Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

MATERI MIKROSKOP

PERALATAN LABORATORIUM KLINIK DASAR

Dosen Pembimbing:

Dyah Titisari, ST. M.Eng

Levana Forra Wakidi, SST.MT

Wahyu Prihastono, SST, MT

Disusun oleh :
1. Nasucha Mutiara Firdaus P27838018028
2. Farisadina Tyagita P27838018029
3. Laskhanisa Varadila P27838018035
4. Rafi Maulana Firmansyah P27838018037
5. M. Jundi Al Aziz P27838018041

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

TAHUN AJARAN 2019/2020


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mikroskop dalam ilmu biologi, Memiliki peranan yang sanagat penting sudah jelas kita
sadari. Tanpa adanya alat yang ditemukan oleh Zacharias Janssen pada tahun 1608 ini,
penelitian-penelitian kehidupan renik atau bagian terkecil dari makhluk hidup tentu akan
mengalami kesulitan untuk dilakukan. Adapun mikroskop memiliki fungsi yang cukup
signifikan adalah untuk mengamati dan melihat objek dengan ukuran amat kecil yang tidak
bisa dilihat dengan kasat mata.
Mikroskop adalah alat optik yang terdiri atas susunan beberapa lensa pembesar yang
digunakan untuk melihat benda, jasad renik, mikroorganisme, atau bagian tubuh makhluk
hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang.
Jadi, jika kalian ingin mengamati tumbuhan atau hewan bersel satu (bakteri atau virus),
kalian dapat mengamatinya dengan menggunakan mikroskop.

1.2 Batasan Masalah


Mahasiswa dapat memahami penggunaan dan pemeliharaannya dari materi mikroskop
serta dapat mempraktikkanya.

1.3 Rumusan Masalah


1. Apakah pengertian, bagian-bagian dan fungsi serta jenis-jenis mikroskop?
2. Bagaimana prinsip dasar dan kerja rangkaian dalam mikroskop?
3. Bagaimana cara pengoperasian dan pemeliharaan mikroskop?

1.4 Tujuan
1.4.1 Tujuan Umum
1. Mahasiswa mampu memahami dasar teori mikroskop beserta prinsip dasar dan
cara kerjanya.

1.4.2 Tujuan Khusus


1. Mahasiswa mampu memahami pengertian, bagian-bagian dan fungsi serta jenis-
jenis mikroskop.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan menerapkan cara pengoperasian dan
pemeliharaan mikroskop.
1.5 Manfaat
1.5.1 Manfaat Teoritis
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pengertian, bagian-bagian dan
fungsi serta jenis-jenis mikroskop.
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami prinsip dasar dan kerja rangkaian
dalam mikroskop.
3. Mahasiswa dapat mengetahui dan menerapkan cara pengoperasian dan
pemeliharaan mikroskop.

1.5.2 Manfaat Praktis


Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan pengoperasian dan
pemeliharaan mikroskop dengan benar.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pencatatan
2.1.1 Spesifikasi
Nama alat : Mikroskop
Jenis : Binokuler
Tipe :-
Tegangan : 220 VAC

2.1.2 Pengertian
Mikroskop adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil yang tidak dapat
dilihat secara kasat mata.

2.1.3 Bagian-Bagian dan Fungsi


i) Pendukung
a. Kaki mikroskop berfungsi sebagai penyangga atau penopang mikroskop.
b. Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan pada mikroskop.
c. Meja mikroskop berfungsi sebagai tempat meletakan objek.
d. Tabung mikroskop berfungsi mengatur fokus dan menghubungkan lensa
okuler dengan lensa objektif.
e. Penjepit kaca berfungsi sebagai pelapis objek agar tidak bergeser.
ii) Perbesaran
a. Lensa Okuler berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, diperbesar
dari lensa objektf.
b. Lensa objektif berfungsi untuk membentuk bayangan nyata, terbalik,
diperbesar.
iii) Pencahayaan
a. Sumber cahaya ( lampu, sinar matahari) berfungsi untuk
pencahayaan.
b. Cermin berfungsi untuk memantulkan cahaya.
c. Kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
d. Diafragma berfungsi untuk mengatur sedikit banyaknya cahaya
yang masuk.
e. Filter berfungsi untuk menyaring cahaya.
iv) Pengaturan
a. Revolver berfungsi mengatur perbesaran lensa objektif.
b. Makrometer ( pemutar kasar) berfungsi untuk menaik turunkan
tabung dengan cepat.
c. Micrometer (pemutar halus) berfungsi untuk menaik turunkan
tabung dengan lambat.

