Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

MANAJEMEN KAS DAN SEKURITAS

MIRNAWATI PRATIWI

A021181010

UNIVERSITAS HASANUDDIN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt, atas segala nikmat dan
karunia-Nya, makalah yang berjudul “Manajeman Kas Dan Sekuritas”
dapat di selesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi dan junjungan kita, Muhammad SAW, keluarganya, dan
sahabatnya.
Pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan rasa terimakasih
kepada pihak pihak yang telah membantu penyusunan makalah dan
telah memberi motivasi untuk pembuatan makalah ini.
Penulis telah berupaya menyajikan makalah dengan sebaik-baiknya.
Di samping itu apabila dalam makalah didapati kekurangan dan
kesalahan, baik dalam pengetikan maupun isinya, maka penulis dengan
senang hati menerima saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca
guna penyempurnaan penulisan makalah berikutnya. Semoga makalah
yang sederhana ini dapat menambah khasanah keilmuan dan
bermanfaat.

Makassar, 16 september 2019

Penulis

1
Daftar Isi
Halaman judul ......................................................................................
Kata pengantar .................................................................................. 1
Daftar isi ............................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 3
1. Latar Belakang ........................................................................ 3
2. Rumusan Masalah .................................................................. 4
3. Tujuan Penulisan .................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................... 5
1. Pengertian manajemen kas .................................................... 5
2. Motif memegang kas .............................................................. 6
3. Factor yang mempengaruhi besarnya kas .............................. 7
4. Sasaran dan keputusan manajeman kas ............................... 8
5. Model manajemen kas ........................................................... 8
6. Prosedur penagihan dan pembayaran ................................. 14
7. Anggaran kas ....................................................................... 17
8. Pengertian sekuritas ............................................................. 20
9. Kriteria Pemilihan Marketable Securities Yang Sesuai ......... 21
BAB III PENUTUP............................................................................ 28
1. Kesimpulan ........................................................................... 28
2. Saran..................................................................................... 28
Daftar Pustaka ................................................................................ 29

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kas dan surat berharga merupakan komponen yang berada dalam
aktiva lancar. Kedua komponen ini merupakan aktiva yang paling
liquid bagi perusahaan. Manager keuangan perlu mengelola kas dan
surat berharga mengingat kedua komponen aktiva memiliki nilai
strategis dalam hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan.
Setiap penerimaan dan pengelolaan kas harus dilakukan secara baik.
Artinya jangan sampai perusahaan kekurangan uang kas untuk
melakukan berbagai keperluan pengeluaran perusahaan.
Penempatan dana perusahaan dalam surat berharga juga penting
guna mendukung aktiva usaha sekaligus memperoleh penghasilan
berupa bunga atau tujuan lainnya. Banyak jenis surat berharga yang
dapat dipilih dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Seorang
manager keuangan harus mampu menempatkan dana tersebut
dengan pertimbangan yang tepat
Disamping itu, kas dan surat berharga dibahas bersama-sama
karena surat berharga dapat secara cepat dialihkan menjadi uang
tunai hanya dengan biaya transaksi yang kecil saja, jadi surat
berharga bisa dianggap sebagai suatu bentuk kas pendukung. Istilah
kas dalam pengertian yang luas, yaitu termasuk rekening giro di bank,
rekening pasar uang ataupun valuta asing.
Karena investasi berupa kas dan surat berharga merupakan aktiva
dengan resiko yang lebih kecil daripada investasi berupa barang atau
proyek, maka hasil pengembalian (return) yang diperoleh lebih kecil
daripada hasil rata-rata tertimbang dari semua aktiva yang ada di
perusahaan.

3
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan yang diambil penulis dalam makalah ini yaitu :
1. Apa yang dimaksud dengan manajemen kas dan sekurtias
2. Bagaimana sistem pelaksanaan manajemen kas dan sekuritas
3. Apa saja jenis-jenis motif memiliki kas ?
4. Apa saja pembagian dari model manajemen kas ?
5. Bagaimana cara penyusunan anggaran kas ?
6. Bagaimana kriteria pemilihan sekuritas yang baik untuk
perusahaan?
7. Apa saja alternatif investasi pada sekuritas jangka pendek ?

C. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu :
1. Untuk meengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen kas
dan sekuritas
2. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen kas dan
sekuritas
3. Untuk mengetahui jenis-jenis motif memilki kas
4. Untuk mengetahui pembagian dari model manajemen kas
5. Untuk mengetahui bagaimana penyusunan anggaran kas
6. Untuk mengetahui kriteria pemilihan sekuritas yang baik untuk
perusahaan
7. Untuk mengetahui apa saja alternatif investasi pada sekuritas
jangka pendek.

