Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2019/2020

MODUL : Gelas-1
PEMBIMBING : Ir.Yunus Tonapa S,MT

Tanggal Praktikum : 12 September 2019


Tanggal Penyerahan Laporan : 19 September2019

Oleh :

Kelompok : IV (Empat)
Nama : Eka Putri Larasati (171411077)
Farhan Dedi S (171411078)
Fatimah (171411079)

Kelas : 2C – D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2019
I. TUJUAN

 Dapat melakukan dan mengerti bahwa pipa gelas dapat dipotong.

 Dapat melakukan dan mengerti bahwa pipa gelas dapat dibengkokan.

 Dapat melakukan dan mengerti cara meniup, menyambung, menarik dan lubang
dapat ditutup.

II. LANDASAN TEORI


2.1. Gelas
Gelas atau kaca adalah amorf (non- kristalin bahan padat). Gelas adalah benda yang
lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang, dan tidak aktif secara yang bisa
dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air.Oleh karena sifatnya yang
sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan.tetapi gelas bias pecah
menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bias dimodifikasi dan bahkan bias diubah
seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan.
Definisi Teknik
Gelas mempunyai beberapa definisi teknis yang tergantung dari proses pembentukan
gelas, struktur atom dan keadaan thermodinamisnya.
Secara Empiris:
Gelas adalah material non-organik hasil dari proses pendingan tanpa melalui proses
kristalisasi.
Definisi Berdasarkan Struktur:
Gelas adalah benda padat yang tidak mempunyai struktur seperti halnya keramik atau
logam.
Dari segi fisika gelas adalah zat cair lewat dingin yang tegar dan tidak mempunyai
titik cair tertentu serta mempunyai viskositas cukup tinggi, sehingga tidak mengalami
kristalisasi. Ditinjau dari segi kimia, gelas adalah gabungan dari senyawa anorganik yang
didinginkan dari keadaan cairnya menjadi padat dan keras, tanpa mengalami kristalisasi.
Gelas dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali tanah, pasir,
feldespar, serta berbagai penyusun lainnya sehingga menghasilkan produk yang mempunyai
struktur atom yang acak.

2.2. Pipet Tetes


Pipet tetes adalah jenis pipet yang berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca
dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk
mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
Terkadang saat melakukan percobaan reaksi kimia di laboratorium, bahan yang kita
perlukan jumlahnya tidaklah terlalu besar sehingga tidak bisa diukur dengn alat ukur yang
berskala. Untuk keperluan itu dipergunakanpipet tetes. Pipet tetes ini hanya bisa digunakan
untuk bahan yang bersifat cair. Jika ada bahan padatan yang harus di ukur
menggunakanpipet tetes, maka padatan tersebut harus terlebih dahulu di larutkan.
2.2.1 Fungsi Pipet Tetes
Pipet tetes berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke
wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes. Pemindahan cairan
dengan menggunakan pipet tetes memang memakan waktu yang lama. tapi demi keakuratan
percobaan, biasanya hal tersebut memang terpaksa di lakukan. Pipet tetes terdiri dari berbagai
ukuran. Semakin besar ukuran pipet tetes, maka semakin besar juga jumlah cairan yang
diteteskan.

2.3. Tabung Reaksi


Tabung reaksi adalah sebuah tabung yang terbuat dari sejenis kaca atau plastik yang
dapat menahan perubahan temperatur dan tahan terhadap reaksi kimia. Tabung reaksi ada
yang dilengkapi dengan tutup ada juga yang tanpa tutup. Terdiri dari berbagai ukuran
tergantung kebutuhan. Tabung reaksi disebut juga Test Tube atau Culture tube. Culture tube
adalah tabung reaksi tanpa bibir yang biasanya digunakan untuk pembiakan mikroorganisme
dalam medium cair.