2.1.3 Prinsip Dasar Pembentukan Cahaya


Pada mikroskop, objek yang akan diamati harus diletakkan didepan lensa
objektif pada jarak antara fob dan 2fob sehingga bayangannya akan terbentuk pada jarak
lebih besar dari 2fob dibelakang lensa objektif dengan sifat nyata dan terbalik. Bayangan
pada lensa objektif dipandang sebagai objek oleh lensa okuler dan terbentuklah
bayangan pada lensa okuler.
Agar bayangan pada lensa okuler dapat dilihat atau diamati oleh mata, bayangan
ini harus berada didepan lensa okuler dan bersifat maya.

2.2 Pemasangan
1. Pasang tabung okuler pada badan mikroskop.
2. Pasang lensa okuler pada tubus mikroskop.
3. Pasang lensa-lensa objektif pada revolver.
4. Pasang kondensor pada meja mikroskop.
5. Pasang cermin pada alas mikroskop.
6. Pasang preparat pada meja mikroskop.
7. Pasang objek pada preparat.
8. Menutup objek dengan mikroskop coverglass.

2.3 Pengoperasian terbentuknya bayangan


1. Meletakkan objek pada kaca preparat.
2. Meletakkan kaca pada meja mikroskop.
3. Untuk memperjelas objek yang diamati dengan mengatur perbesaran lensa objektif.
4. Sumber cahaya yang digunakan juga harus sesuai kebutuhan.
5. Menggunakan pemutar halus dan kasar, pengatur meja agar dapat digerakkan kekiri
kanan, dan atas bawah.
2.4 Penempatan
2.4.1 Mengatur Letak Mikroskop
1) Mikroskop diletakkan dengan hati-hati di atas meja yang terjangkau badan
pengamat (tidak terlalu ke tepi atau ke tengah).

2) Mikroskop diatur kemiringannya (jika perlu) dengan memutar sambungan


inklinasi. Hal itu bermaksud agar pengamat nyaman melakukan pengamatan
dalam waktu yang lama.

2.4.2 Mengatur Pencahayaan


1) Mikroskop dengan sumber cahaya matahari, lebih baik digunakan di meja dekat
jendela. Jangan meletakkan mikroskop di bawah sinar matahari langsung.
2) Mikroskop dengan sumber cahaya lampu dari luar dipakai dengan memasang
lampu 15 cm di muka mikroskop.
3) Mikroskop dengan sumber cahaya tetap di dasar alat lebih mudah digunakan
dengan cara memencet tombol untuk menyalakan lampu.
4) Banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata pengamat dan untuk menerangi
objek diatur dengan memutar tombol pengatur diafragma. Makin lebar lubang
diafragma, makin banyak jumlah cahaya yang masuk, begitu juga sebaliknya

2.5 Pemeliharaan
1. Disimpan di tempat yang sejuk, kering, bebas debu, dan bebas dari uap asam. Tempat
penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel
yang bersifat higroskopis sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab atau
diletakkan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
2. Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik, dapat dibersihkan
dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian
mikroskop, dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan
menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%. Hindari membersihkan lensa
dengan menggunakan sapu tangan atau lap kain.
4. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol atau alkohol.
Pada penggunaan xilol harus hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada
bagian mikroskop non optik karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan
juga hindari menggunakan larutan xilol pada bagian lensa.
5. Sebelum menyimpan, bersihkan mikroskop selalu, terutama bersihkan semua minyak
imersi di permukaan lensa sehingga partikel yang halus tidak menempel dan
menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat
mengaburkan dan menyebabkan goresan sehingga dapat menurunkan ketajaman lensa.
6. Meja mikroskop sebelum disimpan, diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja
preparat dengan memutar alat penggerak ke posisi semula, kondensor diturunkan
kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (apabila mikroskop listrik).
BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Pemasangan Mikroskop


1. Memasang tubus okuler pada badan mikroskop.
2. Memasang lensa okuler pasa tubus okuler.
3. Memasang lensa objektif pada revolver.
4. Memasang kondensor pada meja mikroskop.
5. Memasang cermin pada kaki mikroskop.
6. Memasang preparat pada meja mikroskop.
7. Meletakkan objek pada preparat.
8. Menutup objek dengan mikroskop cover glass.

3.2 Pengoperasian Mikroskop


1. Meletakkan objek pada preparat.
2. Meletakkan preparat pada meja mikroskop.
3. Untuk memperjelas penglihatan objek yang diamati maka dapat mengaturnya pada
perbesaran lensa objektif dan lensa okuler.
4. Sumber cahaya yang akan digunakan juga harus diatur agar mendapat cahaya yang
cukup.
5. Menggunakan pemutar kasar dan halus. pengatur meja mikroskop agar preparat dapat
digerakkan ke kanan, kiri, depan dan belakang sampai objek yang diamati terlihat jelas.

