Anda di halaman 1dari 49

RANCANGAN AKTUALISASI

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN


DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN KELUARGA
PASIEN TENTANG ATURAN BERKUNJUNG PASIEN
DI KAMAR HCU RUANG SERUNI
RSUD Dr. HARJONO S. PONOROGO DENGAN
PEMBUATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Disusun Oleh:
BAGOES DWI COHAYANTO PRIYONO, A.Md. Kep
NIP. 19890606 201903 1 002
NDH : XX / 7

PELATIHAN DASAR CPNS


GOLONGAN II ANGKATAN XX
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2019

i
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN XX

RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN DALAM MENINGKATKAN


KEPATUHAN KELUARGA PASIEN TENTANG ATURAN BERKUNJUNG PASIEN
DI KAMAR HCU RUANG SERUNI
RSUD Dr. HARJONO S. PONOROGO DENGAN PEMBUATAN STANDAR
OPERASIONAL PROSEDUR

Disusun oleh :
BAGOES DWI COHAYANTO PRIYONO, A.Md. Kep
NIP. 19890606 201903 1 002
NDH : XX / 7

Telah disempurnakan berdasarkan masukan dari Pembimbing, Mentor,


dan Penguji pada Seminar Laporan Aktualisasi,
Hari Sabtu Tanggal 21 September 2019

Di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)


Provinsi Jawa Timur

Ponorogo, 21 September 2019


Mengesahkan
Pembimbing, Mentor,

Drs. Akhmad Farid Gaftan, M.Si Bambang Wiyono, S. Kep, Ns


Widyaiswara Ahli Utama Kepala Ruang Seruni RSUD Dr.
NIP. 19691007 199002 1 002 Harjono S. Ponorogo
NIP. 19701108 199203 1 005

ii
BERITA ACARA

Sehubungan dengan penyelenggaraan Latihan Dasar CPNS Badan


Kepegawaian Negara di Penginapan Tlogorejo 1 Desa Gondowido
Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur, Hari
Sabtu, 21 September 2019, telah melaksanakan Seminar Laporan
Rancangan Aktualisasi
Nama : Bagoes Dwi Cohayanto Priyono, A.Md. Kep
NDH : XX / 7
Judul : Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN Dalam
Meningkatkan Kepatuhan Keluarga Pasien Tentang
Aturan Berkunjung Pasien Di Kamar HCU Ruang Seruni
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Dengan Pembuatan
Standar Operasional Prosedur

Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan


ditandatangi oleh:

Ponorogo, 21 September 2019


Mentor, Peserta,

Bambang Wiyono, S. Kep, Ns Bagoes Dwi C P, A.Md. Kep


NIP. 19701108 199203 1 005 NIP. 19890606 201903 1 002

Pembimbing, Penguji,

Drs. Akhmad Farid Gaftan, M.Si Bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb


Widyaiswara Ahli Utama NIP...............................................
NIP. 19691007 199002 1 002

iii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah


SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan “Rancangan
Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN Dalam Meningkatkan Kepatuhan
Keluarga Pasien Tentang Aturan Berkunjung Pasien Di Kamar HCU
Ruang Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Dengan Pembuatan
Standar Operasional Prosedur” ini dapat diselesaikan sesuai rencana.
Laporan ini ditulis untuk memenuhi rangkaian prosedur pendidikan
dan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil golongan II.
Keberhasilan penyusunan laporan aktualisasi ini tidak lepas dari usaha
dan bantuan berbagai pihak. Untuk itu dengan segala ketulusan hati
diucapkan terima kasih kepada yang terhormat.
1. Bpk. Drs. Akhmad Farid Gaftan, M.Si sebagai pembimbing (coach)
yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan,
masukan, dan arahan kepada penulis selama penyelesaian
rancangan aktualisasi ini;
2. Bpk. Bambang Wiyono, S.Kep, Ns selaku mentor yang telah
memberikan saran guna memperbaiki tulisan ini agar menjadi lebih
baik.
3. Para Widyaiswara dan Pendamping yang dengan sabar memberikan
pengetahuan selama kegiatan Latihan Dasar CPNS.
4. Rekan-rekan seperjuangan pelatihan dasar CPNS golongan II
angkatan XX dan XXI 2019.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu dibutuhkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan laporan ini.

Ponorogo, 21 September 2019

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................i


LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... ii
BERITA ACARA........................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iv
DAFTAR ISI ................................................................................................v
DAFTAR TABEL ....................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.................................................................. 1
1. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
a. Tujuan .................................................................................. 4
b. Manfaat ................................................................................ 5
B. Ruang Lingkup Aktualisasi .............................................................. 6
BAB II PROFIL ORGANISASI
A. Deskripsi Organisasi
1. Profil RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo ....................................... 7
2. Kedudukan RSUD di peta Kabupaten Ponorogo ....................... 8
3. Visi dan Misi RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo ......................... 15
B. Tugas Pokok RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo .............................. 16
C. Struktur Organisasi RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo .................... 17
D. Uraian Tugas Jabatan Peserta...................................................... 18
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
A. Penetapan Isu Yang Diangkat ....................................................... 20
B. Gagasan Pemecahan Isu .............................................................. 24
C. Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi ............................................ 25
D. Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi .................................................... 38

v
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Fasilitas Gedung RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo ..................... 9


Tabel 3.1 Seleksi Isu Menggunakan Metode AKP. .................................. 19
Tabel 3.2 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG .................................. 21
Tabel 3.3 Matrik Rencana Kegiatan Aktualisasi ....................................... 22
Tabel 3.4 Jadwal Rancangan Aktualisasi ................................................ 25

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo ............................................. 6


