Anda di halaman 1dari 15

MODUL PERKULIAHAN

TEKNIK LINGKUNGAN
MODUL 4
KLASIFIKASI BIOSFER, BENTUK EKOSISTEM
SIKLUS OKSIGEN, SIKLUS KARBON, SIKLUS CO 2
SIKLUS PHOSPORE

Fakultas Program Studi TatapMuka Kode MK DisusunOleh

04
Teknik TeknikMesin I G Ayu Arwati,Dra,MT

Abstract Kompetensi
Ekosistem adalah suatu system yang Dapat menjelaskan klasifikasi biosfer,
terdiri atas flora dan fauna, diama di ekosistem , peranan produsen,
dalam ekosistem tersebut ada peranan konsumen serta siklus karbon,
dari mahluk biotic maupun abiotik. Di CO2,oksigen dan Fosfor.
dalam ekosistem perlu diperhatiakan
siklus oksigen, siuklus karbon, siklus
CO2 dan siklus Fosfor.
Pembahasan

EKOSISTEM

Ekosistem adalah suatu system yang terdiri atas tumbuhan (flora) hewan (fauna) dan
lingkungan fisik yang saling mempengaruhi satu sama lainnya. Ekosistem terdiri dari
beberapa komponen, yaitu:
1. Komponen Biotik : tumbuhan = produsen
hewan = konsumen (herbivora, omnivora, karnivora, dan bakteri / jamur)
2. Komponen Abiotik : Iklim dan Bahan Organik.

Persebaran Makhluk Hidup


Persebaran makhluk hidup ada 3 cara, yaitu:

1. Gang (koridor) : Penyebaran melalui bermacam-macam habitat.


2. Filter : Penyebaran melalui gang dengan kisaran habitat yang terbatas,
sehingga hanya sebagian biota saja yang menyebar.
3. Untung-untungan : Penyebaran yang kebetulan. Contohnya kelapa yang ada di pinggir
pantai

Ada 3 lingkungan utama/tempat tinggal (Biocyrcle) makhluk hidup, yaitu:


1. Darat

2. Air Tawar
3. Air Asin

Faktor penyebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata yaitu:


1. Faktor Klimatik

a. Suhu, kerena tidak semua makhluk hidup mampu hidup di segala suhu, mereka
memiliki persyaratan suhu tersendiri.

b. Kelembapan Udara, uap air yang terkandung dalam massa udara. Ada empat
kelompok utama, yaitu xerophyta, mesophyta, hyqrophyta, dan tropophyta.

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
2 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
Peran Komponen Biotik Dan Abiotik
a. Produsen
Produsen adalah kelompok penghasil makanan. Peran komponen biotik ini adalah
menyediakan makanan/sumber makanan bagi konsumen tingkat I. Produsen ini umumnya
merupakan kelompok tumbuhan hijau. b. Konsumen
Konsumen merupakan kelompok pemberi yang secara langsung dan tidak langsung
menggunakan hasil dari produsen makanan bagi konsumen tingkat berikutnya. Konsumen
juga berperan sebagai penyeimbang populasi dalam lingkungan c. Pengurai (dekomposer)
Pengurai merupakan kelompok pengurai sisa-sisa sampah makhluk hidup, atau makhluk
hidup yang mati. (pemecah zat organik atau anorganik). Zat yang telah diurai dikembalikan
ke tanah/lingkungannya lagi. Peran dekomposer dalam lingkungan adalah menghancurkan,
makhluk hidup/tumbuhan yang telah mati dan dikembalikan ke tanah. Coba bayangkan jika
di dunia ini tidak ada dekomposer. 2. Perana komponen Abiotik Dalam Kehidupan
Adapun peran komponen abiotik dalam kehidupan adalah : a. Suhu
Makhluk hidup memiliki suhu optimum untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini di sebabkan
karena reaksi kimia dalam tubuh organisme dipengaruhi oleh kualitas suhu lingkungan.
Pada umunya organisme senang hidup di tempat yang suhunya anatar 0º - 40ºC sebab
pada suhu di atas 40ºC kebanyakan protein akan terurai dan rusak . adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi variasi suhu adalah lamanya penyinaran, kedudukan matahari
terhadap bumi, dan cuaca. b. Cahaya Matahari
Cahaya matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena sinar matahari
menentukan suhu. Cahaya matahari merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan
sebagai produsen untuk berfotosintensis. Tidak semua spektrum sinar matahari berguna
unruk fotositensis, hanya spektrum merah, nila dan biru dibutuhkan dalam fotodintensis. c.
Air
Air merupakan terhadap ekositem karena air dibutuhkan untuk kelasungan hidup organisme.
Beberapa fungsi air adalah :
1) Sebagai penyusun tubuh organisme
2) Sebagai pelarut mineral-mineral
3) Sebagai media tempat kehidupan menghuni air
4) Sebagai habitat makhluk hidup menghuni air
5) Bagi tumbuhan air diperlukan untuk pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji.
6) Beberapa dalam proses fotosintensis
7) Mengabsorbsi temperatur dengan baik/mengatur temperatur di dalam tanaman

