Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Myra Estrin Levine (1920-1996) lahir di Chicago, Illinois. Dia adalah anak tertua dari
tiga anak. Dia memiliki satu kakak dan satu adik. Levine mengembangkan minat dalam
keperawatan ayahnya (yang memiliki masalah pencernaan) adalah sering sakit dan perawatan
yang di perlukan pada banyak kesempatan. Levine lulus dari Sekolah Cook Country of
Nursing pada tahun 1944 dan memperoleh gelar BS dalam keperawatan dari University of
Chicago pada tahun 1949. Setelah lulus, Levine bekerja sebgai perawat tugas pribadi, sebagai
perawat sipil untuk Angkatan Darat Amerika Serikat, sebagai supervisor perawat bedah dan
administrasi keperawatan. Setelah mendapatkan gelar MS dalam keperawatan di Wayne State
University pada tahun 1962. Ia mengajar keperawatan di lembaga yang berbeda
(George,2002) seperti University of Illinois di Chicago dan Tel Aviv University di Israel. Dia
menulis 77 artikel yang di publikasikan yang termasuk “An Introduction to Clinical Nursing”
yang publikasi beberapa pada tahun 1969, 1973 & 1989. Dia juga menerima gelar doktor
kehormatan dari Universitas Loyala pada tahun 1992. Dia meninggal pada tahun1996. Levine
mengatakan kepada orang lain bahwa ia tidak berangkat untuk mengembangkan “teori
keperawatan” tetapi inginmenemukan cara untuk mengajarkan konsep utama di medis bedah
keperawatan dan berusaha untuk mengajar siswa associate pendekatan baru untuk kegiatan
keperawatan sehari-hari. Levine juga ingin menjauh dari praktik pendidikan keperawatan
yang sangat berorientasi prosedural dan kembali fokus pada masalah pemecahan aktif dan
keperawatan pasien individual (George,2002).
Meskipun konservasi adalah fundamental bagi hasil yang diharapkan saat model yang
digunakan, Levine juga membahas dua konsep penting lainnya untuk penggunaan modelnya
yaitu : adaptasi dan keutuhan. Adaptasi adalah proses peribahan, dan konservasi adalah hasil
adaptasi. Adaptasi adalah proses dimana pasien mempertahankan dalam realita lingkungan
(Levine, 1966, 1989). Adaptasi dicapai melalui “ penggunaan hemat, ekonomi dan terkendali
sumber daya lingkungan oleh individu terbaik “ (Levine, 1991:5).

1
1.2 Rumusan Masalah
Di dalam makalah ini kami membahas tentang :
1.2.1 Apakah teori keperawatan menurut Myra Levine ?
1.2.2 Bagaimanakah model konsep keperawatan menurut Myra Levine ?
1.2.3 Bagaimana aplikasi konsep keperawatan menurut Myra Levine ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Membantu mahasiswa dalam memahami teori dan konsep keperawatan menurut Myra
Levine.
1.3.2 Tujua Khusus
1) Menjelaskan teori dari Myra Levine.
2) Menjelaskan model konsep keperawatan menurut Myra Levine.
3) Menjelaskan bagaimana aplikasi konsep keperawatan menurut Myra Levine.
1.4 Manfaat Penulisan
1) Mahasiswa dapat mengetahui biografi singkat dari Myra Levine.
2) Mahasiswa dapat memahami model dan konsep teori keperawatan menurut Myra
Levine.
1.5 Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini menggunakan metode pustaka dan media internet. Metode
pustaka dan media internet adalah metode dengan cara membaca dan mengumpulkan
data-data dari buku dan internet, kemudian dikutip dan disusun menjadi sebuah makalah
yang sitematik.

