Anda di halaman 1dari 5

Nama : Azidatun Nasihah

Nim : Sk117006

Tugas : Keperawatan Paliatif Dan Menjelang Ajal “ Konsep Keperawatan Paliatif “

Dosen : Ns. Istioningsih ., MAN

A. Definisi Perawatan Paliatif


Ungkapan palliative berasal dari bahasa latin yaitu “ pallium” yang artinya
adalah menutupi atau menyembuhkan. Perawatan paliatif ditujukan untuk
menutupi atau menyembunyikan keluhan pasien dan memberikan
kenyamanan ketika tujuan penatalaksanaan tidak mungkin disembuhkan
(Muckaden, 2011). Perawatan paliatif merupakan pendekatan untuk
meningkatkan kulitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit
yang mengancam jiwa,dengan cara meringankan penderitaan terhadap rasa
sakit dan memberikan dukungan fisik, psikososial dan spiritual yang dimulai
sejak ditegakkannya diagnosa hingga akhir kehidupan pasien (World Health
Organization, 2016).
Perawatan paliatif adalah filosofi dan organisasi perawatan, sistem yang
terstruktur dalam memberikan perawatan pada individu dan keluarga. Tujuan
perawatan paliatif adalah melindungi atau mengatasi keluhan dan
memaksimalkan kualitas hidup individu dan dukungan pada anggota
keluarganya ( Coyle & Fereel, 2010). Perawatan paliatif merupakan
perawatan yang dicapai dengan efektif dengan mengelola rasa sakit dan hal
lainnya yang membuat tidak nyaman seperti kelelahan, dyspnea, mual,
muntah, gelisah, sembelit, anoreksia, depresi, kebingungan, serta psikologis
dan perawatan spiritual dari awal di diagnosis. Perawatan paliatif tidak
berfokus untuk menunda kematian tetapi berusaha untuk membuat keputusn
yang dapat memaksimalkan kualitas hidup mereka (Palliative Care Australia,
2014). Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa perawatan
paliatif adalah suatu pendekatan aktif yang diberikan untuk mengatasi keluhan
baik secara fisik, emosi maupun spiritual sehingga dapat meningkatkan
kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit yang
mengancam jiwa
B. Kebijakan
Berdasarkan keputusan mentri kesehatan RI nomor :
812/Menkes/SK/VII/2007 jumlah pasien dengan pasien dengan penyait yang
belum dapat disembuhkan baik pada dewasa maupun anak-anak seperti
penyakit kanker , penyakit degenerative, penyakit paru obstruksi kroniks,
cystic fibrosis , stroke , Parkinson , gagal jantung , penyakit genetic , dan
penyakit infeksi seperti HIV / AIDS terus meningkat setiap tahunnya (
KEPMENKES RI NOMOR : 812 , 2007 ) pasien tersebut memerlukan
erawatan paliatif disamping kegiatan promotif , preventif , kuratif , dan
rehabilitative . tujuan utama perawatan paliatif adalah untuk menciptakan
kenyamanan pasien dan memberikan dukungan setra perawatan pada pasien
fase terminan ( akhir ) dari penyakit yang dialami paseien sehingga pasien
sebisa mungkin merasakan kenyamanan ( Twycross,1995 ).
Membantu meringankan symptom secara optimal dan mengurangi penderitaan
pasien terkait munculnya isu distress psikologis membutuhkan peran kliniks
perawatan paliatif baik pada klien maupun keluarga . perawatan paliatif tidak
hanya memberikan dampak terhadap pasien perawatan paliatif namun juga
pada keluarga pasein paliatif . keluarga pasien paliatif bertindak sebagai
family caregiver untuk memberikan perawatan yang dilakukan dirumah dan
tidak professional sehingga perawatan tersebut tidak perlu melakukan
pembayaran seperti perawatan medis di rumah sakit ( persona , jurnal
psikologi Indonesia September 2016 , vol. 5 , no.03, hal 204-2014 judul
jurnal : evektifitas problem solving training untuk menurunkan stress
perawatan pada family caregiver pasien paliatif )
C. Peran Perawat Paliatif
Peran perawat di perawatan paliatif Perawat memiliki peranan penting dalam
memberikan dukungan bagi penderita kanker dalam mengatasi gejala yang di
alami (Mackenzie & Mac Callam, 2009). Menurut Matzo & Sherman (2014)
peran perawat dalam perawatan paliatif meliputi sebagai praktik di klinik,
pendidik, peneliti, bekerjasama (Collaborator), penasihat.
1. Perawat sebagai salah satu petugas praktik di klinik memiliki
kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi nyeri beserta keluhan
dari nyeri yang dialami pasien. Perawat dapat berkolaborasi dengan
tim kesehatan lainnya dalam mengembangkan dan menerapkan
perencanaan perawatan yang komprehensif. Perawat mengidentifikasi
pendekatan baru dalam mengatasi nyeri dan dikembangkan sesuai
dengan standar rumah sakit sehingga dapat dipraktekkan sesuai denga
aturan di rumah sakit.
2. Perawat sebagai pendidik memfasilitasi filosofi yang kompleks, etik
dan diskusi tentang penatalaksanaan di klinik sehingga semua tim
dapat mencapai hasil yang positif. Perawat memperlihatkan dasar
keilmuannya yang meliputi : mengatasi nyeri neuropatik, berperan
mengatasi konflik profesi, mencegah dukacita dan resiko kehilangan.
Perawat pendidik dengan tim lainnya, seperti komite dan ahli farmasi,
berdasarkan pedoman dan tim perawatan paliatif, maka memberikan
perawatan yang berbeda dan khusus dalam menggunaan obat-obatan
intravena untuk mengatasi nyeri neuropatik yang tidak mudah di atasi.
Perawat sebagai penelitimenghasilkan ilmu pengetahuan baru melalui
pertanyaan-pertanyaan penelitian dan memulai pendekatan baru yang
ditujukan pada pertanyaan-pertanyaan. Perawat dapat meneliti dan
terintegrasi pada penelitian perawatan paliatif.
3. Perawat sebagai salah satu tim pelayanan kesehatan akan bekerjasama
(Collaborator) melakukan pengkajian dalam mengkaji bio-psiko-
sosial-spiritual serta penatalaksananya. Perawat membangun dan
mempertahankan kolaborasi dengan tim perawatan paliatif. Perawat
memfasilitasi dalam mengembangkan anggota dalam pelayanan,
perawat bekerjasama dengan tim perawatan paliatif dalam rangka
mempersiapkan pelayanan dengan hasil yang terbaik.
4. Perawat sebagai penasihat (concultant) akan bekerjasama dan
berdiskusi dengan dokter, tim perawatan paliatif dan komite untuk
menentukan strategi pengobatan yang tepat untuk menetukan tindakan
dan memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga.
Daftar Pustaka
Al Qadire , Muckaden, (2011) . Nurse To Nurse Perawatan Paliatif .
Jakarta : Salemba Medika

Mackenzie & Mac Callam , (2009). Pengetahuan Perawat Tentang


Perawatan Paliatif Pada Pasien Dengan Kondisi Terminan .
Yogyakarta : Pustaka Baru Press