Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kalau orang Indonesia sekarang di Tanya mengapa kita menentang

komunisme, kemungkinan tidak dapat menjawab, kecuali mengatakan hal-hal

klise, seperti komunisme itu ateistis, anti Ketuhanan. Atau mungkin takut berbeda

pendapat, padahal ia harus menyanyikan lagu yang sama, nyanyian “Anti-

Komunisme”. Jadilah orang Indonesia naïf karena menentang komunisme tanpa

memahami perihal komunisme.

Supaya kita tidak naïf, komunisme perlu di pelajari. Ia bukan momok

(Mahluk menakutkan, tetapi tidak berwujud). Sekolah-sekolah, setidaknya mulai

SMA/SMK, apalagi saat kuliah di Universitas, perlu mengenalinya, bukan untuk

menganutnya, tetapi untuk menolaknya secara sadar. Dengan mengenalinya kita

justru memperkuat kedudukan Pancasila sebagai dasar filsafat Negara. Dengan

mengenalinya, kita tidak lagi dapat ditipu oleh orang-orang atau gerakan-gerakan

komunis.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa pengertian Ideologi Komunisme?

1.2.2 Apa ciri-ciri ideologi komunisme?

1.2.3 Mengetahui sejarah singkat paham komunisme?

1.2.4 Mengetahui sejarah komunisme di Indonesia?

1
1.2.5 Apa kelebihan dan kekurangan komunisme?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk memahami apa pengertian Ideologi Komunisme.

1.3.2 Untuk memahami ciri-ciri ideologi komunisme.

1.3.3 Untuk memahami sejarah paham komunisme.

1.3.4 Untuk memahami sejarah komunisme di Indonesia.

1.3.5 Untuk memahami kelebihan dan kekurangan komunisme.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Penjelasan Ideologi Komunisme

Komunisme (bahasa Latin: communis, bahasa Inggris: common,

universal) adalah ideologi yang berkenaan dengan filosofi, politik, sosial, dan

ekonomi yang tujuan utamanya terciptanya masyarakat komunis dengan aturan

sosial ekonomi berdasarkan kepemilikan bersama alat produksi dan tidak adanya

kelas sosial, uang, dan negara.

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional.

Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh

partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan

racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut

"Marxisme-Leninisme".

Dalam komunisme, perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan

alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya,

perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat:

The Holy Family [7]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil

dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai

think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan

oleh Politbiro.

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis

sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan

3
akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan

sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai

oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme

memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh

elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi

pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam

paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada

paham liberalisme.

2.2 Ciri-Ciri Komunisme

Paham Komunisme memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya

dengan paham lainnya. Sesuai dengan pengertian Komunisme, adapun ciri-ciri

Komunisme adalah sebagai berikut:

Paham ini mengajarkan teori pertentangan kelas sosial di masyarakat,

sehingga sering terjadi pertentangan antara kaum proletariat melawan tuan tanah

dan kapitalis.

Komunisme memiliki doktrin revolusi terus-menerus (continuous

revolution) hingga menyebar ke seluruh dunia.

Menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Dalam

penerapannya hanya ada satu partai saja dan tidak ada partai oposisi, sehingga

cenderung tidak menghormati Hak Asasi Manusia.

4
Negara dan hukum akan hilang karena tidak dibutuhkan dalam paham

Komunisme.

Kekayaan alam dan alat-alat produksi merupakan milik pemerintah

sepenuhnya dan kepemilikan individu tidak diakui selain pakaian, perabotan, dan

upah.

Secara teori, paham ini bertujuan untuk memakmurkan rakyat, dan tanpa

kelas sosial. Namun, pada pelaksanaannya ada fase diktator proletariat yang

bertugas menghabiskan lawan komunisme, terutama tuan tanah.

2.3 Sejarah paham komunisme

Karl Marx, pencetus paham Komunisme

Paham Komunisme pertamakali dicetuskan oleh Karl Marx dan Friedrich

Engelsdalam sebuah manifesto politik yang diterbitkan pada 21 Februari 1848.

Manifesto politik tersebut berisi teori analisit pendekatan komunis untuk

perjuangan kelas masyarakat dan kemakmuran ekonomi yang pada akhirnya

menjadi suatu gerakan politik yang paling berpengaruh pada saat itu.

