Anda di halaman 1dari 15

TUGAS AKHIR M2

PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Disusun Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan


Ketercapaian Tugas Akhir M2 PPG dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2019

Oleh:
Fitri Amalia, S.Pd

PPG DALAM JABATAN ANGKATAN 4


PROGRAM PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN
2019
TUGAS AKHIR M2 PENGEMBANGAN PROFESI GURU

1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh!


2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?
3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan!
JAWABAN

1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh?


Pendidikan berdampak pada kemajuan suatu bangsa, artinya semakin
banyak jumlah orang yang menempuh pendidikan tinggi maka akan memberikan
sumbangan pemikiran yang besar kepada bangsanya. Pelaku peran pendidikan
tersebut tidak lain adalah guru. Kompetensi guru merupakan kemampuan seorang
guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara tangungjawab dan layak
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun
2003 dirumuskan tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal
10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan profesi.
Kompetensi Pedagogik merupakan pemahaman guru terhadap peserta didik,
perancangan dan pelaksananaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan
pengembangan peserta didik untuk mengakulturasikan berbagai potensi yang
dimilikinya. Kompetensi pedagogik meliputi sub kompetensi (1) memahami
karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, moral, kultural, emosional dan
intelektual, (2) memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan
kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya, (3) memahami gaya belajar
dan kesulitan belajar peserta didik, (4) memfasilitasi pengembangan potensi peserta
didik, (5) menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik, (6)
mengembangkan kurikulum ang mendorong keterlibatan peserta didik dalam
pembelajaran, (7) merancang pembelajaran yang mendidik, (8) melaksanakan
pembelajaran yang mendidik, (9) mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran,
Sukanti (2008).
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang
mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa,
menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru harus
memiliki kompetensi ini. Sjarkawi (2006) mengatakan kepribadian (personality)
sebagai sifat yang khas yang dimiliki oleh seseorang dalam hal ini kepribadian
adalah karakter atau identitas. Rubio (2010:42) menjaskan bahwa seorang guru
harus menggunakan kemampuan personalnya yangberperan penting dalam proses
pembelajaran, hasil atau aprestasi, dan perilaku peserta didik. Kemampuan
kompetensi kepribadian guru meliputi kepedulian, memahami peserta didik secara
individu, hubungan murid dan guru, dan lingkungan kelas.
Sebagai seorang teladan di depan peserta didik, sebelum guru mengajarkan
karakter pada peserta didik, guru harus memiliki kepribadian yang baik sebagai
seorang pendidik untuk memberikan contoh real karakter- karakter baik yang
harus dikembangkan peserta didik. Adanya guru dengan kepribadian yang baik
akan mendukung tercapainya tujuan kurikulum 2013 yaitu membentuk karakter
pada peserta didik. Indikator esensial dalam kompetensi kepribadian meliputi (1)
kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial,
bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan
norma, (2) kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam
bertindaksebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru, (3) kepribadian
yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemamfaatan peserta
didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan
bertindak, (4) kepribadian yang berwibawa meliputi perilaku yang berpengaruh
