Anda di halaman 1dari 7

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PEMERIKSAAN EKSTREMITAS ATAS

1. Pengertian
Pemeriksaan ekstremitas atas yaitu melakukan pemeriksaan dai bahu dan lengan atas,
siku dan lengan bawah kemudian pergelangan tangan dan tangan.
2. Tujuan
Tenaga medis mampu melakukan pemeriksaan ekstremitas atas sesuai dengan standar
pelayanan kesehatan di indonesia.
3. Kebijakan
SK Klinik
4. Referensi
a. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02/02?MENKES?514/2015 Tentang
Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Tingkat Pertama
Lampiran- II

5. Prosedur/ langkah-langkah
A. Alat dan bahan : -
B. Teknik pemeriksaan :
Pemeriksaan dilakukan secara aktif dan pasif
- Pemeriksaan bahu dan lengan atas
1. Minta pasien berdiri membelakangi pemeriksaan
2. Inspeksi skapula dan otot-otot sekitarnya.perhatikan adanya
pembengkakan, deformitas, atrofi otot atau posisi yang abnormal.
3. Lihat adanya pembekakan di sendi kapsul anterior atau tonjolan dibursa
subkromial dibawah otot deltoid. Lihat perubahan warna, perubahan kulit
atau bentuk tulang yang tidak biasa (deformitas)
4. Palpasi dari belakang ikuti tulang skapula yang menonjol sampai ketemu
acromion (puncak dari bahu).
 Identifikasi ujung anterior dari acromion, dengan jari telunjuk diatas
acromion, tepat dibelakang ujungnya tekan kearah medial dengan ibu
jari untuk menemukan daerah yang yang sedikit lebih tinggi yang
merupakan bagian distal dari klavikula disendi akromioklavikula.
Gerakkan ibu jari ke medial dan turun sedikit menuju tulang yang
menonjol yang disebut prosesus korakoid dari scapula
 Dari depan dimuali ddari medial disendi sternoklavikula, temukan
klavikula lateral dengan jari
 Palpasi tendon biseps dilekukan mintertuberkulum, tahan ibu jari tetap
di prosesus korakoid dan jari lainya dibagian lateral humerus. Angkat
jari telunjuk dan taruh di tengah-tengah antara prosesu korakoid fan
tuberkulum di permukaan anterior lengan.
5. Range Of Motion (ROM)
 Gerakan fleksi : angkat lengan kedepan lalu keatas kepala
 Gerakan ekstensi : angkat lengan kebelakang
 Gerakan abduksi : angkat lengan kesamping lalu keatas kepala
 Gerakan adduksi : silangkan kengan kedepan tubuh
 Gerakan rotasi internal : taruh satu tangan dibelakang dan sentuh tulanh
scapula
 Gerakan rotasi eksternal : angkat lengan setinggi bahu, lalu tekuk dan
putar lengan bawah kearah atas.
6. Manuver
 Crossover test : palpasi dan ba dingkan kedua sendi, apakah ada nyeri
atau bengkak. Aduksi lengan pasien menyebrangi dada. Nilai sendi bila
ada nyeri pada sendi tersebut hasil positif.
 The apley scratch test : minta pasien untuk menyentuh skapula yang
berlawanan menggunakan 2 gerakan dari atas dan dari belakang
(menilai rotasi bahu menyeluruh). Normalnya jari pasien daoat
menyentuh ujung jari lainya.
 Test neer’s impingements sign : tekan scapula untuk mencegah
pergerakan scapula dengan satu tangan, angkat lengan pasien dengan
tangan satunya. Hasil positif bila didapatkan nyeri saat kengan diangkat
membentuk sudut 700-1200
 Test hawkins impingement sign : fleksi bahu pasien 900 dengan telapak
tangan kearah bawah, putar lengan ke internal.
 Test supraspinatus strength : elevasi dengan 900 dan putar kedalam
dengan arah ibu jari menunjuk kebawah. Minta pasien untuk menahan
ketika pemeriksa menekan lengan pasien kebawah
 Test infrapinatus strength : minta pasien untuk menaruh lenganya
disamping dan fleksikan siku 900 dengan ibu jari menunjuk keatas.
Berikan tekanan ketika pasien menekan lengan bawah kedepan.
 Test forearm supination : fleksikan lengan bawah pasien 900 di siku
dan pronasikan pergelangan tangan pasien. berikan tahanan ketika
