Anda di halaman 1dari 10

STATUS KLINIS PASIEN PROGRAM PROFESI FISIOTERAPI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

Tanggal Pembuatan Laporan : 20 Januari 2018


Kondisi/Kasus : Post Arthtroskopi Anterior Cruciatum Ligament
(ACL) Sinistra

I. KETERANGAN UMUM PENDERITA


Identitas Pasien
No RM :-
Nama : Tn. Bambang
Umur : 45 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Talang Rejo, Semarang
Pekerjaan` : Pelatih Tenis

II. DATA MEDIS RUMAH SAKIT


(Hasil : Foto Rontgen, uji Laboratorium, CT-Scan, MRI, EMG, EKG, EEG, dll yang terkait
dengan permasalahan fisioterapi)
Tidak ada
III. SEGI FISIOTERAPI
A. PEMERIKSAAN SUBJEKTIF
1. Body Chart
2. KELUHAN UTAMA DAN RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien mengalami keterbatasan menekuk lutut kanannya secara full setelah
imobilisasi lutut selama 2 minggu pasca melakukan operasi arthroscopy pada
November 2018. Operasi dilakukan karena pasien mengalami cedera saat bermain
bulu tangkis 8 tahun yang lalu, dimana kaki kirinya menjadi tumpuan saat mendarat
dengan posisi kurang siap, yang menyebabkan terjadinya ruptur pada ACL (Anterior
Cruciatum Ligament) sisnistra.

3. RIWAYAT KELUARGA DAN STATUS SOSIAL


Keluarga pasien tidak ada yang mengalami kondisi yang sama.

4. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Tidak ada.

B. PEMERIKSAAN OBJEKTIF
1. PEMERIKSAAN VITAL SIGN
Tidak dilakukan

2. INSPEKSI
Inspeksi Statis :
a. Bekas luka operasi knee sinsistra di anterior lutur
Inspeksi Dinamis :
a. Saat berjalan tubuh condong ke sisi kanan
b. Mengalami kesulitan mempertahankan keseimbangan dan masih meringis
saat kaki kiri dijadikan tumpuan.

3. PALPASI
a. Penurunan mobilitas patela
b. Weakness m. Quadriceps dan Hamstring
c. Tightness m. Hamstring dekstra dan sinistra
4. JOINT TEST
a. Pemeriksaan Gerak Dasar (Gerak aktif/pasif/isometric melawan fisiologis)
Gerak aktif :
ROM Nyeri
Regio Gerakan
Dextra Sinistra Dextra Sinistra
Knee Fleksi Full T. Full + -
Ekstensi Full Full - -
Gerak Pasif
Regio Knee
ROM Nyeri End Feel
Snistra
Fleksi T. Full - Soft end feel
Ekstensi Full - Elastic end feel
Gerak Isometrik Melawan Tahanan
Regio Knee sinsitra Kontraksi Nyeri
Fleksi Minimal +
Ekstensi Maksimal -

5. PEMERIKSAAN NYERI :
Menggunakan VAS (Visual Analog Scale)
Nyeri diam : 1
Nyeri tekan : 2
Nyeri gerak : 3

6. TEST KOGNITIF, INTRA PERSONAL, DAN INTERPERSONAL


Kognitif : Pasien dapat menceritakan kondisi yang dialami dan tepat
dalam mengikuti instruksi fisioterapis.
Intra Personal : Pasien kooperatif terhadap fisioterapis.
Inter Personal : Pasien memiliki semangat tinggi untuk segera pulih.
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Range of Motion (ROM)
Regio Nilai ROM
Dextra Sinistra
Knee
S = 0°- 0°- 135° S = 0° - 0° -90°

2. Pemeriksaan Kekuatan Otot dengan MMT


Regio Grup Otot Nilai
Fleksor 4
Knee Dextra
Ekstensor 4

3. Pemeriksaan Antropometri
Tidak dilakukan
D. PEMERIKSAAN KHUSUS
1. Spesific Test
a. Valgus test (-)
b. Varus test (-)
c. Posterior drawer test (-)
d. Anterior drawer test (-)
7. Test Kemampuan Fungsional
a. Balance Test
Two Leg Standing : kurang dari 20 detik tubuh semakin condong ke sisi kiri.
b. Propioceptive Test
a. Side lying-abduksi hip-adduksi hip : saat adduksi hip malleolus medial dextra
dan sinistra tidak bertemu dengan posisi yang pas.
b. Prone hang test
Pasien prone lying di atas matras/bed dengan kaki terjuntai sebatas lutut,
instruksikan pasien untuk melebarkan kakinya ±20cm lalu letakkan mistar di
atas tumit.

FT1
Jatuh pertama 20 detik pertama
Jatuh kedua 1 menit 5 detik
Jatuh ketiga 2 menit 33 detik
E. DIAGNOSIS FISIOTERAPI
a. Impairment
- Weakness m. quadriceps dan m. hamstring
- Tightness m. hamstring dekstra dan sinistra
- Penurunan mobilitas patella
- Stiffness fleksi knee sinsitra
- Nyeri di pes anserinus sinstra

b. Functional Limitation
- Ketidakmampuan berlari lama
- Penurunan kemampuan balance dan propioceptif

c. Participation Restriction
- Pasien belum bisa melakukan pendampingan latihan pada setiap anak didiknya
secara maksimal.

