Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

UCIH DENGAN
GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL DENGAN
REUMATIK (REUMATOID ARTRITIS)
DI PANTI WREDA RUKUN IBU
KOTA SUKABUMI

Tanggal Pengkajian : 9 January 2015


Jam : 11.00 WIB
Nama Mahasiswa : Kelompok 1

A. Pengkajian
1. Data Biografi
a. Identitas Klien
Nama : Ny.Ucih
Umur : 65 Tahun
Suku : Sunda
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : SR (Sekolah Rakyat)
Alamat : Nanggeleng Rt.02 Rw.11 Kelurahan Nanggeleng
Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi
Status Perkawinan : Menikah

b. Identitas Penanggung Jawab


Nama : Tn. U
Umur : 40 Tahun
Suku : Sunda
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SMA
Alamat : Nanggeleng Rt.02 Rw.11 Kelurahan Nanggeleng
Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi
Status Perkawinan : Menikah
Hub. Dengan Klien : Anak Kandung Klien
2. Riwayat kesehatan sekarang
Pada saat dikaji Ny. Ucih mengeluh sering merasa pegal, nyeri, kadang terasa
kaku pada jari-jari kedua tangan dan kaki sampai ke ujung-ujung jarinya sejak
1 tahun yang lalu. selain itu klien mengatakan sedang menderita batuk pilek
yang sudah meringan karena sudah sejak seminggu yang lalu dan sudah berobat
ke dokter terdekat.
3. Riwayat kesehatan lalu
Klien mengatakan bahwa klien belum pernah dirawat di rumah sakit, dan belum
pernah mengalami sakit yang berat. Tidak ada riwayat cedera atau kecelakaan
yang berat, tidak ada riwayat alergi.
4. Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit keturunan dan bawaan dalam
keluarganya.
 Genogram
   

    

 

Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: Tinggal serumah
: Klien

5. Pemeriksaan fisik
a. Penampilan umum
Ny. Ucih masih bisa melakukan segala aktivitas dengan sendiri.
1) Status Gizi
BB : 39 Kg
TL : 40 cm
U : 65 tahun
TB dihitung dari tinggi lutut menurut rumus Chumlea / formula Gibson,
RS; 1993 :
TB wanita = 84,88 + (1,83xTL) – (0,24xU)
= 84,88 + (1,83x40) – (0,24x65)
= (84,88 + 73,2) – 15,6
= 158,08 – 15,6
= 142,48
= 142 cm

BBI = (TB – 100) ± 10% (TB – 100)


= (142 – 100) ± 10% (142 – 100)
= 42 ± 10% (42)
= 42 ± 4,2
= 37,8 s/d 46,2

IMT = BB
TB (m)x TB (m)
= 39
1,42x1,42
= 39
2,01
= 19,4
Standar IMT (Indeks Massa tubuh) :
1) Kategori kurus
a. <17,0 (kekurangan BB tingkat berat)
b. 17,0-18,4 (kekurangan BB tingkat ringan)
2) Kategori normal : (18,5-25,0)
3) Kategori gemuk
a. 25,1-27,0 (kelebihan BB tingkat ringan)
b. >27,0 (kelebihan BB tingkat berat)
4) Batas ambang normal
a. Laki – laki : 20,1 – 25,0
b. Perempuan : 18,7 – 23,8
Interprestasi :
Jadi IMT klien ini termasuk dalam kategori BB NORMAL dengan nilai
19,4.

