Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENGERTIAN

1. Penanganan adalah proses, cara, perbuatan menangani; penggarapan.

2. Pengamanan adalah Pengamanan adalah segala bentuk usaha, kegiatan atau tindakan

yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan, baik itu secara terbuka

maupun tertutup

3. Pencegahan adalah proses, cara, tindakan mencegah atau tindakan menahan agar

suatu tidak terjadi

4. Bayi adalah anak dari manusia atau hewan yang masih berusia sangat muda.

Ketika bayi sudah mulai berjalan, disebut dengan balita;

5. Penculikan adalah penyimpangan yang melanggar hukum dan pengurungan

seseorang terhadap kehendaknya. Dengan demikian, penculikan adalah kejahatan

gabungan

6. Penculikan bayi adalah penyimpangan terhadap hokum dalam pengambilan bayi yang

bukan menjadi haknya;


BAB II

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup penanganan, pengamanan dan pencegahan penculikan bayi di RSU

Full Bethesda dilakukan di :

1. Neonati

2. Ruang Persalinan

3. UGD

4. Poli Spesialis

5. Ruang Perawatan Lantai III

6. Ruang Perawatan Lantai IV


BAB III

TATA CARA

Code Pink adalah kode yang mengumumkan adanya penculikan bayi/anak atau

kehilangan bayi/anak di lingkungan rumah sakit. Secara universal, pengumuman ini

seharusnya diikuti dengan lock down (menutup akses keluar-masuk) rumah sakit secara

serentak. Bahkan menghubungi bandar udara, terminal, stasiun dan pelabuhan terdekat

untuk kewaspadaan terhadap bayi korban penculikan.

3.1 Prosedur Penanganan Penculikan Anak/Bayi

Penculikan bayi di RSU Full Bethesda belum pernah terjadi, namun tetap ada

peluang akan terjadi. Oleh sebab itu berikut penanganan atau langkah-langkah yang

dilakukan jika terjadinya penculikan bayi :

1. Bila ada laporan kehilangan bayi, segera kumpulkan ciri – ciri korban dan

beritahukan kepada pihak keamanan rumah sakit.

2. Pihak keamanan rumah sakit segera melakukan prosedur pengamanan dengan

cara seluruh pintu akses keluar masuk rumah sakit dilakukan penjagaan secara ketat

dan ditutup.

3. Tidak ada seorang pun yang diperbolehkan keluar atau masuk ke rumah sakit.

4. Pihak keamanan rumah sakit segera menghubungi operator telepon untuk

melakukan Paging Kode PINK.


5. Tim penanggulangan bencana segera berkoordinasi di posko bencana mengenai

status penculikan bayi, memberitahukan ciri – ciri korban, dan briefing rencana

penanggulangan.

6. Dilakukan pencarian di seluruh area rumah sakit.

7. Pihak keamanan rumah sakit bekerja sama dengan pihak kepolisian terdekat untuk

dilakukan penutupan area luar rumah sakit.

8. Apabila korban tidak berhasil ditemukan didalam area rumah sakit, maka pihak

keamanan dapat memperluas pencarian ke area luar dengan ruang lingkup yang lebih

luas.

9. Pihak rumah sakit menanyakan lagi lebih lanjut kepada unit keperawatan

mengenai cici-ciri lebih detail dari korban untuk diinformasikan kepada pihak

terkait/luar. Informasi keluar hanya boleh dilakukan oleh public relation rumah sakit

atas persetujuan direktur.

10. Pihak keamanan mengamankan area tempat penculikan berlangsung.

11. Pihak keamanan mengamankan rekaman video CCTV minimal selama 7 hari

sebelum kejadian.

3.2 Prosedur Pengamanan/Pencegahan Penculikan Anak/Bayi

Dalam proses pencegarah penculikan bayi, RSU Full Bethesda menetapkan

standart sebagai berikut :

1. Segera setelah bayi lahir, dan sebelum bayi dipisahkan dari ibunya, gelang

identitas dipasang.
2. Seluruh staf yang bekerja di RS diharuskan menggunakan kartu identitas yang

masih berlaku. Pada kartu identitas tersebut harus terdapat nama, dan pas foto

berwarna yang dapat dilihat dengan jelas.

