Anda di halaman 1dari 2

BAGAIMANA LINGKUNGAN BERPENGARUH TERHADAP POPULASI ELANG?

SESI 1 : TUJUAN
1. Masalah : Bagaimana lingkungan berpengaruh terhadap populasi elang?
2. Tujuan : Pada pembelajaran ini bertujuan membuat model untuk menunjukkan bagaimana
faktor lingkungan abiotik dan biotik mempengaruhi populasi elang laut dan bagaimana
persaingan mempengaruhi populasi elang laut.
3. Manfaat : Penyelidikan ini perlu dilakukan untuk dapat mengetahui dan memahami
pengaruh lingkungan abiotik dan biotik terhadap peningkatan dan penurunan populasi elang
laut.

SESI 2 : PENYELIDIKAN
Langkah-Langkah Penyelidikan :
Alat dan bahan dalam penyelidikan:
1. Kertas buffalo.
2. Kertas kotak-kotak berukuran 20×20 cm (2 lembar).
3. Beras (300 butir).
4. Pensil berwarna (6 warna).
5. Penggaris.
Langkah kerja penyelidikan:
1. Menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu berupa kertas selofan (dipotong dengan
ukuran 1x1 cm), kertas milimeter blok berukuran 20x20 cm, beras 300 butir, pensil warna
(6 warna), dan penggaris.
2. Menyiapkan 2 kertas milimeter blok letakan secara berdampingan pada bidang datar
salah satunya ditaburi beras sebanyak 150 butir yang akan mewakili laut, setiap butir
beras merupakan ikan di laut dan kertas yang satu lagi dibiarkan kosong untuk mewakili
peta laut.
3. Untuk percobaan pertama dan pada hari pertama lemparkan kertas indeks M (elang laut
jantan) ke arah kertas milimeter blok yang mewakili laut dengan jarak ± 30 cm sebanyak
dua kali.
4. Memindahkan beras yang terkena kertas selofan tersebut dan tandai lokasi terkenanya
beras tersebut di peta laut dengan pensil warna.
5. Melakukan percobaan tersebut sampai hari ke-5.
6. Untuk percobaan kedua ”KOMPETISI” kembali taburi kertas milimeter blok dengan 150
butir beras dan pada hari pertama lemparkan kertas indeks T (elang tiram jantan)
sebanyak 3 kali dan kertas indeks M (elang laut jantan) sebanyak 2 kali ke arah kertas
tersebut.
7. Melakukan perilaku yang sama pada point keempat dan kelima.
8. Untuk percobaan ketiga”POPULASI IKAN MENINGKAT” taburi kertas milimeter blok
dengan 300 butir beras karena pada kali ini terjadi faktor peningkatan ikan pada musim
kemarau sehingga ikan bertambah 2 kali lipat. Pada hari pertama lemparkan kertas indeks
M (elang laut jantan) sebanyak 2 kali.
9. Melakukan perilaku yang sama pada pont keempat dan kelima.
10. Untuk percobaan keempat ”POPULASI ELANG MENINGKAT” kembali taburi kertas
milimeter blok dengan 150 butir beras tetapi pada kali ini terjadi faktor kekeringan
sehingga sebagian ikan mati. Kemudian ambil 38 ikan dari laut, pada hari pertama
lemparkan kertas indeks M (elang laut jantan) sebanyak 2 kali.
11. Melakukan perilaku yang sama pada point keempat dan kelima.
12. Setelah semua selesai masukan data dalam tabel.

Alasan penyelidikan dilakukan dengan cara-cara di atas :


1. Menghitung dan membandingkan jumlah ikan yang di komsumsi elang dalam setiap
kondisi.
2. Menentukan banyaknya ikan yang ditangkap oleh elang.
3. Mengetahui dan memahami pengaruh berbagai kondisi lingkungan abiotik terhadap
jumlah ikan di laut.
4. Membuat tabel pengamatan pengaruh lingkungan terhadap populasi elang laut.

SESI 3 : ARGUMENTASI

1. Claim : Saya sependapat bahwa faktor biotik dan abiotik dapat menurunkan atau
meningkatkan populasi elang.
2.Bukti Data:
Tabel 1. Hasil Percobaan
No. Kondisi Jumlah Ikan yang ditangkap pada Total ikan Sisa ikan
hari ke- .... yang di laut
1 2 3 4 5 ditangkap
1 Normal 4 3 4 3 2 16 134
2 Kompetisi 7 5 4 6 6 28 92
3 Populasi Ikan Meningkat 11 7 10 7 3 38 112
4 Populasi Elang Meningkat 11 15 13 12 11 62 238

Warrant : Saya setuju bahwa faktor biotik dan abiotik dapat menurunkan atau meningkatkan
populasi elang, karena berdasarkan data yang saya dapat hasil pengamatan menunjukkan
bahwa abiotik seperti faktor kekeringan dan pencemaran posfat dapat menurunkan populasi
ikan sehingga populasi elang menurun, sedangkan lingkungan biotik seperti faktor populasi
ikan meningkat, populasi elang meningkat, dan kompetisi dapat meningkatkan populasi ikan
sehingga meningkatnya populasi pada elang.

Backing : Menurut Campbell Jilid 3 (2008:329-333) faktor-faktor yang difokuskan pada


distribusi spesies ada 2 yaitu faktor abiotik dan biotik. faktor biotic atau faktor-faktor hidup
semua organisme yang merupakan bagian dari lingkungan suatu individu dan abiotic atau
faktor-faktor tak hidup semua faktor kimiawi dan fisik, seperti suhu, cahaya, air, dan nutrien.
Faktor biotik atau faktor-faktor hidup merupakan semua organisme yang termaksuk atas
bagian dari lingkungan suatu individu. Pada banyak kasus, suatu spesies tidak dapat
menyesuaikan diri saat pindah ketempat baru, ketidakmampuannya untuk bereproduksi
diakibatkan oleh interaksi negatif dengan organisme lain dalam bentuk pemangsaan,
parasitisme atau kompetisi. Alternatifnya, kesintasan dan reproduksi mungkin dibatasi oleh
ketiadaan spesies lain yang menjadi gantungan hidup spesies hasil pemindahan itu. Misalnya,
predator (organisme yang membunuh mangsa) dan herbivor (organisme yang memakan
tumbuhan atau alga) adalah contoh umum faktor biotik yang membatasi distribusi spesies.