positif terhadap peserta didik ,disegani namun tidak di takuti, (5) berakhlak mulia
yaitu dapat menjadi teladan bertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur,
ikhlas, suka menolong).
Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua peserta
didik, dan masyarakat sekitar. Slameto (2003) mengemukakan bahwa kompetensi
sosial berkaitan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial
sangat perlu dan harus dimiliki seorang guru karena berlangsungnya pendidikan
dampaknya akan dirasakan tidak hanya oleh peserta didik itu sendiri tetapi juga
oleh masyarakat yang menerima dan memakai lulusannya.
Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkaitan dengan
penguasaan materi pembelajaran mata pelajaran secara luas dan mendalam yang
mencakup penguasaan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum
tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Indikator esensial dari
kompetensi profesional meliputi (1) memahami materi ajar yang ada dalam
kurikulum sekolah, (2) memahami struktur, konsep, dan metode keilmuan yang
koheren dengan materi ajar, (3) memahami hubungan konsep antar mata pelajaran
terkait, dan (4) menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun demikian, kompetensi profesional guru tidak sebatas hanya menguasai
materi, guru juga harus mampu mengelola program pembelajaran (administrasi
guru), mengelola kelas dalam pembelajaran, mampu mengintegrasikan dan
beradaptasi dengan perkembangan jaman khususnya di era abad 21, serta
pengembangan karir guru itu sendiri melalui karya ilmiah/penelitian.
Pada akhirnya, berdasarkan paparan di atas dalam rangka menghadapi abad
21 dan untuk mengembangkan kompetensinya dapat dirumuskan bahwa
setidaknya guru harus melakukan tiga komponen, yaitu pengembangan diri,
publikasi ilmiah dan karya inovatif. Lebih lanjut, sebagai upaya menyiapkan dan
menyongsong pendidikan dan generasi abad 21, perlu disipkan secara serius dari
sekarang dengan menanamkan Akhlak (karakter), Kompetensi, dan Literasi baik
guru maupun siswa.
2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?
Proyeksi abad 21 menurut saya ada 3 komponen yang harus dimiliki baik
siswa maupun guru. Pertama adalah akhlak (karakter). Karakter ada dua, moral
dan kinerja. Karakter moral misalnya iman, takwa, jujur, sedangkan karakter kinerja
adalah kerja keras, ulet serta tangguh. Tentu kita tidak ingin terbentuknya karakter
abad 21 yang jujur tetapi malas dan sebaliknya. Kedua adalah
kompetensi/keterampilan. Seperti yang telah banyak dibahas ada 4K (dalam bahasa
Indonesia). Kritis (berpikir kritis), Kreatif, Komunikatif, dan Kolaboratif
(Kerjasama).
Yang ketiga adalah Literasi (Keterbukaan wawasan). Literasi yang
diperlukan di era abad 21 ini yang pertama adalah literasi baca. Seperti yang kita
ketahui Indonesia daya bacanya rendah hal ini akan berdampak pada perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi jika kita tidak banyak- banyak membaca informasi
dan keadaan kita akan semakin tertinggal. Lebih lanjut adalah literasi sains dan
teknologi.
Seperti yang kita ketahui Indonesia akan mendapatkan bonus demografi
yang sering kita gaungkan adalah "Indonesia Emas". Keadaan dimana Indonesia
akan memiliki banyak pemuda dibandingkan dengan usia non produktif. Tentu ini
akan menjadi sebuah kebangkitan atau malah menjadi sebuah kegelapan. Bila para
pemudanya dimasa itu produktif, maka dimungkinkan Indonesia benar-benar akan
memiliki generasi emas. Namun apabila para pemudanya tidak produktif, tentu ini
akan menjadi hal yang patut diantisipasi agar hal demikian tidak terjadi.
Oleh karena itu, sebagai upaya menyiapkan dan menyongsong pendidikan
dan generasi abad 21, perlu disipkan secara serius dari sekarang dengan
menanamkan Akhlak (karakter), Kompetensi, dan Literasi.

