Anda di halaman 1dari 4

GMP SUPPLIER TELUR AYAM

1. Pengambilan Telur
Telur yang akan ditetaskan sekurang-kurangnya harus mempunyai berat antara 50
– 65 gram/butir, tidak lebih dari umur 7 hari dan berasal dari induk yang sekurang-
kurangnya berumur 28 minggu dan tidak lebih dari 72 minggu. Pada saat mulai
berproduksi, pengambilan telur dilakukan dua kali yaitu pukul 09.00 dan pukul
14.00, tetapi setelah telur mulai ditetaskan maka pengambilan telur dilakukan 4
kali yaitu pukul 08.00, 10.00, 13.00, 14.00. Setelah selesai pengambilan telur,
segera difumigasi; agar tidak ada bibit penyakit yang masuk keruang penetasan.
Pengumpulan atau pengambilan telur di dalam kandang minimal dilakukan 2—3
kali sehari yaitu pukul 09.00, pukul 11.00, dan pukul 15.00.

2. Pembersihan Telur

Pembersihan bertujuan untuk menghilangkan kotoran dari permukaan kulit telur.


Kebanyakan telur dibersihkan dengan deterjen sanitaiser. Yang perlu diperhatikan
dalam pencucian adalah sifat berpori kulit telur dan sifat mengembang serta
kontraksi isi telur. Sortasi telur termasuk kebersihan kulit luarnya sehingga telur
perlu dibersihkan kulitnya dari kotoran atau noda-noda darah dan sebagainya.
Untuk membersihkan kulit telur ini dapat dikerjakan dengan menggosok kulit luar
telur dengan ampril yang halus atau mencuci telur kemudian mengeringkannya di
udara terbuka. Untuk pencucian digunakan air bersuhu 160– 170oF selama 1/3
menit pencucian. Pekerjaan tersebut tidak akan menaikkan suhu telur lebih dari
2o F dan menambah kecepatan pengeringan.

Setelah dibersihkan dan dicuci, maka telur secepatnya dikeringkan diudara


terbuka pada suhu kamar. Sesudah kering, telur-telur diberi lapisan minyak untuk
menutup pori-pori kulit sehingga udara, uap air, dan bakteri-bakteri tidak dapat
masuk ke dalam telur. Untuk mencegah pemindahan cairan dari putih telur ke
kuning telur dapat dikerjakan scaling, yaitu telur dimasukkan ke dalam ruang
tertutup yang berisi karbondioksida sebanyak 10 persen. Tujuan pelapisan kulit
telur adalah untuk menutupi pori-pori kulit sehingga penguapan air dan karbon
dioksida terhambat. Dengan demikian telur menjadi lebih tahan lama disimpan.
Sebelum dilakukan pelapisan, kulit telur harus dibersihkan terlebih dahulu.
Caranya kulit telur dicuci dengan air dingin yang bersih, dicuci dengan air hangat
suhu suam-suam kuku (60oC), atau digosok dengan ampelas nomor 0. Sesudah
kulit telur bersih baru dilakukan pelapisan kulit telur.

Setelah diambil dari kandang, telur tersebut segera dibersihkan. Ada dua cara
membersihkan :
1. Membersihkan dengan cara kering Cara ini, telur cukup dilap satu persatu dengan kain
atau amplas. Pembersihan cara ini lebih disukai dan mudah, tetapi membutuhkan waktu
dan tenaga.
2. Membersihkan dengan Cara Basah . Telur dicuci dengan air suam-suam kuku. Untuk
mencegah pencemaran bakteri dapat digunakan NaOH 0,35% artinya 35 ml NaOH + 1
liter air
· ∙NaOH dapat dibeli diapotik, tiap 1 liter air dapat mencuci 12 butir telur
· Untuk melindungi tangan, gunakan sarung tangan.
· Masukkan telur yang akan dicuci
· Telur yang sudah dicuci segera dikeringkan dan letakkan dalam egg tray
· Air pencuci diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran
3. Sortasi atau pemilihan telur

Setelah berada di gudang telur, telur diseleksi berdasarkan hal-hal berikut ini.