b. Tanda – tanda vital


TD : 120/90 mmHg
S : 36,80 C
N : 84 x/Menit
R : 22 x/Menit

c. Keadaan Umum
Kesadaraan compos mentis
1) Sistem Penglihatan
Bentuk mata simetris, konjungtiva an anemis, sclera tidak ikterik, dapat
membaca tulisan di papan nama dengan jarak 30 cm, distribusi bulu
mata merata.
2) Sistem Pendengaran
Bentuk telinga simetris, telinga bersih, tidak terdapat keluaran serumen,
tidak ada nyeri tekan, telinga kiri dan kanan dapat mendengar suara jam /
suara gesekan kertas.
3) Sistem Pencernaan
Bentuk bibir simetris, kebersihan mulut bersih, mukosa bibir lembab,
lidah bersih, gigi rapih, dan ada 3 gigi yang sudah tanggal, dan ada 1
gigi lagi yang goyang seperti mau tanggal. Klien mengatakan merasa
nafsu makan menurun dan malas untuk makan karena tidak nyaman
pada saat mengunyah makanan. Tidak ada nyeri saat menelan. Nyeri
tekan pada abdomen (-), BAB tidak ada keluhan.
4) Sistem Pernafasan
Bentuk dada simetris antara kiri dan kanan, bentuk hidung simetris,
frekwensi nafas 22 x/menit, irama nafas teratur, suara nafas vesikuler,
pengembangan dada simetris, tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak
terdapat secret, dan tidak ada suara nafas tambahan.
5) Sistem Kardiovaskuler
Konjungtiva merah muda, warna bibir merah muda, TD : 120/90
MmHg, N : 84 x/menit, irama jantung teratur, tidak ada bunyi jantung
tambahan, CRT (Capillary Refill Time) < 2 detik, akral hangat, tidak ada
pembesaran JVP (Jugular Venous Pressure), tidak ditemukan murmur.
6) Sistem Integumen
Kulit tampak kriput, kulit tampak bersih, pigmentasi kulit meraba, turgor
kulit < 3 detik, kulit sawo matang, kuku pendek dan bersih, rambut
berwarna hitam penuh uban, kulit bersih tidak ada lesi, distribusi rambut
merata, rambut tidak rontok.
7) Sistem Muskuloskeletal
Ekstremitas atas : Bentuk kedua tangan simetris, klien mengeluh
sering merasakan pegal, nyeri, kadang terasa kaku di jari-jari tangannya
terutama pada saat terkena udara dan air dingin, skala nyeri 2 dari 0-5
skala, tidak ada oedem, tidak ada pembengkakan, akral hangat, kekuatan
otot klien 4/4, reflek bisep dan trisep (+) pada tangan kanan dan kiri.
Ekstremitas bawah : Bentuk kedua kaki simetris, kekuatan otot 4/4,
akral hangat, reflek patella (+), klien mengeluh sering merasakan pegal
nyeri, kadang terasa kaku pada kedua kaki sampai ke ujung jarinya
terutama pada saat terkena udara atau air dingin, skala nyeri 2 dari 0-5
skala, tidak ada pembengkakan, tidak ada oedem, tidak ada atrofi, tidak
ada krepitasi, deviasi (-).
8) Sistem Reproduksi
Klien mengatakan tidak ada masalah pada sistem reproduksi, tidak
menderita keluhan apapun pada saat mulai menopause.
9) Sistem Perkemihan
Tidak ada distensi kandung kemih, tidak terdapat nyeri tekan pada
kandung kemih, tidak ada nyeri palpasi pada ginjal, tidak ada keluhan
pada saat BAK, hanya saja frekuensi BAK menjadi lebih sering.
10) Sistem Endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar getah bening. Tidak
memiliki riwayat penyakit DM.
11) Sistem Persarafan ( KAJI NERVUS CRANIAL)
a. Nervus I (Olfaktorius) : Klien dapat membedakan bau dari minyak
kayu putih dan minyak parfum
b. Nervus II (Opticus) : Klien dapat membaca tulisan di papan nama
dengan jarak 30 cm, sudah tidak dapat melihat jauh tulisan, dan
benda yang kecil dari jauh, tapi klien tidak menggunakan bantuan
kacamata.
c. Nervus III , IV, VI (Oculomotorius, Trochlearis, Abdusen)
d. Nervus V (Trigeminus) : Sensasi sensori kulit wajah klien baik,
dapat merasakan sentuhan kapas di pipi kiri dan kanannya.
e. Nervus VII (Facialis) : Klien dapat menggerakan alis dan
mengerutkan dahi.
f. Nervus VIII (Vestibulococlear) : Fungsi keseimbangan baik
g. Nervus IX, X (Glasopharingeus, Vagus) : Reflek menelan baik
h. Nervus XI (Accesorius spinal) : Klien dapat menggerakan kedua
bahunya, punggung dan menggerakan kepalanya.
i. Nervus XII (Hypoglosal): Klien dapat berbicara jelas dan lidah
berfungsi baik

