Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan

Sifat otomatis ritmis jantung

Jumlah rata-rata denyut/menit


60

50

40

30

20

10

0
Jantung didalam Jantung dipisahkan Sinus venosus dipisah Atrium dipisah Ventrikel dipisahkan
tubuh dari tubuh

Rata-rata denyut/menit

Jantung katak terdiri atas tiga ruang, yaitu dua ruang atrium yang berdinding tipis, dan
satu ventrikel berdinding tebal. Pada sekat antara serambi dan bilik terdapat katup. Darah
dari tubuh masuk ke atrium melewati sinus venosus. Dari atrium kanan masuk ke ventrikel
jantung yang hanya mempunyai satu ruang, lalu dipompa melalui arteri pulmokutaneus
yang bercabang dua, yang menuju paru-paru, (Soewolo,dkk. 2000). Atrium menerima
darah dari vena dan memompanya menuju ke ventrikel, sedangkan ventrikel memompa
darah menuju arteri. Di antara atrium dan vena terdapat sinus venosus yang membantu
atrium menampung darah dari jaringan tubuh (Tenzer, dkk. 2003).
Pada pengamatan mengenai sifat otomatis dan ritmis jantung. Setelah melakukan
double pithing terhadap katak, frekuensi denyut jantung pada menit pertama sebelum
diberi perlakuan 51 denyut/menit, pada menit kedua sebelum di beri perlakuan 49
denyut/menit, dan pada menit ketiga sebelum di beri perlakuan 49 denyut/detik dan
didapatkan rata-rata denyut 49,67 denyut/menit. Setelah jantung di copot kelompok kami
tidak mendapatkan data dikarenakan pada saat jantung dicopot sinus venosus ikut
terpotong. Kemudian sinus venosus dipisahkan dari jantung dan dihitung denyut jantung
permenit didapatkan hasil pada menit pertama 49 denyut/menit, pada menit kedua 47
denyut/menit , pada menit ketiga 44 denyut/menit dan didapatkan rata-rata hasil 46,67
denyut/menit . Kemudian jantung di potong bagian atrium dan ventrikelnya.
Pada bagian atrium didapatkan hasil pada menit pertama 33 denyut/menit, pada menit
kedua didapatkan hasil 15 denyut/menit, pada menit ketiga tidak terlihat denyutan dan
didapatkan hasil rata-rata 16 denyut/menit . Pada bagian ventrikel didapatkan hasil pada
menit pertama 9 denyut/menit, pada menit kedua dan ketiga tidak terlihat denyutan
sehingga di dapatkan hasil 3 denyut/menit.
Dari data diatas dalam perlakuan otot di cabut/dipisahkan dari tubuh kodok kelompok
kami tidak mendapatkan hasil dikarenakan kesalahan di saat mencoba mengambil jantung
dari tubuh katak. Selanjutnya, saat sinus venosus dipisahkan denyut masih terlihat ini
sesuai dengan pernyataan Tortora (1984) sinus venosus merupakan sistem nodus yang
memicu jantung untuk tetap berdenyut dan berirama, sehingga masih dapat terjadi
depolarisasi dan repolarisasi dengan kontraksi dan relaksasi, namun ketika sinus venosus
diambil, jantung sudah tidak mengalami sifat ritmis, karena sudah tidak ada yang memicu
gerakan ritmis dari sinus venosus, namun, jantung akan bisa berdenyut jika dipicu dengan
menyentuh batang gelas, dan denyut jantungnya sudah lemah dan tidak berirama. Pada
atrium dan ventrikel setelah sinus venosus dipotong tidak akan berdenyut , namun pada
percobaan ini dihasilkan atrium dan ventrikel berdenyut. Kesalahan ini di karenakan
kesalahan dalam memotong sinus venosus saat praktikum.

Dafruj
Tortora, Gerard dan Nicholas P.A. 1984. Principles of Anatomy and Physiology. New
York: D Van Nostran Company.
Tenzer, Amy dkk. 2003. Buku Ajar Struktur Perkembangan Hewan II. Malang: Jurusan
Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta : Proyek Pengembangan Guru
Sekolah Menengah IBRD No. 3979.