4
BAB II
PEMBAHASAN

MANAJEMEN KAS
A. Pengertian Manajemen Kas
Kas merupakan mata uang dan koin yang ada ditangan
perusahaan dalam laci petty cash, cash register, atau dalam rekening
cek dan pasar uang. Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva
yang memiliki sifat paling lancar (paling likuid) dan paling mudah
berpindah tangan dalam suatu transaksi. Transaksi tersebut misalnya
untuk pembayaran gaji atau upah pekerja, membeli aktiva tetap,
membayar hutang, membayar dividen dan transaksi lain yang
diperlukan perusahaan.
Menurut I Made Sudana;2011 Manajemen kas adalah suatu
sIstem pengelolaan perusahaan yang mengatur arus kas (cash flow)
untuk mempertahankan likuiditas perusahaan serta memanfaatkan ide
cash dan perencanaan cash. Manajer keuangan harus mampu
mengelola uang yang masuk ke perusahaan dan uang yang
dikeluarkan. Dalam praktiknya selama perusahaan beroperasi
terdapat dua macam aliran kas. Pertama aliran kas masuk (cash in
flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
Perusahaan mengalami kenaikan tak teratur dalam kas yang
dipegangnya dari beberapa sumber eksternal. Dan dapat diperoleh di
pasar keuangan dari penjualan sekuiritas, seperti obligasi, saham
preferen, dan saham biasa, atau perusahaan bisa melakukan kontrak
hutang yang tidak diperdagangkan dengan peminjam seperti bank
Arus kas masuk tak teratur ini tidak terjadi setiap hari. Mereka
cenderung episodik, kesepakatan pendanaan terjadi dengan interval
yang lebar. Kontrak pendanaan eksternal biasanya melibatkan jumlah
uang yang banyak yang berasal dari kebutuhan besar yang diketahui
oleh manajemen perusahaan, dan kebutuhan ini tidak terjadi setiap

5
hari. Misalnya, produk baru mungkin telah masuk ke tahap
peluncuran, atau ekspansi pabrik mungkin dibutuhkan untuk memberi
tambahan kapasitas produksi.
Sedangkan arus kas masuk tak teratur adalah sumber eksternal,
sumber lain kas ke perusahaan yang terjadi dari operasi dan terjadi
lebih teratur. Dalam periode yang panjang, penerimaan terbesar
berasal dari penagihan piutang dagang dan lebih sedikit dari
penjualan kas secara langsung dari produk jadi. Banyak perusahaan
manufaktur juga menghasilkan kas, secara teratur melalui lekuidasi
persediaan yang rusak dan kadaluwarsa. Kadangkala, aktiva tetap
juga dijual, sehingga menghasilkan arus-kas masuk,.

B. Motif Memegang Kas


Dalam ulasan ekonomi klasik, John Maynard Keynes membagi
kebutuhan akan kebutuhan perusahaan, atau unit ekonomi apapun,
ke dalam tiga kategori yaitu :
1. Motif transaksi
Saldo yang dipegang untuk transaksi memungkinkan perusahaan
memenuhi kebutuhan kas yang terjadi dalam kegiatan bisnis.
Saldo transaksi akan digunakan untuk memenuhi arus keluar tak
teratur maupun pembelian aktiva tetap dan persediaan yang
sudah di rencanakan.
Jumlah relatif kas yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan
transaksi dipengaruhi oleh sejumlah factor seperti industry dimana
perusahaan beroperasi. Sudah dikenal luas bahwa industry utilitas
bisa memprakirakan penerimaan kas sanga akurat karena
penerimaan terhadap jasa mereka stabil.
Motif transaksi artinya uang kas digunakan untuk melakukan
pembelian dan pembayaran,seperti pembelian barang atau jasa,
pembayaran gaji, upah utang, dan pembayaran lainnya. Kas

6
keluar dan kas masuk tidak selalu tersinkronisasi.Jika kas keluar >
kas masuk, perusahaan bisa menghadapi masalah likuiditas.
2. Motif Berjaga-Jaga (Precautionary Motive)
Motif berjaga-jaga, artinya uang kas digunakan untuk berjaga-jaga
sewaktu dibutuhkan uang kas untuk keperluan yang tidak
terduga.Misalnya pada saat perusahaan mengalami kerugian
tertentu dan harus menutupi kerugian tersebut sesegera mungkin.
3. Motif Spekulasi (Speculative Motive)
Motif spekulasi, artinya uang kas digunakan untuk mengambil
keuntungan dari kesempatan yang mungkin timbul di waktu yang
akan datang, seperti turunnya harga bahan baku secara tiba-tiba
akan menguntungkan perusahaan dan diperkirakan kemungkinan
akan meningkat dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam hal
ini perusahaan akan memiliki kesempatan untuk membeli dengan
uang kas yang dimilikinya, dan menjualnya pada saat harga naik.
4. Kebutuhan saldo Kompensasi (Compensating Balance)
Motif saldo kompensasi merupakan salah satu alasan perusahaan
untuk mengadakan kas.Perusahaan memiliki saldo kas tertentu di
bank dalam bentuk rekening giro, sebagai kompensasi atas jasa
pelayanan yang diberikan bank kepada perusahaan. Sejumlah
dana berupa saldo minimum yang diputuskan untuk tetap
berada di bank dalam rekening giro, sehingga perusahaan tidak
perlu membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank. Dengan
adanya saldo ini, bank dapat meminjamkan dana kepada nasabah
dengan jangka waktu yang lebih lama. Bank akan memperoleh
penghasilan bunga yang merupakan biaya jasa tidak
langsung yang harus dibayar oleh nasabah tersebut.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Kas


1. Adanya penerimaan dari hasil penjualan barang dan jasa. Artinya
perusahaan melakukan penjualan barang, baik secara tunai

