Anda di halaman 1dari 10

72

BAB VII
MESIN GERINDA ALAT POTONG

1. Kompetensi Inti
Pengetahuan (KI-3) Memahami, menerapkan, menganalisis, dan tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan
metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Keterampilan (KI-4) Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat,
informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta
menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan
bidangkerja. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
standar kompetensi kerja. Menunjukkanketerampilan
menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami, dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung.
2. Kompetensi Dasar
3.7 Menerapkan prosedur pengoperasian mesin gerinda alat potong
4.7 Mengoperasikan mesin gerinda alat potong

3. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.7.1 Menjelaskan definisi mesin gerinda
3.7.2 Menjelaskan macam-macam mesin gerinda dan fungsinya
3.7.3 Menjelaskan macam-macam batu asah mesin gerinda
4.7.1 Menggunakan mesin gerinda
4.7.2 Menerapkan penggerindaan untuk mengasah pahat
4.7.3 Menganalisis pengasahan

4. Tujuan Pembelajaran
KD 3.7 Menerapkan prosedur pengoperasian mesin gerinda alat potong
Setelah menggali informasi, peserta didik akan dapat menjelaskan dengan
santun mengenai:
1. Definisi mesin gerinda
2. Macam-macam mesin gerinda dan fungsinya
3. Bagian-bagian mesin gerinda
4. Macam-macam batu asah

KD 4.7 Mengoperasikan mesin gerinda alat potong


Disediakan peralatan dan kelengkapan dalam job sheet, peserta didik dapat
melakukan/menerapkan:
1. Mengoperasikan mesin bubut dengan percaya diri
2. Pengasahan pahat bubut menggunakan mesin gerinda
3. Analisis hasil penggerindaan

73
A. Definisi Mesin Gerinda
Mesin Gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk
mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja Mesin
Gerinda adalah batu gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja sehingga
terjadi pengikisan, penajaman, pengasahan, atau pemotongan. Kemampuan
menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau batu telah
ditemukan oleh manusia primitif sejak beberapa abad yang lalu. Alat pengikis
digunakan untuk membuat batu gerinda pertama kali pada zaman besi emampuan
menajamkan alat potong dengan mengasahnya dengan pasir atau dan pada
perkembangannya dibuat lebih bagus untuk proses penajaman. Di awal tahun
1900-an, penggerindaan mengalami perkembangan yang sangat cepat seiring
dengan kemampuan manusia membuat butiran abrasive seperti silikon karbida dan
aluminium karbida. Selanjutnya dikembangkan mesin pengasah yang lebih efektif
yang disebut mesin gerinda. Mesin ini dapat mengikis permukaan logam dengan
cepat dan mempunyai tingkat akurasi yang tinggi sesuai dengan bentuk yang
diinginkan.

Gambar 7.1 Mesin Gerinda

74
B. Jenis-Jenis Mesin Gerinda Dan Fungsinya

1. Mesin Gerinda Datar


Penggerindaan datar adalah suatu teknik penggerindaan yang mengacu
pada pembuatan bentuk datar, bentuk dan permukaan yang tidak rata pada sebuah
benda kerja yang berada di bawah batu gerinda yang berputar. Pada umumnya
mesin gerinda digunakan untuk penggerindaan permukaan yang meja mesinnya
bergerak horizontal bolak-balik. Benda kerja dicekam pada kotak meja magnetik,
digerakkan maju mundur di bawah batu gerinda. Meja pada mesin gerinda datar
dapat dioperasikan secara manual atau otomatis. Berdasarkan sumbu utamanya,
mesin gerinda datar dibagi menjadi 4 macam.
Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja bolak-balik. Mesin
gerinda ini digunakan untuk menggerinda benda-benda dengan permukaan rata
dan menyudut. Mesin gerinda datar horizontal dengan gerak meja berputar, mesin
jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan rata poros. Mesin gerinda
datar vertical dengan gerak meja bolak-balik, mesin jenis ini digunakan untuk
menggerinda benda-benda berpermukaan rata, lebar, dan menyudut. Mesin
gerinda datar vertical dengan gerak meja berputar, mesin jenis ini dipergunakan
untuk menggerinda permukaan rata poros. Berdasarkan prinsip kerjanya mesin
gerinda datar dibagi menjadi dua macam.
 Mesin gerinda datar semi otomatis, proses pemotongan dapat dilakukan
secara manual (tangan) dan otomatis mesin.
 Mesin gerinda datar otomatis, proses pemotongan diatur melalui program
(NC/Numerical Control dan CNC/Computer Numerically Control).

Gambar 7.2 Jenis-Jenis Mesin Gerinda Datar

75
2. Mesin Gerinda Silindris
Mesin gerinda silindris adalah alat pemesinan yang berfungsi untuk
membuat bentuk-bentuk silindris, silindris bertingkat, dan sebagainya.
Berdasarkan konstruksi mesinnya, mesin gerinda silindris dibedakan mejadi
menjadi empat macam.
 Gerinda silindris luar
Mesin gerinda silindris luar berfungsi untuk menggerinda diameter luar
benda kerja yang berbentuk silindris dan tirus.

 Mesin gerinda silindris dalam


Mesin gerinda silindris jenis ini berfungsi untuk menggerinda benda-benda
dengan diameter dalam yang berbentuk silindris dan tirus.
 Mesin gerinda silinder luar tanpa center (centreless)
Mesin gerinda silindris jenis ini digunakan untuk menggerinda diameter
luar
dalam jumlah yang banyak/massal baik panjang maupun pendek
 Mesin gerinda silindris universal
Sesuai namanya, mesin gerinda jenis ini mampu untuk menggerinda benda
kerja dengan diameter luar dan dalam baik bentuk silindris.

