Anda di halaman 1dari 12

MODUL PERKULIAHAN

PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

Materi :
Sistem Produksi Menggunakan
Metode JIT, Kanban dan Lean
Manufacturing

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

05
Teknik Program 16003 Defi Norita ST, MT
Studi Teknik
Industri

Abstract Kompetensi
Modul ini menjelaskan system produksi Mahasiswa dapat mengerti dan memahami
Toyota dengan menggunakan metode JIT, system produksi Toyota yang terkenal
system Kanban dan lean manufacturing. dengan beberapa metode dalam industry
manufaktur. .
Sistem Produksi Toyota

Sejarah Sistem Produksi Toyota

Sistem produksi toyota dimulai dengan beberapa tahap, tahap pertama adalah
pelajaran dengan adanya perang dunia ke – 2 dan setelah terjadinya perang dunia itu
sendiri yang mana Jepang pada saat itu sangat terpuruk setelah diluluh lantakkan oleh
sekutu. Hal ini membuat rakyat Jepang ingin cepat untuk kembali bangkit dari keterpurukan
tersebut. Tahap ke-2 dilanjutkan dengan adanya krisis minyak tahun 1973 dimana terjadi
pertumbuhan yang lambat diseluruh dunia termasuk di Jepang, hal ini membuat seluruh
rakyat Jepang dalam kondisi krisis. Hal ini sangat wajar karena Jepang tidak memiliki lahan
untuk diekplorasi sebagai ladang minyak mentahnya, sehingga Jepang sangat bergantung
dengan minyak dari luar negerinya. Kondisi ke-3 adalah semakin besarnya biaya yang
ditimbulkan karena adanya krisis tersebut menyebabkan perusahaan di seluruh dunia
berkompetisi untuk dapat membuat produk yang murah dengan biaya produksi yang
minimal. Selain itu perusahaan harus berusaha untuk memproduksi barang yang pasti bisa
dijual dengan demikian jika dapat memastikan produknya terjual maka akan perusahaan
tidak memproduksi dalam jumlah banyak tapi variasi yang banyak. Kondisi ke-4 adalah
mengejar ketinggalan Jepang dari Amerika hanya dalam waktu 3 tahun, khususnya
ketertinggalan dalam industri kendaraan bermotor dan industri lainnya.

Dasar sistem produksi toyota adalah menghilangkan semua pemborosan yang


ditimbulkan oleh operasional dalam sebuah perusahaan. Ada dua prinsip yang digunakan
oleh toyota dalam melakukannya yaitu Just In time (Kiichiro Toyoda) dan Autonomation
(Sakichi Toyoda). Ada beberapa orang yang berpengaruh dalam sistem produksi toyota ini
mereka adalah Taichi Ohno dan Shingeo Singo. Keduanya adalah pekerja atau engineer
yang bekerja di toyota pada masa itu dan sangat dipercaya oleh pemilik perusahaan Toyota,
sehingga mereka mendapat kesempatan untuk mempelajari beberapa sistem yang ada di
Amerika.

1. Just in Time

Just in time atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai tepat pada waktunya
memiliki makna dalam sebuah perusahaan manufaktur sebagai produksi yang sesuai
dengan permintaan dan membuat sesuai dengan permintaan saja pada waktu yang
diperlukan. Pengertian lebih dalam yaitu Just in Time tidak akan memproduksi produk yang
tidak diperlukan dan memungkinkan ada kelebihan material mentah, WIP dan barang jadi

‘15 Pengantar Teknik Industri


2 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
hanya dalam batas toleransi tertentu atau bahkan tidak ada sama sekali, karena barang
yang dibeli, diproduksi dan di keluarkan sesuai dengan permintaan saja tidak lebih dan tidak
kurang.