7
maupun secara kredit. Bila dilakukan secara tunai, maka otomatis
langsung berpengaruh terhadap kas. Akan tetapi jika dilakukan
secara angsuran, maka perubahan ini akan terjadi untuk beberapa
saat kedepan. Perubahan tentunya akan menyebabkan uang kas
bertambah.
2. Adanya pembelian barang dan jasa, artinya perusahaan memnbeli
sejumlah barang, baik bahan baku, bahan tambahan, atau barang
keperluan lainnya, yang tentunya akan berakibat mengurangi
jumlah uang kas.
3. Adanya pembayaran biaya-biaya operasional. Dalam hal ini
perusahaan mengeluarkan sejumlah biaya yang sudah menjadi
kewajiban perusahaan untuk membiayai aktivitas perusahaan,
seperti membayar gaji, upah, telepon, listrik, pajak, biaya
pemeliharaan yang tentunya akan mengakibatkan uang kas akan
bertambah.
4. Adanya pengeluaran untuk membayar angsuran pinjaman. Artinya
jika dalam memperoleh sumber dana perusahaan melakukan
pinjaman ke bank atau ke lembaga lain, maka perusahaan tentu
akan membayar angsuran pinjaman tersebut, selama beberapa
waktu , hal ini tentunya akan mengakibatkan berkurangnya uang
kas.
5. Adanya pengeluaran untuk investasi. Hal ini dilakukan bila
perusahaan hendak melakukan penambahan kapasitas produksi
seperti pembelian mesin-mesin baru, atau pembangunan gedung
atau pabrik baru. Hal ini juga dapat terjadi bila perusahaan hendak
melakukan ekspansi kebidang usaha lainnya.
6. Adanya penerimaan dari pendapatan, artinya perusahaan
memperoleh tambahan kas dari pendapatan, baik yang berkaitan
langsung dengan kegiatan perusahaan maupun pendapatan yang
tidak langsung. Jelas bahwa pendapat ini akan mempengaruhi
jumlah uang kas.

8
7. Adanya penerimaan dari pinjaman. Dalam hal ini perusahaan
memperoleh sejumlah uang dari lembaga peminjam, seperti bank
atau lembaga keuangan lainnya. Pinjaman ini akan menamabah
jumlah uang kas dalam periode tersebut.

D. Sasaran Dan Keputusan Manajemen Kas


Tingkat seberapa perusahaan menginvestasikan kas berlebih
kedalam sekuritas yang bisa diperdagangkan ditentukan oleh
besarnya resiko insolvensi yang mau ditanggung perusahaan supaya
bisa menerima tambahan pengembalian atas saldo kas mereka.

Trade- Off Antara Resiko Dan Pengembalian


Program manajemen kas seluruh perusahaan harus berusaha
meminimumkan resiko insolvensi perusahaan. Dalam konteks
manajemen kas, istilah insolvensi menggambarkan situasi ketike
perusahaan tidak mampu membayar tagihan pada waktunya. Dalam
kasus sedemikian, perusahaan secara teknis tidak solven dalam arti
bahwa perusahaan itu tidak cukup punya likuiditas untuk membayar
segera kewajiban hutangnya saat ini. Perusahaan dapat menghindari
masalah ini dengan memegang saldo kas yang besar untuk
membayar tagihan yang jatuh tempo.
Manajer keuangan harus menemukan neraca yang dapat diterima
antara memegang kas terlalu banyak dan terlalu sedikit. Inilah titik
fokud trade off antara pengembalian dan resiko. Investasi kas yang
besar meminimumkan peluang insolvensi, namun mengancam
profitabilitas perusahaan. Investasi kas yang kecil membebaskan
kelebihan saldo untuk investasi kedalam sekuritas yang bisa
diperdagangkan dan aktiva yang umurnya lebih panjang ini
memperkuat profitabilitas dan nilai saham biasa perusahaan, namun
meningkatkan peluang kekurangan kas.

9
Sasaran
Trade off resiko da pengembalian dapat direduksi menjadi dua
sasaran utama sistem manajemen kas :
 Kas yang cukup harus ada ditangan untuk memenuhi
pembayaran yang terjadi dalam pelaksanaan bisnis.
 Investasi dalam kas yang menganggur harus dikurangi sampai
minimum
Evaluasi atas sasaran-sasaran operasional ini, serta usaha pada
pihak manajemen untuk memenuhinya, menimbulkan kebutuhan akan
suatu keputusan manajemen kas.

Berbagai Keputusan
Ada dua kondisi atau cita-cita yang memungkinkan perusahaan
beroperasi lebih lama dengan saldo kas yang hamper nol : (1)
perkiraan arus kas bersih yang sangat akurat dalam rentang
perencanaan, dan (2) sinkronisasi sempurna penerimaan dan
pembayaran kas.
Perkiraan kas merupakan langkah awal dalam program manajemen
kas manapun. Bila perusahaan harus menginvestasikan dalam neraca
kas, beberapa tipe keputusan tertentu yang terkait dengan ukuran
neraca itu mendominasi proses manajemen kas. Ini mencakup
keputusan-keputusan yang menjawab pertanyaan berikut :
 Apa yang bisa dilakukan untuk mempercepat penagihan dan
memperlambat atau mengontrol arus kas keluar dengan lebih
baik ?
 Bagaimana seharusnya komposisi portofolio sekuritas yang
bisa diperdagangkannya ?
Meskipun ada banyak teknik penagihan kas dan pembayaran, konsep
yang manjadi dasar teknik-teknik itu sangat sederhana.

10
Mengendalikan arus kas masuk dan keluar merupakan tema utama
manajemen perbendaharaan. Namun, dalam batas-batas manajemen
etika, manajer kas selalu berfikir (1) “Bagaimana aku bisa
mempercepat penerimaan kas ?” dan (2) “Bagaimana aku bisa
memperlambat pembayaran kas dan tidak terlalu menjengkelkan
konstituen penting- seperti para pemasok ?”
Titik kritisnya adalah bahwa kas yang disimpan tersedia untuk di
investasi ditempat lain dalam operasi perusahaan dan pada tingkat
pengembalian positif yang akan meningkatkan profitabilitas total.