2
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Teori Keperawatan Menurut Myra Levine
Teori konsep keperawatan menurut Myre Levine difokuskan dalam mempromosikan
adaptasi dan mempertahankan keutuhan menggunakan prinsip-prinsip konservasi. Model
memandu perawat untuk fokus pada pengaruh dan tanggapan di tingkat organismik. Perawat
menyelesaikan tujuan dari model melalui konservasi energi, struktur, dan integritas personal
dan sosial (Levine, 1967). Meskipun konservasi adalah pandangan dasar guna mencapai hasil
yang diharapkan Levine juga membahas dua konsep penting lainnya untuk penggunaan
modelnya yaitu adaptasi dan keutuhan, adaptasi adlah proses perubahan dan konservasi
adalah hasil adaptasi. Adaptasi adalah proses dimana pasien mempertahankan integritas
dalam realitas lingkungan (Levine, 1966: 1989). Adaptasi dicapai melalui terkendalinya
sumber daya lingkungan oleh individu dalam hubungannya dengan sesama (Levine, 1991:5).
Interaksi terus-menerus terjadi antara organism individu dengan lingkungannya dalam
kondisi kesehatan (Levine, 1973 :11). Keutuhan ada jika interaksi atau adaptasi lingkungan
ada dalam sebuah dimensi kehidupan. Dinamika ini terus-menerus berlanjut melalui interaksi
terbuka antara lingkungan internal( fisiologis/normal dan patofisiologis/tidak normal) dan
eksternal ( presepsi, opersional dan konseptual ). Konsep memberikan dasar untuk berfikir
holistik, pandangan individu secara kesehatan.
Konservasi adalah produk adptasi, conservation dalam bahasa latinya yang berarti untuk
menjaga bersama-sama (Levine, 1973). Konservasi menggambarkan cara sistem yang
kompleks yang dapat terus berfungsi bahkan pada saat yang sangat menantang (Levine,
1990:192).Melalui konservasi individu dapat menghadapi hambatan, beradptasi sesuai
dengan lingkungnnya, dan mempertahankan keunikan mereka. Tujuan dari konservasi adalah
kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi masalah kesehatan. Aturan konservasi adalah
dalam situasi di mana semua keperawatan sesalu dibutuhkan (Levine, 1973:193-195). Fokus
utama dari konservasi adalah menjaga bersama-sama keutuhan individu.
Meskipun intervensi keperawatan dapat menangani satu prinsip konservasi, perawat harus
juga mengakui pengaruh prinsip-prinsip konservasi lainnya (Levine, 1990). Selama bertahun-
tahun, Myra Levine telah mengembangkan berbagai tepri yang memberikan penjelasan yang
berbeda dari disiplin keperawatan dengan disiplin ilmu lainnya. Seperti model konservasinya,
semua teori keperawatan terbagi empat konsep pusat atau utama yaitu prang, lingkungan,
keperawatan, dan kesehatan/penyakit. Selain itu, model Levine juga dibahas bahwa orang dan
lingkungan bergabung atau menjadi kongruen dari waktu ke waktu secara jelas akan dibahas
di bawah.

3
1) Orang
Orang adalah makhluk yang holistik biologis, psikologis, sosial dan spiritual)
yang terus-menerus berusaha untuk menjaga keutuhan dan integritas. Keutuhan
(integritas dari tuntutan individu yang hidup, berpikir, berorientasi pada masa depan
dan masa lalu. Orang juga digambarkan sebagai individu yang unik dalam persatuan
dan kesatuan, merasa percaya, berpikir dan merupakan satuan dari seluruh sistem.
2) Lingkungan
Indivdu memiliki dua lingkungan yaitu lingkungan internal dan eksternal.
a) Lingkungan internal
Lingkungan internal menggambarkan aspek fisiologis (kejiwaan manusia) dan
patofisiologis (ilmu yang mempelajari tubuh manusia yang sakit) dari individu
dan terus ditantang oleh lingkungan eksternal. Lngkungan internal adalah integrasi
fungsi tubuh dan tunduk pada tantangan lingkungan eksternal yang merupakan
suatu bentuk Homeostatis.
b) Lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal dibagi menjadi lingkungan presepsi, operasional dan
konseptual, yaitu :
(1) Lingkungan presepsi, adalah bagian dari lingkungan eksternal yang
individunya menanggapi dengan organ-organ indra, contohnya cahaya,
suara, sentuhan, suhu, perubahan iklim yang terasa da posisi
keseimbangan.
(2) Lingkungan operasional, adalah lingkungan yang berinteraksi dengan
jaringan hidup meskipun individu tidak memiliki organ sensorik yang
dapat merekam adanya faktor-faktor dan mencakup semua bentuk radiasi,
mikroorganisme dan polutan. Dengan kata lain, elemen-elemen ini secara
fisik dapat mempengaruhi individu tetapi tidak dirasakan oleh keduanya ,
conthnya gotong royong.
(3) Lingkungan konseptual , adalah lingkungan yang terdiri dari bahasa, ide,
simbol dan konsep-konsep, penemuan mencakup pertukaran bahasa,
kemampuan untuk berpikir, pengalaman enosi, sistem nilai, keyakinan
agama, tradisi etnis, budaya dan individu psikologis pola yang berdasarkan
pengalaman hidup.

