berat, bila diuji dengan sodium sulfat 5
siklus untuk mengetahui bagus tidaknya.
c. Persentasi berat partikel yang bentuknya kurang memadai lebih dari 60 %. Partikel
dianggap kurang baik bila dimensi maksimumnya lebih dari 3 kali dimensi
minimumnya.

Agregat kasar harus disaring dengan “vibrating screens” dinaikkan ke “rock crushing
plant” atau bila sesuai dengan pendapat Penyedia Jasa, screens bisa dinaikkan di tanah
yang berdekatan dengan crushing plant. Pemisahan agregat kasar menurut ukuran

ST - IX - 12
seperti pada spesifikasi, sesudah finish-screening, adalah sebagai berikut, kalau agregat
diuji dengan saringan seperti tabel berikut; material yang lolos dari mata jaring tidak
lebih dari 2% beratnya dan semua material harus lolos mata saringan.

Ukuran Saringan
Ukuran Agregat (segiempat)
(mm) Untuk pengujian Untuk pengujian
undersize oversize
10 ASTM No. 5 11 mm
20 7 mm 22 mm
40 16 mm 44 mm
80 32 mm 88 mm

4. Air
Air yang dipakai untuk beton, grouting dan mortar untuk pencucian agregat dan untuk
pembasahan beton harus betul-betul bersih dan bebas jumlah yang tidak disetujui dari lumpur,
zat-zat organik, alkali, garam, asam dan kotoran yang lain. Fasilitas penyimpanan air yang
memadai harus disediakan untuk pelaksanaan penempatan beton secara kontinyu.

Metode pengiriman dan penyimpanan air harus mengacu pada saran dari Direksi Teknis. Jika
dibutuhkan oleh Direksi Teknis, air harus diuji dengan standar pengujian yang disetujui. Seluruh
biaya yang terlibat dalam pengujian ini harus menjadi tanggungan Penyedia Jasa.

5. Campuran Beton
(1) Komposisi
Beton harus terdiri dari semen Portland, air, agregat halus dan kasar dan bahan
pencampur yang sudah disetujui, semuanya dicampur dan diaduk sampai mencapai
ketetapan yang tepat.

(2) Perbandingan Campuran dan Klasifikasi Beton


Penyedia Jasa harus melaksanakan pengujian untuk menentukan disain campuran dari
beton (concrete design mix) di bawah pengawasan dari Direksi Teknis di laboratorium
sedemikian rupa untuk menjamin seluruh beton yang diletakkan dalam berbagai macam
struktur yang berkaitan dengan Pekerjaan harus memenuhi persyaratan dari Spesifikasi.

Data dari perbandingan campuran harus disiapkan dan diusulkan oleh Penyedia Jasa
untuk mendapatkan beton yang memiliki faktor air semen (water-cement ratio),
pengerjaan yang cocok, ketahanan, penyusutan yang rendah dan kekuatan disain yang
dibutuhkan dengan kandungan semen minimal dan sejumlah agregat halus.

Perbandingan campuran beton akan diseleksi Direksi Teknis dari data yang akan
dikonfirmasikan melalui pengujian campuran yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
dengan cara yang telah ditentukan ini.

Berdasar hasil yang diperoleh dari percobaan campuran diatas, Direksi Teknis akan
memberitahu Penyedia Jasa bahwa perbandingan campuran untuk beton yang akan
digunakan dalam berbagai macam bagian pekerjaan. Perbandingan campuran dapat
dimodifikasi sesuai dengan jenis pekerjaan bilamana Direksi Teknis berpendapat penting
untuk adanya pengembangan lebih jauh.

Penyedia Jasa harus menyediakan contoh dari semen yang dipakai untuk pekerjaan
dalam jumlah yang diperlukan untuk mendisain campuran beton, biaya tersebut harus
dipertimbangkan untuk termasuk dalam harga satuan yang sesuai untuk beton seperti
tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

ST - IX - 13
Penentuan dari perbandingan campuran oleh Direksi Teknis tidak membebaskan
Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk memproduksi dan meletakkan beton sesuai
dengan persyaratan yang ditentukan. Sebelum mencampur beton untuk struktur apapun
atau untuk bagian apapun, Penyedia Jasa harus meyakinkan dirinya sendiri bahwa beton
yang dicampur dengan perbandingan yang ditentukan oleh Direksi Teknis akan
mengijinkan Penyedia Jasa untuk memproduksi dan meletakaan beton sesuai dengan
persyaratan yang telah ditentukan.

Pemenuhan dari syarat kekuatan tekan beton, persyaratannya harus berdasar pada uji
kuat tekan yang dilaksanakan dengan sebuah beton silinder standar berdiameter 15 cm
dan tinggi 30 cm saat umur beton mencapai 28 hari dengan acuan standar JIS yang
dapat diaplikasikan.

Beton akan mempunyai interval dari beton tidak bertulang yang memiliki 80 mm ukuran
agregat maksimum sampai beton bertulang yang memiliki ukuran agregat maksimum 20
mm. Penyedia Jasa harus menggunakan spesifikasi campuran beton tipe tertentu untuk
struktur yang berkaitan seperti ditunjukkan dalam Gambar dan dinyatakan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga atau seperti instruksi dari Direksi Teknis. Campuran beton harus
diklasifikasikan menjadi beberapa klas dan aplikasi dari setiap campuran beton pada
struktur harus dibuat dalam prinsip-prinsip dibawah ini:

Kelas Uraian

A Tidak dipakai

B Tidak dipakai
Kolom, balok, balok kantilever, plat lantai &
C
tangga, poer pondasi, sloof
Kolom dan sloof praktis, balok praktis, plat atap
D
(kanopi), bangunan lainnya (lihat gambar)
E Beton : isi, lantai kerja, rabat

F Tidak dipakai

Penggunaan kelas beton adalah sebagai berikut:

Ukuran Tegangan Perkiraan


Interval
Agregat minimum pada Kandungan
Kelas Slump
Maksimum umur 28 hari Semen
2 (cm)
(mm) (kg/cm ) (kg/cm3)

A 10 300 7-15 540


B 25 300 7-12 500
C 25 225 7-15 382
D 40 175 5-10 365
E 25 125 5-10 323
F 40 125 5-10 315

Perlu diberi catatan bahwa kandungan semen yang tertulis dalam tabel diatas bersifat
secara garis besar untuk memperkirakan kuantitas semen untuk keperluan tender.
Kuantitas aktualnya ditentukan dalam Percobaan Campuran.

ST - IX - 14
Sekalipun demikian kandungan semen yang diberikan dalam tabel diatas, Direksi Teknis
harus menyimpan hak untuk menganekaragamkan kandungan semen dari salah satu
atau berbagai tipe beton dan perbandingan campuran, berdasar pada percobaan
campuran dan dari waktu ke waktu selama proses pekerjaan berlangsung. Penyedia Jasa
tidak diberikan kompensasi tambahan untuk pekerjaan beton dalam variasi kuantitas
semen karena perubahan apapun dari Direksi Teknis akan dibuat dalam perbandingan
campuran.
Disain kuat tekan dari beton seperti ditunjukkan di atas dan tipe beton seperti
ditunjukkan dalam Gambar. Dimana kuat tekan adalah kriteria yang menentukan, kendali
mutu (quality control) dari beton harus proporsional sehingga kekuatan mencapai 80 %
dari specimen pengujian lebih besar dari disain kuat tekan yang ditentukan dan
kekuatan rata-rata yang diperlukan akan ditentukan dengan rumus berikut:

fav = f’c
1 – 0,833 . V

Dimana
fav : kuat tekan rata-rata yang diperlukan
f’c : kuat tekan disain
V : koefisien dari variasi yang dinyatakan dalam desimal

Penentuan Perbandingan campuran oleh Direksi Teknis tidak berarti Penyedia Jasa bebas
dari tanggung jawab menghasilkan dan mendapatkan beton yang sesuai dengan
persyaratan yang dibutuhkan. Sebelum campuran beton digunakan untuk bangunan atau
bagian bangunan, Penyedia Jasa harus merasa yakin bahwa perbandingan campuran
beton yang ditentukan Direksi Teknis mengijinkan penyedia jasa memproduksi beton
yang sesuai dengan persyaratan yang diperlukan.

Penyedia Jasa harus memberitahukan kepada Direksi Teknis apabila ada keberatan
mengenai perbandingan campuran dan harus menyerahkan kepada Direksi Teknis
proporsi alternatifnya untuk mendapatkan persetujuan dan bila sudah disetujui, harus
dipakai untuk menghasilkan beton. Penyedia Jasa tidak berhak mendapatkan biaya
tambahan bila ada penambahan perbandingan campuran.

Ukuran maksimum agregat kasar dalam beton untuk bagian apapun dari pekerjaan harus
merupakan ukuran paling besar dari ukuran yang ditentukan, kegunaannya adalah dapat
diaplikasikan dari suatu titik standar dari pemadatan yang benar dari beton oleh getaran
seperti disebutkan dalam Gambar atau diarahkan oleh Direksi Teknis. Dikatakan bahwa
pengurangan ukuran agregat maksimum akan diinstruksikan oleh Direksi Teknis pada
struktur dengan ketebalan yang minim.

(3) Kandungan Air dan Slump


Jumlah dari air yang digunakan dalam beton harus diatur oleh Direksi Teknis dengan
batas yang disahkan olehnya untuk faktor air semen yang dibutuhkan untuk menjamin
konsistensi yang benar dari beton, perlu dipertimbangkan efek dari penggunaan
admixture tertentu dan beberapa variasinya atau keduanya bersamaan antara kadar
kelembaban dan gradasi dari agregat yang dimasukkan ke dalam mixer.

Penambahan dari air untuk mengimbangi kekakuan dari beton sebelum peletakan tidak
diperbolehkan. Keseragaman dari konsistensi beton dari ember pengumpul ke ember
pengumpul sangat dibutuhkan.

Pengecekan dari slump harus diambil setelah beton dikumpulkan tetapi sebelumnya
dipadatkan. Direksi Teknis akan menentukan slump yang dapat diterima untuk masing-
masing kelas dari beton dan penyedia jasa harus mengacu terhadap hal itu.

ST - IX - 15
6. Campuran Percobaan
Tiga puluh (30) hari sebelum dimulainya pekerjaan beton yang permanen, Penyedia Jasa harus
melaksanakan campuran untuk percobaan untuk setiap kelas beton seperti yang disyaratkan di
bawah pengawasan Direksi Teknis, penggunaan semen, admixture dan semua agregat yang
dihasilkan, dan operasi batching plant, dan concrete mixing plants, yang disediakan oleh
Penyedia Jasa untuk melaksanakan pekerjaan ini. Trial mix seperti itu harus berlangsung terus
sampai menghasilkan beton sesuai dengan spesifikasi.

Tidak ada pembayaran secara terpisah yang dilaksanakan terhadap ketentuan yang ada dalam
paragraf ini dan semua yang berkaitan dengan pekerjaan trial mix termasuk biaya material,
kecuali penyediaan dan pemasangan alat pengujian, sudah termasuk pada harga satuan beton
yang sesuai, pada Daftar Kuantitas dan Harga.

7. Pengujian Beton Dan Material Beton


Kecuali kalau telah dikatakan di lain tempat, pembuatan sampel dan pengujian dari material
beton, beton segar dan beton yang telah mengeras harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
dibawah arahan dari Direksi Teknis dengan mengacu pada Japan Industrial Standard atau
ASTM atau standard lain yang ekivalen. Cek pengujian dari agregat beton, beton baru, dan
beton yang mengeras akan termasuk, kecuali tidak perlu dibatasi, terhadap daftar berikut:

Uji pada Beton Nomor Standar


Sampling dari beton JIS A lll5-75 (ASTM C l72)
Tegangan Tekan JIS A ll08-76, A ll32-76 (ASTM C 39, C l92)
Slump JIS A ll0l-75 (ASTM C l43)
Flow test JIS A 5201
Kadar udara JIS A lll8-75 (ASTM C 23l)
Berat jenis JIS A lll6-75 (ASTM C l38)
Kuat Momen JIS A 1106 and A 1132

Uji pada Beton Nomor Standar


Material lolos saringan no.
JIS A ll03-64 (ASTM C ll7)
0,088 mm (atau no. 200)
Kelembaban permukaan JIS A llll-76
Kotoran organis JIS A ll05-76 (ASTM C 40)
Uji kekerasan Na2SO4 JIS A ll22-76 (ASTM C 88)
Gradasi agregat JIS A ll02-76 (ASTM C l36)
Abrasi Los Angeles JIS A ll2l-76 (ASTM C l3l, C 535)
Berat jenis JIS A ll04-76 (ASTM C 29)
Specific gravity dan JIS A ll09-76, A lll0-76 (ASTM C l27, C
absorpsi l28)
Reaktivitas Alkali ASTM C 289
Agregat untuk mortar BS 1200

Penyedia Jasa harus melakukan pengujian beton secara rutin untuk menentukan tegangan
tekan, slump, kandungan udara dan berat jenisnya. Jumlahnya dan frekuensi pengujian beton
baru harus seperti yang dianjurkan Direksi Teknis setiap saat dan pengujian dilakukan 2 kali
untuk setiap kelas beton, yang ditempatkan selama penugasan.

ST - IX - 16
Kalau keadaannya lain, misalnya kalau kadar air agregat halus naik turun, maka diperlukan
pengujian beton baru yang lebih sering dan Penyedia Jasa tidak berhak mendapatkan biaya
tambahan, karena sampel atau pengujian tambahan untuk beton baru di lokasi manapun, harus
sesuai saran Direksi Teknis. Hasil pengujian tersebut secara rutin harus diserahkan Direksi
Teknis dalam bentuk dan interval seperti yang disarankan Direksi Teknis.

Direksi Teknis harus melakukan tes material beton, beton baru dan beton yang telah mengeras
keras bila dianggap perlu. Penyedia Jasa harus membantu Direksi Teknis untuk pelaksanaan tes
sesuai dengan standard desain. Tegangan tekan beton harus ditentukan dengan tes silinder
yang tingginya 30 cm dan diameternya 15 cm. Beton yang mengandung agregat yang lebih
kasar dari 40 mm harus diayak dalam keadaan basah untuk menghilangkan partikel yang lebih
besar sebelum pembuatan sillinder.

Penyedia Jasa harus menyediakan alat-alat, fasilitas, material dan tenaga kerja yang diperlukan
untuk membuat, menangani dan membuang sisa-sisa sampel yang diuji seperti yang
disyaratkan di sini.
Sampel yang diperlukan adalah semua bahan beton yang harus ditempatkan di stockpiles dan
beton baru di batching mixing plant dan pada bekisting dimana beton tersebut akan
ditempatkan. Batching plant harus dilengkapi dengan alat-alat untuk sampel dan fasilitas-
fasilitas yang sudah disetujui Direksi Teknis dalam mendapatkan sampel air, es (bila perlu),
semen, agregat dan bahan pencampur beton.
Alat-alat seperti itu sering dipergunakan dan harus didesain sedemikian rupa sehingga contoh /
sampel material yang diperlukan bisa diperoleh dengan kerusakan minimal.

Penyedia Jasa harus menanggung semua biaya yang terkait dengan penyediaan fasilitas untuk
sampel, tenaga kerja dan sampel yang diambil dan tidak berhak mendapatkan biaya tambahan
bila ada kelambatan atau biaya penyediaan sampel.
Untuk sampel material yang diuji, tidak ada pembayaran khusus, tetapi biaya pemeliharaan dan
operasi laboratorium di lapangan dan untuk pengujian material beton, sudah termasuk dalam
harga satuan seperti tercantum pada Daftar Kuantitas dan Harga untuk item beton yang sesuai.

8. Batching
Penyedia Jasa harus memasang, memelihara dan mengoperasikan alat batching yang
diperlukan untuk menentukan dan mengontrol ketelitian mengenai banyaknya material,
termasuk air, semen, bahan pencampur, agregat halus dan kasar yang dipakai pada beton.

Banyaknya air, semen, agregat, halus dan kasar harus ditentukan Direksi Teknis dengan
menimbangnya. Banyaknya bahan pencampur “air entraining” harus ditentukan dengan
mengukur volume pada dispenser atau ditimbang dengan alat lain, dinaikkan sehingga tidak
ada getaran alat pada saat batching plant dijalankan dengan segala kondisi.
Bak pada batching plant harus dibangun sehingga bisa membersihkan secara otomatis pada
waktu turun baik diturunkan sampai betul-betul kosong, setidaknya 3 kali seminggu. Material
harus diendapkan pada bak dengan segera melalui pintu pengeluaran. Agregat kasar harus
diendapkan pada bak dengan segera melalui tangga batu dengan jarak dimana agregat jatuh,
lebih dari 1.5 m.

Alat untuk membawa material yang dicampur dari batcher atau hopper kemixer harus dibuat,
dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga tidak ada pengotoran material campuran
pada batching plant. Alat yang tidak sesuai dengan persyaratan ini harus diubah atau diganti
dengan alat yang sudah disetujui Direksi Teknis.

Pelaksanaan dan ketelitian untuk penimbangan dan alat pengukuran harus dipelihara dengan
ketelitian 0.4 % dengan skala kapasitas. Alat tersebut harus bisa langsung disetel untuk
mengetahui variasi berat dengan beberapa kandungan kelembaban agregat dan memberikan
perubahan-perubahan pada perbandingan campuran beton.

ST - IX - 17
Alat batching harus dipelihara dan dioperasikan sedemikian rupa sehingga ketidaktelitian dalam
mengukur material tidak lebih dari 1% untuk air dan bahan pencampur air-entraining dan 3%
untuk semen dan agregat. Semen dan air akan ditimbang pada container tersendiri dan
masing-masing beratnya ditunjuk kepada skala yang berbeda.

Penyedia Jasa harus melakukan pengujian secara periodik dengan melakukan pengukuran pada
pengoperasian batching dengan mempergunakan timbangan pengujian standar atau alat
penunjang yang lain untuk memeriksa pengoperasian setiap timbangan atau alat ukur yang
lain. Pengujian tersebut harus dilaksanakan dengan dihadiri Direksi Teknis dan pengujiannya
harus dapat membuktikan ketelitian alat ukur. Pengujian alat-alat untuk pelaksanaan pekerjaan
harus dilakukan sekali setiap bulan, kecuali kalau ada pengarahan dari Direksi Teknis. Penyedia
Jasa harus melakukan penyetelan, perbaikan atau penggantian bila perlu, sesuai dengan
persyaratan ketelitian pengukuran.
Cara kerja pada alat batching harus dilakukan sehingga tidak terjadi kebocoran bila katup
ditutup.
Setelah pelaksanaan tidak ada bagian dari jumlah air campuran yang telah ditetapkan yang
ditahan di pengumpul air.

Perlengkapan batching harus dipelihara dan dioperasikan dalam suatu cara dimana dapat
diketahui penambahan debu dalam instalasi selama pengukuran dan pelepasan dari masing-
masing ember pengumpul dari material dicegah. Gerobak penimbang juga dikonstruksikan
sedemikin rupa sehingga memudahkan pemindahan konvensional dari material yang kelebihan
beban, dalam kelebihan dari toleransi yang ditentukan sebelumnya, dapat diterapkan. Agregat
tidak boleh dikumpulkan untuk beton atau mortar bila air bebas menetes dari agregat atau bila
agregat terkontaminasi oleh debu.

Penyedia Jasa harus menyiapkan dan menyerahkan detail dari data pengumpulan dalam
materi-materi berikut kepada Direksi Teknis, jika diminta.

(1) Tanggal dan waktu


(2) Nomor ember pengumpul
(3) Tipe dari beton
(4) Berat total per ember pengumpul per hari
(5) Berat dari masing-masing material seperti semen, agregat kasar, agregat halus, air,
admixture per ember pengumpul per hari.

9. Pencampuran
Komposisi beton harus dicampur sepenuhnya dalam ember pengumpul mixer milik Penyedia
Jasa hingga keseragaman yang cukup melalui ember pengumpul pencampur diperoleh untuk
sampel beton diambil dari awal hingga akhir dari pelaksanaan pencampuran untuk memenuhi
syarat JIS A1119 seperti berikut:

(1) Berat jenis udara bebas mortar dari 2 sampel tersebut, tidak boleh berbeda melebihi 0,8
% dari rata-rata berat 2 sampel.
(2) Berat jenis agregat kasar dari 2 sampel yang volume masing-masingnya 50 liter, tidak
boleh berbeda melebihi 5 % dari rata-rata berat 2 sampel.

Pencampuran dengan tangan tidak boleh digunakan untuk beton yang akan digunakan dalam
struktur permanen, dan bila digunakan untuk struktur sementara, harus secara ketat mengacu
pada persetujuan dari Direksi Teknis. Kecuali selain diinstruksikan atau diijinkan oleh Direksi
Teknis, pencampuran dari masing-masing ember pengumpul harus berkelanjutan tidak kurang
dari atau bahkan lebih dari 3 kali dari jumlah berikut dalam menit, setelah seluruh komposisi
kecuali dengan jumlah penuh air dan admixture berada di dalam mixer.

ST - IX - 18
Kapasitas mixer Waktu mencampur
3
(m ) (menit)

3 sampai 2 2.5
2 sampai 1.5 2
1.5 atau kurang 1.5

Penambahan pencampuran harus kontinu kurang 1 menit setelah semua air yang diperlukan
selesai ditambahkan. Lamanya untuk pencampuran harus ditentukan oleh Direksi Teknis
sesudah melaksanakan pengujian efisiensi mixer yang didasarkan atas perbandingan sampel
yang diambil mulai dari keluarnya campuran yang pertama sampai terakhir seperti diuraikan
pada awal bab ini. Lamanya pencampuran minimal seperti yang disyaratkan, tergantung kepada
kondisi material yang dimasukkan ke bak pencampur, sehingga menghasilkan pencampuran
yang efisien dan memudahkan operasi pencampuran dengan kecepatan yang ditetapkan.
Direksi Teknis mempunyai hak untuk menentukan waktu pencampuran atau batas-batas ukuran
bak (batch) kalau operasi pengisian dan mixing gagal menghasilkan batch beton yang sesuai
dengan yang diperlukan dan dengan pencampuran yang baik. Beton, begitu lepas dari mixer
harus rata komposisinya dan konsistensi dalam batch dan dari batch ke batch, kecuali bila
diperlukan perubahan dalam komposisi ataupun konsistensi.

Air harus ditambahkan sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan pengisian mixer. Tidak
diperbolehkan adanya kelebihan pencampuran sehingga memerlukan tambahan air untuk
memperoleh konsistensi beton yang diperlukan. Beton yang berada pada mixer lebih dari 1 jam,
harus dibuang. Bak pencampur (mixer) yang tidak memenuhi persyaratan pasal ini harus
segera diperbaiki atau diganti. Bak pencampur harus diisi sesuai dengan kapasitasnya atau
sesuai dengan ukuran batch, yang dtentukan sesuai dengan persyaratan pasal ini kecuali kalau
mencampur mortar atau beton untuk penempatan beton. Bak pencampur tidak boleh diisi lebih
dari kapasitas yang ditentukan kecuali atas pengarahan Direksi Teknis, tetapi pada keadaan
tertentu kapasitas bak pencampur dapat melebihi kapasitasnya sekitar 10 %. Setiap bak
pencampur harus dilengkapi dengan pengatur waktu dan pemberi tanda yang menunjukkan
dan memastikan bahwa periode pencampuran berakhir.

10. Pengecoran
(1) Umum
Beton tidak akan dicor sebelum semua bekisting, instalasi dari setiap bagiannya
direkatkan, penyiapan permukaan yang berhubungan dengan pengecoran diselesaikan
oleh Penyedia Jasa dan perlengkapan tersebut telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi
Teknis.
Kecuali pada keadaan tertentu yang disetujui oleh Direksi Teknis, pengecoran beton tidak
akan dilakukan dalam air yang tergenang dan pada keadaan apapun beton tidak akan
dicor pada tempat-tempat air mengalir.

(2) Persiapan Untuk Pengecoran


Penyedia Jasa diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan membersihkan dan
menyiramkan cetakan-cetakan sampai jenuh, pemeriksaan ukuran-ukuran dan
ketinggian, pemeriksaan penulangan dan penempatan penahan jarak.
Sebelum dilaksanakan pengecoran, semua permukaan dari pondasi batuan dimana beton
akan dicor, harus dibersihkan dari minyak, lumpur, zat organik, serpihan-serpihan kayu,
dan benda-benda yang lain.
Permukaan dari pondasi batuan harus dilembabkan dengan baik sebelum beton
ditempatkan dan air yang menggenang harus dihilangkan.
Permukaan construction joint yang berhubungan dengan pengecoran beton baru harus
bersih dan lembab dengan cara yang disetujui oleh Direksi Teknis.

ST - IX - 19
Pembersihan ini harus terdiri dari penghilangan semua adukan semen yang mengering
dan dari segala kotoran.
Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan Direksi Teknis.

(3) Suhu Beton Pada Waktu Pengecoran


Suhu beton pada waktu pengecoran tidak boleh melebihi 35oC. Bila perlu, Penyedia Jasa
mempertahankan suhu beton di bawah 35oC saat pengecoran beton dan Penyedia Jasa
harus memakai cara yang efektif untuk pendinginan agregat, mendinginkan air
pencampur, penambahan serpihan es ke dalam air pencampur pengecoran di malam hari
atau cara apa saja yang disarankan Direksi Teknis. Penyedia Jasa tidak berhak
mendapatkan tambahan biaya untuk memenuhi persyaratan pada pasal ini.

(4) Alat untuk Pengangkutan dan Pengecoran Beton


Cara dan alat yang dipakai untuk mengangkut dan mengecor beton dan waktu yang
hilang selama pengangkutan tidak boleh menyebabkan segregasi agregat kasar,
turunnya slump sampai lebih dari 25 mm atau hilangnya kandungan udara sebelum
konsolidasi sampai lebih dari 1 % pada waktu beton di cor pada pekerjaan.

Bila beton diangkut dan/atau di cor dengan alat seperti di bawah ini, alat tersebut harus
dipasang dan ditangani sebagai berikut:

a. Truk Pengaduk (Agitator Truck )


Kecepatan pengadukan dari drum harus berada pada 2 atau 4 revolusi per menit.
Volume dari beton yang dicampur dalam drum harus tidak mencapai tingkat yang
ditentukan pembuat ataupun tidak pula melebihi 70 % berat kotor dari drum.
Dengan persetujuan dari Direksi Teknis, truk pencampur dapat dipakai sebagai
pengganti truk pengaduk untuk transportasi beton. Interval antara memasukkan air
kedalam drum pencampur dan pelepasan beton dari pengaduk harus tidak melebihi
dari 1 jam. Selama interval ini, air harus diaduk secara bersambungan pada
kecepatan yang disebutkan diatas.

b. Truk Non-pengaduk (N on-agitator Truck )


Bodi non-agitator truck harus halus dan kedap air, dan harus ada tutup bila
diperlukan untuk melindunginya dari air hujan. Non-agitator truck harus membawa
beton ke lokasi pekerjaan, yaitu beton yang dicampur dengan baik dan rata.
Beton dianggap rata pencampurannya bila sampel dari seperempat beban, dan tiga
perempat beban mempunyai perbedaan slump tidak lebih dari 2.5 cm. Pengecoran
beton harus rampung dalam 1.0 jam sesudah memasukkan air pencampur pada
semen dan agregat.

c. Chutes
Secara garis besar, pengangkutan beton dengan mempergunakan “chute” (terjunan)
tidak dibenarkan, kecuali bila ada saran dari Direksi Teknis. Bila disetujui, chute
harus mempunyai potongan (profil) dengan sudut bulat dan kemiringannya harus
bagus sehingga beton mengalir dengan lancar tanpa ada segregasi. Ujung chute
bawah harus dilengkapi dengan drop chute, yang tingginya tidak lebih dari 1.5 m,
untuk mencegah adanya segregasi dari beton yang jatuh. Chute harus terlindung
dari sinar matahari langsung.

d. Pompa Beton dan Alat Cor


Tipe dan kapasitas dari pompa harus ditentukan untuk memenuhi persyaratan yang
ditentukan, perlu dipertimbang-kan tentang kecepatan penghamparan, jadwal
pelaksanaan, kualitas beton, lokasi dimana beton akan dihampar dan sebagainya.
Diameter pipa penghantar harus tidak lebih kecil dari 3 kali ukuran maksimal dari
agregat yang digunakan pada beton. Pipa penghantar harus dipasang sedemikian
rupa sehingga memudahkan untuk dipindahkan. Sebelum dimulai-nya operasi

ST - IX - 20
pemompaan atau penghamparan, sekitar 1 m3 mortar dengan perbandingan yang
sama terhadap air, admixture, semen dan agregat halus seperti yang telah didisain
untuk campuran beton reguler harus melalui pipa. Pipa harus diatur lurus dan
sehorizontal mungkin untuk mencegah penyumbatan campuran beton dalam pipa.
Udara tekan berpendorong harus tidak digunakan kecuali dimana keadaan keluaran
dari pipa secara penuh tertancap pada minimal 2 m beton segar. Pendukung dari
batang pipa harus cukup kaku untuk memperbaiki pipa secara lembut tanpa efek
merugikan pada bekisting dan besi tulangan yang telah dipasang pada posisinya.
Kehati-hatian harus dilakukan untuk mencegah kebocoran dari campuran beton dari
batang pipa atau pada bagian lain.

e. Sabuk Penghantar (Belt-conveyer )


Pengangkutan beton dengan sabuk penghantar tidak diperkenankan kecuali disetujui
oleh Direksi Teknis. Jika diperbolehkan, sabuk penghantar harus digunakan dengan
kehatian-hatian yang mana sabuk dilindungi dari hujan, angin dan sinar terik
matahari, dan dengan gerobak yang benar atau chute vertikal yang digunakan pada
akhiran dari masing-masing penghantar untuk membatasi jatuhan beton yang akan
diletakkan dengan ketinggian maksimum 1.5 m.
Detil penuh terdiri dari katalog, cetak biru, dan lainnya dari pembuat, untuk masing-
masing tipe dari materi-materi yang dideskripsikan diatas dari perlengkapan harus
diserahkan pada Direksi Teknis. Seluruh perlengkapan harus dioperasikan dan
dipelihara dengan mengacu pada cetakan instruksi dari pembuat.
Tipe dari perlengkapan selain yang ditulis diatas harus disetujui Direksi Teknis
maksimal 30 hari sebelum mereka akan digunakan.

(5) Pengecoran
Penyedia Jasa harus selalu konsultasi dengan Direksi Teknis mengenai waktu
pelaksanaan pengecoran beton. Pengecoran beton harus dilaksanakan dengan disaksikan
Direksi Teknis.

Seluruh permukaan yang secara garis besar horisontal harus dilindungi dengan sebuah
layer terbuat dari mortar dengan ketebalan sekitar 2 cm untuk permukaan batuan, dan
1.5 cm untuk permukaan beton, jika seperti yang diinstruksikan oleh Direksi Teknis,
dilakukan langsung sebelum peletakan beton. Peletakan mortar tersebut harus
dikoordinasikan dengan peletakan beton sedemikian rupa sehingga beton diletakkan
langsung diatas mortar segar. Di dasar balok atau pelat, dimana berkumpulnya baja
tulangan didekat bekisting membuat peletakan menjadi sulit, sebuah lapisan dari mortar
dengan komposisi yang cocok dengan kekuatan beton yang diperlukan seperti instruksi,
harus pertama kali diletakkan untuk menutup permukaan hingga kedalaman sekitar 2
cm. Beton apapun yang telah menjadi kaku sehingga pengecoran yang benar tidak dapat
dijamin kecuali dikeraskan ulang (retempered), atau yang mana tinggi slump telah
dikurangi dengan 2.5 cm atau lebih, seperti yang ditentukan oleh Direksi Teknis, harus
dibuang ke tempat yang telah ditentukan oleh Direksi Teknis, dan tidak ada pembayaran
yang dibuat untuk beton seperti itu. Beton harus ditempatkan langsung ke posisi akhir
dan tidak boleh sampai mengalir sehingga menyebabkan segregasi. Cara dan alat-alat
yang dipakai dalam pengecoran beton pada bekisting harus baik sehingga agregat kasar
tidak terpisah dari beton.

Penyedia Jasa harus mempunyai cara untuk membatasi dan mengontrol tinggi jatuh
beton, sehingga tidak menyebabkan segregasi atau benturan keras yang dapat mengenai
besi tulangan dan bekisting yang sudah dirakit. Tinggi jatuh beton tidak melebihi 1.5
meter.

Semua beton yang dituangkan, harus ditempatkan pada lapisan horisontal yang
ketebalannya tidak melebihi 40 cm. Direksi Teknis mempunyai hak untuk meminta
kedalaman lapisan lebih kecil apabila lapisan beton setebal 40 cm tidak bisa dicor sesuai

ST - IX - 21
dengan persyaratan spesifikasi. Tinggi satu angkutan pengecoran beton haruslah seperti
yang disarankan Direksi Teknis atau seperti pada gambar.

Bila beton dicor secara monolit pada tempat yang mempunyai dimensi vertikal lebih
besar dari 60 cm, atau jika beton lantai, plat, balok, atau bagian struktur yang serupa
dicor monolit dengan beton pendukung, petunjuk sebagai berikut diperhatikan :
a. Pengecoran dapat ditunda tidak kurang dari 1 jam atau lebih dari 3 jam pada
bacaan atas lubang dan pada bagian bawah bevel di bawah lantai, balok atau
bagian bangunan lainnya pada saat bevel ditentukan dan pada bagian bawah
bangunan tersebut bila bevel tidak ditentukan, tetapi jika pengecoran ditunda terlalu
lama hingga unit vibrasi / getar tidak dalam berat yang siap untuk menembus beton
yang dimasukkan sebelum penundaan tersebut. Bila konsolidasi beton ditempatkan
sesudah penundaan, unit vibrasi akan menembus dan menggetarkan kembali beton
yang dicor sebelum penundaan.
b. 60 cm atau lebih dari beton yang ditempatkan sebelum penundaan harus
ditempatkan dengan slump yang rendah dan Penyedia Jasa harus merasa yakin
bahwa konsolidasi beton sudah terlaksana dengan baik.
c. Permukaan beton dimana terjadi keterlambatan harus dibersihkan dan bebas dari
kotoran bila pengecoran beton dimulai sesudah terjadi kelambatan.
d. Beton yang dicor di atas bagian yang terbuka dan di lantai, balok, dan bagian-
bagian semacamnya harus dicor dengan slump serendah mungkin dan Penyedia
Jasa harus merasa yakin bahwa konsolidasi beton tersebut terlaksana dengan baik.

Untuk pekerjaan tersebut Penyedia Jasa tidak berhak mendapatkan biaya tambahan
melebihi harga satuan seperti tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga, karena ada
batas-batas pengecoran beton seperti yang disyaratkan pada pasal ini.

(6) Konsolidasi
Masing-masing lapisan beton harus segera dikonsolidasi dengan alat yang memadai
sehingga beton menjadi padat sampai mencapai kerapatan maksimum dan tertutup
dengan rapi bagi semua permukaan bekisting dan material yang berdekatan. Lapisan
beton berikutnya tidak dicor terlebih dahulu sampai lapisan yang dicor sebelumnya sudah
bagus keadaannya seperti spesifikasi yang disyaratkan. Secara garis besar, beton harus
dikonsolidasi dengan tenaga listrik atau tenaga pneumatik, vibrator tipe internal, yang
operasinya dengan kecepatan setidaknya 7000 putaran per menit bila dicelupkan ke
beton. Kepala vibrator harus dimasukkan ke beton secara vertikal, setidaknya 5 cm ke
dalam lapisan di bawahnya. Bila sukar menggunakan internal vibrator, beton bisa
dikonsolidasi dengan external vibrator seperti diuraikan di bawah ini atau dipadatkan
dengan “hand plunger” sesuai saran Direksi Teknis.

Konsolidasi beton pada bagian-bagian bangunan yang nantinya akan tampak harus
dengan “immersion vibrator” yang bisa pula dipakai sebagai alat yang bisa membantu
dan disarankan Direksi Teknis. Bisa menggunakan “heavy duty vibrator”. Form vibrator
ini harus dipasang kuat-kuat pada bekisting pada saat operasi tetapi vibrator harus bisa
segera dibongkar dan dipasang lagi ke posisi lain pada bekisting dan harus beroperasi
dengan kecepatan sedikitnya 8000 putaran/menit.

Pelaksanaan pekerjaan di atas harus sangat berhati-hati sehingga vibrasinya bisa


sistematis sehingga beton betul-betul padat. Di daerah di mana baru saja ditempatkan
beton yaitu pada setiap lapisan dicor terlebih dahulu dan beton sudah mengeras, harus
dilakukan vibrasi yang lebih dari biasanya. Vibrator menembus dalam sekali dengan
interval pendek di sepanjang hubungan ini. Hubungan antara kepala vibrator dengan
permukaan bekisting harus dihindari.

ST - IX - 22
11. Pembasahan Beton
Syarat-syarat pembasahan harus diperhatikan setiap saat. Pada cuaca yang panas dan kering
ada bahaya keretakan lebih besar karena adanya pengeringan yang mendadak. Karena itu
Penyedia Jasa harus benar-benar mematuhi persyaratan seperti berikut ini. Penyedia Jasa harus
melindungi semua beton dari benda-benda yang bisa merusak atau membahayakan yang bisa
menyebabkan pengeringan yang mendadak atau pembebanan mendadak atau karena vibrasi,
sampai beton betul-betul keras sehingga bisa mencegah kerusakan. Bila memungkinkan,
permukaan beton yang selesai harus dilindungi dari sinar matahari langsung setidaknya 3 hari
sesudah pengecoran. Semua beton harus dibasahi dengan cara pembasahan langsung dengan
air atau pembasahan dengan diberi karung goni basah sesuai dengan persyaratan spesifikasi
disini, kecuali bila beton cetak dibasahi dengan “stream cured” dengan cara yang sudah
disetujui Direksi Teknis. Permukaan beton untuk “construction joint” harus dibasahi dengan air.
Permukaan dinding atau pelat atau tiang teratas yang tidak dibekesting harus dilembabkan
dengan air atau dengan cara lain yang efektif pada saat beton menjadi keras, sehingga bisa
mencegah kerusakan yang disebabkan oleh air. Permukaan dan kemiringan yang tajam serta
permukaan vertikal yang dibekisting harus betul-betul lembab, sebelum dan pada saat
pembongkaran yaitu dengan mengaliri permukaan yang dibekisting dan dibiarkan mengalir
turun antara bekisting dan muka beton yang dibekisting. Prosedur ini diikuti dengan cara
pembasahan langsung dengan air atau pembasahan dengan diberi karung goni basah, dengan
syarat-syarat sebagai berikut:

a. Pembasahan langsung dengan air


Beton yang dibasahi dengan air harus tetap basah setidaknya 14 hari sesudah
pengecoran beton, atau sampai tertutup dengan beton yang baru, yaitu dengan
direndam air atau dengan pipa penyemprot atau penyemprot mekanis atau dengan cara
lain yang disarankan Direksi Teknis, sehingga semua permukaan terus menerus dalam
keadaan basah, dan air yang dipakai untuk pembasahan memenuhi syarat-syarat pada
sub bab 5.4. Pembasahan harus ditangani sedemikian rupa sehingga mencegah
terbentuknya noda pada permukaan beton yang akan tampak terus.

b. Pembasahan Sistem Membran


Pembasahan dengan diberi karung goni basah diterapkan dengan menggunakan sebuah
tipe Senyawa Curing Berpigmen Putih (white pigmented curing compound) yang
membentuk sebuah membran penahan air pada permukaan air; asalkan pada permukaan
beton yang secara permanen terlihat untuk menunjukkan Senyawa Curing Berpigmen
Abu-abu (Grey pigmented curing compound) diperlukan. Senyawa curing (curing
compound) harus digunakan pada permukaan beton yang telah jadi sesuai instruksi
Direksi Teknis. Senyawa curing harus dipakaikan pada permukaan beton dengan
penyemprotan sehingga terbentuk sebuah lapisan pelindung untuk menciptakan
membran yang seragam dan menyeluruh di semua area, dengan lingkupan yang
maksimum per liternya seperti diinstruksikan oleh Direksi Teknis dengan mengacu pada
kekasaran permukaan yang akan dilindungi.

Bila perlu untuk menutup permukaan yang memadai, seperti yang telah ditentukan oleh
Direksi Teknis dilakukan “coat of curing compound” kedua kali. “Mortar encrustations”
dan penutup akhir pada permukaan dimana finishing yang disyaratkan, harus dibongkar
dari permukaan yang dibekisting, sebelum pemakaian “curing compound”.