Fungsi tabung reaksi antara lain adalah:


 Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia

 Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil

 Sebagai tempat perkembangbiakan mikroba dalam media cair

Peralatan gelas laboratorium merujuk pada berbagai peralatan laboratorium yang


terbuat dari kaca, yang digunakan dalam percobaan ilmiah, terutama dalam
laboratorium kimia dan biologi. Beberapa peralatan tersebut sekarang ada yang telah dibuat
dari plastik, namun peralatan kaca masih sering digunakan oleh karena sifat kaca
yang inert, transparan, dan tahan panas. Kaca borosilikat, dahulu dinamakan Pyrex, sering
digunakan karena sifatnya yang tahan dengan tegangan termal. Untuk beberapa
aplikasi, kuarsa digunakan oleh karena ia tahan panas dalam temperatur yang tinggi dan
memiliki sifat terawang di beberapa spektrum elektromagnetis. Di beberapa aplikasi,
terutama pada botol penyimpanan, gelas berwarna coklat tua biasanya digunakan untuk
menghindarkan zat yang disimpan dari cahaya luar. Peralatan yang terbuat dari material
lainnya juga digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya asam hidroflorida yang disimpan
dalam polietilena karena asam ini dapat melarutkan kaca.
III. METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
a. Peralatan yang digunakan
1) Kompresor udara tekan
2) Brender
3) Pisau pemotong kaca
4) Kacamata pelindung
b. Bahan yang digunakan
1) Pipa gelas berdiameter 15 mm
2) Pipa gelas berdiameter 8 mm
3) Gas elpiji
4) Gas oksigen

Gambar Alat dan Bahan


Gambar Nama Alat

Tabung Gas LPG (kiri) dan Tabung


Oksigen (kanan)

Batangan gelas

Pembakar Bunsen

Pisau Pemotong Kaca


III.2 Prosedur Kerja
a. Pemotongan dan pematahan gelas

Meletakkan pemotong kaca tegak lurus diatas pipa kaca

Memotong kira-kira bagian keliling pipa

Mematahkan pipa gelas dengan menekannya secara


horizontal menggunakan kedua ibu jari

b. Pembuatan tabung reaksi

Mematahkan pipa gelas dengan panjang tertentu

Memanaskan bagian tengah pipa gelas (Sampai


meleleh dan terputus menjadi dua bagian)

Memanaskan salah satu bagian ujung pipa gelas


(Sampai bagian ujungnya meleleh dan tertutup)

Memotong pipa gelas


Meniup ujung yang lain pipa
menjadi gelas sampai terbentuk
4 bagian
lengkungan simetri pada ujung yang dipanaskan

c. Pembuatan pipet tetes


1 bagian dipanaskan pada burner tepat
ditengah bagian untuk dijadikan 2
pipet tetes (total 8 pipet tetes)

Tarik bagian tengah gelas yang


lembek hingga putus, untuk dijadikan
pipet tetes

Bentuk gelas yang ditarik tadi akan


membentuk pipet tetes

Potong ujung pipet gelas untuk


memperindah bentuk dan lubang pada
ujung pipet tetes
d. Membengkokkan pipa-L
Patahkan pipa gelas sesuai yang diinginkan. Panaskan ujung patahan sehingga tidak
tajam. Pegang kedua ujung pipa dengan kedua tangan. Sambil diputar-putar panaskan pipa
dengan api\burner sampai merah. Setelah agak lunak dengan hati-hati lengkungkan pipa
sesuai yang dikehendaki sambil ditiup salah satu ujungnya. Peniupan ini dimaksudkan agar
diameter lengkungan relatif sama.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Data Pengamatan