E. Model Manajemen Kas


Model manajemen kas, ada dua macam yaitu pertama model yang
dikembangkan oleh William J. Baumol dan kedua model yang
dikembangkan oleh Merton H. Miller dan Daniel Orr.

1. Model Baumol
Model manajemen kas yang dikemukakan oleh William Baumol
sering disebut dengan Model Persediaan. Baumol mengakui ada
kesamaan antara manajemen kas dengan manajemen persediaan,
jika ditinjau dari aspek keuangan. Baumol menyatakan bahwa saldo
kas yang ada dalam perusahaan diperlakukan sama dengan
persediaan barang. Model Economic Order Quantity (EOQ) yang
digunakan untuk menghitung pesanan barang yang paling
ekonomis. Konsep EOQ ini juga berlaku dalam perhitungan
persediaan kas yang paling ekonomis atau saldo kas yang
ditargetkan. Model Baumol ini mengasumsikan bahwa perusahaan
menggunakan kas dengan pola yang konstan baik kebutuhan kas,
aliran kas masuk maupun aliran kas keluarnya. Misalnya rencana
penggunaan kas suatu perusahaan selama seminggu sebesar Rp.
5.000.000. Aliran kas masuk diperkirakan sebesar Rp.4.000.000
per minggu, oleh karena itu kebutuhan kas bersih atau kas keluar

11
bersih sebesar Rp.5.000.000 - Rp.4.000.000 = Rp.1.000.000,-.
Keadaan posisi kas tersebut akan terlihat sebagai berikut:

Gambar 1.S
aldo Kas Menurut Model Baumol

Gambar tersebut menunjukkan bahwa apabila perusahaan


mulai bekerja (awal waktu) dengan saldo kas sebesar C = Rp.
3.000.000 (saldo kas maksimum). Jika kas keluar bersih per
minggu sebesar Rp. 1.000.000, maka saldo kasnya akan menjadi
nol pada akhir minggu ketiga. Rata-rata saldo kas yang ada
sebesar C / 2 = Rp. 3.000.000 : 2 = Rp. 1.500.000. Pada awal
minggu ketiga, perusahaan harus mengisi kasnya kembali dengan
jumlah yang tetap yaitu sebesar Rp. 3.000.000 demikian
seterusnya. Apabila jumlah kas maksimum dinaikkan menjadi
sebesar Rp. 6.000.000 dan kebutuhan kas keluar bersih tetap
sebesar Rp. 1.000.000 per minggu, maka jangka waktu
pemakaiannya akan lebih lama yaitu selama 6 minggu. Dengan
demikian saldo kas rata-ratanya akan naik menjadi Rp. 6.000.000
: 2 = Rp. 3.000.000,-. Apabila kas tersebut diperoleh dari
pinjaman, maka biaya transaksi peminjaman akan lebih kecil
apabila frekuensi peminjamannya lebih kecil atau jumlah saldo kas
yang dimiliki diperbesar. Artinya apabila jumlah uang kas yang
dipinjam besar dalam sekali pinjam, maka frekuensi

12
peminjamannya kecil sehingga biaya administrasinya juga kecil. Di
lain pihak terjadi sebaliknya, dengan saldo kas yang semakin
besar maka pendapatan yang diperoleh akan semakin kecil
karena banyak kas yang menganggur. Hal ini karena kas yang
menganggur tidak dapat menghasilkan pendapatan, kecuali kas
menganggur tersebut diinvestasikan dalam surat berharga atau
deposito bank. Oleh karena itu perlu ditentukan berapa besarnya
jumlah kas yang optimal bagi perusahaan. Baumol memberikan
formula untuk menentukan jumlah kas yang optimal dengan
konsep EOQ tersebut di atas, yaitu:

2 (𝐹 )(𝑇)
C=√
𝑘

Di mana:
C = jumlah kas yang optimal
F = biaya tetap untuk memperoleh pinjaman atau menjual
sekuritas
T = jumlah kas untuk transaksi selama periode tertentu
K = biaya kesempatan dari kas yang dimiliki. Biaya kesempatan
merupakan penghasilan yang seharusnya dapat diperoleh dari kas
yang menganggur.

2. Mode lmiller And Orr


Model Miller dan Orr merupakan model penentuan
persediaan apabila aliran kas masuk dan keluar tidak konstan.
Konsep Miller dan Orr menyatakan bahwa perusahaan harus
menetapkan jumlah saldo kas yang paling tinggi sebagai batas
atas dan saldo kas terendah sebagai batas bawah. Apabila saldo
kas telah mencapai batas atas, maka perusahaan hendaknya

13
merubah sebagian kas tersebut ke dalam bentuk surat berharga
agar saldo kas kembali pada jumlah yang ideal. Sebaliknya,
apabila jumlah saldo kas telah mencapai batas minimal (batas
bawah), maka perusahaan dapat merubah sekuritas yang ada
menjadi kas sehingga mencapai jumlah saldo kas yang ideal.
Apabila saldo kas mengalami penurunan hingga mencapai
nol, maka perusahaan harus segera mengubah sekuritasnya
menjadi kas senilai saldo kas optimal. Apabila saldo kas semakin
membesar, maka pada batas atas uang kas harus diubah menjadi
sekuritas.
Rumus model Miller dan Orr untuk menentukan jumlah saldo kas
yang optimal sebagai berikut:

Di mana:
T = biaya tetap untuk melakukan transaksi
2 = varian dari aliran kas masuk bersih sebagai penyebaran
arus kas
i = tingkat bunga harian untuk investasi pada surat berharga
(sekuritas)

Nilai maksimal sebagai batas atas (diberi notasi h) adalah


sebesar 3 z. Sedangkan rata-rata saldo kas kurang lebih sebesar
(z + h) / 3. Jumlah saldo kas sebagai batas minimal besarnya
adalah nol

F. Prosedur Penagihan Dan Pembayaran


Efisiensi program manajemen kas perusahaan dapat diperkuat
dengan pengetahuan dan penggunaan berbagai prosedur yang

14
ditujukan untuk (1) mempercepat penerimaan kas dan (2)
memperbaiki metode untuk membayar kas.