Gambar 2.2 Peta Kabupaten Ponorogo ..................................................... 8
Gambar 2.3 Denah RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo ............................... 10
Gambar 2.4 Struktur Organisasi RSUD Dr. Harjono S ............................. 16

vii
i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang Undang No. 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) pasal 10, fungsi dari
ASN yaitu 1) Pelaksana kebijakan publik 2) Pelayan publik 3) Perekat
dan pemersatu bangsa. Salah satu fungsi ASN yang sangat sering
kita temui yaitu sebagai Pelayan Publik. ASN merupakan sebuah
profesi dimana seseorang harus mengabdikan dirinya kepada negara
dan menjadi pelayan masyarakat dan mendapat amanat untuk
melaksanakan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara. Oleh
sebab itu, seorang ASN dituntut untuk memiliki karakter sebagai
pelayan masyarakat yang baik dengan memiliki nilai-nilai PASTI,
seperti Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif.
Selain itu ASN harus memiliki integritas yang tinggi, netral, bebas dari
intervensi politik, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Atas
dasar nilai-nilai tersebut ASN diharapkan mampu untuk melaksanakan
fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik,
perekat dan pemersatu bangsa.
Sebelum diangkat menjadi ASN, Calon Aparatur Sipil Negara
(CASN) diwajibkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara no. 17
Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan pelatihan Dasar bagi
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II diselenggarakan untuk
membentuk ASN profesional yang berkarakter yaitu ASN yang
karakternya dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai dasar
ASN dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran ASN dalam
NKRI, serta menguasai bidang tugasnya sehingga mampu
melaksankan tugas dan perannya secara professional sebagai
pelayan masyarakat.

1
Untuk mencapai kompetensi ASN / PNS yang profesional, peserta
Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dibekali dengan nilai-nilai dasar
yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan profesi ASN / PNS
secara profesional sebagai pelayan masyarakat yang meliputi:
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti
Korupsi. Kelima nilai-nilai dasar ini untuk selanjutnya diakronimkan
dengan ANEKA.
Keberhasilan pembekalan nilai-nilai dasar profesi ASN / PNS pada
Pelatihan Dasar ini bukan hanya diukur melalui pemahaman kelima
dasar profesi itu, tetapi juga diukur dari kemampuan
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar dalam konteks pekerjaan di
tempat kerja atau di instansi yang ditunjuk sebagai tempat kerja
peserta. Tahap aktualisasi merupakan komponen utama pelaksanaan
Pelatihan Dasar PNS dengan mengangkat agenda pelayanan publik,
Whole of Government dan Manajemen ASN. Pengaktualisasikan
agenda-agenda tersebut pada saat habituasi (penerapan di unit
organisasi) dikaitkan dengan penerapan nilai-nilai dasar ANEKA
sehingga terpatri dari dalam dirinya menjadi Pegawai Negeri Sipil
yang profesional sesuai dengan jabatannya. Dalam hal ini penulis
melakukan aktualisasi di bidang pelayanan keperawatan dimana
penulis bertugas sebagai perawat di Ruang Seruni RSUD Dr. Harjono
S. Ponorogo.
Perawat adalah seorang yang telah lulus pendidikan tinggi
Keperawatan, baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh
Pemerintah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan
profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun
sakit.
Ruang Seruni merupakan bagian dari Instalasi Rawat Inap RSUD
Dr. Harjono S. Ponorogo yang merupakan gabungan dari Intermediate

2
Care dan HCU (High Care Unit). Intermediate Care adalah level atau
tingkatan dimana pasien tidak membutuhkan perawatan intensif,
namun belum bisa di rawat pada tingkat perawatan reguler. HCU
adalah level atau tingkatan dimana pasien dengan kondisi respirasi,
hemodinamik, dan kesadaran yang stabil yang membutuhkan
pelayanan yang komprehensif dan pantuan terus-menerus.
Dalam level HCU semestinya pasien di ruangan ini tidak boleh
terganggu. Selain alasan gangguan, pasien harus benar-benar steril.
Orang dari luar yang masuk bisa saja membawa kuman yang bisa
berdampak buruk bagi pasien di ruangan HCU. Gangguan kecil saja
seperti kebisingan dari aktivitas yang tidak lazim di ruang HCU bisa
membahayakan pasien. Di ruangan ini pasien memerlukan
penanganan dengan konsentrasi penuh. Keselamatan pasien harus
diutamakan.
Berdasarkan hasil pengamatan penulis masih banyak keluarga
pasien yang seenaknya keluar masuk kamar HCU ruang Seruni
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo. Hal ini dikarenakan rendahnya
tingkat kepatuhan keluarga pasien terhadap peraturan berkunjung
pasien dan juga belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP)
tentang aturan berkunjung pasien di RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo.
Hal ini tentunya membuat pasien di kamar HCU menjadi terganggu,
juga mengakibatkan pelayanan kesehatan, pengobatan dan observasi
terhadap pasien menjadi tidak optimal.
Untuk itu penulis merasa perlu untuk melakukan inovasi yaitu
membuat SOP tentang aturan berkunjung pasien di kamar HCU ruang
Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo. SOP tersebut nantinya
dipergunakan sebagai dasar untuk membuat peraturan tentang jam
kunjung pasien, jumlah pengunjung pasien, dan siapa saja yang boleh
mengunjungi pasien. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kepatuhan keluarga pasien terhadap peraturan jam kunjung pasien.
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis mengambil judul
"Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN Dalam Meningkatkan

3
Kepatuhan Keluarga Pasien Tentang Aturan Berkunjung Pasien Di
Kamar HCU Ruang Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan
Pembuatan Standar Operasional Prosedur”.
Sebagai CASN yang porfesional, maka penulis akan berusaha
untuk menjawab permasalahan yang terjadi di kamar HCU ruang
Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan mengaktualisasikan
nilai-nilai akuntabilitas, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi
(ANEKA) ditambah dengan, whole of government.