Bila “curing compound” dipakai pada permukaan beton yang tidak dibekisting, pemakaian
bahan campurannya harus dimulai segera setelah pelaksanaan pekerjaan akhir selesai.
Bila “curing compound” dipakai pada permukaan beton yang dibekisting, permukaan
harus dilembabkan dengan sedikit menyemprotkan air setelah bekisting dibongkar, dan
harus tetap basah sehingga permukaan tidak lagi menyerap kelembaban lebih banyak.
Segera apabila kelembaban di permukaan film hilang tapi permukaan masih tampak
lembab, harus dipergunakan “curing compound”, yang mungkin dipergunakan pada
permukaan yang luas dimana bahan campuran diletakkan pada tepi, sudut sudut dan di

ST - IX - 23
tempat yang kasar dari permukaaan yang dibekisting. Sesudah pemakaian “curing
compound” selesai dan lapisan telah kering bila disentuh, maka dilakukan perbaikan di
permukaan beton. Setiap perbaikan, sesudah difinishing harus dilembabkan dan dilapisi
"curing compound”, sesuai dengan persyaratan. Peralatan dan cara yang dipakai untuk
penanganan “curing compound” harus disetujui oleh Direksi Teknis. Lalu lintas Penyedia
Jasa dan pelaksanaan lainnya harus dapat mencegah kerusakan lapisan “curing
compound” selama 28 hari sesudah pemakaian “curing compound”. Bila dalam
pelaksanaan tidak mungkin, maka untuk mencegah lalu lintas yang melewati permukaan
yang baru dilapisi dengan “curing compound”, “membrane” harus dilindungi, dengan
menutupinya dengan pasir yang tebalnya tidak kurang dari 25 mm, atau dengan cara
lain. Penutupan untuk tujuan melindungi permukaan ini, tidak ditempatkan dulu sampai
lapisan pelindung betul-betul kering. Sebelum penerimaan pekerjaan akhir, Penyedia Jasa
harus menghilangkan semua pasir tersebut dengan cara yang sudah disetujui Direksi
Teknis. Bila ada kerusakan pada lapisan pelindung yang mengelupas dari permukaan
beton sesudah 28 hari dipakai, maka harus diperbaiki tanpa ditunda lagi, dengan cara
yang sudah disetujui Direksi Teknis. Tipe “curing compound” yang diusulkan, diperlukan
untuk pengambilan sampel, dan pengetesan harus diserahkan Direksi Teknis, setidaknya
30 hari sebelum dipakai. Kecuali bila sampel dan pengetesan disisihkan oleh Direksi
Teknis, maka “curing compound” tidak boleh dipakai dulu, kecuali bila sudah dites oleh
Direksi Teknis. Penyedia Jasa harus menyediakan fasilitas-fasilitas dan bantuan yang
diperlukan untuk pengambilan sampel dan pengetesan “curing compound” atas biaya
Penyedia Jasa. Petunjuk yang disediakan pabrik harus diikuti, dalam penyimpanan,
pencampuran dan pemakaian “curing compound” tersebut.

Selain menyemprot dengan “membrane curing”, lembaran plastik bisa juga dipakai,
terutama pembasahan pada pelat dan semua bentuk konstruksi. Dalam hal semacam ini,
segera setelah beton mengeras dan terhindar dari kerusakan, permukaan harus
disemprot sedikit dengan air, lalu ditutup dengan lembaran plastik putih yang telah
disetujui oleh Direksi Teknis. Lembaran tersebut harus kedap udara dan anti uap untuk
mencegah hilangnya kelembaban kedap udara, dan harus dilakukan dengan hati-hati,
dengan memukul-mukul bagian tepi dan memperkuatnya dengan lapisan pelindung.
Lapisan tersebut harus dijaga minimum selama 14 hari.

Semua “construction joint” harus terus menerus lembab, yaitu dengan “water curing” dari
waktu ke waktu sampai tertutup beton. Bila dianggap perlu untuk mengadakan
penundaan pengecoran beton baru diatas construction joint, maka pembasahan untuk
melembabkan permukaan joint harus dihentikan pada saat pembasahan dianggap
kadaluarsa, tetapi bila pembasahan dihentikan, harus dimulai lagi dalam 48 jam sebelum
pengecoran beton baru pada sambungan itu.

Bila pengkasaran bagian beton yang membuka belum dilaksanakan sampai pembasahan
menjadi kadaluarsa, maka permukaan bagian yang membuka harus terus dalam keadaan
lembab setidaknya 4 jam sebelum pengisiannya (filling). Biaya penyediaan dan
pemakaian semua material untuk pembasahan beton, harus termasuk dalam harga
satuan beton seperti tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

12. Pekerjaan Bekisting Dan Finishing


(1) Umum
Bila diperlukan atau sesuai saran Direksi Teknis, bekisting harus dipakai, untuk
membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan. Bila diperlukan, bekisting harus
disanggah dengan kayu penyanggah. Penyedia Jasa harus menentukan dan
mempertimbangkan unsur efisiensi dan keselamatan, apakah tipe bekisting dan kayu
penyanggah yang diperlukan dibuat dari baja atau kayu dan Penyedia Jasa harus
menyerahkan gambar perencanaan-nya kepada Direksi Teknis untuk disetujui sebelum
membuat bekistingnya. Bekisting dan kayu penyanggah yang diperlukan harus
mempunyai kekuatan dan kekakuan yang cukup, untuk menahan beton dan tekanan

ST - IX - 24
yang disebabkan pengecoran dan vibrasi, tanpa ada kerusakan. Permukaan dari semua
bekisting yang berhubungan dengan beton, harus bersih, kaku, kokoh, dan cukup rapat
untuk menghindari tumpahnya adukan semen / beton.

Sebelum memulai pembuatan bekisting yang diperlukan untuk membentuk permukaan


beton yang selesai, Penyedia Jasa harus menyerahkan usulan tentang metode konstruksi
bekisting untuk mendapatkan tipe permukaan akhir yang ditentukan.

(2) Material Untuk Bekisting


Semua material yang dipakai untuk bekisting, dari kayu atau dari baja, harus lebih dulu
disetujui Direksi Teknis. Kayu harus bagus dan lurus, bebas dari penyimpangan,
bengkokan dan kekeroposan, serta lebar dan tebalnya harus sama dan halus, sebelum
pembuatan bekisting.

Bekisting yang dipakai untuk beton yang akan tampak harus ditutup dengan plywood dan
harus bebas dari semua cacat yang menghasilkan noda pada permukaan beton. Bila yang
dipakai adalah plywood, maka tidak boleh dibungkus, tidak kerut-kerut dan diproduksi
dengan lem khusus anti air. Kalau bisa, plywood harus punya lebar dan panjang sama.
Lapisan kulit kayu atau harus berjenis dan berkualitas tertentu atau harus diolah atau
dilapis sedemikian rupa sehingga tidak ada bahan kimia perusak atau pemudaran
permukaan beton yang mengeras. Tipe dan kondisi dari lapis kulit kayu, kemampuan
bekisting untuk menjaga gangguan yang disebabkan oleh peletakan dan getaran beton,
dan pengerjaan yang diterapkan dalam konstruksi bekisting harus sedemikian rupa
sehingga permukaan yang keras mengacu dengan persyaratan yang dapat diterapkan
dengan Spesifikasi ini berkaitan dengan penyelesaian akhir permukaan beton.

Sebelum pemakaian ulang, papan bekisting, harus dibersihkan, lubang-lubang harus


disumbat dan bila perlu dipermukaan dilapisi lagi.

(3) Pemasangan Bekisting


Bekisting harus dipasang sedemikian rupa sehingga tanda-tanda sambungan pada
permukaan beton ada dalam alinyemen horisontal dan vertikal dan sambungan antara
permukaan harus halus. Bagian tepi dan sudut-sudut beton yang terlihat terus, harus
dihaluskan seperti yang terlihat pada gambar atau yang disarankan oleh Direksi Teknis.

Sebelum pengecoran beton, semua bekisting harus kaku dan kokoh dan betul-betul
bersih dan semua sisa potongan kayu-kayu kecil, debu bekas gergaji, sisa mortar yang
kering dan zat pengotor yang lain atau air yang berlebihan harus dihilangkan dari
bekisting. Permukaan bekisting harus diminyaki dengan minyak mineral yang disuling,
dari jenis yang sudah disetujui Direksi Teknis. Minyak bekisting harus digunakan sebelum
besi tulangan diletakkan.

Bekisting yang mana telah ditinggal untuk periode tertentu mengakibatkan kering, harus
dilakukan perbaikan permukaan sesuai arahan Direksi Teknis. Bila bekisting untuk
permukaan yang menerus ditempatkan pada pengangkatan berikutnya, harus dilakukan
dengan hati-hati sekali agar penempatan bekisting persis di atas permukaan seluruhnya,
untuk mencegah kebocoran mortar dari beton dan untuk menjaga alinyemen permukaan
yang baik.

Bekisting yang dipakai lebih dari satu kali, kondisinya harus dijaga dan harus betul-betul
bersih untuk dipakai lagi. Bekisting untuk permukaan dinding bagian luar harus bersih
betul, yaitu dengan menyemprot kayu dengan air.

Sebelum beton ditempatkan, harus diperhatikan bahwa semua bekisting ada pada
alinyemen yang baik, sehingga semua penyanggah bekisting pada kondisi yang bagus
dan kokoh.

ST - IX - 25
(4) Pengangkatan Bekisting
Bekisting tidak boleh diangkat apabila beton belum mengeras dan cukup kuat untuk
menanggung beban dengan aman ditambah beban konstruksi yang akan didukungnya.
Bekisting diangkat bila sudah disetujui Direksi Teknis. Bekisting harus diangkat setelah
beton mengeras untuk mencegah kerusakan yaitu dengan mengangkatnya sedemikian
rupa sehingga mempermudah kegiatan berikutnya yaitu dengan pembasahan dan
memudahkan perbaikan pada permukaan yang kurang baik. Tetapi harus yakin betul
bahwa kekuatan beton ketika dilakukan pengangkatan tidak menyebabkan runtuhnya
atau gagalnya beton.

Waktu minimum pelepasan bekisting yang direkomendasikan

Waktu min. untuk


Posisi Bekisting
mengeras diatas 10oC
Permukaan Vertikal atau hampir vertikal
36 jam
untuk mass concrete atau lapisan kanal
Permukaan Vertikal atau hampir vertikal
48 jam
untuk dinding geser, balok dan kolom
Bekisting di sisi bawah balok dan pelat
(tak terbebani dan penyangga dibiarkan 7 hari
ada)
Penyangga balok dan pelat, selama
14 hari
mungkin tetapi tidak kurang dari

Bekisting harus dihilangkan dengan segera, setelah beton sudah mengeras untuk
mencegah pelengkungann atau keruntuhan. Bila perlu dilakukan perbaikan pada
permukaan yang miring, dan segera diteruskan dengan pembasahan. Untuk menghindari
tegangan yang berlebihan pada beton akibat dari pemuaian pada bekisting, bekisting
kayu untuk bagian dinding yang terbuka harus dilonggarkan sehingga hal ini bisa
dikerjakan tanpa merusak beton. Bekisting untuk bagian yang terbuka harus dilakukan
sehingga memudahkan pelepasannya.

Dengan terlebih dulu minta saran Direksi Teknis, bekisting pada permukaan beton yang
dekat dengan permukaan batuan yang digali harus dibiarkan ditempatnya, asalkan jarak
antara permukaan beton dengan batuan kurang dari 50 cm sehingga bekisting tidak
tampak sesudah pekerjaan selesai. Bekisting harus diangkat dengan hati-hati sehingga
beton tetap bagus, dan bila terjadi kerusakan harus segera diperbaiki sesuai dengan
persyaratan pada sub bab 9.1.4.12 (6).

(5) Pekerjaan Penyelesaian


a. Umum
Seperti persyaratan pada paragraf 9.1.4.14, diijinkan ada penyimpangan dari unting-
unting atau ketinggiannya dan dari alinyemen, bentuk, tingkatan dan dimensi seperti
pada Gambar, yang dianggap sebagai toleransi. Tetapi harus dibedakan sebagai
ketidakteraturan dalam pekerjaan penyelesaian, seperti diuraikan di sini. Kelas untuk
pekerjaan penyelesaian dan keperluan untuk pekerjaan akhir pada permukaan
beton, harus seperti yang tertera pada Gambar, atau seperti spesifikasi di sini. Bila
penyelesaiannya tidak dijelaskan pada definisi di sini atau pada gambar, pekerjaan
penyelesaian yang dipakai haruslah seperti yang diisyaratkan bagi permukaan
semacam, seperti saran Direksi Teknis.
Pekerjaan akhir / finishing dari permukaan beton hanya dilaksanakan oleh tenaga
yang terampil. Penyedia Jasa harus selalu berkonsultasi kepada Direksi Teknis
mengenai waktu pelaksanaan finishing beton. Finishing beton harus dilakukan bila

ST - IX - 26
ada Direksi Teknis, karena bila ada kasus spesifik yang membutuhkan pengaturan
dari Direksi Teknis. Permukaan beton dites oleh Direksi Teknis untuk menentukan
apakah ketidakteraturan yang terjadi masih dalam batas pada spesifikasi.
Ketidakteraturan permukaan diidentifikasikan sebagai ‘kasar’ atau ‘miring’.
Ketidakteraturan yang disebabkan dengan pergeseran atau salah peletakan lapis
permukaan kayu bekisting, atau karena mata kayu yang rusak atau bekisting yang
cacatpun akan dianggap sebagai ketidakteraturan kasar, dan dites melalui
pengukuran langsung.
Ketidakteraturan yang lain dianggap ketidakteraturan berjalan dan akan dites
dengan menggunakan acuan yang terdiri dari pinggiran yang lurus untuk permukaan
yang lengkung. Panjang acuan 1.5 meter untuk menguji permukaan yang bekisting
dan 3 meter untuk menguji permukaan yang tidak dibekisting.

b. Permukaan yang dibekisting


Untuk permukaan yang dibekisting tidak diperlukan pengasahan / penggosokan,
kecuali perbaikan permukaan yang kurang sempurna.

c. Permukaan yang tidak dibekisting


Permukaan dalam harus miring untuk drainasi seperti tercantum pada gambar atau
seperti disarankan Direksi Teknis. Permukaan yang kena cuaca dimiringkan untuk
drainasi. Kecuali telah ditunjukkan pada gambar, atau yang disarankan Direksi
Teknis, maka permukaan yang terkena pergantian cuaca dan yang mendatar harus
dimiringkan sekitar vertikal 1 dan horisontal 50.
Pelaksanaan finishing harus terdiri dari pemerataan dan pelapisan yang memadai
untuk menghasilkan permukaan yang rata. Ketidakteraturan pada permukaan tidak
boleh lebih dari 20 mm.

(6) Perbaikan Permukaan Beton yang Cacat atau Rusak


Beton yang cacat atau rusak harus dibongkar dan diganti dengan beton lain oleh
Penyedia Jasa dan biayanya ditanggung Penyedia Jasa sendiri. Alinyemen yang tidak
teratur karena kurangnya finishing pada permukaan, tonjolan bekisting atau cacat yang
lain harus diperbaiki dan biaya ditanggung oleh Penyedia Jasa. Sebelum pekerjaan akhir
diterima, Penyedia Jasa harus membersihkan semua permukaan beton yang tampak dari
semua noda, semen, mortar atau grouting dan semua noda yang tidak baik dihilangkan
demi kepuasan Direksi Teknis.

Perbaikan pada beton harus dilakukan oleh tenaga yang terampil. Penyedia Jasa harus
terus berkonsultasi dengan Direksi Teknis, kapan perbaikan beton harus dilakukan
dengan hadirnya Direksi Teknis kecuali bila Direksi Teknis tidak melakukan pengawasan.
Penyedia Jasa harus memperbaiki semua cacat pada permukan beton, untuk
menghasilkan permukaan yang sesuai dengan persyaratan tercantum pada subparagraf
9.1.4.12(5) dan paragraf 9.1.4.14. Kecuali bila sudah disetujui Direksi Teknis, perbaikan
beton yang cacat harus diselesaikan dalam waktu 24 jam sesudah pengangkatan
bekisting, atau untuk beton yang tidak dibekisting selama 24 jam sesudah pengecoran
beton. Kecuali bila diperlukan perbaikan dengan damar epoxy, perbaikan tidak dilakukan
dulu sampai 28 hari sesudah beton dicor. Bila tonjolan dan ketidakteraturan melebihi
pada batas yang disyaratkan di paragraf 9.1.4.14, pada permukaan yang dibekisting,
dimana yang diperlukan adalah finishing, penonjolannya harus diperkecil dengan dipalu
atau diratakan sehingga permukaan seperti yang disyaratkan. Beton yang rusak dan
beton yang retak atau cacat karena tekanan permukaan yang melebihi, harus digali dan
dibentuk lagi sehingga permukaan mempunyai garis batas seperti yang disyaratkan, atau
harus dibongkar dan diganti dengan mortar kering atau beton seperti yang disarankan di
sini. Pengisian lubang di permukaan, dimaksudkan untuk mendapatkan finishing, yang
akan diperlukan bila lubang tersebut lebih dalam dari 25 mm, di dinding yang tebalnya
kurang dari 30 cm atau lebih. Pembongkaran beton yang rusak dilakukan dengan
mengkasarkan permukaan yang terbuka. Luas dan dimensi pengkasaran harus seperti

ST - IX - 27
yang disarankan Direksi Teknis. Lubang yang dikelupas tepi-tepinya harus tajam dan
terkunci dan harus diisi sampai batas yang diperlukan, dengan mortar atau beton, seperti
petunjuk Direksi Teknis. Bila yang dipakai untuk pengisian adalah beton, lubang yang
dikelupas tidak lebih dari 8 cm dalamnya. Dry-pack yang berupa campuran yang sudah
disetujui Direksi Teknis harus digunakan untuk mengisi lubang yang setidaknya punya 1
dimensi permukaannya dan tidak lebih besar daripada kedalaman lubang, bagi celah
lubang sempit untuk perbaikan keretakan, lubang pipa grout dan untuk lubang-lubang
ganjal penguat dari batang seperti tertera dalam spesifikasi. Dry-pack tidak dibenarkan
bila dipakai untuk mengisi di sebelah penulangan atau untuk mengisi lubang yang
membentang melalui bagian (section) beton.

Pengisian dengan mortar, yang ditempatkan dengan menggunakan “mortar gun” dipakai
untuk memperbaiki cacat-cacat yang terlalu lebar bila diisi dengan “dry-pack” dan terlalu
dangkal bila diisi dengan beton dan tidak terlalu dalam dibandingkan dengan sisi paling
ujung dari besi tulangan yang terdekat dengan permukaan.

Mortar untuk penambalan harus terdiri dari satu bagian semen, 2 bagian pasir beton
biasa dan air secukupnya, sehingga sesudah bahan-bahan dicampur, mortar akan
menyatu bila dipadatkan dengan tenaga manusia.
Mortar harus baru bila ditempatkan dan mortar tidak berguna dalam waktu 2 jam
sesudah disiapkan, harus dibuang. Sebelum pemakaian mortar, permukaan di mana
mortar harus disikat, dilembabkan lalu digosok dengan sedikit mortar, dengan sikat
menggunakan kawat.

Bila pembukaan yang dikelupas lebih dari 3 cm dalamnya, mortar harus dipakai pada
lapisan yang tebalnya tidak lebih dari 2 cm, untuk menghindari ambles / penurunan.
Sesudah tiap lapisan dilaksanakan, kecuali yang terakhir harus dilaksanakan dengan
menggantinya sekop sehingga ikatan dengan lapisan berikutnya efektif. Finishing lapisan
terakhir harus halus yaitu dengan sekop agar membentuk permukaan halus dengan
beton disekelilingnya, dengan menambah sedikit air ke permukaan tambahan sudah jadi
sehingga finishing menjadi halus, tetapi selain untuk ini tidak diperbolehkan menambah
air lagi. Semua penambahan di permukaan yang tampak, harus bersih dan halus dan
harus sedpat mungkin berwarna sama dengan beton penggabungnya. Semua tambalan
harus terikat betul-betul ke permukaan opening yang dikelupas, harus baik dan tidak
retak atau mengkerut.

Pengisian dengan beton harus dipergunakan untuk lubang yang meluas ke bagian beton,
untuk lubang yang lebih besar dari 1000 cm2 dan lebih dalam dari 10 cm dan untuk
lubang pada beton bertulang dimana luasnya lebih dari 500 cm2 dan yang mana
diperluas melebihi penulangan yang paling dekat dengan permukaan. Kelas beton harus
seperti yang disarankan oleh Direksi Teknis. Dalam memperbaiki kerusakan atau beton
yang cacat di lokasi yang penting, Penyedia Jasa harus mempergunakan bahan pengikat
damar epoxy, sesuai saran Direksi Teknis. Semua cacat dan lubang yang diperbaiki
dengan damar epoxy harus dikelupas lagi menjadi beton yang sempurna dan tepi lubang
dibentuk empat persegi, dengan kedalaman minimum 3 mm. Persyaratan di bawah ini
harus sesuai untuk melakukan perbaikan dengan damar epoxy walaupun bisa bervariasi
tergantung kepada analisa situasinya.
a. Sebelum perbaikan dilaksanakan, permukaan beton pada lubang harus bebas dari
semua kotoran yaitu dengan sandblasting, etching dengan larutan asam hidroklorik
5% atau cara lain yang disetujui Direksi Teknis. Bila etching dengan asam disetujui,
segera setelah pembuihan berhenti, lubang harus digelontor dengan air baru yang
bersih untuk menghilangkan asam, sehngga daerah itu bersih. Permukaan lubang
harus dipel bersih dan bila perlu, air dipermukaan harus dihilangkan dengan cara
lain yang efektif. Permukaan lubang dan beton disekitarnya harus dikeringkan dan
dipanaskan dengan menggunakan lampu (oxe-acetylene flame) yang sesuai untuk
heate, “descalling tip”, “dry oil-free compressed air” atau dengan cara lain yang

ST - IX - 28
sudah disetujui Direksi Teknis. Pemanasan dan pengeringan harus dilakukan
sedemikian rupa sehingga mencegah kerusakan pada beton dan sehingga lubang
bebas dari kelembaban di permukaannya, dan diperoleh suhu + 20oC dan tetap
seperti itu sampai sekitar 30 menit.
b. Bila telah siap sesuai pasal sebelumnya, permukaan lubang harus dicat dengan satu
atau dua lapis dengan damar epoxy seperti saran Direksi Teknis, yang dsiapkan
dilembabkan sesaui petunjuk dari pabriknya. Damar epoxy dan filler yang telah
disetujui, dipersiapkan sesuai petunjuk pabrik dan harus dipakai dipermukaan yang
bersih tanpa damar epoxy, baja yang dikeringkan di permukaan yang halus dan
dibiarkan lembab seperti pengarahan Direksi Teknis. Diperkirakan akan diperlukan
pembasahan dengan suhu 20oC dalam waktu 24 jam. Selama saat itu, daerah
tersebut harus tetap kering.
c. Damar epoxy yang tidak dipakai, bik yang diisikan atau yang tidak diisikan, harus
dibuang bila syarat keplastisannya telah hilang. Damar yang lebih atau tumpah
harus dibersihkan pada waktu dalam keadaan plastis.
d. Bila harus mempergunakan bekisting untuk mencetak campuran damar, juga
material yang dipakai untuk bekisting harus sesuai dengan damar atau bekisting
yang harus dilapisi dengan zat khusus.
e. Permukaan yang difinishing dengan damar epoxy harus sesuai dengan persyaratan
paragraf 9.1.4.14. Penggilingan yang diperlukan harus dilakukan dengan
mempergunakan karbid silikon atau abrasif lain yang cocok.

Kecuali untuk material yang dipakai untuk perbaikan dengan damar epoxy, semua
material yang dipakai untuk memperbaiki beton harus sesuai dengan persyaratan
spesifikasi dan saran dari Direksi Teknis. Semua pengisian harus terikat ke permukaan
lubang dengan baik dan harus bebas dari keretakan karena mengkerut dan daerah
“drummy” sesudah pengisian dibasahi dan menjadi kering.
Semua penambahan dan perbaikan harus terus dalam keadaan lembab untuk jangka
waktu 7 hari dan dijaga agar tidak kena sinar matahari langsung, setidaknya 3 hari
sesudah diselesaikannya perbaikan atau penambahan, yang harus sesuai dengan yang
tercantum pada paragraf 9.1.4.11. Biaya semua material, tenaga kerja dan peralatan
yang diperlukan dalam memperbaiki beton, harus ditanggung Penyedia Jasa.

13. Besi Tulangan


(1) Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan dan memasang semua besi tulangan yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan. Pengiriman penulangan ini harus dijadwal agar Penyedia
Jasa dapat memberi penyediaan yang mencukupi untuk memulai pemotongan dan
pembengkokan penulangan untuk konstruksi, 30 (tiga puluh) hari sebelum jadwal
pengecoran beton di sekitar tulangan. Jadwal pengiriman didasarkan pada program
pelaksanaan Penyedia Jasa secara rinci, termasuk amandemen (bila ada), dan ditinjau
kembali oleh Direksi Teknis.

Kecuali bila tercantum pada gambar, besi tulangan harus menggunakan tulangan ulir (D-
form) yang dibuat oleh pabrik yang sudah disetujui Direksi Teknis dan harus sesuai
dengan JIS G 3112 atau ASTM A 15-16 atau standar yang sejenis yang disetujui Direksi
Teknis. Penyedia Jasa harus menyiapkan dengan biayanya sendiri seluruh detil dari
gambar penulangan. Gambar-gambar ini harus mencakup gambar letak tulangan,
gambar pembengkokan tulangan, daftar tulangan dan gambar penulangan lain yang
mungkin dibutuhkan untuk mendukung fabrikasi dan peletakan tulangan. Gambar-
gambar tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi Teknis sebelum tahap fabrikasi
dan peletakan. Detail konstruksi untuk penulangan dan jadwal pembengkokan tulangan
harus disiapkan oleh Penyedia Jasa dan diserahkan pada Direksi Teknis untuk disetujui.
Detil harus berdasar pada data akhir yang tergambar dalam Gambar.

ST - IX - 29
(2) Fabrikasi dan Pemasangan
Penulangan harus ditempatkan seperti tertera pada gambar atau sesuai dengan saran
Direksi Teknis. Jarak antara tulangan dan permukaan beton serta detail kait, bengkokan,
overlap dan angker, semuanya harus sesuai dengan standar yang tertera pada Gambar.

Sebelum penulangan ditempatkan, permukaan tulangan dan permukaan begel harus


bersih dari karat, kotoran, minyak atau zat-zat lain yang menurut Direksi Teknis harus
dibersihkan dari karat dan kotoran lain, sebelum diisi beton. Bila perlu, sesuai dengan
arahan Direksi Teknis, tulangan yang telah dipasang sebelumnya dan terkena matahari
harus dibersihkan dari karat dan reruntukan lain sebelum ditutupi dengan beton.

Kecuali kalau tercantum pada gambar, tulangan harus ditempatkan dalam posisi yang
tepat sehingga ada jarak yang tegas setidaknya 40 mm antara tulangan dan diantara
pekerjaan baja yang diletakkan didekatnya sehingga tulangan tidak meleset letaknya
pada waktu pengecoran beton.

Dudukan, penggantung pengukur jarak dan penyanggah dari logam atau beton yang lain
harus disediakan dan dipakai Penyedia Jasa untuk menyanggah tulangan dan untuk
menjaga jarak yang diperlukan dari permukaan bekisting atau pondasi. Penyanggah dari
beton, bila dipakai, harus sesuai dengan persyaratan beton pada spesifikasi ini.
Pengukuran jarak dari baja yang bisa menyebabkan karat dan mengotori permukaan
yang sudah jadi, tidak dibenarkan untuk dipakai. Tulangan harus diikat pada semua
perpotongan sesuai saran Direksi Teknis, dengan menggunakan kawat baja penguat
dengan diameter 0.9 mm. Sambungan atau overlap pada tulangan harus dilakukan pada
posisi seperti pada gambar, kecuali bila penggunaan sckrup kopel seperti yang
dibutuhkan pada gambar yang disetujui tulangan harus dipukul-pukul pada semua
overlap sesuai dengan saran Direksi Teknis.

Pengelasan untuk sambungan atau overlap pada tulangan harus dilakukan atas
persetujuan Direksi Teknis dan harus sesuai dengan JIS Z 3801 atau ASTM A 185.
Pengelasan bertekanan gas, bila dipakai harus mengacu dengan JIS Z 3881 dan Z 3120.
Untuk pengelasan tidak ada pembayaran secara terpisah.

Penyedia Jasa harus bertanggung jawab atas ketelitian pemotongan, pembengkokan,


dan penempatan penulangan. Penulangan diperiksa ukuran, bentuk, panjang, lokasi
sambungan, posisi dan banyaknya, sesudah ditempatkan. Bila sesudah penempatan
tulangan banyak waktu tertentu hilang, maka tulangan harus diperiksa lagi oleh Direksi
Teknis sebelum pengecoran beton.

14. Toleransi Pelaksanaan


Penyimpangan yang diperbolehkan pada level dan alinyemen, profil, tingkatan dan dimensi
seperti pada gambar, didefinisikan sebagai “toleransi”. Toleransi ini termasuk ketidakteraturan
permukaan seperti tercantum pada sub bab 9.1.4.12(6).

Maksud dalam pasal ini adalah menetapkan toleransi yang sesuai dengan praktek konstruksi
modern, juga disesuaikan dengan pengaruh yang menyebabkan deviasi / penyimpangan
tersebut diperbolehkan pada tindakan struktural atau fungsi operasional dari bangunan.
Penyimpangan untuk garis batas, tingkatan dan dimensi diperbolehkan, dan besarnya
penyimpangan akan diatur dalam pasal ini, dan Direksi Teknis bisa mengurangi toleransi seperti
yang tercantum di sini bila toleransi tersebut dianggap menyebabkan tidak seimbangnya
bangunan dan mengurangi fungsi operasional bangunan. Bila toleransi tidak tercantum dalam
spesifikasi atau gambar untuk konstruksi dan bentuk bangunan tertentu, maka penyimpangan
yang diperbolehkan di-interpretasikan sesuai dengan persyaratan dalam pasal ini. Cara
penulisan pada gambar yang termasuk pada spesifikasi disini, toleransi khusus yang berkaitan
dengan dimensi harus dianggap sebagai tambahan bagi toleransi yang tercantum dalam pasal
ini. Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk pemasangan dan pemeliharaan bekisting beton

ST - IX - 30
dalam batas-batas toleransi dan harus menjamin bahwa pekerjaan tersebut bisa diselesaikan
dengan toleransi yang disyaratkan di sini. Pekerjaan beton yang melampaui batas toleransi ini
harus di-bongkar atau diganti atas biaya Penyedia Jasa.

(1) Toleransi Pelaksanaan untuk Pekerjaan Beton


Perbedaan pada unting-unting, dari permukaan lengkung pada garis beton dan
permukaan pada kolom tiang, dinding, bagian lengkung (arc sections) dan alur
sambungan vertikal serta batas-batas yang menyolok adalah :

12 mm dalam 3 m
18 mm dalam 6 m
30 mm dalam 12 m

(untuk konstruksi dalam tanah, toleransinya 2 kali lipat).

Perbedaan ketinggian atau tingkatan yang ditunjukkan pada Gambar, yaitu pada lantai,
langit-langit, balok, alur sambungan horisontal dan pada batas-batas lain adalah :

6 mm dalam 3 m
12 mm dalam 10 m atau lebih

(untuk konstruksi dalam tanah, toleransinya harus 2 kali lipat).

Perbedaan garis-garis bangunan linear dari bagian yang ditetapkan pada perencanaan
adalah :

12 mm dalam 6 m
18 mm dalam 12 m atau lebih

Perbedaan dimensi potongan melintang untuk kolom, balok, dan ketebalan pelat dan
dinding :

Minus 6 mm
Plus 12 mm

Perbedaan tangga :

2 mm untuk naik
3 mm untuk tapak

Variation dalam langkah-langkah berurutan :

2 mm untuk naik
3 mm untuk tapak

(2) Toleransi konstruksi untuk peletakan tulangan


Variasi untuk lapisan pelindung

6 mm dengan pelindung < 50 mm


9 mm dengan pelindung 51 - 60 mm
12 mm dengan pelindung >60 mm

Variasi dari jarak spasi yang ditentukan (terhadap satu baris tulangan)

25 mm

ST - IX - 31
(3). Toleransi konstruksi untuk peletakan sambungan dengan logam

Minus 6 mm
Plus 6 mm

(4). Toleransi untuk Warna Beton


Perubahan warna dengan tiba-tiba pada permukaan beton luar yang tampak, tidak
diperbolehkan. Penyedia Jasa harus menjamin bahwa bila memungkinkan permukaan
tersebut harus sama warnanya, atau kalau terdapat perubahan harus secara bertahap.

15. Beton Untuk Pekerjaan Penambalan


Pekerjaan untuk bagian ini terdiri dari penempatan beton kelas E untuk pekerjaan menambal
pada bagian yang retak atau bercelah yang ditemukan pada pondasi. Lokasi dan bagian beton
untuk pekerjaan penambalan harus sesuai dengan pengarahan Direksi Teknis. Spesifikasi dari
bab ini yang bisa diterapkan untuk beton bagi pekerjaan penambalan, juga bisa dipakai.

Pengukuran untuk pembayaran beton pada pekerjaan penambalan, dilakukan sesuai dengan
banyaknya beton yang ditempatkan seperti saran Direksi Teknis. Pembayaran untuk beton pada
pekerjaan penambalan dilakukan berdasarkan harga satuan per meter kubik yang tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga satuan tersebut termasuk biaya semua tenaga
kerja, material dan peralatan, seperti bekisting kasar atau pekerjaan lain yang terkait yang
diperlukan.

9.1.5 Pekerjaan Baja

1. Umum
(1) Lingkup pekerjaan baja meliputi :
a. Pengadaan bahan dan pemasangan semua baja konstruksi secara menyeluruh
termasuk baut-baut angker, pengerjaan pengelasan dengan alat las listrik seperti
yang tertera pada gambar rencana.
b. Fabrikasi, pengujian dan inspeksi struktur baja.
c. Persiapan tempat kerja dan pengecatan utama dari susunan struktur baja.
d. Pengecatan lapangan, sentuhan akhir pengecatan lapisan utama kedua untuk
semua susunan baja dan persiapan untuk pengecatan akhir termasuk dalam
bagian pengecatan.

(2) Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia maupun peraturan bertaraf Internasional


dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam spesifikasi antara lain :
a. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984 (PPBBI 1984).
b. American Institute of Testing Construction Specification (AISC).
c. American Society for Testing and Materials (ASTM).
d. American Society for Testing and Materials (ASTM) Specification :
- ASTM A 35 type E atau S (pipa struktur)
- ASTM A 36-70a Struktur Steel
- ASTM A 53-72a Welded and Seamless Steel Pipe
- ASTM A 153-71 Zinc Coating (hot dip) on Iron and Steel Hardware
- ASTM A 307-68 Carbon Steel Externally Threaded Standard Fasteners.
- ASTM A 325-71a Hight Strength Bolt for Structure Steel Joint, Include Suitable
Nuts and Plain Hardenerd Washers.
- ASTM A 370
- ASTM A 490-71 Quenched and Tempered Alloy Steel Bolt for Structure Steel
Joints.
e. American Welding Society-Structural Welding Code (AWS).
f. SNI 03–1729–2002 Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.
g. NI 1727. 1989-F Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung.
h. Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI-1982).

ST - IX - 32
i. Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah

(3) Mutu baja dan mutu / baut angker yang dipakai Bj 37 (PPBBI) atau ASTM A 36 yang
memiliki tegangan leleh minimal Fy = 240 Mpa.
Semua pekerjaan las harus menggunakan elektroda yang sesuai dengan mutu baja dan
dilakukan dengan mutu yang layak serta memenuhi ketentuan pekerjaan baja.

(4) Direksi Teknis berhak menolak ataupun mengeluarkan dari dalam lokasi semua material
yang tidak memenuhi syarat / melampaui batas toleransi material.

2. Bahan / Material
(1) Bentuk dimensi, berat dan detil-detil lainnya harus sesuai dengan gambar dan standard
yang berlaku.
(2) Toleransi dimensi material baja yang digunakan harus mengikuti ketentuan ASTM A 6
yang sebagian tercantum dalam AISC (American Institute of Steel Construction) Code of
Standard Practice section 5 dan 6.
(3) Baut dan mur yang digunakan untuk pemasangan dan penyetelan konstruksi baja harus
sesuai gambar rencana dan dari jenis mutu tinggi A 325.
(4) Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa wajib mengajukan contoh material yang
akan digunakan.
(5) Semua bahan baja yang dipergunakan harus merupakan bahan baru, yaitu bahan yang
belum pernah digunakan dan bilamana dirasa perlu, Penyedia Jasa berhak meminta
sertifikat pengiriman dari pabrik.
(6) Standard Toleransi Material

JENIS TOLERANSI TOLERANSI


MATERIAL TINGGI / LEBAR TEBAL
(cm) (mm)

WF Krakatau + 2 + 0,3
Pipa Struktur Steel - 10 %
Canal C Ex Bakrie + 4 + 0,1
Pelat Krakatau - + 0,3
Besi Siku Steel + 4 + 0,5
Krakatau
Steel
Krakatau
Steel

3. Pelaksanaan
(1) Penyedia Jasa harus mempersiapkan gambar-gambar detail pelaksanaan semua batang
dan sambungan untuk disetujui dan dikoreksi oleh Direksi Teknis. Pekerjaan baja tidak
boleh dimulai sebelum Penyedia Jasa menerima gambar-gambar yang sudah disetujui
oleh Direksi Teknis.

(2) Setiap perbaikan atau perubahan dilapangan yang diakibatkan ketidaktepatan panjang
maupun pengelasan atau hal-hal lain harus ditanggung oleh Penyedia Jasa.

(3) Pengelasan
a. Pengelasan harus dikerjakan oleh tenaga ahli dan berpengalaman.
b. Semua pekerjaan pengelasan harus dikerjakan dengan rapi tanpa menimbulkan
kerusakan pada bahan bajanya.
c. Teknik / cara pengelasan yang dipergunakan harus memperhatikan mutu dan
kualitas dari las yang dikerjakan.

ST - IX - 33
d. Elektroda las yang dipergunakan harus disimpan pada tempat yang dapat menjamin
komposisi dan sifat-sifat dari elektroda tersebut selama masa penyimpanan.
e. Permukaan dari daerah yang akan dilas harus bebas dari berbagai kotoran, cat,
minyak dan karat.
f. Setelah dilakukan pengelasan, sisa-sisa atau kerak harus dibersihkan dengan baik.
g. Pada semua pengelasan harus dilakukan “Visual Inspection” untuk mengetahui :
- Persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik (kebersihan), gap yang
cukup, roof face yang betul, dll).
- Pemeriksaan / check porosity, undercut, retak permukaan atau cacat-cacat lain.
- Pemeriksaan ukuran dan type las.

(4) Sambungan
Untuk sambungan-sambungan komponen konstruksi baja yang tidak dapat dihindarkan
berlaku ketentuan sebagai berikut :
a. Hanya diperkenankan satu sambungan
b. Semua penyambungan profil baja harus dilaksanakan dengan las tumpul (full
penetration butt weld).

(5) Pengecatan
a. Semua bahan konstruksi baja harus dicat. Sebelum dicat semua permukaan baja
harus bersih dari berbagai kotoran atau minyak.
Pembersihan harus dilakukan dengan sikat besi mekanis (mechanical wire brushing).
b. Cat dasar adalah cat zink chromate buatan ICI, Danapaint atau setara.
Pengecatan dilakukan satu kali di pabrik dan satu kali di lapangan.

(6) Pemasangan
Pemasangan komponen-komponen konstruksi baja harus dilakukan dengan alat
pengangkat mekanis (crane) dan pekerja pemasangan (erection crew) harus
berpengalaman.

4. Persyaratan Pengujian
(1) Contoh Material
Penyedia Jasa wajib menyediakan contoh material (baja, baut dan lain-lain) untuk diuji
pada laboratorium yang disetujui oleh Direksi Teknis.
Segala biaya pengujian harus termasuk di dalam penawaran yang diajukan.

(2) Uji Pengelasan


Apabila dianggap perlu oleh Direksi Teknis, maka akan dilakukan testing pada hasil
pengelasan.
Type dan jumlah test untuk pengelasan disesuaikan dengan kebutuhan sesuai AWS serta
dilakukan atas biaya Penyedia Jasa.

9.2 Pekerjaan Arsitek

9.2.1 Pekerjaan Pasangan Batu Bata

1. Umum
Lingkup pekerjaan dalam pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi :
(1) Penyediaan bahan untuk pasangan batu bata.
(2) Penyiapan tempat dimana pasangan batu bata akan dilaksanakan.
(3) Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata sesuai dengan yang tertera dalam gambar.

2. Bahan / Material
(1) Batu Bata
Semua ukuran batu bata 5 x 11 x 22 cm, kecuali jika ditentukan lain oleh Direksi Teknis.