6. Pengkajian Psikososial dan Spiritual


a. Psikososial
Klien mampu bersosialisasi dengan orang lain, klien sering pergi mengikuti
acara - acara pengajian meskipun klien merasakan penyakitnya, klien
mengatakan senang ketika berkomunikasi dengan orang lain dan senang
jika banyak praktikan yang datang.
b. Identifikasi masalah emosional
No Pertanyaan Tahap I Ya Tidak
1 Apakah klien mengalami sukar tidur? v
2 Apakah klien sering merasa gelisah? v
Apakah klien sering murung/menangis
3 v
sendiri?
4 Apakah klien sering was-was? v
Jumlah 1 3

Lanjutkan ke pertanyaan tahap 2 jika lebih dari satu jawaban “Ya”.


Karena jawaban “Ya” hanya satu, maka praktikan tidak melanjutkan ke
pertanyaan tahap 2.
PERTANYAAN TAHAP 2
No Pertanyaan tahap 2 0 1
Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali
1 dalam 1 bulan?
Ada masalah atau banyak pikiran?
2
Ada gangguan/masalah dengan keluarga lain?
3
Menggunakan obat/penenang/anjuran dokter?
4
Cenderung mengurung diri?
5
Jumlah

Interpretasi hasil:
Setelah dilakukan pengkajian psikososial dengan mengidentifikasi
masalah emosional, Ny. Ucih tidak memiliki masalah emosional.

c. Spiritual
Ny. Ucih beragama Islam, Ny. Ucih menyadari tentang kematian yang akan
dihadapinya, Ny. Ucih selalu menjalankan ibadah shalat 5 waktu dan
berdo’a dengan khusyu, dan berharap agar ibadahnya dapat menjadi bekal
di akhirat nanti.

7. Pengkajian Fungsional
a. KATZ Indeks:
SKOR KRITERIA
Mandiri dalam makan, kontinensia (BAB&BAK),
A menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah dan mandi

Mandiri semua kecuali salah satu saja dari fungsi tersebut


B

Mandiri, kecuali mandi dan salah satu fungsi lagi yang lain
C

Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi yang lain


D
Mandiri, kecuali mandi, berpakaian, ke toilet dan satu fungsi
E yang lain
Mandiri, kecuali berpakaian, ke toilet, berpindah, dan satu
F fungsi yang lain

Ketergantungan untuk semua fungsi di atas.


G

Interpretasi hasil:
Berdasarkan pengkajian fungsional KATZ Indeks, Ny. Ucih termasuk ke
dalam kategori A yaitu mandiri dalam makan, kontinensia (BAB&BAK),
menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah dan mandi.

b. Modifikasi dan Barthel Indeks


Dg. Nilai
No Kriteria Mandiri Keterangan
Bantuan Klien
1 Makan 5 10 10 Frek: 3x/hari
Frek: 3-5 gelas
2 Minum 5 10 10
air putih dan teh
3 Berpindah dari 5-10 15 15
kursi roda ke
tempat tidur,
sebaliknya
Personal toilet
(cuci muka,
4 0 5 5
menyisir rambut,
gosok gigi)
Keluar masuk
toilet (mencuci
5 5 10 10
pakaian, menyeka
tubuh, menyiram)
6 Mandi 5 15 15 Frek : 2x/hari
Jalan di permukaan 0 5 5
7
datar
8 Naik turun tangga 5 10 10
Mengenakan 5 10 10
9
pakian
5 10 10 Frek : 1-2hari
10 Kontrol bowel
sekali
Kontrol bladder 5 10 10
11 Frek : 6-9x/hari
(BAK)
12 Olah raga/latihan 5 10 10 Jalan-jalan