Latar belakang munculnya ideologi ini adalah karena adanya kesenjangan

ekonomi di berbagai negara Eropa pada segi industri. Pada masa itu, orang-orang

yang berkuasa lebih mementingkan kesejahteraan ekonominya sendiri dimana

petani dan buruh selalu mengalami penindasan.

5
Karl Marx dengan paham Komunisme-nya ingin menciptakan suatu

masyarakat yang lebih adil, tidak mengenal kelas, mengutamakan hak setiap

orang, serta tidak bergantung kepada Tuhan.

Ideologi ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai

negara di dunia. Bahkan komunisme mencapai puncak kejayaannya di negara

Rusia (Bolshevik) dengan terbentuknya Uni Soviet dan Komunisme Internasional

(Komintern).

Tujuan utama berdirinya Komintern adalah untuk membuat masyarakat

dunia menjadi pengikut paham komunis. Namun, perkembangan ideologi ini

menurun sejak terjadinya perang dunia ke-2 hingga akhir perang dingin (revolusi

1989). Inilah yang pada akhirnya meruntuhkan ideologi Komunisme dan

bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Meskipun paham Komunisme ditolak di berbagai negara (termasuk

Indonesia), paham ini tetap ada dan dipakai sebagai ideologi di beberapa negara,

seperti; Republik Rakyat Tiongkok, Vietnam, Laos, Kuba, dan Korea Utara.

2.4 Sejarah Komunisme di Indonesia

A.) Era praperang kemerdekaan

Kelahiran Komunisme di Indonesia tak bisa dilepaskan dari hadirnya

orang-orang buangan politik dari Belanda dan mahasiswa-mahasiswa lulusannya

yang berpandangan kiri. Beberapa di antaranya adalah Sneevliet, Bregsma, dan

Tan Malaka yang masuk setelah Sarekat Islam (SI) Semarang sudah terbentuk.

6
Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam

diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama

VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa saja,

namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi juga banyak yang

bergabung. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian

menjadi ketua SI Semarang.

Komunisme kemudian juga aktif di Semarang, atau sering disebut dengan

"Kota Merah" setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan

masuknya para pribumi berhaluan kiri ke dalam Sarekat Islam menjadikan

komunis sebagai bagian cabangnya, yang nantinya disebut sebagai "SI Merah".

ISDV sendiri sering menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas

banyaknya pemogokan buruh di Jawa.

Konflik antara SI Semarang (SI Merah) dengan SI pusat di Yogyakarta (SI

Putih) mendorong diselenggarakannya kongres. Atas usulan Haji Agus Salim,

yang disahkan oleh pusat SI, baik SI Merah maupun SI Putih menyepakati bahwa

personel SI Merah keluar dari SI. Mantan personel SI Merah kemudian bersama

ISDV berganti nama menjadi PKI.

Kehancuran PKI fase awal bermula dengan adanya Persetujuan

Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh

Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena Komunisme di Indonesia

kurang kuat mencoba menghentikan, namun para tokoh PKI lainnya tidak

menggubris usulan tersebut, kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka.

7
Pemberontakan terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kekalahan

PKI. Para tokoh PKI menyalahkan Tan Malaka atas kegagalan tersebut, karena

telah mencoba menghentikan pemberontakan dan memengaruhi cabang-cabang

PKI.

B.) Era perang kemerdekaan

Gerakan PKI bangkit kembali pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia,

diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Soviet ke Negara

Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan

tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan

pandangannya yang murni Komunisme. Di Yogyakarta, Muso juga mendidik

calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit.

Muso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun, di sana ia

dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis.

Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Syarifuddin. Divisi

Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Muso ini.

C.) Era pascaperang kemerdekaan RI

Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut, PKI menyusun

kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua

aspek masyarakat Indonesia saat itu, di mana antar ideologi menjadi musuh

masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia.

Ketegangan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat

8
bawah di mana tingkat ketegangan banyak terjadi antara tuan tanah dan para

buruh tani.

Soekarno sendiri yang cenderung ke kiri, lebih dekat kepada PKI.