 Berdasarkan besarnya, telur dapat dikelompokkan ke dalam 6 kelas yaitu


jumbo (> 70 g), ekstra besar (65—70 g), besar (58—65 g), medium (50—
57 g), kecil (40—50 g) dan sangat kecil (< 40 g). Di Indonesia, normalnya
1 kg telur berisi 16—18 butir. Selain itu, biasanya telur dari ayam yang
masih muda akan lebih kecil daripada telur dari ayam yang lebih tua. Hal
tersebut perlu diperhatikan, khususnya bagi para konsumen.

Telur yang baik dilihat dari bentuk luarnya adalah :


· Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur
· Telur dalam keadaan bersih
· Kulit Telur rata
· Telur tidak cacat atau retak
Apabila ingin melihat kualitas (mutu) telur lebih jauh dapat dilakukan
dengan cara :
1. Meneropong Telur
Dapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Telur yang masih
segar/ baru akan terlihat :
· rongga udara (ada di Ujung telur) kecil
· kulit telur mulus, pori-pori kerabang kecil
· tidak ada noda di dalam isi telur
· kuning telur di tengah, tidak bebas bergerak
2. Merendam Telur dalam Air
Cara lain untuk mengetahui kualitas telur dapat dilakukan dengan
merendamnya dalam air bersih :
· telur yang busuk akan mengambang
· telur yang melayang dalam air kualitasnya kurang balk
· telur yang baik akan tenggelam
3. Memecahkan Telur
Untuk mengetahui keadaan isi telur, dapat dilakukan pemecahan. Cara ini
cocok dilakukan dalam rumah tangga sebelum telur digunakan. Caranya
adalah telur dipecahkan di atas cawan piring. Telur yang baik akan
terlihat :
· permukaan kuning telur tinggi dan bentuknya bulat.
· kuning telur terletak di tengah putih telur
· putih telur kental

4. Packing

Setelah diseleksi, telur di-packing menggunakan beberapa pilihan tempat


(wadah), yaitu sebagai berikut.

 Peti yang di bawahnya telah diberi serutan kayu/kulit padi. Sebaiknya peti
dan kulit padi ditimbang terlebih dahulu baru diisi telur. Telur disetiap
peti ditimbang dengan berat tertentu (15—20 kg setiap peti),
 Tray yang terbuat dari karton. Sebelumnya tray ditimbang terlebih
dahulu, kemudian diisi telur dan ditimbang ulang.

 Penyimpanan telur. Setelah di packing, telur disimpan digudang telur


sebelum dikirim atau diambil pedagang. Telur sebaiknya tidak disimpan
terlalu lama sebab kualitas telur akan turun, dengan bertambah lamanya
penyimpanan. Untuk mengurangi penurunan kualitas, gudang telur
sebaiknya diberi pendingin udara.

5. Penyimpanan telur dan pengemasan

Telur kemudian diletakkan di dalam tray. Penumpukan telur pada egg tray jangan
terlalu tinggi. Untuk pengaman, sebaiknya ketika mengangkat egg tray di
bawahnya diberi alas kayu yang ringan. Pada proses penyimpanan temperature
dan kelembaban sangat berpengaruh.

Penyimpanan telur konsumsi biasanya pada temperature kamar dengan kembaban


anatar 80% dan 90%, maksumum 14 shari setelah ditelurkan, atau pada
temperature antara 40 C dan 7 C dengan kelembapan anatara 60% dan 70%,
maksimum 30 hari setelah ditelurkan.

Untuk pengemasan informasi pada label kemasn, minimal mencantumkan nama


produk, merk dagang, tgl produksi, nama dan alamat produsen,berat bersih dan
NKV ( Nomor Kontrol Veteriner )