5 10 10 Menonton TV,
13 Rekreasi
mengobrol
Jumlah 130

Standar Nilai :
a. 130 : Mandiri
b. 65-125 : Ketergantungan sebagian
c. 60 : Ketergantungan total

Interpretasi hasil:
Berdasarkan pengkajian dari Barthel Indeks, Ny. Ucih termasuk ke
dalam kategori MANDIRI dengan skor 130.
8. Pengkajian Status Mental
a. Identifikasi tingkat kerusakan intelektual sengan menggunakan Short
Portable Mental Status Questioner (SPMSQ)
Benar Salah No Pertanyaan Jawaban Klien
V 1 Tanggal berapa sekarang? Tidak tahu
V 2 Hari apa sekarang ini? Jumat
V 3 Apa nama tempat ini? Panti Rukun Ibu
V 4 Dimana alamat anda? Nanggeleng
V 5 Berapa umur anda? 65
V 6 Kapan anda lahir? Lupa
Siapa presiden Indonesia Jokowi
V 7
sekarang?
Siapa presiden Indonesia SBY
V 8
sebelumnya?
V 9 Siapa nama ibu anda? Minah
Kurangi 3 dari 20 dan tetap 17,14,11,8
pengurangan 3 dari setiap
V 10
angka baru, semua secara
menurun?
8 2

Standar Nilai :
a. Salah 0-3 : Fungsi intelektual utuh
b. Salah 4-5 : Kerusakan intelektual ringan
c. Salah 6-8 : Kerusakan intelektual sedang
d. Salah 9-10 : Kerusakan intelektual berat

Interpretasi hasil :
Berdasarkan pengkajian SPMSQ Ny. Ucih termasuk kedalam kriteria
Fungsi intelektual utuh, dengan skor salah 2.
b. Teknik pengkajian aspek kognitif pada fungsi mental dengan
mengggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam) :
No Aspek Nilai Nilai Kriteria
kognitif Maks Klien
1 Orientasi 5 4 Menyebutkan dengan benar:
 Tahun 2015√
 Musim Hujan √
 Tanggal 9
 Hari Jumat √
 Bulan January √
5 4 Dimana kita sekarang berada?
 Negara Indonesia√
 Provinsi Jawa barat√
 Kota Sukabumi√
 PSTW
 Panti Rukun Ibu√
2 Registrasi 3 3 Sebutkan nama 3 obyek (oleh
pemeriksa) 1 detik untuk
mengatakan masing-masing
obyek. Kemudian tanyakan
kepada klien ketiga obyek tadi
(untuk disebutkan)
 Meja √
 Bangku√
 Pintu√
3 Perhatian dan 5 4 Minta klien untuk mulai dari
kalkulasi angka 100 kemudian dikurangi 7
sampai lima tingkat
 93√
 86
 79√
 72√
 65√
4 Mengingat 3 3 Minta klien untuk menyebutkan
kembali ketiga obyek no.2. bila
benar satu point untuk masing-
masing obyek.
5 Bahasa 9 2 Tunjukan satu benda dan
tanyakan namanya pada klien:
 Balpoint√
 Kertas√
2 Minta klien untuk mengulang
kata berikut: “tak ada jika, dan
atau tetapi” bila benar nilai 1
point.
Pertanyaan benar 2 buah
(contoh: tak ada,tetapi)
Minta klien untuk mengikuti
perintah berikut yang terdiri dari
3 langkah:
2 “Ambil kertas di tangan anda,
lipat dua dan taruh di meja”
 Ambil kertas di tangan
anda√
 Lipat dua
 Taruh di meja√
2 Perintahkan kepada klien untuk
hal berikut (bila aktivitas sesuai
perintah nilai 1 point)
 “tutup mata” √
 Tuliskan kalimat “Saya
bahagia”
 Salin Gambar “Bola” √
Total nilai 26

Standar Nilai :
a. >23 : Aspek kognitif fungsi mental baik
b. 18-22 : kerusakan aspek fungsi mental ringan
c. ≤17 :Terdapat kerusakan kognitif mental berat