Mengelola Arus Kas Masuk


Untuk mempercepat penerimaan kas, penting sekali kita pahami
bagaiman mengurangi float. Float adalah panjangnya waktu dari saat
cek ditulis sampai kas benar-benar diterima. Ada empat elemen float
yakni :
1. Mail float yang disebabkan oleh waktu antara saat pelanggan
mengirimkan cek sampai perusahaan memprosesnya.
2. Processing float yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan
oleh perusahaan untuk memproses cek pelanggan sebelum dapat
didepositokan di bank.
3. Transit float yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan untuk
mengkliringkan melalui sistem perbankan komersial atas cek yang
di depositokan pelanggan sampai bisa digunakan oleh
perusahaan. Kredit ditunda sampai maksimum dua hari kerja pada
cek yang dikliringkan melalui melalui Federal Reserve System.
4. Disbursing float yang berasal dari kenyataan bahwa dana
pelanggan tersedia di rekening bank perusahaan sampai cek
pembayaran dikliringkan melalui sistem perbankan. Biasanya
dana yang ada dibank perusahaan melebihi saldo yang tertera
pada bukunya.

Beberapa cirri metode mengelola kas masuk dan kas keluar :

Metode mengelola kas masuk


No Metode Sasaran Bagaimana mencapainya
Mengurangi Lock box di sejumlah tempat
1 Lock box (1)mail float strategis untuk mengurangi mail
(2)processing float dan transit float. Bank

15
float (3)transit komersil punya akses ke lock
float. box untuk mengurangi
processing float
Mengurangi Perusahaan menulis check
Preauthorized (1)mail float, (PAC) untuk pelanggannya yang
2
check (2) processing dibebankan terhadap rekening
float demand deposit mereka.
Digunakan dalam kaitab dengan
perbankan konsentrasi dimana
Depository Menghilangkan perusahaan punya beberapa
3 transfer dana berlebih pusat penerimaan. Transfer
check biasa dibank regional check mengotorisasi pergerakan
dana dari bank lokal ke bank
konsentrasi.
Menghilangkan
Depository
mail float yang Perusahaan telekomunikasi
transfer
4 terkait dengan mengirimkan data deposito ke
check dengan
transfer check bank konsentrasi pergerakan.
otomasi
biasa
Memindahkan
dana secara
langsung antar
bank. Ini
Penggunaan Bank Wire atau
5 Wire transfer menghilangkan
federal Reserve Wire System
transit float dalam
hal hanya good
fund yang
ditransfer.

16
Metode Mengelola Kas Keluar
No Metode Sasaran Bagaimana mencapainya
1 (1)mendapatkan
control yang lebih
Menetapkan zero balance account
baik atas untuk semua unti pembayaran
pembayaran kas, perusahaan, namun dalam bank
(2) mengurangi konsentrasi yang sama. Cek ditarik
Zero balance
kelebihan saldo terhadap rekening ini dengan
account
kas dibank neraca dalam setiap rekening yang

regional, dan tidak pernah lebih besar dari $0.

(3)mungkin Otoritas pembayar divisi berada


ppada tingkat manajemen
meningkatkan
disbursing float
2 Mendapatkan
control kantor Kantor lapangan menerbitkan
Payable
pusat yang efektif draft dan bukannya cek untuk
through draft
atas pembayaran menyelesaikan piutang dagang
yang diotorisasi

G. Anggaran Kas atau Cash budget


Anggaran kas atau cash budget merupakan skedul yang
menyajikan perkiraan aliran kas masuk dan kas keluar suatu
perusahaan selama periode tertentu pada waktu yang akan datang.
Anggaran kas, sebagai proyeksi posisi kas yang berupa penerimaan
dan pengeluaran kas pada saat tertentu di masa yang akan datang.
Periode penyusunan anggaran kas ini dapat disusun untuk waktu
tahunan, triwulanan, bulanan, mingguan atau bahkan harian.
Perusahaan pada umumnya menggunakan anggaran kas bulanan
yang disusun untuk jangka waktu 3 bulan, 6 bulan sampai 12 bulan.
Anggaran kas untuk jangka waktu yang lebih panjang digunakan