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Melaksanakan aktualisasi dan habituasi di RSUD Dr.
Harjono S. Ponorogo untuk menjalankan kewajiban sebagi ASN
Perawat Terampil dengan menerapkan nilai-nilai yang telah
didapatkan pada latihan dasar yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Sehingga menjadi menjadi seorang ASN yang prefesional dan
melaksanakan perannya sebagi pelaksana kebijakan, pelayan
masyarakat serta perekat dan pemersatu bangsa.
b. Tujuan Khusus
1) Penulis mampu menerapkan nilai dasar ASN dalam
melaksanakan setiap pekerjaan yang dilakukan dan
berkontribusi dalam mempurkuat visi dan misi organisasi.
2) Penulis mampu melaksanakan tugas dan perannya secara
profesional sebagai pelayan masyarakat, serta sebagai
peserta pelatihan dasar yang dapat mengaktualisasikan
nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) di RSUD Dr.
Harjono S. Ponorogo.

4
2. Manfaat
a. Bagi Penulis
Dengan adanya aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN
ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi), diharapkan penulis mampu membawa
perubahan perilaku yang berdampak positif bagi kemajuan
instansi terkait fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan,
pelayan masyarakat, dan pemersatu bangsa, serta dapat
mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam pekerjaan sehari-
hari di satuan kerja masing-masing
b. Bagi Pasien
1) Pasien merasa aman dan nyaman
2) Mempercepat proses pemulihan kesehatan pasien
c. Bagi Rumah Sakit
1) Terciptanya suasana yang mendukung rasa aman dan
nyaman bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan
petugas
2) Terwujudnya ketertiban dan keamanan di rumah sakit
3) Meningkatkan efesiensi dan efektifitas dalam pemberian
pelayanan kesehatan kepada pasien
4) Peningkatan mutu pelayanan kesehatan
5) Pengembangan peningkatan pelayanan
6) Peningkatan kemampuan kemandirian rumah sakit

5
C. Ruang Lingkup Aktualisasi
Dalam rangka aktualisasi, lokasi aktualisasi dilaksanakan di unit
kerja yaitu kamar HCU ruang Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo.
Kegiatan aktualisasi berupa implementasi dari nilai-nilai dasar ASN
yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen mutu, dan
anti Korupsi (ANEKA).
1. Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pelatihan dasar CPNS dilaksanakan mulai tanggal 3
September 2019 sampai dengan 24 Oktober 2019 dengan lokasi
18 hari (in class – proses pembelajaran di Penginapan Tlogorejo
Desa Gondowido Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo), 30
hari (out class – aktualisasi di unit kerja), dan 4 hari (in class –
evaluasi aktualisasi).
2. Rancangan Kegiatan
Kegiatan dilakukan dengan Tugas Pokok dan Fungsi yang
diberikan. Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN tersebut dilakukan
dalam kegiatan antara lain :
a. Menyusun SOP aturan berkunjung pasien
b. Menetapkan SOP aturan berkunjung pasien
c. Melakukan sosialisasi SOP aturan berkunjung
d. Membuat dan memasang papan pengumuman SOP aturan
berkunjung
e. Melakukan evaluasi penerapan SOP aturan berkunjung
pasien

6
BAB II

PROFIL ORGANISASI

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

Gambar 2.1 RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

RSUD Dr. Harjono S Ponorogo berdiri pada saat


pemerintahan Belanda pada tahun 1917, pada saat itu masih
berupa pos kesehatan dengan keadaan yang sangat sederhana
yang dipimpin oleh seorang dokter dan dibantu oleh 2 orang
pembantu yang masing masing bertugas membantu
pelayanan kesehatan dan membantu dokter apabila sewaktu
waktu tugas lapangan. Kemudian sejalan dengan usaha
peningkatan segi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat
berdasarkan Kepmenkes RI Nomor : 51/ Menkes/SK / II/
1979, RSUD Dr. Harjono S Ponorogo ditetapkan menjadi
Rumah Sakit pemerintah kelas D dan pada tahun 1988 berubah
status menjadi Rumah Sakit tipe C sesuai Kepmenkes RI
Nomor 105/Menkes/SK/II/1988 tentang penetapan Peningkatan

7
Kelas Beberapa Rumah Sakit Umum Pemerintah Kelas D
menjadi Rumah Sakit Umum Pemerintah kelas C.
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dati II Ponorogo
ditetapkan menjadi Unit Swadana Daerah berdasarkan Surat
mendagri Nomor : 445/3952/PUOD tanggal 6 Desember 1994
dan perkembangan selanjutnya Mendagri mengeluarkan
Keputusan Nomor 445.35.540 tentang Pengesahan
Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo
Nomor 11 tahun 1992 tentang Penetapan Rumah Sakit
Umum Daerah 55 Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo
Nomor 1739 tahun 1996 tentang Pelaksanaan Peraturan
Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Ponorogo Nomor 11
tahun 1992 tentang Penetapan Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Daerah tingkat II Ponorogo menjadi Unit Swadana
Daerah.Sesuai dengan keputusan DPRD Kabupaten
Ponorogo Nomor 06/PIMP. DPRD/2002 tentang nama
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Ponorogo dan
dikuatkan oleh Keputusan Bupati Nomor 176 tahun 2002
tentang penetapan Prof. Dr. Harjono Soedigdomarto, Sp.OG
sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Ponorogo, mengingat pada saat itu rumah sakit belum mempunyai
nama khusus.
Pada tahun 2003 Rumah Sakit Umum Daerah Dr.
Harjono S Ponorogo terakreditasi dalam 5 pelayanan, dan
pada tanggal 28 Juli 2004 terjadi perubahan peningkatan
kelas dari kelas C menjadi Kelas B non pendidikan melalui
Penetapan RSUD Dr. Harjono S Ponorogo menjadi RSUD
kelas B Non pendidikan yang diikuti dengan penyempurna
organisasi dan tata kerja oleh Bupati Ponorogo No 11 tahun
2008 pada tanggal 19 Nopember 2008 yang dilaksanakan
pada tanggal 9 Januari 2009.

