Anda di halaman 1dari 3

1) KOMPRESOR

Pada praktikum ini dilakukan pembongkaran terhadap kompresor dan motor listrik untuk
mengetahui komponen-komponen akat tersebut serta perawatannya. Kompresor adalah alat yang
biasa digunakan dalam industri untuk mengalirkan fluida (gas) dengan tekanan tertentu.

Setelah melakukan pembongkaran, perawatan dapat dilakukan dengan melakukan


identifikasi, pengecekkan dan perawatan (pada bagian penting) pada alat, kemudian memasang
kembali komponen seperti semula. Pembongkaran dan pemasangan kembali dibantu dengan alat
berupa kunci pas, kunci L, kunci inggris, obeng, palu dan lain-lain.

Kompresor adalah alat untuk memampatkan fluida (gas) dan mengalirkan gas bertekanan
tersebut. Tekanan yang digunakan cukup tinggi sekitar 40-100psi psi. Tekanan tersebut berasal
dari udara yang dimampatkan dari udara atmosfir karenan adanya kerja piston (torak). Kerja piston
merupakan energi mekanik yang dihasilkan melalui putaran pada motor listrik yang terdapat
dalam kompresor tersebut.

Dari hasil pembongkaran kompresor diketahui bahwa kompresor terdiri dari beberapa
komponen beruap :

1. Casing
2. Piston (Torak)
3. Membran/Diafragma
4. Plat dasar
5. Tangki Penyimpanan
6. Drain valve
7. Alat pembaca tekanan (Pressure Gauge)
8. Katup udara keluar

Adapun perawatan yang dapat dilakukan pada kompresor anatar lain :

a. Melakukan pengecekkan terjadwal pada komponen-komponen kompresor seperti saluran


udaran pada katup udara keluar, drain valve, alat-alat pengatur tekanan dan sebagainya.
b. Membersihkan bagian-bagian kompresor agar tehindar dari debu yang dapat menggangu
kerja kompresor.
c. Setelah menggunakan kompresor sebaiknya udara sisa yang terkandung dalam tabung
kompresor dibuang hingga habis. Ini dilakukan sebagai pencegahan supaya udara tersebut
tidak mengembun dan menjadi air. Air dapat menyebabkan karatan pada logam dan lama
kelamaan akan merusak kompresor itu sendiri.
d. Sebelum memakai kompresor selalu cek pressure gauge untuk mengetahui tekanan yang
berada di kompresor tersebut
e. Melakukan pelumasan pada bagian-bagian kompresor sebelum memasang kembali
kompresor yang sudah dibongkar
f. Melakukan penggantian suku cadang pada bagian yang sudah kurang layak untuk
digunakan.

Bentuk perawatan terhadap kompresor dapat meningkatkan efisiensi kinerja system


kompresor tersebt.

2) MOTOR LISTRIK

Selain melakukan pembongkaran pada kompresor, pada praktikum ini juga dilakukan
pembongkaran pada motor listrik untuk mengetahui komponen-komponen pada motor listrik serta
perawatannya. Motor listrik adalah alat yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik
sehingga energi mekanik tesebut dapat memutar impeller suatu alat seperti kompresor, pompa, fan,
blower dan lain-lain.

Setelah melakukan pembongakaran, dapat diketahui bahwa komponen yang menyusun


motor listrik antara lain :

1. Badan dan kumparan stator


2. Bearing
3. Motor housing
4. Motor listrik dengan kipas rotor
5. Rotor, komutator, poros dan sikat
Adapun perawatan pada motor listrik dapat dilakukan dengan 2 cara antara lain :

Preventif Maintenance

Perawatan yang dilakukan ketika motor listrik masih berjalan. Artinya masih berfungsi dengan
baik.

1. Current check, melakukan pengecekkan kerja arus listrik pada motor listrik, pengecekkan
ini dapat dilakukan ketika motor dalam keadaan berjalan. Pastikan arus listrik yang
berkerja pada motor masih dibawah arus makksimal yang sudah ditentukan di nameplate
motor. Jika arus melebihi full load ampere dan tidak teratasi maka akan terjadi short circuit
pada motor karena kegagalan isolasi.
2. Insulation Resistance Check, mengukur tahanan isolasi tiap phasa terhadap ground jika
tahanan isolasinya lebih dari 5 mega ohm artinya motor dalam keadaan baik karena jika
dibawah 1 mega ohm bisa mengakibatkan short circuit ketika motor dijalankan
3. Temperatur Check, pengecekan suhu dilakukan untuk memastikan agar motor tidak
mengalami overheating saat digunakan.

Perawatan Breakdown Maintenance

Perawatan yang dilakukan jika terjadi kerusakan terhadap motor yang artinya motor
mengalami mati total dan tidak dapat dijalankan.

1. Rewinding Motor Induksi, memperbaiki kerusakan pada lilitan adalah melilit ulang
2. Pergantian Bearing, bearing mempunyai lifetime sehingga jika tidak melakukan pergantian
bearing sesuai ketentuan, maka akan menimbulkan vibrasi pada motor dan mengalami
short circuit.
3. Balancing rotor, agar perbaikan lebih baik lagi

Tujuan perawatan motor listrik antara lain :


 Menjaga agar kondisi motor listrik tetap dalam keadaan layak dioperasikan
 Menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan-kerusakan yang lebih fatal
 Enjamin pengoperasian motor listrik selalu dalam keadaan aman
 Memperpanjang life time motor listrik tersebut