SIKLUS OKSIGEN
TEKNIK LINGKUNGAN
2014
3 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
Pengertian, Tahap, dan Peranannya

Apa yang terbesit dalam pikiran anda bila mendengar kata oksigen? Seperti yang kita

tahu, oksigen bagian dari hidup kita yang sangat kita butuhkan keberadaannya. Ya oksigen

dapat juga kita katakan sebagai pusat kehidupan di muka bumi ini.

Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang ditemukan berlimpah di matahari, dan

memainkan peranan dalam siklus karbon-nitrogen, yakni proses yang diduga menjadi sumber

energi di matahari dan bintang. Oksigen merupakan unsur gas, menyusun 21% volume

atmosfer dan diperoleh dengan pencairan dan penyulingan bertingkat. Sekitar dua pertiga

tubuh manusia dan sembilan persepuluh air adalah oksigen. Di alam, oksigen bebas dihasilkan

dari fotolisis air selama fotosintesis oksigenik. Ganggang hijau dan sianobakteri di lingkungan

lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang dihasilkan di bumi, sedangkan sisanya

dihasilkan oleh tumbuhan daratan

Pertukaran oksigen terus-menerus yang terjadi antara atmosfer dengan air, tanaman

dengan makhluk hidup dan bahan mineral disebut sebagai siklus / daur oksigen. Siklus / daur

oksigen adalah salah satu siklus biogeokimia. Proses ini membentuk siklus yang melibatkan

lingkungan hidup yang disebut biosfer, dan lingkungan tak hidup - litosfer, atmosfer dan

hidrosfer. Oksigen merupakan gas yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, manusia misalnya,

yang bernafas dengan menghirup oksigen yang ada di udara dan selanjutnya masuk ke dalam

sistem pernafasan. Demikian juga tanaman yang melakukan pertukaran oksigen dengan

makhluk hidup disekitarnya, juga pertukaran oksigen yang terjadi di atmosfer bumi. Siklus

oksigen terjadi karena semua makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk kelangsungan

hidupnya. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa siklus oksigen adalah proses pertukaran

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
4 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
oksigen di bumi ini yang berlangsung secara terus menerus tidak ada habisnya. Dengan

mengetahui pentingnya siklus oksigen maka diharapkan agar kita tidak mengganggu ekosistem

lingkungan yang dapat mengacaukan siklus oksigenGambar 1. Siklus oksigen

Siklus ini menggambarkan pertukaran dari oksigen antara bentuk gas O2 yang terdapat

dengan jumlah besar dalam atmosfer, dan oksigen yang terikat secara kimia dalam CO2, H2O

dan bahan-bahan organik. Siklus ini berkaitan sangat erat dengan siklus unsur lainnya,terutama

dengan siklus karbon. Unsur oksigen menjadi yang terikat secara kimia melalui berbagai proses

yang menghasilkan energi, terutama pada perubahan dan proses metabolit dalam organisme.