4
3) Kesehatan dan penyakit
Kesehatan dan penyakit adalah pola perubahan kesehatan tersirat berarti persatuan
dan kesatuan adalah adptasi keutuhan dan sukses. Tujuan keperawatan adalah untuk
meningkatkan kesehatan, (Levine, 1991:4) menjelaskan apa yang dimaksud dengan
kesehatan sebagai jala dari kembali ke kegiatan sehari-hari yang terganggu oleh
kesehatan yang buruk. Hal ini tidak hanya cedera yang diperbaiki orang itu sendiri, ini
kembali ke diri di mana perambahan kecacatan dapat disisihkan seluruhnya dan
individu bebas untuk mengejar sekali lagi kepentingannya sendiri tanpa kendala. Di
sisi lain penyakit adalah tidak dapat diatur dan tidak disiplin/berubah dan harus
dihentikan.
4) Keperawatan
Keperawatan terlibat dalam interaksi manusia (Levine,1973:1). Perawat masuk ke
dalam kemitraan (kerjasama) pengalaman manusia di mana berbagai momen dalam
beberapa waktu dan meninggalkan bekas selamanya pada setiap pasien (Levine,
1977). Tujuan keperawatan adalah untuk meningkatkan adaptasi dan mempertahankan
keutuhan, untuk mempromosikan keutuhan, menyadari bahwa setiap individu
membutuhkan hal yang unik dan terpisah dari kegiatan. Integritas individu adalah
tanggung jawab perawat untuk membantu pasien mempertahankan dan mencari
realisasinya. Tujuan keperawatan dicapai melalui penggunaan prinsip-prinsip
konservasi energi, struktur, integritas personal, dan sosial.
2.2 Model Konservasi
Levine membahas cara dimana orang dan lingkungan menjadi kongruen dari waktu ke
waktu orang dengan atau kesulitan ruang dan waktu. Respon membuat konservasi yang
mungkin terjadi pada berbagai tingkatan baik molekul, fisiologis, emosional, psikologis dan
sosial.
Respon ini didasarkan pada tiga faktor (Levine, 1989) yaitu historisitas, spesifisitas dan
redundansi.
a) Historitas
Mengacu pada gagasan bahwa respon adaptif sebagian didasarkan pada sejarah
masa lalu pribadi dan genetik. Setiap individu terdiri dari kombinasi sejarah pribadi
dan genetik.tanggapan adktif adlah hasil dari keduanya.
b) Spesifitas
Mengacu pada fakta bahwa setiap sistem yang membuat manusia memiliki
keunikan stimulus dan respn. Tanggapan dirangsanng oleh stres yang spesifik dan
berorientasi pada tugas, tanggapan yang dirangsang dibeberapa jalur cenderung akan
di sinkronkan dan terjadi kerugian dalam beberapa kasus.

5
c) Redundansi
Menggambarkan gagasan bahwa jika salah satu sistem atau jalur tidak dapat
memastikan adptasi, maka jalur yang lain mungkin dapat mengambil alih dan
menyelesaikan pekerjaan. Ini mungkin membantu ketika respon korekstif (misalnya :
penggunaan suntikan alergi selama periode waktu yang panjang untuk mengurangi
efek dari alergi parah secara bertahap sistem kekebalan tubuh). Namun, redundansi
dapat merugikan seperti ketika tanggapan sebelumnya yang gagal dibangun kembali
(misalnya : ketika kondisi autoimun menyebabkan sistem kekebalan seseorang
menyerang jaringan yang sebelumnya sehat dalam tubuh).
Sebuah pekerjaan perilaku individu dalam upaya untuk beradaptasi dengan
lingkungan disebut respon organisme. Respon yang membantu individu untuk
melindungi dan menjaga integritas mereka. Ada empat tipe respon : 1) flight atau
melawan, 2) inflamasi, respon di maksudkan untuk menyediakan integritas struktural
dan promosi peyembuhan, 3) stres, respon dikembangkan dari waktu ke waktu dan
dipengaruhi oleh setiap pengalaman stres yang dihadapi oleh seseorang, dan 4)
perseptual, melibatkan dan mengumpulkan informasi dari lingkungan dan
mengubahnya kedalam pengalaman makna.
2.3 Teori Model Konsep Keperawatan Menurut Myra Levine
Konsep sentral teori Levine adalah konservasi (Levine, 1989). Ketika seseorang dalam
keadaan konservasi itu berarti bahwa respon adaptif indivdu sesuai perubahan secara
produktif dan dengan sedikit pengeluaran usaha sambil menjaga fungsi optimal dan identitas.
Konservasi dicapai melalui aktivitas sukses jalur adaptif dan perilaku yang sesuai untuk
berbagai respon yang dibutuhkan oleh manusia.
Myra Levine menggambarkan empat prinsip konservasi prinsip itu berfokus pada
pelestarian kebutuhan individu, dia mengjukan bahwa keperawatan adalah interaksi manusia
dan prinsip-prinsip konservasi yang diusulkan. Keempat konservasi itu berkaitan dengan
kesatuan dan keutuhan pribadi yang meliputi energi, integritas, struktur, integritas pribadi,
dan integritas sosial.
1) Konservasi energi
Mengacu pada masukan menyeimbangkan energi dan output untuk menghindari
kelelahan yang berlebihan ini mencakup :
a) olahraga yang cukup
b) istirahat yang cukup
c) nutrisi yang cukup
2) Konserfasi integritas struktural
Mengacu untuk memelihara atau memulihkan struktur tubuh mencegah kerusakan
fisik dan mempromosikan penyembuhan, misalnya :

