Anda di halaman 1dari 9

Soal :

25. Apakah makna “berlaku umum” sama dengan makna “berterima umum”?
26. Carilah laporan auditor standar versi AICPA dalam Bahasa inggris (SAS, AU508.08) Dan
laporan auditor standar versi SPAP (SA.Seksi 508.4). Bandingkan dan evaluasilah apakah
makna kedua laporan auditor tersebut sama?
27. Apakah yang dimaksud dengan The House of GAAP ?
28. Gambarkan dan jelaskan rerangka pedoman PABU menurut
a. Accounting Principles Board
b. SAS No. 43
c. SAS No. 63
d. SPAP
Jawab:
25. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU) dan Prinsip Akuntansi Berterima Umum
merupakan rerangka pedoman untuk menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atau
wajar dalam suatu lingkungan akuntansi (negara). PABU ini dibentuk oleh 2 pedoman
yaitu: pedoman yang ditentukan secara resmi oleh badan yang berwenang dalam bentuk
standar akuntansi atau juga pedoman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan
dapat digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan rerangka
konseptual atau didukung berlakunya secara autoritatif. PABU memberi batasan atau
definisi berbagai elemen, pos, atau objek statemen keuangan atau istilah yang digunakan
dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan
kesalahan interpretasi oleh pemakai. Prinsip Akuntansi yang berlaku umum (PABU)
adalah seperangkat prinsip akuntansi, standar dan prosedur yang digunakan perusahaan
untuk menyusun laporan keuangan mereka. PABU adalah kombinasi standar otoritatif
(yang ditetapkan oleh dewan pembuat kebijakan) dan hanya cara yang diterima secara
umum pencatatan dan pelaporan informasi akuntansi. Prinsip akuntansi berterima umum
(PABU) adalah sekumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan serta
praktik yang dipilih berterima secara umum serta dijadikan pedoman umum di
lingkungan ataupun Negara tertentu
26. Laporan auditor standar versi AICPA
Laporan auditor standar versi SPAP
Kantor Akuntan Publik Andri, Sentau dan Rekan
Akuntan Publik Terdaftar
Gedung Luxe
Jalan Jendral Kamio
Jakarta
Laporan Auditor Independen

Kepada
Para Pemegang saham PT. Roda Lingkar
Kami telah mengaudit neraca PT. Roda Lingkar tanggal 31 Desember 200A dan 200B, dan
laporan rugi laba, perhitungan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen
perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan
tersebut berdasarkan auditing kami.
Kami melaksanakan auditing berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan
melaksanakan auditing agar kami memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji yang material. Suatu auditing meliputi auditing, atas dasar
pengujian, bahan bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan mengungkap dalam laporan
keuangan. Auditing juga meliputi penilaian standar akuntansi yang digunakan dan estimasi
signifikan penting yang di buat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan
keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa auditing kami memberikan dasar yang
memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. Roda Lingkar per 31 Desember 200A
dan 200B, dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Andri lrawan
Akuntan Register Negara No.D-1236
5 Maret 2000
Makna dari kedua laporan tersebut sama, karena dalam laporan auditor bentuk baku
(standar), IAI telah mereduksi makna standar pengauditan berterima umum dengan
digunakannya frasa “standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia”. Frasa
tersebut dapat diartikan pedoman-pedoman resmi dalam bentuk pernyataan yang di Amerika
disebut Statement on Auditing Standars (SAS) padahal yang dimaksud GAAS lebih dari
sekedar pernyataan standar pengauditan. StaPABU (GAAS) meliputi pula landasan
konseptual yang di dalamnya memuat konsep tentang independensi sikap mental
(independence of mental attitude). Sikap mental ini dideskripsi secara rinci dalam etika
profesi. Dengan reduksi tersebut, dapat terjadi bahwa akuntan publik hanya akan memenuhi
standar sebatas yang diatur secara operasional tetapi tidak berusaha untuk mencapai kualitas
dan etika tinggi yang dituju oleh landasan konseptual.