8
Berdasarkan UU no 44 tahun 2009 pasal ayat 3 menjelaskan
bahwa rumah sakit yang didirikan oleh pemerintah dan
pemerintah daerah harus berbentuk unit pelaksana teknis
daerah dengan pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemberlakuan PPK BLUD (Penerapan Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah) RSUD Dr. Harjono S
Ponorogo mulai tanggal 1 Januari 2012 berdasarkan
Peraturan Bupati per 25 April 2011 nomor 545 tahun 2011
tentang penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan
Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) atau secara penuh pada
Rumah Sakit Daerah (RSUD) Dr. Harjono S Ponorogo
dengan status sebagai PPK-BLUD.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Harjono S Ponorogo pada
tanggal 15 Desember 2015 telah meraih Akreditasi Rumah
Sakit versi 2012 dari KARS dengan predikat paripurna serta
telah meraih Akreditasi Rumah Sakit versi SNARS 2018 pada
tanggal 27 Februari 2019.

2. Kedudukan RSUD dr.Harjono S. Ponorogo di peta Kabupaten


Ponorogo

Gambar 2.2 Peta Kabupaten Ponorogo

9
Konsep yang digunakan dalam penataan gedung dan lahan di
RSUD Dr. Harjono S Ponorogo menggunakan konsep garden
hospital yaitu rumah sakit yang memadukan kesehatan dan
lingkungan di antaranya adalah rumah sakit yang memiliki lahan
terbuka hijau, penataan taman, menggunakan sistem
pencahayaan alami, menggunakan pendingin ruang alami melalui
sirkulasi udara yang memadai. Ruang terbuka hijau di rumah sakit
ini selain difungsikan sebagai ruang publik juga difungsikan
sebagai area kesehatan alami seperti jogging track yang secara
tidak langsung menjadi akan menjadi sarana yang menyehatkan.
RSUD Dr. Harjono S Kabupaten Ponorogo memiliki luas tanah 6,3
HA, dan luas bangunan 16.702,7625 meter persegi. Tabel di
bawah ini akan menjelaskan tentang gedung-gedung yang ada di
RSUD Dr. Harjono S Ponorogo.

Tabel 2.1 Fasilitas gedung RSUD Dr.Harjono S Ponorogo


No Nama Gedung Jumlah Gedung
1. Gedung Poliklinik 1
2. Gedung Manajemen 1
3. Gedung IGD 1
4. Gedung Radiologi 1
5. Gedung Haemodialisa 1
6. Gedung Laboratorium 1
7. Gedung ICU / HCU Bedah 1
8. Gedung Instalasi Bedah Sentral 1
9. Gedung Diklat 1
10. Gedung Seruni 1
11. Gedung ICCU 1
12. Gedung Delima 1
13. Gedung Aster 1
14. Gedung Flamboyan 1
15. Gedung Mawar 1

10
16. Gedung Melati 1
17. Gedung Dahlia 1
18. Gedung Tulip 1
19. Gedung PONEK 1
20. Gedung Teratai 1
21. Gedung Eria 1
22. Gedung Asoka 1
23. Gedung Gudang Farmasi 1
24. Gedung Gudang Non Medis 1
25. Gedung Pemulasaraan Jenazah 1
26. Gedung Instalasi Gizi 1
27. Gedung Laundry 1
28. Gedung CSSD 1
29. Gedung IPS 1
30. Gedung Genset 1
31. Pos Jaga Utara 1
32. Pos Jaga Selatan 1
33. Masjid 1

Gambar 2.3 Denah RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

11
RSUD Dr.Harjono S Ponorogo adalah salah satu rumah sakit
rujukan bagi sektor pelayanan kesehatan baik dari pemerintah
maupun swasta di lingkungan Kabupaten Ponorogo yang
memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdiri dari :
1. Pelayanan gawat darurat
2. Pelayanan rawat jalan
3. Pelayanan rawat inap
4. Pelayanan bedah sentral
5. Pelayanan persalinan dan perinatologi
6. Pelayanan intensif
7. Pelayanan radiologi
8. Pelayanan laboratorium patologi klinik
9. Pelayanan rehabilitasi medic
10. Pelayanan farmasi
11. Pelayanan gizi
12. Pelayanan transfusi darah
13. Pelayanan rekam medis
14. Pengelolaan limbah
15. Pelayanan administrasi manajemen
16. Pelayanan ambulans/kereta jenazah
17. Pelayanan pemulasaraan jenazah
18. Pelayanan laundry
19. Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit
20. Pelayanan Diklat
21. Pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
22. Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
23. Pelayanan Hemodialisa
24. Pelayanan Endoscopy

12
RSUD Dr. Harjono S Ponorogo juga memiliki 20 SMF (Staf
Medis Fungsional), 16 Instalasi, dan 18 poliklinik rawat jalan.
Staf Medis Fungsional yang ada meliputi :
1. Penyakit Dalam (Interna)
2. Kardiologi
3. Paru
4. Bedah Umum
5. Bedah Syaraf
6. Orthopaedi dan Traumatologi
7. Obstetri dan Gynekologi
8. Anak
9. Anasthesi dan Reanimasi
10. Neurologi
11. Dokter Umum
12. Mata
13. THT
14. Kulit dan Kelamin
15. Patologi Klinik
16. Patologi Anatomi
17. Radiologi
18. Rehabilitasi Medis
19. Psikiatri
20. Gigi dan Mulut

Instalasi yang ada di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo meliputi :

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Gawat Darurat
3. Instalasi Rawat Inap
4. Instalasi Rawat Inap Intensif
5. Instalasi Bedah Sentral
6. Instalasi Sterilisasi Sentral
7. Instalasi Pemeliharaan Sarana

13
8. Instalasi Laboratorium
9. Instalasi Farmasi
10. Instalasi Hemodialisa
11. Instalasi Rehabilitasi Medis
12. Instalasi Radiologi
13. Instalasi Gizi
14. Instalasi Penyehatan Lingkungan
15. Instalasi Promosi Kesehatan.
16. Instalasi Jenazah.

