Anda di halaman 1dari 22

TUGAS AKHIR M5

STRATEGI PEMBELAJARAN

Disusun Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Ketercapaian


Tugas Akhir M5 PPG dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2019

Oleh:
FITRI AMALIA, S.Pd
19032818010699

PPG DALAM JABATAN ANGKATAN 4


PROGRAM PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
WIDYA DHARMA KLATEN
2019
TUGAS AKHIR MODUL 5
STRATEGI PEMBELAJARAN

Setelah Saudara mendalami materi mata kegiatan: model-model pembelajaran,


media pembelajaran, pengembangan bahan ajar, dan terakhir perencanaan
pembelajaran, kemampuan memahami kompetensi pedagogik hampir purna. Untuk
mengukur tingkat kepurnaan tersebut, kerjakan tugas berikut:

1. Susun perangkat pembelajaran mata pelajaran yang Saudara ampu untuk satu
kompetensi dasar. Adapun perangkat pembelajaran yang dimaksud terdiri dari:
a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik
b. Mendesain atau membuat media pembelajaran yang relevan (minimal media
presentasi dengan powerpoint)

2. Anda telah mempelajari beberapa model pembelajaran berbasis SCL yang


juga relevan dengan pendekatan saintifik. Silakan Anda memilih satu model
(misalnya model kooperatif Jigsaw) dan catatlah sintaknya (langkah-langkah
pembelajarannya). Kemudian, bukalah YouTube dan temukan video tentang
penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Amati dengan cermat
bagaimana sintak model kooperatif Jigsaw tersebut dilaksanakan, Kemudian
jelaskan apakah sintak model kooperatif Jigsaw dalam video tersebut sesuai
dengan catatan sintak model pembelajaran kooperatif Jigsaw Anda?

Kerjakan secara mandiri tugas ini, kemudian kirimkan hasilnya dalam bentuk
file PDF atau MS Word
1) a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Nurul Ulum Lebaksiu


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi : Trigonometri
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( 1 Pertemuan )

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif
melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan
pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang
dan lingkup kajian matematika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari
keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
KI 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang
kajian matematika Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Keterampilan
menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Menentukan perbandingan 3.8.1 Memahami perbandingan
trigonometri pada segitiga siku- trigonometri pada segitiga siku-
siku siku
3.8.2 Menjelaskan perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-
siku
3.8.3 Menentukan nilai perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-
siku melalui sisi depan,sisi
samping dan sisi miring
4.8 Menyelesaikan masalah yang 4.8.1 Menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan perbandingan berkaitan dengan perbandingan
trigonometri pada segitiga siku- trigonometri pada segitiga siku-
siku siku

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran, diskusi, dan tanya jawab,
diharapkan peserta didik dapat:
1. Memahami perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dengan teliti
2. Menjelaskan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dengan
santun.
3. Menentukan nilai perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku secara
tanggungjawab.
4. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-siku.
.
D. Materi Pembelajaran
 Materi : Trigonometri
 Sub Materi : perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku
 Fakta : perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku
 Konsep : Pengertian perbandingan trigonometri pada segitiga siku-
siku
 Prinsip : Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku (sinus,
cosinus, tangen, cosecan, secan, dan cotangen)
 Prosedur : Menyelesaikan perhitungan besar sudut dalam derajat
dengan menggunakan perbandingan trigonometri pada
segitiga siku-siku

E. Pendekatan, Model, Metode Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Model : Discovery Learning
Metode : Tanya Jawab, Diskusi kelompok, Penugasan

F. Media dan Alat


1. Media:
Media yang digunakan selama pembelajaran adalah :
a. PPT (Terlampir)
2. Alat:
Alat yang digunakan selama pembelajaran adalah :
a. Laptop
b. LCD untuk menampilkan PPT
c. Papan tulis
d. Spidol
e. Penggaris

G. Sumber Pembelajaran
 Untuk Guru
Kemendikbud. 2017. Buku Guru Matematika Kelas XI
SMA/SMK/MA Kurikulum 2013 Edisi Revisi Tahun 2017. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sukino. 2017. Matematika untuk SMA/MA Kelas XI Semester 1. Jakarta :
Penerbit Erlangga
Widodo, Untung. 2017. Mandiri Matematika Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas
XI Kelompok Wajib. Jakarta : Penerbit Erlangga
 Untuk peserta didik
Kemendikbud. 2017. Buku Siswa Matematika Kelas XI SMA/SMK/MA
Kurikulum 2013 Edisi Revisi Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.

