Anda di halaman 1dari 2

Refleksi Psikologi Kognitif 26 September 2019

Adek Titiek Chumaerah


C021181310
Psikologi B 2018

What Happened
Pertemuan hari itu diampuh oleh Ibu Mayen dan dilaksanakan pada hari
kamis, pukul 3 sore. Tidak seperti biasanya, karena pertemuan hari itu adalah hari
pengganti dari jadwal yang seharusnya, yaitu hari rabu. Materi kami hari itu ialah
mengenai atensi, dan dilakukan dengan sistem kuliah interaktif dari dosen, dimana
dosen menjelaskan mengenai mmateri dan kami mendengarkan. Atensi sendiri
merupakan proses mental dalam memfokuskan keadaan sadar terhadap aspek
tertentu yang merupakan stimulus eksternal. Kemudian, ada dua tipe atensi, yaitu
focused attention dan devided attention. focused attention ini merupakan fokus
yang hanya ditujukan pada satu stimulus khusus, sedangkan devided attention yaitu
ketika atensi dapat melakukan pengamatan lebih dari satu stimulus. Ada beberapa
hal yang memengaruhi atensi, yaitu task difficulty atau tingkat kesukaran, practice
atau latihan (semakin sering dilakukan maka akan semakin terbiasa), dan similiarity
atau kesamaan dalam atensi. Sementara, ada dua proses atensi. Pertama, controlled
processing, yaitu proses atensi yang lamban, tuntutan berat, memiliki kapasitas
terbatas tapi mencakup proses fleksibel. Dan kedua, automatic processing, yaitu
berlangsung tiba-tiba, berkesinambungan, tidak memerlukan atensi khusus dan
tidak dipengaruhi kapasitas stimulus. Setelah itu, kami dibentuk menjadi kelompok
dengan beranggotakan 3 orang terdekat yang duduk didekat kami. kami diberi 12
teori yang harus kami cari dan pahami, dan setiap kelompok mendapat tugas yang
sama.

What Happened on Me
Pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang menggantikan jam dihari
sebelumnya yang sesuai jadwal. Saya memulai kelas hari itu dengan mood yang
tidak terlalu baik, sehingga ketika mendengarkan materi dan berupaya memahami,
saya tidak dapat memahami dengan baik. Hanya beberapa yang tertinggal di kognisi
saya. Namun saya tidak menyerah, saya tetap berusaha agar dapat memahami
dengan baik. Saya bertanya kepada teman-teman sekitar mengenai apa inti dari
penjelasan setiap poin, dan teman saya membantu, dan disitulah baru saya agak
paham. Saya juga seringkali bertanya, apakah lebih efisien melakukan sesuatu
secara fokus, atau multitasking. Ternyata, kedua hal ini dapat dijumpai dalam
materi ini. Setelah itu, ketika mengerjakan tugas kelompok, saya kesulitan
menemukan materi, dan menemukan teori kebanyakan bahasa inggris. Saya bahkan
sampai terkantuk-kantuk dalam mencari informasi mengenai teori. Setelah waktu
selesai, kelas ditutup dan kami pulang.

Insight
Insight yang saya peroleh ialah, atensi merupakan suatu proses mental,
sehingga cara kerja dan terjadinya juga dipengaruhi oleh berbagai kondisi mental.
Melihat kondisi mental saya yang tidak begitu bisa diajak bekerja sama, maka
upaya melakukan atensi juga lebih besar. Saya juga mengambil insight bahwa
dalam beberapa situasi, terkadang kita memerlukan bantuan orang lain, dan kita
tidak perlu malu untuk meminta tolong. Juga, terkadang ketika disampaikan oleh
orang lain, kita dapat lebih mudah memahami.

What’s Next
Saya akab berusaha untuk mengerahkan atensi secara penuh dan optimal.
Saya akan meminta penjelasan kepada teman ketika tidak memahami ketimbang
diam dan tidak paham.