27. Yang dimaksud dengan The House of GAAP yaitu yang mana The House of GAAP terdiri
atas fondasi dan empat tingkatan yang memiliki otoritas dimana semakin ke atas dan ke
kanan tingkat otoritatif semakin lemah. Berikut ini diuraikan secara ringkas isi dari
fondasi dan tiap tingkat bangunan GAAP tersebut. Dalam hal ini yang menjadi fondasi
pada the house of GAAP adalah konsep dasar dan prinsip-prinsip umum yang melandasi
pelaporan keuangan. Seperti halnya dalam membangun rumah fondasi menjadi dasar
untuk memperkuat bangunan sehingga menjadi bangunan yang kokoh.

28. Gambaran dan penjelasan rerangka pedoman PABU menurut :


a. Accounting principle board
Terdapat pada halaman 126
Rerangka PABU Versi APB

Lingkungan Akuntansi Keuangan


(The Environment of Financial Accounting)
Tujuan Akuntansi Keuangan dan Statemen Keuangan
(Objectives of Financial Accounting and Financial Statement)

Ciri Dasar dan Elemen Dasar Akuntansi Keuangan


(Basic Features and Basic Elements of Financial Accounting)

Prinsip mendasar
(Pervasive Principles)

GAAP
Prinsip Operasi Umum
(Board Operating Principles)

Prinsip Terinci
(Detailled Principles)

APB Statemen No. 4 memuat komponen-komponen rerangka konseptual


yang ditunjukkan gmbar diatas dalam tiga kotak pertama di atas GAAP. Komponen
penting dalam gambar tersebut adalah tujuan akuntansi keuangan dan elemen dasar
statemen keuangan. Kedua komponen ini pada dasarnya berisi hal yang sama dengan
komponen dalam rerangka konseptual FASB. Komponen karakteristik kualitatif
informasi dalam rerangka konseptual FASB diakupi oleh tujuan akuntansi keuangan
dalam APB Statement No.4 dan disebut sebagai tujuan kualitatif (qualitative
objectives). Komponen pengukuran dan pengakuan dalam rerangka konseptual FASB
dimuat dalam prinsip mendasar (pervasif) dan operasi umum dalam APB Statemen
No. 4. Sementara itu, ciri dasar yang dikemukakan dalam APB Statement No.4
tersebar dalam berbagai komponen konsep versi FASB sebagai basis
penelaran,penjelasan, dan argumen.

b. SAS no.43
The Houses of GAAP
AICPA other FASB Textbooks
Fourth APB
Issues Proffesional Concept And
Floor Statements
Papers Pronouncements Statements Articels

Third FASB Technical AICPA Accounting


Pravelent Industry Practies
Floor Bulletins Interpretations

Second AICPA Industry AICPA Industry Accounting AICPA Statements Of


Floor Audit Guides Guides Position

FASB AICPA Accounting


First Floor FASB Interpretations APB Opinions
Statements Research Bulletins

Includes The Going Concern Assumption, Subtance Over Form, Neutrality, The Accrual
Foundation
Basis, Concervatism, Materiality

PABU bukan merupakan satu buku atau dokumen tetapi lebih merupakan
rerangka pedoman yang terdiri atas berbagai sumber dengan berbagai tingkat
keautortifan yang membentuk uatu hiererki. Steven Rubin menganalogi hierarki tersebut
dengan suatu bentuk bangunan rumah ( disebut Thr Housebof GAAP) seperti gambar
diatas. Gambar tersebut sebenarnya merupakan cara menyajikan secara visual pengertian
PABU sebagai rerangka pedoman ( a framework of GAAP) yag dideskripsikan oleh
AICPA dalam SAS No.43 yang sekarang sudah diganti dengan SAS No. 69.Hierarki
dilukiskan sebagai lantai rumah bertingkat dengan fondasi berupa landasan konseptual.
Tiap lantai menggambarkan tingkat keautoritatifan dengan lantai paling bawah (first
floor) berisi sumber yang paling autoritatif. Makin ke atas, suatu sumber makin
berkurang tingkat keautoritatifannya.