H. Langkah-langkah Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Orientasi , Apersepsi dan motivasi 15 menit
 Mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
 Mendiskusikan kompetensi yang telah
dipelajari dan dikembangkan sebelumnya
terkait dengan kompetensi yang akan
dipelajari yaitu perbandingan trigonometri
sudut-sudut istimewa.
 Menyampaikan kompetensi yang akan
dicapai dan manfaatnya bagi kehidupan.
 Menyampaikan garis besar cakupan materi
dan kegiatan yang akan dilakukan.
 Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian
yang akan digunakan.

Inti Fase 1: Pemberian stimulus terhadap peserta 60 menit


didik
 Guru meminta siswa untuk mengamati
tentang perbandingan trigonometri pada
segitiga siku-siku.

 Peserta didik mengamati tentang


perbandingan trigonometri pada segitiga siku-
siku.

Fase 2: Identifikasi masalah


 Guru menugaskan siswa untuk
mengidentifikasi tentang perbandingan
trigonometri pada segitiga siku-siku
 Perserta didik mengidentifikasi tentang
perbandingan trigonometri pada segitiga siku-
siku melalui contoh-contohnya

Fase 3: Pengumpulan data


 Guru menugaskan peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yg diperoleh
 Peserta didik dapat menggali informasi yang
diperoleh

Fase 4 : Pembuktian
 Guru memperhatikan dan mendorong semua
peserta didik untuk terlibat diskusi dan
mengarahkan bila ada kelompok yang
melenceng jauh pekerjaannya.
 Peserta didik dapat menyelesaikan lembar
kerja yang dibagikan

Fase 5: Menarik kesimpulan atau generalisasi


 Guru mengarahkan semua peserta didik pada
kesimpulan mengenai perbandingan
trigonometri sudut-sudut istimewa
berdasarkan hasil pengamatan terhadap
presentasi salah satu kelompok.
 Peserta didik lain memberi tanggapan
terhadap presentasi
 Siswa menerima tanggapan dari peserta didik
lain dan guru
 Siswa memperbaiki hasil presentasi dan
membuat kesimpulan

Penutup  membuat rangkuman/simpulan pelajaran. 15 menit


 refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan.
 Memberikan kegiatan tindak lanjut dalam
bentuk tugas perseorangan.
 menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik penilaian melalui observasi, tulisan, dan penugasan
2. Instrumen penilaian (terlampir)
3. Kegiatan remidi :
dilakukan apabila ada peserta didik saat postest tentang dengan materi
perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku mendapat nilai dibawah
70. Soal remidi yaitu mengulang bagian soal yang dirasa sukar
pengerjaannya sehingga tidak dapat diselesaikan peserta didik dengan
baik.
4. Kegiatan pengayaan :
dilakukan apabila ada peserta didik saat PH (penilaian harian) tentang
dengan materi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku
mendapat nilai diatas atau sama dengan KKM yaitu 70. Pada kegiatan ini,
peserta didik akan diberikan soal tantangan yang mengasa proses
menganalisis peserta didik.

Tegal, 30 Juni 2019


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Aries Munandar, S.Fil.I Fitri Amalia, S.Pd


Lampiran 1
Bahan ajar Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-siku

Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-siku

Perhatikan Sebuah segitiga dengan salah satu sudutnya berupa  :

x disebut proyeksi atau sisi miring (adjacent)


y disebut proyeksi atau sisi depan (apposite)
r disebut proyektum atau sisi miring (hypotenuse)
Di sini kita akan mengenal istilah matematika baru, yaitu sinus (sin),
cosinus (cos), tangent (tan), cosecan (csc), secan (sec) dan cotangent (cot), yang
mana sinus merupakan kebalikan dari cosecan, cosinus kebalikan dari secan dan
tangent kebalikan dari cotangent.
Sinus, Cosinus dan Tangent digunakan untuk menghitung sudut dengan
perbandingan trigonometri sisi di segitiga. Dengan gambar segitiga diatas, nilai
Sinus, Cosinus dan Tangent diperoleh dengan cara sebagai berikut:
y y depan 
sin   ,  , sehingga bisa dihapal dengan sebutan sin-de-mi.
r  r miring 

x x samping 
cos   ,  , sehingga bisa dihapal dengan sebutan cos-sa-mi.
r r miring 
y y depan 
tan   ,  , sehingga bisa dihapal dengan sebutan tan-de-sa.
x  x samping 

1 1 r
Cosecan  adalah kebalikan dari sin  , maka cos ec   sin   y  y
r

1 1 r
Secant  adalah kebalikan dari cos  , maka sec   cos   x  x
r

1 1 x
Cotangent  adalah kebalikan dari tan  , maka cot   tan   y  y
x

Berikut ini nilai sin, cos, dan tan untuk sudut istimewa:

Contoh:

1. Berdasarkan gambar di samping.

Tentukan nilai dari:

a. sin 

b. cos 
c. tan 

Jawab:

Dengan melihat segitiga siku-siku tersebut dapat diketahui:

sisi AB = x = 5 cm, sisi BC = r = 13 cm, siisi AC = y = 12 cm.