3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan!


Pengembangan guru berkelanjutan setidaknya harus melakukan tiga
komponen, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.
Pengembangan diri merupakan upaya-upaya guru dalam rangka meningkatkan
profesionalismenya. Salah satu yang merupakan kegiatan PKB adalah melakukan
pengembangan diri melalui 2 cara yaitu; (1) diklat fungsional dan (2) kegiatan
kolektif. Diklat fungsional dapat berupa mengikuti pelatihan- pelatihan, seminar
nasional maupun internasional yang sifatnya membuga wawasan dan pengetahuan
baru. Kegiatan kolektif misalnya mengikuti pertemuan MGMP, bedah buku dan lain
sebagainya yang bersifat diskusi, sharing bertukar pengalaman dan pengetahuan
dengan rekan guru lainnya.
Pengembangan guru berkelanjutan selanjutnya adalah publikasi Ilmiah. Saat
ini kemenristekdikti melalui beberapa universitas tengah mensyaratkan publikasi
ilmiah terindeks Scopus atau diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional
bereputasi kepada mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Arah ini baik, dikarenakan
dengan kegiatan publikasi ini setidaknya akan meningkatkan daya literasi seseorang
yang selanjutnya akan memberi hal positif lain untuk dapat melakukan riset
mengembangkan potensi diri. Hal ini dapat kita rencanakan menjadi program tiap
tahun atau semester misalnya untuk menuliskan PTK atau hasil riset lain dalam
bentuk jurnal yang kemudian dinilaikan.
Karya inovatif bisa merupakan penemuan baru, hasil pengembangan, atau
hasil modifikasi sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas
proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,
sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini misalnya bias berupa pengembangan
alat peraga matematia, media pembelajaran yang biasanya menggunakan power
point dikembangkan dengan articulate yang dilengkapi dengan soal-soal latihan.
Tidak hanya berupa produk, karya inovatif dapat juga berupa model pembelajaran
yang dikembangkan, misalnya penerapan model pembelajaran STEM.

Adapun rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan dan


Rancangan Pengembangan Keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut:
Format 1: Evaluasi Diri Guru
Nama Sekolah: Nomor Statistik Sekolah:
Alamat: Kecamatan: Kabupaten/Kota:
Nama Guru: Tahun Ajaran: Tanggal:
A. Kompetensi Inti Evaluasi diri terhadap kompetensi terkait
Pedagogik
1. Menguasai karakteristik peserta didik
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip belajar yang
mendidik
3. Pengembangan kurikulum
4. Kegiatan belajar yang mendidik
5. Pengembangan potensi peserta didik
6. Komunikasi dengan peserta didik
7. Penilaian dan evaluasi
Kepribadian
8. Bertindak sesuai norma agama, hukum, sosial, dan
kebudayaan nasional
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
10. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi dan rasa bangga
menjadi seorang guru
Sosial
11. Bersikap inklusif, bertindak objektif serta tidak diskriminatif
12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang
tua, peserta didik, dan masyarakat
Profesinal
13. Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan
yang mendukung mata pelajaran yang diampu
14. Pengembangan keprofesionalan melalui tindakan yang
reflektif
Berbagai hal terkait dengan pemenuhan dan peningkatan
kompetensi inti tersebut