Awal mula teknik ini diperkenalkan oleh Ford Motor Company tahun 1922. Hal ini
dapat dibuktikan dengan adanya tulisan dalam biografi Henry Ford yang menuliskan ”kami
telah menerapkan pembelian bahan yang kurang bernilai jual kecuali jika sangat dibutuhkan.
Hanya membeli barang sesuai dengan kebutuhan produksi dengan pertimbangan
transportasi. Jika transportasi lancar dan aliran bahan dapat dipastikan maka akan tidak
berguna untuk membawa stok apa saja. Hal ini akan menghemat banyak uang, dan
memberikan perputaran uang yang cepat sehingga mengurangi uang yang terikat pada
materi”.

Kata kunci untuk JIT sistem adalah komponen yang tepat, waktu yang tepat dan
jumlah yang benar. Karena tingkat kesulitannya yang cukup tinggi sehubungan dengan
budaya bangsa maka kondisi JIT sering dipertimbangkan sebagai kondisi ideal sehingga
sangat sulit dicapai, hal ini kembali lagi akan sangat berhubungan dengan budaya dan
kebiasaan bangsa yang mengerjakannya. Jangankan berbeda bangsa, untuk berbeda lokasi
saja akan sulit untuk implementasi hal yang sama dengan cara yang sama. Maka disinilah
dibutuhkan keterampilan bagi manajemen dalam mengembangkan kultur perusahaan.

2. Kanban

JIT penerapannya dapat dilihat dengan adanya Kanban sistem/ sistem informasi
visual. Kanban sistem adalah sebuah papan penunjuk antar proses yang menginformasikan
tentang proses apa saja yang dilalui oleh komponen tersebut dan kapan serta berapa
jumlahnya. Sasaran dari Kanban sistem ini adalah untuk mengendalikan jumlah yang akan
diproduksi sehingga tepat seperti yang dipesan, tidak lebih dan tidak kurang. Kanban juga
dapat digunakan untuk perbandingan dan penghubung serta mengintegrasikan sebuah atau
lebih proses dalam perusahaan. Awal mula terbentuknya sistem ini adalah dari hasil
pengamatan beberapa orang engineer toyota yang belajar ke Amerika khususnya ke Ford
Motor Company, mereka kurang puas karena ternyata Ford tidak sukses dalam menjalankan
sistem ini. Sehingga mereka melihat satu perusahaan yang bergerak dalam bidang
supermarket dan terbersit untuk mengimplementasikan sistem ini pada perusahaan Toyota.
Dasarnya adalah dengan melihat produksi dengan sistem terbalik, dimana tidak melihat dari
awal proses tapi dari akhir proses atau bagian assembly. Hal ini dilakukan karena yang
menjadi ukuran produksinya sukses atau tidak adalah hasil akhir tersebut. Ada beberapa
tipe kanban yang biasa digunakan oleh perusahaan yaitu :

‘15 Pengantar Teknik Industri


3 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
 Tipe Informasi pengambilan
 Tipe Informasi Transfer/ pemindahan barang
 Tipe Informasi hasil produksi
Kanban memiliki aturan yang harus diikuti untuk dapat menerapkannya yaitu :

 Proses selanjutnya harus mengambil barang yang sudah ditandai dalam kanban dari
proses sebelumnya
 Proses sebelumnya membuat barang dalam julmah dan urutan yang diberikan oleh
kanban
 Tidak ada barang yang dipindahkan tanpa ada kanban
 Selalu melampirkan kanban pada barang
 Produk cacat tidak dikirim ke proses selanjutnya
 Mengurangi jumlah kanban akan meningkatkan sensitifitas kerja.
Ada beberapa jenis kanban yang dikenal dalam perusahaan yaitu :

 Kanban pengambilan barang, adalah suatu kanban yang tujuannya untuk spesifikasi
jenis barang dan jumlah produk yang harus diambil dari proses berikutnya.

Gambar 1. kanban pengambilan barang

 Kanban perpindahan produksi, memberikan spesifikasi jenis dan jumlah produksi


yang harus dihasilkan proses terdahulu. Kanban ini sering disebut sebagai kanban
dalam pengolahan atau kanban produksi.

Gambar 2. Kanban produksi

‘15 Pengantar Teknik Industri


4 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
 Kanban pemasok/ supplier, digunakan untuk pengambilan dari pemasuk sukucadang
atau bahan atau dapat disebut sebagai subcontractor. Kanban ini berisi mengenai
perintah yang meminta pemasok untuk mengirimkan sukucadang atau komponen.