17
untuk perencanaan yang bersifat umum dan menyeluruh, sedangkan
anggaran dalam jangka waktu yang lebih pendek biasanya untuk
pengendalian kas yang lebih riil dan spesifik.
Anggaran kas sangat penting untuk menjaga likuiditas dan
kelangsungan usaha, sebab dengan menyusun anggaran kas dapat
diprediksi waktu atau kapan perusahaan mengalami defisit dan kapan
mengalami surplus kas. Pada periode yang mengalami defisit kas,
bisa segera disiapkan sumber dana menutupnya. Defisit dapat ditutup
dari pinjaman pihak bank atau dengan mencari modal sendiri. Apabila
mengalami surplus kas bisa direncanakan untuk investasi pada
instrumen investasi yang sesuai likuiditasnya atau merencanakan
pemanfaatan kas untuk kegiatan yang lebih menguntungkan.Hal ini
dilakukan agar jangan sampai terjadi kelebihan kas terlalu besar,
sehingga ada sejumlah kas yang menganggur yang tidak
mendatangkan pendapatan serta tidak efisien. Keberadaan kas
sebagai bagian dari aktiva lancar akan berpengaruh terhadap
likuiditas perusahaan.
Fokus anggaran kas meliputi dua bagian yaitu: 1. penerimaan kas
yang direncanakan dan 2. pengeluaran kas yang direncanakan.
Merencanakan aliran uang kas masuk dan kas keluar memberikan
saldo posisi awal dan saldo akhir kas yang direncanakan untuk jangka
waktu tertentu.
1. Penerimaan kas yang direncanakan atau estimasi penerimaan kas
yaitu proyeksi penerimaan pada waktu tertentu baik yang berasal
dari penerimaan penjualan tunai, penerimaan piutang, penerimaan
bunga, hasil penjualan aktiva tetap maupun penerimaan lainnya.
2. Pengeluaran kas yang direncanakan atau estimasi pengeluaran
kas yaitu proyeksi pengeluaran yang dilakukan perusahaan, seperti
pembelian bahan baku, pembayaran upah dan gaji, pengeluaran
tunai biaya pemasaran, biaya administrasi, pembayaran hutang,
pembayaran pajak dan pembayaran lainnya yang bersifat tunai.

18
Setelah mengadakan estimasi pada masing-masing periode, langkah
selanjutnya membandingkan hasil estimasi penerimaan dengan
estimasi pengeluaran kas.
Perencanaan aliran uang kas masuk dan keluar akan menunjukkan:
1. Kebutuhan untuk membiayai kekurangan kas yang mungkin
terjadi, atau
2. Kebutuhan terhadap perencanaan investasi atas kelebihan uang
pada penggunaan yang mendatangkan keuntungan.

Anggaran kas secara langsung berhubungan dengan rencana


lainnya, seperti anggaran penjualan, anggaran piutang, anggaran
biaya-biaya, dan anggaran pengeluaran modal, namun anggaran
tersebut tidak secara otomatis langsung berpengaruh terhadap
anggaran kas. Anggaran kas menekankan arus kas masuk dan keluar
pada saat tertentu, oleh karena itu, tujuan anggaran kas yaitu:
1. Membuat taksiran posisi kas pada setiap akhir periode dari
kegiatan operasi perusahaan baik periode bulanan ataupun
tahunan.
2. Mengetahui adanya kelebihan atau kekurangan kas yang terjadi
pada periode tertentu.
3. Merencanakan besarnya kas untuk menutup kekurangan (defisit)
yang terjadi.
4. Menentukan besarnya kas untuk pembayaran-pembayaran dan
kelebihan kas yang dapat digunakan untuk melakukan investasi.
5. Mengetahui waktu kapan suatu pinjaman atau kewajiban lainnya
harus dibayar.

Penyusunan Anggaran Kas


Penyusunan anggaran kas memberikan gambaran tentang sumber
penerimaan kas, pos-pos pengeluaran kas, saat terjadinya kelebihan
atau kekurangan kas, dan saat pembayaran pinjaman dan bunga

19
pinjaman. Penyusunan anggaran kas ini dilakukan melalui beberapa
tahap:
1. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran dari operasi
perusahaan (transaksi operasi). Rencana penerimaan berasal dari
penjualan tunai, penerimaan piutang, pendapatan bunga,
pendapatan sewa, dan pendapatan lain yang diperoleh
perusahaan. Sedangkan estimasi pengeluaran meliputi pembelian
tunai, pembayaran hutang, pembayaran gaji, pembayaran bunga
dan pembayaran biaya-biaya lainnya. Dengan estimasi
penerimaan dan pengeluaran ini dapat diketahui pula adanya
defisit atau surplus yang terjadi.
2. Menyusun estimasi atau rencana transaksi finansial, yaitu
transaksi yang berhubungan dengan estimasi kebutuhan dana
yang diperoleh dari pinjaman untuk menutup defisit yang terjadi
beserta estimasi pembayaran pinjaman tersebut beserta
bunganya.
3. Menyusun anggaran kas final, yaitu meliputi transaksi operasi dan
transaksi fmansial. Di sini terlihat anggaran kas secara
keseluruhan dari estimasi penerimaan dan pengeluaran kas.

MANAJEMEN SEKURITAS
A. Pengertian Sekuritas
Sekuritas (marketable security) merupakan surat-surat berharga
yang segera dapat dijual untuk memperoleh uang kas. Marketable
securities merupakan surat-surat berharga yang dapat diuangkan
dengan mudah dan diperjualbelikan di pasar uang (bursa modal
jangka pendek).
Surat berharga adalah surat yang dijual dengan cepat tanpa
mengalami suatu kerugian. Ada dua alasan perusahaan untuk
melakukan investasi dalam surat berharga, yaitu pertama, sebagai