6
a) Membantu pasien dalam latihan berjalan
b) Pemeliharaan kebersihan pribadi pasien
3) Konservasi integritas pribadi
Mengakui individu sebagai salah satu yang berusaha untuk penentuan, pengakuan,
penghormatan, kesadaran diri, kepribadian dan self. Contohnya :
a) Melindungi ruangan pasien
b) Memberi kenyamanan pada pasien
4) Konservasi integritas sosial
Seorang individu diakui sebagai beberapa orang yang tinggal bersama salam
sebuah keluarga, komunitas, kelompok agama, kelompok etnis, sistem politik dan
bangsa. Contohnya : membantu individu untuk mempertahankan tempatnya dalam
komunitas dan masarakat.
2.4 Implikasi Teori Myra Levine
Praktik keperawatan diarahkan pada peningkatan wholness untuk semua individu baik
yang sehat maupun yang sakit. Pasien atau klien merupakan patner dalam asuhan
keperawatan. Tujuan keperawatan untuk mengakhiri ketergantungan secepat mungkin.
Metodelogi praktek menurut Levine adalah proses keperawatan yang di arahkan menuju
konservatif yang terdiri dari 3 langkah ( Levine dalam Schaefar, 2006) .
1) Trophicognosis
Levine merekomendasikan Trophicognosis sebagai suatu alternative diagnosa
keperawatan. Trophicognosis merupakan formula dalam asuhan keperawatan yang
dicapai melalui metode ilmu pengetahuan. Perawat mengobservasi dan
mengumpulkan data yang akan mempengaruhi praktek keperawatan. Perawat
mengkaji konservasi energi pasien dengan menentukan kemampuan pasien untuk
memajukan kebutuhan aktivitas tanpa menghasilkan kelemahan yang berlebihan.
Perawat serta pengalaman hidup dari pasien mengkaji konservasi integritas struktural
dengan menentukan fungsi fisiknya. Perawat mengkaji integritas personal pasien
dengan menentukan nilai moral dan etis serta pengalaman hidup pasien. Perawat
mengkaji konservasi integritas pasien dengan berbicara pada anggota keluarga pasien,
teman dan lingkungan konseptual.
2) Intervensi atau tindakan
Perawat mengimplementasikan rencana askep disesuaikan dengan struktur
kebijakan yang administratif, ketersediaan alat dan pengembangan standar
keperawatan. Tipe intervensi keperawatan meliputi :
Terapeutik, supportif, intervensi dibangun dari 4 prinsip konservasi yang terdiri
konservasi energi, konservasi integrasi struktural, konservasi integritas personal dan
konservasi integritas sosial.
7
3) Evaluasi
Perawat mengevaluasi pengaruh dari tindakan yang sudah di lakukan serta
merivisi tropik jika dibutuhkan. Indikator kebersihan intervensi ditentukan dengan
respon pasien.
2.5 Kelemahan dan Kelebihan Teori Myra Levine
1) Kelemahan teori Myra Levine
Meskipun kelengkapan teori dan aplikasi Levine, model ini bukan tanpa batasan.
Sebagai contoh model keserasi Levine berfokus pada penyakit yang bertentangan
dengan kesehaatan demikian juga intervensi keperawatan di batasi hanya unruk
mengatasi kondisi penyaji individu. Oleh karena itu, intervensi keperawatan
berdasarkan teori Levine adalah berfokus pada saat ini dan jangka pendek dan tidak
mendukung prinsip-prinsip promosi dan pencegahan penyakit, meskipun ini adalah
komponen penting dari praktik keperawatan saat ini. Dengan demikian, keterbatasan
utama adalah fokus individu dalam keadaan sakit dan pada ketergaantungan pasien.
Selanjutnya, perawat memiliki tanggung jawab untuk menentukan kemampuan pasien
untuk berpartisipasi dalam perawatan, dan jika persepsi perawat dan pasien tentang
kemampuan pasien untuk berpartisipasi dalam keperawwatan tidak cocok,
ketidakcocokan ini akan menjaadi konflik.
Selain itu, ada beberapa keterbatasan ketika ke tempat prinsip model konservasi
diterapkan. Pada konservasi energi, tujuan Levine adalah untuk menghindari
penggunaan energi yang berlebbihan atau kelelahan. Hal ini diatur dalam perawatan
sakit di samping tempat tidur klien. Dalam kasus dimana kebutuhan energi digunakan
tanpa terkontrol pada pasien mania, ADHD ( Attention Defict Hyperacity Disoreder),
anak-anak atau mereka dengan gerakan terbatas seperti klien lumpuh, teori Levine itu
tidak berlaku.
Pada konservasi integritas struktural, fokusnya adalah untuk melestarikan struktur
anatomi. Ini sekali lagi memiliki keterbatasan. Dalam kasus-kasus dimana struktur
anatomis tidak begitu sempurna tapi tanpa diidentifikasi cacat atau masalah seperti
dalam operasi plastik, prosedur sperti perangkat tambahan payudara dan liposuction,
integritas struktural seorang dikompromikan tetapi pilihan pasien mencari kecantikan
fisik dan kepuasan psikologis yang dibawa kepertimbangan. Jika tidak demikian,
prosedur tidak boleh dipromosikan.
Pada konservasi integritas personal, perawat diharapkan memberikan pengetahuan
dan kebutuhan pasien harus dihormati, dilengkapi dengan privasi, didorong dan
psikologis terganggu, lumpuh, tidak bisa memahami dan menyerap pengetahuan,
pasien koma atau bunuh diri.
Tujuan konservasi integritas sosial adalah untuk melestarikan dan pengakuan dari
interaksi manusia, terutama dengan klien, orang lai yang signifikan yang terdiri dari
sistem dukungannya. Keterbatasan khusus untuk ini adalah ketika klien tidak
memiliki orang lain yang signifikan seperti ditinggalkan anak-anak, pasien psikiatris
8
yang tidak mampu berinteraksi, klien tidak reponsif seperti orang tidak sadar, fokus
disini adalah tidak lagi pasien sendiri tetapi orang-orang yang terlibat dalam
keperawatan sakit disamping tempat tidur klien. Dalam kasus dimana kebutuhan
energi untuk digunakan dari pada seperti pada pasien mania. ADHD (Attention Defict
Hyperacity Disorder) pada anak-anak atau mereka dengan gerakan terbatas seperti
pasien lumpuh, teori Levine itu tidak perlu.
2) Kelebihan dari Teori Levine
Pada teori kan terlihat lebih menguntungkan saat dimana keadaan klien mepunyai
patner pengawas non perawat yang turut membantu dalam penjadwalan keperawatan.
Dan perawat yang dapat mengerti keadaan dan ntegritas klien secaa penuh. Dengan
didukung dari klien yang mampu beradaptasi dan melakukan presepsi dengan normal.