Gambar 3. kanban pemasok

 Kanban pemberi tanda/ signal kanban, digunakan untuk memberi spesifikasi lot
produksi pada setiap proses terdahulu maupun sebelumnya. Kanban ini biasanya
ditepelkan pada kotak dalam lot. Kalau pengambilan mencapai kotak yang ditempeli
kanban ini uinstruksi produksi harus digerakkan. Dari dua jenis kanban pemberi
tanda ini, yang pertama adalah kanban segitiga yang terbuat dari lembaran logam
dan cukup berat. Jenis kanban kedua yaitu kanban pembantu segi empat dan
disebut kanban pemindahan bahan.

Gambar 4. signal kanban

‘15 Pengantar Teknik Industri


5 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Jenis kanban lain adalah :

 Kanban ekspres, suatu kanban yang digunakan jika terjadi kekurangan suku cadang
dan dikeluarkan jika dalam situasi yang luar biasa dan harus dikumpulkan segera
setelah digunakan.
 Kanban darurat adalah suatu kanban yang dikeluarkan untuk sementara waktu bila
beberapa persediaan diperlukan untuk memperbaiki unit yang cacat, kerusakan
mesin, sisipan ekstra atau tambahan mendadak dalam operasi akhir pekan.
 Kanban pesanan - pekerjaan adalah suatu kanban yang disiapkan untuk suatu lini
produksi pesanan-pekerjaan dan dikeluarkan untuk setiap pesanan pekerjaan.
 Kanban terusan adalah suatu kanban yang digunakan dalam lini pengerjaan mesin
dimana tiap produk yang diproduksikan disuatu lini dapat disampaikan dengan
segera ke lini berikutnya oleh peluncur satu per satu.
 Kanban biasa adalah suatu kanban yang dapat digunakan sebagai kanban perintah
produksi kalau jarak antara dua proses sangat dekat dan satu penyelia mngawasi
kedua proses tersebut.

3. Lean Manufacturing

Gambar 3. Perbandingan pertumbuhan industri dengan sistem lean

Gambar 3. Perbandingan pertumbuhan industri dengan sistem lean

‘15 Pengantar Teknik Industri


6 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 4. Pemborosan dalam proses dan operasi

Dasar dari lean adalah :

1. Sumber daya yang fleksibel artinya :


a. Pekerja yang memiliki kemampuan banyak/ multi skill
b. Mesin dengan kemampuan umum
c. Fokus pada produktifitas pekerja dengan menggunakan motion study
d. Melakukan optimalisasi esin dan manusia dengan mengukur waktu idle
e. Satu pekerja menggunakan 2,3 dan 4 mesin
f. Tata letak dari semua proses yang berbeda dari kebiasaan menjadi satu
kelompok
2. Pull System yaitu :
a. Persediaan hanya sebagai penyeimbang pekerjaan
b. Idenya sama dengan supermarket di USA
c. Tergantung dari permintaan pelanggan
3. Ukuran lot yang kecil, yaitu :
a. Lebih membutuhkan area kerja yang kecil dan investasi yang kecil
b. Proses dapat dipindahkan bersamaan
c. Membuat mudah transportasi
d. Kemudahan untuk mendeteksi kesalahan atau masalah

‘15 Pengantar Teknik Industri


7 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
e. Pekerja akan lebih perhatian
f. Lebih bergantung antar prosesnya
g. Lebih mudah untuk diramalkan
h. Penurunan waktu baku, yaitu waktu proses, waktu perpindahan, waktu
tunggu dan waktu setup.
4. Waktu setup yang cepat, yaitu :
a. Hubungannya dengan lot yang kecil
b. Memperkenalkan SMED (single minutes exchange dies) yaitu dengan cara
memisahkan setup internal dengan eksternal, lalu merubah setup internal
menjadi external dan terakhir adalah memperhatikan semua aspek untuk
setup.
5. Alat pengendalian visual, yaitu :
a. Membuat prosedur yang membuat masalah dapat mudah dilihat dan
dideteksi
b. Kejelasan dari keinginan pekerja
c. Malakukan perbaikan yang berkesinambungan (Kaizen) dengan partisipasi
karyawan.
d. Membuat sistem yang tahan terhadap kesalahan (Poka-Yoke), untuk
menjaga terjadinya produk cacat.