Interpretasi
Berdasarkan pengkajian aspek kognitif dan fungsi mental, Ny. Ucih termasuk
ke dalam kategori fungsi mental baik dengan nilai >23, yaitu 26.
9. Pengkajian Posisi atau Gerakan Keseimbangan, komponen Gaya atau
Gerakan Berjalan

No Perubahan Posisi dan Gerakkan Keseimbangan Bisa Tidak

1 Bangun dari kursi 


2 Duduk dari kursi 
3 Menahan dorongan dari sternum 
4 Mata tertutup 
5 Perputaran leher 
6 Gerakkan menggapai sesuatu 
7 Membungkuk 
8 Minta klien jalan ke tempat yang ditentukan 
9 Ketinggalan langkah kaki 
10 Kontinuitas langkah kaki 
11 Kesimetrisan langkah 
12 Penyimpangan jalur pada saat berjalan 

13 Berbalik
Jumlah 9 4

Standar Nilai :
Skor tidak 0 – 5 : Resiko jatuh
Skor tidak 6 – 10 : Resiko jatuh sedang
Skor tidak 11 – 13 : Resiko jatuh tinggi

Interpretasi :
Berdasarkan pengkajian keseimbangan, Ny. Ucih termasuk kedalam kategori
RESIKO JATUH dengan skor 4.
B. Analisa Data
No Data Penyebab/dampak Masalah
1 DS: Proses degeneratif Nyeri
Klien mengatakan nyeri 
kadang kaku pada daerah jari Distensi jaringan akibat proses
tangan dan kakinya. inflamasi pada sendi
DO: 
- Klien terlihat meringis Kaki menjadi kaku
pada saat mengepal kuat 
tangannya merangsang pengeluaran
- Klien berjalan dengan neurotransmitter (bradikinin,
hati-hati. serotonin, histamin)
- Skala nyeri 2 dari 0-5 
skala transmisi ke thalamus

persepsi nyeri
2 DS : Nyeri pada daerah kaki Kurang
Klien mengatakan tidak tahu  pengetahuan
bagaimana mengatasi nyeri
Kurang informasi
dan kaku pada tangan dan
kakinya. 
DO: Kurang pengetahuan
- Kurang pengetahuan
klien tentang konsep
penyakit dan mengatasi
nyeri.
- Kurangnya terpapar
informasi.
3 DS: Aging process (proses menua) Nutrisi
Klien mengatakan nafsu  kurang dari
makan menurun dan malas Periodontal disease (kehilangan
gigi) kebutuhan
untuk makan.
DO:  tubuh.
- klien makan tidak teratur Nafsu makan menurun
- porsi makan tidak habis 
(½ porsi) Intake nutrisi kurang
C. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri sendi berhubungan dengan distensi jaringan akibat proses inflamasi
dari proses degenerative.
2. Kurang pengetahuan mengenai konsep penyakit dan manajemen nyeri
berhubungan dengan kurang terpapar informasi.
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan
sensitifitas rasa lapar akibat proses penuaan.
D. Intervensi Keperawatan
Tanggal No Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi Keperawatan Rasional
09-01-2015 1 Setelah dilakukan tindakan 1. Observasi TTV 1. Nyeri menyebabkan gelisah dan
keperawatan 3 hari nyeri meningkatkan tekanan darah
teratasi dengan criteria : 2. Kaji skala nyeri 2. Untuk mengetahui tingkat nyeri
- Klien tampak tenang yang dirasakan klien
- Nyeri berkurang dengan 3. Ajarkan manajemen nyeri 3. Relaksasi dapat mengurangi
skala 1 dari 0-5 - Relaksasi nyeri dan ketegangan otot
- TTV dalam batas normal - Distraksi dengan dilakukan distraksi
untuk mengalihkan rasa
nyerinya
4. Biarkan klien untuk 4. Posisi nyaman dapat
mengambil posisi yang mengontrol terhadap nyeri
nyaman
5. Anjurkan klien mandi air 5. Air hangat dapat merelaksasi
hangat otot dan menurunkan rasa nyeri
dan melepaskan kekakuan.
6. Kolaborasi dengan dokter 6. Dapat mengurangi nyeri
09-01-2015 2 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji pengetahuan klien 1. Untuk mengetahui tingkat
keperawatan selama 1 hari tentang konsep penyakit dan pengetahuan klien tentang
pengetahuan klien bertambah manajemen nyeri manajemen nyeri
tentang penyakitnya dengan 2. Berikan penkes tentang 2. Meningkatkan pemahaman
criteria hasil : konsep penyakit dan dalam penyembuhan dan
- Pasien mengutarakan manajemen nyeri mengurangi kambuhnya nyeri
pemahaman tentang 3. Lakukan demontrasi 3. Agar klien bisa lebih
konsep penyakit, dan manajemen nyeri memahami dengan demontrasi
manajemen nyeri langsung
4. Anjurkan klien untuk 4. Melatih kemampuan klien agar
mempraktikan relaksasi dapat melakukan /
seperti yang sudah dijelaskan mempraktikan sendiri
5. Evaluasi klien setelah 5. Untuk mengetahui evaluasi
diberikan penkes akhir pemahaman klien.