Terdapat beberapa hal yang berpran dalam berjalannya siklus oksigen, yaitu:

1. Pada Tanaman

Tanaman menandai awal siklus oksigen. Tanaman dapat menggunakan energi sinar

matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi karbohidrat dan oksigen dalam

proses yang disebut fotosintesis. Pada siang hari, tanaman membutuhkan juga sedikit oksigen

yang dihasilkan dalam fotosintesis dan menggunakan oksigen untuk memecah karbohidrat.

Namun, untuk mempertahankan metabolisme dan terus respirasi pada malam hari, tanaman

harus menyerap oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida seperti hewan. Meskipun

tanaman menghasilkan kira-kira sepuluh kali lebih banyak oksigen di siang hari ketika mereka
mengkonsumsi pada malam hari, konsumsi oksigen di waktu malam oleh tanaman dapat

menciptakan kondisi oksigen yang rendah di beberapa habitat air.

2. Oksigen dalam Air

Oksigen di dalam air yang dikenal sebagai oksigen terlarut atau DO. Oksigen terlarut ini

dapat mendukung kehidupan akuatik Di alam, oksigen masuk ke air ketika air mengalir di atas

batu dan menciptakan jumlah besar luas permukaan. Luas permukaan yang tinggi
TEKNIK LINGKUNGAN
2014
5 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
memungkinkan untuk mentransfer oksigen dari udara ke dalam air sangat cepat.

Mikroorganisme di dalam air mulai memetabolisme (break down) bahan organik, dan

menggunakan oksigen. Oxygen uptake rate (OUR) adalah tingkat di mana oksigen dikonsumsi

oleh organisme hidup di dalam air. Karena organisme terus-menerus menggunakan oksigen ke

dalam air dan oksigen secara konstan memasuki kembali air dari udara, jumlah oksigen dalam

air tetap relatif konstan. Pada sebuah ekosistem yang baik, tingkatan transfer oksigen ke dalam

air dan penyerapan oksigen oleh organisme didalam air berbanding lurus atau seimbang.

3. Organisme

Terakhir adalah organisme dunia. Mereka menggunakan oksigen dalam banyak bentuk.

Organisme menggunakan oksigen dalam banyak bentuk. Peran mereka dalam siklus dimulai

dengan karbon dioksida di atmosfer. Tanaman menerima bahwa karbon dioksida dan

menggabungkannya dengan air untuk membuat molekul gula dan oksigen. Melalui proses

metabolisme organisme seperti hwan atau manusia, gula dan udara digunakan dan terurai atau

dilepas menjadi karbon dioksida kembali. Kemudian siklus dimulai lagi

Potensi Siklus oksigen

Siklus oksigen terkait dengan siklus karbon. Dari proses fotosintesis tanaman, dihasilkan

oksigen ke udara. Oksigen adalah salah satu bagian terpenting bagi organisme hidup maupun

materi tidak hidup. Siklus oksigen digunakan juga oleh organisme di darat dan bahkan di air

untuk respirasi dan metabolisme. Oksigen ini diperlukan oleh organisme untuk respirasi,
menghancurkan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana (CO2). CO2 ini akan

digunakan kembali untuk fotosintesis dengan hasil samping O2 (siklus berulang).

Selain itu, O2 digunakan untuk pelapukan oksidatif dan pembakaran bahan baku fosil.

Selain itu, O2 di udara dapat berbentuk ion, atom tereksitasi ataupun ozon O3 akibat pengaruh
TEKNIK LINGKUNGAN
2014
6 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
radiasi ultraviolet. Oksigen tereksitasi akan memancarkan cahaya tampak pada panjang

gelombang tertentu menimbulkan fenomena cahaya langit (air glow). Sementara, ozon

berfungsi sebagai pelindung bumi karena menyerap radiasi UV.