Poliklinik rawat jalan yang ada di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo


meliputi :

1. Penyakit Dalam (Interna)


2. Kardiologi
3. Paru
4. Bedah Umum
5. Bedah Syaraf
6. Orthopaedi dan Traumatologi
7. THT
8. Obstetri dan Gynekologi
9. Anak
10. Tumbuh Kembang
11. Umum
12. Neurologi
13. Mata
14. Kulit dan Kelamin
15. Psikiatri
16. Psikologi
17. VCT
18. Gigi dan Mulut.

14
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo memiliki 387 tempat tidur
yang meliputi ruang rawat inap kelas I, II, dan III, ruang rawat inap
utama dan VIP. Sedangkan untuk Instalasi Bedah Sentral (IBS)
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo memiliki 8 ruang operasi untuk
operasi elektif dan 3 kamar operasi di Gedung PONEK. Untuk
Instalasi Rawat Intensif terdiri dari Ruang Perawatan Intensive
Cardiac Care Unit (ICCU) memiliki 10 tempat tidur, Neonatal
Intensif Care Unit (NICU) memiliki 6 tempat tidur, Pediatric
Intensive Care Unit memiliki 8 tempat tidur, Intermediate Care +
High Care Unit (Ruang Seruni) memiliki 26 tempat tidur dan High
Care Unit (HCU) Bedah memiliki 18 tempat tidur.

3. Visi dan misi Rumah Sakit


a. Visi
Terwujudnya RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo sebagai pilihan
utama pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten
Ponorogo dan sekitarnya.
b. Misi
Misi RSUD Dr Harjono S. Ponorogo adalah:
1. Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
2. Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan
sumber daya rumah sakit, baik medis, paramedis maupun
tenaga yang lain.
3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan
prasarana rumah sakit baik medis maupun non medis.
4. Memberikan kontribusi nyata untuk Pendidikan ,Pelatihan
dan Penelitian yang terintegrasi dengan pelayanan dalam
rangka meningkatkan SDM dan IPTEK.
5. Meningkatkan koordinasi karyawan, pemerintah dan
lembaga masyarakat untuk mencapai kepentingan
bersama.

15
B. Tugas Pokok Organisasi
1. Tugas pokok RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo, yaitu melaksanakan
upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasil guna
dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang
dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya
peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan.
2. Melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan
rumah sakit kelas B Pendidikan.

16
C. Struktur Organisasi

Gambar 2.4 Struktur Organisasi RSUD Dr.Harjono S. Ponorogo

17
D. Uraian Tugas Peserta
Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Republik Indonesia dan Reformasi Birokrasi nomor 25 Tahun 2014
tentang Jabatan Fungsional Perawat dan Angka Kreditnya bahwa
perawat adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung
jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang
berwenang untuk melakukan kegiatan pelayanan keperawatan pada
Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan
lainnya dengan tugas pokok adalah melakukan kegiatan pelayanan
keperawatan yang meliputi asuhan keperawatan, pengelolaan
keperawatan dan pengabdian pada masyarakat. Berikut tupoksi
Perawat Terampil berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun
2014 :
1. Melakukan pengkajian keperawatan dasar pada individu;
2. Mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat pada individu dalam
rangka melakukan upaya promotif;
3. Membuat media untuk peningkatan perilaku hidup bersih dan
sehat pada individu dalam rangka melakukan upaya promotif;
4. Memfasilitasi penggunaan alat-alat pengamanan atau pelindung
fisik pada pasien untuk mencegah risiko cedera pada individu
dalam rangka upaya preventif;
5. Memantau perkembangan pasien sesuai dengan kondisinya
(melakukan pemeriksaan fisik, mengamati keadaan pasien) pada
individu dalam rangka upaya preventif;
6. Memfasilitasi penggunaan pelindung diri pada kelompok dalam
rangka melakukan upaya preventif;
7. Memberikan oksigenasi sederhana;
8. Memberikan bantuan hidup dasar;
9. Melakukan pengukuran antropometri;
10. Melakukan fasilitasi pasien dalam memenuhi kebutuhan eliminasi;
11. memantau keseimbangan cairan dan elektrolit pasien;

18
12. Melakukan mobilisasi posisi pasien;
13. Mempertahankan posisi anatomis pasien;
14. Melakukan fiksasi fisik;
15. Memfasilitasi lingkungan yang mendukung istirahat;
16. Memfasilitasi kebiasaan tidur pasien;
17. Memfasilitasi penggunaan pakaian yang mendukung kenyamanan
pada pasien;
18. Melakukan pemeliharaan diri pasien;
19. Memandikan pasien;
20. Membersihkan mulut pasien;
21. Melakukan kegiatan kompres hangat/dingin;
22. Mempertahankan suhu tubuh saat tindakan (memasang warming
blanket);
23. Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan
keperawatan;
24. Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying
care);
25. Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai
meninggal;
26. Memberikan dukungan dalam proses kehilangan, berduka dan
kematian;
27. Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman;
28. Melakukan dokumentasi pelaksanaan tindakan keperawatan
29. Menyusun rencana kegiatan individu perawat;
30. Melaksanakan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan;
31. Melaksanakan tugas lapangan di bidang kesehatan;
32. Melaksanakan penanggulangan penyakit/ wabah tertentu; dan
33. Melakukan supervisi lapangan.

