Anda di halaman 1dari 6

RESUME KEPERAWATAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT

RSUD H. DAMANHURI BARABAI

I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Nn.B

Umur : 24 tahun

Alamat : komp. melati

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Diagnosa Medis : observasi febris h3

Diagnosa Keperawatan : hipertermia

Hari/Tanggal Pengkajian :Senin, 04 september 2017

II. KELUHAN UTAMA

Panas hari ke 3

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien mengatakan pasien panas sudah 3 hari dan muntah sejak malam tadi sebelum

masuk rumah sakit. Sudah minum obat paracetamol tetapi panas nya datang lagi hbs

reaksi obat. Muntah 1x. Lalu pasien dibawa keluarga ke IGD RSUD H.

DAMANHURI BARABAI.

IV. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien mengatakan sebelumnya tidak pernah masuk Rumah sakit, dan pasien

mengatakan tidak mempunyai riwayat asma, hipertensi, penyakit jantung, ataupun

penyakit menular seksual lainnya.


V. KEADAAN UMUM

Kesadaran : CM

Keadaan Umum : Lemah

TTV :

1) TD = 110/80 mmHg

2) R = 22 x/m

3) T = 38,5 ºC

4) N = 80 x/m

VI. DATA FOKUS

AIRWAYS:

1) PasienTidak Terpasang Alat Bantu Nafas

2) Jalan Nafas Lancar

3) Tidak Terdapat Sumbatan Jalan Nafas

4) Tidak Terdapat Ronkhi Ataupun Whezing

BREATHING:

1) Bentuk Dada Simetris

2) Tidak Terdapat Bantuan Otot Pernafasan

3) Frekuensi Nafas = 22 X/M, Saturasi O2 = 99 %

CIRCULATION:

1) Akral teraba panas, T : 38,5ºC

2) CRT < 3 detik, tidak terdapat edema

3) tidak terdapat tanda-tanda syok, frekuensi nadi = 80 x/m


VII. THERAPY

1. Inj.Ranitidine

2. Inj. Ondan Sentron

3. Inj. Paracetamol 1 gr

4. Inf. RL 20 tpm

VIII. ANALISA DATA

DATA ETIOLOGI MASALAH

Panas hari ke 3 Peningkatan Hipertermi

TD : 110/80 metabolisme

R : 22x/m

N : 80 x/m

T : 38,5 ºC

IX. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Hipertermi berhubungan dengan peningkatan metabolisme


X. NURSING CARE PLANNING (NCP)

Nursing Interventions
DIAGNOSA Nursing Out Come Classification
KEPERAWATAN (NOC) (NIC)
Hipertermi Setelah dilakukan tindakan Fever treatment
berhubungan keperawatan selama 1 X 45 menit 1. monitor suhu sesering
dengan peningkatan diharapkan suhu klien dalam rentang mungkin
metabolisme normal 2. monitor IWL
Kriteria hasil : 3. monitor warna dan suhu
Indikator IR E kulit
R 4. monitor tekanan darah,
1. Temperatur kulit 3 4 nadi, dan rr
sesuai yang 5. kompres pasien pada
diharapkan lipatan paha dan axila
2. Temperatur tubuh
sesuai yang 3 4
diharapkan
3. Tidak ada sakit 3 4
kepala
4. Tidak ada nyeri
otot 4
3
5. Tidak lekas marah
3 4

Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan
XI. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

DIAGNOSA IMPLEMENTASI EVALUASI

Hipertermi 1. Memonitor suhu S:


sesering mungkin pasien mengatakan sudah tdk panas
berhubungan dengan 2. Memonitor IWL lagi
3. Memonitor warna dan
peningkatan suhu kulit O:
4. Memonitor tekanan td : 110/80
metabolisme darah. Nadi, dan rr
rr: 20 x/mnt
5. Mengompres pasien
p: 80 x/mnt
pada lipatan paha dan
axila t: 37.5

A : masalah teratasi sebagian


Indikator Ir Er
1. Temperatur 4 5
kulit sesuai
yang
diharapkan
2. Temperatur 4 5
tubuh
sesuai yang
diharapkan
3. Tidak ada 4 5
sakit kepala
4. Tidak ada 4 5
nyeri otot
5. Tidak lekas 4 5
marah
Keterangan :
1. Keluhan ekstrim
2. Keluhan berat
3. Keluhan sedang
4. Keluhan ringan
5. Tidak ada keluhan

P:
Intervensi dihentikan pasien
diperbolehkan untuk pulang
(menganjurkan keluarga pasien
agar selalu memantau keadaan
pasien, menganjurkan
Menyarankan keluarga apabila
klien panas lagi untuk
mengompresnya dengan air hangat
atau agar secepatnya membawa
kepelayanan kesehatan terdekat)