Proses pembentukan ozon merupakan suatu aspek yang sangat penting dari siklus

distratosfer. Ozon membentuk lapisan tipis di stratosfer yang berfungsi sebagai filter dari

radiasi ultaviolet, dengan demikian dapat menjaga kehidupan dibumi dari

kerusakan/kehancuranyang disebabkan radiasi ini. Siklus oksigen disempurnakan atau diakhiri

ketika unsur oksigen masuk kembali ke atmosfer dalam bentuk gas. Hanya satu cara yang

signifikan dimana hal tersebut terjadi yaitu melalui fotosintesis yang dilakukan tumbuhan

Siklus oksigen juga berperan penting dalam dekomposisi limbah organik. Bila jaringan

yang mati (senyawa karbon) meluruh oleh kombinasi oksidasi dan mikroorganisme

pembusukan, karbon dioksida dilepaskan kembali ke atmosfer. Sebuah siklus yang lambat

terjadi dalam proses mineral dioksidasi, seperti dalam pembentukan batu. Isi biodegradable zat

dalam air limbah dinyatakan oleh indeks khusus yang disebut"permintaan oksigen biologis"

(BOD), yang mewakili jumlah oksigen yang diperlukan oleh bakteri aerobik untuk menguraikan

limbah. Bila oksigen yang diperlukan tidak cukup untuk bakteri aerob, mereka akan mati dan

bakteri anaerob yang tidak memerlukan oksigen mengambil alih. Bakteri ini mengubah bahan

limbah menjadi H2S, zat yang beracun lainnya dan zat-zat berbau busuk

Dengan mengetahui potensi siklus oksigen di kehidupan maka sudah tentu sekarang saatnya

untuk mulai mempertahankan keberlangsungan siklus oksigen. Beberapa caranya adalah

dengan menambah jumlah tanaman, menggunakan sistem tebang pilih tanam, mengurangi

penggunaan kendaraan bermotor, dan tentu masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
7 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
Siklus Karbon
Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan
antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi
memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui). Dalam
siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran.
Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula
freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon)), lautan
(termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen
(termasuk bahan bakar fosil). Pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses
kimia, fisika, geologi, dan biologi yang bermacam-macam. Lautan mengadung kolam aktif
karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini
mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.

Bagian terbesar dari karbon yang berada di atmosfer Bumi adalah gas karbon dioksida
(CO2). Gas-gas lain yang mengandung karbon di atmosfer adalah metan dan
kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini merupakan gas artifisial atau buatan). Gas-gas tersebut
adalah gas rumah kaca yang konsentrasinya di atmosfer telah bertambah dalam dekade
terakhir ini, dan berperan dalam pemanasan global.

Karbon mengalir antara masing-masing penampungan (reservoir) dalam pertukaran


yang disebut siklus karbon, yang memiliki komponen lambat dan cepat. Setiap perubahan
dalam siklus karbon yang bergeser dari satu reservoir menempatkan lebih banyak karbon di
penampungan lain. Perubahan yang menempatkan gas karbon ke atmosfer hasil dalam suhu
lebih hangat di Bumi.

Selama jangka panjang, siklus karbon tampaknya mempertahankan keseimbangan yang


mencegah semua karbon Bumi dari memasuki atmosfer (seperti halnya di Venus) atau agar
tidak disimpan seluruhnya dalam batuan. Keseimbangan ini membantu menjaga suhu bumi
relatif stabil, seperti termostat.

Siklus karbon merupakan siklus biogeokimia terbesar. Ada 3 hal yang terjadi pada
karbon :

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
8 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
 Tinggal dalam tubuh,
 Respirasi oleh hewan,
 Sampah/sisa dan Karbon itu masuk ke dalam perairan melalui proses difusi.

