Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini bukan hanya membawa kesejahteraan

bagi umat manusia di segala bidang kehidupan,tetapi juga menimbulkan akibat yang tidak

diharapkan. Salah satu akibat yang tidak diharapkan tersebut adalah meningkatnya kuantitas

maupun kualitas tindak kejahatan, khusunya yang berkaitan dengan upaya pelaku tindak pidana

dalam usaha menghilangkan sarana bukti, sehingga tidak jarang dijumpai kesulitan bagi para

petugas hukum untuk mengetahui identitas korban. Bidang kedokteran gigi forensik merupakan

cabang dari ilmu kedokteran gigi yang dapat membantu penegakan hukum serta keadilan.

Kedokteran gigi forensik adalah bidang kedokteran gigi yang melibatkan pengumpulan, dan

interpretasi bukti dental yang berhubungan dengan bidang kriminalitas. Sesuai dengan bidangnya,

dokter gigi dapat mengidentifikasi pelaku dengan melihat gigi geligi. Gigi merupakan salah satu

sarana identifikasi yang dapat dipercaya karena karakteristik gigi geligi yang sangat individualis

sehingga dapat membantu mengidentifikasi pelaku dengan baik. Salah satu cara yang umum

dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku adalah dengan membuat cetakan dari bekas gigitan (bite

mark) yang ditemukan sehingga dapat dilakukan analisis bentuk dan lengkung serta relasi rahang

yang dapat dicocokkan pada tersangka yang mungkin meninggalkan bekas gigitan tersebut (Costa

dkk, 2016).Pola bekas gigitan ( bite mark) pada kulit terutama dipengaruhi oleh tekanan dan

lamanya waktu gigitan. Selain itu, faktor-faktor lain seperti faktor mekanis dan fisiologis berperan

dalam munculnya bite mark. Bite mark pada manusia yang paling sering terdiri atas abrasi dangkal

dengan atau tanpa perdarahan dan muncul lengkungan. Kehadiran bukti fisik seperti bite mark

dalam kasus pemerkosaan, pembunuhan dan kekerasan dianggap sangat berharga. Bite mark
adalah bukti paling umum dalam kasus pemerkosaan. Tanda ini juga berperan dalam menentukan

jenis kekerasan fisik dan usia pelaku kriminal (Padmakumar dkk, 2014; Prasad, 2013).

BAB IV

KESIMPULAN

Kedokteran gigi forensik adalah bidang kedokteran gigi yang melibatkan pengumpulan,

dan interpretasi bukti dental yang berhubungan dengan bidang kriminalitas. Sesuai dengan

bidangnya, dokter gigi dapat mengidentifikasi pelaku atau korban dengan melihat gigi geligi. Salah

satu cara yang umum dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku adalah dengan membuat cetakan

dari bekas gigitan (bite mark) yang ditemukan. Tanda gigitan yang ditimbulkan pada korban dapat

digunakan sebagai bantuan efektif untuk memberikan petunjuk mengeni tersangka pada beberapa

kasus. Keunikan dari bekas gigitan adalah terdapatciri spesifik dari susunan gigi seperti fraktur,

rotasi,attritional wear, dan, malformasi kongenital yang akan sangat membantu dalam

mengidentifikasi penyebabnya.
DAFTAR PUSAKA

Padmakumar, S.K., Beena, V.T., Salmanulfaris, N., Acharya, A.B.,


Indu, G., Kumar, S.J. 2014. Case Report Bite Mark Analysis. Oral and
Maxillofacial Pathology. 5(2):488-490
Costa ST1, Carvalho GP1, Matoso RI1, Freire AR1, Junior ED2,
Prado FB1, Rossi AC. 2016. Identification of Suspect by Bite Mark
Analysis in a Dead Woman: A Case Report. Austin Journal of
Forensic Science and Criminology. 3(1) : 1-5