19
BAB III

RANCANGAN AKTUALISASI

A. Identifikasi Isu
1. Unit Kerja
Ruang Seruni, RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo
2. Jabatan
Perawat Terampil

Berdasarkan pengalaman bekerja selama satu bulan di Ruang


Seruni RSUD dr. Harjono S. Ponorogo, terdapat beberapa isu yang
berkaitan dengan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi),
Pelayanan Mutu, Manajemen ASN, dan Whole of Government. Isu-isu
tersebut mempengaruhi pelayanan keperawatan terhadap pasien di
Ruang Seruni RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo sehingga perlu
diidentifikasi dan ditemukan gagasan penyelesaiannya.

Tabel 3.1 Identifikasi Isu


Sumber Kondisi Saat Kondisi yang
No Identifikasi Isu
Isu Ini Diharapkan
Rendahnya Kamar Keluarga Keluarga
tingkat HCU pasien pasien patuh
kepatuhan Ruang kurang patuh terhadap
1. keluarga pasien Seruni tentang aturan
tentang aturan RSUD Dr. aturan berkunjung
berkunjung Harjono S. berkunjung pasien
pasien Ponorogo
Rendahnya Kamar Keluarga Keluarga
2.
tingkat HCU pasien pasien tahu

20
pengetahuan Ruang kurang tahu tentang 6
keluarga pasien Seruni tentang 6 langkah cuci
tentang 6 RSUD Dr. langkah cuci tangan
langkah cuci Harjono S. tangan
tangan Ponorogo
Rendahnya Kamar Keluarga Keluarga
tingkat HCU pasien pasien tahu
pengetahuan Ruang kurang tahu tentang 5
3. keluarga pasien Seruni tentang 5 momen hand
tentang 5 RSUD Dr. momen hand hygiene
momen hand Harjono S. hygiene
hygiene Ponorogo
Rendahnya Ruang Pasien Pasien patuh
tingkat Seruni kurang patuh tentang
kepatuhan RSUD Dr. tentang rencana
4.
pasien tentang Harjono S. rencana pengobatan
rencana Ponorogo pengobatan
pengobatan

Dari beberapa isu di atas, langkah selanjutnya adalah


menganalisis isu tersebut menggunakan metode AKPK (Aktual,
Kekhalayakan, Problematika dan Kelayakan) untuk mengetahui isu
mana yang menjadi isu dominan.

21
Tabel 3.2 Seleksi Isu Menggunakan Metode AKPL
No Isu A K P L Total
Rendahnya tingkat kepatuhan keluarga
1. pasien tentang aturan berkunjung 5 5 5 5 20
pasien
Rendahnya tingkat pengetahuan
2. keluarga pasien tentang 6 langkah cuci 4 3 2 4 13
tangan
Rendahnya tingkat pengetahuan
3. keluarga pasien tentang 5 momen 3 3 2 4 12
hand hygiene
Rendahnya tingkat kepatuhan pasien
4. 3 1 1 3 8
tentang rencana pengobatan

Kriteria penetapan :
Aktual
1 : pernah benar-benar terjadi
2 : benar-benar sering terjadi
3 : benar-benar terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4 : benar-benar terjadi terkadang menjadi bahan pembicaran
5 : benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan

Khalayak
1 : tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2 : sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3 : cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4 : menyangkut hajat hidup orang banyak
5 : sangat menyangkut hajat hidup orang banyak

Problematik
1 : masalah sederhana
2 : masalah kurang kompleks

22
3 : masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera dicarikan
solusi
4 : masalah kompleks
5 : masalah sangat kompleks sehingga perlu dicarikan segera
solusinya

Layak
1 : masuk akal
2 : realistis
3 : cukup masuk akal dan realistis
4 : masuk akal dan realistis
5 : masuk akal, realistis, dan relevan untuk dimunculkan inisiatif
pemecahan masalahnya.

Dari lima isu di atas, dikerucutkan menjadi tiga isu. Dengan


menggunakan metode Urgency (U), Seriousness (S) dan Growth (G).

Tabel 3.3 Seleksi Isu Menggunakan Metode USG


No Isu U S G Total
Rendahnya tingkat kepatuhan keluarga
1. pasien tentang aturan berkunjung 5 5 4 14
pasien
Rendahnya tingkat pengetahuan
2. keluarga pasien tentang 6 langkah cuci 4 4 2 10
tangan

Kriteria penetapan:
Urgency
1 : tidak penting
2 : kurang penting
3 : cukup penting
4 : penting
5 : sangat penting

23
Seriousness
1 : akibat yang ditimbulkan tidak serius
2 : akibat yang ditimbulkan kurang serius
3 : akibat yang ditimbulkan cukup serius
4 : akibat yang ditimbulkan serius
5 : akibat yang ditimbulkan sangat serius

Growth
1. tidak berkembang
2. kurang berkembang
3. cukup berkembang
4. berkembang
5. sangat berkembang

B. Penetapan Isu
Berdasarkan pendekatan analisis teknik AKPL dan USG tersebut,
maka kesimpulan yang diperoleh mengarah pada isu: “Rendahnya
tingkat kepatuhan keluarga pasien tentang aturan berkunjung
pasien” merupakan hal yang mendesak, sehingga jika tidak ditangani
maka akan berdampak pada :
1. Tidak terciptanya suasana aman dan nyaman bagi pasien
2. Tidak terciptanya ketertiban di kamar HCU
3. Menurunnya mutu pelayanan petugas kesehatan terhadap pasien
4. Waktu istirahat pasien menjadi terganggu
5. Proses pemulihan kesehatan pasien yang menjadi lama