3.3 Pemeliharaan Mikroskop


1. Disimpan di tempat yang sejuk, kering, bebas debu, dan bebas dari uap asam. Tempat
penyesuaian yang sesuai ialah kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel yang
bersifat higroskopis sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab atau
diletakkan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
2. Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau plastik, dapat dibersihkan dengan
menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan debu yang terselip di bagian mikroskop,
dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
3. Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan
menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%. Hindari membersihkan lensa dengan
menggunakan sapu tangan atau lap kain.
4. Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol atau alkohol.
Pada penggunaan xilol harus hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada
bagian mikroskop non optik karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik, dan
juga hindari menggunakan larutan xilol pada bagian lensa.
5. Sebelum menyimpan, bersihkan mikroskop selalu, terutama bersihkan semua minyak
imersi di permukaan lensa sehingga partikel yang halus tidak menempel dan
menggumpal serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkan
dan menyebabkan goresan sehingga dapat menurunkan ketajaman lensa.
6. Meja mikroskop sebelum disimpan, diatur lagi dan lensa objektif dijauhkan dari meja
preparat dengan memutar alat penggerak ke posisi semula, kondensor diturunkan
kembali, lampu dikecilkan intensitasnya lalu dimatikan (apabila mikroskop listrik).

3.4 Rangkaian dan Cara Kerja Mikroskop

Gambar 3.4 Rangkaian dalam Mikroskop


1. Tegangan 220 VAC masuk melalui connector AC.
2. Triac Q4004 berfungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran listrik.
3. Diac berfungsi sebagai jembatan ke gate pada triac.
4. Variabel resistor untuk mengatur hambatan sehingga dapat memperbesar atau
memperkecil tegangan.
5. Trafo untuk menurunkan tegangan AC menjadi 6V dan menyalakan lampu dimmer.

3.5 Pengukuran Mikroskop


Tabel 3.5 Pengukuran Mikroskop
Kondisi Resistansi Tegangan
Terang 75 kΩ 220 V
Redup 280 kΩ 125 V
BAB 4
ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisa
Penggunaan mikroskop harus sesuai prosedur yang sudah ditentukan dan
pemeliharaan alat juga harus mengikuti ketentuan yang telah ada. Dan kita juga harus
memahami rangkaian yang ada dalam mikroskop jadi disaat terjadi troubleshooting maka
kita dapat membenarkan rangkaian tersebut dengan benar.
Pada nyala lampu setelah diukur jika resistansi kecil maka hambatannya besar, dan
jika resistansi besar maka tegangannya akan semakin kecil. Sehingga antara resistansi dan
tegangan itu berbanding terbalik.

4.2 Kesimpulan
Mikroskop merupakan alat untuk melihat benda-benda yang tidak bisa dilihat
dengan mata telanjang. Sehingga, mikroskop dirancang dengan sedemikian rupa
untuk dapat menguntungkan manusia agar dapat melihat benda yang berukuran sangat
kecil maupun halus. Di dalam mikroskop terdapat lensa objektif yang menghasilkan
bayangan maya, terbalik, diperbesar. Sedangkan luas bidang pandang merupakan luas
bayangan yang tampak dari lensa okuler, yaitu hasil kali antara jari-jari dengan phi
(π). Setelah banyak keg unaan yang kita dapat dari mikroskop, hendaknya banyak
juga hal-hal yang harus diperhatikan saat menggunakan mikroskop, agar mikroskop
aman dan tidak ada kerusakan yang terjadi pada mikroskop.
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Nanang, 2017, “Bagian-bagian Mikroskop”.


https://bukubiruku.com/bagian-bagian-mikroskop/
Diakses pada :13 Agustus 2019
[2]. Dimas, 2017, “Makalah Mikroskop”.
https://elektromediku.blogspot.com/2017/06/tugas-kuliah-makalah-mikroskop.html
Diakses pada :13 Agustus 2019
[3]. Yazhid, 2014, “Makalah Mikroskop”.
http://www.atlm.web.id/2013/04/makalah-mikroskop.html
Diakses pada :13 Agustus 2019
[4]. Dimas, 2018, “Pemeliharaan dan Perawatan”.
http://www.al-maududy.com/2018/01/cara-pemeliharaan-dan-perawatan.html
Diakses pada :13 Agustus 2019
FOTO PRAKTIKUM

Gambar Keterangan