2.6 Aplikasi Empat Konservasi Myra Levine


a. Keperawatan penelitian
1. Prinsip konservasi telah digunakan untuk pengumpulan data dalam berbagai
penelitian
2. Model Conservational digunakan oleh Hanson et al. dalam studi mereka
padainsidensi dan prevalensi ulkus tekanan pada pasien rumah sakit.
3. Newport (nd) digunakan prinsip konservasi energi dan integritas sosial untuk
membandingkan suhu tubuh bayi yang telah ditempatkan pada dada ibu segera
setelah lahir dengan mereka yang ditempatkan di hangat
b. Keperawatan Pendidikan
1. Model Conservational digunakan sebagai pedoman untuk pengenmbangan
kurikulum, digunakan untuk mengembangkan program sarjana keperawatan di
Allentown pergurua tinggi St Fransiskus, Pennsylvania.
2. Digunakan dalam program pendidikan keperawatan disponsori oleh Kapat Holim
di Israel.
3. Keperawatan administrasi
4. Taylor (nd) mengembangkan alat penilaian untuk pengumpulan data pasien
neurologis (persyarafan) yang membentuk dasar untuk pengembangan rencana
asuhan keperawatan yang komprehensif (menyeluruh) dan dengan demikian
mengevaluasi asuhan keperawatan.
5. McCall (nd) mengembangkan alat penilaian untuk pengumpulan data atas dasar
empat prinsip conservational untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan pasien
epilepsy (kejang-kejang)
6. Keluarga alat penilaian dirancang oleh Lynn-McHale dan Smith (nd) untuk
keluarga pasien dalam pengaturan peawatan kritis.