24
C. Gagasan Pemecahan Isu
Unit Kerja : RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo
Identifikasi Isu : 1. Rendahnya tingkat kepatuhan keluarga
pasien tentang aturan berkunjung pasien
2. Rendahnya tingkat kepatuhan
pengetahuan keluarga pasien tentang 6
langkah cuci tangan
Isu Yang Diangkat : Rendahnya tingkat kepatuhan keluarga
pasien tentang aturan berkunjung pasien
Gagasan : Dalam meningkatkan kepatuhan keluarga
Pemecahan Isu pasien tentang aturan berkunjung pasien di
kamar HCU ruang Seruni RSUD Dr. Harjono
S. Ponorogo dengan inovasi penyusunan
Standar Operasional Prosedur aturan
berkunjung pasien
Rangkaian : 1. Melakukan konsultasi kepada mentor
Kegiatan membahas rencana kegiatan
Aktualisasi 2. Menyampaikan rancangan kegiatan
aktualisasi kepada coach (pembim
bing)
3. Melakukan koordinasi dengan seksie
Humas RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo
4. Menyusun SOP aturan berkunjung pasien
5. Menetapkan SOP aturan berkunjung
pasien
6. Melakukan sosialisasi SOP aturan
berkunjung
7. Membuat dan memasang papan
pengumuman SOP aturan berkunjung
8. Melakukan evaluasi penerapan SOP
aturan berkunjung pasien

25
Tabel 3.4 Matrik Rencana Kegiatan

Keterkaitan Kontribusi
N Tahapan Penguatan Nilai
Kegiatan Output / Hasil Substansi Mata Terhadap Visi
O Kegiatan Organisasi
Pelatihan Misi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Menghubu 1. Adanya 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
konsultasi ngi mentor persamaan Melakukan mendukung Visi organisasi
kepada 2. Menyampai persepsi komunikasi yang rumah sakit
mentor kan dengan baik, sopan, dan yaitu :
membahas rencana mentor saling Terwujudnya
kegiatan kegiatan 2. Bukti fisik : menghormati RSUD Dr.
3. Mencatat a. Notulensi 2. Akuntabilitas Harjono S.
masukan konsultasi Melakukan Ponorogo
dan saran b. Lembar koordinasi dengan sebagai pilihan
dari mentor pernyata penuh tanggung utama
an jawab pelayanan
dukungan 3. Nasionalisme kesehatan bagi
mentor Menyampaikan masyarakat
c. Dokumen dan menghargai Kabupaten

26
tasi pendapat, sesuai Ponorogo dan
kegiatan isi pancasila yaitu sekitarnya.
sila ke-4, adanya
musyawarah Dengan
dalam didukung Misi
menentukan isu, rumah sakit
gagasan yaitu :
pemecahan isu, Meningkatkan
dan implementasi mutu dan
sehingga terjadi pelayanan
kesepakatan rumah sakit
4. Komitmen Mutu
Efektif dan efisien
dalam
menentukan isu
5. Anti Korupsi
Jujur, disiplin dan
tepat waktu

27
2. Menyampai 1. Menghubun 1. Adanya 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
kan gi coach persamaan Melakukan mendukung Visi organisasi
kegiatan (pembim persepsi komunikasi yang rumah sakit
aktualisasi bing) dengan baik, sopan, dan yaitu :
kepada 2. Menyampai mentor saling Terwujudnya
coach kan 2. Bukti fisik : menghormati RSUD Dr.
(pembim rancangan a. Notulensi 2. Akuntabilitas Harjono S.
bing) kegiatan konsultasi Melakukan Ponorogo
aktualisasi b. Lembar koordinasi dengan sebagai pilihan
3. Mencatat pernyata penuh tanggung utama
masukan dan an jawab pelayanan
saran dari dukungan 3. Nasionalisme kesehatan bagi
coach mentor Menyampaikan masyarakat
(pembim c. Dokumen dan menghargai Kabupaten
bing) tasi pendapat, sesuai Ponorogo dan
kegiatan isi pancasila yaitu sekitarnya.
sila ke-4, adanya
musyawarah Dengan

28
dalam didukung Misi
menentukan isu, rumah sakit
gagasan yaitu :
pemecahan isu, Meningkatkan
dan implementasi mutu dan
sehingga terjadi pelayanan
kesepakatan rumah sakit
4. Komitmen Mutu
Efektif dan efisien
dalam
menentukan isu
5. Anti Korupsi
Jujur, disiplin dan
tepat waktu
3. Melakukan 1. Menghubun Tercapainya 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
koordinasi gi seksie koordinasi / Melakukan mendukung Visi organisasi
dengan Humas kerjasama yang komunikasi yang rumah sakit
seksie 2. Menyampai baik baik, sopan, dan yaitu :
Humas kan saling Terwujudnya

29
RSUD Dr. rancangan menghormati RSUD Dr.
Harjono S. kegiatan 2. Akuntabilitas Harjono S.
Ponorogo aktualisasi Melakukan Ponorogo
3. Mencatat koordinasi dengan sebagai pilihan
masukan dan penuh tanggung utama
saran dari sie jawab pelayanan
Humas 3. Nasionalisme kesehatan bagi
Menyampaikan masyarakat
dan menghargai Kabupaten
pendapat, sesuai Ponorogo dan
isi pancasila yaitu sekitarnya.
sila ke-4, adanya
musyawarah Dengan
dalam didukung Misi
menentukan isu, rumah sakit
gagasan yaitu :
pemecahan isu, Meningkatkan
dan implementasi mutu dan
sehingga terjadi pelayanan

30
kesepakatan rumah sakit
4. Menyusun 1. Membahas SOP aturan 1. Komitmen Mutu Kegiatan ini Etika
SOP aturan rancangan berkunjung Efektif dan efisien mendukung Visi organisasi
berkunjung SOP pasien dalam rumah sakit
pasien 2. Memperbaiki penyusunan SOP yaitu :
dan finalisasi 2. Akuntabilitas Terwujudnya
SOP Melakukan RSUD Dr.
3. Melakukan koordinasi dengan Harjono S.
uji coba SOP penuh tanggung Ponorogo
4. Melakukan jawab sebagai pilihan
perbaikan 3. Nasionalisme utama
atas uji coba Menyampaikan, pelayanan
SOP menghargai saran kesehatan bagi
dan pendapat, masyarakat
sesuai isi Kabupaten
pancasila yaitu sila Ponorogo dan
ke-4 sekitarnya.

