Anda di halaman 1dari 9

1.

Kontrol Panel

o Fungsi: untuk menghidupkan dan mematikan pesawat sinar X


o Cara penggunaan:
 Untuk mematikan: ON-OFF-tombol merah
 Untuk menghidupkan: OFF-ON-tombol hijau

2. Kontrol Tabel

o Fungsi: mengontrol kualitas dan kuantitas energi atau daya tembus sinar X.

Dalam kontrol tabel ada tombol kV, mA, dan s yang disebut sebagai faktor eksposi.
Faktor eksposi adalah berapa besar daya tembus yang diberikan dengan memberi
beda potensial pada katoda dan anoda.

a. LV (Line Volt) → untuk mengukur tegangan pesawat sudah sesuai atau belum.
b. kV (Kilo Volt) → tegangan tabung untuk memproduksi sinar X
c. mA (mili Ampere) → menentukan arus filamen pada tabung untuk memproduksi
sinar X
d. s (second) → menentukan lamanya radiasi sinar X yang akan keluar
3. Tombol Expose

o Fungsi: untuk mengatur jarak dan lamanya penyinaran


o Cara penggunaan: tekan tombol Ready-tahan-tekan tombol Xray

4. Light Case (Viewing Box)

N
o Fungsi: untuk memudahkan seorang radiografer untuk melihat radiograf
o Cara Penggunaan:
 Sambungkan kabel ke aliran listrik
 Nyalakan light case dengan menekan tombol ON
 Setelah selesai digunakan matikan light case dengan menekan
kembali tombol ON
 Cabut kabel dari aliran listrik

5. Tabung Pesawat X ray

Terbuat dari bahan gelas yang hampa udara di dalam tabung, disinilah sinar X
terbentuk.
Cara penggunaan:
 Hidupkan panel control dengan menekan tombol hijau
 Switch ON pada meja pesawat
 Atur LV pada meja pesawat dengan menekan tombol LV (merah) dan
pastikan jarum menunjuk pada posisi 220 volt (garis merah), apabila belum
tepat putar LV hingga sesuai
 Pilih tabung Xray tube pada tube 2
 Kontrol lampu indikator
 Setelah pemanasan selama kurang lebih 10 menit, kontrol pesawt dengan
cara:
a. Diafragma kolimator ditutup
b. Atur mA timer dan kV sekecil mungkin
c. Lakukan eksposi, apabila Xray yang keluar pada jarum petunjuk mA
bergerak
 Pesawat X ray siap dioperasikan
FFD (Fn ocus Film Distant): untuk mengukur jarak antara titik fokus dari tabung
sinar x ke pertengahan kaset

6. Sudut Kemiringan
o Fungsi: untuk mengatur sudut pada pemeriksaan
o Cara Penggunaan: putar tabung dan sesuaikan dengan kebutuhan

7. Kolimator
o Fungsi: sebagai pengatur dan membatasi luas lapangan penyinaran

8. Meja Pemeriksaan

o Fungsi: tempat untuk peneriksaan pasien, terutama untuk pasien pada posisi
pemeriksaan supine.

9. Standar K aset

o Fungsi: untuk tempat kaset


10. Apron

o Fungsi: untuk melindungi organ-organ penting di tubuh dari radiasi hambur

11. Grid
o Fungsi: untuk mengurangi radiasi hambur dan menembus objek yang tebal

12. Hanger

Hanger

Film

o Fungsi: untuk menjepit film pada saat processing fim

13. Film
Terbuat dari AgBr yang sensitif terhadap cahaya tampak

14. Kaset
o Fungsi:
a. Media untuk membawa film dari kamar gelap ke ruang pemeriksaan dan
sebaliknya
b. Untuk menjaga film agar film kontak/ menempel rapat secara
menyeluruh dengan IS
c. Melindungi fim dari cahaya
d. Melindungi IS dari kerusakan akibat tekanan mekanik
e. Melindungi IS dari kotoran dan debu

o Urutan Kaset:
Dari depan ke belakang
Cov er depan→ spon→ IS depan→ IS belakang→ spon→ Pb→ cover belakang.

15. Meteran
o Fungsi: untuk mengukur jarak FFD dari titik fokus pesawat

16. Safe Light


o Fungsi: membantu penerangan ketika lampu utama dimatika
o Cara Penggunaan:
1. Sambungkan kabel safe light dengan alian listrik
2. Nyalakan safe light dengan menekan tombol ON
3. Setelah selesai digunakan tekan kembali tombol ON
4. Cabut kabel dari aliran listrik

Komponen-Komponen yang Ada di Kamar Gelap

A. Processing Film
 Tangki developing (pembangkitan)
Cara pembuatan larutan:
1. Siapkan wadah penampung air
2. Panaskan ai dengan menggunakan heater, hingga mencapai suhu 50o C,
masukkan air yang sudah dipanaskan ke dalam wadah
3. Buka pembungkus developing serbuk
4. Masukkan larutan A dan B, aduk hingga larut
5. Larutan siap digunakan

 Tangki Rinsing (pembilasan)


Film dicuci dengan air untuk membersihkan sisa larutan developing

 Tangki Fixing (penetapan)


Cairan ini berbentuk garam, setelah di bilas selama 10 menit kemudian
dimasukkan ke dalam tangki penetapan selama 10 menit.
Fixation kristal halida perak yang tidak sensitif pada emulsi disingkirkan
untuk menempatkan bagian putih.

Cara pembuatan fixing:


1. Siapkan wadah air
2. Panaskan air dengan menggunakan heater, hingga mencapai suhu 30o C,
masukkan air yang sudah dipanaskan ke dalam wadah
3. Buka pembungkus fixing serbuk
4. Masukkan serbuk fixer dan aduk hingga larut
5. Cairan siap digunakan

 Tangki Washing
Film dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa-sisa larutan fixer

Cara penggunaan:
1. Nyalakan lampu safe light dan padamakan lampu utama
2. Jepit film menggunakan hanger sesuai ukuran
3. Masukkan film ke dalam larutan developer
4. Lakuka n inspeksi dengan menerawang (viewing)
5. Perkirakan tingkat kehitaman
6. Bilas film pada larutan rinsing selama 10-20 detik
7. Masukkan film ke dalam tangki fixer selama 10 menit
8. Setelah itu masukkan film kembali ke dalam tangki washing selama 20 menit
9. Keringkan menggunakan mesin pengering selama ±20 menit
10. Film sudah siap untuk di evaluasi (didiagnosa)
B. Mesin Pengering (Drying Machine)

 Tombol FAN
Untuk menyalakan fan pada mesin pengering, sehingga panas dalam mesin
pengering merata
 Tombol Heat
Untuk memanaskan mesin pengering agar mesin pengering memanas
 Tombol ON
Untuk menyalakan mesin pengering saat akan digunakan
 Tombol OFF
Untuk mematikan mesin pengering setelah selesai digunakan
 Termostat
 Untuk mengatur suhu yang kita inginkan saat pengeringan film

Cara penggunaan:

1. Sambungkan kabel pengering dengan listrik


2. Nyalakan mesin pengering dengan menekan tombol ON
3. Naikkan heat agar mesin pengering memanas
4. Naikkan fan agar panas dalam mesin pengering merata
5. Kemudian atur suhu yang diinginkan
6. Masukkan film yang telah dijepit hanger ke dalam mesin pengering
7. Angkatlah film setelah benar-benar kering
8. Setelah selesai menggunakan, turunkan heat dan fan
9. Matikan mesin pengering dengan menekan tombol OFF
10. Cabut kabel dari aliran listrik