9
c. Keperawatan praktik
1. Model Conservational telah digunakan untuk praktik keperawatan dalam
pengaturan yang berbeda.
2. Bayley (nd) membahas perawatan seorang remaja terbakar atas dasar empat
prinsip konservasi dan dibahas lingkungan pasien persepsi, operasional dan
konseptual
3. Kolam (nd) menggunakan model konservasi untuk membimbing asuhan
keperawatan tunawisma disebuah klinik, tempat penampungan atau jalan-jalan.

d. Proses Keperawatan
a) Penaksiran
1. Kumpulan fakta provokatif melalui observasi dan wawancara tantangan
terhadap lingkungan internal dan ekstenal dengan menggunakan empat prinsip
konservasi
2. Perawat mengamati pasien untuk tanggapan organismic sakit, membaca
laporan medis, berbicara kepada pasien dan keluarga.
3. Menilai faktor-faktor yang menantang individu
b) Trophicognosis
1. Diagnosa keperawatan memberikan provokatif-fakta arti.
2. Sebuah penilaian asuhan keperawatan dilakukan melalui penggunaan proses
ilmiah
3. Penghakiman dibuat tentang kebutuhan pasien untk bantuan

c) Hipotesa
1. Perencanaan
2. Perawat mengusulkan hipotesis tentang masalah dan solusi yang menjadi
rencana perawatan.
3. Tujuanya adalah untuk mempertahankan keutuhan dan memajukan adaptasi.

d) Intervensi
1. Pengujian hipotesis
2. Dirancang berdasarkan prinsip-prinsip konservasi intervensi
3. Saling diterima
10
4. Tujuanya adalah untuk mempertahankan keutuhan dan memajukan adaptasi.
e) Evaluasi
1. Pengamtan respon organismic intervensi
2. Hal ini menilai apakah hipotesis didukung atau tidak didukung
3. Jika tidak didukung, rencana yang direvisi, hipotesis baru diusulkan.
Untuk meringkas, Levine menyatakan pandangan bahwa dalam hubungan
perawat pasien negara kesehatan tergantung pada proses perawat yang didukung
adaptasi. Ini panduan perawat untuk focus pada pengaruh dan tanggapan dari klien
untuk mempromosikan keutuhan melalui prinsip konservasi. Tujuan dari model ini
adalah untuk mencapai hal ini melalui konservasi energi, integritas struktual, personal
dan sosial. Tujuan keperawatan adalah untuk mengenali, membantu, mempromosikan,
dan mendukung proses adaptif yang menguntungkan pasien.

e. Aplikasi Kasus Empat Konsep Konservasi Myra Levine Pada Pelayanan


a) Konservasi energy :
Misal anak A (5th) mengalami kekurangan nutrisi dan diagnosis terkena
penyakit kurang gizi, tindakan yang dilakukan perawat sesuai konservasi Myra
Levine adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi yang merupakan sumber energi untuk
segala aktifitas dalam sistem tubuh, prosedur pemenuhan kebutuhan nutrisi
dilakukan dengan cara :
1. Pemberian Nutrisi Melalui Oral (mulut)
Tindakan ini merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan kepada klien
yng tidak mampu memnuhi kebutuhan nutrisi peroral secara mandiri.
Tujuan Tindakan
Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Alat dan bahan :
1) Piring
2) Sendok
3) Garpu
4) Gelas
5) Serbet
6) Mangkok cuci tangan
7) Pengalas
8) Makanan yang sesuai program

Prosedur Kerja :
1) Beri penjelasan
2) Cuci tangan
3) Atur posisi pasien dengan duduk/setengah duduk sesuai kondisi pasien
4) Pasang pengalas
5) Tawarkan pasien dengan ritual makan sepeti berdo’a sebelum makan
6) Bantu aktivitas pasien dengan cara menyuap makananya sediki demi
sedikit dan berikan minum setelah makan
11
7) Bila selesai makan, bersihkan mulut pasien dan anjurkan untuk duduk
sebentar.
8) Catat tindakan dan hasil atau respon akan tindakan
9) Cuci makan pasien setelah prosedur makan

2. Pemberian Nutrisi Melalui Enternal (pipa lambung)


Tindakan ini pada klien diberikan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
nutrisi oral atau adanya gangguan fungsi menelan.
Tujuan :
1) Memenuh kebutuhan nutrisi pasien
2) Pemasangan pipa lambung
Alat dan bahan :
1) Pipa penduga
2) Spuit 20cc
3) Pengalas
4) Bengkok plaster dan gunting
5) Makanan dalam bentuk cairan
6) Air matang
7) Obat-obatan
8) Stetoskop
9) Klaim
10) Baskom berisi air
11) Vasilen/pelican