Gambar 7.3 Jenis-Jenis Gerinda Silindris

76
C. Bagian-Bagian Mesin Gerinda

Gambar 7.4 Bagian-Bagian Mesin Gerinda


 Kepala utama
Bagian yang menghasilakan gerak putar batu gerinda.
 Spindel utama benda kerja (workhead)
 Bagian yang mengatur kecepatan putar dan pencekaman benda kerja.
 Kaki mesin
Sebagai pendukung mesin
 Panel control
Bagian pengatur proses kerja mesin
 Meja bawah
Dudukan meja atas
 Meja atas
Tempat dudukan kepala lepas di spindel utama benda kerja dan dapat
diatur sudutnya.
 Kepala lepas (tailstock)
Menyangga benda kerja pada pencekaman diantara dua senter.
 Perlengkapan pendingin
Tempat pengatur aliran cairan pendingin

77
D. Klarifikasi Batu Asah
Batu gerinda banyak digunakan di bengkel-bengkel pengerjaan logam.
Batu gerinda sebetulnya juga menyayat seperti penyayatan pada pisau milling,
hanya penyayatannya sangat halus, dan tatalnya tidak terlihat seperti milling. Tatal
hasil penggerindaan ini sangat kecil seperti debu. Dari berbagai bentuk batu
gerinda sebenarnya bahan utamanya hanya terdiri dari dua jenis pokok, yaitu
butiran bahan asah/pemotong(abrasive) dan perekat (bond). Fungsi batu gerinda
sebagai berikut:
 Untuk penggerindaan silindris, datar dan profil.
 Menghilangkan permukaan yang tidak rata.
 Untuk pekerjaan finishing permukaan.
 Untuk pemotongan.
 Penajaman alat-alat potong.
Batu gerinda memiliki beragam jenis dan beragam bahan baku
pembuatannya berikut merupakan penjelasan baru gerinda menurut bahan dasar
pembuatannya:
 Alumunium Oxide (Al2O3)
Merupakan jenis yang paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan
roda/ batu gerinda. Bahan ini dipergunakan untuk menggerinda benda
kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi. Misalnya baja carbon, baja
paduan, HSS, Simbol: A
 Silicon Carbida (SiC)
Merupakan bahan yang sangat keras, kekerasannya mendekati intan.
Digunakan untuk menggerinda benda kerja bertegangan tarik rendah.
Misalnya, besi tuang kelabu, grafit, aluminium, kuningan, dan carbida.
Simbol: C
 Diamond (Intan)
Bahan asah yang sangat keras, digunakan untuk menggerinda benda kerja
dengan kekerasan sangat. Contohnya carbida semen, keramik, kaca, granit,
marmer, batu permata. Simbol: D

78
 Boron Nitride (BN)
Bahan ini digunakan untuk menggerinda benda kerja yang sangat keras.
Kristal bahan ini berbentuk kubus. Contoh: baja perkakas dengan
kekerasan di atas 65 HRC, karbida. Simbol: CBN. Butiran asahan atau
abrasive memiiliki sifat kegetasan. Kegetasan ialah sifat butiran untuk
menahan diri dan membentuk runcingan yang baru, sehingga butiran tetap
menyayat tidak menggesek.
Setiap batu asah gerinda memiliki petunjuk yang berguna untuk
mengklarifikasikan jenisnya. Label batu gerinda yang menempel pada batu
gerinda berisi hal-hal berikut.
a. Jenis bahan asah. d. Susunan butiran asah.
b. Ukuran butiran asah. e. Jenis bahan perekat.
c. Tingkat kekerasan.
Contoh:
Label/identitas RG 38 A 36 L 5 V BE, artinya sebagai berikut.
38 = Kode pabrik
A = Jenis bahan asah
A – Aluminium Oxide
C – Silisium Carbida
D – Diamon
36 = Ukuran butiran asah
L = Tingkat kekerasan
5 = Susunan butiran asah
V = Jenis bahan perekat
V – Vitrified S – silicate
R – Rubber B – Resinoid
E – Shellac

79
Jadi, RG dengan label 38 A 36 L 5 V BE adalah sebuah batu gerinda dengan
bahan asah oksida alumunium, berukuran 36 butir per inchi, mempunyai susunan
sedang, perekat tembikar.

Gambar 7.5 Klasifikasi Batu Gerinda

80
E. Soal Latihan
1. Sebutkan peralatan dan perlengkapan menggerinda!
2. Apa perbedaan collet dan sarung pengurang?
3. Jelaskan perbedaan tangkai pengasah gigi dengan pegas dan tangkai
pengasah gigi dengan skala!
4. Jelaskan bentuk-bentuk roda gerinda?
5. Jelaskan butiran-butiran pada batu gerinda?
6. Apa yang dimaksud perekat pada batu gerinda?
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan tingkat kekerasan?
8. Apa perbedaan roda gerinda gergaji dan roda gerinda pemotong?
9. Apa yang dimaksud dengan air pendingin (coolant)?
10. Apa pengaruh apabila operator menghisap serbuk besi atau serbuk batu
gerinda?
11. Bagaimana menjaga mesin gerinda agar tidak cepat rusak?
12. Apa yang menyebabkan kecelakaan pada saat menggerinda?
13. Apa gunanya alat pelindung telinga dan bagaimana cara menggunakannya
14. Mengapa kita tidak boleh menggunakan gerinda muka,sebagai
penggerinda samping atau sebaliknya
15. Apa yang terjadi bila kita menggerinda dengan batu gerinda yang retak

81