Gambar 1. Hasil Potongan Pipa Batangan Panjang


Gambar 2. Hasil Semua Pengelasan Gelas

Gambar 3. Beberapa Buah Pipet Tetes

Gambar 4. Beberapa Buah Pipa L


Gambar 5. Beberapa Buah Tabung Reaksi

4.2 Pembahasan
Fatimah (171411079)
Pada praktikum kali ini kita mengelas gelas. Sesuai dengan sifatnya, gelas dapat dibentuk
sesuai keinginan dengan memanfaatkan temperatur tinggi akibat proses pemanasan yang
dihasilkan dari burner. Alat yang akan dibuat pada praktikum kali ini adalah pipet tetes, pipa-
L dan tabung reaksi. Sebelum dilakukan pembentukan, terlebih dahulu bahan berupa gelas
dengan bentuk pipa tabung dipotong dengan panjang tertentu. Proses pemotongan ini
dilakukan dengan terlebih dahulu membuat goresan sepanjang ¼ inch pada gelas yang akan
dipotong dengan menggunakan pisau tungsten karbida. Goresan yang dibuat diusahakan tidak
terlalu panjang, karena akan membuat gelas yang dihasilkan terdapat banyak goresan (tidak
mulus). Setelah digores, gelas yang akan dibentuk tersebut kemudian dipatahkan dengan
ditekan menggunakan kedua ibu jari. Proses pematahan yang benar sesuai prosedur adalah
dengan menempatkan gelas yang akan dipatahkan secara horizontal dengan kedua ibu jari
saling berhadapan tetapi pada sisi-sisi yang berlawanan dari potongan. Gelas kemudian
ditekan dengan ibu jari secara serentak. Pemotongan yang miring akan mengakibatkan
potongan yang tidak teratur, sedang pemotongan yang tegak akan memberikan potongan
yang lurus.
Untuk dapat membentuk gelas sesuai dengan fungsinya, maka gelas yang telah
dipotong akan dibentuk dengan memanfaatkan salah satu sifat dari gelas itu sendiri, yaitu
mudah dibentuk. Proses pembentukan/pembengkokan gelas harus dilakukan dengan cekatan
ketelitian dan berhati hati karena jika tidak maka hasil gelas yang akan dihasilkan akan
berkualitas buruk.
Beberapa Teknik untuk pembentukan Alat berikut:
1. Pipet Tetes
 Kedua ujung pipa atau gelas yang telah dipotong dipegang dengan kedua tangan
sambil diputar-putar dan gelas dipanaskan dengan api/ burner sampai merah.
 Setelah beberapa saat, bagian tengah dari gelas sudah terasa lunak dan siap untuk
dibentuk. Pada saat itu, tarik gelas secara horizontal sehingga bagian tengah dari gelas
akan mengecil.
 Tunggu beberapa waktu hingga gelas yang sudah dibentuk dingin
 Setelah dingin, maka potong bagian tengah yang mengecil tersebut dengan pisau
tungsten karbida sehingga terbentuk sebuah pipet tetes. Dari satu pipa tersebut, maka
akan terbentuk 2 pipet tetes.
2. Pembuatan Pipa-L
 Pertama lakukan hal yang sama dengan pada saat pembuatan pipet tetes panaskan
gelas sampai merah
 Setelah beberapa saat ,gelas telah lunak gelas dilengkungkan untuk membentuk suatu
lengkungan dengan sudut 900.
3. Tabung Reaksi
 Patahkan gelas dengan panjang sesuai yang ditentukan
 Salah satu dari ujung pipa hasil pematahan dipanaskan/ dihaluskan dengan cara
dipanaskan agar tidak tajam atau runcing.
 Dengan menggunakan sebuah batang pembantu, ujung gelas yang lain dipanaskan dan
dirapatkan. Batang pembantu ini dapat membantu mempercepat proses pembentukan
namun dibutuhkan keterampilan dan kecekatan karena batang pembantu tersebut
dapat menempel pada tabung ujungnya.
 Tiup tabung dengan baik ,benar dan hati-hati sampai ujung tabung yang dipanaskan
terbentuk lengkungan simetri. Jika peniupan tabung terlalu kencang akan
mengakibatkan ujung tabung terlalu mengembung sedangkan jika meniup tabung
terlalu pelan akan mengakibatkan ujung tabung menggumpal sehingga bentuknya
tidak bagus.

V. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

1. Pelatihan Teknik Gelas “Laboratorium Logam dan Gelas” Jurusan Fisika teknik ITB
1996
2. Anonim. (2011). Pipet Tetes dan Fungsi Pipet Tetes (Online) Tersedia:
http://kamusq.blogspot.com/2012/03/pipet-tetes-fungsi-pipet-tetes.html (Diunduh tgl
11 Nov 2012)
3. Anonim. (2012). Gelas (online). Tersedia:http://id.wikipedia.org/wiki/Gelas (Diunduh
tgl 11 Nov 2012)
4. Anonim. (2012). Tabung Reaksi dan Fungsi Tabung Reaksi (online). Tersedia :
http://dictionary-kamus1.blogspot.com/2012/03/tabung-reaksi-fungsi-tabung-
reaksi.html (Diunduh tgl 11 Nov 2012)
5. Baker, J.T. (2007). Peralatan Gelas Laboratorium (online). Tersedia :
http://id.wikipedia.org/wiki/Peralatan_gelas_laboratorium. (Diunduh tgl 11 Nov 2012)