pasien melakukan supinasi lengan bawah.
 Test the ‘arm drop’ sign : minta pasien untuk abduksi lengan sejajar
turunkan secara perlahan.
- Pemeriksaan siku dan lengan bawah
o Inspeksi
 Tahan lengan bawah pasien dengan tangan yang berlawanan
sehingga sendi siku fleksi 700. Identifikasi epikondilus lateral dan
medial`
 Inspeksi bentuk siku, termasuk permukaan ekstensor dari ulna.
Lihat ada nodul atau bengkak.
o Palpasi prosesus elekranon dan tekan di epikondilus untuk melihat nyeri.
Rasakan apakah ada pergeseran di olekranon. Palpasi epikondilus
lateralis, medialis dan prosesus olekranon di tulang ulna normal
membentuk segitiga sama kaki
o Range of motion (ROM)
 Gerakan fleksi :tekuk siku
 Gerakan ekstensi : luruskan siku
 Gerakan supinasi : putar telapak tangan sehingga permukaannya
dibagian atas seperti memegang piring
 Gerakan pronasi : putar telaoak tangan sehingga permukaanya
berada dibawah.
- Pergelangan tangan dan tangan
o Inspeksi
 Observasi posisi tangan saat bergerak dan lihat apakah pergerakanya
mulus dan alami. Saat istirahat jari-jari tangan harus fleksi ringan dan
selaras hampir pararel
 Inspeksi permukaan telapak tangan dan punggung dari pergelangan
tangan dan lihat apakah ada bengkak didaerah sendi
 Lihat apakah ada deformitas dari pergelangan tangan, tangan dan jari-
jari tangan, serta setiap angulasi dari deviasi ulnar atau radial
 Observasi bentuk telapak tangan, terutama daerah tenar dan hipotenar
 Dinilai apakah ada penebalan dari tendin fleksor atau fleksi kontraktur
dari jari-jari.
o Palpasi
 Pada pergelangan tangan palpasi bagian distal dari radius dan ulna
dipermukaan lateral dan medial. Palpasi setiap lekukan disendi
pergelangan tangan dengan ibu jari didorsum dari pergelangan tangan
dan jari lainya dibawhnya. Dinilai apakah ada bengkak atau nyeri
 Palpasi tulanh stiloid radial dan snuffbox anatomis yaitu garis cekung
dibagian distal dari prosesus stilloid yang dibentuk dari otot anduktor
dan ekstensor dari ibu jari untuk mrnilai ada tidaknya kelainan di tulang
skafoid
 Kompres sendi metacarpal dengan cara meremas telapak tangan dari
kedua sisi di antara jari dan ibu jari. Dinilai apakah ada nyeri dan
bengkak
 Palpasi jari-jari dan ibu jari. Palpasi bagian lateral dan medial dari
setiap sendi di antara jari-jari tangan dan ibu jari (sendi proksimal
interphalangeal dan distal interphalangeal). Dinilai apakah ada nyeri,
pembesaran tulang dan bengkak.
o Range of motion dari pergelangan taangan
 Gerakan fleksi : dengan posisi telapak tangan mengjhadap kebawah,
telunjuk jari-jari tangan kearah bawah
 Gerakan ekstensi : dengan posisi telapak tangan menghadap kebawah,
tulunjuk jari-jari tangan kearah atas
 Gerakan adduksi (deviasi radial) : dengan posisi telapak tangan
menghadap bawah, gerkan telapak mendejati garis tengah
 Gerakan abduksi (deviasi ulnar) : dengan posisi telapak tangan
menghadap kebawah, gerakan telapak tangan menjauhi garis tengan
pergelangan tangan
o Range of motion dari jari tangan
 Gerkan fleksi : kepalkan jari-jari tangan dan taruh ibu jari diatas
kepalan tangan
 Gerakan ekstensi : lebarkan jari0jari tangan
 Gerakan abduksi : perlebar jari-jari tangan selebar-lebarnya
 Gerakan adduksi : dekatkan jari-jari tangan
o Range of motion dari ibu jari
 Gerakan fleksi : gerkan ibu jari melewati telapak tangan dan sentuh
bagian bawah dari jari kelingking
 Gerakan ekstensi : gerakan ibu jari menjauh dari telapak tangan
 Gerakan abduksi dan adduksi : angkat ibu jari gerakan mendekati
telapak dan untuk adduksi menjauho telapak tangan
 Gerakan oposisi : gerakan ibu jari menyentuh tiap-tiap ujung jari yang
lainya.
o Manuver
 Thumb movement : genggam ibu jari, lalu gerakan kearah diviasi ulnar