ST - IX - 34
Batu bata harus seragam dalam ukuran dan bentuk dan harus berwarna merah tua dan
dibakar dengan baik dan sempurna. Batu bata harus bersih dan bebas dari cacat retakan
dan gumpalan yang tidak terbakar sempurna.

Batu bata harus tajam ujungnya dan bersudut dan permukaannya rata. Batu bata itu
harus diproduksi lokal dan dapat dijumpai di sekitar lokasi proyek, tetapi kualitasnya
harus sesuai dengan standard yang dapat diterima oleh Direksi Teknis.

Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh batu bata kepada Direksi Teknis untuk
persetujuan sebelum batu bata dipasok dan semua batu bata yang digunakan untuk
pekerjaan pasangan batu bata harus sama dengan contoh yang disetujui.

(2) Portland Cement / Semen (PC)


Semen yang digunakan harus sama dengan semen (PC) yang digunakan untuk konstruksi
beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaian, harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah / lantai
sekitarnya.

Bilamana setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah membatu maka semen
tersebut harus disingkirkan dari lokasi proyek dan tidak boleh dipergunakan.
Supplier yang mengirimkan ke lokasi proyek hendaknya dapat menunjukkan sertifikat
dari pabriknya.

Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu akan ditolak.
Semua semen yang ditolak, selekasnya harus dikeluarkan dari lapangan untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

(3) Pasir
Kualitasnya harus sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksudkan harus bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam kotoran
dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 Pasal 14 ayat 2.

Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut diatas, Direksi Teknis
dapat memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya sampai mendapat
persetujuan.

(4) Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam
alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak dan memenuhi NI-3
pasal 10.

Apabila dipandang perlu Direksi Teknis dapat meminta Penyedia Jasa supaya air yang
dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Penyedia Jasa.

3. Persyaratan
(1) Pasangan Kedap Air
Untuk dinding-dinding biasa yang di atas tanah, pasangan kedap air dengan
perbandingan 1 PC : 2 Ps dimulai dari sloof sampai 30 cm di atas lantai.
Untuk dinding-dinding pantry, lavatory, dll pasangan kedap air minimum setinggi 1,6 m
dari lantai dan sesuai dengan gambar.

ST - IX - 35
(2) Pasangan Biasa Dengan Adukan 1 PC : 4 Ps, Berada di atas Pasangan Kedap Air Tersebut

Untuk pasangan setengah batu, tebal tembok jadi adalah 15 cm (termasuk dinding
keramik, mozaik, dll), satu dan lain hal sesuai dengan gambar.

(3) Adukan untuk Tembok


Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati diaduk dalam bak kayu yang besarnya
memenuhi syarat. Mencampurnya semen dan pasir harus dalam keadaan kering yang
kemudian diberi air sampai didapat campuran yang plastis.
Adukan yang sudah mengering tidak boleh dicampur dengan adukan yang baru.

4. Pelaksanaan
(1) Penyedia Jasa wajib mengerjakan pengukuran bangunan secara teliti dan sesuai gambar
dimana dinding-dinding bangunan akan dipasang. Dalam satu hari pasangan batu bata
tidak boleh lebih tinggi dari satu meter pasangan dan pengakhiran satu hari pasangan itu
harus dibuat bertangga menurun dan tidak tinggi untuk menghindari retaknya
dikemudian hari.
Pemasangan benang tidak boleh lebih dari 30 cm di atas pasangan dibawahnya. Pada
semua pasangan batu bata setengah batu satu sama lain harus terdapat pengikatan yang
sempurna.
Tidak dibenarkan menggunakan batu bata pecahan separo panjang, kecuali yang satu
dengan yang lain di atasnya harus berbeda setengah panjang bata.

(2) Pada tiap-tiap pertemuan tegak lurus terdapat ikatan pasangan yang sempurna, kecuali
ditiap-tiap pertemuan dimana ada tiang-tiang beton yang merupakan bingkai. Semua
pertemuan tegak lurus benar-benar harus bersudut 90 derajat.

(3) Sebelum dimulai pemasangan maka batu batanya harus direndam lebih dahulu di dalam
air selama setengah jam dan permukaan yang akan dipasang harus juga basah. Tebalnya
siar bata tidak boleh kurang dari 1 cm (10 mm) dan siarnya harus benar-benar padat
adukannya.

(4) Semua pasangan batu bata, harus dijaga jangan terkena sinar matahari langsung dan
Penyedia Jasa berkewajiban menyediakan karung-karung sisa basah yang digunakan
untuk menutup pasangan termaksud.

(5) Sebagai persiapan untuk plesteran, maka siarnya harus dikerok sedalam 0,5 cm sehingga
adukannya akan cukup mengikat plesteran yang akan dipasang.

(6) Bilamana di dalam pasangan ternyata terdapat bata yang cacat atau tidak sempurna,
maka harus diganti dengan yang baik atas biaya Penyedia Jasa.

(7) Ditempat yang terdapat pintu, jendela, lubang ventilasi dan lain-lain, pasangan bata
hendaknya ditinggalkan sampai rangka kusen selesai dan dipasang di tempat yang tepat.

(8) Semua rangka kusen harus dipasang terlebih dahulu untuk melanjutkan pekerjaan
pasangan.
Semua siar antara rangka kusen harus diisi dengan adukan sekurang-kurangnya tebal 1
cm (adukan sesuai dengan tujuannya atau dengan tambahan plasticiser).

(9) Lubang untuk alat-alat listrik dan pipa :


a. Dimana diperlukan pasangan pipa dan / atau alat-alat yang ditanam dalam dinding,
maka harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan batu bata (sebelum
diplester).
b. Pahatan tersebut setelah dipasang pipa / alat harus ditutup dengan adukan
plesteran yang dilaksanakan secara sempurna, dikeringkan bersama-sama dengan

ST - IX - 36
plesteran seluruhnya yang dilaksanakan bersama-sama dengan plesteran seluruh
bidang tembok.

9.2.2 Pekerjaan Plesteran

1. Umum
Lingkup pekerjaan dalam pekerjaan plesteran ini meliputi :
(1) Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat
angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai
hasil pekerjaan yang bermutu baik.
(2) Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar
serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.

2. Bahan / Material
(1) Semen / Portland Cement (PC)
Semen yang digunakan harus sama dengan semen (PC) yang digunakan untuk konstruksi
beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaian, harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah / lantai
sekitarnya.
Bilamana setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah membatu maka semen
tersebut harus disingkirkan dari lokasi proyek dan tidak boleh dipergunakan.

Supplier yang mengirimkan ke lokasi proyek hendaknya dapat menunjukkan sertifikat


dari pabriknya.
Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu akan ditolak.
Semua semen yang ditolak, selekasnya harus dikeluarkan dari lapangan untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
(2) Pasir
Kualitasnya harus sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksudkan harus bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam kotoran
dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 Pasal 14 ayat 2.
Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut diatas, Direksi Teknis
dapat memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya sampai mendapat
persetujuan.

(3) Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak, asam
alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak dan memenuhi NI-3
pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi Teknis dapat meminta Penyedia Jasa supaya air yang
dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Penyedia Jasa.

3. Persyaratan
Penggunaan adukan plesteran :
(1) Adukan 1 PC : 3 Ps dipakai untuk plesteran kedap air.
(2) Adukan 1 PC : 5 Ps dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.
(3) Seluruh permukaan plesteran difinishing acian dari bahan PC.

4. Pelaksanaan
(1) Plesteran dilaksanakan sesuai standard spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai
dengan petunjuk dan persetujuan Direksi Teknis dan spesifikasi teknik untuk pekerjaan
plesteran.

ST - IX - 37
(2) Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan
dinding batu bata telah disetujui dan diperiksa oleh Direksi Teknis dan sesuai dengan
spesifikasi teknik untuk pekerjaan beton dan pasangan dinding batu bata.

(3) Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar
arsitektur terutama pada gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal /
tinggi / peil dan bentuk profilnya.

(4) Campuran adukan perekat yang dimaksudkan adalah campuran dalam volume, cara
pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit dan memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
a. Untuk bidang kedap air, beton, pasangan dinding batu bata yang berhubungan
dengan udara luar dan semua pasangan batu bata di bawah permukaan tanah
sampai ketinggian 30 cm dari permukaan lantai dan 160 cm dari permukaan lantai
toilet dan daerah basah lainnya dipakai adukan plesteran 1 PC : 3 Ps.
b. Untuk adukan kedap air harus ditambah dengan additive dengan perbandingan 1
bagian PC : 1 bagian additive.
c. Untuk bidang lainnya diperlukan plesteran campuran 1 PC : 5 Ps.
d. Plesteran halus (acian) dipakai campuran PC dan air sampai mendapatkan campuran
yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering
benar), untuk adukan plesteran finishing harus ditambah dengan additive plamix
dengan dosis 200 – 250 gram plamix untuk setiap 40 kg semen.
e. Semua jenis adukan perekat tersebut di atas harus disiapkan sedemikian rupa
sehingga selalu dalam keadaan baik dan belum mengering.
Diusahakan agar jarak waktu pencampuran adukan perekat tersebut dengan
pemasangannya tidak melebihi 30 menit terutama untuk adukan kedap air.

(5) Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi
pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.

(6) Untuk beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting
dan kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat
bekisting atau form tie harus tertutup adukan plester.

(7) Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinishing
dengan cat dipakai plesteran halus (acian) di atas permukaan plesterannya.

(8) Untuk dinding tertanam di dalam tanah harus diplester dengan memakai spesi kedap air.

(9) Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaannya diberi alur-
alur garis horisontal atau diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik
terhadap bahan finishingnya, kecuali untuk yang menerima cat.

(10) Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 m, dipasang tegak dan menggunakan
keping-keping plywood setebal 9 mm untuk patokan kerataan bidang.

(11) Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding / kolom yang
dinyatakan dalam gambar, atau sesuai peil-peil yang diminta gambar. Tebal plesteran
minimum 2,5 cm, jika ketebalan melebihi 2,5 cm harus diberi kawat ayam untuk
membantu dan memperkuat daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang
diijinkan oleh Direksi Teknis.

(12) Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang
datar, harus diberi naat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 0,5 cm, kecuali
bila ada petunjuk lain di dalam gambar.

ST - IX - 38
(13) Untuk permukaan yang datar, harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung
bidang tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. Jika melebihi, Penyedia Jasa
berkewajiban memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Penyedia Jasa.

(14) Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu
tiba-tiba dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan
melindungi dari terik panas matahari langsung dengan bahan-bahan penutup yang bisa
mencegah penguapan air secara cepat.

(15) Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus
dibongkar kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi Teknis
dengan biaya atas tanggungan Penyedia Jasa.
Setelah 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Penyedia Jasa harus selalu menyiram
dengan air sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.

(16) Selama pemasangan dinding batu bata / beton bertulang belum finish, Penyedia Jasa
wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan dan pengotoran
bahan lain.
Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa dan wajib
diperbaiki.

(17) Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur
lebih dari 2 (dua) minggu.

9.2.3 Pekerjaan Lantai Keramik

1. Umum
Lingkup pekerjaan lantai keramik ini meliputi seluruh detail pekerjaan lantai keramik yang
disebutkan / ditunjukkan dalam gambar, seperti seluruh lantai ruangan, toilet, dan lain-lain
sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi Teknis.

2. Bahan / Material
(1) Spesifikasi Bahan
a. Jenis : Ceramic Tile, kualitas KW1
b. Finishing : Berglazzur
c. Ukuran : 40 x 40 cm
20 x 20 cm (toilet)
d. Warna : ditentukan kemudian
e. Merk : Roman, Royal atau setara
f. Kekuatan tekan : sesuai dengan PUBI 1982
g. Bahan perekat : adukan 1 PC : 3 Ps + bahan perekat IBAFIX
h. Bahan pengisi siar : grout semen berwarna IBAGROUT TILE GROUT.

(2) Persyaratan Bahan-bahan


a. Keramik, seperti tersebut pada spesifikasi KW1.
b. Semen Portland
Semen yang digunakan harus sama dengan semen (PC) yang digunakan untuk
konstruksi beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaian, harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah /
lantai sekitarnya.
Bilamana setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah membatu maka
semen tersebut harus disingkirkan dari lokasi proyek dan tidak boleh dipergunakan.
Supplier yang mengirimkan ke lokasi proyek hendaknya dapat menunjukkan
sertifikat dari pabriknya.
Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu akan ditolak.

ST - IX - 39
Semua semen yang ditolak, selekasnya harus dikeluarkan dari lapangan untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
c. Pasir
Kualitasnya harus sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksudkan harus bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam
kotoran dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 Pasal 14 ayat
2.
Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut diatas, Direksi
Teknis dapat memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya sampai
mendapat persetujuan.
d. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,
asam alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak dan
memenuhi NI-3 pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi Teknis dapat meminta Penyedia Jasa supaya air
yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas
biaya Penyedia Jasa.
(3) Sebelum dipasang bahan-bahan yang akan dipakai harus diserahkan contoh-contohnya
kepada Direksi Teknis untuk diperiksa dan mendapat persetujuan.

(4) Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) copy ketentuan dan persyaratan teknis
operatif dari pabrik sebagai informasi bagi Direksi Teknis.

(5) Bahan lain yang tidak terdapat pada daftar di atas, tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian
/ penggantian pekerjaan dalam bagian ini harus baru dan jenis dari kualitas terbaik serta
disetujui oleh Direksi Teknis.

3. Pelaksanaan
(1) Alas dari lantai keramik adalah lantai beton tumbuk dengan ketebalan 5 cm atau lebih
sesuai dengan gambar.

(2) Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 Ps ditambah bahan perekat, atau dapat
digunakan acian PC ditambah bahan perekat.

(3) Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata dengan memperhatikan
kemiringan lantai sesuai gambar untuk memudahkan pengaliran.

(4) Pola pemasangan keramik harus sesuai dengan gambar atau sesuai petunjuk Direksi
Teknis.
(5) Lebar siar-siar harus sama dengan kedalaman maksimal 3 mm membentuk garis lurus
atau sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi Teknis. Siar-siar harus diisi bahan
pengisi berwarna (grout semen berwarna) yang sesuai dengan warna keramik (satu
warna keramik).

(6) Pemotongan keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai dengan petunjuk
pabrik.

(7) Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu harus direndam dalam air hingga jenuh.

(8) Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang melekat,
sehingga benar-benar bersih, warna keramik tidak kusam / buram.

(9) Penyedia Jasa harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan
pekerjaan lain, jika terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Penyedia Jasa tersebut
harus mengganti tanpa biaya tambahan.

ST - IX - 40
4. Pengujian Mutu Pekerjaan
(1) Sebelum dilaksanakan pemasangan, Penyedia Jasa wajib memberikan “Certificate test”
kepada Direksi Teknis mengenai bahan keramik dari Produsen.

(2) Bila tidak ada sertifikat itu, Penyedia Jasa harus melakukan pengujian atas bahan
keramik di laboratorium diserahkan kepada Direksi Teknis.

(3) Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Teknis secepatnya.

(4) Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut, menjadi tanggungan
Penyedia Jasa.

(5) Hasil akhir yang diinginkan, harus terpasang dengan rata, kuat, menarik, baik dan
sempurna.

9.2.4 Pekerjaan Dinding Keramik

1. Umum
Lingkup pekerjaan dinding keramik meliputi pengadaan dan pemasangan keramik pada dinding
ruang toilet dan ruang-ruang lainnya seperti yang disebut atau yang ditunjukkan dalam gambar
pelaksanaan atau atas petunjuk Direksi Teknis.

2. Bahan / Material
(1) Spesifikasi Bahan
a. Jenis : Ceramic Tile, kualitas KW1
b. Fishing : Berglazzur
c. Ukuran : 20 x 20 cm (toilet)
d. Warna : ditentukan kemudian
e. Merk : Roman, Royal atau setara
f. Kekuatan tekan : sesuai dengan PUBI 1982
g. Bahan perekat : adukan 1 PC : 3 Ps + bahan perekat IBAFIX
h. Bahan pengisi siar : grout semen berwarna IBAGROUT TILE GROUT selebar
3 mm.

(2) Persyaratan Bahan-bahan


a. Keramik, seperti tersebut pada spesifikasi KW1.
b. Semen Portland
Semen yang digunakan harus sama dengan semen (PC) yang digunakan untuk
konstruksi beton.
Semen yang datang di lokasi pekerjaan dan menunggu pemakaian, harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan 30 cm lebih tinggi dari permukaan tanah /
lantai sekitarnya.
Bilamana setiap pembukaan kantong ternyata semennya sudah membatu maka
semen tersebut harus disingkirkan dari lokasi proyek dan tidak boleh dipergunakan.
Supplier yang mengirimkan ke lokasi proyek hendaknya dapat menunjukkan
sertifikat dari pabriknya.
Semen yang sudah lembab atau menunjukkan gejala membatu akan ditolak.
Semua semen yang ditolak, selekasnya harus dikeluarkan dari lapangan untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
c. Pasir
Kualitasnya harus sama dengan pasir yang digunakan untuk konstruksi beton.
Pasir yang dimaksudkan harus bersih, pasir asli dan bebas dari segala macam
kotoran dan bahan-bahan kimia, satu dan lain hal sesuai dengan NI-3 Pasal 14 ayat
2.

ST - IX - 41
Bilamana pasir yang dipakai tidak memenuhi syarat-syarat tersebut diatas, Direksi
Teknis dapat memerintahkan untuk mencuci pasirnya, melihat hasilnya sampai
mendapat persetujuan.
d. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,
asam alkali dan bahan-bahan organik/bahan lain yang dapat merusak dan
memenuhi NI-3 pasal 10.
Apabila dipandang perlu Direksi Teknis dapat meminta Penyedia Jasa supaya air
yang dipakai diperiksa di laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas
biaya Penyedia Jasa.

(3) Sebelum dipasang bahan-bahan yang akan dipakai harus diserahkan contoh-contohnya
kepada Direksi Teknis untuk diperiksa dan mendapat persetujuan.

(4) Contoh bahan yang disetujui akan digunakan sebagai pedoman / standar bagi Direksi
Teknis untuk menerima atau memeriksa bahan / yang dikirim oleh Penyedia Jasa ke
lapangan.

3. Pelaksanaan
(1) Terlebih dahulu permukaan dinding batu bata harus diberi perekat keramik yang rata
sebelum ubin keramik dipasang. Pengisi celah antara ubin digunakan perekat keramik
yang diberi warna sesuai ubin yang dipasang, atau warna lain atas persetujuan Direksi.
Ubin keramik dipasang dengan jarak antara ubin (lebar celah) sebesar maksimal 3 mm.
(2) Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 2 Ps ditambah bahan perekat atau dapat
digunakan acian PC ditambah bahan perekat.
(3) Pola pemasangan keramik harus sesuai dengan gambar detail atau sesuai petunjuk
Direksi Teknis.
(4) Lebar siar-siar harus sama dan kedalaman maksimal 3 mm, membentuk garis lurus atau
sesuai dengan gambar atau petunjuk Direksi Teknis. Siar-siar harus diisi bahan pengisi
berwarna (grout semen berwarna), warna sesuai warna keramik atau petunjuk Direksi
Teknis.
(5) Pemotongan keramik harus menggunakan alat pemotong khusus sesuai petunjuk
produsen.
(6) Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda-noda yang
melekat sehingga benar-benar bersih (warna keramik tidak kusam / buram).
(7) Penyedia Jasa harus memperhatikan serta menjaga pekerjaan yang berhubungan dengan
pekerjaan lain, jika terjadi kerusakan akibat kelalaiannya, maka Penyedia Jasa tersebut
harus mengganti tanpa biaya tambahan.

4. Pengujian
(1) Sebelum dilaksanakan pemasangan, Penyedia Jasa diwajibkan memberikan kepada
Direksi Teknis “certificate test” bahan keramik dari Produsen/pabrik.
(2) Bila tidak ada sertifikat tersebut, Penyedia Jasa harus melakukan pengujian bahan
keramik di laboratorium yang akan ditunjuk kemudian.
(3) Hasil pemasangan harus rata atau kemiringan sesuai petunjuk dan siku-siku terhadap
ruangannya.
(4) Hasil pengujian dari laboratorium diserahkan kepada Direksi Teknis secepatnya.
(5) Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut menjadi tanggung
jawab Penyedia Jasa.

9.2.5 Pekerjaan Langit – Langit Fiber Semen Rata

1. Umum
Lingkup pekerjaan langit-langit fiber semen rata meliputi penyediaan bahan langit-langit
fiber semen rata lengkap dengan konstruksi penggantungnya, penyiapan tempat serta
pemasangan pada tempat-tempat yang tercantum pada gambar.

ST - IX - 42
2. Bahan / Material
(1) Fiber semen rata, dengan ukuran 1,00 x 1,00 m dan tebal 3 mm.
(2) Rangka langit-langit menggunakan kayu meranti ukuran 5/7 cm dan rangka induk
ukuran 6/8 cm.
(3) Langit-langit difinishing dengan cat dinding.

3. Pelaksanaan
(1) Dalam melaksanakan langit-langit Penyedia Jasa harus memperhatikan /
mempertimbangkan pekerjaan lain yang berkaitan yaitu instalasi lain yang ada sebelum
pekerjaan langit-langit itu dimulai.
(2) Rangka langit-langit dari kayu meranti ukuran 5/7 cm yang dipasang sesuai pola yang
terdapat pada gambar dengan peil yang tepat.
Permukaan rangka bawah harus diseratai sehingga betul-betul datar dan dibuktikan
dengan waterpas. Balok-balok utama / plafond hanger ukuran minimum 6/8 cm dipasang
pada setiap jarak 3 m atau setiap luas bidang maksimum 12 m2 (dipasang keliling).

(3) Penutup langit-langit hanya boleh dipasang apabila setelah mendapatkan persetujuan
Direksi Teknis. Langit-langit difinishing dengan cat tembok warna putih.
(4) Penyedia Jasa diharuskan membuat bagian langit-langit yang dapat dibuka / ditutup
kembali.
Letak dari bagian ini ditetapkan atas persetujuan secara tertulis dari Direksi Teknis.
(5) Pekerjaan penutup langit-langit ini harus betul-betul baik dan rapi, rata (waterpas)
dengan pembagian yang rata dan serasi.
Tidak boleh terlihat / nampak adanya sambungan pada permukaan.

9.2.6 Pekerjaan Pintu dan Jendela

1. Pekerjaan Kusen, Daun Pintu dan Jendela Aluminium


(1) Lingkup pekerjaan
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang baik dan
sempurna.
b. Pengadaan dan pemasangan seluruh pintu dan jendela rangka kayu lengkap dengan
kusen dan kaca serta accessorisnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar serta
shop drawing dari Penyedia Jasa.

(2) Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa.


a. Penyedia Jasa wajib mengadakan pemeriksaan pengukuran di lapangan agar ukuran
kusen, pintu dan jendela yang dipasang sesuai dengan gambar rencana, kemudian
dilanjutkan dengan membuat shop drawing dan diajukan kepada Direksi Teknis
untuk mendapatkan persetujuan.
b. Penyedia Jasa harus mengajukan contoh-contoh bahan yang digunakan pada proyek
ini dan membuat mock-up.
c. Bahan yang cacat dan bernoda tidak boleh digunakan, bahan yang dipasang harus
sesuai dengan contoh bahan dan mock-up yang sudah disetujui Direksi Teknis.
d. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, pengerjaan, pemasangan, alat-alat bantu,
alat-alat angkut dari gudang ke lokasi proyek dan peralatan lainnya.
e. Sebelum dibuat / dipesan, Penyedia jasa diwajibkan membuat mock-up kusen, pintu
dan jendela dengan skala 1 : 1, lengkap dengan kunci dan engsel, kaca dan
finishing di proyek untuk diperiksa dan disetujui lebih dahulu oleh Direksi Teknis.

(3) Standard
SII - Standard Industri Indonesia.

ST - IX - 43
(4) Bahan / Material
a. Kayu yang digunakan :
Bahan : dari bahan kayu kamper
Bentuk Profil : sesuai shop drawing yang disetujui oleh Direksi
Ukuran Profil : sesuai yang ditunjukkan dalam gambar
b. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari
pekerjaan kayu serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang
bersangkutan.
c. Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan
bentuk toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan yang dipersyaratkan.

d. Bahan Finishing
Bahan Finishing untuk permukaan kusen jendela dan pintu menggunakan cat kayu.
Semua kayu yang berhubungan dengan beton, batu bata dan mortar semen akan
diperbaiki dengan bahan pengawet jenis bening.
e. Perlindungan Bahan
Perlindungan terhadap kayu, kaca, kunci, engsel dan accessories lainnya, seluruhnya
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa, oleh karenanya Penyedia Jasa wajib
memberikan perhatian mengenai cara-cara pengangkutan, penyimpanan dan lain-
lain dengan cara yang baik.

(5) Pelaksanaan
a. Sebelum pekerjaan dimulai Penyedia Jasa harus mengajukan contoh bahan profil,
contoh warna dan membuat mock-up diproyek dengan skala 1 : 1. Contoh dan
mock-up harus selalu berada di proyek sampai pembangunan selesai.
b. Penyedia Jasa harus membuat gambar kerja (shop drawing) yang mana gambar
tersebut harus menunjukkan ukuran, besaran ketebalan, jenis-jenis profile, detail-
detail pertemuan dan hubungannya dengan konstruksi secara keseluruhan.
c. Gambar kerja tersebut harus diajukan kepada Direksi Teknis untuk disetujui.
d. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan gambar
rencana dan gambar kerja yang telah disetujui.
e. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kusen, pintu, jendela, kaca,
engsel, kunci, penggantung harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Aluminium yang
ahli dalam bidangnya.
f. Untuk mendapatkan ukuran yang tepat, Penyedia Jasa harus datang kelapangan dan
melakukan pengukuran-pengukuran.
g. Semua pertemuan kusen kayu harus halus, rata, bersih dari goresan serta cacat
yang mempengaruhi permukaan aluminium.
h. Sambungan-sambungan vertikal maupun horizontal, sambungan sudut maupun
silang, demikian juga pengkombinasian profil-profil kayu harus dipasang sempurna.
i. Kaca tidak boleh bergetar dan beri tanda setelah dipasang.
j. Pemasangan rangka kayu dan kaca harus memperhatikan faktor-faktor akustik
ruang, sehingga tidak ada kebocoran suara.

2. Pekerjaan Daun Pintu Lapis Double Teakwood


Rangka daun pintu memakai kayu kamper, ukuran untuk rangka pintu dapat dilihat pada
gambar detail pintu.
Pada rangka tersebut harus diberi lubang untuk sirkulasi udara menembus pada bagian atas,
bagian tengah dan bagian bawah rangka daun pintu.

Bahan penutup daun pintu memakai double teakwood tebal 4 mm, dipasang dengan
menggunakan lem herferin sedemikian rupa sehingga melekat dengan baik dan kuat.
Tebal jadi daun pintu setelah dilapis teakwood minimal 4 cm dan sekeliling tepi daun pintu
diberi list kayu jati diskrup dan lem putih/lem rakol.

ST - IX - 44
Setelah dipasang, pada bagian bawah dan atas daun pintu harus dicat memakai cat supergloss
Dulux ICI agar tidak lembab dan tidak menghisap air.
Hasil pemasangan harus rapi, baik lancar dibuka dan ditutup.
Finishing daun pintu memakai shanding dan sesuai persetujuan Direksi Teknis.

3. Pintu PVC
(1) Semua pintu toilet memakai bahan PVC ex. Super Vynil atau setara dengan bentuk dan
ukuran sesuai gambar rencana.
(2) Sebelum melakukan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, Penyedia Jasa wajib
menyerahkan contoh material.

4. Pekerjaan Kaca dan Cermin


(1) Lingkup Pekerjaan :
a. Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik
dan sempurna.
b. Pekerjaan kaca dan cermin meliputi seluruh detil yang disebutkan / ditunjukkan
dalam detail gambar.

(2) Standard
a. ANSI : American National Standard Institute 297.1-1975 – Safeety
Materials Used in Building.
b. ASTM : American Society for Testing and Materials E6 – P3 Proposed
Specification for Sealed Insulating Glass Units.

(3) Persyaratan Bahan


a. Produksi : Asahimas atau setara
b. Jenis : Float glass dan panasap
c. Warna : Ditentukan kemudian atau sesuai gambar
d. Tebal : 5 mm, 8 mm atau sesuai gambar
e. Persyaratan lain :
- Kaca tidak bergelombang, retak dan baur
- Memiliki bidang yang licin, sejajar, tidak bergelombang, tidak menunjukkan
effek lensa.
- Untuk ceermin harus mempunyai lapisan perak cukup tebal dan mempunyai
lapisan penahan kelembaban.
- Tidak menunjukkan ada cacat, gelembung dan sebagainya.
- Toleransi lebar dan panjang tidak boleh melampaui toleransi seperti yang
ditentukan oleh pabrik.
- Kesikuan kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut
serta tepi potongan yang rata dan lurus, toleransi kesikuan maximum yang
diperkenankan adalah 1,5 mm per meter.
- Semua bahan kaca dan cermin sebelum dan sesudah dipasang harus
mendapatkan persetujuan Direksi Teknis.
- Sisi kaca yang nampak maupun yang tidak nampak akibat pemotongan, harus
dihaluskan sampai membentuk permukaan kaca yang halus.

(4) Persyaratan Pelaksanaan


a. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan
syarat pekerjaan dalam buku ini.
b. Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian.
c. Semua bahan yang akan dipasang harus melalui persetujuan Direksi Pekerjaan.
d. Penyedia Jasa harus menyertakan perhitungan kekuatan kaca terhadap tekanan
angin 120 kg/m2, dengan ukuran-ukuran dan jenis kaca sesuai gambar rancangan.

ST - IX - 45
e. Cermin dan kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata tidak
diperkenankan retak dan pecah pada tepinya, bebas dari segala noda dan bekas
goresan.
f. Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat pemotong
kaca.
g. Pemotongan ukuran harus disesuaikan ukuran rangka, minimal 10 mm masuk
kedalam alur kaca pada kusen.
h. Hubungan kaca dengan rangka / frame harus rapat. Cara pemasangan dan
persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik
produk tersebut.
i. Pembersih akhir untuk membersihkan permukaan kaca menggunakan kain katun
yang lunak dengan cairan khusus pembersih kaca.
j. Kaca-kaca yang telah dipasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan serta
harus diberi tanda agar dapat terlihat bahwa pada area tersebut telah dipasang
kaca.
k. Kaca Cermin :
- Cermin yang terpasang sesuai dengan contoh yang telah diserahkan dan semua
yang terpasang harus disetujui oleh Direksi Teknis.
- Kaca cermin ditempel dengan dasar kayu lapis / plywood tebal 9 mm, diskrup
pada klos-klos kedinding, kemudian dilapis plastik busa setebal 10 mm.
Pemasangan kaca menggunakan penjepit siku stainless steel dan diskrup
dengan skrup stainless steel.
- Tebal kaca minimal 5 mm atau sesuai gambar.
- Kaca yang terpasang harus dibersihkan dengan pembersih kaca.

5. Pekerjaan Alat Penggantung dan Kunci


(1) Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan daun
pintu / daun jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan
hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.

b. Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh


pemasangan daun pintu double teakwood, daun jendela seperti yang ditunjukkan /
disyaratkan dalam detail gambar.

(2) Bahan / Material


a. Pekerjaan Kunci dan Pegangan Pintu
- Semua pintu menggunakan peralatan kunci dari merk LOGO atau setara.
- Semua pintu menggunakan pegangan pintu dari merk LOGO atau setara.

b. Pekerjaan Engsel
Untuk pintu-pintu pada umumnya menggunakan engsel pintu stainless steel merk
KEND, dipasang sekurang-kurangnya 3 buah untuk setiap daun dengan
menggunakan sekrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel.
Jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun
pintu, tiap engsel memikul maksimal 20 kg.

c. Pekerjaan Door Closer


Untuk pintu-pintu yang menggunakan Door Closer dipakai merk LOGO.
Door Closer harus terpasang dengan baik dan merekat dengan kuat pada batang
kusen dan daun pintu dan distel sedemikian rupa sehingga pintu selalu menutup
rapat kusen pintu.

(3) Pelaksanaan
a. Engsel Pintu selain pintu toilet
- Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.

ST - IX - 46
- Engsel bawah dipasang + 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
- Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.

b. Engsel Pintu Toilet


- Engsel atas dan bawah dipasang + 28 cm dari permukaan pintu.
- Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.

c. Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.


d. Pemasangan lockcase, handle serta door closer harus rapi, lurus dan sesuai dengan
letak posisi yang telah ditentukan oleh Direksi Teknis.
Apabila hal tersebut tidak tercapai, Penyedia Jasa wajib memperbaiki tanpa
tambahan biaya.
e. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan
pengujian secara kasar dan halus.
f. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.
g. Penyedia Jasa wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan gambar dokumen kontrak yang telah disesuaikan dengan keadaan di
lapangan.
Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang diperlukan
termasuk keterangan produk cara pemasangan atau detail-detail khusus yang belum
tercakup secara lengkap di dalam gambar dokumen kontrak sesuai dengan standar
spesifikasi pabrik.
h. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui dahulu oleh Direksi Teknis.

9.2.7 Pekerjaan Penutup Atap

1. Umum
(1) Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan termasuk
alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan penutup
atap sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.

(2) Pekerjaan penutup atap disini ada 2 macam yaitu :


a. Genteng
b. Fiber Semen Gelombang Kecil

2. Bahan / Material
(1) Genteng
a. Genteng yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah genteng Jatiwangi atau
genteng karang pilang.
b. Untuk bahan usuk dan reng digunakan kayu meranti, bahan usuk digunakan kayu
meranti ukuran 5/7 sedangkan reng digunakan kayu meranti ukuran 3/5.

(2) Fiber Semen Gelombang Kecil


Fiber Semen Gelombang Kecil dengan spesifikasi sebagai berikut :
Lebar Standard : 1.050 mm
Tebal Standard : 4 mm

Panjang Standard Berat Rata-Rata


(mm) (kg)

3000 23
2700 21
2400 18
2100 16
1800 13
1500 11

ST - IX - 47
Sudut Kemiringan Atap dan Panjang Tumpangan Akhir

Sudut Kemiringan 15o 25o 30o 45o 50o 60o


Panjang Tumpangan
20 18 16 14 12 10
Akhir (cm)
Minimum sudut kemiringan atap 15o dengan tumpangan akhir 20 cm.
Sudut kemiringan di atas 60o cukup dengan tumpangan akhir 10 cm.

a. Jarak gording maksimum untuk fiber semen gelombang kecil 85 cm.


b. Jarak gording yang sebenarnya tergantung ukuran panjang yang dipakai dan
panjang tumpangan akhir.

3. Pelaksanaan
(1) Genteng
a. Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh dari material yang akan digunakan
sebelum dimulainya pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknis.
b. Contoh-contoh yang telah disetujui akan dipakai sebagai pedoman atau standard
bagi Direksi Teknis untuk memeriksa atau menerima bahan-bahan yang akan dikirim
oleh Penyedia Jasa ke lapangan.
c. Genteng akan dipasang setelah pekerjaan rangka atap selesai dikerjakan demikian
juga pemasangan usuk dan reng telah lengkap terpasang.
d. Pemasangan genteng harus bersih, lurus dan rapi, demikian pula pemasangan nok
sehingga tidak menimbulkan kebocoran terutama pada sambungan.
e. Genteng maupun nok yang cacat tidak boleh dipasang dan harus segera diganti.
f. Pemasangan genteng maupun nok serta kelengkapan lainnya harus mengikuti
prosedur yang dipersyaratkan oleh pabrik dan gambar detail untuk pekerjaan ini.

(2) Fiber Semen Gelombang Kecil


a. Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh dari material yang akan digunakan
sebelum dimulainya pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknis.
b. Contoh yang telah disetujui akan dipakai sebagai pedoman atau standard bagi
Direksi Teknis untuk memeriksa atau menerima bahan-bahan yang akan dikirim oleh
Penyedia Jasa ke lapangan.
c. Penyedia Jasa harus menyiapkan shop drawing untuk mendapatkan persetujuan dari
Direksi Teknis.
d. Pemasangan fiber semen gelombang kecil dilaksanakan setelah kerangka kayu dan
gording selesai dikerjakan.
e. Pemasangan fiber semen gelombang kecil dengan kerangka kayu menggunakan
sekrup atau baut kait dan sesuai dengan petunjuk dari pabrik dan gambar detail
untuk pekerjaan ini.
f. Pemasangan fiber semen gelombang kecil harus mengikuti persyaratan yang
dikeluarkan oleh pabrik demikian pula pemasangan nok sehingga tidak menimbulkan
kebocoran terutama pada sambungan.
g. Lembaran fiber semen gelombang kecil maupun nok yang cacat tidak boleh
dipasang dan harus segera diganti.

9.2.8 Pekerjaan Pengecatan

1. Umum
Lingkup pekerjaan pengecatan meliputi :
(1) Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya untuk
melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan
sempurna.

ST - IX - 48
(2) Mempersiapkan bidang / tempat yang akan dicat.
(3) Melaksanakan pekerjaan pengecatan pada bidang-bidang yang harus dicat sesuai yang
tertera di gambar.

2. Bahan / Material
(1) Cat Dinding / Tembok Interior
1. Jenis
- Cat Dasar : Mowilex Undercoat Tembok (Alkali Resisting Primer)
- Cat Akhir : Mowilex Emulsion / Cat Finish
2. Produksi : Mowilex atau setara
3. Warna : Ditentukan kemudian

(2) Cat Dinding / Tembok Exterior


a. Jenis
- Cat Dasar : Mowilex Undercoat Tembok (Alkali Resisting Primer)
- Cat Akhir : Mowilex Weathercoat / Cat Finish
b. Produksi : Mowilex atau setara
c. Warna : Ditentukan kemudian

(3) Cat Partisi dan langit-langit


a. Jenis
- Cat Dasar : Mowilex Wall Sealer Water Base
- Cat Akhir : Mowilex Emulsion / Cat Finish
b. Produksi : Mowilex atau setara
c. Warna : Ditentukan kemudian
(4) Cat Duco
a. Jenis
- Cat Dasar : Expoxy Filler
- Cat Akhir : Cat Duco
b. Produksi : Nippon Paint atau setara
c. Warna : Ditentukan kemudian
(5) Cat Kayu
a. Jenis
- Meni : Mowilex Wall Sealer Water Base
- Plamuur : Plamuur Kayu
- Cat Akhir : Mowilex Cat Kayu
b. Produksi : Mowilex atau setara
c. Warna : Ditentukan kemudian

(6) Finishing Shanding


a. Wood Filler
b. Mowilex Woodstain
c. Bahan untuk finishing shanding menggunakan bahan produksi Propan Raya / Dana
Paint.

3. Pelaksanaan
(1) Pengecatan Dinding / Tembok Interior
a. Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik dan telah
mengering dengan sempurna.
Kadar air tembok telah mencapai 14 – 18 % dan alkalinya dibawah pH 8.
b. Bersihkan permukaan tembok dari bekas percikan semen, pengkristalan
garam, pengapuran, debu, kotoran, minyak dll.
c. Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil
permukaan tembok dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan lap yang
bersih.

ST - IX - 49
d. Setelah dibersihkan lalu diberi lapisan cat dasar Mowilex Undercoat / Alkali
Resisting Primer sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata.
e. Setelah seluruh permukaan dinding dicat dasar dan dibiarkan hingga kering
sempurna lalu diberi lapisan cat Mowilex Emulsion sampai benar-benar rata
warnanya (2-3 lapis) dan hasilnya dapat diterima oleh Direksi Teknis. Cara
pengenceran cat dan pengecatan harus mengikuti petunjuk / spesifikasi yang
dikeluarkan oleh pabrik cat.
f. Pengecatan harus menggunakan roller sedangkan kuas hanya pada tempat-
tempat tertentu saja.
g. Aplikasi pengecatan harus dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman
dan telah mendapatkan rekomendasi dari pabrik cat.
h. Penyedia Jasa harus memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh Pabrik
Cat bahwa cat yang dipakai mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar
dari produksi yang sama.

(2) Pengecatan Dinding / Tembok Exterior


a. Dinding yang akan dicat sudah diplester dan diaci dengan baik dan telah
mengering dengan sempurna.
Kadar air tembok telah mencapai 14 – 18 % dan alkalinya dibawah pH 8.
b. Bersihkan permukaan tembok dari bekas percikan semen, pengkristalan
garam, pengapuran, debu, kotoran, minyak dll.
c. Gosok permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil
permukaan tembok dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan lap yang
bersih.
d. Setelah dibersihkan lalu diberi lapisan cat dasar Mowilex Undercoat / Alkali
Resisting Primer sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata.
e. Setelah seluruh permukaan dinding dicat dasar dan dibiarkan hingga kering
sempurna lalu diberi lapisan cat Mowilex Weathercoat sampai benar-benar
rata warnanya (2-3 lapis) dan hasilnya dapat diterima oleh Direksi Teknis.
Cara pengenceran cat dan pengecatan harus mengikuti petunjuk / spesifikasi
yang dikeluarkan oleh pabrik cat.
f. Pengecatan harus menggunakan roller sedangkan kuas hanya pada tempat-
tempat tertentu saja.
g. Aplikasi pengecatan harus dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman
dan telah mendapatkan rekomendasi dari pabrik cat.
h. Penyedia Jasa harus memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh Pabrik
Cat bahwa cat yang dipakai mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar
dari produksi yang sama.