20
pengganti kas, dalam hal ini perusahaan mempertahankan suatu
portofolio surat berharga untuk mengurangi saldo kas yang terlalu
besar untuk sementara dan akan menjualnya kembali jika arus kas
keluar melebihi arus kas masuk. Kedua, sebagai investasi sementara,
biasanya dilakukan untuk membelanjai kegiatan perusahaan yang
bersifat musiman atau untuk membelanjai kebutuhan yang telah
direncanakan pada waktu yang akan mendatang.
Motif penanaman modal dalam marketable securities ada tiga yaitu:
1. Motif transaksi(transaction motive) yaitu pembelian marketable
securities yang akan dijual kembali untuk menutup pembayaran
yang sudah diketahui sebelumnya. Sebelum saat pembayaran
kewajiban perusahaan dapat menginvestasikan uang kas tersebut
dalam marketable securities yang jatuh temponya sebelum
pembayaran berbagai kewajiban.
2. Motif berjaga-jaga(precautionary motive) yaitu penanaman modal
dalam marketable securities untuk mendapatkan sejumlah aktiva
lancar yang dapat diuangkan dengan segera, untuk memenuhi
berbagai pengeluaran yang tidak diperkirakan sebelumnya.
3. Motif spekulasi (speculatif motive) yaitu investasi dalam
marketable securities karena tidak adanya investasi lain dari uang
kas yang sementara waktu belum digunakan. Keadaan tersebut
bukan suatu hal yang biasa terjadi. Investasi dalam marketable
securities baru akan diuangkan jika perusahaan sudah
menemukan investasi yang lebih tepat dari dana tersebut.

B. Kriteria Pemilihan Marketable Securities Yang Sesuai


1. Resiko keuangan
Resiko keuangan merujuk pada ketidakpastiaan pengembalian
yang diharapak dari suatu sekuritas akibat kemungkinan
perubahan dalam kapasitas keuangan penerbit sekuritas untuk
membayar di masa mendatang. Bila peluang kegagalan pada

21
instrument itu tinggi (rendah), maka resiko keuangan itu disebut
tinggi (rendah)
Dalam praktek maupun riset keuangan, ketika estimasi
pengembalian bebas resojo diinginkan, hasil yang tersedia pada
sekuritas Treasury dilihat dan digunakan sebagai pembanding
terhadap keamanan instrument keuangan lainnya.
2. Resiko suku bunga
Resiko suku bunga menunjuk pada ketidakpastian pengembalian
yang diharapkan dari instrumen keuangan akibat perubahan
dalam suku bunga. Yang mendapat perhatian khusus
bendaharawan korporat adalah volatilitas harga yang terkait
dengan instrument yang jatuh temponya panjang dan bukan yang
pendek.
3. Lukuiditas
Dalam konteks pengelolaan portofolio sekuritas yang dapat
diperdagangkan saat ini, likuiditas menunjuk pada kemampuan
mengubah sekuritas menjadi kas. Kalau terjadi peristiwa yang
tidak diramalkan sehingga sejumlah kas yang cukup besar
tersedia segera, maka bagian besar portofolio mungkin harus
dijual. Manajer keuangan ingin menguangkan dengan cepat dan
tidak mau menerima konsesi harga untuk mengkonversikan
sekuritas. Maka, dalan formulasi preferensi untuk mengikutkan
instrument tertentu dalam portofolio, manajer harus
mempertimbangan (1)periode untuk menjual sekuritas dan
(2)kemungkinan sekuritas dijual pada atau dekat harga pasar
yang berlaku.

4. Perpajakan
Perlakuan pajak atas pendapatan dari investasi sekuritas tidak
mempengaruhi campuran akhir dari portofolio sekuritas yang
dapat diperdagangkan. Ini karena pendapatan bunga dari

22
kebanyakan instrument yang cocok dimasukkan dalam portofolio
kena potongan pajak tingkat federal. Sejumlah bendaharawan
korporat masih harus mengevaluasi secara serius perpajakan atas
pendaptan bunga dan capital gain.
Pendapatan bunga hanya dari satu kelas sekuritas yang bebas
dari pajak pendapatan federal. Yakni municipal obligation atau
lebih sederhananya disebut municipals. Karena sifat bebas pajak
pendapatan bunga sekuritas pemerintah daerah atau negara
bagian ini, municipals dijual pada hasil yang lebih rendah di pasar
ketimbang sekuritas yang membayar bunga kena pajak yang lebih
tinggi. Hasil setelah pajak dari obligasi municipal bisa lebih tinggi
dari hasil sekuritas yang tidak bebas pajak. Ini tergantung pada
situasi pajak perusahaan.
Risiko inflasi pada prinsipnya hampir sama dengan risiko tingkat
bunga. Kita tahu bahwa antara tingkat bunga dan inflasi memiliki
hubungan yang erat. Tingkat suku bunga yang tinggi mengakibatkan
tingkat inflasi yang tinggi. Inflasi merupakan kecenderungan naiknya
harga barang-barang. Tingginya inflasi akan menurunkan daya beli
masyarakat.
5. Risiko inflasi
ini mengakibatkan pada risiko penurunan daya beli. Pihak yang lebih
merasakan dampak dari risiko inflasi ini adalah mereka yang memiliki
surat berharga dengan pendapatan tetap seperti obligasi bila
dibandingkan dengan surat berharga yang memiliki penghasilan
meningkat (seperti saham). Oleh karena itu, saham biasa yang diperjual
belikan di bursa efek memiliki stabilitas yang lebih aman dibandingkan
obligasi yang memberikan pendapatan tetap. Pada situasi inflasi yang
cenderung meningkat, perusahaan akan lebih untung bila melakukan
investasi pada saham.

Berikut ini contoh jenis-jenis surat berharga yang diperjualbelikan


di pasar uang, antara lain :

23
1. Treasury Bills (T-Bills)
T-Bills merupakan instrument utang yang diterbitkan oleh
pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu
yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah
ditetapkan. Instrumen ini berjangka waktu jatuh tempo satu tahun
atau kurang Instrumen yg sangat aman karena diterbitkan oleh
pemerintah atau biasanya oleh Bank Sentral. Oleh karena itu
instrumen ini sangat mudah diperjualbelikan dan disukai oleh
perusahaan-perusahaan, terutama oleh lembaga-lembaga
keuangan untuk dijadikan sebagai cadangan likuiditas sekuner yg
memberikan hasil.