Maka,

y 12
a. sin   
r 13

x 5
b. cos   
r 13

y 12
c. tan   
x 5

2. Diketahi sebuah segitiga dengan siku-siku di A, panjang sisi BC = 10 cm,


besar  B  60 0 . Tentukan panjang dari AB.

Jawab:

Dari soal tersebut dapat digambar segitiga sebagai berikut:

x AB
cos 60 0  
r 10
AB  10 . cos 60 0
1
AB  10 .
2
AB  5 cm
Lampiran 2. Lembar kisi – kisi tes akhir pembelajaran

KISI-KISI TES AKHIR PEMBELAJARAN


Satuan Pendidikan : SMK Nurul Ulum Lebaksiu
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Trigometri
Subbab : Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-siku

NO KOMPETENSI MATERI INDIKATOR SOAL BENTUK JUMLAH


DASAR SOAL SOAL
1. 3.8 Menentukan perbandingan Trigonometri Menentukan nilai perbandingan Uraian 1
trigonometri pada segitiga siku- trigonometri suatu segitiga siku-siku
siku yang belum diketahui salah satu sisinya.
Menyelesaikan permasalahan yang
4.8 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan
Uraian 1
berkaitan dengan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku
trigonometri pada segitiga siku-
siku
Lampiran 3. Lembar instrument soal tes akhir pembelajaran

TES
Nilai :
Nama Peserta Didik : …………………………………
Nomor Absen : …………………………………
Satuan Pendidikan : SMK Nurul Ulum Lebaksiu
Kelas / Semester : XI / Ganjil

Petunjuk : 1. Berdoalah sebelum mengerjakan.


2. Tulislah jawabanmu langsung pada lembar soal dengan rapi.
SOAL :
1. Diketahui sebuah segitiga dengan siku-siku di Q, panjang sisi PQ = 8 cm,
besar  B  45 0 . Tentukan panjang dari QR.

2. Ahmad dan Bondan sedang mengamati sebuah tiang bendera yang tingginya 6
meter. Jika Ahmad dan Bondan memandang puncak tiang dengan sudut
elevasi masing-masing 370 dan 450 dan mereka berada saling berseberangan,
maka jarak keduanya (dengan pembulatan) adalah ….
(Diketahui: sin 370 =0,601, tan 370 = 0,753, dan sin 450 = 0,707, tan 450 =
1,000)
Lampiran 4. Lembar pedoman penskoran soal tes akhir pembelajaran

PEDOMAN PENSKORAN TES AKHIR


PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMK Nurul Ulum Lebaksiu


Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Trigonometri
Subbab : Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-siku

No. Soal Pembahasan Skor


1 Diketahui sebuah segitiga Dari soal tersebut dapat digambar
dengan siku-siku di Q, segitiga sebagai berikut:
panjang sisi PQ = 8 cm,
besar  B  45 0 .
Tentukan panjang dari 5
PR.

y PR
tan 45 0   5
x PQ
PR  8 . tan 45 0 5
PR  8 . 1
PR  8 cm
5
2 Ahmad dan Bondan Sketsa gambar:
sedang mengamati
sebuah tiang bendera
yang tingginya 6 meter. 5
Jika Ahmad dan Bondan
memandang puncak tiang Perhatikan
dengan sudut elevasi  ADC dan  BCD

masing-masing 370 dan


450 dan mereka berada 5
saling berseberangan,
maka jarak keduanya CD
tan 37 0  
6
AD AD
(dengan pembulatan) 5
6
AD 
adalah …. tan 37 0
(Diketahui: sin 370 6 5
AD 
0,754
=0,601, tan 370 = 0,753, AD  7,95 m
dan sin 450 = 0,707, tan tan 45 0 
CD

6 5
BD BD
450 = 1,000) 6
BD 
tan 45 0
6
BD 
1
BD  6 cm

Jarak Ahmad ke tiang = 7,95 meter


Jarak Bondan ke tiang = 6 meter 5

Jarak Ahmad ke Bondan = 7,95+6


=13,95 meter
=14 meter (pembulatan)
Jumlah skor 50

jumlah skor yang diperoleh


Nilai  x 100
jumlah skor keseluruhan
b. Mendesain atau membuat media pembelajaran yang relevan (minimal
media presentasi dengan powerpoint)