Prosedur Kerja :
1) Cuci tangan
2) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3) Atur posisi pasien dengan semi-Fowler
4) Bersihkan daerah hidung dan pasangkan pengalas didaerah dada
5) Letakkan bengkok disebelah pasien
6) Tentukan letak pipa penduga dengan cara menguku panjang pipa dari
epigastrium sampai hidung di bengkokkan ke telinga dan berikan tanda
batasnya.
7) Berikan vaselin atau pelican ke ujung pipa tersebut lalu masukkan melalui
hidung secara perlahan sambil pasien dianjurkan untuk menelanya
8) Tentukan apakah pipa tersebut benar-benar masuk ke lambung dengan
cara, masukkan ujung selang yang di klem ke dalam baskom yang berisi
air dan perhatikan bila ada gelembung pipa masuk ke paru dan tidak ada
gelembung pipa tersebut masuk ke lambung setelah itu diklem atau di lipat
kembali. Masukan udara dengan spuit ke dalam lambung dan dengarkan
dengan stetoskop, apabila dilambung terdengar bunyi berarti pipa tersebut
sudah masuk. Setelah itu, keluarkan udara yang ada sebanyak jumlah yang
dimasukkan.
9) Ccui tangan setelah prosedur dilakukan

Pemberian nutrisi
12
Alat dan Bahan :
1) Corong
2) Spuit 20cc
3) Pengalas
4) Bengkok
5) Makan dalam bentuk cairan
6) Air matang
7) Obat-obatan
8) Klem
9) Stetoskop

Prosedur Kerja

1) Jelaskan prosedur yang akan dilakuan


2) Cuci tangan
3) Atur posisi klien semi fawler
4) Pasang pengalas
5) Letakkan bengkok
6) Periksa dahulu sisa makanan di lambung menggunakan spuit yang di
aspirasikan ke pipa lambung
7) Buka klem atau penutup
8) Lakukan pemberian makanan dengan cara pasang corong atau spuit pada
pangkal pipa
9) Masukkan air matang kurang lebih 15cc pada awal dengan cara di
tuangkan lewat pinggir pipa
10) Berikan makanan dalam bentuk cairan yang tersedia, kemudian, bila ada
obat-obatan masukkan dan berikan minum lalu diklem pipa penduga.
11) Catat hasil dan respon pasien selama pemberian makanan
12) Cuci tangan setelah prosedur tersebut dilakukan.

b) Konservasi Integrita Struktual


Misalkan kasus tuan J(40th) menjaga kebersihan dan diagnosis rentan terkena
penyakit, maka tindakan yang dilakukan perawat sesuai dengan konservasi Myra
Levine adalah pemenuhan kebutuhan kebersihan diri pasien yang merupakan
salah satu kebutuhan dasar manusia yang dapat memotivasi klien untuk bekerja
sama dengan program perawatan, melalui berbagai cara yaitu :
1. Menyiapakan Tempat Tidur Terbuka dan Tertutup
Tujuan Tindakan
Pemenuhan keebutuhan ini untuk member kenyamana pada pasien dalam
memenuhi kebutuhan dirinya.
Alat dan bahan :
1) Tempat tidur, kasur dan bantal
2) Sprei besar
3) Sprei kecil
4) Sarung bantal
5) Perlak
13
6) Selimut

Prosedur Kerja :
1) Cuci tangan
2) Atur tempat tidur, kasur dan bantal
3) Pasang sprei besar dengan garis tengah kasur/tempat tidur lipatan tepat
ditengah kasur atau tempat tidur. Bagian atas sprei dimasukkan kebagian
bawah kasur dan kemudian bagian bawahnya.
4) Atur kedua posisi samping sprei atau tempat tidur dengan sudut 90
derajat, lalu masukkan ke bawah kasur.
5) Pasang perlak di tengah tempat tidur
6) Pasang sprei kecil di atas perlak
7) Lipatkan selimut diatas menjadi empat secara terbalik dan pasang bagian
bawahnya, ujung kasur masukkan kedalam bawah kasur
8) Pasang sarung bantal
9) Cuci tangan setelah prosedur dilkukan.