2. Commercial Paper
Commercial Paper (CP) pada dasarnya merupakan promes yang
tidak disertai dengan jaminan (unsequred promissory notes),
diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka
pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. Penerbit
berjanji akan membayar sejumlah tertentu uang pada saat jatuh
tempo. Penerbit CP adalah perusahaan yang mempunyai
kredibilitas tinggi.
Jangka waktu jatuh tempo CP ini berkisar mulai dari beberapa
hari sampai 270 hari. Penjualan CP dilakukan umumnya dengan
sistem diskonto, namun beberapa diantaranya menggunakan
bunga sebagaimana halnya dengan kredit.

3. Sertifikat Deposito atau negotiable certificate of deposit


(CD)
Deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat
diperdagangkan. Jadi mempunyai ciri pokok dapat
dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu
jatuh temponya. Di Indonesia, CD diterbitkan oleh bank-bank

24
umum atas dasar diskonto. Perhitungan diskonto CD tersebut
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

4. Banker’s Acceptance (BA)


BA adalah time draft (wesel berjangka) yang ditarik oleh seorang
eksportir atau importir atas suatu bank untuk membayar sejumlah
barang atau untuk membeli valuta asing. Apabila bank menyetujui
wesel tersebut, bank akan menstempel dengan kata ”accepted” di
atas wesel tersebut dan memprosesnya. Dengan demikian bank
yang menerima dan memproses tersebut memiliki suatu janji atau
jaminan tak bersyarat untuk membayar sebesar nilai nominal
aksep tersebut pada saat jatuh tempo. Hal tersebut berarti bank
yang bersangkutan menjamin eksportir dan investor dalam pasar
uang internasional dari kemungkinan adanya gagal bayar
(default). Jangka waktu akseptasi biasanya berkisar 30 sampai
270 hari, namun umumnya 90 hari. Aksep ini merupakan
instrumen pasar uang yang berkualitas tinggi. Akseptasi bank
sangat aktif diperdagangkan antar lembaga-lembaga keuangan,
perusahaan industri, dealer surat-surat berharga sebagai investasi
yang berkualitas tinggi dan sangat mudah diuangkan. Aksep
digunakan dalam perdagangan ekspor impor karena banyak
eksportir yang tidak pasti dan tidak yakin betul terhadap credit
standing importir yang dikirimi barang. Eksportir sangat
tergantung paa pembiayaan akseptasi oleh bank domestik atau
suatu bank asing.

5. Bill of Exchange
Bill of Exchange atau wesel adalah suatu perintah tertulis tak
bersyarat yang ditujukan oleh seseorang kepada pihak lainnya
untuk membayar sejumlah uang pada saat diperlihatkan atau
pada tanggal tertentu kepada penarik atau order atau pembawa.

25
Karena sifatnya yang likuid, artinya penjual boleh melakukan
pembayaran lebih awal sebelum wesel tersebut jatuh tempo
dengan cara mendiskontokannya kepada bank-bank atau
lembaga-lembaga keuangan lainnya sebagai investasi jangka
pendek, maka instrumen ini sangat umum digunakan dalam
perdagangan.

6. Repurchase Agreement (Repo)


Repo adalah transaksi jual beli surat-surat berharga disertai
dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-
surat berharga yang dijual; tersebut pada tanggal dan dengan
harga yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Surat-surat berharga yang biasanya dijadikan sebagai instrumen
dalam transaksi Repo adalah surat-surat berharga yang dapat
diperjualbelikan secara diskonto, misalnya SBI, SBPU, CD, CP
dan T-bills

7. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)


SBI adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang
diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang
berjangka waktu pendek.
SBI sebagai instrumen kebijaksanaan operasi pasar terbuka,
terutama untuk tujuan kontraksi moneter. SBI yang ditebitkan dan
diperdagangkan dengan sistem lelang, pada dasarnya
penggunaannya sama dengan penggunaan T-Bills di pasar uang
Amerika Serikat. Melalui penggunaan SBI tersebut, BI dapat
secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat bunga di
pasar uang dengan cara mengumumkan Stop Out Rate (SOR).

26
8. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
SBPU adalah surat-surat berharga berjangka pendek yang dapat
diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau
lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.
SBPU sama halnya dengan SBI merupakan instrumen operasi
pasar terbuka dalam rangka ekspansi moneter oleh BI dengan
menetapkan tingkat diskonto SBPU.

27
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa anggaran kas
adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran
uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan
transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada
posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut.
Pada umumnya kelebihan saldo kas yang ditentukan dipergunakan
untuk investasi yang sangat singkat dan mempunyai kepastian yang
cukup tinggi. Kalau di Negara-negara yang sudah maju
perkembangan pasar modalnya, biasanya perusahaan
menginvestasikannya pada surat-surat berharga. Untuk Negara kita,
menginvestasikannya pada deposito berjangka.

B. Saran
Demikian makalah yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan,
silahkan sampaikan kepada kami.
Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan
memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari
salah khilaf dan lupa.

28
Daftar Pustaka
Keown, Arthur J.dkk 2005. Manajemen Keuangan : Prinsip dan penerapan. Edisi 10
jilid 2. Penerbit Indeks : Jakarta Barat.
https://www.academia.edu/34932229/

29