(3) Pengecatan Langit-langit


a. Setelah bahan langit-langit terpasang, permukaannya harus dibersihkan dari
berbagai macam kotoran, lubang-lubang paku telah diisi dan diratakan dan
telah diamplas sampai halus lalu diberi lapisan cat Mowilex Wall Sealer Water
Base sebanyak 1 lapis sampai benar-benar rata sebagai cat dasar.
b. Setelah seluruh permukaan langit-langit dicat dasar dan dibiarkan hingga
kering sempurna lalu diberi lapisan cat Mowilex Emulsion sampai benar-benar
rata warnanya (2-3 lapis) dan hasilnya dapat diterima oleh Direksi Teknis.
Cara pengenceran cat dan pengecatan harus mengikuti petunjuk / spesifikasi
yang dikeluarkan oleh pabrik cat.
c. Pengecatan harus menggunakan roller sedangkan kuas hanya pada tempat-
tempat tertentu saja.
d. Aplikasi pengecatan harus dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman
dan telah mendapatkan rekomendasi dari pabrik cat.
e. Penyedia Jasa harus memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik
cat bahwa cat yang dipakai mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar
dari produksi yang sama.

ST - IX - 50
(4) Pengecatan Duco
a. Pekerjaan pengecatan besi dilaksanakan pada seluruh permukaan besi
sebagaimana dijelaskan dalam gambar dan perincian pekerjaan.
b. Warna cat sesuai dengan persetujuan Direksi Teknis.
c. Sebelum pekerjaan pengecatan dimulai, permukaan besi dan permukaan kayu
(plint kayu) harus dibersihkan dari berbagai macam kotoran.
d. Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan epoxy dan setelah kering sempurna
digosok dengan amplas halus.
e. Setelah seluruh permukaan siap baru kemudian dilakukan pengecatan duco.

(5) Pengecatan Kayu


a. Pengecatan Kayu dilaksanakan pada bagian seperti ditunjukkan dalam
gambar.
b. Warna cat sesuai dengan persetujuan Direksi Teknis.
c. Ratakan semua permukaan kayu dengan amplas.
d. Sebelum pekerjaan pengecatan kayu dimulai, semua permukaan harus
dibersihkan dari segala debu, minyak dan kotoran lainnya.
e. Kemudian di meni kayu, setelah kering baru digosok dengan amplas.
f. Setelah diplamuur dengan sempurna kemudian digosok dengan amplas.
g. Setelah seluruh permukaan siap baru kemudian dilakukan pengecatan kayu.

(6) Finishing Shanding


a. Permukaan daun pintu double teakwood harus dibersihkan dari segala debu,
minyak dan kotoran lainnya.
b. Seluruh permukaan dilapis dengan wood filler untuk pengisian pori-pori,
setelah kering kemudian digosok dengan amplas halus.
c. Setelah itu baru diberi lapisan Mowilex Woodstain yang akan memberi lapisan
warna bening dan perlindungan terhadap sinar ultra violet matahari dan
setelah kering dilakukan penggosokan dengan amplas halus.
d. Lanjutkan dengan tahap finishing shanding.

9.2.9 Pekerjaan Sanitair

1. Umum
Pekerjaan Sanitair dapat dilakukan apabila seluruh instalasi air bersih dan instalasi air kotor
telah selesai dikerjakan dan telah dilakukan pengetesan serta pekerjaan finishing pada ruang-
ruang toilet selesai dipasang.

Lingkup pekerjaan sanitair meliputi :


(1) Penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang
digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan
sempurna dalam pemakaiannya / operasinya.
(2) Pengadaan dan pemasangan peralatan sanitair dan perlengkapannya sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan pada spesifikasi teknik.

2. Bahan / Material
(1) Semua bahan yang dipasang harus sesuai dengan contoh yang telah disetujui oleh
Direksi Teknis.
(2) Bahan-bahan dan peralatan sanitair dapat dipasang apabila telah mendapat ijin dari
Direksi Teknis.
(3) Bahan-bahan dan peralatan sanitair harus dicheck ulang sebelum dipasang. Bila terdapat
cacat / rusak harus dikeluarkan dari lokasi proyek dan diganti dengan yang baru.
(4) Peralatan sanitair yang diperlukan dalam pekerjaan ini antara lain :
a. Wastafel, Urinoir, Kloset dan Kran menggunakan merk Toto atau setara.
b. Floor Drain dan Clean Out menggunakan merk Toto atau setara.

ST - IX - 51
c. Bak Cuci Piring Stainless Steel 1 lubang merk Royal atau setara, lengkap dengan
avoer, siphon dan perangkap lemak.

3. Pelaksanaan
(1) Sebelum pemasangan dimulai, Penyedia Jasa harus meneliti gambar-gambar yang ada
dan kondisi di lapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola, penempatan, pemasangan
sparing-sparing, cara pemasangan dan detail-detail sesuai gambar.

(2) Bila ada perbedaan dalam hal apapun antara gambar dengan gambar, gambar dengan
spesifikasi dan sebagainya, maka Penyedia Jasa harus segera melaporkannya kepada
Direksi Teknis.

(3) Penyedia Jasa tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada perbedaan
ditempat itu sebelum perbedaan tersebut diselesaikan.

(4) Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian/pemeriksaan untuk kesempurnaan


hasil pekerjaan dan fungsinya.

(5) Penyedia Jasa wajib memperbaiki/mengulangi/mengganti bila ada kerusakan yang terjadi
selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas biaya Penyedia Jasa, selama
kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan Pemilik.

(6) Pekerjaan Wastafel


a. Wastafel yang digunakan adalah merk Toto atau setara lengkap dengan segala
accessoriesnya seperti tercantum dalam brosurnya.
b. Wastafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi baik
tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah disetujui
oleh Direksi Teknis.
c. Ketinggian dan konstruksi pemasangan harus disesuaikan gambar untuk itu, serta
petunjuk-petunjuk dari produsennya dalam brosur. Pemasangan harus baik, rapi,
waterpas dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda dan penyambungan instalasi
plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

(7) Pekerjaan Urinoir


a. Urinoir berikut kelengkapannya yang digunakan adalah merk Toto atau setara,
dengan fitting standard.
b. Urinoir yang dipasang adalah urinal yang telah diseleksi dengan baik, tidak ada
bagian-bagian yang gompal, retak dan cacat lainnya dan telah disetujui Direksi
Teknis.
c. Pemasangan urinoir pada tembok menggunakan Baut Ficher atau stainless steel
dengan ukuran yang cukup untuk menahan beban seberat 20 kg tiap baut.
d. Setelah urinoir terpasang, letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai gambar
untuk itu, baik waterpasnya. Semua celah-celah yang mungkin ada antara dinding
dengan urinoir ditutup dengan semen berwarna sama dengan urinoir hingga
sempurna. Sambungan instalasi plumbingnya harus baik tidak ada kebocoran-
kebocoran air.

(8) Pekerjaan Kloset


a. Kloset duduk berikut segala kelengkapannya yang dipakai merk Toto.
b. Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan
baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat lainnya dan telah
disetujui Direksi Teknis.
c. Kloset harus terpasang dengan kokoh, letak dan ketinggian sesuai gambar,
waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan, sambungan-sambungan pipa tidak
boleh ada kebocoran-kebocoran.

ST - IX - 52
(9) Pekerjaan Kran
a. Semua kran yang dipakai adalah merk Toto atau setara, dengan chromed finish.
Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur
alat-alat sanitair. Kran-kran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai
ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding. Kran-kran yang
dipasang dihalaman harus mempunyai ulir sink, di ruang saji dan dapur disambung
dengan pipa leher angsa (extention).
b. Stop kran yang dapat digunakan merk Kitazawa bahan kuningan dengan putaran
berwarna hijau, diameter dan penempatan susuai gambar untuk itu.
c. Kran-kran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat, siku, penempatannya
harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.

(10) Floor Drain dan Clean Out


a. Floor drain dan Clean out yang digunakan adalah stainless, lobang φ 2” dilengkapi
dengan siphon dan penutup berengsel untuk floor drain dan dopverchrom dengan
draad untuk clean out.
b. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar untuk itu.
c. Floor drain yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan disetujui Direksi
Teknis.
d. Pada tempat-tempat yang akan dipasang floor drain, penutup lantai harus dilobangi
dengan rapi, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai ukuran
floor drain tersebut.
e. Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan perakat beton kedap air
Embeco ex. MTC dan pada lapis teratas setebal 5 mm diisi dengan lem Araldit ex.
Ciba.
f. Setelah floor drain dan clean out terpasang, pasangan harus rapi waterpass,
dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.

(11) Pekerjaan Bak Cuci Stainless Steel


a. Bak Cuci Stainless Steel yang digunakan ialah merk Royal atau setara tebal minimum
1 mm, bahan stainless steel, jenis single bowl.
b. Bak Cuci Stainless Steel yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik
sehingga tidak ada bagian yang cacat dan direkatkan dengan kuat pada dasarnya
sesuai dengan gambar untuk itu.
c. Setelah Bak Cuci Stainless Steel terpasang, letak ketinggian pemasangan sesuai
dengan gambar untuk itu, baik waterpassnya dan bebas dari kebocoran-kebocoran
air.

ST - IX - 53
BAB X

PEKERJAAN JALAN DAN


JEMBATAN (BETON PRATEKAN)

10.1 UMUM

10.1.1 Lingkup Pekerjaan

Penyedia Jasa harus membangun dan memelihara selama kontrak pekerjaan jalan dan jembatan
beton termasuk di antaranya:

1. Jalan masuk permanen dan jalan inspeksi permanen dengan perkerasan penetrasi macadam;
2. Jalan masuk sementara, jalan-jalan pintas dan jalan hantar untuk muatan material, jalan kerja
umumnya tanpa perkerasan dan dibuat sesuai dengan yang dibutuhkan selama pelaksanaan
pekerjaan;
3. Daerah yang membutuhkan perkerasan jalan, service area dan lokasi penyimpanan dibangun
sebagai bagian pekerjaan permanen atau sementara.

Pekerjaan jalan dan jembatan beton dibangun sesuai dengan gambar pelaksanaan atau ditentukan
dan disetujui Direksi.
Macam pekerjaan yang terkait dengan konstruksi jalan dan jembatan beton seperti pengontrolan dan
pembuangan air, galian dan urugan kembali, timbunan, drainase, pekerjaan beton, Lapis Pondasi
Bawah (LPB), Lapis Pondasi Atas (LPA) dan Lapis Permukaan (LP), railing (sandaran) dan
sebagainya, harus sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada bab ini dan bab lain baik yang
tercantum dalam spesifikasi teknik maupun spesifikasi umum yang berkaitan dengan masalah ini.

1. Jalan Permanen
Jalan permanen harus dibangun di lokasi dengan batas, elevasi dan dimensi seperti yang
terlihat pada gambar atau ditentukan oleh Direksi.

2. Jalan Sementara
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab dalam mendisain, membangun dan memelihara
berbagai konstruksi jalan sementara yang dipakai sebagai jalan hantar selama pelaksanaan
pekerjaan.
Lokasi jalan untuk jalan sementara harus ditentukan berdasarkan perencanaan dan gambar
lay out Penyedia Jasa yang sudah disetujui oleh Direksi.
Perencanaan jalan sementara ini harus didasarkan kepada standar yang berlaku dan harus
diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan.
Metode konstruksi jalan sementara untuk Penyedia Jasa termasuk dan tidak terbatas pada
alinyemen, galian, timbunan, perkerasan (kalau diperlukan), drainase dan sebagainya yang
harus diserahkan kepada Direksi sebelum pelaksanaan pekerjaan berjalan.
Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk memelihara semua jalan sementara pada
setiap saat seperti yang ditentukan Direksi.

Semua biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan dan pemeliharaan jalan sementara tidak
dibayarkan secara terpisah tetapi sudah termasuk di dalam harga satuan atau harga lump
sump untuk item pekerjaan yang ada dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

10.1.2 Pengontrolan dan Pembuangan Air

Pengontrolan dan pembuangan air selama pelaksanaan konstruksi jalan masuk dikerjakan sesuai
dengan ketentuan yang ada dalam Spesifikasi Bab II.

ST - X - 1
Pembayaran untuk pengontrolan dan pembuangan air selama pekerjaan galian dan pekerjaan
timbunan tidak dilakukan secara terpisah tetapi sudah termasuk didalam harga satuan yang sesuai
masing-masing pekerjaan seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga.

10.1.3 Pekerjaan Drainase

Penyedia Jasa harus membangun saluran penangkap air, saluran pembuangan, saluran dan gorong-
gorong pada pekerjaan jalan seperti ditentukan pada Gambar Pelaksanaan atau seperti yang
diperintahkan Direksi untuk membuang air dari timbunan, sub base dan base badan jalan selama
konstruksi berlangsung.

Penyedia Jasa setiap saat harus memastikan drainase yang ada cukup dan berfungsi dengan baik
dengan membuat jadwal pekerjaan pembuatan saluran pembuang sebelum pekerjaan jalan dimulai
sehingga saat penggalian, timbunan dan penambahan lapisan perkerasan badan jalan tidak
terganggu aliran air selama masa konstruksi berlangsung, bila terjadi kerusakan pekerjaan jalan
akibat drainase yang kurang memadai, maka Direksi dapat memerintahkan untuk memperbaiki
kerusakan tersebut dengan biaya Penyedia Jasa.

Pekerjaan-pekerjaan drainase untuk Jalan Akses Permanen yang meliputi saluran penangkap, saluran
pembuang dengan atau tanpa lapisan perkerasan, saluran melintang jalan (cross drain), pipa
pembuang, catch basin, gorong-gorong dan sebagainya; dan yang berkaitan dengan pekerjaan beton
dan batu seperti dinding bangunan, dinding samping, dan aprons dan sebagainya dibangun sesuai
Gambar Pelaksanaan atau ditentukan oleh Direksi dengan mengacu pada persyaratan relevan lebih
spesifik dalam Bab VI Pekerjaan Beton dan bab-bab lainnya dalam Spesifikasi Teknik ini.

Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian saluran drainase pada Jalan Akses Permanen akan
dilakukan berdasarkan Sub Bab Pengukuran dan Pembayaran untuk pekerjaan jalan dan mengacu
pada sub pasal 10.2.4 dalam bab ini.

Pengukuran dan pembayaran untuk dalam pekerjaan drainase jalan permanen untuk pekerjaan
beton, pekerjaan pipa dan gorong-gorong dibuat berdasarkan pengukuran dan pembayaran untuk
masing-masing pekerjaan sebagaimana diterangkan pada bab-bab yang terkait dengan Pekerjaan

10.2 Penggalian untuk Pekerjaan Jalan (Excavation for Roadworks)

10.2.1 Umum

Semua penggalian untuk pekerjaan jalan dan yang berhubungan dengan pekerjaan drainase harus
dilakukan menurut batas, grade dan level seperti terlihat pada Gambar Pelaksanaan atau ditentukan
oleh Direksi dengan mengacu pada ketentuan Sub Bab 3.6 Bab III Spesifikasi Teknik.

Klasifikasi material galian dan klasifikasi eskavasi pada lokasi penggalian pekerjaan jalan yang harus
ditentukan kategori tanah biasa, tanah berbatu dan batu keras harus ditentukan berdasarkan Sub
Bab 3.2 dari Bab III Spesifikasi Teknik.

Semua material yang digali pada lokasi pekerjaan jalan kecuali ditentukan lain oleh Direksi, dapat
digunakan sebagai bahan utama timbunan pekerjaan jalan, bila material galian berlebih maka bisa
digunakan untuk pekerjaan lain atau ditiuang dengan mengacu pada ketentuan Sub Bab 3.1.3 dalam
Bab III.

10.2.2 Clearing, Grubbing and Stripping

Permukaan tanah asli pada sepanjang batas dan seluruh area pekerjaan jalan dan drainasenya,
harus dibersihkan selebar 1 (satu) meter di luar batas atas penggalian serta 1 (satu) meter di luar
ujung batas timbunan seperti yang terlihat dalam Gambar Pelaksanaan atau ditentukan oleh Direksi
dengan mengacu pada peraturan sub pasal 3.3.1 dari bab III.

ST - X - 2
Permukaan tanah pada semua timbunan dan lapisan perkerasan badan jalan juga galian untuk
drainase harus dilakukan grubbing dan stripping dengan mengacu pada sub pasal 3.3.2 dan 3.3.3.

Semua pohon yang terdapat pada area yang dibersihkan tetap menjadi milik Pemberi pekerjaan dan
harus dipindahkan dan disimpan sesuai dengan arahan Direksi. Semua material hasil pembersihan,
grubbing dan stripping harus dipindahkan dan atau dibuang berdasarkan ketentuan dalam 3.4.5
dalam Bab III.

10.2.3 Galian dan Persiapan Subgrade

Galian untuk Pekerjaan Jalan dan drainasinya harus dikerjakan berdasarkan Bab III Spesifikasi Teknik
khususnya Sub Bab 3.5 dan Sub Bab 3.6.

Bila pada saat penggalian untuk Lapisan Subgrade badan jalan ditemukan material yang termasuk
dalam klasifikasi tanah biasa menurut sub pasal 3.2.2 dalam Spesifikasi Teknis, maka permukaan
galian harus diperbaiki profil melintang dan memanjangnya seperti yang ditunjukkan dalam Gambar

Pelasanaan atau ditentukan oleh Direksi, tetapi perbaikan dilakukan dengan grade yang lebih tinggi
dibandingkan dengan grade final untuk efektifitas pemadatan.

Sebelum penempatan material sub-base, kadar air lapisan sub grade harus disesuaikan dengan
pembasahan menggunakan truk penyemprot air atau dengan metoda lainnya yang disetujui atau
dengan pengeringan sepanjang dimungkinkan, dan lapisan subgrade harus dipadatkan dengan roller
yang ditentukan jenisnya untuk memperoleh tingkat kepadatan 95 persen dari maximum dry Density
(MDD) seperti yang dijelaskan dalam Standar Compaction Test yang sesuai dengan Standard ASTM
D698 atau yang sejenis. Jika material tersebut secara alamiah tidak memungkinkan untuk
memperoleh tingkat kepadatan yang disyaratkan, material-material tersebut harus diganti dan
pembayaran untuk setiap harga meter kubik dari penggalian umumnya seperti diatur dalam daftar
kuantitas.

Bila saat penggalian lapisan subgrade untuk pekerjaan jalan ditemukan material yang termasuk
dalam klasifikasi tanah berbatu atau batu sebagaimana dijelaskan dalam sub pasal 3.2.2 Spesifikasi
Tehnik, maka permukaan subgrade harus digali dengan rapi sesuai dengan profil melintang dan
memanjang dan dicek batas lurusnya. Permukaan lapisan batu tidak boleh melebihi 4 cm diatas
elevasi lapisan grade rencana. Penyedia Jasa harus memindahkan semua batu lepas dan jika
diperlukan dapat memperbaiki elevasi lapisan grade untuk keperluan pemadatan material sub-base,
dan tidak ada tambahan pembayaran untuk penggalian batu dibawah grade level atau tambahan
pembayaran untuk penempatan material-material sub-base.

10.2.4 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk clearing, grubbing dan stripping untuk Jalan Akses Permanen
dan pekerjaan terkait dengan akan dibuat dengan mengacu ketentuan sub pasal 3.4.5 dan 3.4.6 dari
bab III Spesifikasi Teknik.

Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian Jalan Akses Permanen akan dibuat dengan mengacu
pada ketentuan pengukuran dan pembayaran untuk penggalian open cut dan penggalian rench
seperti yang diatur dalam pasal 3.5 dan 3.6 dalam Bab III Spesifikasi Teknik. Pengukuran dan
pembayaran untuk penggalian pekerjaan drainase jalan dimasukkan dalam penggalian untuk
pekerjaan jalan.

ST - X - 3
10.3 Roadwork Embankments

10.3.1 Umum

Timbunan untuk Jalan Akses Permanen harus dibangun pada lokasi yang sesuai dengan batas,
grades dan dimensi seperti ditunjukkan pada gambar atau ditentukan oleh Direksi.

Timbunan untuk Jalan Akses Permanen harus sedapat mungkin berasal dari tanah galian pekerjaan
jalan yang memenuhi syarat namun dapat juga ditambahkan dengan material yang diperoleh dari
tanah hasil galian pada pekerjaan lain atas dari borrow area sebagaimana ditentukan oleh Direksi.

10.3.2 Material Timbunan Badan Jalan

Material Timbunan Badan Jalan terdiri dan timbunan tanah biasa dengan mengacu pada pasal 5.2.2,
Bab V Spesifikasi Teknik, sesuai dengan persyaratan berikut :
 Ukuran partikel maksimum sama dengan 30 cm
 Material yang lolos saringan No 4 (4,76 mm) harus tidak kurang dari 50 persen
 Material yang lolos saringan No 200 (0,074 mm) harus tidak kurang dari 10 persen dan tidak
melebihi 50 persen

10.3.3 Kontrol Kadar Air dan Kepadatan

Kecuali ditentukan lain oleh Direksi, kandungan air dan material Timbunan Badan Jalan selama dan
sesudah pemadatan, seperti ditentukan dalam Standar ASTM D2216, Kandungan air optimum (OMC)
harus dalam kisaran 4 persen sampai dengan 2 persen berdasarkan Standard Compaction test
dengan mengacu dalam Standar ASTM D698, dan kandungan air ini harus seragam pada seluruh
lapisan dimana material tersebut ditempatkan.

Metode pengkondisian kandungan air pada material Timbunan Badan Jalan sehingga mencapai kadar
air yang disyaratkan sebelum pemadatan merupakan tanggung jawab Penyedia Jasa dengan metode
yang disetujui Direksi. Kondisi kadar air material, harus sudah sesuai dengan persyaratan sebelum
dibawa ke lokasi pekerjaan. Penyesuaian dilakukan di lokasi galian, borrow area, atau stockpile.
Peningkatan kandungan air bisa ditambahkan di lokasi timbunan dengan ijin Direksi dan
penambahan kandungan air tersebut dilakukan dengan sprinkler atau alat sejenis sebagaimana
ditentukan oleh Direksi.

Kandungan air optimum (OMC) material dan kandungan air aktual material di lokasi timbunan badan
akan ditentukan oleh Direksi dengan mengambil contoh uji secara acak. Jika kandungan air tidak
sesuai dengan spesifikasi, Penyedia Jasa harus memberikan perlakuan pada material dengan cara
yang sesuai dengan arahan Direksi, sehingga kandungan material tersebut berada pada kisaran yang
diisyaratkan seperti ditunjukkan dalam serial tes berikutnya.
Setiap lapisan pada Road Embankment harus dipadatkan dengan kepadatan yang sama pada seluruh
lapisan dan tidak kurang dari 92 persen dari kepadatan kering maksimum (MDD) seperti yang
dijelaskan pada Standard Compaction Test serta sesuai dengan Standar ASTM D698.

10.3.4 Penempatan dan Pemadatan (Placing and Compaction)

Tidak diijinkan menempatkan material dalam Road Embankment sampai fondasinya betul-betul siap
dan mendapat persetujuan Direksi. Road Embankment harus ditimbun relatif rata dan
menyesuaikannya dengan lebar dan slope yang ditentukan. Material Embankment tidak boleh
ditempatkan dengan menebar material lepas dari atas.

Kedalaman setiap lapisan Embankment tiap pemadatan tidak boleh melebihi 30 cm dan pada setiap
lapisan harus dipadatkan sesuai dengan kepadatan yang disyaratkan menggunakan vibratory
Ramping roller atau roller lain yang ditentukan Direksi. Detail tipe dan ukuran roller yang diusulkan

ST - X - 4
untuk digunakan oleh Penyedia Jasa harus dimintakan persetujuan Direksi sebelum memulai
pekerjaan.

Kegiatan Penyedia Jasa dalam penanganan, penyebaran dan pemadatan material untuk Road
embankment harus dilakukan dengan pengawasan dan persetujuan Direksi. Kantong batu (rock
rockets) dan batu yang bertebaran tidak diijinkan saat pemadatan. Berbagai pengangkutan material

Melalui Road Embankment selama kontruksi harus diarahkan untuk menghindari bekas-bekas roda
dan untuk mengoptimalkan pengerasan yang sama pada Road Embankment.

Loading, operasi, kecepatan, dan jumlah lintasan roller ditentukan untuk memperoleh kepadatan
yang sesuai dengan spesifikasi dan dengan persetujuan Direksi. Pemadatan dilakukan berturutturut
pada lokasi timbunan dengan pergeseran paling sedikit 50 cm. Jika lebih dari satu roller digunakan
pada berbagai lapisan timbunan, maka roller yang digunakan harus sama tipe dan lebih dimensinya.
Traktor yang digunakan menarik roller harus memiliki tenaga yang cukup untuk menarik roller dalam
kondisi drum penuh.

Jika menurut pendapat Direksi, permukaan material yang telah dipadatkan terlalu kering atau tidak
rapat mengikat lapisan material yang akan ditempatkan di atasnya, maka harus dikondisikan dengan
harrow, scarifier atau berbagai peralatan yang memadai dengan cara yang disetujui Direksi sampai
pada batas kedalaman dan kondisi sedemikian sehingga permukaan lapisan yang akan ditempatkan
di atasnya dapat mengikat sesuai persyaratan.

Jika menurut pendapat Direksi, permukaan material yang telah dipadatkan terlalu basah untuk
ketentuan penempatan layer berikutnya, maka harus dikondisikan dan dikeringkan dengan harrow,
scarifier atau berbagai peralatan yang memadai untuk mengurangi kandungan air sehingga tercapai
kandungan air yang disyaratkan. Sebelum dilakukan penempatan layer baru, layer sebelumnya harus
dipadatkan ulang terlebih dahulu. Tidak ada penambahan biaya untuk pengkondisian kadar air
lapisan material yang telah dipadatkan.

Jika Penyedia Jasa menganggap bahwa jumlah lintasan roller yang telah dilakukan telah
menghasilkan kepadatan yang disyaratkan, maka Direksi harus melakukan tes kepadatan lapangan
untuk mencocokkan, dengan mengacu pada Standar ASTM D1556 atau Standar sejenis yang
disepakati digunakan. Hasil tes harus diinformasikan Direksi kepada Penyedia Jasa terhadap
kepadatan material yang telah sesuai dengan persyaratan, dan bila kepadatan telah sesuai Direksi
akan mengijinkan
Penyedia Jasa untuk melanjutkan penempatan dan pemadatan lapisan timbunan selanjutnya.

Bila material timbunan ditempatkan pada lokasi yang menekan struktur seperti di belakang dinding
penahan, di belakang sayap bangunan dll, maka pemadatan harus dilakukan dengan hati-hati agar
tidak menimbulkan tekanan horisontal tambahan yang dapat mengakibatkan struktur mengalami
pulling. Bila dianggap perlu oleh Penyedia Jasa atau diinstruksikan oleh Direksi, hand vibrating
compactor atau peralatan pemadatan yang sejenis dengan persetujuan Direksi dapat digunakan
untuk pemadatan timbunan pada beberapa lokasi tersebut.

Timbunan badan jalan dikerjakan sampai batas subgrade sesuai dengan Gambar Rencana atau
dengan instruksi Direksi dan harus ditimbun seimbang, toleransi elevasi sekitar 3 cm pada jarak 5
cm. Lapisan Subgrade yang sudah dipasang harus dilindungi dari kerusakan akibat lalu lalang
kendaraan atau retakan akibat panas. Bila terjadi kerusakan lapisan sub grade maka Penyedia Jasa
harus memperbaikinya sesuai dengan instruksi Direksi tanpa ada tambahan biaya.

10.3.5 Pengukuran dan Pembayaran

Pengukuran dan pembayaran untuk konstruksi timbunan jatan akan dibuat dalam volume yang telah
padat dalam meter kubik dengan tempat penimbunan pada garis, grade, elevasi dan dimensi seperti
diperlihatkan dalam gambar atau sesuai instruksi Direksi.

ST - X - 5
Pembayaran untuk penempatan dan perriadatan material timbunan jalan akan dibuat dalam harga
satuan per meter kubik penawaran untuk pekerjaan itu dalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang
mana harga satuan sudah termasuk biaya penggantian untuk biaya tenaga, peralatan, dan material
termasuk pengkondisian kadar air dari material galian pada tempat penggalian, borrow area, atau
stock pile, pengkutan, penanganan, penempatan, penyebaran, penambahan pembasahan atau
pengeringan yang diperlukan, pemadatan, grading, dan leveling serta semua keperluan untuk test
pengontrolan.

10.4 BAHU JALAN

10.4.1 Umum

1. Uraian
Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan, pengangkutan, pemasangan dan pemadatan
bahan untuk bahu pada tanah dasar yang telah disiapkan atau permukaan lainnya yang
disetujui, sesuai dengan arah dan kelandaian yang ditunjukkan pada Gambar Rencana atau
seperti yang diperintahkan oleh Direksi Teknik.

2. Toleransi Dimensi
(1) Permukaan padat akhir tidak boleh bervariasi 1,5 cm dibawah atau diatas ketinggian
rencana, pada setiap titik.
(2) Permukaan akhir dari bahu, tidak boleh lebih tinggi, juga tidak boleh lebih rendah 1
cm terhadap tepi jalur lalu lintas yang berbatasan.
(3) Lereng melintang harus tidak boleh bervariasi lebih dari 1 % dari nilai rancangan.

3. Standar Rujukan
Harus berlaku ketentuan yang dipersyaratkan dalam Pasal 10.5 - Lapis Pondasi Agregat.

4. Pelaporan
Harus berlaku ketentuan yang dipersyaratkan dalam Pasal 10.5 - Lapis Pondasi Agregat.

5. Pembatasan oleh Cuaca


Harus berlaku ketentuan yang dipersyaratkan Pasal 10.5 - Lapis Pondasi Agregat.

6. Perbaikan Pekerjaan yang tidak Memuaskan


Harus berlaku ketentuan yang dipersyaratkan dalam Pasal 10.5 - Lapis Pondasi Agregat.

7. Pemeliharaan Pekerjaan yang telah diterima


Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia Jasa untuk melaksanakan perbaikan terhadap
pekerjaan yang tidak memuaskan atau gagal sebagaimana ditentukan dalam Ayat 10.4.1.6
diatas, Penyedia Jasa juga harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan rutin dari semua
bahu jalan yang sudah selesai dan diterima selama Periode Kontrak termasuk Periode
Pemeliharaan.

8. Mengembalikan Bentuk Pekerjaan setelah Pengujian


Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai yang diakibatkan oleh pengujian
kepadatan atau yang lainnya harus segera diurug kembali dengan bahan Lapis Pondasi
Agregat oleh Penyedia Jasa setelah diperiksa Direksi Teknik dan dipadatkan sehingga
persyaratan kepadatan dan toleransi permukaan memenuhi persyaratan dari Pasal ini.

10.4.2 Material

Harus berlaku ketentuan yang dipersyaratkan dalam Pasal 10.5 - Lapis Pondasi Agregat.
Material yang digunakan untuk konstruksi bahu jalan adalah sama dengan material yang
digunakan untuk konstruksi lapis pondasi bawah yaitu agregat kelas B.

ST - X - 6
Agregat Kasar yang digunakan untuk bahu harus batu pecah yang dihasilkan dari mesin pemecah
batu, dengan ukuran dan gradasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

10.4.3 Pemasangan dan Pemadatan Bahu Jalan

1. Penyiapan lapangan untuk pemasangan bahan-bahan bahu jalan, termasuk galian dari
bahan-bahan yang ada, pencampuran bahan-bahan baru dan lama (dimana hal ini
sebelumnya telah disetujui oleh Direksi Teknik), pemotongan tepi perkerasan dari jalur lalu
lintas lama, dan penyiapan formasi sebelum bahan-bahan dipasang semuanya harus
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Pemasangan dan pemadatan bahu jalan harus sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 10.5 -
Lapis Pondasi Agregat.

10.4.4 Pengukuran dan Pembayaran

1. Metode Pengukuran
Bahu jalan harus diukur sebagai jumlah meter kubik dari bahan yang dibutuhkan dalam
keadaan padat, lengkap di tempat dan diterima.
Volume yang diukur harus didasarkan atas penampang melintang yang ditunjukkan pada
Gambar Rencana bila tebal yang diperlukan merata dan pada penampang melintang yang
disetujui Direksi Teknik bila tebal yang diperlukan tidak merata dan panjangnya diukur
secara mendatar sepanjang sumbu jalan.

2. Metode Pengukuran Dari pekerjaan Yang Diperbaiki


Bila perbaikan dari bahu jalan yang tidak memuaskan telah diperintahkan oleh Direksi Teknik
sesuai dengan Ayat 10.4.1.6, kuantitas yang diukur untuk pembayaran haruslah kuantitas
yang akan dibayar seandainya pekerjaan semula telah diterima.
Tidak ada pembayaran tambahan akan dilakukan untuk pekerjaan ekstra tersebut atau juga
kuantias yang diperlukan untuk perbaikan tersebut.
Bila penyesuaian kadar air telah diperintahkan oleh Direksi Teknik sebelum pemadatan, tidak
ada pembayaran tambahan akan dilakukan untuk penambahan air atau pengeringan bahan
atau untuk pekerjaan lainnya yang diperlukan untuk mendapatkan kadar air yang
memuaskan.

3. Dasar Pembayaran
Kuantitas yang ditentukan sebagaimana diuraikan di atas harus dibayar menurut Harga
Satuan per satuan pengukuran seperti yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga di
dalam penawaran.
Harga dan pembayaran ini harus merupakan kompensasi penuh untuk pembuatan,
pengadaan, penempatan, pemadatan, pemeliharaan permukaan untuk lalu lintas dan biaya-
biaya lain yang perlu atau lazim untuk penyelesaian pekerjaan yang benar dari pekerjaan
yang diuraikan dalam Pasal ini.

10.5 LAPIS PONDASI AGREGAT

10.5.1 Umum

1) Uraian

Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,


pembasahan dan pemadatan agregat bergradasi di atas permukaan yang telah disiapkan
dan telah diterima sesuai dengan detil yang ditunjukkan dalam Gambar atau sesuai dengan
perintah Direksi Pekerjaan, dan memelihara lapis pondasi agegrat yang telah selesai sesuai

ST - X - 7
yang disyaratkan. Pemrosesan harus meliputi, bila perlu, pemecahan, pengayakan,
pemisahan, pencampuran dan operasi lainnya yang perlu untuk menghasilkan suatu bahan
yang memenuhi ketentuan dari Spesifikasi ini.

2) Pekerjaan untuk Lapis Pondasi Agregat terdiri dari 2 macam yaitu:

a) Lapis Pondasi Bawah (LPB)


b) Lapis Pondasi Atas (LPA)

Material yang digunakan untuk lapis pondasi bawah dan bahu jalan adalah agregat
kelas B sedangkan untuk lapis pondasi atas digunakan agregat kelas A.

3) Toleransi Dimensi

a) Permukaan lapis akhir harus sesuai dengan Gambar, dengan toleransi dibawah ini :

Toleransi
Bahan dan Lapisan Pondasi Agregat Tinggi
Permukaan
Lapis Pondasi Agregat Kelas B digunakan sebagai + 0 cm
Lapis Pondasi Bawah (hanya permukaan atas dari - 2 cm
Lapisan Pondasi Bawah).
Permukaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A untuk + 1 cm
Lapis Resap Pengikat atau Pelaburan (Perkerasan - 1 cm
atau Bahu Jalan)
Bahu jalan tanpa penutup aspal dengan Lapis
Pondasi Agregat Kelas B

Catatan :
Lapis Pondasi Agregat Kelas A dan B diuraikan dalam Pasal 10.5.2 dari Spesifikasi ini.

b) Pada permukaan semua Lapis Pondasi Agregat tidak boleh terdapat ketidakrataan
yang dapat menampung air dan semua punggung (camber) permukaan itu harus
sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Gambar.
c) Tebal total minimum Lapis Pondasi Agregat tidak boleh kurang satu sentimeter dari
tebal yang disyaratkan.
d) Tebal minimum Lapis Pondasi Agregat Kelas A tidak boleh kurang satu sentimeter dari
tebal yang disyaratkan.
e) Pada permukaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A yang disiapkan untuk lapisan resap
pengikat atau pelaburan permukaan, bilamana semua bahan yang terlepas harus
dibuang dengan sikat yang keras, maka penyimpangan maksimum pada kerataan
permukaan yang diukur dengan mistar lurus sepanjang 3 m, diletakkan sejajar atau
melintang sumbu jalan, maksimum satu sentimeter.

4) Standar Rujukan

SNI 03-4141-1996 : Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan


Butir-butir Mudah Pecah dalam Agregat.
SNI 03-6889-2002 : Tata Cara Pengambilan Contoh Agregat
SNI 1743 : 2008 : Cara Uji Kepadatan Berat Untuk Tanah
SNI 1967 : 2008 : Cara Uji Penentuan Batas Cair Tanah
SNI 1966 : 2008 : Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks
Plastisitas Tanah

ST - X - 8
SNI 2417: 2008 : Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi
Los Angeles
SNI 1744: 2012 : Metode Uji CBR Laboratorium
SNI 7619: 2012 : Metode Uji Penentuan Persentase Butir Pecah
pada Agregat Kasar

British Standards :
British Standard BS812 : Method of Sampling and Testing of Mineral
Aggregates, Sands and Fillers.

5) Pengajuan Kesiapan Kerja

a) Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan hal-hal di bawah ini
paling sedikit 21 hari sebelum tanggal yang diusulkan dalam penggunaan setiap
bahan untuk pertama kalinya sebagai Lapis Pondasi Agregat :
i) Dua contoh masing-masing 50 kg bahan, satu disimpan oleh Direksi
Pekerjaan sebagai rujukan selama Waktu untuk Penyelesaian.
ii) Pernyataan perihal asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan
untuk Lapis Pondasi Agregat, bersama dengan basil pengujian Laboratorium yang
membuktikan bahwa sifat-sifat bahan yang ditentukan dalam Pasal 10.5.2(5)
terpenuhi.

b) Penyedia Jasa harus mengirim hal-hal di bawah ini dalam bentuk tertulis kepada
Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan dan sebelum
persetujuan diberikan untuk penghamparan bahan lain di atas Lapis Pondasi Agregat :
i) Hasil pengujian kepadatan dan kadar air seperti yang disyaratkan dalam Pasal
10.5.3.(4).
ii) Hasil pengujian pengukuran permukaan dan data hasil survei pemeriksaan yang
menyatakan bahwa toleransi yang disyaratkan dalam Pasal 10.5.1.(3) dipenuhi.

6) Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja

Lapis Pondasi Agregat tidak boleh ditempatkan, dihampar, atau dipadatkan sewaktu turun
hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan atau bila kadar air bahan jadi
tidak berada dalam rentang yang ditentukan dalam Pasal 10.5.3.(3).

7) Perbaikan Terhadap Lapis Pondasi Agregat Yang Tidak Memenuhi Ketentuan

a) Lokasi hamparan dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memenuhi
ketentuan toleransi yang disyaratkan dalam Pasal 10.5.1.(3), atau yang
permukaannya menjadi tidak rata baik selama pelaksanaan atau setelah pelaksanaan,
harus diperbaiki dengan membongkar lapis permukaan tersebut dan membuang atau
menambahkan bahan sebagaimana diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan
pembentukan dan pemadatan kembali atau dalam hal Lapisan Pondasi Agregat yang
tidak memenuhi ketentuan telah dilapisi dengan Lapisan diatasnya. Kekurangan tebal
dapat dikompensasi dengan Lapisan diatasnya dengan tebal yangsesuai dengan sifat
bahan dan mempunyai kekuatan yang sarna dengan tebal yang kurang.

b) Lapis Pondasi Agregat yang terlalu kering untuk pemadatan, dalam hal rentang kadar
air seperti yang disyaratkan dalam Pasal 10.5.3.(3) atau seperti yang diperintahkan
Direksi Pekerjaan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan
dengan penyemprotan air dalam kuantitas yang cukup serta mencampurnya sampai
rata.