Dengan

31
didukung Misi
rumah sakit
yaitu :
Meningkatkan
mutu dan
pelayanan rumah
sakit
5. Menetapkan 1. Menghubu 1. SOP aturan 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
SOP aturan ngi mentor berkunjung Melakukan mendukung Visi organisasi
berkunjung 2. Menyampai pasien komunikasi yang rumah sakit
pasien kan materi 2. Bukti fisik : baik, sopan, dan yaitu :
SOP a. Notulensi saling Terwujudnya
3. Mengajukan konsultasi menghormati RSUD Dr.
penetapan b. Lembar 2. Akuntabilitas Harjono S.
SOP pernyata Melakukan Ponorogo
an koordinasi dengan sebagai pilihan
dukungan penuh tanggung utama
mentor jawab pelayanan
c. Dokumen 3. Nasionalisme kesehatan bagi

32
tasi Menyampaikan, masyarakat
kegiatan menghargai saran Kabupaten
dan pendapat, Ponorogo dan
sesuai isi sekitarnya.
pancasila yaitu sila
ke-4 Dengan
didukung Misi
rumah sakit
yaitu :
Meningkatkan
mutu dan
pelayanan rumah
sakit
6. Melakukan 1. Menyusun 1. Adanya 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
sosialisasi jadwal pemahaman Melakukan mendukung Visi Organisasi
SOP aturan sosialisasi terhadap komunikasi yang rumah sakit
berkunjung 2. Melakukan materi baik, sopan, dan yaitu :
pasien sosialisasi sosialisasi saling Terwujudnya
SOP kepada 2. Bukti fisik : menghormati RSUD Dr.

33
keluarga a. Jadwal Harjono S.
pasien sosialisa 2. Akuntabilitas Ponorogo
si Melakukan sebagai pilihan
b. Dokumen koordinasi dengan utama
tasi penuh tanggung pelayanan
kegiatan jawab kesehatan bagi
3. Nasionalisme masyarakat
Menyampaikan, Kabupaten
menghargai saran Ponorogo dan
dan pendapat, sekitarnya.
sesuai isi
pancasila yaitu sila Dengan
ke-4 didukung Misi
rumah sakit
yaitu :
Meningkatkan
mutu dan
pelayanan
rumah sakit

34
7. Membuat 1. Membuat Papan 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
dan papan pengumuman Melakukan mendukung Visi Organisasi
memasang pengumu sudah komunikasi yang rumah sakit
papan man terpasang di baik, sopan, dan yaitu :
pengumu 2. Menentukan lokasi strategis saling Terwujudnya
man SOP lokasi menghormati RSUD Dr.
aturan pemasangan 2. Akuntabilitas Harjono S.
berkunjung 3. Memasang Melakukan Ponorogo
pasien papan koordinasi dengan sebagai pilihan
pengumu penuh tanggung utama
man jawab pelayanan
3. Nasionalisme kesehatan bagi
Menyampaikan, masyarakat
menghargai saran Kabupaten
dan pendapat, Ponorogo dan
sesuai isi sekitarnya.
pancasila yaitu sila
ke-4 Dengan didukung

35
Misi rumah sakit
yaitu :
1. Meningkatkan
mutu dan
pelayanan
rumah sakit
2. Meningkatkan
kualitas dan
kuantitas
sarana dan
prasarana
rumah sakit
baik medis
maupun non
medis
8. Melakukan Melakukan 1. Tingkat 1. Etika Publik Kegiatan ini Etika
evaluasi evaluasi kepatuhan Melakukan mendukung Visi Organisasi
penerapan penerapan SOP keluarga komunikasi yang rumah sakit
SOP pasien dalam baik, sopan, dan yaitu :

36
berkunjung saling Terwujudnya
2. Bukti fisik : menghormati RSUD Dr.
Cheklist 2. Akuntabilitas Harjono S.
Melakukan Ponorogo
koordinasi dengan sebagai pilihan
penuh tanggung utama
jawab pelayanan
3. Nasionalisme kesehatan bagi
Menyampaikan, masyarakat
menghargai saran Kabupaten
dan pendapat, Ponorogo dan
sesuai isi sekitarnya.
pancasila yaitu sila Dengan
ke-4 didukung Misi
rumah sakit
yaitu :
Meningkatkan
mutu dan
pelayanan rumah

37
sakit
D. Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi
Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi dijabarkan pada tabel di bawah ini
Tabel 3.5 Jadwal Kegiatan Rencana Aktualisasi
Minggu Habituasi Ke
NO Kegiatan September Oktober
1 2 3 4 1 2 3 4

Melakukan konsultasi kepada mentor membahas rencana


1.
kegiatan

Menyampaikan rancangan kegiatan aktualisasi kepada coach


2.
(pembimbing)

Melakukan koordinasi dengan seksie Humas RSUD Dr. Harjono


3.
S. Ponorogo

4. Menyusun SOP aturan berkunjung pasien

5. Menetapkan SOP aturan berkunjung pasien

38
6. Melakukan sosialisasi SOP aturan berkunjung pasien

Membuat dan memasang papan pengumuman SOP aturan


7.
berkunjung pasien

8. Melakukan evaluasi penerapan SOP

Keterangan : Diklat On-Class , Pelaksanaan Kegiatan (Habituasi)

39
40
41