09-01-2015 3 Setelah tindakan keperawatan 1. Kaji pengetahuan klien 1. Untuk mengetahui tingkat
selama 4 hari kebutuhan nutrisi tentang pentingnya nutrisi pengetahuan klien tentang
klien terpenuhi secara adekuat bagi tubuh nutrisi
Kriteria :
- nafsu makan klien 2. Beri penjelasan tentang 2. Meningkatkan pemahaman
meningkat pentingnya nutrisi yang klien dalam pemenuhan nutrisi
- porsi yang disediakan adekuat bagi tubuh terutama bagi tubuhnya.
habis pada lansia.
- klien makan 3 kali dengan 3. Anjurkan klien makan sedikit 3. Bisa terjadi dilatasi gaster bila
kalori yang cukup - sedikit tapi sering pemberian makan yang terlalu
cepat setelah periodik puasa
4. Anjurkan klien untuk 4. Membiasakan makan pagi baik
membiasakan makan pagi untuk lambung
5. Anjurkan makanan yang 5. Makanan hangat akan
disajikan dalam keadaan mengurangi mual
hangat
6. Anjurkan keluarga untuk 6. Untuk menggugah selera
menyajikan makanan yang makan dan meningkatkan nafsu
adekuat dan kesukaan klien makan klien
E. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
No Tanggal/ Implementasi Paraf Evaluasi Paraf
waktu
1 09-01-2015
11.05 WIB 1. Mengobservasi TTV 1. TD : 120/90 MmHg
N : 84 x/menit
S : 36,8 ºC
R : 22 x/menit
11.20 WIB 2. Mengkaji skala nyeri 2. Klien masih mengeluh nyeri dalam
skala nyeri 2
11.30 WIB 3. Mengajarkan menejemen nyeri : 3. Klien tampak memahami dan mau
s/d - Relaksasi melakukan teknik relaksasi dengan
12.15 WIB - Distraksi teknik nafas dalam, massase ringan,
sambil ngobrol dengan keluarga
dan sambil menonton televisi
4. Membiarkan klien untuk 4. Klien sudah melakukan
mengambil posisi yang nyaman memposisikan tubuhnya dengan
nyaman
5. Menganjurkan klien mandi air 5. Klien mengatakan mau mandi
hangat dengan air hangat
6. Kolaborasi dengan dokter 6. Klien mendapat obat untuk
mengurangi rasa nyeri
2 12.30 WIB 1. Mengkaji pengetahuan klien 1. Klien belum mengetahui tentang
tentang konsep penyakit dan penyakitnya dan cara menangani
manajemen nyeri rasa nyerinya
12.30 WIB 2. Memberikan penkes tentang 2. Klien tampak mengerti dan
konsep penyakit dan memahami
manajemen nyeri
12.45 WIB 3. Melakukan demontrasi 3. Klien mengerti bagaimana cara
manajemen nyeri teknik relaksasi
12.50 WIB 4. Menganjurkan klien untuk 4. Klien sudah bisa melakukan teknik
mempraktikan relaksasi seperti relaksasi dan mengatakan merasa
yang sudah dijelaskan nyaman
13.00 WIB 5. Mengevaluasi klien setelah 5. Klien sudah mengetahui dan
diberikan penkes memahami tentang penyakitnya
dan tahu cara untuk mengurangi
rasa nyerinya.
3 13. 30 WIB 1. Mengkaji pengetahuan klien 1. Klien mengatakan belum mengerti
tentang pentingnya nutrisi yang tentang nutrisi yang adekuat
bagi tubuh
13.35 WIB 2. Memberikan penjelasan tentang 2. Klien tampak mengerti tentang
s/d pentingnya nutrisi yang adekuat pentingnya makan teratur dan