ST - X - 9
c) Lapis Pondasi Agregat yang terlalu basah untuk pemadatan seperti yang ditentukan
dalam rentang kadar air yang disyaratkan dalam Pasal 10.5.3.(3) atau seperti yang
diperintahkan Direksi Pekerjaan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut
secara berulang-ulang pada cuaca kering dengan peralatan yang disetujui disertai
waktu jeda dalam pelaksanaannya. Alternatif lain, bilamana pengeringan yang
memadai tidak dapat diperoleh dengan cara tersebut di atas, maka Direksi Pekerjaan
dapat memerintahkan agar bahan tersebut dibuang dan diganti dengan bahan kering
yang memenuhi ketentuan.

d) Perbaikan atas Lapis Pondasi Agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat-sifat
bahan yang disyaratkan dalam Spesifikasi ini harus seperti yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan dan dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan disertai
penyesuaian kadar air dan pemadatan kembali, pembuangan dan penggantian bahan,
atau menambah suatu ketebalan dengan bahan tersebut.

8) Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian

Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai dikerjakan akibat pengujian kepadatan
atau lainnya harus segera ditutup kembali oleh Penyedia Jasa dengan bahan Lapis Pondasi
Agregat, diikuti pemeriksaan oleh Direksi Pekerjaan dan dipadatkan sampai memenuhi
kepadatan dan toleransi permukaan dalam Spesifikasi ini.

10.5.2 Bahan

1) Sumber Bahan

Bahan Lapis Pondasi Agregat harus dipilih dari sumber yang disetujui oleh Direksi Teknik.

2) Kelas Lapis Pondasi Agregat

Terdapat dua kelas yang berbeda dari Lapis Pondasi Agregat yaitu Kelas A dan Kelas B. Pada
umumnya Lapis Pondasi Agregat Kelas A adalah mutu Lapis Pondasi Atas untuk suatu
lapisan di bawah lapisan beraspal, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B adalah untuk Lapis
Pondasi Bawah. Lapis Pondasi Agregat Kelas B boleh digunakan untuk bahu jalan tanpa
penutup.

3) Fraksi Agregat Kasar

Agregat kasar yang tertahan pada ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel atau pecahan
batu atau kerikil yang keras dan awet. Bahan yang pecah bila berulang-ulang dibasahi dan
dikeringkan tidak boleh digunakan.

4) Fraksi Agregat Halus

Agregat halus yang lolos ayakan 4,75 mm harus terdiri dari partikel pasir alami atau batu
pecah halus dan partikel halus lainnya yang memenuhi persyaratan dalam tabel 10.5.2.(2).

5) Sifat-sifat Bahan Yang Disyaratkan

Seluruh Lapis Pondasi Agregat harus bebas dari bahan organik dan gumpalan lempung atau
bahan-bahan lain yang tidak dikehendaki dan setelah dipadatkan harus memenuhi
ketentuan gradasi (menggunakan pengayakan secara basah) yang diberikan dalam Tabel
10.5.2.(1) dan memenuhi sifat-sifat yang diberikan dalam Tabel 10.5.2.(2).

ST - X - 10
6) Pencampuran Bahan Untuk Lapis Pondasi Agregat

Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi
instalasi pemecah batu atau pencampur yang disetujui, dengan menggunakan pemasok
mekanis (mechanical feeder) yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran yang menerus
dari komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar. Dalam keadaan apapun
tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.

Tabel 10.5.2.(1) Gradasi Lapis Pondasi Agregat

Ukuran Ayakan Persen Berat Yang Lolos


ASTM (mm) Kelas A Kelas B
2” 50 100
1 ½“ 37,5 100 88 – 95
1” 25,0 79 - 85 70 – 85
3/8” 9,5 44 - 58 30 – 65
No. 4 4,75 29 - 44 25 – 55
No. 10 2,0 17 - 30 15 – 40
No. 40 0,425 7 - 17 8 – 20
No. 200 0,075 2-8 2–8

Tabel 10.5.2.(2) Sifat-sifat Lapis Pondasi Agregat

Sifat-sifat Kelas A Kelas B


Abrasi dari Agregat Kasar (SNI 2417:2008) 0 - 40 % 0 - 40 %
Butiran pecah, tertahan ayakan 3/8” (SNI 95/901) 55/502)
7619:2012)
Batas Cair (SNI 1967:2008) 0 - 25 0 - 35
Indek Plastisitas (SNI 1966:2008) 0-6 0 - 10
Hasil kali Indek Plastisitas dng. % Lolos maks.25 -
Ayakan No.200
Gumpalan Lempung dan Butiran-butiran
0-5% 0-5%
Mudah Pecah (SNI 03-4141-1996)
CBR rendaman (SNI 1744: 2012) min.90 % min.60 %
Perbandingan Persen Lolos Ayakan No.200 dan
maks.2/3 maks.2/3
No.40
Catatan :
1) 95/90 menunjukkan bahwa 95% agregat kasar mempunyai muka bidang pecah satu atau lebih dan
90% agregat kasar memounyai muka bidang pecah dua atau lebih.
2) 55/50 menunjukkan bahwa 55% agregat kasar mempunyai muka bidang pecah satu atau lebih dan
50% agregat kasar memounyai muka bidang pecah dua atau lebih

7) Pencampuran Bahan Untuk Lapis Pondasi Agregat

Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi
instalasi pemecah batu atau pencampur yang disetujui, dengan menggunakan pemasok
mekanis (mechanical feeder) yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran yang menerus
dari komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar. Dalam keadaan apapun
tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan.

ST - X - 11
10.5.3 Penghamparan dan Pemadatan Lapis Pondasi Agregat

1) Penyiapan Formasi untuk Lapis Pondasi Agregat

a) Bilamana Lapis Pondasi Agregat akan dihampar pada perkerasan atau bahu jalan
lama, semua kerusakan yang terjadi pada perkerasan atau bahu jalan lama harus
diperbaiki terlebih dahulu.
b) Bilamana Lapis Pondasi Agregat akan dihampar pada suatu lapisan perkerasan lama
atau tanah dasar baru yang disiapkan atau lapis pondasi yang disiapkan, maka lapisan
ini harus diselesaikan sepenuhnya, sesuai pada lokasi dan jenis lapisan yang
terdahulu.
c) Lokasi yang telah disediakan untuk pekerjaan Lapisan Pondasi Agregat, sesuai dengan
butir (a) dan (b) di atas, harus disiapkan dan mendapatkan persetujuan terlebih
dahulu dari Direksi paling sedikit 100 meter ke depan dari rencana akhir lokasi
penghamparan Lapis Pondasi pada setiap saat.
Untuk perbaikan tempat-tempat yang kurang dari 100 meter panjangnya, seluruh
formasi itu harus disiapkan dan disetujui sebelum lapis pondasi agregat dihampar.
d) Bilamana Lapis Pondasi Agregat akan dihampar langsung di atas permukaan
perkerasan aspal lama, yang menurut pendapat Direksi dalam kondisi tidak rusak,
maka harus diperlukan penggaruan atau pengaluran pada permukaan perkerasan
aspal lama agar diperoleh tahanan geser yang lebih baik.

2) Penghamparan

a) Lapis Pondasi Agregat harus dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang merata
dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan dalam pasal
10.5.3.(3). Kadar air dalam bahan harus tersebar secara merata.
b) Setiap lapis harus dihampar pada suatu operasi dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan. Bilamana
akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut harus diusahakan
sama tebalnya.
c) Lapis Pondasi Agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metode yang
disetujui yang tidak meyebabkan segregasi pada partikel agregat kasar dan halus.
Bahan yang bersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan
yang bergradasi baik.
d) Tebal padat maksimum tidak boleh melebihi 20 cm, kecuali digunakan peralatan
khusus yang disetujui oleh Direksi.

3) Pemadatan

a) Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis harus dipadatkan
menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dan disetujui oleh Direksi,
hingga kepadatan paling sedikit 100 % dari kepadatan kering maksimum modifikasi
(modified) seperti yang ditentukan oleh SNI 1743:2008, metode D.
b) Direksi dapat memerintahkan agar digunakan mesin gilas beroda karet digunakan
untuk pemadatan akhir, bila mesin gilas statis beroda baja dianggap mengakibatkan
kerusakan atau degradasi berlebihan dari Lapis Pondasi Agregat.
c) Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang 3
% di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum, dimana kadar
air optimum adalah seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maksimum
modifikasi (modified) yang ditentukan oleh SNI 1743;2008, metode D.

ST - X - 12
d) Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi
sedikit ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang
ber”superelevasi”, penggilasan harus dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak
sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan
sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara
merata.
e) Bahan sepanjang kerb, tembok, dan tempat-tempat yang tak terjangkau mesin gilas
harus dipadatkan dengan timbris mekanis atau alat pemadat lainnya yang disetujui.

4) Pengujian

a) Jumlah data pendukung pengujian bahan yang diperlukan untuk persetujuan awal harus
seperti yang diperintahkan Direksi, namun harus mencakup seluruh jenis pengujian yang
disyaratkan dalam Pasal 10.5.2.(5) minimum pada tiga contoh yang mewakili sumber bahan
yang diusulkan, yang dipilih untuk mewakili rentang mutu bahan yang mungkin terdapat
pada sumber bahan tersebut.
b) Setelah persetujuan mutu bahan Lapis Pondasi Agregat yang diusulkan, seluruh jenis
pengujian bahan akan diulangi lagi, bila menurut pendapat Direksi, terdapat perubahan
mutu bahan atau metode produksinya.
c) Suatu program pengujian rutin pengendalian mutu bahan harus dilaksanakan untuk
mengendalikan ketidakseragaman bahan yang dibawa ke lokasi pekerjaan. Pengujian lebih
lanjut harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi tetapi untuk setiap 1000 meter kubik
bahan yang diproduksi paling sedikit harus meliputi tidak kurang dari lima (5) pengujian
indeks plastisitas, lima (5) pengujian gradasi partikel, dan satu (1) penentuan kepadatan
kering maksimum menggunakan SNI 1743 : 2008, metode D. Pengujian CBR harus
dilakukan dari waktu ke waktu sebagaimana diperintahkan oleh Direksi.
d) Kepadatan dan kadar air bahan yang dipadatkan harus secara rutin diperiksa, mengunakan
SNI 2827 : 2008. Pengujian harus dilakukan sampai seluruh kedalaman lapis tersebut pada
lokasi yang ditetapkan oleh Direksi, tetapi tidak boleh berselang lebih dari 200 m.

10.5.4 Pengukuran dan Pembayaran

1) Pengukuran untuk Pembayaran

a. Lapis Pondasi Agregat harus diukur sebagai jumlah meter kubik dari bahan yang sudah
dipadatkan, lengkap di tempat dan diterima. Volume yang diukur harus didasarkan atas
penampang melintang yang ditunjukkan pada Gambar bila tebal yang diperlukan
merata, dan pada penampang melintang yang disetujui Direksi bila tebal yang
diperlukan tidak merata, dan panjangnya diukur secara mendatar sepanjang sumbu
jalan.
b. Pekerjaan penyiapan dan pemeliharaan tanah dasar yang baru atau perkerasan lama
dan bahu jalan lama dimana Lapis Pondasi Agregat akan dihampar tidak diukur atau
dibayar menurut Seksi ini, tetapi harus dibayar terpisah dari harga penawaran yang
sesuai untuk Penyiapan Badan Jalan dan Pengembalian Kondisi Perkerasan Lama atau
Bahu Jalan yang ada.

2) Pengukuran dari Pekerjaan Yang Diperbaiki

Bilamana perbaikan dari Lapis Pondasi Agregat yang tidak memenuhi ketentuan telah
diperintahkan oleh Direksi sesuai dengan pasal 10.5.1.(7), kuantitas yang akan diukur untuk
pembayaran haruslah kuantitas yang akan dibayar seandainya pekerjaan semula telah
diterima. Tidak ada pembayaran tambahan yang dilakukan untuk pekerjaan tambahan
tersebut atau juga kuantitas yang diperlukan untuk pekerjaan perbaikan tersebut.

ST - X - 13
Bila penyesuaian kadar air telah diperintahkan oleh Direksi sebelum pemadatan, tidak ada
pembayaran tambahan yang dilakukan untuk penambahan air atau pengeringan bahan atau
untuk pekerjaan lainya yang diperlukan untuk mendapatkan kadar air yang memenuhi
ketentuan.

3) Dasar Pembayaran

Kuantitas yang ditentukan, sebagaimana diuraikan di atas, harus dibayar pada Harga Satuan
Kontrak per satuan pengukuran untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di
bawah ini dan termasuk dalam Daftar Kuantitas dan Harga, yang harga serta pembayarannya
harus merupakan kompensasi penuh untuk pengadaan, pemasokan, pemadatan, penyelesaian
akhir dan pengujian bahan, pemeliharan permukaan akibat dilewati oleh lalu lintas, dan semua
biaya lain-lain yang diperlukan atau lazim untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya.

Nomor Mata Satuan


Uraian
Pembayaran Pengukuran
10.5.(1) Lapis Pondasi Agregat Kelas A Meter Kubik
10.5.(2) Lapis Pondasi Agregat Kelas B Meter Kubik

10.6 LAPIS PENETRASI MACADAM

10.6.1 Umum

1) Uraian

Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan lapis permukaan atau lapis pondasi terbuat dari agregat
yang distabilisasi oleh aspal. Pekerjaan ini dilaksanakan dimana biaya untuk menggunakan
campuran aspal panas tidak mencukupi dan/atau penyediaan instalasi campuran aspal sulit
dilaksanakan akibat situasi lingkungan.

2) Standar Rujukan
Standar Nasional Indonesia (SNI) :

SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisa Saringan


Agregat Halus dan Kasar.
SN1 2417 : 2008 : Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin
Abrasi Los Angeles.
SN1 4799 : 2008 : Spesifikasi Aspal Cair Penguapan Sedang.
SN1 2439: 2011 : Cara Uji Penyelimutan dan Pengelupasan
pada Campuran Agregat-Aspal.
SNI 4798 : 2011 : Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik
SNI 4800 : 2011 : Spesifikasi Aspal Cain Penguapan Cepat
SNI 6832: 2011 : Spesifikasi Aspal Emulsi Anionik

AASHTO :

ASTM D946/946M-09a : Specification for Penetration Graded Asphalt


Cement

ST - X - 14
British Standards :

BS 812 Part I : 1975 : Flakiness Index.

3) Kondisi Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja

Lapis Penetrasi Macadam tidak boleh dilaksanakan pada permukaan yang basah, selama
hujan atau hujan akan turun. Aspal emulsi tidak boleh disemprotkan setelah jam 15.00.
Bilamana digunakan aspal panas maka temperatur perkerasan saat aspal disemprotkan tidak
boleh kurang dari 25 °C.

4) Ketentuan Lalu Lintas

Tempat kerja harus ditutup untuk lalu lintas pada saat pekerjaan sedang berlangsung dan
selanjutnya sampai waktu yang ditentukan dimana Direksi Pekerjaan menyetujui permukaan
akhir dapat dibuka untuk lalu lintas.

10.6.2 Bahan

1) Umum

Bahan harus terdiri dari agregat pokok, agregat pengunci, agregat penutup (hanya
digunakan untuk lapis permukaan) dan aspal.
Setiap fraksi agregat harus disimpan terpisah untuk mencegah tercampurnya antar fraksi
agregat dan harus dijaga agar bersih dari benda-benda asing lainnya.

2) Agregat

a) Agregat harus terdiri dari bahan yang bersih, kuat, awet, bebas dari lumpur
dan benda-benda yang tidak dikehendaki dan hams memenuhi ketentuan yang
diberikan dalam Tabel 10.6.2.(1).

Tabel 10.6.2.(1) Ketentuan Agregat Pokok dan Pengunci


Pengujian Standar Nilai
Abrasi dengan mesin Los 100 putaran SNI 2417 : 2008 Maks. 8 %
Angeles 500 putaran Maks. 8 %
Penyelimutan dan SNI 2439: 2011 Min. 95 %
Pengelupasan
Indeks Kepipihan BS 812 Part I Maks.25 %
1975
Article 7.3

b) Agregat harus, bilamana diuji sesuai dengan SNI 03-1968-1990, memenuhi gradasi
yang diberikan Tabel 10.6.2.(2).

Tabel 10.6.2.(2) Gradasi Agregat

% Berat Yang Lolos


Ukuran Ayakan
Tebal Lapisan (cm)
ASTM (mm) 7 – 10 5–8 4–5
Agregat Pokok :
3” 75 100
½” 63 90 - 100 100
2” 50 35 - 70 95 - 100 100

ST - X - 15
% Berat Yang Lolos
Ukuran Ayakan
Tebal Lapisan (cm)
ASTM (mm) 7 – 10 5–8 4–5
1 ½” 38 0 - 15 35 - 70 95 - 100
1” 25 0-5 0 - 15 -
¾” 19 - 0-5 0-5
Agregat Pengunci :
1” 25 100 100 100
¾” 19 95 - 100 95 - 100 95 - 100
3/8” 9,5 0-5 0-5 0-5
Agregat Penutup :
½” 12,7 100 100 100
3/8” 9,5 85 - 100 85 - 100 85 - 100
No. 4 4,75 10 - 30 10 - 30 10 - 30
No. 8 2,36 0 - 10 0 - 10 0 - 10

3) Aspal

Bahan aspal haruslah salah satu dari berikut ini :


a) Aspal semen Pen.80/100 atau Pen.60/70 yang memenuhi AASHTO M20.
b) Aspal emulsi CRS1 atau CRS2 yang memenuhi ketentuan SNI 03-4798-
1998 atau RS1 atau RS2 yang memenuhi ketentuan AASHTO M140.
c) Aspal cair penguapan cepat (rapid curing) jenis RC250 atau RC800 yang
memenuhi ketentuan SNI 03-4800-1998, atau aspal cair penguapan sedang (medium
curing) jenis MC250 atau MC800 yang memenuhi ketentuan SNI 03-4799-1998.

Jenis aspal lainnya mungkin dapat digunakan dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.

10.6.3 Kuantitas Agregat dan Aspal

Kuantitas agregat dan aspal harus diambil dari Tabel 10.6.3.(1) dan Tabel 10.6.3.(2) serta harus
disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai. Penyesuaian takaran
ini mungkin diperlukan selama Kontrak jika dipandang perlu oleh Direksi Pekerjaan untuk
memperoleh mutu pekerjaan yang disyaratkan.

Tabel 10.6.3.(1) : Lapen Sebagai Lapis Permukaan

Tebal Agregat Pokok Aspal Agregat Aspal Agregat


Lapisan (kg/m2) Residu Pengunci Residu Penutup
(cm) (kg/m2) (kg/m2) (kg/m2) (kg/m2)
7 – 10 5-8 4-5
10 200 8,5 25 1,5 14
9 180 7,5 25 1,5 14
8 160 6,5 25 1,5 14
8 152 6,0 25 1,5 14
7 140 5,5 25 1,5 14
7 133 5,2 25 1,5 14
6 114 4,4 25 1,5 14
5 105 3,7 25 1,5 14
5 80 2,5 25 1,5 14

ST - X - 16
Tabel 10.6.3.(2) : Lapen Sebagai Lapis Pondasi (Perata)

Tebal Agregat Pokok


Aspal Residu Agregat Pengunci
Lapisan (kg/m2)
(kg/m2) (kg/m2)
(cm) 7 - 10 5-8 4-5
8,5 200 8,5 25
7,5 180 7,5 25
6,5 160 6,5 25
6,5 152 6,0 25
5,5 140 5,5 25
5,5 133 5,2 25
4,4 114 4,4 25
3,7 105 3,7 25
3,7 80 2,5 25
Catatan :
Aspal Residu adalah bitumen tertinggal setelah semua bahan pelarut atau pengemulsi telah menguap.

10.6.4 Peralatan

Peralatan berikut ini harus disediakan untuk :


a) Penumpukan Bahan
• Dump Truck
• Loader

b) Di Lapangan
i) Mekanis
• Penggilas tandem 6 - 8 ton atau penggilas beroda tiga 6 - 8 ton.
• Penggilas beroda karet 10 - 12 ton (jika diperlukan).
• Distributor aspal atau hand sprayer sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan.
• Truk Penebar Agregat.
ii) Manual
• Penyapu, sikat, karung, keranjang, kaleng aspal, sekop, gerobak dorong, dan
peralatan kecil lainnya.
• Ketel aspal
• Penggilas seperti cara mekanis

10.6.5 Pelaksanaan Pekerjaan

1) Persiapan Lapangan

Permukaan yang diperbaiki dengan Penetrasi Macadam harus disiapkan seperti di bawah ini:
a) Profil memanjang atau melintang harus disiapkan menurut rancangan potongan
melintang.
b) Permukaan harus bebas dari benda-benda yang tidak diinginkan seperti debu dan
bahan lepas lainnya. Lubang-lubang dan retak-retak harus diperbaiki sesuai dengan
yang disayaratkan.
c) Permukaan aspal lama harus diberikan Lapis Perekat sesuai dengan ketentuan atau
sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

2) Penghamparan dan Pemadatan

a) Umum
Agregat dan aspal harus tersedia di lapangan sebelum pekerjaan dimulai. Kedua
bahan tersebut harus dijaga dengan hati-hati untuk menjamin bahwa bahan tersebut
bersih dan siap digunakan.

ST - X - 17
Selama pemadatan agregat pokok dan agregat pengunci, kerataan permukaan harus
dipelihara. Bilamana permukaan yang telah dipadatkan tidak rata, maka agregat harus
digaru dan dibuang atau agregat ditambahkan seperlunya sebelum dipadatkan
kembali.
Temperatur penyemprotan aspal harus sesuai dengan Tabel 10.6.5.(1)

Tabel 10.6.5.(1) Temperatur Penyemprotan Aspal


JENIS ASPAL TEMPERATUR PENYEMPROTAN (°C)
60/70 Pen. 165 - 175
80/100 Pen. 155 - 165
Emulsi kamar, atau sebagaimana petunjuk
Aspal Cair RC/MC 250 80 - 90
Aspal Cair RC/MC 800 105 - 115

Bilamana jenis aspal lain digunakan, temperatur penyemprotan harus disetujui Direksi
Pekerjaan sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai.

b) Metode Mekanis

i) Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok


Truk penebar agregat harus dijalankan dengan kecepatan yang sedemikian
hingga kuantitas agregat adalah seperti yang disyaratkan dan diperoleh
permukaan yang rata.
Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat 6 - 8 ton yang bergerak
dengan kecepatan kurang dari 3 km/jam. Pemadatan dilakukan dalam arah
memanjang, dimulai dari tepi luar hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu
jalan. Lintasan penggilasan harus tumpang tindih (overlap) paling sedikit setengah
lebar alat pemadat. Pemadatan harus dilanjutkan sampai diperoleh permukaan
yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan).

ii) Penyemprotan Aspal diatas Agregat Pokok


Temperatur aspal dalam distributor harus dijaga pada temperatur yang
disyaratkan untuk jenis aspal yang digunakan. Temperatur penyemprotan dan
takaran penyemprotan harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum
pelaksanaan dimulai dan harus memenuhi rentang yang disyaratkan masing-
masing dalam Tabel 10.6.5.(1) dan 10.6.3.(1).

iii) Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci


Segera setelah penyemprotan aspal, agregat pengunci harus ditebarkan pada
takaran yang disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian hingga tidak ada
roda yang melintasi lokasi yang belum tertutup bahan aspal. Takaran penebaran
harus sedemikian hingga, setelah pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam
agregat pokok terisi dan agregat pokok masih nampak.
Pemadatan agregat pengunci harus dimulai segera setelah penebaran agregat
pengunci dan harus seperti yang diuraikan dalam Pasal 10.6.5(2)(b)(i) Bilamana
diperlukan, tambahan agregat pengunci harus ditambahkan dalam jumlah kecil
dan disapu perlahan-lahan di atas permukaan selama pemadatan. Pemadatan
harus dilanjutkan sampai agregat pengunci tertanam dan terkunci penuh dalam
lapisan di bawahnya.

iv) Penyemprotan Aspal diatas Agregat Pengunci (bilamana digunakan Agregat


Penutup)

Ketentuan Pasal 10.6.5(2)(b)(ii) di atas digunakan.

ST - X - 18
v) Penebaran dan Pemadatan Agregat Penutup (untuk Lapis Permukaan)
Segera setelah penyemprotan aspal, agregat penutup harus ditebarkan pada
takaran yang disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian hingga tidak ada roda
yang melintasi lokasi yang belum tertutup bahan aspal.
Pemadatan agregat penutup harus dimulai segera setelah penebaran agregat
penutup. Bilamana diperlukan, tambahan agregat penutup harus ditambahkan
dalam jumlah kecil dan disapu perlahan-lahan di atas permukaan sehingga
seluruh rongga-rongga dalam permukaan agregat pengunci terisi selama
pemadatan. Pada saat penyelesaian pemadatan, kelebihan agregat penutup
harus disapu dari permukaan.

c) Metode Manual
i) Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok

Jumlah agregat yang ditebar di atas permukan yang telah disiapkan harus
sebagaimana yang disyaratkan. Kerataan permukaan dapat diperoleh dengan
keterampilan penebaran dan menggunakan perkakas tangan seperti penggaru.
Pemadatan harus dilaksanakan seperti yang disyaratkan untuk metode mekanis.

ii) Penyemprotan Aspal diatas Agregat Pokok

Penyemprotan aspal dapat dikerjakan dengan menggunakan penyemprot tangan


(hand sprayer) dengan temperatur aspal yang disyaratkan. Takaran penggunaan
aspal harus serata mungkin dan pada takaran penyemprotan yang disetujui,
sesuai dengan Tabel 10.6.5.(1) dan 10.6.3.(1).

iii) Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci

Penebaran dan pemadatan agregat pengunci harus dilaksanakan dengan cara


yang sama untuk agregat pokok. Takaran penebaran harus sedemikian hingga,
setelah pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan
agregat pokok masih nampak. Pemadatan harus sebagaimana yang disyaratkan
untuk metode mekanis.

iv) Penyemprotan Aspal diatas Agregat Pengunci (bilamana digunakan Agregat


Penutup)

Ketentuan Pasal 10.6.5(2)(c)(ii) di atas digunakan

v) Penebaran dan Pemadatan Agregat Penutup (untuk Lapis Permukaan)

Ketentuan Pasal 10.6.5(2)(b)(v) di atas digunakan

3) Pemeliharaan Agregat Pengunci

Bilamana terdapat keterlambatan antara pengerjaan lapis agregat pengunci dan lapis
berikutnya, Penyedia Jasa harus memelihara permukaan agregat pengunci dalam kondisi
baik sampai lapis berikutnya dihampar.

10.6.6 Pengendalian Mutu dan Pengujian di Lapangan

1) Bahan dan Kecakapan Pekerja

Pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan di bawah ini :


a. Penyimpanan untuk setiap fraksi agregat harus terpisah untuk menghindarkan
tercampurnya agregat, dan harus dijaga kebersihannya dari benda asing.

ST - X - 19
b. Penyimpanan aspal dalam drum harus dengan cara tertentu agar supaya tidak terjadi
kebocoran atau kemasukan air.

c. Temperatur pemanasan aspal harus seperti yang disyaratkan dalam Tabel 10.6.5.(1).

d. Tebal Lapisan.
Tebal padat untuk lapisan penetrasi macadam harus berada di dalam toleransi 1 cm.
Pemeriksaan untuk ketebalan lapis penetrasi macadam harus seperti yang
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.

e. Kerataan Permukaan Sewaktu Pemadatan


Pada setiap tahap pemadatan, kerataan permukaan harus dijaga. Bahan harus
ditambah pada tiap tempat di mana terdapat penurunan.

f. Kerataan Pemadatan Agregat Pokok


Kerataan harus diukur dengan menggunakan mistar lurus yang panjangnya 3 meter.
Punggung jalan yang ambles tidak melebihi dari 8 mm.

g. Sambungan memanjang dan melintang harus diperiksa dengan cermat.

2) Lalu Lintas

Lalu lintas dapat diijinkan melintasi permukaan yang telah selesai beberapa jam setelah
pekerjaan selesai, sebagaimana yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Periode tipikal ini
antara 2 sampai 4 jam. Bilamana lalu lintas diijinkan melintasi lapisan agregat pengunci ini,
perhatian khusus harus diberikan untuk memelihara kebersihan lapisan ini sebelum lapis
berikutnya dihampar.

10.6.7 Pengukuran dan Pembayaran

1) Pengukuran

a) Lapis Pondasi/Perata, Lapis ulang dan Lapis Permukaan

i) Kuantitas yang diukur untuk pembayaran dari Lapis Penetrasi Macadam yang
digunakan sebagai lapis pondasi/perata, lapis ulang dan lapis permukaan harus
merupakan jumlah meter kubik bahan yang dihampar dan diterima, yang dihitung
sebagai hasil kali luas yang diukur dan diterima dan tebal nominal rancangan.

ii) Kuantitas yang diterima untuk pengukuran tidak termasuk Lapis Perata Penetrasi
Macadam pada lokasi-lokasi tertentu yang lebih tipis dari tebal minimum yang
diterima atau bagian-bagian yang lepas, terbelah, retak atau menipis sepanjang
tepi perkerasan atau di tempat lain.

iii) Lebar lokasi Penetrasi Macadam yang akan dibayar harus seperti yang tercantum
dalam Gambar atau yang telah disetujui Direksi Pekerjaan dan harus ditentukan
dengan survei pengukuran yang dilakukan Penyedia Jasa di bawah pengawasan
Direksi Pekerjaan. Pengukuran harus dilakukan tegak lurus sumbu jalan dan tidak
boleh meliputi lapisan yang tipis atau tidak memenuhi ketentuan sepanjang tepi
Lapis Penetrasi Macadam yang dihampar. Jarak antara pengukuran memanjang
harus seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan tetapi harus berjarak sama
dan tidak boleh kurang dari 25 meter. Lebar yang digunakan untuk menghitung
luas pada setiap lokasi perkerasan yang diukur harus merupakan lebar rata-rata
dari pengukuran lebar yang diukur dan disetujui.

ST - X - 20
iv) Panjang Lapis Penetrasi Macadam sepanjang jalan harus diukur sepanjang
sumbu jalan, dengan menggunakan prosedur survei menurut ilmu ukur tanah.

2) Dasar Pembayaran

Kuantitas yang sebagaimana disyaratkan di atas harus dibayar menurut Harga Kontrak per
satuan pengukuran, untuk Mata Pembayaran yang tercantum di bawah ini dan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan kompensasi
penuh untuk pengadaan, produksi, pencampuran dan penghamparan seluruh bahan,
termasuk semua pekerja, alat, pengujian, alat-alat kecil dan hal-hal yang diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.

Namor Mata Uraian Satuan


Pembayaran Pen ukuran

10.6.(1) Lapis Permukaan Penetrasi Macadam Meter Kubik

10.7 BETON PRATEKAN

10.7.1 Umum

Jembatan pelimpah pada Bendungan Kuwil menngunakan jembatan beton balok T dan beton
pratekan. Untuk jembatan beton pratekan, tinggi balok girder 1,70 m dan bentang 36,00 m sebanyak 2
buah.

1) Umum

Pekerjaan ini harus terdiri dari fabrikasi struktur beton pratekan pracetak, bagian beton
pratekan pracetak dari struktur komposit dan tiang pancang pracetak yang dibuat sesuai
dengan Spesifikasi ini mendekati garis, elevasi, dan dimensi yang ditunjukkan dalam
Gambar. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan, pengangkutan dan penyimpanan balok,
tiang pancang, pelat dan elemen struktur dari beton pracetak, yang dibuat dengan cara pre-
tension (penegangan sebelum pengecoran) maupun post-tension (penegangan setelah
pengecoran). Pekerjaan ini juga termasuk pemasangan semua elemen pratekan pracetak.

2) Pekerjaan yang berkaitan dengan seksi ini

a) Beton
b) Baja Tulangan

3) Jaminan Mutu

Mutu bahan yang dipasok, campuran beton yang dihasilkan, kecakapan kerja dan hasil akhir
harus dipantau dan dikendalikan sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 7.1.1.(4) (tentang
standar rujukan beton) dan 7.3.1.(5) (tentang standar rujukan baja tulangan), bersama
dengan standar rujukan berikut ini :
AASHTO M203 - 90 : Steel Strand Uncoated Seven-Wire Stress-Relieved for
Prestressed Concrete
AASHTO M204 - 89 : Uncoated Stress-Relieved Wire for Prestressed
Concrete.

ST - X - 21
4) Toleransi

a) Balok dan Papan

i) Panjang total setiap unit dari pusat ke pusat perletakan tidak boleh berberbeda
lebih dari 0,06 % panjang yang disyaratkan, dengan perbedaan maksimum
sebesar 15 mm. Jarak lubang dari pusat ke pusat untuk tulangan melintang,
batang atau kabel tidak boleh berbeda lebih dari 6 mm dari posisi yang
ditentukan sebagaimana yang diukur dari sumbu melintang unit tersebut.

ii) Toleransi Bentuk

• Lebar total kurang dari 600 mm : ± 3 mm


• Lebar total lebih besar dari 600 mm : ± 5 mm
• Tinggi total : ± 5 mm

iii) Lokasi Rongga

• Diukur vertikal dari puncak : ± 10 mm


• Diukur melintang dari sumbu : ± 5 mm
memanjang unit tersebut

iv) Ketidaksikuan

Penampang melintang : bidang-bidang yang berdampingan tidak boleh tidak siku


lebih dari 5 mm per meter atau total 4 mm.
Penampang memanjang : lereng ujung bidang tidak boleh menyimpang dari yang
disyaratkan berikut ini :

• Panjang total bidang : ± 5 mm


sampai 400 mm
• Untuk dimensi lebih besar : ± 15 mm per meter sampai
dari 400 mm maksimum 12 mm untuk
keseluruhan

v) Lendutan

Nilai kelendutan unit sejenis yang digunakan pada bentang yang sama harus
terletak dalam rentang maksimum 20 mm untuk kondisi dan perawatan yang
sama, dan sebagainya.

vi) Kelengkungan

Sumbu memanjang tidak boleh menyimpang dalam arah melintang dari suatu
garis lurus yang menghubungkan titik pusat ujung-ujung elemen lebih dari 6 mm
atau 0,06 % panjang yang ditentukan, dipilih yang lebih besar.

vii) Puntir

Rotasi sudut setiap penampang relatif terhadap suatu penampang ujung harus
tidak boleh lebih dari 5 mm per meter untuk tepi yang sedang diperiksa.

viii) Kabel

• Lubang keluar kabel dalam acuan : ± 2 mm


• Selimut kabel : ± 5 mm

ST - X - 22
b) Tiang Pancang

i) Toleransi Dimensi

• Dimensi penampang : ± 6 mm
• Panjang total : ± 25 mm
• Penyimpangan dari garis lurus : 1 mm per meter panjang
• Ketidaksikuan pangkal : 2 mm dalam lebar pangkal
• Selimut tulangan (termasuk kabel) : + 5 mm, - 3 mm
• Lubang keluar kabel dalam acuan : ± 2 mm
dan pelat
• Kabel pada umumnya : ± 1,5 mm

ii) Sepatu Tiang dan Penghubung Sambungan Pra-fabrikasi

Sepatu dan sambungan tiang, bilamana penghubung tiang diperkenankan,


harus disambung dengan kuat pada tiang pancang, di tengah-tengah dan
segaris dengan sumbu tiang pancang.

iii) Panjang Cetakan

Kecuali ditunjukkan lain dalam Gambar, maka tiang pancang harus dicor
dengan panjang utuh tanpa sambungan.

5) Sistem Pra-Tegang

Sistem pra-tegang yang akan digunakan harus dipilih oleh Penyedia Jasa dengan memenuhi
semua ketentuan di dalamnya dan atas persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Pada umumnya
tidak terdapat perubahan pada posisi sentroid gaya pra-tegang total sepanjang elemen
tersebut dan pada besar gaya pra-tegang efektif akhir sebagaimana yang diuraikan dalam
Gambar.

6) Pangajuan Kesiapan Kerja

a) Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian sistim, peralatan dan bahan yang hendak
digunakan dalam operasi pra-tegang. Rincian tersebut harus meliputi metode dan
urutan penegangan, rincian lengkap untuk baja pra-tegang, perkakas penjangkaran,
jenis selongsong dan setiap data relatif lainnya untuk operasi prategang. Malahan
rincian tersebut harus menunjukkan setiap susunan dari baja tulangan yang bukan
pra-tegang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar.
b) Bilamana sistim pra-tegang yang diusulkan oleh Penyedia Jasa memerlukan modifikasi
dalam jumlah, bentuk atau ukuran baja tulangan, maka Penyedia Jasa harus
menyerahkan gambar dan perhitungan yang cukup terinci untuk mendapat
persetujuan dari Direksi Pekerjaan. Baja tulangan yang disediakan tidak boleh kurang
dari yang ditunjukkan dalam Gambar.
c) Suatu sertifikat persetujuan (perjanjian) resmi untuk sistim pra-tegang harus
diserahkan dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum penempatan setiap kabel
prategang. Sertifikat persetujuan ini harus dikeluarkan oleh suatu lembaga pengujian
yang resmi. Sebaliknya Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan sedemikian hingga
diperoleh suatu sertifikat persetujuan dari laboratorium pilihan Direksi Pekerjaan atas
biaya Penyedia Jasa. Semua peraturan yang berhubungan dengan sertifikat
persetujuan ini selanjutnya harus tunduk pada persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
d) Untuk setiap jenis elemen pra-tegang Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 set semua
detil gambar kerja, disiapkan secara khusus untuk Kontrak, kepada Direksi Pekerjaan
untuk peninjauan ulang. Setelah peninjauan ulang, 3 set harus diserahkan kepada

ST - X - 23
Direksi Pekerjaan, untuk digunakan selama pelaksanaan. Detil gambar kerja harus
meliputi judul pekerjaan, nama struktur seperti ditunjukkan dalam Gambar, dan
nomor Kontrak. Penyedia Jasa tidak boleh mengecor setiap elemen yang akan dipra-
tegangkan sebelum peninjauan ulang detil gambar kerja terinci selesai.

7) Pengawasan

Penyedia Jasa harus menempatkan team khusus sesuai dengan metode pra-tegang yang
diusulkan untuk kepentingan Direksi Pekerjaan, bebas dari biaya, termasuk
sekurangkurangnya seorang ahli kepala, untuk menyediakan keahlian dan perintah yang
diperlukan selama operasi pra-tegang.

10.7.2 Bahan

1) Beton

Beton harus dibuat memenuhi ketentuan dalam Bab 6.1 (bab beton) sesuai dengan mutu
yang digunakan. Mutu beton untuk tiap jenis unit harus sebagaimana yang ditunjukkan
dalam Gambar.

2) Acuan

Acuan untuk unit pracetak harus memenuhi ketentuan dalam Sub bab 7.1 dan dengan
ketentuan tambahan dalam Sub Bab ini.
Acuan harus terbuat dari logam atau kayu yang dilapisi logam, atau kayu lapis yang kedap
air, dan harus cukup kuat sehingga tidak akan melendut melebihi batas-batas toleransi
selama pengecoran.
Penutup (seal) harus dipasang pada sambungan acuan untuk mencegah kehilangan pasta
semen.
Penumpulan acuan harus dilakukan pada semua sudut dan harus lurus dan sesuai dengan
bentuk dan garis yang tepat.
Pembentuk rongga harus dipasang dengan kencang dan harus dibungkus dengan pita
penutup berperekat sebagaimana yang diperlukan untuk mencegah masuknya adukan.

3) Grouting

Kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan, berdasarkan percobaan penyuntikan


(grouting), maka bahan penyuntikan harus terdiri dari semen portland biasa dan air.
Rasio air - semen haruslah serendah mungkin sesuai dengan sifat kelecakan (workability)
yang diperlukan tetapi tidak akan pernah melebihi 0,45.

Bahan tambah (aditif) dapat digunakan bilamana disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Bahanplasticizer yang umum diperdagangkan untuk penyuntikan (grouting) harus digunakan
sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya. Bahan ini tidak boleh mengandung chlorida,
nitrat, sulfat atau sulfida.

4) Baja Tulangan

Batang baja dan tulangan anyaman harus sesuai dengan Sub-bab 6.20. dari bab VI - beton)
Spesifikasi Teknik.

5) Baja Pra-tegang

a) Untaian kawat (strand) pra-tegang harus terdiri dari 7 kawat (wire) dengan kuat tarik
tinggi, bebas tegangan, relaksasi rendah dengan panjang menerus tanpa sambungan
atau kopel sesuai dengan AASHTO M203 - 90. Untaian kawat tersebut harus

ST - X - 24
mempunyai kekuatan leleh minimum sebesar 16.000 kg/cm2 dan kekuatan batas
minimum dari 19.000 kg/cm2.

b) Kawat (wire) pra-tegang harus terdiri dari kawat dengan kuat tarik tinggi dengan
panjang menerus tanpa sambungan atau kopel dan harus sesuai dengan AASHTO
M204 - 89.

c) Batang logam campuran dengan kuat tarik tinggi harus bebas tegangan kemudian
diregangkan secara dingin minimum sebesar 9.100 kg/cm2.