Proses dalam siklus karbon


Secara umum, karbon akan diambil dari udara oleh organisme fotoautotrof (tumbuhan,
ganggang, dll yang mampu melaksanakan fotosintesis). organisme tersebut, sebut saja
tumbuhan, akan memproses karbon menjadi bahan makanan yang disebutkarbohidrat, dengan
proses kimia sebagai berikut :
6 CO2 + 6 H2O (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil) ↔ C6H12O6 + 6 O2
Karbondioksida + Air (+Sinar Matahari yg diserap Klorofil)↔ Glukosa +
Oksigen.

Hasil sintesa karbohidrat itu dimakan para makhluk hidup heterotrof sebagai makanan
plus oksigen untuk bernafas. Tidak peduli makhluk herbivora, carnivora, atau omnivora,
sumber pertama energi yang tersimpan dalam karbohidrat adalah tumbuhan.Karbon di dalam
sistem respirasi akan dilepas kembali dalam bentuk CO2 yang nantinya dilepaskan saat
pernafasan. Selain pelepasan CO2 ke udara saat pernafasan, para detrivor (pembusuk) juga
melepaskan CO2 ke udara dalam proses pembusukan. Manusia juga tidak kalah peran dalam
proses ini. Hasil segala pembakaran, mulai dari pembakaran sampah, pembakaran bahan
bakar minyak di dalam kendaraan bermotor, asap pabrik, dan lain-lain juga
melepaskan CO2 ke udara. CO2 di udara nantinya akan ditangkap oleh tumbuhan lagi dan
siklus mulai dari awal lagi.
Di daratan, proses pengubahan CO2 menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigen
dilakukan oleh tumbuhan darat, sebaliknya, di daerah perairan, peran ini dimainkan oleh
organisme-organisme fotoautotrof perairan seperti ganggang, fitoplankton, dan lain-lain.
begitupula dengan peran yang melepaskan CO2 ke udara. Hal itu dilaksanakan oleh para
detrovor dan organisme heterotrof. Di daratan ada manusia, kambing, sapi, harimau, dll. di
lautan ada berbagai jenis ikan dan makhluk-makhluk perairan.
Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas perubahan
dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman
disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
9 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya melalui
fotosintesis.
Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan lebih banyak lagi
CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di atmosfer meningkat. CO2 dan O2
atmosfer juga berpindah masuk ke dalam dan ke luar sistem akuatik, dimana CO2 dan O2
terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk bahan anorganik lainnya.

Gambar: Daur Karbon dan daur oksigen

Gambar : Siklus Karbon


Karbon diambil dari atmosfer dengan berbagai cara, antara lain:

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
10 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
 Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesa untuk mengubah karbon
dioksida menjadi karbohidrat, dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih
banyak menyerap karbon pada hutan dengan tumbuhan yang baru saja tumbuh atau hutan
yang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.
 Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih
mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasi termohalin
yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke kedalaman laut atau interior laut
(lihat bagian solubility pump).
 Di laut bagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi,
organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon, beberapa organisme juga
membentuk cangkang karbonat dan bagian-bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan
menyebabkan aliran karbon ke bawah (lihat bagian biological pump).
 Pelapukan batuan silikat. Tidak seperti dua proses sebelumnya, proses ini tidak
memindahkan karbon ke dalam reservoir yang siap untuk kembali ke atmosfer. Pelapukan
batuan karbonat tidak memiliki efek netto terhadap CO2 atmosferik karena ion bikarbonat
yang terbentuk terbawa ke laut dimana selanjutnya dipakai untuk membuat karbonat laut
dengan reaksi yang sebaliknya (reverse reaction).