3. Staf RS dan dokter yang melakukan kontak langsung dengan bayi harus

menggunakan kartu identitas khusus yang hanya dipakai oleh mereka, dan diketahui

oleh orang tua bayi. Lebih baik lagi jika kartu tersebut sekaligus berfungsi sebagai

kartu akses elektronik untuk dapat membuka pintu di area kamar bayi.

4. Kartu identitas harus dipakai pada pakaian di atas pinggang, sisi depan ada di

bagian depan, identitas pada kartu tidak luntur atau hilang dengan cara apapun, tidak

ditambah asesoris apapun yang dapat menutupi kartu.

5. Sistim kartu identitas harus digunakan oleh seluruh staf.

6. Penerbitan seluruh kartu identitas harus terkendali. Untuk kartu identitas

sementara, pengendaliannya harus dilakukan dengan lebih ketat untuk memastikan

kartu identitas tidak hilang atau dipakai oleh orang yang tidak berhak, atau

disalahgunakan dengan cara apapun.

7. Panduan pencegahan penculikan bayi di RS bagi orang tua harus dibagikan

kepada para orang tua (pertimbangkan juga untuk ditempel di pintu kamar mandi

pasien). Informasi yang sama harus disampaikan kepada seluruh staf dan dokter yang

kontak dengan bayi dan pasien anak.

8. Staf pada semua tingkatan harus mendapat sosialisasi mengenai melindungi bayi

dari penculikan .
Untuk melindungi bayi ketika sedang dibawa di dalam faslitas RS, hal - hal ini

harus menjadi perhatian:

1. Hanya staf yang berwenang (menggunakan kartu identitas khusus, atau

seseorang yang menggunakan gelang identitas yang sama dengan bayi tersebut) yang

diperbolehkan membawa bayi.

2. Bayi tidak boleh ditinggal tanpa pengawasan langsung.

3. Bayi di antar ke ibunya dengan cara masing – masing bayi dibawa satu demi

satu.

4. Staf RS dilarang membawa beberapa bayi secara bersamaan sekaligus dalam

satu waktu ke ruang bersalin, ruang bayi, atau tempat lain.

5. Bayi tidak boleh digendong, tapi diletakkan di dalam kotak bayi beroda.

6. Bayi selalu ditempatkan pada posisi yang terlihat dan dalam pengawasan

langsung dari orang-orang berikut ini:

a. Staf RS yang bertugas, ibu, anggota keluarga lain, atau teman dekat

yang ditunjuk oleh ibu. Mereka diberi pemahaman perihal prosedur yang harus

dipatuhi jika bayi sedang bersama ibu, namun ibunya ingin tidur, ke kamar mandi,

dan / atau dalam pengaruh obat bius.

b. Jika ibu dalam keadaan mengantuk ketika bayi diantar ke ruang

bersalin, staf harus berhati – hati. Ibunya harus dibangunkan terlebih dahulu

sampai sadar penuh sebelum menerima bayi.

c. Dan sebelum meninggalkan ruangan, staf juga harus memastikan ibu

dalam keadaan sadar penuh. Jika ibu tidak dapat menahan kantuknya, bayi tidak

boleh diserahkan.
d. Pada kondisi rawat gabung, letakkan kotak bayi pada posisi dimana

tempat tidur ibu berada diantara pintu keluar dan kotak bayi.

e. Jangan mencantumkan nama lengkap ibu atau bayi atau identitas lain

(alamat rumah, nomor telepon, dan lain - lain) di tempat yang dapat dilihat oleh

pengunjung.

f. Jika diperlukan, gunakan nama keluarga saja. Jangan tampilkan nama

lengkap ibu atau bayi atau identitas lain pada kotak bayi, ruangan, atau papan

pasien.

g. Menempatkan identitas bayi di tempat yang dapat dilihat pengunjung

dapat mengakibatkan bayi dan keluarganya berada dalam bahaya setelah pulang.

h. Tetapkan kebijakan pengendalian akses untuk unit perawatan (ruang

bayi, ruang bersalin, NICU, ruang anak) untuk memaksimalkan keamanan.