Setelah peregangan dingin, maka sifat fisiknya akan menjadi sebagai berikut :
• Kekuatan batas tarik minimum : 10.000 kg/cm2
• Kekuatan leleh minimum, diukur dengan perpanjangan 0,7% menurut
metode pembebanan tidak boleh kurang dari : 9.100 kg/cm2
• Modulus elastisitas minimum : 25.000.000 kg/cm2
• Pemuluran (elongation) min. setelah runtuh (rupture) dihitung rata-rata
terhadap 20 batang : 4 %.
• Toleransi diamater : + 0,76 mm
- 0,25 mm

i) Pemasokan

Kawat baja kaut tarik tinggi atau batang baja kuat tarik tinggi yang akan
digunakan dalam pekerjaan pra-tegang harus dipasok dalam gulungan
berdiameter cukup besar agar dapat mempertahankan sifat-sifat yang
disyaratkan dan akan tetap lurus bila dibuka dari gulungan tersebut.
Bahan harus dalam kondisi baik, tidak tertekuk atau bengkok.

Bahan tersebut harus bebas dari karat, kotoran, bahan lain yang lepas, minyak,
gemuk, cat, lumpur atau bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki tetapi
juga tidak licin karena digosok.

ii) Pemberian Tanda

Kabel harus disimpan dalam kelompok-kelompok menurut ukuran dan


panjangnya, diikat dan diberi label yang menunjukkan ukuran kabel dalam
gulungan.

iii) Penyimpanan

Bahan kabel, kawat, batang baja, jangkar, selongsong harus disimpan di bawah
atap yang kedap air, diletakkan terpisah dari permukan tanah dan harus
dilindungi dari setiap kemungkinan kerusakan.

6) Penjangkaran

Penjangkaran harus mampu menahan paling sedikit 95% kuat tarik minimum baja
prategang, dan harus memberikan penyebaran tegangan yang merata dalam beton pada
ujung kabel pra-tegang. Perlengkapan harus disediakan untuk perlindungan jangkar dari
korosi.

Perkakas penjangkaran untuk semua sistem pasca-penegangan (post-tension) akan


dipasang tepat tegak lurus terhadap semua arah sumbu kabel untuk pasca-penegangan.

ST - X - 25
Jangkar harus dilengkapi dengan selongsong atau penghubung yang cocok lainnya untuk
memungkinkan penyuntikan (grouting).

7) Selongsong

Selongsong yang disediakan untuk kabel pasca-penegangan harus dibentuk dengan bantuan
selongsong berusuk yang lentur atau selongsong logam bergelombang yang digalvanisasi,
dan harus cukup kaku untuk mempertahankan profil yang diinginkan antara titik-titik
penunjang selama pekerjaan penegangan. Ujung selongsong harus dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat memberikan gerak bebas pada ujung jangkar.
Sambungan antara ruas-ruas selongsong harus benar-benar merupakan sambungan logam
dan segera harus ditutup sampai rapat dengan menggunakan pita perekat tahan air untuk
mencegah kebocoran adukan.

Selongsong harus bebas dari belahan, retakan, dan sebagainya. Sambungan harus dibuat
dengan hati-hati dengan cara sedemikian hingga saling mengikat rapat dengan adukan.
Selongsong yang rusak harus dikeluarkan dari tempat kerja. Lubang udara harus disediakan
pada puncak dan pada tempat lainnya dimana diperlukan sedemikian hingga penyuntikan
adukan semen dapat mengisi semua rongga sepanjang seluruh panjang selongsong sampai
penuh.

8) Pekerjaan Lain-lain

Air yang digunakan untuk pembilasan selongsong harus mengandung baik kapur sirih
(kalsium oksida) maupun kapur tohor (kalsium hidro-oksida) dengan takaran 12 gram per
liter. Udara bertekanan, yang digunakan untuk meniup selongsong, harus bebas dari
minyak.

10.7.3 Pengujian

1) Umum

Kawat, untaian, rakitan jangkar dan batang untuk pekerjaan pra-tegang harus ditandai
dengan sejumlah nomor dan diberi label untuk keperluan identifikasi sebelum diangkut ke
tempat kerja.

Contoh yang diserahkan harus mewakili jumlah bahan yang akan disediakan dan untuk
kawat dan untaian harus mempunyai induk gulungan (master roll) yang sama. Contoh untuk
pengujian harus diserahkan pada waktunya sehingga hasilnya dapat diterima dengan baik
sebelum waktu pekerjaan penegangan yang dijadwalkan.

2) Untaian (Strand) Untuk Penegangan Sebelum Pengecoran (P re-tension)

Contoh dengan panjang sekurang-kurangnya 2,5 meter harus diserahkan, yaitu contoh yang
diambil dari setiap gulungan.

3) Untaian (Strand) , Kawat atau Batang Untuk Penegangan Setelah Pengecoran


(P ost Ten-sion)

1,5 meter, terdiri dari jumlah kawat yang sama sebagaimana kabel yang akan disediakan,
harus diserahkan.

• Untaian (strand) dilengkapi : sebuah untaian dengan


dengan penyetelan panjang 1,5 meter antara
ujung-ujung penyetelan,
harus diserahkan

ST - X - 26
• Batang dilengkapi dengan : sebuah batang dengan
ujung berulir panjang 1,5 meter antara
ujung-ujung uliran, harus
diserahkan

4) Rakitan Jangkar

Bilamana rakitan jangkar tidak disertakan dalam contoh penulangan, maka dua rakitan harus
diserahkan, lengkap dengan pelat distribusi, untuk setiap jenis dan ukuran yang akan
digunakan.

5) Penerimaan Sebelumnya

Bilamana sistim pra-tegang yang akan digunakan telah diuji sebelumnya dan disetujui oleh
Pemilik atau instansi lain yang dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan, maka contoh tidak
perlu diserahkan asalkan tidak terdapat perubahan dalam bahan, rancangan atau rincian
yang sebelumnya telah disetujui.

10.7.4 Pelaksanaan Unit-unit

1) Umum

a) Tempat Pencetakan
Lokasi setiap tempat pencetakan harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

b) Acuan
Unit Acuan
Pipa acuan untuk membentuk lubang melintang dalam pekerjaan akhir atau perkakas
cetak lainnya yang akan membatasi regangan memanjang dalam elemen acuan harus
dilepas sesegera mungkin setelah pengecoran beton sedemikian rupa sehingga
pergerakan akibat penyusutan atau perubahan temperatur beton dapat dikendalikan.

Bilamana diperlukan rongga dalam beton, maka pembentuk rongga beton harus
terpasang kaku dengan cara yang sedemikian hingga tidak terjadi pergeseran yang
cukup besar dalam segala arah selama pelaksanaan pengecoran.

c) Perlengkapan Pra-tegang
Perlengkapan penarik kabel harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum digunakan
dan harus dikalibrasi sebagai unit yang lengkap oleh suatu laboratorium yang disetujui
setiap enam bulan (atau lebih sering jika diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan) agar
memberikan korelasi antara gaya yang diberikan pada kabel dan bacaan yang
ditunjukkan oleh alat ukur tekanan. Perlengkapan penarikan kabel harus disediakan
paling sedikit 2 alat pengukur tekanan dengan permukaan diameter tidak kurang dari
150 mm, satu untuk membaca lendutan akibat penegangan dan yang satunya untuk
membaca pembebanan selama operasi penegangan akhir. Alat pengukur tekanan
harus akurat sampai ketelitian 1 % kapasitas penuh. Sertifikat kalibrasi harus
disimpan di kantor kerja pada tempat pengecoran dan disediakan untuk Direksi
Pekerjaan atas permintannya.

d) Perakitan Kabel Pra-tegang


Kabel pra-tegang harus dirakit sesuai dengan petunjuk yang diikutsertakan dalam
sertifikat persetujuan pabrik.

Sebelum perakitan, maka permukaan baja pra-tegang harus diperiksa terhadap


korosi. Karat lepas harus dibuang dengan tangan, yaitu dengan lap kain guni atau wol

ST - X - 27
baja halus dan setiap jenis minyak harus dibersihkan dengan menggunakan deterjen.
Suatu lapisan karat yang tipis tidak dianggap merusak asalkan baja tersebut tidak
nampak keropos setelah dibersihkan dari karat.

Baja yang sangat berkarat atau baja yang keropos harus ditolak dan dikeluarkan dari
tempat kerja. Benda asing yang melekat pada baja harus dihilangkan setelah pra-
tegang atau sebelum penempatan dalam selongsong. Bilamana baja prategang untuk
pekerjaan penegangan sebelum pengecoran (pre-tension) dipasang sebelum
pengecoran pada unit tersebut, atau bilamana tidak disuntik dalam waktu 10 hari
sejak pemasangan, maka baja tersebut harus mengikuti ketentuan di atas untuk
perlindungan terhadap korosi dan ditolak jika berkarat. Dalam hal ini, bahan
penghambat korosi harus digunakan dalam selongsong setelah pemasangan kabel.

Jangkar harus dirakit dengan kabel dengan cara sedemikian sehingga dapat
mencegah setiap pergeseran posisi, baik selama pemasangan maupun pengecoran.

e) Selimut Beton
Jika tidak ditentukan lain, maka selimut beton tidak boleh kurang dari 2 kali diameter
kabel atau 3 cm, diambil yang lebih besar. Selimut beton tersebut harus ditambah 1,5
cm untuk beton yang kontak langsung dengan permukaan tanah atau 3,0 cm untuk
elemen beton yang dipasang dalam air asin.

f) Pengecoran Beton
Penyedia Jasa harus memberitahu Direksi Pekerjaan paling tidak 24 jam sebelum
permulaan operasi pengecoran beton yang dijadwalkan agar Direksi Pekerjaan dapat
memeriksa persiapan pekerjaan tersebut.

Beton tidak boleh dicor sampai Direksi Pekerjaan telah memeriksa dan menyetujui
pemasangan baja tulangan, selongsong, jangkar, dan baja pra-tegang.
Selongsong yang retak atau robek harus diganti.

Pengecoran harus sesuai dengan ketentuan dalam (bab –VI beton) dari Spesifikasi
Teknik. Beton harus digetar dengan hati-hati untuk menghindari pergeseran kabel,
kawat, selongsong, atau baja tulangan. Untuk bagian yang lebih dalam dan tipis,
penggetar luar yang ditempelkan pada acuan dapat dilaksanakan untuk menambah
getaran di bagian dalam. Baik sebelum pengecoran maupun segera sesudah
pengecoran beton, maka Penyedia Jasa harus dapat menunjukkan bahwa semua
selongsong tidak rusak hingga dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.

g) Perawatan
Perawatan dengan uap air dapat digunakan sesuai dengan yang disyaratkan dalam
(bab – VI beton).

2) Pra-penegangan (Pre-stressing)

a) Umum

Tidak ada penegangan yang boleh dilaksanakan tanpa persetujuan dari Direksi
Pekerjaan. Operasi penegangan harus dilaksanakan di bawah pengawasan dari
seorang ahli yang disediakan oleh pabrik dari peralatan akan digunakan, oleh suatu
tim sangat berpengalaman dalam menggunakan peralatan tersebut dan disaksikan
oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya.

ST - X - 28
b) Penegangan Kabel

i) Keselamatan Kerja

Selama proses penarikan kabel tidak diperbolehkan seorangpun berdiri di muka


dongkrak.

Pengukuran atau kegiatan lainnya harus dilaksanakan dari samping dongkrak


atau tempat lainnya yang cukup aman. Sesaat sebelum penarikan kabel, tanda-
tanda yang cukup jelas harus terpasang pada kedua ujung unit tersebut untuk
memperingatkan orang agar tidak mendekati tempat tersebut.

ii) Peralatan

Sebelum pekerjaan penegangan, peralatan harus diperiksa, dikalibrasi atau


diuji, sebagaimana dipandang perlu oleh Direksi Pekerjaan. Dynamometer dan
alat ukur lainnya harus mempunyai toleransi sampai 2 %.
Alat pengukur tekanan harus disesuaikan dengan petunjuk pabrik pembuatnya.
Alat pengukur tekanan ini juga harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak
akan rusak bila terjadi penurunan tegangan secara mendadak.

Untuk maksud pencatatan, jika dipandang perlu,dapat dipasang lebih dari satu
alat pengukur tekanan.

c) Data-data Yang Harus Dicatat

i) Umum

Baik untuk Penegangan Sebelum Pengecoran (Pre-Tension) maupun


Penegangan Setelah Pengecoran (Post-Tension), harus dilakukan pencatatan
data-data berikut ini :

• Nama dan nomor pekerjaan


• Nomor balok/gelagar
• Tanggal selesainya pengecoran
• Tanggal diberikannya gaya pra-tegang

ii) Kabel Untuk Penegangan Sebelum Pengecoran (Pre-Tension)

Data-data berikut ini harus dicatat :

• Pabrik pembuatnya, toleransi dan nomor dynamometer, alat pengukur,


pompa dan dongkrak.
• Besarnya gaya yang dicatat oleh dynamometer.
• Tekanan pompa atau dongkrak dan luas piston.
• Pemuluran terakhir segera setelah penjangkaran.

iii) Kabel Untuk Penegangan Setelah Pengecoran (Post-Tension)

Data-data berikut ini harus dicatat :

• pengukur, pompa dan dongkrak.


• Identifikasi kabel.
• Gaya awal pada saat penegangan awal.
• Gaya akhir dan pemuluran pada saat penegangan akhir.
• Gaya dan pemulura pada selang waktu tertentu jika dan bilamana

ST - X - 29
• diminta oleh Direksi Pekerjaan.
• Pemuluran setelah dongkrak dilepas.

Salinan catatan tersebut harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan dalam


waktu 24 jam setelah setiap operasi penegangan.

10.7.5 Metode Penegangan Sebelum Pengecoran (Pre-Tension)

1) Landasan Gaya Pra-tegang

Landasan untuk mendukung gaya pra-tegang selama operasi pra-tegang harus dirancang
dan dibuat untuk menahan gaya-gaya yang timbul selama operasi pra-tegang. Landasan
harus dibuat sedemikian rupa sehingga bila terjadi slip pada jangkar tidak menyebabkan
kerusakan pada landasan.

Landasan harus cukup kuat sehingga tidak terjadi lendutan atau kerusakan akibat beban
terpusat atau beban mati dari unit-unit yang ditunjang.

2) Penempatan Kabel

Kabel harus ditempatkan sesuai dengan yang ditunjukkan dalam Gambar, dan harus
dipasang sedemikian hingga tidak bergeser selama pengecoran beton. Pada penempatan
kabel, perhatian khusus harus diberikan agar kabel tidak menyentuh acuan yang telah
diminyaki. Bilamana terlihat tanda-tanda minyak pada kabel, maka kabel harus segera
dibersihkan dengan menggunakan kain yang dibasahi minyak tanah atau bahan yang cocok
lainnya.

Bilamana memungkinkan, penegangan kabel hendaknya dilaksanakan sebelum acuan


diminyaki. Jangkar harus diletakkan pada posisi yang dikehendaki dan tidak bergeser selama
pengecoran beton.

3) Besarnya Gaya Penegangan Yang Dikehendaki

Kecuali ditentukan lain dalam Gambar, gaya penegangan yang diperlukan adalah sisa gaya
kabel pada tengah-tengah setiap unit segera setelah semua kabel dijangkar pada abutment
dari landasan dan berada dalam posisi lendutan akhir. Perbedaan gaya penegangan adalah
5 persen dari gaya yang diperlukan. Besar gaya penegangan yang diberikan harus dapat
sudah termasuk pengurangan gaya akibat slip pada perkakas jangkar, masuknya baji
(wedge draw-in) dan kehilangan akibat gesekan (friction losses).

Cara penarikan kabel termasuk pemasangan dan penempatan setiap garis lengkung kabel,
perhitungan yang menunjukkan gaya-gaya pada jangkar dan setiap titik lendutan, dan
perkiraan kehilangan gaya akibat gesekan, harus diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk
mendapat persetujuan sebelum dimulainya pembuatan elemen-elemen.

Penyedia Jasa harus melaksanakan percobaan operasi penegangan untuk memperoleh


besarnya tahanan geser yang diberikan alat pelengkung (hold down) dan juga memastikan
bahwa masuknya baji yang disebutkan masih konsisten dengan jenis dongkrak dan teknik
yang diusulkan.

Kabel harus dilengkungkan bilamana ditunjukkan dalam Gambar, dengan perkakas yang
cukup kuat untuk memegang kabel dalam posisi yang sesuai, terutama selama pengecoran
dan operasi penggetaran. Kecuali disebutkan lain oleh Direksi Pekerjaan, maka alat
pelengkung (hold down) harus diletakkan memanjang dalam 200 mm dan vertical dalam 5
mm dari lokasi yang ditunjukkan dalam Gambar.

ST - X - 30
Alat pelengkung (hold down) harus dirancang sedemikian hingga pelengkung (deflectors)
yang dalam keadaan kontak langsung dengan untaian (strand) berdiameter tidak kurang
dari diameter kabel atau 15 mm, mana yang lebih besar. Pelengkung (deflectors) harus
dibuat dari bahan yang tidak lebih keras dari baja mutu 36 sesuai dengan ketentuan dari
AASHTO M183.

Penyedia Jasa harus menyerahkan perhitungan yang menunjukkan bahwa alat pelengkung
telah dirancang dan dibuat untuk menahan beban terpusat yang diakibatkan dari gaya
prategang yang diberikan.

Cara penarikan kabel harus dapat menjamin bahwa gaya yang diperlukan dihasilkan dari
semua kabel di tengah-tengah bentang setiap unit, terutama bilamana lebih dari satu kabel
atau satu unit ditarik dalam suatu operasi penarikan.

Beton tidak boleh dicor lebih dari 12 jam setelah peraikan kabel. Bilamana waktu ini
dilampaui, maka Penyedia Jasa harus memeriksa apakah kebutuhan gaya tarik kabel masih
dipertahankan. Bilamana penegangan ulang diperlukan, maka perpanjangan kabel yang
terjadi harus ditahan dengan menggunakan pelat pengunci (shims) tanpa mengganggu baji
yang telah tertanam.

Pengukuran pemuluran, hanya boleh dilaksanakan setelah Direksi Pekerjaan memeriksa


perhitungan dan menentukan bahwa sistem tersebut telah memenuhi ketentuan. Bacaan
alat pengukur tekanan dari dongkrak harus digunakan sebagai pembanding penguluran.
Bilamana bacaan tekanan dongkrak dan pengukuran pemuluran berbeda lebih dari 3 %,
Direksi Pekerjaan harus diberitahu sebelum pengecoran dimulai, dan jika dipandang perlu,
kabel harus diuji ulang dan peralatan dikalibrasi ulang sebagaimana diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan.

4) Prosedur Pra-tegang

Operasi penarikan kabel harus dikerjakan oleh tenaga yang terlatih dan berpengalaman di
bidangnya.

Gaya pra-tegang harus diberikan dan dilepas secara bertahap dan merata.

Untuk menghilangkan kekenduran dan menaikkan kabel dari lantai landasan, maka gaya 100
kg atau sebesar yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan harus diberikan pada kabel. Gaya awal
harus diberikan untuk menghitung pemuluran yang diperlukan.

Kabel harus ditandai untuk pengukuran pemuluran setelah tegangan awal diberikan. ilamana
diperlukan oleh Direksi Pekerjaan, maka kabel harus ditandai pada kedua ujungnya, ujung
yang ditarik dan ujung yang mati serta pada kopel (bila digunakan),
sedemikian hingga slip dan masuknya kabel (draw-in) dapat diukur.

Bilamana terjadi slip pada salah satu kelompok kabel yang ditarik secara bersama-sama,
maka tegangan pada seluruh kabel harus dikendorkan, kabel-kabel diatur lagi dan kelompok
kabel tersebut ditarik kembali. Sebagai alternatif, jika kabel yang slip tidak lebih dari dua,
penarikan kelompok kabel dapat diteruskan sampai selesai dan kabel yang kendor ditarik
kemudian.

Gaya pra-tegang harus dipindahkan dari dongkrak penarik ke abutment landasan prategang
segera setelah gaya yang diperlukan (atau pemuluran) dalam kabel telah tercapai, dan
tekanan dongkrak harus dilepas sebelum setiap operasi berikutnya dimulai.

ST - X - 31
Bilamana untaian (strand) yang dilengkungkan disyaratkan, maka Direksi Pekerjaan dapat
memerintahkan pengukuran pemuluran atau regangan pada berbagai posisi sepanjang kabel
untuk menentukan gaya pada kabel pada masing-masing posisi.

5) Pemindahan Gaya Pra-tegang

a) Persetujuan

Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan usulan terinci cara
pemindahan gaya pra-tegang untuk mendapat persetujuan sebelum pemindahan gaya
dimulai.
b) Ketentuan Kekuatan Beton

Tidak ada kabel yang dilepas sebelum beton mencapai kuat tekan yang lebih besar
dari 85 % kuat tekan beton berumur 28 hari yang disyaratkan dalam Gambar dan
didukung dengan pengujian benda uji standar yang dibuat dan dirawat sesuai dengan
unit-unit yang dicor.

Bilamana, setelah 28 hari, kuat tekan beton gagal mencapai kekuatan minimum yang
disyaratkan, maka kabel segera dilepaskan dan unit beton tersebut harus ditolak.

c) Prosedur

Semua kabel harus diperiksa sebelum dilepas untuk memastikan bahwa tidak terdapat
kabel yang kendur. Bilamana terdapat kabel yang kendur, maka Penyedia Jasa harus
segera memberitahu Direksi Pekerjaan sehingga Direksi Pekerjaan dapat memeriksa
unit tersebut dan menentukan apakah unit tersebut dapat dipakai terus atau harus
diganti.

Semua kabel harus diberi tanda pada kedua ujung balok pratekan, agar dapat
dilakukan pencatatan bilamana terjadi slip atau masuknya kabel (draw-in).

Pelepasan kabel harus secara berangsur-angsur dan tidak boleh terhenti pada waktu
pelepasannya.

Dengan persetujuan dari Direksi Pekerjaan, pelepasan kabel dapat dilakukan dengan
pemanasan, asalkan ketentuan berikut ini dilaksanakan :

i) Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan rincian cara


pemindahan gaya pra-tegang termasuk panjang kabel bebas di antara unit-unit,
panjang kabel bebas pada kedua ujung landasan, tempat-tempat dimana kabel akan
diberikan pemanasan, rencana pemotongan kabel dan pelepasan alat untuk kabel
yang dilengkungkan, cara pemanasan kabel dan peralatan yang diusulakan untuk
digunakan.

ii) Pemanasan harus dilaksanakan merata pada seluruh panjang kabel dalam waktu
yang cukup untuk menjamin bahwa seluruh kabel telah regang (relax) sepenuhnya
sebelum dilakukan pemotongan. Beton tidak boleh dipanaskan secara berlebihan,
dan pemanasan tidak boleh dilakukan langsung pada setiap bagian kabel yang
berjarak kurang dari 10 cm dari permukaan beton unit tersebut.

iii) Direksi Pekerjaan harus hadir dalam setiap pelepasan kabel dengan pemanasan.
Setelah gaya pra-tegang telah dipindahkan pada unit-unit, kabel-kabel antara unit-
unit harus bekerja baik sepanjang garis dari titik pelepasan.

ST - X - 32
Setelah gaya pra-tegang dipindahkan seluruhnya pada beton, kelebihan panjang
kabel harus dipotong sampai ujung permukaan unit dengan pemotong mekanis.
Setiap upaya harus dilakukan untuk mencegah kerusakan pada beton.

6) Masuknya (Draw -in) Kabel Yang Diijinkan

Masuknya kabel pada setiap kabel tidak boleh melampaui 3 mm pada setiap ujung, kecuali
disebutkan lain dalam Gambar.

Bilamana masuknya kabel melampaui toleransi maksimum maka pekerjaan tersebut harus
ditolak.

10.7.6 Metode Penegangan Setelah Pengecoran (Post-Tension)

1) Persetujuan

Kecuali disebutkan lain dalam Gambar, Penyedia Jasa dapat menentukan prosedur
prategang yang dikehendakinya, dimana prosedur dan rencana pelaksanaan tersebut harus
diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan sebelum setiap
pekerjaaan untuk unit penegangan setelah pengecoran dimulai.

2) Penempatan Jangkar

Setiap jangkar harus ditempatkan tegak lurus terhadap garis kerja gaya pra-tegang, dan
dipasang sedemikian hingga tidak akan bergeser selama pengecoran beton.

Bilamana ditentukan dalam Gambar bahwa plat baja digunakan sebagai jangkar, maka
bidang permukaan beton yang kontak langsung dengan plat baja tersebut harus rata, daktil
(ducktile) dan diletakkan tegak lurus terhadap arah gaya pra-tegang. Jangkar pelat baja
dapat ditanam pada adukan semen sebagaimana yang disetujui atau diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan.

Sesudah pekerjaan pra-tegang dan penyuntikan selesai, jangkar harus ditutup dengan beton
dengan tebal paling sedikit 3 cm.

3) Penempatan Kabel

Lubang jangkar harus ditutup untuk menjamin bahwa tidak terdapat adukan semen atau
bahan lainnya masuk ke dalam lubang selama pengecoran.

Segera sebelum penarikan kabel, Penyedia Jasa harus menunjukkan bahwa semua kabel
bebas bergerak antara titik-titik penjangkaran dan elemen-elemen tersebut bebas untuk
menampung pergerakan horisontal dan vertikal sehubungan dengan gaya pra-tegang yang
diberikan.

4) Kekuatan Beton Yang Diperlukan

Gaya pra-tegang belum boleh diberikan pada beton sebelum mencapai kekuatan beton yang
diperlukan seperti yang disyaratkan dalam Gambar, dan tidak boleh kurang dari 14 hari
setelah pengecoran jika perawatan dengan pembasahan digunakan, atau kurang dari 2 hari
setelah pengecoran jika perawatan dengan uap digunakan.

Bilamana unit-unit terdiri dari elemen-elemen yang disambung, kekuatan yang dipindahkan
ke bahan sambungan paling sedikit harus sama dengan kekuatan yang dipindahkan pada
unit beton.

ST - X - 33
5) Besarnya Gaya Pra-tegang Yang Diperlukan

Pengukuran gaya pra-tegang yang dilakukan dengan cara langsung mengukur tekanan
dongkrak atau tidak langsung dengan mengukur pemuluran. Kecuali disebutkan lain dalam
Gambar, Direksi Pekerjaan akan menentukan prosedur yang diambil setelah pengamatan
kondisi dan ketelitian yang dapat dicapai oleh kedua prosedur tersebut.

Direksi Pekerjaan akan menentukan perkiraan pemuluran dan tekanan dongkrak.

Penyedia Jasa harus menetapkan titik duga untuk mengukur perpanjangan dan tekanan
dongkrak samapai dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan.

Penyedia Jasa harus menambahkan gaya pra-tegang yang diperlukan untuk mengatasi
kehilangan gaya akibat gesekan dan penjangkaran. Besar gaya total dan perpanjangan yang
dihitung harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan sebelum penegangan dimulai.

Segera setelah penjangkaran, maka tegangan dalam kabel pra-tegang tidak boleh
melampaui 70 % dari beban yang ditetapkan. Selama penegangan, maka nilai tersebut tidak
boleh melampaui 80 %.

Kabel harus ditegangkan secara bertahap dengan kecepatan yang tetap. Gaya dalam kabel
harus diperoleh dari pembacaan pada dua buah arloji atau alat pengukur tekanan yang
menyatu dengan peralatan tersebut. Perpanjangan kabel dalam gaya total yang disetujui
tidak boleh melampaui 5 % dari perhitungan perpanjangan yang disetujui. Bilamana
perpanjangan yang diperlukan tidak dapat dicapai maka gaya dongkrak dapat ditingkatkan
sampai 75 % dan beban yang ditetapkan untuk kabel. Bilamana perbedaan pemuluran
antara yang diukur dengan yang dihitung, lebih dari 5 %, maka tidak perlu dilakukan
penarikan lebih lanjut sampai perhitungan dan peralatan tersebut diperiksa.

Penegangan harus dari salah satu ujung, kecuali disebutkan lain dalam Gambar atau
disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Bilamana penegangan pada kabel dilakukan dengan pendongkrakan pada kedua ujungnya,
maka tarikan ke dalam (pull-in) pada ujung yang jauh dari dongkrak harus diukur dengan
akurat dengan memperhitungkan kehilangan gaya untuk perpanjangan yang diukur pada
ujung dongkrak.

Bilamana pekerjaan pra-tegang telah dilakukan sampai diterima oleh Direksi Pekerjaan,
maka kabel harus dijangkarkan. Tekanan dongkrak kemudian harus dilepas dengan
sedemikian rupa sehingga dapat menghindari goncangan terhadap jangkar atau kabel
tersebut.

Bilamana tarikan ke dalam (pull-in) kabel pada penjangkaran akhir lebih besar dari yang
disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka beban harus dilepas secara bertahap dengan
kecepatan tetap dan penarikan kabel dapat diulangi.

6) Prosedur Penarikan Kabel

a) Umum

Semua pekerjaan penarikan kabel harus dihadiri oleh Direksi Pekerjaan atau wakilnya.

Pelepasan dongkrak harus bertahap dan menerus. Penarikan kabel harus sesuai
dengan urutan yang telah ditentukan dalam Gambar. Pemberian gaya pra-tegang
sebagian (partially prestressed) hanya boleh diberikan bilamana ditunjukkan dalam
Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan. Pemberian gaya prategang yang
melampaui gaya maksimum yang telah dirancang untuk mengurangi gesekan dapat

ST - X - 34
diijinkan asal sepengetahuan dan sesuai dengan petunjuk Direksi Pekerjaan, untuk
mengatasi penurunan gaya yang diperlukan. Dalam keadaan apapun, perhatian
khusus harus diberikan agar kabel tidak ditarik melebihi 85 % dari kekuatan
maksimumnya, dan dongkrak tidak dipaksa sampai melebihi batas kapasitas
maksimumnya.

Sebelum penegangan, kabel harus dibersihkan dengan cara meniupkan udara


bertekanan ke dalam selongsong. Jangkar juga harus dalam keadaan bersih.
Bagian kabel yang menonjol harus dibersihkan dari bahan-bahan yang tidak
dikehendaki, karat/korosi, sisa-sisa adukan semen, gemuk, minyak atau kotoran debu
lainnya yang dapat mempengaruhi perlekatannya dengan pekerjaan penjangkaran.
Kabel dicoba untuk ditarik keluar dan masuk ke dalam selongsong agar dapat
kelengketan akibat kebocoran selongsong dapat segera diketahui dan diambil
langkah-langkah seperlunya.

Gaya tarik pendahuluan, untuk menegangkan kabel dari posisi lepasnya, harus diatur
agar besarnya cukup akan tetapi tidak mengganggu besarnya gaya yang diperlukan
yang akan digunakan untuk setiap prosedur.

Setelah kabel ditegangkan, kedua ujungnya diberi tanda untuk memulai pengukuran
pemuluran. Bilamana Direksi Pekerjaan menghendaki untuk menentukan kesalahan
pembacaan pemuluran (zero error in measuring elongation) selama proses
penegangan, data bacaan dynamometer dan pengukuran pemuluran harus dicatat
dan dibuat grafiknya untuk setiap tahap penegangan.

Bilamana slip terjadi pada satu kabel atau lebih dari sekelompok kabel, Direksi
Pekerjaan dapat mengijinkan untuk menaikkan pemuluran kabel yang belum
ditegangkan asalkan gaya yang diberikan tidak akan melebihi 85 % kekuatan
maksimumnya.

Bilamana kabel slip atau putus, yang mengakibatkan batas toleransi yang diijinkan
dilampaui, kabel tersebut harus dilepas, atau diganti jika perlu, sebelum ditarik ulang.

b) Penarikan Kabel Dengan 2 Dongkrak

Umumnya operasi pra-tegang harus dilaksanakan dengan dongkrak pada setiap ujung
secara bersama-sama. Setiap usaha yang dilakukan untuk mencatat semua gaya pada
setiap dongkrak selama operasi penarikan kabel harus diteruskan sampai gaya yang
diperlukan pada dongkrak tercapai atau sampai jumlah pemuluran sama dengan
jumlah pemuluran yang diperlukan.

Penegangan pada salah satu ujung harus dilakukan untuk menentukan kehilangan
gesekan (friction loss), jika diperintahkan oleh Direksi Pekejaan. Kedua dongkrak
dihubungkan pada kedua ujung dari setiap kabel. Salah satu dongkrak diberikan
perpanjangan paling tidak 2,5 cm sebelum dongkrak lainnya dihubungkan.
Kabel yang masih kendor harus dikencangkan, dan kabel yang pertama- tama
ditegangkan adalah pada dongkrak yang tidak diberi perpanjangan (disebut leading
jack).

Dongkrak yang tidak diberi gaya (disebut trailing jack) harus dipasang sedemikian
hingga gaya yang dipindahkan pada ujung ini dapat dicatat.
Penegangan ujung ini harus dilanjutkan sampai pemuluran mendekati 75 % dari total
pemuluran yang diperkirakan pada ujung trailing jack. Penegangan kemudian
dilanjutkan dengan memberi gaya hanya pada trailing jack, sampai pada kedua
dongkrak tersebut tercatat gaya yang sama. Kedua dongkrak selanjutnya dikerjakan

ST - X - 35
dengan mempertahankan gaya yang sama pada kedua dongkrak, sampai mencapai
besar gaya yang dikehendaki.

c) Penegangan Dengan 1 Dongkrak

Bilamana ditunjukkan dalam Gambar bahwa kabel harus ditarik pada satu ujung
(biasanya bentang pendek), maka hanya satu dongkrak yang digunakan. Setelah
kabel ditegangkan, kedua ujung ditandai untuk mengukur pemuluran masuknya kabel
(draw-in).

7) Lubang Penyuntikan (Grouting Hole)

Lubang penyuntikan harus disediakan pada jangkar, pada titik atas dan bawah profil kabel
dan pada titk-titik lainnya yang cocok. Jumlah dan lokasi titik-titik ini harus disetujui oleh
Direksi Pekerjaan tetapi tidak boleh lebih dari 30 meter pada bagian dari panjang
selongsong. Lubang penyuntikan dan lubang pembuangan udara paling tidak harus
berdiameter 10 mm dan setiap lubang harus ditutup dengan katup atau perlengkapan
sejenis yang mampu menahan tekanan 10 kg/cm2 tanpa kehilangan air, suntikan atau
udara.

8) Penyuntikan dan Penyelesaian Akhir Setelah Pemberian Gaya Pra-tegang

Kabel harus disuntik dalam waktu 24 jam sesudah penarikan kabel selesai dilakukan kecuali
jika ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan.

Lubang penyuntikan harus diuji dengan diisi air bertekanan 8 kg/cm2 selama satu jam
sebelum penyuntikan. Selanjutnya selongsong harus dibersihkan dengan air dan udara
bertekanan.

Peralatan pencampur harus dapat menghasilkan adukan semen dengan kekentalan yang
homogen dan harus mampu memasok secara menerus pada peralatan penyuntikan.
Peralatan penyuntikan tersebut harus mampu beroperasi secara menerus dengan sedikit
variasi tekanan dan harus mempunyai sistim untuk mengalirkan kembali adukan bilamana
penyuntikan sedang tidak dijalankan. Udara bertekanan tidak boleh digunakan.
Peralatan tersebut harus mempunyai tekanan tetap yang tidak melebihi 8 kg/cm2. Semua
pipa yang disambungkan ke pompa penyuntikan harus mempunyai suatu lengkung
minimum, katup dan sambungan penyesuai antar diameter. Semua pengatur arus ke pompa
harus disetel dengan saringan 1,0 mm. Semua peralatan, terutama pipa, harus dicuci sampai
bersih dengan air bersih setelah setiap rangkaian operasi dan pada akhir operasi setiap hari.

Interval waktu antar pencucian tidak boleh melebihi dari 3 jam. Peralatan tersebut harus
mampu mempertahankan tekanan pada selongsong yang telah disuntik sampai penuh dan
harus dilengkapi dengan katup yang dapat terkunci tanpa kehilangan tekanan dalam
selongsong. Pertama-tama air dimasukkan ke dalam alat pencampur, kemudian semen.
Bilamana telah dicampur sampai merata, jika digunakan, maka aditif akan ditambahkan.
Pengadukan harus dilanjutkan sampai diperoleh suatu kekentalan yang merata. Rasio air -
semen pada campuran tidak akan melebihi 0,45 menurut takaran berat kecuali ditentukan
lain oleh Direksi Pekerjaan. Pencampuran tidak boleh dilakukan secara manual.

Penyuntikan harus dikerjakan dengan cukup lambat untuk menghindari timbulnya segregasi
adukan. Cara penyuntikan adukan harus sedemikian hingga dapat menjamin bahwa seluruh
selongsong terisi penuh dan penuh di sekeliling kabel. Grouting harus dapat mengalir dari
ujung bebas selongsong sampai kekentalannya ekivalen dengan grouting yang disuntikkan.
Lubang masuk harus ditutup dengan rapat. Setiap lubang grouting harus ditutup dengan
cara yang serupa secara berturut-turut dalam arah aliran. Setelah suatu jangka waktu yang

ST - X - 36
semestinya, maka penyuntikan selanjutnya harus dilaksanakan untuk mengisi setiap rongga
yang mungkin ada.

Setelah semua lubang ditutup, tekanan penyuntikan harus dipertahankan pada 8 kg/cm2
paling tidak selama satu menit.

Selongsong penyuntikan tidak boleh terpengaruh oleh goncangan atau getaran dalam waktu
1 hari setelah penyuntikan.

Tidak kurang dari 2 hari setelah penyuntikan, permukaan adukan dalam penyuntikan dan
lubang pembuangan udara harus diperiksa dan diperbaiki sebagaimana diperlukan.

Kabel tidak boleh dipotong dalam waktu 7 hari setelah penyuntikan. Ujung kabel harus
dipotong sedemikian rupa sehingga minimum terdapat selimut beton setebal 3 cm pada
ujung balok (end block).

10.7.7 Penanganan, Pengangkutan dan Penyimpanan Unit-unit Beton Pracetak

1) Pemberian Tanda Unit-unit Beton Pracetak

Segera setelah pembongkaran acuan samping dan melaksanakan perbaikan kecil, maka
unit-unit harus diberi tanda untuk memudahkan indentifikasi di kemudian hari. Cat tahan
cuaca harus digunakan dalam menandai unit-unit tersebut. Data yang ditandakan pada
semua unit harus mencakup nomor rujukan dan tanggal pengecoran. Malahan pelat
pracetak harus mempunyai data yang digoreskan pada permukaan atas segera setelah
pengecoran. Juga tiang pancang harus mempunyai tanda ukuran panjang yang jelas dan
permanen di sepanjang panjang tiang, dengan interval satu meter yang diukur dari ujung
tiang panjang.

2) Penanganan dan Pengangkutan

Perhatian khusus harus diberikan dalam penanganan dan pemindahan unit-unit beton
pracetak. Gelagar dan pelat pracetak harus diangkat dengan alat pengangkat atau melalui
lubang-lubang dibuat pada unit-unit tersebut, dan harus diangkut dalam posisi tegak.
Titik angkat, bentuk dan posisinya harus disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Penyangga dan
penggantung yang cocok harus digunakan setiap saat dan tidak boleh ada unit beton
pracetak yang akan digerakkan sampai sepenuhnya lepas dari permukaan tanah.
Unit-unit beton pracetak yang rusak akibat penyimpanan dan penanganan yang tidak
sebagaimana mestinya harus diganti oleh Penyedia Jasa dengan biaya sendiri.

Bilamana cara pengangkatan dan pengangkutan gelagar tidak disebutkan dalam Gambar,
maka Penyedia Jasa harus menyerahkan cara yang diusulkan kepada Direksi Pekerjaan.
Setelah disetujui oleh Direksi Pekerjaan, maka Penyedia Jasa harus mengikuti cara yang
telah disetujui.

3) Penyimpanan

Unit-unit harus ditempatkan bebas dari kontak langsung dengan permukaan tanah dan
ditempatkan pada penyangga kayu di atas tanah keras yang tidak akan turun baik musin
hujan maupun kemarau, akibat beban dari unit-unit tersebut. Bilamana unit-unit tersebut
disusun dalam lapisan-lapisan, maka tidak melebihi dari 3 lapisan dengan penyangga kayu
dipasang di antara tiap lapisan. Penyangga untuk setiap lapisan harus dipasang di atas
lapisan yang terdahulu. Untuk gelagar dan tiang pancang, penyangga harus dipasang pada
jarak tidak lebih dari 20 % dari ukuran panjang unit, yang diukur dari setiap ujung.