‘15 Pengantar Teknik Industri


8 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 5. Alat pengendalian visual

6. Jidoka adalah suatu otoritas untuk dapat menghentikan lini produksi, biasanya
dengan menggunakan andon. Andon sendiri adalah sebuah alat pemberi informasi
bahwa sedang terjadinya masalah kualitas. Biasa sebuah merupakan lampu panggil.
7. Hubungan dengan suplier atau pemasok barang. Biasanya dapat dilihat dengan :
a. Kontrak kerja jangka panjang
b. Produksi yang sinkron
c. Sertifikasi dari pemasok
d. Pengiriman yang berkala
e. Jadwal pengiriman yang tepat
f. Standarisasi urutan pengiriman
Model mental dari pola fikir lean adalah :

1. Tentukan nilai yang akan dipelajari. Nilai ini hanya dapat ditentukan oleh pelanggan.
Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pada harga dan
waktu yang ditentukan. Masalah yang biasa ditemui adalah terjadinya pemotongan
biaya dan pengurangan pekerjaan tanpa fokus pada nilai produk serta adanya fitur

‘15 Pengantar Teknik Industri


9 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
berlebihan pada produk dan proses menggunakan teknologi canggih tapi
sebenarnya belum dibutuhkan.
2. Mengenali value stream yang merupakan alat lean nomer satu atau yang utama.
Value stream merujuk pada aktifitas keseluruhan dalam perusahaan yang
menggambarkan proses yang dibutuhkan untuk merancang, memesan,
memproduksi dan mengirimkan produk. Value stream ini akan lebih mudah
menggambarkan pengertian semua kalangan untuk proses dari produk yang dibuat
karena didalamnya terdapat waktu proses, inventory, jumlah orang dan kanban
sistem yang diperlukan. Value stream dapat memberikan analisa terhadap proses
yang bernilai lebih, proses yang tidak memberikan nilai tapi tidak dapat dihindarkan
dengan teknologi yang ada dan proses tanpa nilai dan dapat dihindarkan. Langkah
untuk dapat melakukan pemetaan value stream adalah :
 Pilih produk atau model produk yang akan di petakan
 Gambarkan kondisi saat ini dengan peta value stream
 Gambarkan kondisi yang diharapkan dengan peta value stream
 Implementasikan rencana tersebut
3. Membuat aliran nilai menjadi kontinu atau berkesinambungan
4. Membuat pelanggan menjadi penentu kebutuhan dengan cara Pull system
5. Memburu kesempurnaan proses

Gambar 6. Konsep Lean Manufacturing

‘15 Pengantar Teknik Industri


10 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 7. Pemetaan value stream sebelum perbaikan

Keuntungan dari sistem lean ini adalah :

 Mengurangi persediaan/ inventory


 Meningkatkan kualitas
 Menurunkan biaya
 Memperkecil kebutuhan area kerja
 Memperpendek waktu proses
 Meningkatkan produktifitas
 Fleksibelitas yang tinggi
 Hubungan dengan pemasok lebih baik
 Menambah kapasitas
 Pemberdayaan sumberdaya manusia lebih baik.

‘15 Pengantar Teknik Industri


11 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

1. Howard P. E & Douglas C.E. N. “ Origins of Industrial Engineering “ IIE Atlanta


2. Sumayang, L. “ Dasar – Dasar Manajemen Produksi & Operasi ”Jakarta : Penerbit
Salemba Empat.
3. Maynard ” Handbook of Industrial Engineering “ Mc Graw Hill
4. Sritomo Wignjosoebroto” Pengantar Teknik dan Manajemen Industri “ ITS

‘15 Pengantar Teknik Industri


12 Defi Norita ST, MT
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id