2. Merawat Kulit Pada Daerah Tertekan


Tujuan : Mencegah dan mengatasi terjadinya luka dekubitus akibat tekanan
lama dan tidak hilang
Alat dan bahan :
1) Baskom cuci
2) Sabun
3) Air
4) Agens pembersih
5) Balutan
6) Pelindung kulit
7) Plester
8) Sarung tangan

Prosedur Kerja :
1) Jelaskan prosedur pada klien
2) Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
3) Tutup pintu ruangan
4) Atur posisi pasien dengan miring kanan atau kiri
5) Kaji luka/kulit tertekan dengan memperhatikan warna, kelembapan,
penampilan sekitar kulit, ukur diameter kulit, dan ukur kedalaman
6) Cuci kulit sekitar luka dengan air hangat atau sabun cuci secara
menyeluruh
7) Dengan perlahan, keringkan kulit secara menyeluruh
8) Bersihkan luka secara menyeluruh dengan cairan normal atau agen
pembersih, gunakan semprit irigasi pada luka yang mendalam
9) Setelah selesaiberikan obat
10) Catat hasil
11) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

14
c) Konservasi Integrasi Pribadi
Misalkan kasus: missal tuan K (47th) merasa nyeri pada bagian otot
tubuhnya dan hipertemia sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman, tindakan
yang dilakukan perawat sesuai dengan konservasi Myra Levine yaitu prosedur
pemenuhan kebutuhan rasa nyaman, yaitu kebutuhan rasa nyaman bebas dari
nyaman dari nyeri dan hipertemia dilakukan dengan cara :
1) Cara Masase
Tindakan keperawatan dengan cara memberikan masase pada klien dalam
memenuhi kebutuhan rasa nyaman pada daerah otot.
Tujuan :
1. Minyak untuk di mesase
2. Handuk

Prosedur Kerja :

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan


2. Cuci tangan
3. Lakukan masase pada daerah yang dirasakan nyeri selama 5-10 menit
4. Lakuka masase dengan menggunakan telapak tangan dan jari dengan
tekanan halus
5. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
6. Catat tindakan dan respons pasien terhadap tindakan

2) Kompres Dingin Basah


Tindakan keperawatan dengan cara memberikan kompres dingin basah
dalam memenuhi kebutuhan rasa nyaman, yaitu memberikan rasa dingin
dengan menggunakan lap atau kain yang dicelupkan ke dalam air
dinginya.
Tujuan : Menurunkan suhu tubuh pada hipertemia
Alat dan bahan :
1. Baskom berisi air dingin
2. Pengalas
3. Kain/waslap
4. Terometer

Prosedur Kerja :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Cuci tangan
3. Ukur suhu tubuh
4. Pasang pengalas dibawah tempat yang akan dikompres

15
5. Basahi kain dengan air dingin
6. Letakkan kain yang telah dibasahi pada daerah axsila, dahi, atau
lipatan paha
7. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
8. Catat perubahan atau respons pasien dan suhu tubuhnya.

3) Konservasi Ibtegritas Sosial

Misal kasus anak A (6th) mengalami depresi karena kurang adanya


perhatian dari orang tuanya dan diagnosis depresi berat, tindakan perawat
yang dilakukan sesuai dengan konservasi Myra Levine adalah melalui
komunikasi pendekatan secara intim/pribadi, kepada anak untuk
mengetahui apa permasalahanya, agar dia dapat keluar dari depresi
tersebut, hal ini perawat harus mengerti akan perasaan anak tersebut, serta
melakukan pendekatan kepada keluaraga agar mencari solusi yang terbaik
bagi masalah anak A, dalam hal ini harus ada pengakuan, penghargaan diri
dari perawat terhadap klien

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Myra Levine menyatakan pandangan bahwa hubungan perawat dan pasien
tergantung pada proses perawat yang didukung oleh adaptasi. Teori konservasi ini
merupakan panduan perawat untuk fokus pada pengaruh dan tanggapan dari klien
untuk mempromosikan keutuhan melalui Prinsip Konservasi. Tujuan dari teori ini
adalah untuk mencapai konservasi energy, integritas struktural,personal dan sosial.
Tujuan keperawatan menurut konsep teori Myra Levine adalah untuk
mengenali,membantu,mempromosikan,dan mendukung proses adaptif yang
menguntungkan pasien.
Konsep Keperawatan menurut Myra Levine, difokuskan dalam
mempromosikan adaptasi dan mempertahankan keutuhan menggunakan prinsip-
prinsip konservasi.

3.2 Saran

16
Sebagai seorang perawat kita mempunyai peran penting dalam pelayanan
kesehatan, memahami maksud dan tujuan keperawatan seperti didalam teori dan
model keperawatan menurut Myra Levine ini membantu peran perawat di lapangan
kerja nanti dapat melayani, membantu, mengenali, dan mempromosikan maksimal
sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

17
18