ST - X - 37
4) Baja Pra-tegang (Pre-stressing Steel)

Semua baja pra-tegang harus dilindungi dari kerusakan fisik dan karat atau akibat lain dari
korosi setiap saat dari pembuatan sampai penyuntikan. Baja pra-tegang yang telah
mengalami kerusakan fisik pada setiap saat harus ditolak. Baja pra-tegang harus dibungkus
dalam peti kemas atau bentuk pengiriman lainnya untuk melindungi baja tersebut dari
kerusakan fisik. Bahan pencegah korosi harus dimasukkan ke dalam kemasan atau bentuk
lainnya, atau bila diijinkan oleh Direksi Pekerjaan, dapat digunakan langsung pada baja pra-
tegang. Bahan pencegah korosi tidak boleh mempunyai pengaruh yang merusak pada baja
pra-tegang atau beton atau kekuatan ikat (bond strength) baja pada beton. Kemasan atau
bentuk lainnya yang rusak oleh berbagai sebab harus segera diganti atau diperbaiki hingga
mencapai kondisi semula. Kemasan atau bentuk lainnya harus ditandai dengan jelas dengan
suatu keterangan bahwa kemasan berisi baja pra-tegang berkekuatan tinggi, dan perhatian
khusus harus diberikan dalam penanganan, jenis macam dan jumlah bahan pencegah korosi
yang digunakan (termasuk tanggal sewaktu dimasukkan), petunjuk pengamanan dan
petunjuk penggunaan.

10.7.8 Pelaksanaan Balok Beton Pratekan Segmental

1) Uraian

Pekerjaan ini terdiri dari perakitan, penyambungan dan penegangan segmen-segmen


pracetak di lapangan. Unit-unit ini harus difabrikasi sesuai dengan ketentuan dalam Seksi ini.

2) Perakitan Segmen Pracetak

Penanganan unit-unit pracetak dalam pelaksanaan balok pracetak segmental selama operasi
pemasangan harus sesuai dengan ketentuan Pasal 10.7.7 dari Spesifikasi ini.

Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan detil rancangan acuan, metode
pemasangan dan perakitan untuk mendapat persetujuan paling sedikit 4 minggu sebelum
tanggal memulai perakitan segmen-segmen ini.

Segmen-segmen harus dirakit pada acuan atau pada penyangga di atas tanah lapang.
Penyedia Jasa harus merancang sistem penyangga untuk menyalurkan semua beban yang
mungkin terjadi, dan harus menyertakan perlengkapan untuk menyesuaikan posisi setiap
segmen selama perakitan.

Unit harus dirakit dengan ketidaktepatan alinyemen selongsong dan permukaan luar
seminimum mungkin serta harus berada dalam toleransi yang diberikan dalam Pasal
10.7.1.(4) dari Spesifikasi ini.

3) Sambungan Beton

Beton yang digunakan untuk sambungan dan diafragma yang terkait atau beton yang
dimasukkan lainnya untuk pelaksanaan penegangan setelah pengecoran (post-tension)
harus sesuai dengan ketentuan Bab – VI (pekerjaan beton) dari spesifikasi kecuali bilamana
dimodifikasi di bawah ini.
Kadar semen tidak kurang dari 450 kg atau tidak lebih dari 500 kg per meter kubik beton.

Kecuali ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, maka ukuran efektif maksimum harus 10 mm.

Sambungan beton harus mempunyai kekuatan yang sama dengan beton tersebut sebelum
diberi gaya pra-tegang seperti yang diuraikan dalam Pasal 10.7.6.(4) dari Spesifikasi ini.

ST - X - 38
Bahan untuk beton harus dipilih dengan teliti dan sesuai dengan proporsi rancangan
campuran untuk memperoleh beton sambungan dengan kekuatan yang disyaratkan dan
warna yang serupa dengan segmen-segmen tersebut. Bilamana diminta oleh Direksi
Pekerjaan maka Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh usulan sambungan beton yang
telah dirawat untuk membandingkan warna beton sambungan dan beton semula.

Sambungan beton antara segmen-segmen harus ditempatkan dalam cetakan yang


memenuhi bentuk, garis dan dimensi yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan ini.
Cetakan harus kaku, kedap air, diperkaku dan diikat bersama agar posisi dan bentuknya
selama pengecoran beton tidak berubah. Ketepatan cetakan terhadap segmen-segmen
harus sedemikian hingga diperoleh sambungan yang kedap air, tepat (pas) dengan
permukaan yang bersebelahan. Cetakan harus sedemikian hingga permukaan yang halus
dan rata dapat diperoleh.

Bilamana diperlukan, pembukaan sementara pada acuan harus dilakukan untuk


memudahkan pengecoran dan pemadatan beton yang memadai, terutama di sekeliling dan
di bawah selongsong dan jangkar.

Sambungan antara segmen-segmen harus diisi penuh dengan beton yang dipadatkan
dengan kuat tekan sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar. Permukaan yang akan
diisi beton harus dikasarkan sampai mencapai permukaan yang padat dan keras. Sebelum
pengecoran, permukaan tersebut harus dibersihkan dari semua kotoran dan bendabenda
asing lainnya.

Beton sambungan harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan dan setiap
beton sambungan yang dilaksanakan tanpa pengawasan Direksi Pekerjaan atau
dilaksanakan tidak memenuhi ketentuan harus dibongkar oleh Penyedia Jasa dan harus
dibuat lagi tanpa tambahan biaya.

Perhatian khusus harus diberikan selama pengecoran dan pemadatan beton agar setiap
kerusakan pada selongsong dapat dihindarkan. Alat penggetar tidak boleh bersentuhan
langsung dengan selongsosng. Bilamana selongsong rusak selama pengecoran, seluruh atau
sebagian pengecoran beton ini dapat ditolak oleh Direksi Pekerjaan.

Setelah pengecoran beton, permukaan atas dari sambungan harus diratakan sampai sama
dengan permukaan atas segmen-segmen yang bersebelahan dan harus ditutup agar
terhindar dari pengeringan dini. Beton sambungan harus dirawat dengan satu cara atau
lebih seperti yang diuraikan dalam (Bab – VI Pek. Beton tentang pengerjaan akhir) dari
Spesifikasi teknik selama minimum 7 hari.

4) Pengecoran Ceruk Jangkar

Pengecoran ceruk jangkar pada balok pratekan pracetak segmental harus dilaksanakan
sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar dan sesuai dengan ketentuan dalam
Spesifikasi ini.

5) Kerusakan Unit-unit

Bilamana setiap unit yang difabrikasi atau diterima oleh Direksi Pekerjaan, ternyata rusak
seperti retak, mengelupas atau deformasi pada baja tulangan, unit yang demikian harus
disisihkan sampai diperiksa oleh Direksi Pekerjaan, yang akan menentukan apakah unit
tersebut ditolak dan dikeluarkan dari lapangan pekerjaan atau diperbaiki oleh Penyedia Jasa.

Biaya untuk perbaikan ini, atau penyingkiran atas unit-unit yang ditolak, dan semua biaya
untuk mengganti unit-unit ini di lapangan harus menjadi beban Penyedia Jasa.

ST - X - 39
10.7.9 Pemasangan Unit-unit Beton Pratekan

1) Penerimaan Unit-unit

Bilamana unit-unit difabrikasi di luar tempat kerja, maka Penyedia Jasa harus memeriksa
mutu dan kondisi pada saat barang tiba di tempat dan harus segera melapor secara tertulis
kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap cacat atau kerusakan. Penyedia Jasa
bertanggungjawab atas semua kerusakan yang terjadi pada unit-unit setelah barang tiba di
tempat.

2) Tumpuan untuk Unit-unit

a) Unit-unit Yang Diletakkan di atas Landasan Neoprene atau Elastomer

Bilamana unit-unit akan diletakkan di atas perletakan neoprene atau elastomer, maka
bantalan tersebut harus diletakkan sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar dan
harus ditahan pada posisinya dengan merekatkan permukaan beton yang berkontak
langsung dengan perletakan, menggunakan bahan perekat yang disetujui untuk
mencegah pergeseran perletakan selama pemasangan unit-unit.

b) Unit-unit Yang Ditanamkan Pada Adukan Semen

Bilamana Gambar menunjukkan bahwa unit-unit harus ditanamkan pada adukan


semen, maka suatu lajur adukan semen harus disiapkan di atas struktur bagian
bawah jembatan segera sebelum pemasangan unit-unit beton pratekan. Adukan
semen harus dibuat dengan campuran 1 semen Portland dan 3 pasir ditambah
dengan bahan aditif yang disetujui, ditempatkan dengan lebar yang ditunjukkan
dalam Gambar dan tebal sekitar 10 mm, sehingga membentuk lajur tumpuan yang
rata. Unit-unit beton pratekan harus diletakkan pada bangunan bawah jembatan yang
telah disiapkan dalam posisi yang ditunjukkan dalam gambar. Setiap kelebihan
adukan semen harus dibuang.

3) Pengaturan Posisi Unit-unit

Semua baut yang tertanam dan lubang untuk tulangan melintang, dan sebagainya harus
diluruskan dengan hati-hati selama pemasangan unit-unit tersebut. Batang baja harus
dipasang pada lubang untuk tulangan melintang sewaktu perakitan berlangsung, agar dapat
menjamin penempatan lubang dengan tepat.

10.7.10 Pengukuran dan Pembayaran

1) Cara Pengukuran

a) Unit Beton Pratekan Pracetak

Kuantitas yang diukur untuk pembayaran, harus merupakan jumlah aktual unit-unit
beton struktur pracetak pratekan, kecuali tiang pancang, dari berbagai jenis dan
ukuran yang dipasang di tempat, selesai dikerjakan dan diterima. Setiap unit harus
mencakup beton, baja tulangan, acuan dan baja pra-tegang bersama dengan
selongsong, jangkar, pelat, mur, alat pengangkat, dan bahan-bahan lain yang
terdapat di dalamnya atau disertakan pada unit-unit tersebut. Fabrikasi dan
pemancangan tiang pancang harus diukur terpisah.

ST - X - 40
b) Pekerjaan Cor Langsung Di Tempat Dengan Penegangan Setelah Pengecoran
(Post-tension)

Beton harus diukur sesuai dengan (Bab – VI pek, beton) dan baja tulangan harus
diukur sesuai dengan (Bab – VI pek.beton -baja tulangan) serta baja pra-tegang
harus diukur sebagai berat baja pra-tegang teoritis dalam kilogram yang ditunjukkan
dalam Gambar. Pengukuran ini harus diambil sebagai berat dari untaian (strand) atau
batang (bar) yang diukur antara tepi luar penjangkaran, dan tidak boleh mencakup
berat selongsong, jangkar, dan sebagainya.

c) Unit-unit yang Ditolak

Unit-unit yang telah ditolak karena beton tidak memenuhi ketentuan, rusak selama
penanganan, penyimpanan, pengangkutan atau pemasangan, atau untuk setiap
alasan lainnya tidak boleh diukur untuk pembayaran.

2) Pembayaran

a) Unit Beton Pratekan Pracetak

Kuantitas unit beton pratekan yang diterima, selesai dikerjakan dan di tempat, diukur
sebagaimana ditentukan di atas, harus dibayar dengan Harga Penawaran untuk Mata
Pembayaran yang terdaftar di bawah dan ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga. Harga dan pembayaran tersebut harus dianggap kompensasi penuh untuk
penyediaan dan pemasangan semua bahan termasuk beton, acuan, baja tulangan,
baja prategang, selongsong, jangkar, kopel, spiral, pembagi (spacers), penyangga
kabel pra-tegang, penarikan kabel, penyuntikan dan pekerjaan penyelesaian akhir,
dan semua penanganan, penyimpanan, penandaan, pengangkutan dan pemasangan
dari unit-unit, termasuk semua tenaga kerja, peralatan, perkakas, pengujian dan
semua biaya lainnya yang diperlukan atau biasa untuk penyelesaian yang
sebagaimana mestinya atas pekerjaan yang diuraikan dalam Seksi ini.

b) Beton Cor Di Tempat, Penegangan Setelah Pengecoran

Beton harus dibayar sesuai ketentuan pada (Bab VI Pek. Beton) dan Baja Tulangan
harus dibayar menurut ketentuan pada (Bab – VI Pek. Beton) dari Spesifikasi Teknik.
Untaian kawat (strand) atau batang pra-tegang, yang diukur seperti disyaratkan di
atas, harus dibayar dengan Harga Penawaran untuk Mata Pembayaran, per kilogram
di tempat, ditarik dan diterima.

Harga dan pembayaran tersebut harus dianggap kompensasi penuh untuk baja
prategang, selongsong, jangkar, kopel, spiral, penyangga untuk kabel pra-tegang,
penarikan kabel, penyuntikan dan pekerjaan penyelesaian akhir, termasuk semua
tenaga kerja, peralatan, perkakas, pengujian dan semua biaya lainnya yang
diperlukan atau biasa untuk penyelesaian yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan
yang diuraikan dalam Seksi ini.

Pembayaran unit pracetak Gelagar Tipe I bentang 36 meter dibuat berdasarkan


harga satuan per buah.

ST - X - 41
BAB XI

PEKERJAAN PIPA

11.1 Umum

11.1.1 Lingkup Pekerjaan

Penyedia Jasa harus menyuplai dan memasang semua pekerjaan pipa dan yang terkait dengan
pekerjaan sambungan dan kelengkapan untuk bangunan pelimpah dan pekerjaan saluran
drainase dan lainnya seperti terlihat dalam gambar atau sesuai dengan instruksi oleh Direksi.
Pekerjaan yang harus dilaksanakan agar termasuk, tapi tidak terbatas pada hal yang diperlukan
untuk disuplai dan dipasang sebagai berikut :

1. Pipa Polyvinyl Chloride (PVC) dan alat-alat penyambung yang tertanam dan pekerjaan pipa
yang terlihat untuk drainase dan system pengukuran rembesan.
2. Pipa PVC yang dapat dibelokkan untuk sistem drainase
3. Pipa PVC Perforated Drain

Semua pekerjaan pemasangan pipa harus dikoordinasi dengan pekerjaan konstruksi lain yang
sedang berlangsung dan penyelesaian pekerjaan pada lokasi yang lain, sehingga semua
pekerjaan dapat dilaksanakan dengan satu instruksi dan sesuai dengan cara yang lazim.

Dalam kasus pekerjaan yang saling tindih, Direksi dapat secara langsung merubah peraturan
atau memindahkan tanpa melihat yang mana bagian pekerjaan yang harus dilaksanakan
pertama kali. Pemotongan atau membatalkan struktur harus dilaksanakan hanya dengan ijin
tertulis dari Direksi dan harus dilaksanakan dalam tiap cara tanpa melemahkan atau
menimbulkan efek lain pada kegunaan dari struktur.

11.1.2 Gambar dan Dokumen Yang Harus Disuplai oleh Penyedia Jasa

Sebelum adanya ijin untuk suplai dan pemasangan semua item pekerjaan pipa, Penyedia Jasa
harus menyerahkan pada Direksi untuk disetujui, semua detail dan dimensi konstruksi dan
gambar pemasangan dan memperlihatkan diagram dari fungsi, lokasi dan layout, metode
pemasangan. Juga semua detail lain yang relevan dengan pekerjaan pipa dan material yang
akan disuplai dan dipasang, sebaiknya dilampiri semua gambar pelaksanaan yang dibuat,
material, persyaratan komponen dan detail harga satuan untuk semua material yang disuplai
dan dipasang dalam hubungan untuk setiap sistem pekerjaan drainasi. Daftar kuantitas untuk
material harus lengkap sesuai untuk sistem identifikasi dan lokasi dan jumlah item yang
diperlukan, panjang, berat, nama pembuatnya, jumlah catalog, ukuran, penyelesaian dan
semua hal lain yang berhubungan data teknik yang penting untuk referensi dan persetujuan
oleh Direksi.

Detail gambar desain, persyaratan dan daftar kuantitas harus berdasar pada informasi yang
diberikan dalam gambar kontrak dan dalam persyaratan dan dengan persetujuan oleh Direksi,
agar sesuai dengan bagian dokumen kontrak.

Detail design, persyaratan, dan gambar harus diserahkan pada Direksi, sebelum ada ijin untuk
waktu pelaksanaan konstruksi sesuai dengan keperluan dalam batas waktu tambahan yang
dijinkan untuk melakukan modifikasi desain yang dibuat, jika dianggap penting dan sesuai
dengan instruksi Direksi.

ST - XI - 1
Menindak lanjuti gambar dan dokumen yang disetujui oleh Direksi, Penyedia Jasa agar
menyediakan Direksi dan Pengguna Jasa gambar konstruksi yang disetujui dalam bentuk
salinan, dokumentasi desain, dan persyaratan.

Penambahan jumlah copi dari dokumen gambar design dan data, gambar tambahan,
penambahan desain detail dan gambar pemasangan yang dipilih harus diajukan dan disediakan
oleh Penyedia Jasa dengan tidak ada penambahan biaya.

Setelah pemasangan lengkap, Penyedia Jasa agar menyerahkan pada Pengguna Jasa dan
Direksi cetakan hasil sesuai gambar konstruksi yang disetujui oleh Direksi sebaiknya dilampiri
copi hasil inspeksi dan rekaman test, rekamaan hasil foto dan negatif film yang semua gambar
desain yang disetujui dan gambar konstruksi.

11.1.3 Standar dan Satuan Pengukuran

Kecuali ditentukan lain pada bagian persyaratan disini atau instruksi lain atau persetujuan oleh
Direksi, standart pelaksanaan dan satuan pengukuran harus menggunakan standar ASTM dan
sistem technical metric pada pengukuran.

Standar nasional lain atau standar internasional mungkin dapat disetujui oleh Direksi untuk itu
yang sudah diakui dari lembaga yang sejenis pada standar yang disebutkan diatas dan
perhitungan yang disetujui dan persyaratan yang diperlukan dalam sistem metrik.

11.2 Material dan Penyambung

11.2.1 Umum

Semua material penyambungan dan kelengkapannya untuk pekerjaan pipa harus baru dan
tingkat dan kualitas yang terbaik untuk yang akan dipergunakan, dan semua komponen pabrik
harus standart produk komersial dari pabrik yang mempunyai reputasi yang baik.
Semua material pipa, katup, penyambung, dan kelengkapannya harus jenis yang sudah
disetujui Direksi dan jika tidak ada persetujuan khusus yang lain oleh Direksi semua material
dan bagian komponen dari semua sistem pekerjaan pipa harus sesuai dengan produk yang
sama dari pabrik.

Pada material yang ditampilkan dalam gambar, tapi tidak menutup kemungkinan standar atau
spesifikasi material yang special, Penyedia Jasa agar melengkapi tingkat kelas tertinggi yang
umum dari material atau barang sesuai dengan kepuasan Direksi. Pada Dua atau lebih pipa
penyambung atau komponen material yang sama atau tipe yang diperlukan itu harus
semudahnya untuk dilaksanakan, produk yang sesuai dari satu pabrik.

Semua pemilihan harus benar untuk dimensi, bebas dari keretakan, porosity, penyusutan yang
berlebihan dan kerusakan lain yang terjadi.

11.2.2 Pipa Polyvinyl-Chlorida

Pipa Polyvinyl Chlorida (PVC) dan penyambung harus sesuai dengan ASTM desain DEV 2729
atau DEV-3034 dan agar sesuai dengan keperluan ketebalan minimum berikut :

Diameter Tebal Minimun


50 mm 1.2 mm
100 mm 3.0 mm
150 mm 3.5 mm
200 mm 1.0 mm
250 mm 4.5 mm

ST - XI - 2
Material untuk pipa PVC harus bebas dari ketebalan yang bervariasi, retak, lubang, goresan
atau semua yang tidak sempuma.

11.3 Sambungan dan Penyambungan Dalam Pekerjaan Pipa

11.3.1 Umum

Semua sambungan dalam pekerjaan pipa harus sesuai dengan rekomendasi pembuatnya, yang
relevan dengan standart ASTM dan keperluan umum secara detail dengan mengikuti sub pasal

11.3.2 Pipa Polyvinyl Chlorida (PVC)

Jika diperlihatkan lain dalam gambar atau instruksi oleh Direksi pipa polyvinyl chloride (PVC)
harus disediakan dengan sistem penyambungan yang terdiri dari soket dan seal karet
melingkar. Untuk penyambungan pekerjaan pipa PVC dalam jumlah sedikit mungkin dapat
dilaksanakan menggunakan pasta pelarut sesuai persyaratan oleh pabrik pipa, dan telah
mendapat persetujuan dari Direksi.

11.4 Pemasangan Pekerjaan Pipa

11.4.1 Umum

Penyedia Jasa agar memasang semua pekerjaan pipa dan pipa penyambung dalam ketelitian
dan cara kerja yang baik seperti terlihat dalam gambar dan sesuai dengan persyaratan dari
pembuatnya dan persyaratan yang disini atau sesuai instruksi yang lain dari Direksi.

Pipa dan pipa penyambung harus dibersihkan dan bebas dari bahan pengotor sebelum
dipasang. Pemeliharaan harus dikerjakan untuk mencegah pipa-pipa dari kedatangan yang
terlambat selama pengerjaan pekerjaan. Setiap semua pipa yang datang salah satu bagian atau
tersumbat sama sekali sebelum pekerjaan final diterima, itu harus dibersihkan oleh Penyedia
Jasa dengan cara yang memuaskan Direksi atau dipasang ulang dan biaya ditangggung oleh
Penyedia Jasa.

Pipa harus dipotong dengan tenaga atau dengan mesin pemotong circular agar mengurangi
abrasi. Semua pipa setelah dilakukan pemotongan harus dihaluskan pemotongannya,
dilebarkan dan semua serat yang timbul harus dihilangkan.

Semua pipa-pipa yang terlihat harus disanggga dengan cukup seperti terlihat dalam gambar,
persyaratan dari pembuatnya atau instruksi oleh Direksi. Secara umum, pipa-pipa harus
disupport oleh pengantung yang dapat distel tipe ring hanger atau hanger rods attached pada
saluran.

Pipa dan pipa penyambung yang akan ditanam dalam beton harus benar-benar rapat dalam
posisi dan dilindungi dari kerusakan jika pada saat beton dicor dan sampai semua selesai
dengan baik.

11.4.2 Pelengkap

Dalam pelengkap semua sambungan dan penyambungan pipa dan pipa penyambung untuk
semua sistem pekerjaan pipa, semua bagian dari sistem harus di cek dari gangguan dan
perkuatan yang baik.

Semua pipa dan pipa penyambung harus lengkap bersih dari oli, gemuk, logam las, logam hasil
potongan, endapan lumpur dan material lain yang mana dalam jumlah banyak selama
pemasangan atau test pendahuluan dari sistem. Semua gangguan, rintangan, kebocoran atau
kerusakan lain pada pekerjaan pipa, pipa penyambung atau penyelesaian akhir ini, yang mana

ST - XI - 3
hasil kesalahan Penyedia Jasa pada pembersihan yang perlu dalam sistem pekerjaan pipa harus
diperbaiki oleh Penyedia Jasa tanpa meminta biaya pada Pengguna Jasa.

11.4.3 Testing

Semua pekerjaan pipa dan sistem kerja pipa, yang terlihat, terkubur atau tertanam harus ditest
saat sambungan final sudah lengkap atau setiap saat sesuai instruksi Direksi. Pekerjaan
perlindungan pipa harus ditest sebelum diurug, ditanam atau dilindungi sesuai dengan tepat.
Pipa PVC dan sistem kerja pipa harus ditest pada tekanan tidak kurang dari 150 persent dari
tekanan yang harus ditahan, atau waktu tidak kurang empat jam dengan tidak ada kerusakan
akibat tekanan atau terjadi kebocoran.

11.4.4 Pekerjaan Tidak Sempuma

Dalam inspeksi atau test dinyatakan rusak, terganggu, terhalang, bocor atau kerusakan lain
pada pekerjaan pipa, pipa penyambung atau penyelesaian pekerjaan akhir ini, setiap kerusakan
pekerjaan atau material harus diperbaiki dan ditest ulang dengan biaya Penyedia Jasa. Semua
perbaikan pada pipa-pipa harus dibuat dengan material baru. yang berhubungan dengan
perbaikan dempul dari sambungan yang rusak atau bocor dalam pekerjaan pipa atau pipa
penyambung tidak diijinkan kecuali kalau disetujui lain oleh Direksi.

Penyedia Jasa agar memberi tugas pada staf yang berpengalaman dalam pekerjaan untuk
pemasangan dan operasional instrumentation untuk kepuasan Direksi.

11.5 Pengukuran dan Pembayaran

11.5.1 Umum

Pengukuran dan pembayaran untuk penggalian dan urugan untuk pekerjaan pipa yang terkubur
akan dibuat secara terpisah sesuai dengan ketentuan pengukuran dan pembayaran disini sesuai
ketentuan dalam Bab III - Galian dan Bab IV – Pekerjaan Tanah Biasa dan Urugan Kembali dari
spesifikasi teknik ini.

Pengukuran dan pembayaran untuk beton atau mortar untuk pembentukan casing pekerjaan
pipa dimana sesuai persyaratan, terlihat dalam gambar atau instruksi oleh Direksi akan dibuat
sesuai dengan ketentuan pengukuran dan pembayaran disini sesuai ketentuan dalam Bab VI -
Pekerjaan Beton spesifikasi teknik ini.

11.5.2 Pengukuran Pekerjaan Pipa

Pengukuran untuk pembayaran untuk polyvinyl-chloride (PVC) dan pekerjaan pipa non metal
akan dibuat panjang total dalam panjang meter dari setiap pekerjaan pemasangan pipa sesuai
dengan persyaratan dan gambar atau instruksi oleh Direksi.

11.5.3 Pembayaran Untuk Pekerjaan Pipa

Pembayaran untuk polyvinyl-chloride (PVC) dan pekerjaan pipa non metal akan dibuat panjang
total dalam panjang meter penawaran seperti dalam daftar kuantitas. yang mana harga satuan
harus termasuk biaya untuk penyediaan semua pipa, pipa yang berbelok, jumlah persimpangan,
penurunan pipa dan pipa penyambung yang mungkin diperlukan untuk pekerjaan konstruksi
pipa sebaiknya termasuk semua tenaga, material, perlengkapan dan juga peralatan yang
diperlukan untuk pengangkutan, pemotongan, penyambungan, pemasangan dan test dari
pekerjaan pipa sesuai dengan persyaratan dan gambar atau sesuai instruksi oleh Direksi.

ST - XI - 4
BAB XIII

PEKERJAAN LAIN - LAIN

13.1 Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Lampu Penerangan

1. Lampu penerangan adalah suatu unit lengkap yang terdiri dari sumber cahaya, elemen
optik, elemen elektrik dan struktur penopang serta pondasi tiang lampu yang diletakkan
disekitar jalan masuk termasuk persimpangan jalan, puncak bendungan maupun disekitar
base camp yang berfungsi untuk menerangi daerah tersebut.

2. Jenis lampu yang digunakan adalah lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 250 watt.
3. Tinggi tiang lampu tidak boleh lebih rendah dari 8,0 m.

4. Lampu Penerangan dilengkapi dengan asesoris yang diperlukan agar dapat berfungsi
dengan baik.
5. Pengukuran dan pembayaran untuk pekerjaan lampu penerangan dihitung berdasarkan
satuan unit terpasang.

13.2 Pekerjaan Penerangan dan Ventilasi Terowong

1. Pekerjaan penerangan dan ventilasi terowong adalah pekerjaan untuk penerangan dan
ventilasi di dalam terowong setelah terowong selesai dibangun untuk keperluan
operasional.
2. Kuat pencahayaan pada terowong harus cukup dan memberi kenyamanan baik untuk
penglihatan siang maupun malam hari.
3. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pencahayaan terowong :
- Memberikan adaptasi pencahayaan yang baik;
- Tingkat kesilauan seminimal mungkin;
- Memberikan pantulan yang cukup dan warna yang kontras pada permukaan
terowong.
4. Jenis lampu yang digunakan adalah lampu gas merkuri tekanan tinggi (MBF/U) 250 watt
dengan jumlah minimal 10 buah
5. Ventilasi menggunakan kipas angin yang cukup memberikan kenyamanan dan berjumlah
minimal 10 buah.
6. Penerangan dan ventilasi terowong dilengkapi dengan asesoris yang diperlukan agar dapat
berfungsi dengan baik.
7. Pemasangan penerangan dan ventilasi terowong harus mendapat persetujuan tertulis dari
Direksi.
8. Pengukuran dan pembayaran dihitung lump sum sesuai dengan yang tercantum dalam
daftar kuantitas dan harga.

ST - XIII - 1
BAB XIV

PEKERJAAN HIDROMEKANIKAL

14.1 UMUM

14.1.1 Lingkup Pekerjaan

Lingkup kontrak pekerjaan hidromekanikal meliputi desain, pabrikasi, suplai, testing,


pengerjaan akhir, pengecatan, pengepakan untuk expor, asuransi, pengapalan, penyerahan/
pemasukan ke lokasi pekerjaan, pengangkutan, instalasi/pemasangan, testing di lokasi
pekerjaan dan tes fungsi serta catudaya dari semua peralatan hidromekanikal sebagai berikut:

A. TEROWONG PENGELAK
(1) 2 (dua) set pintu terowong pengelak temporer dimensi bukaan 5,60 m L x 5,60 m
T, lengkap dengan daun pintu, kerangka pengarah.

B. BANGUNAN PELIMPAH
(2) 2 (dua) set pintu pelimpah tipe beroda tetap dimensi bukaan 5,50 m L x 4,50 m
tinggi, lengkap dengan daun pintu, kerangka pengarah dan alat angkat diopersikan
dengan motorized wire drum type hoist.
(3) 1 (satu) set Stoplog pintu pelimpah tipe sorong dimensi bukaan 5,50 m L x 4,60 m
tinggi terdiri dari 2 block @ 5,50 m L x 2,30 m lengkap dengan daun pintu,
kerangka pengarah, balok angkat (lifting beam) dan monorail crane type hoist &
control.

C. BANGUNAN PENGAMBILAN – SALURAN HANTAR-PENSTOCK


(4) 1 (satu) komplit set saringan sampah (tresrek) permanen pengambilan dengan
dimensi bukaan : bagian atas 1 ( set) 3,00 m L x 3,00 m P posisi horisontal, bagian
samping posisi miring 4 (empat) sets 3,00 m L x 3,00 m tinggi miring.
(5) 1 (satu) pasang katup pintu tipe sluice (wedge gate valve) dengan diameter 1,20
m lengkap dengan alat penggerak/aktuator yang dioperasikan dengan motor
(motorzed actuator) komplit dengan 1 (satu) lot sistim katup pintas (by-pass
valve), lengkap dengan pemipaan, batang penggerak (extension spindle) dan alat
penggerak elektrik & manual dioperasikan local & remote.
(6) 1 (satu) katup angin diameter 150 mm dipasang dalam ruang katup lengkap
dengan pemipaan dipasang di hilir katup pintu.
(7) 1 (satu) jalur pipa konduit/penstock baja Ǿ 1,20 m – 0,80 m untuk saluran
keluaran dan penstock total panjang ± 250.00 m dan saluran keluaran komplit
dengan semua kelengkapan yang diperlukan antara lain lubang orang dan
sambungan ekspansi dan pencabangan

D. RUMAH KATUP – SALURAN KELUARAN EMERGENCY RELEASE


(8) 1 (satu) set katup pintu pengaman tipe butterfly valve Ø 800 mm dengan alat
penggerak/aktuator elektrik.
(9) 1 (satu) set katup keluaran darurat tipe pancar holojet Ø 800 mm lengkap dengan
alat aktuator elektrik.

E. FASILITAS PERALATAN BANTU


(10) 1 (satu) set alat angkat monorail travelling hoist dengan berkapasitas angkat
masing-masing 3,0 ton dipasang diruang katup dan di rumah katup
(11) 1 (satu) set Emergency Diesel Engine Generating Set (EDG) kapasitas 65 KVA
dipasang di rumah kontrol spillway dan rumah katup keluaran komplit dengan
panel kontrol, tangki bahan bakar dan kelengkapan lain yang diperlukan.

ST - XIV - 1
Pengangkeran, plat-plat perapat yang diperlukan untuk memasang peralatan hidro-mekanikal
pada pekerjaan beton primer (tahap-1) supaya memungkinkan untuk penyetelan, dan
menempatkan bagian-bagian yang tertanam, bersama-sama dengan komponen-komponen
angker harus di suplai oleh Kontraktor agar dapat masuk sebelumnya (lebih awal), hal ini akan
diatur pada saat proses kontrak.
Harga kontrak juga harus sudah termasuk untuk suplai, memasang semua peralatan listrik dan
alat kontrol sebagaimana tercakup dalam lingkup pekerjaan. Semuanya itu sesuai dengan
spesifikasi, yang akan dilengkapi dengan gambar dan jadual pelelangan.

14.1.2 Tegangan Kerja dan Perencanaan

Perencanaan, dimensi dan bahan-bahan untuk semua bagian tidak boleh mengalami kerusakan
akibat dari kondisi-kondisi yang paling tidak menguntungkan ataupun akibat lendutan-lendutan
maupun vibrasi yang disebabkan atau ditimbulkan karena pengaruh pengoperasian peralatan.
Mekanisme harus dibuat sedemikian rupa agar dihindarkan terhadap penumpukan debu atau
karat yang mungkin terjadi.
Semua bagian yang akan dilepas atau dapat dilepas untuk keperluan pemeliharaan atau
penggantian harus dipegang pada tempat dengan pengikat yang tidak dapat korosi. Jenis,
bahan dan ukuran semua pengikat harus dipilih agar aman terhadap beban maksimum yang
mungkin terjadi, layak dan aman dalam pengoperasian, bebas dari tegangan yang tidak
diinginkan, pengeringan yang memadai serta lain-lain yang perlu untuk suatu peralatan yang
memenuhi syarat.
Perlu di ketahui bahwa gambar-gambar dalam tender hanya merupakan gambar/ tipikal secara
umum dari peralatan dan ukuran-ukuran yang ada bukanlah merupakan yang pasti secara
detail dari peralatan yang harus disediakan. Gambar-gambar tersebut hanya menunjukkan
garis besar dari struktur peralatan yang akan dipasang. Setiap adanya perubahan perletakan
pengecoran dari bagian-bagian yang tertanam dalam beton, yang ditetapkan oleh Penyedia
Jasa harus disetujui oleh Direksi.

14.1.3 Instruksi kepada Staf Proyek

Selama pekerjaan pemasangan dilokasi pekerjaan, Penyedia Jasa harus memberi instruksi /
petunjuk kepada staf Proyek yang ditunjuk oleh Pemberi kerja yang nantinya secara penuh
akan bertanggung jawab dalam Penyedia Jasa untuk penyetelan, pengoperasian dan
pemeliharaan peralatan. Instruksi/ petunjuk tersebut harus di berikan oleh tenaga yang ahli
dalam bidangnya.
Biaya yang diperlukan untuk melakukan instruksi tersebut harus sudah termasuk dalam harga
kontrak.

14.1.4 Satuan Ukuran

Dalam semua surat menyurat, perencanaan teknis serta semua gambar, harus menggunakan
satuan dalam Metris. Namun demikian bila ada dokumen / phamplet yang sudah tercetak
dengan menggunakan satuan bukan Metris, maka hendaknya agar ditambahkan ukuran
persamaan dalam metris sebagai tambahan.

14.1.5 Pentanahan

Semua peralatan listrik harus di lengkapi / dipasang pentanahan secara menyeluruh dengan
memasang plat tembaga dan disuplai oleh Penyedia Jasa. Konduktor tembaga pentanahan
harus di hitung berdasarkan arus listrik maksimum akibat adanya kesalahan-kesalahan yang
mungkin terjadi (ground fault current) dan harus menggunakan proteksi dalam rangkaian listrik
serta mempunyai ukuran minimum 8 milimeter persegi dan bila memungkinkan harus
dimasukkan dalam pipa konduit dengan konduktor.

ST - XIV - 2
14.1.6 Perubahan Bahan atau Peralatan.

Penyedia Jasa tidak boleh mengadakan perubahan terhadap peralatan-peralatan atau bahan-
bahan yang tergabung dalam peralatan sebagaimana dicantumkan dalam spesifikasi tanpa ada
persetujuan tertulis dari Direksi. Dalam hal ada perubahan atau penggantian yang tidak dapat
dihindarkan bisa dilakukan asal dari pihak Pemberi kerja tidak keberatan terhadap perubahan /
penggantian tersebut dan tidak akan ada penambahan harga kontrak.

14.1.7 Label & Plat Nama

Semua label, data dan plat nama dan plat instruksi pada panel-panel dan peralatan harus ditulis
dalam Bahasa Indonesia.

14.1.8 Gambar-gambar, Dokumen-dokumen yang Harus Disuplai oleh Penyedia Jasa

Sebelum memulai pekerjaan pabrikasi peralatan, kriteria desain, kalkulasi / perhitungan,


ukuran-ukuran gambar dan diagram yang menunjukkan semua detail dari peralatan dan bahan-
bahan yang akan dipakai, harus diserahkan kepada Direksi dan Pemberi Kerja untuk
mendapatkan persetujuan. Semua gambar dan kalkulasi desain harus diserahkan dalam waktu
sebagaimana dijelaskan dalam uraian dibawah terhitung mulai tanggal penunjukan kontrak dan
harus disediakan waktu kelonggaran yang cukup untuk mengadakan perubahan-perubahan
yang perlu dibuat oleh Penyedia Jasa bila diperlukan dan diinstruksikan oleh Direksi, tanpa
mengakibatkan kelambatan Penyedia Jasa pekerjaan / kontrak. Apabila diminta oleh Direksi,
Penyedia Jasa harus mengadakan perubahan-perubahan gambar atas biaya Penyedia Jasa dan
seselanjutnya untuk diserahkan dan mendapatkan persetujuan Direksi.
Pada waktu Penyedia Jasa menyiapkan jadual Penyedia Jasa pekerjaan sebagaimana diminta,
Penyedia Jasa harus menyediakan waktu tambahan yang diperlukan untuk mendapatkan
persetuju-an gambar dan hendaknya dicantumkan dalam jadual tersebut. Untuk setiap
persetujuan tersebut diperlukan waktu kurang lebih 6 (enam) minggu. Pada dasarnya klaim
atau perpanjangan waktu akibat kelambatan penyerahan gambar kepada Direksi atau
kelambatan yang disebabkan karena gambar yang belum disetujui oleh Direksi tidak dapat
disetujui.
Setelah gambar dan dokumen disetujui oleh Direksi, Penyedia Jasa harus menyerahkan
sejumlah gambar dan dokumen yang diperlukan kepada Direksi dan Pemberi Kerja.
Dalam hal ini harus di pahami, bahwa persetujuan gambar dan dokumen tidak berarti Penyedia
Jasa terlepas dari tanggung jawabnya sehubungan dengan kontrak pekerjaan.
Setelah semua pekerjaan yang di kontrakkan selesai, satu set gambar negative micro film
lengkap yang sebelumnya telah disetujui harus diserahkan bersama-sama dengan gambar
cetakan yang telah disetujui oleh Direksi dan Pemberi kerja dalam bentuk buku / dijilid melalui
Direksi.
Jumlah gambar dan data yang harus diserahkan kepada Pemberi Kerja dan Direksi adalah
sebagai berikut

Uraian Pemberi Kerja Direksi Proyek


Selama Penyedia Jasaan pekerjaan
Gambar dan dokumen untuk mendapat persetujuan 2 set 3 set
Gambar dan dokumen yang sudah disetujui 3 set 3 set
Setelah pekerjaan selesai
Gambar dalam bentuk file dalam Compact Disk (CD) 1 set (CD) 2 set ( CD)
Gambar negative 1 set 2 set
Gambar cetak dalam bentuk buku/dijilid 4 set 2 set
Semua hasil inspeksi dan data tes dalam bentuk 4 set 2 set
buku
Laporan pekerjaan dalam bentuk foto 2 set 2 set
Spesifikasi akhir yang telah disetujui, kalkulasi & 4 set 2 set
daftar bahan

ST - XIV - 3
Penyedia Jasa harus menyediakan gambar-gambar dan dokumen-dokumen dalam batas waktu
sebagaimana ditetapkan dibawah terhitung dari tanggal surat kesanggupan
(1) Dalam waktu 2 (dua) bulan
Gambar detail yang berkaitan dengan pekerjaan sipil antara lain blockouts untuk
kerangka pengarah, pondasi peralatan dan lain sebagainya.
(2) Dalam waktu 5 (lima) bulan
Semua gambar-gambar lain dan dokumen kecuali gambar tersebut pada (1)
Apabila ada permintaan dari Direksi untuk memperbanyak gambar-gambar, dokumen dan
data maka hal tersebut harus disediakan oleh dan atas biaya Penyedia Jasa.