Terutama setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia

semakin condong ke Blok Timur (Blok Komunis Uni Soviet). Indonesia lebih

banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet,

Kamboja, Vietnam, RRT, maupun Korea Utara. Beberapa langkah-langkah politik

luar negeri yang dianggap ke kiri-kirian itu antara lain:

Presiden Soekarno menyampaikan pandangan politik dunia yang berlawanan

dengan barat, yaitu OLDEFO (Old Established Forces) dan NEFO (New

Emerging Forces)

Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros Jakarta-Phnom Penh-

Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia terkesan ada di pihak Blok

Timur

Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari

PBB.

Di sisi lain, konflik dalam negeri semakin memanas dikarenakan krisis

moneter, selain itu juga terdengar desas-desus bahwa PKI dan militer yang

bermusuhan akan melakukan kudeta. Militer mencurigai PKI karena mengusulkan

Angkatan Kelima (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian), sementara PKI

mencurigai TNI hendak melakukan kudeta atas Presiden Soekarno yang sedang

sakit, tepat saat ulang tahun TNI. Kecurigaan satu dengan yang lain tersebut

9
kemudian dipercaya menjadi sebab insiden yang dikenal sebagai Gerakan 30

September, namun beberapa ilmuwan menduga, bahwa ini sebenarnya hanyalah

konflik intern militer waktu itu.

Pasca Gerakan 30 September, terjadi pengambinghitaman kepada orang-

orang komunis oleh pemerintah Orde Baru. Terjadi "pembersihan" besar-besaran

atas warga dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu

kebenarannya. Diperkirakan antara limaratus ribu sampai duajuta jiwa meninggal

di Jawa dan Bali Setelah peristiwa Gerakan 30 September, para "tertuduh

komunis" ini yang ditangkap kebanyakan dieksekusi tanpa proses pengadilan.

Sementara bagi "para tertuduh komunis" yang tetap hidup, setelah selesai masa

hukuman, baik di Pulau Buru atau di penjara, tetap diawasi dan dibatasi ruang

geraknya dengan penamaan Eks Tapol.

D.) Era pascareformasi

Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok

sosialis, marxis, dan haluan kiri lainnya, secara hukum masih dilarang oleh

pemerintahan, dan komunisme sendiri termasuk dalam paham terlarang

sebagaimana dijelaskan dalam TAP MPRS.

2.5 Kelebihan dan kekurangan Komunisme

A.) Kelebihan komunisme

Di bidang ekonomi, cenderung lebih mudah mengendalikan angka

pengangguran, inflasi, dan lainnya karena pemerintah memiliki kendali penuh.

10
Setiap individu dianggap sama sehingga tidak ada pihak-pihak yang

merasa lebih unggul atau lebih rendah.

Umumnya jarang terjadi krisis ekonomi atau kasus kelaparan karena

pemerintah telah mengatur masalah ekonomi secara terpusat dan masyarakat

hanya mengikuti.

B.) kekurangan komunisme

Tingginya potensi terjadi monopoli yang dilakukan oleh pemerintah atau

aparat pemerintah yang dapat merugikan masyarakat.

Pada praktiknya, Komunisme cenderung tidak menghargai Hak Asasi

manusia.

Tidak ada kebebasan individu untuk berkembang sehingga masyarakatnya

cenderung pasif dan tidak memilik motivasi untuk berkembang.

11
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis

sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan

akumulasi modal pada individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan

sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai

oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata, Komunisme

memperkenalkan penggunaan sistem demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh

elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi

pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam

paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada

paham liberalisme.

3.2 Saran

Supaya kita tidak naïf, komunisme perlu di pelajari. Ia bukan momok

(Mahluk menakutkan, tetapi tidak berwujud). Sekolah-sekolah, setidaknya mulai

SMA/SMK, apalagi saat kuliah di Universitas, perlu mengenalinya, bukan untuk

menganutnya, tetapi untuk menolaknya secara sadar. Dengan mengenalinya kita

justru memperkuat kedudukan Pancasila sebagai dasar filsafat Negara. Dengan

mengenalinya, kita tidak lagi dapat ditipu oleh orang-orang atau gerakan-gerakan

komunis.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-komunisme.html

https://id.m.wikipedia.org/wiki/komunisme

https://www.academia.edu/34613486/MAKALAH_IDEOLOGI_KOMUNISME_

Pendidikan_Pancasila

13