 Thumb abduction : dengan posisi telapak tangan menghadap keatas,
angkay ibu jari keatas ketika kita menekanya kearah bawah
 Test tinels sign :tekan ringan dijalur nervus medianus
 Test phalens sign : minta pasien untuk mempertemukan kedua
punggung tangan lalu tekan. Tahan selama kurang lebih 60 detik
 Froments sign test : pemeriksaan khusus untuk menilai ulnar nerve
palsy. Pasien diminta untuk menjepit kertas antara kedua ibu jari dan
telunjuk pemeriksa kemudian mencoba menarik kertas tersebut,
normalnya pasien dapat mempertahankan kertas. Apabila ada kelainan
didapatkan fleksi sendi fleksor pollicis longus akibat kompensasi otot
untuk mempertahankan kertas.
6. Analisis hasil pemeriksaan
A. Pemeriksaan bahu dan lengan atas
- Skoliosis menyebabkan elevasu dari salah satu bahu
- Pada dislokasi dari bahu aspek lateral yang bulat akan terlihat datar
- Nyeri yang terlokalisasi terjadi akibat bursitis subkromial atau subdeltoid, dan
adanya perubahan degenerative atau deposit klasifikasi di otot scapulohumeral
grup
- Nyeri pada insersi otot SITS dan ketidakmampuan untuk mengangkat lengan
diatas bahu terdapat pada sprain , robekan dan ruptur tendin pada otot
scapulohumeral grup. Paling sering pada otot supraspinatis
- Nyeri dan efusi menandakan sinovitis di sendi glenohumeral jika batas kapsula
dan membran synovial dapat dipalpasi kemungkinan adanya efusi yang sedang
sampai berat. Sinovitis minimal pada sendi glenohumeral tidak dapat dipalpasi
atau dideteksi
- ROM yang terbatas terdapat pada bursitis, kapsulitis, robekan pada kapsul
sendi, sprain atau tendinitis
- Nyeri yang terlokasi dengan gerakan aduksi kemungkinan merupakan
inflamasiatau artritis dari sendi akromioklavikular
- Kesulitan bergerak saar manuver apley scratch tes kemungkinan merupakan
gangguan dari otot scapulohumeral grup
- Nyeri saat manuver test neer dan tes hawkin merupakan tanda positif yang
menindikasikan robekan pada otot kelompok rotator cuff
- Kelemahan pada tes infrapinatus merupakan tanda positif yang
mengindikasikan robekan otot kelompok rotator cuff atau tendentitis bisipital
- Nyeri pada tes supinasi lengan bawah merupak tanda positif yang
mengindikasikan inflamasi dari bagian panjang otot bisep
- Jika pasien tidak dapat menahan lengan yang sepenuhnaya abduksi sejajar
dengan bahu, tes drop sign dinyatakan positif. Hai ini mengindikasikan adanya
robekan otot kelompok rotator cuff.
B. Pemeriksaan siku dan lengan bawah
- Bengkak yang terjadi pada prosesus olecraoon terjadi pada bursitis oleceranon
- Nyeri di epikondilus lateral bagian distal karena adanya epikondilitis lateral
- Nyeri diepikondilus medial bagian distal karena adanya epikondilitis medial
- Olekranon pindah ke posterior pada dislokasi posterior daerah siku fdan fraktur
suprakondilar
C. Pemeriksaan pergelangan tangan dan tangan
- Pergerakan yang terhambat kemungkinan akibat cidera. Jari yang tidak sejajar
saat fleksi kemungkinan terjadi kerusakan tendonfleksor
- Bengkak yang terjadi akibat arthritis atau infeksi. Bengkak lokal akibat
ganglion kista
- Nyeri pada radius distal dapat terjadi akibat frakrur colles
- Bengkak dan nyeri pada kedua tangan dan terjadi selama beberpa minggu dapat
disebabkan rheumatoid arthritis
- Nyeri sepanjang tendon ekstensor dan abductor ibu jari di stiloidnradial dapat
terjadi pada de quervains tenosynovitis
- Kondisi yang mengganggu ROM : fraktur , dislokasi, artritis, dan tenosynovitis
- Penurunan kekuatan menggenggam tanda dari kelemahan otot fleksor jari atau
oto-otot intrinsic ditangan
7. Diagram alir

persiapan

Melakukan pemeriksaan ekstremitas atas

Analisis hasil pemeriksaan

8. Unit terkait
- Dokter
- Tenaga kesehatan
- Pasien