14.1.9 Instruksi / petunjuk Pengoperasian dan Pemeliharaan


Penyedia Jasa harus mengajukan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan
instruksi/petunjuk secara umum cara pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan
dengan referensi khusus serta pengembangannya. Instruksi /petunjuk harus disampaikan
dalam waktu secepatnya setelah ada persetujuan/ gambar-gambar.
Instruksi/petunjuk harus diserahkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan dengan
cara yang sama seperti halnya persetujuan gambar dan setelah persetujuan akhir harus
disiapkan dan disampaikan sebanyak 7 (tujuh) dan 3 (tiga) copy masing-masing kepada Direksi
dan Pemberi kerja. Penyedia Jasa harus menjamin agar pengawas Penyedia Jasa pekerjaan
instalasi yang bertugas dilokasi pekerjaan harus mempunyai satu copy.
Copy/rekaman instruksi/petunjuk yang diserah-kan untuk mendapatkan persetujuan harus
disiapkan dalam Bahasa Inggris. Setelah ada persetujuan akhir instruksi/petunjuk tersebut
harus diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia atas biaya Penyedia Jasa dan selanjutnya
disampaikan kepada Direksi dan Pemberi Kerja.
Instruksi/petunjuk harus memuat secara detail prosedur pemasangan, penyetelan pengoperasi-
an, cara melepas setiap komponen, sistim dan mekanisme harus dijelaskan serta digambarkan
secara rinci. Pemeliharaan setiap komponen harus diuraikan, termasuk frekwensi pemeriksa-an
dan pelumasan dan lain-lain informasi yang diperlukan.
Instruksi/petunjuk harus memuat secara terpisah dan dalam bab yang secara lengkap
menguraikan tentang prosedur operasi untuk mengatur/penyetelan pintu-pintu, katup-katup
dan peralatan lainnya yang terkait dan harus memuat gambar-gambar skema dan informasi
lengkap agar dapat dengan mudah dibaca/ dimengerti.
Dalam menyiapkan instruksi/petunjuk, Penyedia Jasa harus mempertimbangkan agar dapat
dengan mudah dipahami bagi operator yang belum berpengalaman dengan peralatan tersebut.
Instruksi/petunjuk harus memuat daftar gambar-gambar yang dipakai, rekomendasi suku
cadang dan daftar bagian-bagian setiap komponen atau item dari peralatan. Daftar bagian-
bagian harus memuat code pabrik, nomer seri dan cara membuat pesanan/order. Daftar
bagian-bagian tersebut harus detail hanya untuk peralatan yang disuplai dan tidak hanya
memuat referensi secara umum atau uraian peralatan dengan model yang sama tetapi secara
detail berbeda.

14.1.10 Petunjuk Pemasangan


Petunjuk pemasangan harus diserahkan dengan cara yang sama seperti halnya cara
pengoperasian dan instruksi/petunjuk pemeli-haraan setelah persetujuan akhir masing-masing
harus disiapkan dan diserahkan sebanyak 7 (tujuh) dan 3 (tiga) rekanman/copy kepada Direksi
dan Pemberi Kerja.
Petunjuk cara pemasangan harus diuraikan secara detail mengenai prosedur perakitan
pemasangan, penggunaan peralatan yang dipakai untuk instalasi / pemasangan dan alat ukur
yang diperlukan.

14.1.11 Standar dan Pengerjaan

(1) Umum
Semua bahan yang digunakan harus baru, kelas satu, dan yang umum digunakan serta
sesuai dengan sifat-sifatnya. Semua bahan harus memenuhi standar Japanese

ST - XIV - 4
Internasional Standard (JIS) terbitan terbaru kecuali ditetapkan lain atau atas
persetujuan Direksi.
Semua pengerjaan harus klas tertinggi untuk menjaga kehalusan dan bebas dari
getaran pada waktu dioperasikan dalam segala kondisi dan desain, dimensi dan bahan-
bahan untuk semua bagian harus tidak boleh terpuntir, aus atau rusak akibat kondisi
kerja yang berat.
Semua bagian harus sesuai dengan dimensi sebagaimana tercantum dalam gambar-
gambar yang telah disetujui. Semua sambungan, permukaan yang dipakai sebagai
patokan / pedoman dan komponen-komponen yang berkaitan harus dikerjakan dengan
mesin dan semua pengecoran permukaan tempat mur harus bersih. Semua tanda
pengerjaan mesin harus ditunjukkan dalam gambar yang disetujui. Semua sekrup,
baut-baut tanam, mur dan ulir pipa harus memenuhi syarat/standari JIS terbaru atau
standar international yang memuat komponen tersebut dan semua harus memenuhi
syarat standar ukuran metris.

(2) Standar spesifikasi


Japanese Standards, yang diterbitkan oleh Japanese Standard Association telah
digunakan untuk semua spesifikasi. Standar national atau International apabila
memenuhi syarat atau yang ekivalen/sama dengan Japanese Standard yang diterbitkan
saat ini dan dapat diterima atas opini Direksi.
Dalam hal terjadi dokumen kontrak bertentangan sebagian atau seluruhnya dengan
standar-standar / code diatas, maka Dokumen Kontrak yang harus digunakan.
Semua peralatan listrik, bahan dan detail instalasi, harus memenuhi syarat dan revisi
terbaru dari code / standar berikut dimana dapat dipakai / cocok :
(a) Japanese Industrial Standards (JIS)
(b) Japanese Electro-Technical Committee’s Standards (JEC)
(c) Japanese Engineering Standards (JES)
(d) Japan Electric Machine Industry Association’s Standard (JEM)
(e) Japanese Cable-makers Association Standards (JCS)
(f) International Electrotechnical Commission (IEC)
(g) Local regulatory bodies having jurisdiction over installation
(h) Local codes/Standard Nasional Indonesia (SNI)

(3) Perakitan di pabrik


Semua peralatan harus dirakit di pabrik sebelum dikirim dan Penyedia Jasa harus
menguji peralatan tersebut untuk menunjukkan kepada Direksi bahwa peralatan
tersebut berikut komponen-komponennya memenuhi persyaratan. Semua pengujian
harus dilaksanakan dengan kondisi operasi sejauh mungkin mendekati operasi yang
normal sebagaimana mestinya. Untuk semua bagian-bagian yang dibongkar harus
diberi tanda-tanda dan diberi pen sebagaimana diminta untuk menjamin agar nantinya
perakitan dilapangan dapat dilaksanakan dengan benar.

(4) Pengecoran
Semua hasil pengecoran harus merata, padat, cetakan terisi penuh, kwalitasnya merata
dan dengan kondisi bebas dari lubang-lubang, bintik-bintik, pengkerutan, retak, cacat-
cacat lainnya serta memenuhi syarat kebersihan untuk pemakain. Sebelum pengerjaan
akhir dengan mesin semua barang cor harus diperiksa terlebih dahulu terhadap
kemungkinan adanya cacat-cacat sebagaimana diuraikan di atas.
Barang-barang yang dicor tidak boleh diperbaikai, ditambal atau dilas tanpa
persetujuan dari Direksi. Dalam hal ada ijin hanyalah untuk cacat-cacat ringan yang
tidak akan mempengaruhi kekuatan, penggunaan atau kemampuan pengerjaan dengan
mesin. Apabila terdapat pemisahan karena adanya bahan lain pada tempat yang kritis
pada barang cor akan menyebabkan barang tersebut ditolak. Dalam hal ada perubahan
bentuk penampang, maka agar bagian yang membentuk sudut harus dibulatkan
dengan radius sebesar mungkin.

ST - XIV - 5
Semua permukaan yang tidak dikerjakan dengan mesin dan kelihatan setelah peralatan
dipasang, harus diupayakan agar kelihatan baik sebelum dicat. Pekerjaan pengecoran
harus memenuhi standar berikut :
(a) Besi Cor
Besi cor harus memenuhi JIS-G-5501, FC 25 atau ekivalen yang disetujui.
(b) Baja Cor
Baja cor harus dianeal secara penuh (untuk menghilangkan tegangan-tegangan
dalam yang terjadi) harus memenuhi JIS-G-5101, SC 42 atau ekivalen yang
disetujui.
(c) Cor Perunggu
Cor perunggu harus memenuhi JIS--H-5111, BC 2 atau ekivalen yang disetujui.
(d) Cor Perunggu - phospor (Phosphor Bronze)
Cor perunggu-phospor harus memenuhi JIS-H-5113, PBC 2 atau ekivalen yang
disetujui.

(5) Barang cetakan


Barang yang dicetak harus sesuai dengan JIS-G-3201, SF 50 atau yang ekivalen yang
disetujui. Ingot harus dicetak dalam cetakan yang terbuat dari metal, dengan
pengerjaan klas satu dan harus bebas dari cacat-cacat yang dapat mempengaruhi
kekuatan dan ketahanannya termasuk sambungan, pipa, cacat, retak, putus, kropos,
berbintik-bintik dan kelebihan bahan bukan dari metal.

Apabila terjadi suatu perubahan bentuk penampang maka bagian yang membentuk
sudut harus dibulatkan dengan radius sebesar mungkin. Semua permukaan barang
cetakan harus halus dan bebas dari bekas-bekas yang disebabkan karena alat cetak.

(6) Plat dan batangan baja


Baja plat untuk pipa konduit dan pintu harus memenuhi JIS-G-3106 SM 41 atau
ekivalen yang disetujui.
Baja plat untuk kostruksi umum harus memenuhi JIS-G-3101, SS 41 atau ekivalen yang
disetujui.
Baja untuk baut, mur dan ring harus memenuhi JIS-G-3123 atau ekivalen yang
disetujui.
Baja tahan karat dalam bentuk plat dan batangan harus memenuhi JIS-G-4303, G-
4304, G-4305,G-4306, G-4307 atau ekivalen yang disetujui.

(7) Plat baja dengan pola (checkered plate)


Pola plat yang dapat disetujui pemakaiannya adalah yang berbentuk profil menonjol.
Semua ujung-ujungnya yang akan disambung agar dipotong sedemikian rupa agar
polanya dapat bersambung satu sama yang lain secara menerus.

(8) Pengerjaan mesin


(a) Umum
Semua toleransi dan ukuran-ukuran untuk berbagai metal fit antara bagian yang
datar dan berbentuk silinder harus sesuai / memenuhi Japanese Industrial
Standards atau ekivalen yang disetujui untuk klas metal fit yang diperlukan.
Pengerjaan mesin harus memberikan kelonggaran untuk penempatan bantalan
sehingga permukaannya benar-benar rapat. Permukan bantalan harus benar-benar
kontak secara penuh. Permukaan bidang luncur bantalan harus dihaluskan dengan
teliti untuk menjaga agar pada waktu dirakit dapat beroperasi dengan baik. Bagian-
bagian yang dikerjakan dengan mesin harus dilaksanakan dengan hati-hati dan
teliti. Semua lubang yang dibor dan dibaut harus ditempatkan secara teliti dan
dibor dengan menggunakan mal (templates).

ST - XIV - 6
(b) Pengerjaan akhir permukaan
Tanda-tanda / kode pengerjaan akhir harus dicantumkan dalam gambar pabrikasi
dari Penyedia Jasa dan harus memenuhi Japanese Industrial Standards atau
ekivalen. Untuk mengetahui pengerjaan permukaan tersebut sesuai dengan
spesifikasi dapat ditentukan dengan cara meraba dan diperiksa secara visual dan
dicocokan dengan contoh standar kekasaran berdasarkan standar yang telah
ditetapkan diatas.

(c) Permukaan yang tidak memerlukan pengerjaan akhir.


Secara praktis sejauh mungkin semua pekerjaan supaya diatur agar semua
hubungan dan sambungan dapat cocok tanpa pengerjaan akhir. Namun demikian
apabila ada perbedaan yang cukup besar / menyolok pada sambungan yang tidak
memerlukan pengerjaan akhir, maka perlu diadakan pemotongan atau penghalusan
atau pekerjaan mesin agar di peroleh sambungan yang sebaik-baiknya.
Permukaan yang tidak memerlukan pengerjaan akhir harus benar-benar lurus dan
ukuran-ukurannya sesuai dengan yang ada dalam gambar, namun demikian apabila
ada bagian yang menonjol harus dipotong dan bagian yang berbintik-bintik harus
dihilangkan. Dalam hal ada sedikit lekukan atau lobang yang tidak mempengaruhi
kekuatan atau penggunaannya dapat diisi / ditambal dengan persetujuan Direksi.

(d) Pasak dan alur pasak


Pasak dan alur pasak harus memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam
Japanese Industrial Standrards atau ekivalen yang disetujui, kecuali ditetapkan lain.

(e) Pen dan lubang pen


Lubang pen harus dibor sesuai dengan ukuran, halus dan lurus dan pada sudut
kanan terhadap garis hati dari barang tersebut. Pembuatan lubang harus
dilaksanakan setelah barang tersebut di hubungkan/dipasang pada pondasi yang
kuat. Pen harus di buat dari baja yang di keraskan dan di tempatkan dengan
benar. Roda-roda utama atau rollers untuk pintu harus dipasang dengan pen yang
dapat dilepas dan mempunyai bantalan dengan pelumasan sendiri dan ring
kuningan.

(f) Pelumasan
Sebelum dirakit, semua permukaan bantalan, journal dan alur oli harus dibersihkan
dan diberi pelumasan dengan oli atau gemuk yang telah disetujui. Sebelum
dioperasikan, setiap system pelumasan harus diperiksa terlebih dahulu. Sebelum
dirakit bantalan yang dapat melumasi sendiri harus di bersihkan dengan kain lap
dan digemuki dengan minyak pelumas yang telah disetujui. Bahan pelarut
(solvent) tidak boleh digunakan pada bantalan yang dapat melumasi sendiri.
Spesifikasi minyak pelumas yang telah disetujui harus dicantumkan dalam buku
petunjuk operasi dan pemeliharaan.

(g) Kesimbangan
Semua bagian yang berputar harus benar-benar seimbang baik secara statis
maupun dinamis, sehingga pada waktu berputar pada kecepatan normal dan pada
setiap beban sampai pada beban terbesar, tidak akan terjadi getaran akibat ada
ketidak seimbangan dan peralatan harus beroperasi dengan suara normal / wajar.

(9) Bahan-bahan lain


(a) Bahan bantalan dengan pelumasan sendiri haus memenuhi ASTM B22, Alloy E
dengan L-Lubricant.
(b) Kabel baja standar harus memenuhi JIS-G 3525, galvanized atau ekivalen yang di
setujui.
(c) Perlengkapan kabel baja harus memenuhi standar pabrik pembuat untuk jenis
kabel baja yang digunakan.

ST - XIV - 7
(d) Pipa konduit harus memenuhi JIS-C-8305 atau yang ekivalen.
(e) Karet perapat harus dicetak dari bahan yang bermutu tinggi, neoprene
compound. Polymer dasar harus menggunakan karet murni, co-polymer dari
butadine dan styrene, atau campurannya. Campuran harus berisi tidak karang
dari 70% dalam volume dari polymer dasar, dan sisanya harus terdiri dari bahan-
bahan pengeras (reinforcing carbon black zincoxide accelerators), antioxidants
vulcanizing agents dan atau plasticisers.

Compound tersebut harus mempunyai sifat-sifat phisik sebagai berikut


Sifat-Sifat/ Properties Batasan/Limits
Tegangan tarik/Tensile strength 210 kg/cm2
Perpanjangan / Ultimate elongation 450 % (minimum)
Kekerasan Durometer (shore type A) 50 - 70
Durometer hardness (shore type A)
Berat jenis / Specific gravity 1,1 - 1,3
Pe nye ra pa n a ir (70C da la m wa ktu 48 ja m ) 5 % (maks.dari berat)
Water absorption (70%C for 48 hours)
Pemampatan (dalam % dari total defleksi asli / 30 % (maksimum)
Compression test (as a percent of total original
deflection)
Teg. tarik setelah oxygen bomb aging dlm waktu 48 jam 80 % dari tegangan tarik
pd700 C / Tensile strength after oxygen bomb aging for sebelum ageing
48 hours a t 70C

(10) Pekerjaan pengelasan


Semua pengelasan harus di kerjakan dengan salah satu cara, manual, shield metalic arc
welding, atau otomatis dengan submerged arc welding
Penyedia Jasa harus mengajukan prosedur pengelasan untuk mendapatkan persetujuan
dari Direksi, dan setelah prosedur pengelasan tersebut disetujui Penyedia Jasa harus
mencatat dalam gambar khusus yang selanjutnya akan menjadi salah satu
gambar/dokumen kontrak. Simbul pengelasan harus di tunjukkan dalam semua
gambar Penyedia Jasa dimana pengelasan diperlukan.
Pemeriksaan secara radiographic akan dilakukan oleh Penyedia Jasa bila ditetapkan
dalam standar, spesifikasi atau kriteria desain yang dipakai. Semua pengelasan bagian-
bagian yang penting, atas opini Direksi, dimana terjadi tegangan penuh pada sekitar
plat, atau dari opini Direksi atau inspector, dan tidak terlihat pada standar pengelasan,
maka atas permintaan Direksi harus di periksa dengan radiographic test.
Meter-meter yang cocok harus disediakan untuk menunjukkan besarnya arus dan
voltase pengelasan selama berlangsung pekerjaan las.
Kecuali di tetapkan lain dalam spesifikasi semua bagian yang memerlukan pekerjaan
pengelasan harus di laksanakan seluruhnya sebelum pengerjaan akhir.
Semua sambungan las harus dibuat secara menerus dan kedap air. Ukuran tebal las
minimum tidak boleh kurang dari 4,5 mm.
Semua las yang cacat harus di adakan pemotongan (chipping) sampai pada metal dan
setelah di perbaiki harus diperiksa dengan menggunakan serbuk magnit (magnit fliux)
atau ultrasonic, hal ini untuk mengecek apakah semua cacat-cacat pada las tersebut
benar-benar telah diperbaiki.
Semua plat yang akan disambung dengan las harus dipotong dengan cermat. Ukuran
dan bentuk dari ujung-ujung yang akan disambung harus sedemikan rupa agar bagian
yang akan berfusi dapat sepenuhnya merembes. Bagian ujung-ujungnya supaya di
bentuk agar dapat menampung berbagai kondisi pengelasan. Pada jarak 25 mm dari
ujung plat yang akan dilas harus bersih dari debu, gemuk dan harus dibersihkan sampai
mengkilap.

ST - XIV - 8
(11) Kualifikasi prosedur pengelasan
Teknik pengelasan yang akan dipergunakan, penampilan dan kwalitas hasil pengelasan
serta metode yang akan dipakai untuk perbaikan terhadap kerusakan/cacat, harus
memenuhi standar American Welding Society (AWS) D.1.1 atau ekivalen yang disetujui
Direksi.

(12) Kualifikasi tukang las (Welder)


Semua tukang las dan operator las yang ditugaskan melaksanakan pekerjaan las harus
mampu serta lulus tes dalam Penyedia Jasaan pengelasan dengan posisi mendatar
maupun tegak, dalam jangka waktu 6 bulan sebelumnya, baik untuk tukang las
maupun operator las harus memenuhi syarat standar JIS Z-3801 atau standar ekivalen
yang disetujui. Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Direksi, copy sertifikat dan
laporan hasil pengujian/tes phisik contoh las dari tes kualifikasi. Apabila pihak Direksi
berpendapat pada suatu pekerjaan las meragukan salah seorang tukang las, maka
terhadap yang bersangkutan harus diadakan tes kualifikasi ulang. Semua biaya yang
diperlukan untuk melaksanakan tes ulang tersebut, sepenuhnya ditanggung oleh
Penyedia Jasa.

(13) Kawat las


Kawat las yang digunakan harus memenuhi syarat standar JIS Z - 3211 atau 3212 jenis
yang dilapisi dengan kadar hidrogen rendah atau ekivalen yang disetujui.
Logam jenis baja anti karat (stainless steel), yang dipakai dalam aliran air yang
direncanakan untuk proteksi pukulan (pitting) harus menggunakan jenis baja campuran
chromium- nickel. Jenis dan komposisi kimia dan nomer standar JIS dari kawat las
yang akan dipakai untuk memenuhi persyaratan tersebut harus disetujui oleh Direksi.

(14) Bahan inspeksi dan testing.


Bahan-bahan, bagian-bagian dan barang-barang rakitan yang akan dipakai untuk
Penyedia Jasa pekerjaan harus diuji terlebih dahulu, kecuali ditetapkan lain sesuai
dengan cara yang terbaik yang biasa dipakai di pasaran untuk jenis dan klas tertentu
suatu pekerjaan.
Apabila pabrik menghendaki untuk memakai bahan yang ada dalam persediaan yang
telah dipabrikasi secara khusus untuk peralatan yang akan di suplai, maka harus
menunjukkan bukti-bukti, bahwa bahan tersehut memenuhi persyaratan dengan cara
menjelaskan tes terhadap bahan-bahan tersebut. Sertifikat yang menyatakan
komposisi kimia (mill test report) dari bahan plat atau profil dapat diterima sebagai
bukti dokumen tes.
Sebagai tambahan bila dalam spesifikasi menyatakan bahwa harus dilakukan tes sifat-
sfat mekanis harus dilakukan, maka semua bahan harus dites dipabrik terlebih dahulu
sebelum dipakai untuk Penyedia Jasaan pekerjaan, dan setiap bahan yang cacat harus
ditolak.
Tes yang harus disaksikan oleh Direksi dan pengecekan bahan dapat dilakukan di
pabrik pembuat oleh inspektor yang ditunjuk oleh Direksi, untuk menyaksikan Penyedia
Jasaan pengetesan bahan atau melaksanakan pengecekan bahan, kecuali ditetapkan
lain. Dalam hal tes-tes tersebut dilakukan maka sejauh mungkin diatur agar tidak
menganggu kegiatan pabrik. Penyedia Jasa harus memenuhi permintaan inspektor baik
mengenai cara tes maupun perbaikan kerusakan akibat kesalahan pembuatan.
Semua barang cor yang mempunyai berat 226,8 kg (500 pounds) atau lebih harus
mempunyai kupon dari hasil tes yang telah dibuat berdasarkan barang contoh yang
disiapkan.
Jumlah, ukuran dan lokasi pengetesan dari barang contoh harus mendapat persetujuan
Direksi. Dalam hal ditemukan bahan yang cacat / rusak dan berdasarkan spesifikasi
harus ditolak, maka sekali di tolak maka selanjutnya tidak boleh dipakai pada bagian
manapun dari pekerjaan tersebut.
Bahan contoh (specimen) yang akan dites untuk bahan konstruksi lainnya atas
permintaan Direksi harus disediakan oleh Penyedia Jasa.

ST - XIV - 9
Kekuatan patah, batas elastisitas, kekenyalan, kekerasan dan lain-lain, akan ditetapkan
berdasarkan hasil tes bahan contoh.
Penyedia Jasa harus menyediakan secara cuma-cuma semua bahan contoh (specimen),
pelapisan, pemotongan dan pengerjaan mesin sampai pada ukuran, bentuk dan
dimensi sesuai petunjuk Direksi. Penyedia Jasa pengetesan dilakukan oleh dan atas
biaya Penyedia Jasa dan dilaksanakan atas petunjuk Direksi.
Bahan tes yang dinyatakan ditolak harus dibuat tahan lama dan akan menjadi milik
Pemberi kerja. Semua laporan hasil tes harus diserahkan kepada Direksi.
Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Direksi sebagaimana diminta, sertifikat
hasil tes yang menyatakan analisa komposisi kimia dan sifat-sifat phisik dari bahan-
bahan yang akan di gunakan.
Ketidak hadiran/pelepasan Direksi dalam inspeksi tidak berarti bahwa Penyedia Jasa
lepas dari tanggung jawabnya untuk menyerahkan bahan dan pengerjaan untuk dapat
diterima oleh Direksi.

14.1.12 Peralatan Listrik dan Pengkabelan

(1) Motor
Motor listrik harus dengan poros horisontal, torsi pada waktu start tinggi, arus start
rendah, angker tipe sankar, tipe induksi, direncanakan untuk voltase start penuh, tahan
cuaca dan tertutup secara total. Tipe motor yang digulung hanya dapat diterima bila
tipe kurungan tidak memenuhi untuk pembebanan.
Motor listrik harus mempunyai isolasi klas E dalam standar JECdan beban yang
menerus pada suhu udara 40 derajat C. Isolasi penghantar motor harus klas E dan
harus disediakan kotak terminal dan lebih dipilih bila dihubungkan dengan baut-baut
penghubung.
Kapasitas motor harus melebihi 100 % terhadap nilai yang dihitung dari kebalikan
kombinasi dari beban-beban yang akan terjadi selama pembukaan dan penutupan
pintu. Permulaan dan torsi maksimum dari motor masing-masing harus melebihi 200 %
dan kurang dari 350 % dari torsi rata-rata.
Penggulungan dan sambungan harus cocok impregnated to render kedap terhadap
kelembaban, nonhidroscopic dan tidak terpengaruh dari pengumpulan debu.
Semua bantalan motor harus jenis bola atau roller dengan perapat pelumas untuk
mencegah masuknya pelumas kedalam kumparan. Rumah bantalan harus dipasang
dengan “ball in head grease fitting” dan tutupnya dapat dilepas untuk membersihkan
pelumas.

(2) Rem motor


Rem harus dipasang pada motor dengan menggunakan pir dan pelepas selenoid yang
digerakkan dengan sistim arus bolak balik. Kapasitas rata-rata tersebut diatas harus
tidak boleh kurang dari 200 % dari beban torsi rata-rata motor. Rem harus diatur
bekerja secara otomatis, pada waktu ada tenaga listrik dan lepas pada waktu motor
diberi tenaga listrik. Rem motor didalam harus tahan cuarca dengan jalan yang mudah
dijangkau untuk keperluan pemeliharaan.

(3) Kabel listrik dan pengkabelan


Penyedia Jasa harus bertanggung jawab untuk pengkabelan, penem-patan dan
penyediaan kabel kontrol dan kabel tenaga dan atau yang diperlukan untuk keperluan
operasi.
Semua pengkabelan dalam panel kontrol harus dengan kabel cross polyethylene dan
vinyl sheathered (CV cable) stranded konduktor yang dibentuk dari kelompok-kelompok
dan didukung dengan baik. Sehingga dengan demikian tidak akan ada splices dalam
kabel dan semua sambunga harus dilakukan hanya pada blok terminal atau studs.
Semua pengkabelan yang diluar antara lemari kontrol, motor-motor, saklar pembatas
dan lain-lain, harus dengan inti tembaga yang majemuk, kabel CV, klas 600 Volts.
Ukuran minimum kabel konduktor harus dengan luas penampang 2.0 mm2.

ST - XIV - 10
(4) Motor starter dan Ampere meter
Semua starter harus cocok untuk starter langsung motor-motor, disediakan dengan 3
phase tipe induksi relai arus lebih untuk beban lebih dengan re-setting manual, relai
tipe phasa terbuka dan pelepasan tegangan rendah. Relai arus lebih harus dapat
disetel dilapangan pada arus beban penuh pada motor. Proteksi cadangan (backup
protection) harus disediakan dengan kapasitas sekering tertutup rupturing yang tinggi
atau pemutus arus dengan rumah yang dicetak (moulded case circuit breakers).
Tegangan kontrol harus 220 Vlts, arus bolak balik.
Semua motor harus disediakan dengan saklar pemutus yang cepat lepas tanpa sekering
dengan handel operasi yang dapat dikunci pada posisi”off”. Harus di setel pada arus
beban penuh pada saat interupsi motor atau sirkit perlatan lainnya.

(5) Konduit
Konduit baja yang kuat harus digalvanis baik didalam maupun diluar sesuai dengan
standar JIS-C-8305, harus mempunyai ketebalan plat 2,3 mm dan mempunyai diameter
dalam minimum 16 milimeter.

(6) Enclosures
Motor bagian luar dalam tahan cuaca dan tertutup penuh. Bagian-bagian dalam dari
peralatan yang lain secara uumum harus tahan debu dan tahan cuaca bila diperlukan.
Bagian dalam, trim dan pintu-pintu harus dilapisi dengan dua lapisan cat pelapis dasar
yang sesuai dan yang akhir jenis cat enamel, dan warnanya akan ditentukan kemudian
oleh Direksi.

(7) Stop kontak


Stopkontak harus menggunakandua pen dengan tipe pentanahan 3-pen dengan
kapasitas 20 Amper pada 220 Volts, sesuai untuk penutup Inggris (English plug) untuk
dipergunakan didalam ruangan. Stop kontak harus tahan cuaca udara terbuka atau
yang diberi proteksi terhadap udara luar.

(8) Saklar pembatas


Saklar-saklar pembatas harus mempunyai enclosures yang tahan cuaca dan harus
dipasang yang cocok sehingga mudah diadakan penyetelan dan terkunci dengan kuat
dalam posisinya setelah selesai penyetelan. Saklar-saklar tersebut harus mempunyai
rating untuk tugas berat (heavy duty ratang) dan harus mempunyai bagian-bagian
yang berputar terbuat dari baja anti karat dan menggunakan bantalan-bantalan yang
permanen.

(9) Lampu indikasi


Semua lampu indikasi harus menggunakan jenis filamen yang diberi warna dengan tipe
lensa plastic untuk umur panjang dan untuk kondisi kerja dengan kejutan, vibrasi dan
perlakuan yang kasar.

(10) Instrumen dan Meter


Semua instrumen dan meter harus mempunyai penunujuk kurang lebih 110 mm, dan
harus untuk tugas berat, tpe untuk industri yang cocok untuk dipasang dengan kejutan-
kejutan dan vibrasi yang besar.

(11) Penerangan (lighting fixtures)


Sistim penerangan harus lengkap dengan lampu-lampunya. Harus dipasang lampu jenis
neon yang dilengkapi dengan ftting untuk arus bolak balik, 220 Volts, 50 Hz dan
dilengkapi dengan balas yang mempunyai faktor tenaga yang besar.

ST - XIV - 11
Penerangan dengan lapu jenis Incandescentharus lengkap dengan pemegangnya sesuai
dengan standar lokal yang berlaku.
Lampu mercury untuk banjir harus dipasang dengan pegangan yang berulir yang cocok
untuk lampu mercury jenis tegangan tinggi, dan stabilizer yang memadai dan
mempunyai faktor tenaga yang besar untuk pengopeasian yang stabil.
Lampu penerangan harus mengguna-kan jenis yang cocok untuk dipasang diluar/udara
terbuka dan tahan cuaca.
Dalam pemilihan jenis lampu penerangan harus dipelajari sedemikian rupa sehingga
iluminasi dari lampu tidak terganggu/rusak dengan adanya pengumpulan nyamuk-
nyamuk dan debu..

14.1.13 Jaringan Tenaga Listrik Permanen


Jaringan suplai tenaga listrik untuk peralatan-peralatan listrik yang permanen harus
disediakan sebagai berikut :
Arus bolak balik .......................................... 3 phasa, 4 kawat, 50 Hz
Tegangan antara phasa dengan phasa....... 380 Volts
Tegangan antara phasa dan netral.............. 220 Volts
Fluktuasi/Variasi tegangan.......................... ± 10 %
Fluktuasi/Variasi frekuensi........................... ± 5 %
Titik netral..................................................... dihubungkan dengan arde

Suplai jaringan listrik 3-phase harus digunakan untuk sirkit tenaga dan satu phasa
digunakan untuk suplai kejaringan penerangan, indikasi, motor kontrol dan sirkit tenaga
listrik kecil.

14.1.14 Proteksi, Pembersihan dan Pengecatan

(1) Umum
Semua bagian yang seluruhnya akan tertanam dalam beton harus dibersihkan dan
diberi proteksi dengan cement wash atau cara yang disetujui sebelum penyerahan dari
pabrik pembuat. Sebelum di pasang, semua permukaan harus dibebaskan dari karat
dan dibersihkan dari debu dan partikel-partikel yang tidak diinginkan. Pembersihan
tersebut tidak boleh mempengaruhi kekuatan atau pengoperasian dan fungsi dari
peralatan.
Semua bagian yang akan dikerjakan dengan mesin atau permukaan bantalan harus
dibersihkan dan dicegah dari korosi, dengan memberikan cairan anti debu atau lapisan
plastik sebelum penyerahan dari pabrik pembuat. Apabila yang terakhir ini tidak dapat
dilaksanakan maka bagian tersebut dapat dilapisi dengan gemuk yang mempunyai titik
cair yang tinggi. Setelah selesai pemasangan bagian-bagian tersebut harus dibersihkan
dengan zat pelarut (solvents) dan selanjutnya dilap atau dipolis sampai mengkilap.
Semua warna akhir dari peralatan harus disetujui oleh Direksi setelah ada kesepakatan
dengan Pemberi kerja, sehingga dalam hal ini Penyedia Jasa harus mengajukan suatu
rencana pemberian warna untuk peralatan dan harus menyerahkan kepingan/potongan
contoh warna. Kepingan contoh warna tersebut harus merupakan lampiran daftar
warna yang disetujui untuk setiap peralatan yang akan dilaksanakan di lokasi
pekerjaan.
Semua peralatan harus dicat sebagaimana di tetapkan dibawah. Pengecetan peralatan
harus meliputi persiapan permukaan, aplikasi cat, proteksi dan pengeringan lapisan cat,
begitu juga suplai semua alat, tenaga dan bahan yang diperlukan untuk seluruh
pekerjaan pengecetan.
Penyedia Jasa harus menyediakan jumlah cat yang cukup, baik untuk pengecatan di
lapangan maupun untuk perbaikan pengecatan yang telah di laksanakan di pabrik
pembuat.
Cat yang dipakai harus hasil produksi pabrik cat yang mempunyai reputasi cukup baik
dan pemilihannya harus disetujui oleh Direksi.

ST - XIV - 12
(2) Persiapan permukaan
Semua oli, parafin, gemuk dan kotoran lain harus dibersihkan dari permukaan yang
akan dicat dengan bahan pelarut
Semua bekas atau sisa pengelasan kerak dan bahan / kotoran-kotoran lainnya harus
dibersihkan dengan semprotan pasir hingga mencapai warna “putih” metal. Bagian
dalam dari pipa baja harus dibersihkan secara mekanis atau dengan semprotan pasir
sampai mencapai standar yang berlaku dalam perdagangan.
Harus diadakan perhatian khusus untuk membersihkan pada bagian sudut-sudut yang
menyiku. Apabila ada debu atau beberapa permukaan menjadi kotor dalam periode
pembersihan dan pengecatan, maka pembersihan ulang harus dilakukan dengan cara
dan tingkat pengerjaan yang sama.
Selama pekerjaan pembersihan dan pengecatan sedang berlangsung pada bagian
permukaan yang tidak dicat harus dilindungi dengan memberi penutup disekitar lokasi
tersebut. Harus dipilih cara yang menguntungkan untuk menghilang-kan semua oli dan
uap yang datang dari saluran udara pada peralatan blasting. Semua persiapan
permukaan harus disetujui oleh Direksi, sebelum pekerjaan pengecetan dilaksanakan.

(3) Prosedur Pelaksanaan Pengecatan


Setiap pelaksanaan pengecatan lapisan cat harus memenuhi syarat, permukaannya
halus dan rata. Cat harus diaduk secara merata, disaring dan dijaga agar
kekentalannnya sama selama pekerjaan pengecatan di laksanakan.
Pengecatan tidak boleh dilaksanakan bila temperatur logam atau udara sekitarnya
mencapai suhu dibawah 10οC.
Pada waktu pengecetan berlangsung, permukaan yang akan dicat harus bebas dari uap
air / embun. Pengecetan harus dilaksanakan dengan menggunakan alat penyemprot
atau dengan kuas.
Setiap pengecetan harus memberi kesempatan agar lapisan cat tersebut
kering/mengeras terlebih dahulu secara keseluruhan sebelum pengecetan lapisan
berikutnya dimulai.

(4) Permukaan yang tidak boleh dicat


Perunggu, kuningan, permukaan gigi, permukaan logam yang telah dilakukan
pengerjaan akhir, permukaan yang kontak dengan bagian yang menggelinding atau
meluncur setelah dirakit di lapangan dan kabel baja tidak boleh di cat.
Semua permukaan baja tahan korosi untuk bantalan dan bagian-bagian yang telah
dilakukan pengerjaan akhir dengan mesin tidak boleh di cat.
Setelah pembersihan, pada permukaan harus dilapisi dengan lembaran plastik yang
diberi perekat, sehingga akan melindungi permukaan tersebut dari kerusakan akibat
benturan kecil dan terhadap korosi selama pengiriman dan penyimpanan dilokasi
pekerjaan. Lapisan tersebut harus dilepas sebelum peralatan dipasang dilapangan.

(5) Skedul pengecatan


Pengecatan harus dilaksanakan sebagai berikut :
(i) Cat jenis tar epoxy, total ketebalan 0,45 - 0,60 mm, harus dilakukan pada bagian-
bagian berikut :
− Bagian yang terbuka dari semua rangka pengarah.
− Semua daun pintu
− Permukaan bagian dalam pipa baja tanam, pipa bagian dalam dan luar dari
pipa baja terbuka dan katup.
− Saringan sampah
(ii) Semua permukaan logam yang tidak memerlukan pengerjaan akhir kecuali yang
telah disebutkan diatas, harus dicat jenis alkyt resin enameled atau cat sejenis yang
disetujui Direksi. Total ketebalan dari cat ini termasuk cat dasar harus mencapai
0,12 - 0,15 mm.

ST - XIV - 13
Peralatan yang umum diperdagang-kan harus dicat sesuai dengan standar dari pabrik
pembuat.
Semua permukaan logam yang telah dilakukan pengerjaan akhir termasuk sekrup dan
ulir yang terbuka selama transportasi atau sedang menunggu pemasangan harus
dibersihkan dan diberi lapisan cat yang dapat larut dalam bensin, compound yang
dapat mencegah karat/kotoran.

14.1.15 Pengepakan
Semua barang harus dipak dengan baik atau diberi proteksi agar tidak rusak selama
dalam pengiriman dari pabrik sampai di lokasi pekerjaan.
Setiap krat atau peti harus berisi sebuah daftar barang yang dimasukkan kedalam
amplop yang anti air dan copy dalam rangkap 3 (tiga) harus disampaikan kepada
Direksi sebelum pengiriman barang. Semua peti harus diberi tanda yang jelas untuk
mempermudah pengenalan terhadap daftar barang.
Semua peti, pak dan lain-lain harus diberi tanda yang jelas dibagian luar dan
menjelaskan total berat, dimana letak berat barang serta penempatan sling yang benar
dan identifikasi lain berkenaan dengan dokumen pengapalan.
Direksi berhak untuk memeriksa dan menyaksikan peralatan dan pengepakan sebelum
barang dikirim. Penyedia Jasa harus bertanggung jawab secara keseluruhan dan
menjamin pengepakan barang yang memadai untuk pemindahan dan pengecekan,
tidak akan terlepas dari tanggung jawab untuk setiap kehilangan atau kerusakan yang
diakibatkan karena kesalahan pengepakan.
Semua bahan pengepak adalah milik Penyedia Jasa dan agar memuaskan pihak Direksi,
maka bahan pengepak tersebut harus dibuang dari lokasi proyek dalam waktu
secepatnya.

14.1.16 Perakitan dan Testing Pintu di Pabrik

(1) Daun pintu dan kerangka pengarah


Pintu harus dirakit di pabrik dalam posisi yang mendekati seperti pemasangan di
lapangan. Pada waktu dirakit, daun pintu harus diperiksa dimensinya, toleransi,
ketilitian kelurusannya. Setiap ditemukan kesalahan serta ketidak lurusan harus segera
dibetulkan sebagaimana mestinya.
Karet perapat harus dipasang pada tempatnya selama perakitan di pabrik. Bagian yang
digabungkan satu dengan yang lain harus diberi tanda yang jelas sebelum dibongkar
untuk pengiriman. Jalur lintasan roda utama, rel pengarah samping, permukaan
perapat, kerangka pengarah bagian atas dan bagian bawah harus diperiksa
kerataannya dengan menggunakan penggaris dan pengukur tusuk
Semua dimensi dari kerangka pengarah, yang berkaitan dengan dimensi daun pintu,
harus diperiksa dan apabila ditemukan kesalahan dan ketidak lurusan harus dibetulkan
sebagaimana mestinya. Sebelum dibongkar dan dikirim semua bagian yang digabung
harus diberi tanda.

(2) Roda gigi penggerak dan panel kontrol


Roda gigi penggerak harus dirakit secara lengap di pabrik dan dites kehalusan operasi
dan catu dayanya. Semua bagian harus dites pada kondisi operasi normal agar semua
kerenggangan dan toleransi yang diperlukan telah disediakan sehingga tidak
mengakibatkan bengkokan pada bagian yang berputar. Semua bantalan harus diperiksa
secara teliti. Semua gemuk pelumasan dan oli yang diperlukan harus disediakan untuk
keperluan tes catudaya. Setiap ada cacat atau terjadi pengoperasian yang tidak
normal/lancar harus diperbaiki dan semua tes harus diulang kembali.

ST - XIV - 14
14.1.17 Pemasangan dan Testing Pintu di Lapangan

(1) Kerangka pengarah


Kerangka pengarah harus dirakit dalam block