Media Pembelajaran Power Point


Slide 1 Slide 2

Slide 3 Slide 4

Slide 5 Slide 6

Slide 7 Slide 8
Slide 9 Slide 10

Slide 11 Slide 12

Slide 13 Slide 14
Slide 15 Slide 16

Slide 17 Slide 18

Slide 19
2. Analisis Video Model Pembelajaran

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY


(TSTS)

Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah model TSTS. “Dua tinggal
dua tamu” yang dikembangkan oleh Spencer Kagan 1992 dan biasa digunakan
bersama dengan model Kepala Bernomor (Numbered Heads). Struktur TSTS
yaitu salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan
kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Hal ini
dilakukan karena banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan
kegiatan-kegiatan individu. Siswa bekerja sendiri dan tidak diperbolehkan melihat
pekerjaan siswa yang lain. Padahal dalam kenyataan hidup di luar sekolah,
kehidupan dan kerja manusia saling bergantung satu sama lainnya.
Ciri-ciri model pembelajaran Two Stay Two Stray, yaitu
1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi
belajarnya.
2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan
rendah.
3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin
yang berbedan.
4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu
Langkah-langkah Model Pembelajaran Two Stay Two Stray
Adapun langkah-langkah model pembelajaran Dua Tinggal Dua Tamu (dalam Lie,
2002:60-61) adalah sebagai berikut:
a. Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa.
b. Setelah selesai, dua siswa dari masing-masing kelompok akan meninggalkan
kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok yang lain.
c. Dua siswa yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja
dan informasi mereka ke tamu mereka.
d. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan
temuan mereka dari kelompok lain.
e. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka

Adapun video pembelajaran yang akan saya analisis terdapat pada link
berikut.: https://www.youtube.com/watch?v=4jaNfNxXvOI dari Komang Tri
Sutrisno.

Setelah melihat video pembelajaran model Kooperatif TSTS, saya membuat


rangkuman sintak/langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
1. Guru memengawali pelajaran dengan salam pembuka, berdoa, dan
mengecek kehadiran siswa
2. Guru mengajukan pertanyaan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan
pelajaran yang akan dilakukan.
3. Guru menjelaskan konsep tentang sudut dengan interaktif dan mengajak
siswa berpartisipasi.
4. Guru membagikan LKS untuk dikerjakan pada kelompok masing-masing
dengan permasalahan yang berbeda-beda, yaitu kelompok sudut tumpul,
siku-siku, dan kelompok sudut lancip.
5. Siswa bertanya, guru memberikan stimulus pada siswa.
6. Setelah berdiskusi, guru meminta perwakilan 2 orang untuk bertamu ke
kelompok lain untuk mencari informasi tentang permasalahan dikelompok
lain.
7. Tuan rumah menjelaskan kepada tamu tentang permasalahan pada
kelompoknya.
8. Setelah kegiatan bertamu pertama selesai, guru meminta siswa untuk
bertamu kembali ke kelompok selanjutnya untuk memperoleh permasalahan
lain dari kelompok lainnya.
9. Setelah kegiatan bertamu selesai, guru meminta siswa untuk kembali ke
kelompok asal dan berdiskusi tentang permasalahan yang telah mereka
peroleh.
10. Guru meminta perwakilan kelompok masing-masing untuk menampilkan
hasil diskusinya.
11. Guru menutup pelajaran dengan berdoa bersama-sama.

Berdasarkan video yang telah saya amati, dan saya rangkum kegiatannya
seperti yang telah saya paparkan di atas, saya simpulkan bahwa:
1. Guru belum menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai pada
materi yang akan diajarkan.
2. Guru belum menginformasikan kepada siswa model pembelajaran apa, dan
bagaimana sintaks pembelajaran model TSTS yang akan dilakukan oleh
siswa.
3. Guru hanya membagi kelompok secara acak, tidak dengan proses
pengkategorian dan pencermatan pada masing-masing siswa yang akan
menempati kelompok-kelompok.
4. Guru sangat komunikatif memberi stimulus, bantuan, dan arahan kepada
kelompok yang mengalami kesulitan.
5. Siswa terlihat mengikuti alur pelajaran yang diikuti oleh guru, namun
demikian kondisi kelas terlampau kurang terkondisikan, sehingga ramai.Alur
sintaks secara umum telah terlaksanakan dengan baik, namun alangkah lebih
baiknya apabila ketika 2 orang bertamu, masing-masing siswa bertamu pada
kelompok yang berbeda, sehingga akan efisien masalah waktu, juga lebih
variatif mendapatkan informasi dari kelompok lain.