c. SAS No. 69

Kategori Hierarki Nongoverments Entitles State and local goverments


GASB : statements and
(a) Ketetapan atau FASB : Statements and
interpretasions
pengumuman resmi oleh Interpretasions
FASB : Applicable
badan resmi penyusun APB : Opinions
pronouncements
standar melalui prosedur AICPA : Accounting Research
AICPA : Applicable
saksama. Bulletins
pronouncements
(b) Ketetapan oleh badan
ahli atau komite yang telah FASB : Technical Bulletins GASB : Technical Bulletins
dipublikasi secara resmi AICPA : Indistry Audit And AICPA : Applicable Industry Audit
untuk dikomentari dan Accounting Guides And Accounting Guides And
badan penyusun standar AICPA : Statements Of Positions Statements Of Positions
resmi.
(c) Ketetapan oleh badan
FASB Emerging Issues Task Force: GASB Emerging Issues Task
seperti (b) tetapi belum
Consensus Positions Force: Consensus Positions
dipublikasikan secara resmi
AICPA : Practice Bulletins AICPA : Practice Bulletins
untuk dikomentari.
(d) Praktik atau ketetapan
yang berterima umum FASB Staff: “Questions And
karena banyak dianut dalam Answers” GASB Staff: “Questions And
industri tertentu atau karena AICPA : Accounting Answers”
merupakan cara Interpretations Widely Recognized And Prevalent
mengaplikasi suatu Widely Recognized And Prevalent Industry Practices
ketetapan resmi dalam Industry Practices
kondisi khusus
FASB : Concept Statements GASB : Concept Statements
AICPA : Issue Papers Applicable Pronouncement (A)
IASC : Statements Through Of Nongovermental
GASB : Statements, Entities
(e) Literatur atau sumber
Interpretations, And Technical FASB : Concept Statements
akuntansi lainnya
Bulletins GASB : Statements,
Other Professional Associations Or Interpretations, And Technical
Regulatory Agencles : Bulletins
Pronouncements AICPA : Issue Papers
AICPA : Technical Practices Aids IASC : Statements
Accounting Textbooks, Handbooks, Other Professional Associations Or
And Articles Regulatory Agencles :
Pronouncements
AICPA : Technical Practices Aids
Accounting Textbooks, Handbooks,
And Articles

Dalam gambar diatas, kategori (a) sampai dengan (d) disebut sebagai
prinsip akuntansi tetapan (astablished accounting principles) sedangkan kategori (e)
disebut dengan literatur akuntansi lainnya (other accounting literature). Hierarki tersebut
menunjukkan bahwa standar akuntansi hanya merupakan bagian atau komponen dari
GAAP.
d. SPAP

Rerangka PABU di Indonesia


praktik, konvensi, dan
tingka buku teks/ajar, dan
kebiasaan pelaporan
t3 pendapat ahli
yang sehat
Landasan pedoman
peraturan simpulan
Operasiona buleti atau
tingka pemerinta riset
l atau n praktik
t2 h untuk akuntans
Landasan teknis akuntans
industri i
Praktik i industri
interpretasi pernyataan
tingka pernyataan standar
standar akuntansi
t1 akuntansi keuangan
keuangan

Rerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan


Landasan Konseptual
Keuangan

Jadi, adopsi di atas sebenarnya belum lengkap karena belum memasukkan


sumber-sumber pedoman untuk organisasi kepemerintahan. IAI sebenarnya sudah
dilengkapi dengan kopartemen akuntansi sektor publik yang berkepentingan dengan
penentuan rerangka konseptual dan standar akuntansi untuk entitas sektor publik (state
and local governments). Dengan rerangka pedoman diatas, makna PABU hanya dibatasi
untuk entitas nonkepemerintahan sehingga ukuran kewajaran penyajian statemen
keuangan untuk entitas kepemerintahan belum jelas. Artinya, belum jelas apakah fras
“menyajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia”
masih dapat dipakai.