F. PROGRAM FISIOTERAPI
1. Tujuan Jangka Pendek :
- Meningkatkan kekuatan m. quadriceps dan m. hamstring
- Mengurangi tightness m. hamstring dekstra dan sinistra
- Meningkatkan mobilitas patella
- Mengurangi Stiffness fleksi knee dekstra
- Meningkatkan kemampuan berlari lama
- Meningkatkan propioceptif dan keseimbangan
2. Tujuan Jangka Panjang :
- Back to sport

G. PROGNOSIS
Quo ad vitam : sanam

Quo ad sanam : sanam

Quo ad functionam : sanam


H. INTERVENSI FISIOTERAPI

Terapi ke-1 (7 Januari 2019)

1. Static Cycle (15 menit)


2. General Stretching (Fokus: Errector spine, hamstring dan calf muscle)
10 detik lalu ulangi 2-3 kali.
3. Mobilization of patella
4. Wall slide+knee flexi 45 derajat+lutut mengempit bola (30 detik, 5 repetisi, @
2 set)
5. Double squat (30 detik, 5 repetisi, @3 set))
6. One leg squat on bosu (30 detik, 5 repetisi @2 set)
7. Sport activity one leg (20 kali lempar bola @4 set)
8. Riverse Lunges (5 detik, 10 repetisi, @2 set)
9. Lateral lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
10. Forward-backward lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
11. Propioceptive Exercise with prone hanging position (5 menit @ 1 set)
12. “Bersimpuh” (untuk ROM knee flexi exercise)
Terapi ke-2 (16 Januari 2019)
1. Static Cycle (15 menit)
2. General Stretching (Fokus: Errector spine, hamstring dan calf muscle)
10 detik lalu ulangi 2-3 kali.
3. Mobilization of patella
4. Wall slide+knee flexi 45 derajat+lutut mengempit bola (30 detik, 5 repetisi, @
3 set)
5. Double squat (30 detik, 5 repetisi, @3 set))
6. One leg squat on bosu (30 detik, 5 repetisi @2 set)
7. Sport activity one leg (20 kali lempar bola @5 set)
8. Riverse Lunges (5 detik, 10 repetisi, @2 set)
9. Lateral lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
10. Forward-backward lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
11. Propioceptive Exercise with prone hanging position (5 menit @ 1 set)
12. Step on start line (60 detik 5 repetisi @1 set)
13. Bridging (30 detik, 5 repetisi, @2 set)
14. Single leg bridging (30 detik, 5 repetisi, @2 set)
15. “Bersimpuh” (untuk ROM knee flexi exercise)
Terapi ke-3 (23 Januari 2019)
1. Static Cycle (15 menit)
2. General Stretching (Fokus: Errector spine, hamstring dan calf muscle)
10 detik lalu ulangi 2-3 kali.
3. Mobilization of patella
4. Wall slide+knee flexi 50 derajat+lutut mengempit bola (30 detik, 5 repetisi, @
3 set)
5. Double squat (30 detik, 5 repetisi, @3 set))
6. One leg squat on bosu (30 detik, 5 repetisi @2 set)
7. Sport activity one leg (20 kali lempar bola @5 set)
8. Sport activity one leg : Posisi tubuh single leg squat+kaki belakang menginjak
step stairs+ tangan memegang bola (20 kali bawa bola ke kanan-kiri-atas-
bawah 60 detik @5 set)
9. Riverse Lunges (5 detik, 10 repetisi, @2 set)
10. Lateral lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
11. Forward-backward lange walk (2 langkah, 20 repetisi, @2 set)
12. Step on start line (60 detik 5 repetisi @1 set)
13. Bridging (30 detik, 5 repetisi, @2 set)
14. Single leg bridging (30 detik, 5 repetisi, @2 set)
15. “Bersimpuh” (untuk ROM knee flexi exercise)

I. HASIL TERAPI AKHIR


Setelah dilakukan fisioterapi sebanyak 3 kali di dapatkan hasil sebagai berikut:

a. Nyeri dengan VAS


Nyeri FT0 FT1 FT2 FT3
Diam 1 0 0 0
Tekan 2 0 0 0
Gerak 3 2 2 1
b. ROM
Regio Nilai ROM FT0
Dextra Sinistra dan
Knee
S = 0° - 0° - 135° S = 0° - 0° - 90° FT1
Regio Nilai ROM
Dextra Sinistra FT2
Knee
S = 0° - 0° - 135° S = 0° - 0° - 105°
Regio Nilai ROM
Dextra Sinistra FT3
Knee
S = 0° - 0° - 135° S = 0° - 0° - 120°

c. MMT
Regio Grup Otot Nilai FT0 dan FT1
Fleksor 4
Knee Dextra
Ekstensor 4
Regio Grup Otot Nilai
Knee Dextra Fleksor 5 FT2
Ekstensor 5
Regio Grup Otot Nilai FT3
Knee Dextra Fleksor 5
Ekstensor 5

d. Test Kemampuan Fungsional


1) Balance Test
- Two Leg Standing : 60 detik dapat mencegah tubuh semakin
condong ke sisi kiri.

FT1 FT2 FT3


Mulai miring 20 detik pertama 39 detik pertama >60 detik
2) Propioceptive Test
- Side lying-abduksi hip-adduksi hip : saat adduksi hip malleolus
medial dextra dan sinistra sudah bisa bertemu dengan posisi
yang pas.