Karbon dapat kembali ke atmosfer dengan berbagai cara pula, antara lain:

 Melalui pernafasan (respirasi) oleh tumbuhan dan binatang. Hal ini merupakan reaksi
eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa (atau molekul organik
lainnya) menjadi karbon dioksida dan air.
 Melalui pembusukan binatang dan tumbuhan. Fungi atau jamur dan bakteri mengurai
senyawa karbon pada binatang dan tumbuhan yang mati dan mengubah karbon menjadi
karbon dioksida jika tersedia oksigen, atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.
 Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung
menghasilkan karbon dioksida (juga yang lainnya seperti asap). Pembakaran bahan bakar
fosil seperti batu bara, produk dari industri perminyakan (petroleum), dan gas alam akan
melepaskan karbon yang sudah tersimpan selama jutaan tahun di dalam geosfer. Hal inilah
yang merupakan penyebab utama naiknya jumlah karbon dioksida di atmosfer.

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
11 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
 Produksi semen. Salah satu komponennya, yaitu kapur atau gamping atau kalsium
oksida, dihasilkan dengan cara memanaskan batu kapur atau batu gamping yang akan
menghasilkan juga karbon dioksida dalam jumlah yang banyak.
 Di permukaan laut dimana air menjadi lebih hangat, karbon dioksida terlarut dilepas
kembali ke atmosfer.
 Erupsi vulkanik atau ledakan gunung berapi akan melepaskan gas ke atmosfer. Gas-
gas tersebut termasuk uap air, karbon dioksida, dan belerang. Jumlah karbon dioksida yang
dilepas ke atmosfer secara kasar hampir sama dengan jumlah karbon dioksida yang hilang
dari atmosfer akibat pelapukan silikat; Kedua proses kimia ini yang saling berkebalikan ini
akan memberikan hasil penjumlahan yang sama dengan nol dan tidak berpengaruh terhadap
jumlah karbon dioksida di atmosfer dalam skala waktu yang kurang dari 100.000 tahun.

Permasalahan dalam siklus karbon


Karbon (C) adalah elemen yang paling sering kita temui di dalam kehidupan kita
sehari-hari. Dalam tanaman dan hewan. Tumbuhan menyimpan Carbon d dalam sari buahnya
(dalam bentuk glukose) dan tanaman juga memanfaatkan carbon (CO2-Carbondioksida) dari
atmosfer untuk membantu proses fotosintesisnya. Ketika tumbuhan mati, mereka membusuk
dan bakteri pengurai akan menguraikannya menjadi bagian dari tanah, yaitu kompos. Karbon
yang di dalam tanah (kompos) dalam jangka waktu berjuta-juta tahun kemudian, akan
berubah menjadi fosil, sebagai sumber minyak bumi. Sedangkan karbon yg berada di dalam
air akan dimanfaatkan tumbuhan air dalam proses fotosintesisnya. Ketika ada ikan yg
memakan tumbuhan ini, maka terjadi perpindahan karbon (zat makanan/glukose) dari
tumbuhan ke ikan. Sedangkan dalam proses pernafasannya, ikan akan mengeluarkan carbon,
dalam bentuk CO2 (karbondioksida).
Kelanjutan dari fosil yg telah berubah menjadi sumber minyak bumi,carbon yg
terkandung akan di suling (diolah) menjadi berbagai macam jenis minyak bumi, sebagai
sumber energi utama di dunia ini. Metode inilah yg menjadi metode utama penghasil sumber
energi kita, untuk menggerakkan mobil,motor, untuk penggerak listrik dan sumber energi
bagi perindustrian. Dampak dari pembakaran minyak bumi, CO2 akan dilepaskan ke udara.
Pelepasan CO2 yg berlebih diakibatkan salah satunya oleh deforestation (penghancuran
hutan). Dengan tidak adanya hutan, maka CO2 tidak dapat digunakan sebagai bahan
fotosintesis,,akan tetapi akan menumpuk di atmosfer kita. Penumpukan CO2 akan
mengakibatkan efek rumah kaca dimana sinar UV tidak dapat dipantulkan oleh bumi. Sinar
TEKNIK LINGKUNGAN
2014
12 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
UV yg terperangkan di atmosfer akan menaikkan suhu bumi dan berakibat kepada
Pemanasan Global.
Dengan adanya permasalahan dalam siklus karbon tersebut, agar tidak terjadi pemanasan
global diperlukan adanya penyerapan dari atmosfir melalui tumbuhan dalam jumlah yang besar.
Karena tumbuhan dalam proses fotosintesis memanfaatkan karbon. Oleh karena itu
pengembangan areal hijau, penghutanan kembali (reboisasi) dan pelestarian hutan sangat
diperlukan. Apakah hutan yang ada saat ini memiliki kemampuan penyerapan karbon yang setara
dengan pelepasan krabon ke atmosfir pada siklus karbon seperti tersebut di atas? Benarkah
tanaman perkebunan seperti sawit dapat menjadi penyerap karbon yang setara dengan hutan yang
terkorversi. Untuk daerah perkotaan, perlu ada desain jalan dengan diikuti oleh penghijauan di
sepanjang jalan. Begitu juga untuk jalan antar kota penanaman pohon menjadi paket
pemeliharaan dan perlindungan jalan.