1. Publikasi Ilmiah
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk memenuhi
dan mengembangkan 14 kompetensi inti tersebut.
b. Kendala yang saya hadapidalam memenuhi dan
mengembangkan kompetensi inti tersebut.
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memenuhi
dan mengembangkan kompetensi inti tersebut
d. Pengembangan keprofesian berkelanjutan yang masih saya
butuhkan dalammemenuhi dan mengembangkankompetensi
inti tersebut.
2. Kompetensi menghasilkan Publikasi Ilmiah
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk memenuhi
dan mengembangkan kompetensi untuk menghasilkan
publikasi ilmiah
b. Kendala yang saya hadapidalam memenuhi dan
mengembangkan kompetensi untuk menghasilkan publikasi
ilmiah
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memenuhi
dan mengembangkankompetensi untuk untuk menghasilkan
publikasi ilmiah
3. Kompetensi menghasilkan Karya Inovatif
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk memenuhi
dan mengembangkan kompetensi untuk menghasilkan karya
inovatif
b. Kendala yang saya hadapidalam memenuhi dan
mengembangkankompetensi untuk menghasilkan karya
inovatif
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memenuhi
dan mengembangkankompetensi untuk untuk menghasilkan
karya inovatif
4. Kompetensi untuk penunjang pelaksanaan pembelajaran
berkualitas (TIK, Bahasa Asing, dsb)
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk memenuhi
dan mengembangkan kompetensi penunjang pelaksanaan
pembelajaran yang berkualitas.
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi dan
mengembangka n kompetensi penunjang pelaksanaan
pembelajaran yang berkualitas.
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memenuhi
dan mengembangkankompetensi penunjang pelaksanaan
pembelajaran yang berkualitas
d. Pengembangan keprofesian berkelanjutan yang masih saya
butuhkan dalammemenuhi dan mengembangkankompetensi
penunjang pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas
5. Kompetensi untuk melaksanakan tugas tambahan
(misalnya Kepala Sekolah, Kepala Perpustakaan, dsb)
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk memenuhi -
dan mengembangkan kompetensi untuk melaksanakan tugas
tambahan tersebut
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi dan -
mengembangkan kompetensi untuk melaksanakan tugas
tambahan tersebut
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti -
pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk memenuhi
dan mengembangkankompetensi untuk melaksanakan tugas
tambahan tersebut
Format 2: Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Individu Guru
Nama Sekolah: Nomor Statistik Sekolah:
Kecamatan: Kabupaten/Kota: Kecamatan:
Nama Guru: Tahun Ajaran: Tanggal:
Strategi Pengembangan Keprofesian
Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Berkelanjutan yang akan dilakukan(diisi dengan memberi tanda √)
A. Kompetensi
Guru untuk peningkatan kompetensi 5
terkait 1 2 3 4 6
a b
Pedagogik
1. Menguasai karaktertik peserta didik
2. Menguasai teori belajar dan prinsip- prinsip
belajar yang mendidik
3. Pengembangan kurikulum
4. Kegiatan belajar yang mendidik
5. Pengembangan potensi peserta didik
6. Komunikasi dengan peserta didik
7. Penialian dan evaluasi
Kepribadian
8. Bertindak sesuai norma agama, hukum, sosial,
dan kebudayaan nasional
9. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
10. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi dan rasa
bangga menjadi seorang guru
Sosial
11. 11. Bersikap inklusif, bertindak objektif serta
tidak diskriminatif
12. 12. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga
kependidikan, orang tua, peserta didik, dan
masyarakat
Profesional
13. Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola
pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran
yang diampu
14. Pengembangan keprofesionalan melalui
tindakan yang reflektif
Berbagai Hal terkait dengan pemenuhan dan
peningkatan kompetensi inti tersebut
B. Kompetensi menghasilkan Publikasi Ilmiah

C. Kompetensi menghasilkan Karya Inovatif

D. Kompetensi untuk penunjang pelaksanaan


pembelajaran berkualitas (TIK, Bahasa
Asing, dsb)
E. Kompetensi untuk melaksanakan tugas
tambahan (misalnya Kepala Sekolah, Kepala
Perpustakaan, dsb)

Tanda tangan Guru: Tanda tangan Kepala Sekolah:


Format 3: Rencana Final Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Nama Sekolah: Nomor Standar Sekolah:


Kecamatan: Kabupaten/Kota: Kecamatan:
Tahun Ajaran: Tanggal:
Kompetensi
14 Kompetensi Inti Kompetensi untuk Kompetensi melaksanakan
Nama menghasilkan penunjang tugas tambahan
No
Guru Publikasi Ilmiahpembelajaran
Pedagogik Kepribadian Sosial Profesional
dan Karya Inovatif berkualitas
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Koordinator Diketahui oleh:


Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah
DAFTAR PUSTAKA

Rubio, C. M. (2009). Effective teachers-professional and personal skills. Ensayos,57, 2171-9098.


Sjarkawi. 2006. Pembentukan Kepribadian Melalui Peningkatan Pertimbangan Moral.Jakarta : Depdiknas Dirjen Dikti.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi.Jakarta : Rineka Cipta.
Sukanti. 2008. Meningkatkan kompetensi guru melalui pelaksanaan tindakan kelas. Jurnal Pendidikan Akutansi Indonesia, Vol. VI, No. 1.
Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003