14.00 WIB bagi tubuh terutama pada lansia makan makanan yang berserat
seperti sayuran dan buah-buahan
3. Menganjurkan klien makan 3. Klien mengatakan akan mencoba
sedikit - sedikit tapi sering makan sedikit-sedikit tapi sering
4. Anjurkan klien untuk 4. Klien dan keluarga sudah biasa
membiasakan makan pagi makan pagi
5. Anjurkan makanan yang 5. Klien dan keluarga mengatakan
disajikan dalam keadaan hangat akan melakukannya
6. Anjurkan keluarga untuk 6. Klien dan keluarga mengatakan
menyajikan makanan yang akan melakukannya
adekuat sesuai selera klien
F. Catatan Perkembangan
Tanggal/waktu No Evaluasi Keperawatan TTD
10-01-2015 1 S : Klien mengatakan nyeri pada kakinya berkurang, klien mengatakan
mengerti cara agar nyerinya berkurang yaitu mandi air hangat, massase
ringan dan minum obat yang diberikan.
O: - Skala nyeri 2
- Obat yang diberikan oleh petugas sudah berkurang jumlahnya
- TTV dalam batas normal :
TD : 120/80mmHg
N : 82x/menit
R: 20x/menit
S: 36,6°C
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
10-01-2015 2 S: Klien mengatakan sesudah penkes mengerti bagaimana mengatasi nyeri
dan faktor apa saja yang bisa mempengaruhi nyeri
O: - Klien tampak mengerti sesudah diberikan penkes
- Klien bisa mendemontrasikan bagaimanan mengatasi nyeri
- Saat evaluasi klien bisa menjawab pertanyaan yg ditanyakan
A: Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan
10-01-2015 3 S : Klien mengatakan sudah mengerti pentingnya nutrisi, dan harus makan
teratur, serta makan makanan yang berserat sesuai selera.
O:- Saat ditanya klien dapat menjawab pertanyaan yang diajukan
- Klien sudah mencoba makan sedikit-sedikit
- Klien tampak lebih segar
A : masalah teratasi sebagian
P : Kerjasama dengan keluarga tentang menu klien.

12-01-2015 1 S : Klien mengatakan nyeri kaki berkurang


O: - Skala nyeri 2
- Klien tampak lebih tenang
- Obat yang diberikan berkurang
- TTV dalam batas normal
TD : 120/80mmHg
N : 82x/menit
R: 20x/menit
S: 36,5°C
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
12-01-2015 2 S : Klien mengatakan sudah makan teratur, serta makan makanan yang
berserat, hanya masih pelan-pelan karena kondisi gigi yang goyang
O:- Klien tampak lebih segar
- Makan habis ¾ dari porsi normal
A : masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan

13-01-2015 1 S : Klien mengatakan nyeri kaki terasa kadang-kadang


O:
- Skala nyeri 1-2
- TTV dalam batas normal
TD : 120/80 MmHg
N : 80x/menit
R: 20x/menit
S: 36,5°C
A: Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan oleh keluarga dan klien sendiri
13-01-2015 2 S : Klien mengatakan sudah makan teratur, serta makan makanan yang
berserat, hanya masih pelan-pelan karena kondisi gigi yang goyang
O:- Klien tampak lebih segar
- Klien menghabiskan makan yang disajikan
A : masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan oleh keluarga dan klien sendiri