Di udara, konsentrasi karbondioksida sangat kecil bila dibandingkan dengan oksigen


dan nitrogen (kurang dari 0,04 %). akan tetapi gas ini adalah gas rumah kaca yang berperan
dalam efek rumah kaca. Penambahan gas ini dapat meningkatkan suhu udara di bumi.
Sekarang ini, populasi tumbuhan semakin berkurang (banyak hutan rusak dan lain-lain )
sedangkan kedaraan bermotor bertambah banyak. Jadi kita bisa bayangkan bahwa pelepasan CO2 ke
udara tidak sebanding dengan pengubahannya oleh tumbuhan menjadi Karbohidrat. ini akan
mempengaruhi keseimbangan atmosfer dan keseimbangan ekosistem di bumi.
Neraca karbon global adalah kesetimbangan pertukaran karbon (antara yang masuk dan
keluar) antar reservoir karbon atau antara satu putaran (loop) spesifik siklus karbon
(misalnya atmosfer - biosfer). Analisis neraca karbon dari sebuah kolam atau reservoir dapat
memberikan informasi tentang apakah kolam atau reservoir berfungsi sebagai sumber
(source) atau lubuk (sink) karbon dioksida.
Apa yang dimaksud pengertian daur fosfor? Daur fosfor adalah suatu proses atau
siklus yang melibatkan fosfor sebagai bahan yang di proses/ mengalami daur ulang.
Daur fosfor meliputi input serta proses yang di daur hingga akhirnya menjadi fosfor
kembali.

Di bumi banyak terdapat fosfor yang antara lain sumber fosfor di dapat dari batuan,
bahan organik, tanaman, dan juga tanah. Input daur fosfor berupa hasil pelapukan
bebatuan, sedangkan outputnya menghasilkan fiksasi mineral dan pelindikan.

Gambar Daur Fosfor

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
13 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
Di alam ini terdapat dua jenis fosfor yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan
hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah).

Oleh dekomposer atau pengurai, fosfat yang berasal dari tumbuhan serta hewan yang
mati kemudian di uraikan menjadi fosfat anorganik. Fosfat banyak ditemui pada fosil dan
batu karang, karena fosfat dari air tanah atau air laut terurai dan selanjutnya mengendap
pada sedimen laut.

Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah
dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus
seperti ini akan terus berulang-ulang, dan siklus itulah yang dinamakan pengertian
daur fosfor.

DAFTAR PUSTAKA

Rahmatiah. 2010. Selamatkan Bumi, Jaga Oksigen. http://www.lpmpsulsel.net/ Diakses


tanggal

1 Juli 2014

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
14 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati
Sri Pujianto.2011. Buku Biologi ‘Menjelajah Dunia Biologi 1’ . Solo : Tiga Serangkai Pustaka

Mandiri

Zulkarnain, 2013. Makalah Kimia Siklus Oksigen. www.zulkarnain26.blogspot.com Diakses

tanggal 1 Juli 2014

TEKNIK LINGKUNGAN
2014
15 PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
I Gusti Ayu Arwati