i. Sebaiknya seluruh pintu masuk di area ini dipasang perangkat kunci

akses elektronik yang hanya dapat dibuka dengan kartu akses tertentu dan

terbatas.

j. Di depan lobby atau pintu masuk, perintahkan staf keamanan untuk

berjaga dan menanyakan kepada pengunjung perihal ibu yang mana yang akan

mereka kunjungi.

k. Jika pengunjung tersebut tidak mengenal pasien atau tidak dapat

menyebutkan nama, maka ijin berkunjungnya ditolak.

l. Kunjungan di luar jam berkunjung tidak diperbolehkan. Jika karena

satu dan lain hal ada kunjungan di luar jam berkunjung, maka pengunjung

tersebut harus meninggalkan kartu identitas dan dicatat oleh petugas keamanan.
m. Staf RS harus segera melaporkan setiap orang yang tanpa identitas,

tidak dikenal, perilaku atau aktifitas yang mencurigakan, ke perawat yang

bertugas. Perawat tersebut harus segera menghubungi pihak keamanan.

n. Pada saat pulang, gelang identitas harus ditunjukkan kepada petugas.

Petugas kemudian mencocokkan gelang yang terdapat pada pergelangan tangan

dan kaki bayi dengan gelang yang dipakai oleh ibu dan ayah, atau orang lain yang

ditunjuk.

o. Staf RS harus mengantar bayi, ibu, dan keluarganya pada saat pulang

sampai masuk ke dalam mobil. Bayi dibawa menggunakan kotak bayi beroda.

Jika ibu ingin membawa bayi sendiri, ibunya menggunakan kursi roda. Tidak

diperbolehkan membawa bayi dengan cara digendong di lingkungan rumah sakit.

p. Jangan melakukan publikasi berupa pemberitahuan kelahiran ke media

massa. Juga, jangan mengirimkan tanda ucapan selamat yang terpampang di

depan rumah. Hal ini dapat menyebabkan mereka berada dalam bahaya.

q. Jika menyediakan pelayanan kunjungan rumah, petugas yang datang

ke rumah harus menggunakan kartu identitas yang hanya digunakan oleh mereka,

dikontrol dengan ketat oleh RS, dan diketahui oleh orang tua. Terapkan sistim

dimana orang tua dihubungi sebelum kunjungan, untuk memberi tahu tanggal dan

jam kunjungan, nama petugas yang datang, dan tanda identitas yang digunakan.

3.3 Penjagaan Keamanan Fasilitas

Rumah sakit Umum Full Bethesda dalam meningkatkan standart pengamanan dan

pencegarahan penculikan melengkapi diri dengan sebagai berikut :


1. Terapkan kebijakan system kode ping, yang mengatur

tentang sistim pemberitahuan adanya penculikan bayi

2. Pasang sistim kamera keamanan untuk memantau aktifitas di

ruang bersalin, ruang bayi, NICU, dan ruang rawat anak. Kamera harus diletakkan di

titik - titik strategis agar dapat meliput ruang rawat, koridor, tangga darurat dan lift;

serta dirancang untuk dapat merekam seluruh wajah pengunjung. Rekaman video

harus dipastikan berfungsi. Masa rekam minimal 1 minggu sebelum ditimpa rekaman

baru.

3. Seluruh pintu ruang bayi harus memiliki perangkat kunci

akses elektronik, tetap terkunci sepanjang waktu, dan hanya dapat dibuka oleh staf

yang memiliki hak akses tertentu dan terbatas.

4. Staf yang berwenang harus ada di dalam ruang bayi

sepanjang waktu jika ada bayi di dalam ruang bayi.

5. Seluruh seragam harus diletakkan di lokasi yang aman dan

tidak boleh dipinjamkan kepada orang yang tidak berwenang. Jika ada ruang locker

dimana staf ganti/meletakkan pakaian, seluruh pintu menuju ruang tersebut harus

memiliki perangkat kunci akses elektronik, hanya dapat dibuka oleh staf yang

memiliki hak akses tertentu dan terbatas, dan aksesnya diawasi secara ketat sepanjang

waktu.
BAB IV

DOKUMENTASI

Dalam mendokumentasikan penculikan bayi dilakukan di :

1. Status rekam medis

2. Laporan kepolisian