Anda di halaman 1dari 3

“PERAN PEMUDA DALAM PERADABAN BANGSA”

Assalamualaikum Wr.Wb.
Muqoddimah

Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata, "Di setiap kebangkitan
pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya. Generasi muda
adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat
Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Akan tetapi, faktanya membuktikan bahwa sebagian
generasi muda di Indonesia saat ini cenderung mengkhawatirkan perilakunya bagi kelanjutan masa
depan bangsa ini.

Telah banyak kasus yang bisa kita saksikan melalui media massa bahwa generasi muda
sebagai motor dan tulang punggung negara ini sudah rusak moral, akhlak dan perilakunya. Budaya
Islam sebagai budaya yang seharusnya dikembangkan dan dijadikan ukuran justru dilecehkan,
sopan santun tak lagi dihiraukan, intelektual tak bisa diandalkan, harga diri menjadi taruhan. Untuk
perbaikan generasi bangsa maka pada kesempatan kali ini kami akan menyampaikan syarahan al-
qur’an dengan judul “PERAN PEMUDA DALAM PERADABAN BANGSA” Dengan rujukan
qur’an surat Al Baqarah ayat 148

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka
berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan
mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. Dari ayat tersebut ada 3 perintah Allah dan 3 larangan Allah pada nabi Muhammad dan
Umat Islam sebagai umat terbaik di muka bumi ini.”

Dalam tafsir al misbah karya Prof. Dr. Quraish Shihab ayat tersebut bermakna bagi setiap
umat ada kiblatnya sendiri yang ia menghadap kepadanya, sesuai dengan kecenderungan atau
keyakinan masing-masing. Mengarah ke kiblat masing-masing bertujuan untuk mencapai ridha
Allah dan melakukan kebajikan, maka wahai kaum muslimin berlomba-lombalah kamu dengan
mereka dalam berbuat segala kebaikan. Menurut Tafsir Jalalyn pada ayat tersebut disebutkan
bukan 'muwalliihaa' tetapi 'muwallaahaa' yang berarti majikan atau yang menguasainya, (maka
MAN 1 MALANG
berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yakni segera menaati dan menerimanya. (Di mana saja
kamu berada, pastilah Allah akan mengumpulkan kamu semua) yakni di hari kiamat, lalu dibalas-
Nya amal perbuatanmu. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu)

Hidup ini adalah kompetisi, Berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan berarti menaati dan
patuh untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan semangat yang tinggi.
Perbuatan baik sekecil apapun pasti akan mendapat balasannya, demikian juga perbuatan buruk
atau jahat sekecil apapun akan mendapat balasan yang adil dan setimpal. Tidak ada satupun
manusia di hari kiamat yang dapat meloloskan diri dari pengadilan
Sementara harian Kompas (2007) menyebutkan bahwa tindak kriminalitas di kalangan
remaja sudah tidak terkendali dan dalam beberapa aspek sudah terorganisir. Kondisi ini semakin
diperburuk dengan ketidak mampuan institusi sekolah dan kepolisian untuk mengurangi angka
kriminalitas di kalangan remaja tersebut.

Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2017 tindak kriminalitas
remaja mencapai 9500 kasus, 2018 sebanyak 10500 kasus , dan setiap tahunnya terus mengalami
kenaikan sebesar 10,7%.

Menurut Rose Alvarado, profesor dari University of Utah, dalam penelitiannya, menyebutkan
bahwa kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh anak dan remaja berakar dari masalah sosial
yang saling berkaitan. Hal itu mempertegas bahwasanya kenakalan remaja tidak muncul dengan
tiba-tiba, namun melalui proses pembentukan, maka dari itu pentingnya melakukan tindakan
prefentif, dengan mengembangkan salah satu program pendidikan nonformal pada aspek
pendidikan parenting.

‫ليس الفتی من يقول هذا ابی لکن الفتی من يقول هاانا‬


”Bukanlah pemuda seseorang yang membanggakan bapaknya. Tetapi, pemuda itu adalah
mereka yang menunjukan inilah aku.”(Imam Ali Bin Abu Thalib)

Lantas, untuk mengatasi kerusakan moral bangsa yang semakin meningkat sebagai salah satu
solusi marilah kita renungkan QS. Al-Ahzab ayat 21

Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu)
bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah”.

Imam Ali Ash Shabuni dalam tafsirnya Shofwatut Tafasir jilid 2 menjelaskan

Ayat tersebut menginformasikan sekaligus menegaskan kepada kita, sungguh pada diri
rasulullah itu terdapat ‘uswatun hasanah’ sebagai dasar yang paling utama dalam perintah
keteladanan akhlak. Menjadi pemuda yang beradab dapat kita contoh dari rasulullah yang
MAN 1 MALANG
memiliki pribadi paripurna dengan menampilkan sisi yang multikompleks sebagai politisi,
negarawan, orator, pendidik, sekaligus pemimpin revolusioner besar di muka bumi ini. Dengan 4
sifat dasar nabi yang paling utama, berlaku jujur disetiap perkataan, dapat dipercaya dalam segala
kekuasaan yang diemban, mampu menyampaikan dalam segala kebaikan, cerdas disetiap
permasalahan, maka dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi generasi yang
berkualitas dan berakhlaqul karimah. Sebagaimana syair lagu berikut ini

Pemuda harapan bangsa


Bawalah ilmu dan taqwa
Bersatu bersama-sama
Membangun bangsa mulia
Walaupun kulit dan warna sukumu berbeda-beda
Berjuang tanamkan cinta
Membangun akhlak mulia

Hadirin pecinta Al Qur’an, untuk membentuk peran pemuda dalam peradaban bangsa dan
negara solusi yang dapat kita lakukan adalah dengan menerapkan sifat utama nabi yakni berlaku
jujur disetiap perkataan, dapat dipercaya dalam segala kekuasaan yang diemban, mampu
menyampaikan dalam segala kebaikan , dan cerdas disetiap permasalahan.

Hadirin, Dari uraian tersebut dapat kita tarik kesimpulan:

Generasi muda adalah harapan masa depan, calon pemimpin masa depan, maka
dipundak generasi mudalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Dalam meneladani
kehidupan Rasulullah, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu bertindak,
berpikir, memimpin orang dan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari. Serta, menjauhi
kemungkaran sebagai amalan yang harus dijaga agar tidak mudah terpengaruh budaya
yang buruk dan merusak moral generasi bangsa.

Demikian syarahan al qur’an dari kami. Demi perbaikan moral bangsa Indonesia, mari kita
terapkan slogan yang berbunyi:

BANGUN GENERASI YANG BERKUALITAS, WUJUDKAN GENERASI EMAS!!!

MSQ SUKSES, PEMUDA BERJAYA

Wassalamualaikum Wr.Wb.

MAN 1 MALANG